BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Penelitian Terdahulu
44
yang baik dan berguna (healthy reentry into the community) pada hakikatnya adalah resosialisasi.50
Perempuan Kelas II B Padang”. Persamaan dari kedua penelitian ini yaitu sama-sama membahas bagaimana hak-hak terhadap wanita hamil semasa di rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan.
Sedangkan perbedaan penelitian oleh Maimanda Jenita ini tentang penggabungan antara lapas narapidana wanita dengan narapidana laki-laki, karena itu terbatasnya ruang gerak untuk narapidana wanita hamil.
Sedangkan penelitian ini membahas tentang perlindungan hukum terhadap hak narapidana wanita hamil berdasarkan undang-undang republik indonesia nomor 22 tahun 2022 tentang pemasyarakatan di lembaga pemasyarakatan perempuan kelas IIA Pekanbaru, lebih spesifik terhadap permasalahan pemberian makanan bergizi dan makanan tambahan terhadap narapidana wanita hamil.
3. Penelitian III : Skripsi yang ditulis oleh Siti Nurhasanah yang berjudul
“Pidana Penjara Bagi Wanita Hamil dalam Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam”. Persamaan dari penelitian ini yaitu sama-sama menjadikan subjek dari penelitian ini adalah wanita hamil.
Sedangkan perbedaan antara keduanya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Siti Nurhasanah membahas pidana penjara bagi wanita hamil, semestinya narapidana wanita hamil dapat ditangguhkan terlebih dahulu masa penjara hingga bayi yang dikandungnya lahir. Karena, jika memberikan penghukuman kepada narapidana wanita hamil berarti memberikan penghukuman kepada dua jiwa atau orang, sedangkan bayi yang ada dalam kandungan narapidana wanita hamil tersebut seharusnya
46
tidak ikut dihukum. dalam pelaksanaan hukum pidana Islam pelaksanaan hukuman terhadap wanita hamil ada penundaan.Maknanya dalam pelaksaanaan hukuman dalam hukum pidana Islam juga memerhatikan kondisi terpidananya.
Sedangkan penelitian ini membahas tentang perlindungan hukum terhadap hak narapidana wanita hamil berdasarkan undang-undang republik indonesia nomor 22 tahun 2022 tentang pemasyarakatan di lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II A Pekanbaru, lebih spesifik terhadap permasalahan pemberian makanan bergizi dan makanan tambahan terhadap narapidana wanita hamil.
Metode berasal dari bahasa Yunani: methodos yang berarti cara atau jalan, Jadi metode merupakan jalan yang berkaitan dengan cara kerja dalam mencapai sasaran yang diperlukan bagi penggunanya, sehingga dapat memahami objek sasaran yang dikehendaki dalam upaya mencapai sasaran atau tujuan pemecahan permasalahan.51 Penelitian adalah terjemahan dari Bahasa Inggris research yang berarti usaha atau pekerjaan untu mencari kembali yang dilakukan dengan suatu metode tertentu dengan cara hati-hati, sistematis, serta sempurna terhadap permasalahan. Sehingga dapat digunakan untuk menyelesaikan atau menjawab problem.52 Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.53 Adapun metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini sebagai berikut.
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian termasuk penelitian observational research (penelitian observasional) dengan cara survai. Penelitian survai merupakan penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dengan menggunakan wawancara sebagai alat pengumpulan data yang pokok, artinya suatu penelitian yang
51Joko Subagyo, Metode penelitian dalam teori dan praktik,(Jakarta: Rineka Cipta, 2011),jilid1,h.1.
52Ibid, h. 2
53Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Dan Kualitatif R&D, (Afabeta, Bandung, 2014), Cetakan Ke-20, h. 2.
48
dilakukan secara langsung turun kelapangan untuk memperoleh informasi dan data yang berkaitan dengan penelitian penulis ini.54
Penelitian ini bersifat deskriptif, artinya penelitian ini memberikan gambaran terhadap suatu pernyataan yang lengkap dan jelas. Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa penelitian bersifat deskriptif yaitu penelitian yang memberikan data yang detail tentang manusia, keadaan atau gejala- gejala lainnya, dengan tujuan untuk mempertegas hipotesa-hipotesa, agar dapat membantu untuk memperkuat teori-teori lama, atau dalam kerangka menyusun teori-teori baru.55
B. Lokasi Penelitian
Sesuai permasalahan yang telah dikemukakan, penelitian ini merupakan penelitian hukum Sosiologis yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru. Adapun alasan penulis menetapkan lokasi tersebut menjadi tempat penelitian penulis karena lokasi tersebut sangat mudah dijangkau oleh penulis untuk melakukan observasi dan wawancara mengenai perlindungan hukum Terhadap Hak Narapidana Wanita Hamil Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru.
C. Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan dari objek yang akan diteliti. Populasi merupakan sumber informasi dalam suatu penelitian. Populasi dapat berupa
54Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survai, (Yokyakarta: LP3ES, 2012), h. 3
55Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta: UI-Pres, 2010), h. 10
himpunan orang, benda (hidup atau mati), kejadian,P kasus-kasus, waktu atau tempat dengan ciri dan sifat yang sama.56
Sampel adalah himpunan bagian atau sebagian dari populasi yang ada.57 Populasi dalam penelitian ini adalah Pihak Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru.
Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah teknik Total Sampling. Total Sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 6orang dari populasi yang berjumlah 6 orang.
Tabel III.I Populasi dan Sampel
No Responden Populasi Sampel Persentase 1 Petugas Registrasi Lembaga
Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru;
1 Orang 1 Orang 100%
2 Petugas Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru;
1 Orang 1 Orang 100%
3 Petugas Penjaga Sel Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru;
1 Orang 1 Orang 100%
4 Narapidana Wanita Hamil di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru;
3 Orang 3 Orang 100%
Sumber : Data Lapangan 2022 D. Jenis dan Sumber Data
Data adalah fakta atau keterangan mengenai segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat informasi. Informasi yang
56Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta: Rajawali Pers, 2011),h.118.
57Ibid, h. 119
50
merupakan inti sari sebuah data digunakan sebagai alat untuk mengambil keputusan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan dua sumber data yaitu : 1. Data Primer adalah data yang dikumpulkan dan diperoleh secara langsung atau data yang masih asli seperti apa adanya.58 Data yang diperoleh langsung dari lapangan atau tempat lokasi penelitian baik dengan metode pengamatan (Observasi) ataupun wawancara (Interview).59 Dengan Pihak Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, dan Narapidana Wanita Hamil di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru.
2. Data Sekunder yaitu data yang diperoleh dari dokumen-dokumen resmi, buku-buku, perundang-undangan serta ensiklopedia yang bersangkutan dengan objek penelitian berhubungan dengan permasalahan yang diteliti.
a. Bahan hukum primer, merupakan bahan hukum yang utama, sebagai bahan hukum yang bersifat autoritatif, yakni bahan hukum yang mempunyai otoritas, bahan hukum primer meliputi peraturan perundang-undangan dan segala dokumen resmi yang memuat ketentuan hukum. Bahan hukum primer dalam penelitian ini antara lain, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
b. Bahan hukum sekunder, yaitu bahan-bahan hukum yang memberikan penjelasan mengenai bahan-bahan hukum primer yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa literature-literatur yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
58Ibid, h. 92.
59 Amiruddin dan Zainal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), h. 30
c. Bahan hukum tersier, yaitu bahan hukum yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder yang berkaitan dengan penelitian ini diantaranya adalah internet, Kamus Hukum, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia.
E. Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan untuk mengumpulkan informasi atau fakta-fakta yang ada di lapangan. Untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, metode yang peneliti gunakan adalah :
1. Wawancara, yaitu peneliti melakukan proses tanya jawab secara langsung dengan narasumber atau responden yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti guna melengkapi data yang diperlukan.
2. Studi pustaka, yaitu peneliti mencari data atau informasi melalui jurnal, buku-buku referensi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Metode ini digunakan untuk mencari data sekunder guna mendukung data primer.
F. Metode Analisis Data
Analisis data merupakan metode dalam memproses data menjadi informasi.60 Setelah semua data diperoleh dan dikumpulkan, baik data primer maupun data sekunder, kemudian data-data tersebut dikelompokkan berdasarkan jenisnya dari ketiga masalah pokok yang diteliti. Data yang diperoleh dari wawancara disajikan dalam bentuk pembahasan dengan uraian kalimat. Selanjutnya penulis melakukan analisis kualitatif yaitu apa yang
60Muhammad Ramdhan, Metode Penelitian, (Surabaya: Cipta Media Nusantara, 2021), h.
14.
52
dinyatakan narasumber secara tertulis maupun lisan dan perilakunya.61 Kemudian memberikan penafsiran dan menghubungkan kepada pendapat para ahli serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, hasil penelitian orang lain kemudian penulis mengambil kesimpulan dengan menggunakan metode deduktif yaitu mengambil kesimpulan dari hal-hal yang bersifat umum terhadap hal-hal yang bersifat khusus.
61 Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, cet.ke-3 (Jakarta:UI Press,2007), h.24.
