BAB II LANDASAN TEORI
B. Penelitian Yang Relavan
Penelitian mengenai efektifitas pembelajaran daring melalui aplikasi whatsaap terhadap proses pembelajaran siswa kelas IV di sd 105 Kota
43 Anas sudijono, pengantar evaluasi pendidikan, (Jakarta: rajawali pers, 2007), hal 50
Bengkulu dilakukan pertama kali, akan tetapi ada penelitian sebelumnya yang membahas pembelajaran daring sebagai upaya study from home.
1. Ni Komang Suni Astini. Jurnal tahun 2020 STKIP Agama Hindu Amlapura jurnal in berjudul “Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Tingkat Sekolah Dasar pada Masa Pandemi Covid-19“ Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui manfaat dari teknologi informasi dalam proses pembelajaran di sekolah dasar pada masa pandemi COVID-19. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan. Pandemi COVID-19 sangat berdampak pada pendidikan di Indoneia. Proses pembelajaran yang awalnya dilakukan di sekolah kini menjadi pembelajaran daring yang dilakukan dari rumah. Pemanfaatan teknologi informasi sangat membantu dalam proses pembelajaran di masa Pandemi COVID-19. Kemajuan teknologi informasi yang sudah sangat maju saat ini, internet bisa menghubungkan siswa dengan guru melalui laman e-Learning, whatsapp group, google class, google doc atau google form, zoom. Kemendikbud juga menyediakan platform belajar daring gratis bernama “Rumah Belajar”.
Untuk daerah mana koneksi internetnya tidak terlalu baik, pemerintah bekerja sama dengan TVRI, stasiun televisi negara, untuk menyampaikan materi belajar yang ada di dalam program Belajar di Rumah.Pada tingkat sekolah dasar kelas atas aplikasi yang yang efektif digunakan dalam proses pembelajaran online adalah aplikasi google classroom dan aplikasi zoom sedangkan untuk kelas bawah aplikasi yang dapat sangat efektif digunakan adalah aplikasi whatshapp group. Dalam proses pembelajaran daring yang
dilakukan siswa tidak lepas dari pengawasan orang tua dan guru.
Perbedaanya adalah jurnal ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan dan metode wawancara. persamaannya adalah membahas mengenai penggunaan teknologi informasi melalui whatsapp.
2. Hilna Putria, Luthfi Hamdani Maula, Din Azwar Uswatun jurnal tahun 2020 Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia dengan judul
“Analisis Proses Pembelajaran Dalam Jaringan (DARING) Masa Pandemi COVID-19 pada Guru Sekolah Dasar” Hasil dari penelitian ini adalah pandemi COVID-19 membawa dampak yang sangat besar terhadap proses pembelajaran, pembelajaran yang biasanya dilaksanakan secara langsung kini dialihkan menjadi pembelajaran daring. Peserta didik merasa jenuh dan bosan selama melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran daring yang dilakukan untuk anak usia sekolah dasar dirasa kurang efektif. Ada beberapa faktor pendukung guru dalam proses pembelajaran daring yaitu ketersediannya handphone, kuota dan jaringan internet yang stabil. Selain adanya faktor yang mendukung dalam pembelajaran daring terdapat juga beberapa faktor penghambat guru dalam pembelajaran daring. Faktor penghambat tersebut diantaranya adalah belum semua peserta didik memiliki handphone dan masih banyak orang tua sibuk bekerja.
Perbedaanya adalah jurnal ini membahas tentang dampak, faktor pendukung dan faktor penghambat saat pembelajaran daring dan juga berdasarkan hasil penelitian dengan metode kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan
data berupa angket dan wawancara. Persamaanya adalah membahas mengenai pembelajaran daring.
3. Ali Sadikin dan Afreni Hamidah (JIPB 2020) Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi yang berjudul “Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19”. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran daring di Prodi Pendidikan Biologi.
Perbedaannya penelitian ini berpusat pada Prodi Pendidikan Biologi dan juga Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif.
Persamaanya membahas tentang efektivitas pembelajaran daring pada masa Covid-19.