A. Kesimpulan
1. Perlindungan hukum terhadap hak narapidana wanita hamil di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru belum terlaksana dengan baik, sementara berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan Pasal 9 Ayat (4):
Narapidana berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dan makanan yang layak sesuai dengan kebutuhan gizi, sedangkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, Pasal 20 Ayat (1):
Narapidana dan anak didik Pemasyarakatan yang sakit, hamil atau menyusui berhak mendapatkan makanan tambahan sesuai dengan petunjuk dokter, namun kenyataan di lapas tidak seperti itu, tidak ada ketegasan dari pihak lapas terhadap pemberian hak-hak wanita hamil, sehingga pelaksanaannya menjadi tidak efektif. Serta narapidana wanita hamil memberikan keluhan bahwa pemberian makanan tidak sesuai dengan prosedur dan adanya keterlambatan pemberian makanan pokok dan makanan tambahan.
2. Hambatan pihak lapas perempuan dalam pemberian hak narapidana wanita hamil di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru yakni :
a. Terbatasnya petugas wanita di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan menjadi faktor yang memengaruhi proses pemberian hak.
66
Karena keterbatasan petugas lapas dalam pemenuhan hak-hak khusus wanita hamil yang menyebabkan berbagai kendala dan kelalaian yang dialami pihak lapas dan narapidana wanita hamil.
b. Keterbatasan tenaga kesehatan dalam merawat ibu hamil dan janinya.
Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru menyediakan dokter khusus dari lapas namun karena dokternya hanya 1 (satu) orang sehingga terjadinya kelalaian dalam memerhatikan narapidana wanita hamil.
c. kurangnya dana dan sarana prasarana sehingga pelayanan tidak memadai.
Hasil wawancara dengan Ibu Asi Kharta menyebutkan bahwa tidak adanya dana yang didapatkan dari pemerintah, pihak Lembaga Pemasyarakatan hanya mengandalkan sukarelawan dan hasil kerjanya sendirilah untuk melengkapi kekurangan dari fasilitas dan makanan pokok maupun makanan tambahan di lapas.
B. Saran
1. Diharapkan kepada Pemerintah dan Petugas Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru lebih peka terhadap hak khusus wanita hamil yang mana sudah tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
2. Pemerintah seharusnya menganggarkan anggaran pendapatan dan belanja negara lebih besar lagi kepada Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru, sehingga sarana dan prasarana dalam pelaksanaan
pembinaan narapidana wanita meningkat dengan baik, serta pemerintah daerah Riau khususnya Kota Pekanbaru dan pihak Lembaga Pemasyarakatan lebih memperhatikan lagi kondisi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru jika ada narapidana baru yang masuk yang mana hak-hak wanita hamil dapat diterapkan demi menjaga kesehatan ibu dan janin seperti pemberian makanan pokok dan makanan tambahan seperti susu.
DAFTAR PUSTAKA A. Buku
Ali, Yunasril, Dasar-Dasar Ilmu Hukum, (Jakarta: Sinar Grafika, 2009).
Amiruddin dan Zainal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum, (Jakarta:
Rajawali Pers, 2010).
Arafat, Yasir, Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945 dan perubahannya, (Permata Press).
Arief, Barda Nawawi, Beberapa Aspek Kebijakan Penegakan dan Pengembangan Hukum Pidana, (Bandung: Citra Aditya Bakti, 1996).
Arief, Barda Nawawi, Kebijakan Hukum Pidana (Penal Policy), Bahan Penataan Nasional Hukum Pidana dan Kriminologi, (Semarang:
Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, 1998).
Atmadjadan, I Dewa Gede dan I Nyoman Putu Budiartha, Teori-Teori Hukum, (Malang: Setara Press, 2018).
Atmasasmita, Romli, 1982, Kepenjaraan Dalam Suatu Bunga Rampai, (Bandung: Armico, 1982).
Atmasasmita, Romli, Kapita Selekta Hukum Pidana dan Kriminologi, (Bandung: Mandar Maju, 1995).
Budiyono. Fungsi Lembaga Pemasyarakatan Dalam Pelaksanaan Pembinaan Terhadap Narapidana. https://media.neliti.com. Diakses pada 30 Agustus 2022 : 30 Agustus 2022 WIB.
Dirdjosisworo, Soedjono, Pengantar Ilmu Hukum, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008).
Effendi, Erdianto, Hukum Pidana Indonesia-Suatu Pengantar, (Bandung:
Refika Aditama, 2011).
Hs, Harsono, Sistem Baru Pembinaan Narapidana, (Jakarta: Djambatan, 1995).
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Wanita, URL https://kbbi.web.id. Diakses pada 19 Oktober 2021: 14:00 WIB
Kamus Besar Bahasa Indonesia.Narapidana.https://kbbi.web.id. Diakses pada 19 Oktober 2021: 14:00 WIB
Kamus Besar Bahasa Indonesia.Narapidana.https://kbbi.web.id. Diakses pada 19 Oktober 2021: 14:00 WIB
Kamus Besar Bahasa Indonesia.Hak. https://kbbi.web.id. Diakses pada 29 Agustus 2022 : 18:25 WIB.
Kamus Besar Bahasa Indonesia.Pembinaan. https://kbbi.web.id. Diakses pada 30 Agustus 2022 : 19:15 WIB.
Kansil, C.S.T., Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, (Jakarta:
Balai Pustaka, 1989).
Lembaga Studi dan Advokat Masyarakat, Hak-hak Narapidana, (Jakarta:
Lembaga Studi dan Advokat Masyarakat, 1996).
Lesmana, Gusman, Bimbingan Konseling, (Jakarta: Kencana, 2021).
M. Hadjon, Philipus, Pengantar Hukum Administrasi Indonesia, (Yogyakarta:
Gajah Mada University Press, 2011).
Panggabean, Hetty, Perlindungan Hukum Praktik Klinik Kebidanan, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2018).
Panjaitan dan Simorangkir, LAPAS Dalam Prespektif Sistem Peradilan Pidana. (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan).
Priyatno, Dwidja, Sistem Pelaksanaan Pidana Penjara di Indonesia, (Bandung: PT. Refika Aditama, 2006).
Qadir Audah Abdul, Ensiklopedia Hukum Pidana Islam, (Bogor: PT.
Kharisma Ilmu, 2007).
Rahardjo, Satjipto, Ilmu Hukum, (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2000) Ramdhan, Muhammad, Metode Penelitian, (Surabaya: Cipta Media
Nusantara, 2021).
Sahardjo, Pohon Beringin Pengayoman Hukum Pancasila, Pidato Pengukuhan, pada tanggal 3 Juli 1963 di Istana Negara, Universitas Indonesia.
Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survai, (Yokyakarta: LP3ES, 2012).
Soekanto, Soerjono, Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta: UI-Pres, 2010).
Soekanto, Soerjono, Pengantar Penelitian Hukum, cet.ke-3 (Jakarta: UI Press, 2007).
Subagyo, Joko, Metode penelitian dalam teori dan praktik,(Jakarta: Rineka Cipta, 2011), jilid1.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Dan Kualitatif R&D, (Afabeta, Bandung, 2014), Cetakan Ke-20.
Sunggono, Bambang, Metodologi Penelitian Hukum, Jakarta: Rajawali Pers, 2011).
Supeno, Hadi, Deskriminasi Anak:Transformasi Perlindungan Anak dan Wanita Berkonflik dengan Hukum, (Jakarta: Sinar Grafika, 2010).
Suprayanto, Defenisi Ibu Hamil, Dr-Suprayanto blogspot.com, diakses 31 Agustus 2022.
Wirjono, Abidin, Pengertian dan Asas Hukum Pidana Dalam Bagan dan Catatan Singkat, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1986).
B. Jurnal
Diana, Pelaksanaan Pemberian Hak Terhadap Narapidana Wanita Hamil di Lembaga Pemasyarakatan, Vol. 6, No 1 / 2019
Jurnal dari Erepo.Tinjauan Umum tentang Hak Narapidana.
http://erepo.unud.ac.id. Universitas Udayana.
Mirnawati D, “Hak-Hak Narapidana Wanita di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Watampone Perspektif Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan”. Jurnal Al Dustur: vol 2, no 1, Juni 2019
Rudolf Silaban, Perlindungan Hukum Terhadap Narapidana Wanita di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Tanjung Gusta Medan, Vol. 3, No 2 / 2021
Yeni Handayani, Perlindungan Hak Asasi Manusia Narapidana Wanita Dalam Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional, 2019.
C. Undang-Undang, Peraturan dan Sejenisnya
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.HH-05.OT.01.01 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kehakiman Nomor M.01-PR.07.03 Tahun 1985 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemasyarakatan
Penjelasan Pasal 9 Ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, Pasal 20
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 1999 tentang Syarat-Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Wewenang, Tugas dan Tanggung Jawab Perawatan Tahanan
D. Website
<http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/12/22/73640>, di unduh pada Tanggal 19 Oktober 2021: 14:00 WIB
<http//www.kompas.com>, 31/12/2009, di unduh pada Tanggal 19 Oktober 2021: 14:00 WIB.