4. Rahmawati dan Evita Muslima Isnanda Putri, jurnal tahun 2020, prodi D3 keperawatan stikes bojonegoro dengan judul “Learing From Home dalam Pespektif Persepsi Mahasiswa Era Pandemi Covid 19”. Corona Virus atau dikenal dengan COVID-19 saat ini telah menyebar ke berbagai negara di dunia. WHO (World Health Organisation) telah menyatakan COVID-19 merupakan Kegawat daruratan Global atau pandemi pada 11 Maret 2020.
COVID-19 dilaporkan cukup menular dengan tingkat kematian yang relatif tinggi dan dilaporkan terus meningkat. Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia, dengan demikian diperkirakan akan sangat menderita dengan adanya pandemi COVID-19 ini, bahkan diperkirakan akan terbebas dalam periode waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan negara- negara berpenduduk kurang padat lainnya. Perbedaannya adalah jurnal ini membahas tentang pemikiran mahasiswa tentang learning from home.
Persamaannya adalah membahas tentang pembelajaran dari rumah pada masa pandemi Covid-19.
5. Henry Aditia Rigianti, jurnal tahun 2020 Univeritas PGRI Yogyakarta Indonesia dengan judul “Kendala Pembelajaran Daring Guru Sekolah dasar Di Kabupaten BanjarNegara” Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dialami guru selama pembelajaran daring yaitu aplikasi pembelajaran, jaringan internet dan gawai, pengelolaan pembelajaran, penilaian, dan pengawasan. Perbedaannya adalah jurnal ini membahas tentang kendala yang dialami oleh guru pada pembelajaran daring.dan juga Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, untuk membarikan gambaran tentang kendala pembelajaran daring di Banjarnegara. Persamaanya adalah membahas Tentang pembelajaran daring disekolah dasar.
6. Latjuba Sofyana, Abdul Rozaq. Jurnal tahun 2019. Universitas PGRI Medium Indonesia dengan judul “Pembelajaran daring kombinasi berbasis Whatsapp pada kelas karyawan prodi teknik informatika universitas PGRI Medium”. Perkembangan pendidikan tinggi saat ini dipengaruhi oleh pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu teknologi informasi yang ikut berperan dalam dunia pendidikan adalah pembelajaran Daring. Pembelajaran daring berfungsi sebagai penghubung antar dosen dan mahasiswa dengan jaringan internet yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penerapan pembelajaran Daring Kombinasi berbasis whatsapp pada kelas
karyawan Prodi Teknik Informatika, Universitas PGRI Madiun. Metode penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data, Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner dalam bentuk daftar pertanyaan yang ditujukan kepada mahasiswa kelas karyawan. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa 69% menyatakan kurang efektif pembelajaran secara konvensional, minat mahasiswa dalam pembelajaran daring sekitar 89%
berminat dan 78% setuju bahwa dalam penerapannya dinilai lebih efektif daripada pembelajaran konvensional. Perbedaanya adalah jurnal ini membahas pembelajaran daring menggunakan whatsapp pada kelas karyawan dan juga metode Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data, Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner dalam bentuk daftar pertanyaan yang ditujukan kepada mahasiswa terkait dengan Pembelajaran Daring Kombinasi berbasis whatsapp pada kelas karyawan Prodi Teknik Informatika, Universitas PGRI Madiun.
Persamaanya adalah jurnal ini membahas mengani pembalajaran daring dan penggunaan whatsapp.
7. Henry Aditia Rigianti, jurnal tahun 2020, Univeritas PGRI Yogyakarta Indonesia yang berjudul “Kendala Pembelajaran Daring Guru Sekolah Dasar Di Kabupaten BanjarNegara” Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dialami guru selama pembelajaran daring yaitu aplikasi pembelajaran, jaringan internet dan gawai, pengelolaan pembelajaran, penilaian, dan pengawasan. Perbedaanya adalaah jurnal ini membahas
mengenai kendala pembelajaran daring. Persamaanya adalah membahas mengenai proses pembelajaran daring.
8. Afnibar, Dyla fajhriani. N, Jurnal tahun 2020. Universitas islam Negeri Bonjol Padang. Dengan Judul “Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Antara Dosen Dan Mahasiswa Dalam Menunjang kegiatan Belajar” WhatsApp merupakan media online yang banyak digunakan oleh mahasiswa dan dosen. Aplikasi WhatsApp dapat memberikan kemudahan dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Melalui aplikasi ini bisa menambahkan lebih banyak teman, mempermudah para pengguna untuk saling mengenal satu sama lainnya dan sebagai media penunjang kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan whatsApp sebagai media komunikasi antara dosen dan mahasiswa dalam menunjang kegiatan belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Sumber data adalah mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, sebanyak 53 orang. Penelitian ini bersifat survei, melalui media google form. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, mahasiswa merasa whatsApp memudahkannya dalam berkomunikasi dan menunjang kegiatan belajar dibandingkan media online lainnya diperoleh sebanyak 23 orang (43,40%) memilih pernyataan sering, dan sebanyak 16 orang (30,20%) menyatakan selalu. Hal tersebut dapat diartikan bahwa sebagian besar mahasiswa (73,60%) merasa whatsApp memudahkan mereka dalam berkomunikasi dan menunjang kegiatan belajar dibandingkan media online lainnya. Selanjutnya lebih dari 70 % mahasiswa menyatakan bahwa aplikasi
whatsApp memberikan dampak positif dalam kegiatan belajar mereka serta menunjang peningkatan komunikasi mereka dengan dosen. Jadi, whatsApp merupakan salah satu media yang memiliki manfaat diantaranya memudahkan komunikasi dan mendukung kegiatan belajarnya. Kemudahan dalam menggunakan whatsApp membuat mahasiswa merasa terbantu dengan adanya aplikasi ini dan menjadi salah satu sarana komunikasi yang penting dan disukai oleh mahasiswa. Perbedaanya adalah jurnal ini membahas menganai Whatsapp sebagai media komuniasi antara dosen dan mahasiswa dan juga Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dalam bentuk survei, yaitu penelitian yang sumber data dan informasi utamanya diperoleh dari responden yang berjumlah besar.
Persamaanya adalah membahas menganai pemanfaatan whatsapp pada masa wabah covid-19.
9. Jumiatmoko, jurnal tahun 2016, STIT madina sragen. Dengan judul “ Whatsapp messenger Dalam tinjaun manfaat dan Adab”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang manfaat dan Adab di dalam kelompok dengan menggunakan WhatsApp Messenger. adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di STIT Madina Sragen dengan subjek penelitian adalah siswa kelas 6 yang berjumlah 11 responden. Data diambil dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) WhatsApp Messenger merupakan aplikasi Pesan Instan yang penggunaannya oleh mahasiswa STIT Madina berbasis internet meningkat
dari 3 (tiga) tahun. 2) WhatsApp Messenger memudahkan pengorganisasian berbagai sistem kelas virtual online berbasis komunitas akademik dan fitur multimedia tanpa batasan waktu dan ruang. 3) WhatsApp Messenger mudah beradaptasi dengan budaya sosialnya termasuk adab-adab dalam berkomunikasi tanpa mengurangi kuantitas, kualitas dan modernitas cara berkomunikasi. perbedaanya adalah jurnal ini membahas mengenai manfaat dan adab dalam penggunaan whatsapp. Persamaannya adalah membahas penggunaan whatsapp.
10. Marilin Kristina, Ruly Nadian Sari, Erliza Septia Nagara. Jurnal tahun 2020. Dengan judul “Model pembelajaran daring pada masa pandemi Covid 19 di Provinsi Lampung” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model implementasi pembelajaran online pada saat pandemi COVID-19 di Lampung. Pembelajaran online ini dilakukan karena adanya wabah virus corona 19. Sampel penelitian ini adalah siswa SD, SMP dan SMA negeri dan swasta di Lampung. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan mempertimbangkan homogenitas populasi. Instrumen data menggunakan angket pembelajaran online. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa model pembelajaran online yang paling banyak digunakan adalah aplikasi WhatsApp dengan 87,2%, Google Classroom 41,3%, Google Meeting atau Zoom 13,8%, Youtube 15,6% dan aplikasi lain 12,8%. Persentase ini didapat dari responden yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pembelajaran online. Perbedaanya adalah jurnal ini membahas mengenai
model pembelajaran yang dilaksanakan pada pembelajaran daring dan juga metode penelitian kuantitatif deskriptif untuk mengetahui model pelaksanaan pembelajaran daring terhadap motivasi belajar siswa di Provinsi Lampung. Persamaanya adalah jurnal ini membahas menganai pembelajaran daring dan penggunaan aplikasi whatsapp.