LAMPIRAN A. Daftar Wawancara
Judul Penelitian : Perlindungan Hukum Terhadap Hak Narapidana Wanita Hamil Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 Pasal 9 Ayat 4 tentang Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru
Pewawancara : Ezi Gustira NIM : 11820720373
Narasumber : Ibu Desi Andriyani
Jabatan : Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru
1. Apa Ibu mengetahui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan?
2. Apa hambatan yang Ibu dapati terhadap pelaksanaan Peraturan Pemerintah ini?
3. Apakah ada pemasukan dana dari pemerintah?
4. Apakah fasilitas atau sarana prasarana di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru sudah mendukung terhadap kesehatan dan kenyamanan narapidana wanita hamil di lapas ini?
5. Apa saja kesulitan yang Ibu alami selama adanya narapidana wanita hamil di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru?
Judul Penelitian : Perlindungan Hukum Terhadap Hak Narapidana Wanita Hamil Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 Pasal 9 Ayat 4 tentang Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru
Pewawancara : Ezi Gustira NIM : 11820720373
Narasumber : Ibu Asie Kharta Jabatan : Registrasi
1. Apa saja kesulitan yang Ibu alami dalam menangani narapidana wanita hamil?
2. Bagaimana jika ada narapidana wanita hamil tersebut merasakan kesakitan atau keluhan? Apa respon pertama yang harus dilakukan?
3. Bagaimana cara pegawai Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru dalam memberi makanan perharinya?
4. Apa saja jenis makanan pokok dan makanan tambahan yang diberikan?
5. Apakaha ada kegiatan perminggunya dalam menjaga kesehatan ibu dan janinnya?
Judul Penelitian : Perlindungan Hukum Terhadap Hak Narapidana Wanita Hamil Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 Pasal 9 Ayat 4 tentang Pemasyarakata di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru
Pewawancara : Ezi Gustira NIM : 11820720373
Narasumber : Ibu Fajri Jabatan : Penjaga Sel
1. Apa sikap yang diambil kalau ada narapidana wanita hamil yang merasa kesakitan dan ketidaknyamanan?
2. Apakah sel narapidana wanita hamil dan narapidana wanita yang tidak hamil memiliki ruang khusus?
3. Bagaimana prosedur makanan yang diberikan kepada narapidana wanita hamil?
Judul Penelitian : Perlindungan Hukum Terhadap Hak Narapidana Wanita Hamil Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 Pasal 9 Ayat 4 tentang Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru
Pewawancara : Ezi Gustira NIM : 11820720373
Narasumber : Ibu Ratih
Jabatan : Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan
1. Bagaimanakah perawatan yang dilakukan terhadap narapidana wanita hamil?
2. Bagiamanakah kegiatan rutin narapidana wanita hamil perhari/perminggu?
3. Apakaha di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan ini menyediakan dokter khusus dalam pemeriksaan narapidana wanita hamil?
Judul Penelitian : Perlindungan Hukum Terhadap Hak Narapidana Wanita Hamil Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 Pasal 9 Ayat 4 tentang Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru
Pewawancara : Ezi Gustira NIM : 11820720373
Narasumber : Lozia Putri Minata, Tirta Nini dan Sunarti Narapidana Wanita Hamil
1. Bagaimana pihak Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru memberi makanan tambahan dan makanan pokok perharinya dalam menunjang kesehatan ibu dan janinnya?
2. Bagaimana pemeriksaan ibu dan janin yang dilakukan pihak Lembaga Pemasyarakatan Perempuan selama ibu hamil?
3. Bagaimana kegiatan rutin atau olahraga yang dilakukan atau yang dianjurkan pihak lapas?
4. Apakah ada pekerjaan yang berat, yang mungkin ibu tidak mampu melakukannya dikarenakan kondisi ibu dalam masa kehamilan?
5. Bagaimana fasilitas tempat tidur yang diberikan?
6. Apakah fasilitas lainnya mendukung fisik ibu yang hamil?
7. Apa tindakan yang dilakukan pihak Lembaga Pemasyarakatan Perempuan jika ada diantara ibu-ibu (narapidana wanita hamil) yang merasakan ketidaknyamanan?
8. Apa saja hak-hak yang ibu rasa bahwa itu belum terpenuhi secara matang?
9. Apakah sel narapidana wanita biasa dan narapidana wanita hamil terpisah?
B. Dokumentasi
Sesi wawancara bersama Ibu Ratih Selaku bagian Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan
Sesi wawancara bersama Ibu Asie Kharta Selaku bagian Registrasi
Sesi wawancara bersama Ibu Lozia Putri Minata Narapidana Wanita Hamil
Sesi wawancara bersama Ibu Fajri Selaku Bagian Penjaga Sel