• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penempatan pada Bank Indonesia

Dalam dokumen PDF www.ahmadsubagyo.com (Halaman 48-53)

Bab IX Transaksi Antar Bank dan Transaksi dengan Bank Indonesia

H. Contoh Kasus

2. Penempatan pada Bank Indonesia

A. Defi nisi

Penempatan pada Bank Indonesia adalah penempatan/tagihan bank baik dalam rupiah maupun valuta asing kepada Bank Indonesia .

B. Dasar Pengaturan

Sama dengan Penempatan pada Bank Lain C. Penjelasan

1. Jenis Penempatan pada Bank Indonesia antara lain:

a. Giro, termasuk giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan Giro Wajib Minimum dan escrow account untuk tujuan tertentu.

b. Fine Tune Operation (FTO) yaitu transaksi dalam rangka Operasi Pasar Terbuka (OPT) untuk menyerap likuiditas perbankan yang dilakukan sewaktu-waktu oleh BI apabila diperlukan untuk mempengaruhi likuiditas perbankan secara jangka pendek dengan waktu, jumlah, dan harga transaksi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

c. Fasbi (Fasilitas Diskonto Bank Indonesia) yaitu Fasilitas penempatan dana rupiah bank peserta Pasar Uang Antar Bank (PUAB) pada Bank Indonesia dengan jangka waktu tertentu, dan suku bunga tertentu yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

d. Lainnya, yaitu selain jenis diatas dan memenuhi kriteria penempatan pada Bank Indonesia.

2. Penempatan pada Bank Indonesia dapat dibukukan dalam 4 kategori aset keuangan, sebagaimana diatur pada bagian Penempatan pada Bank Lain.

3. Penjelasan mengenai reklasifikasi penempatan pada Bank Indonesia dapat mengacu pada Bab mengenai Penjelasan Umum

D. Perlakuan Akuntansi Pengakuan dan Pengukuran

1. Penempatan pada Bank Indonesia diakui pada saat dilakukan penempatan dan dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori aset keuangan, sebagai berikut

No. Kategori Pencatatan pada saat pengakuan awal 1. Diukur pada Nilai Wajar

melalui Laporan Laba Rugi

Sebesar nilai penempatan pada Bank Indonesia

2. Dimiliki hingga Jatuh Tempo

Sebesar nilai penempatan pada Bank Indonesia dikurangi atau ditambah pendapatan dan/atau beban yang dapat diatribusikan secara langsung.

3. Pinjaman yang Diberikan dan Piutang

4. Tersedia untuk Dijual

2. Setelah proses penempatan, bank mencatat nilai penempatan pada Bank Indonesia sebagai berikut:

No Kategori Pencatatan setelah pengakuan awal

1. Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi

Sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar penempatan pada Bank Indonesia diakui pada laporan laba rugi

2. Tersedia untuk Dijual Sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar penempatan pada Bank Indonesia diakui secara langsung dalam ekuitas

3. Dimiliki hingga Jatuh Tempo

Sebesar biaya perolehan diamortisasi (amortised cost), yaitu nilai penempatan pada Bank Indonesia yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif.

4. Pinjaman yang Diberikan dan Piutang

3. Pada saat pengakuan awal penempatan, bank tidak perlu melakukan kapitalisasi atas pendapatan dan/atau beban pada biaya perolehan atas penempatan, dan dapat mengakui secara langsung sebagai pendapatan atau beban pada periode berjalan, jika:

a. Pendapatan dan/atau beban tidak dapat diatribusikan secara langsung pada penempatan dan tidak terkait dengan jangka waktu penempatan.

b. Pendapatan dan/atau beban tidak dapat diatribusikan secara langsung pada penempatan dan terkait dengan jangka waktu penempatan namun besarnya tidak material.

4. Untuk penempatan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi, nilai yang dicatat tersebut (carrying amount) dapat berbeda dengan nilai yang akan diterima pada saat jatuh tempo, yaitu jika bank menerima/mengeluarkan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung pada perolehan penempatan tersebut.

5. Amortisasi dilakukan selama periode berjalan menggunakan metode suku bunga efektif atas selisih antara nilai tercatat penempatan (yang merupakan biaya perolehan diamortisasi) dengan nilai penempatan yang akan diterima pada saat jatuh tempo.

6. Bank dapat menggunakan metode garis lurus dalam melakukan amortisasi untuk:

a. penempatan dengan skedul penarikan (arus kas) yang sulit diprediksi, misalnya giro; dan

b. biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung pada perolehan penempatan besarnya material.

Amortisasi biaya transaksi atas penempatan yang tidak memiliki jangka waktu tetap atau tidak diketahui periode penempatannya dapat didasarkan pada data historis rata-rata umur penempatan.

7. Bank dapat tidak melakukan amortisasi sebagaimana dimaksud pada angka 5) dan 6) serta mengakui sekaligus sebagai beban pada periode berjalan, jika besarnya biaya transaksi tersebut tidak material.

8. Bank harus menetapkan tingkat materialitas dan mendokumentasikan dalam kebijakan akuntansi sebagaimana diatur dalam Bab mengenai Kredit.

Penyajian

1. Penempatan pada Bank Indonesia disajikan di neraca sesuai kategori, yaitu:

No Kategori Aset Keuangan Keterangan

1 Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi

Sebesar nilai wajar 2 Tersedia untuk Dijual

3 Dimiliki hingga Jatuh Tempo

Sebesar biaya perolehan diamortisasi (amortised cost), yaitu nilai wajar penempatan pada Bank Indonesia yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif.

4 Pinjaman yang Diberikan dan Piutang

2. Giro pada Bank Indonesia yang bersaldo kredit (overdraft) disajikan dalam neraca sebagai kewajiban kepada Bank Indonesia.

3. Nilai tercatat penempatan pada Bank Indonesia tidak boleh dikompensasi dengan nilai tercatat kewajiban kepada Bank Indonesia.

E. Ilustrasi Jurnal

Penempatan pada Bank Indonesia yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi 1. Pada saat penempatan pada Bank Indonesia

Db. Penempatan pada Bank Indonesia - amortised cost Kr. Kas/Rekening…/Giro BI

2. Pembayaran beban yang dapat diatribusikan a. Apabila nilainya material untuk diamortisasi

Db. Penempatan pada Bank Indonesia – amortised cost Kr. Kas/Rekening…/Giro BI

b. Apabila nilainya tidak material untuk diamortisasi Db. Beban bunga

Kr. Kas/Rekening…/Giro BI

3. Pada saat pengakuan pendapatan bunga penempatan pada Bank Indonesia a. Tanpa sistem diskonto

Db. Pendapatan bunga penempatan pada Bank Indonesia yang akan diterima Kr. Pendapatan bunga penempatan pada Bank Indonesia

b. Dengan sistem diskonto

Db. Penempatan pada Bank Indonesia – amortised cost Kr. Pendapatan bunga penempatan pada Bank Indonesia

4. Pada saat amortisasi beban yang dapat diatribusikan langsung (apabila dilakukan amortisasi)

Db. Beban bunga

Kr. Penempatan pada Bank Indonesia - amortised cost

5. Pada saat menerima pembayaran bunga penempatan pada Bank Indonesia a. Tanpa sistem diskonto

Db. Kas/Rekening…/Giro BI

Kr. Pendapatan bunga penempatan pada Bank Indonesia yang akan diterima

b. Dengan sistem diskonto Db. Kas/Rekening…/Giro BI

Kr. Penempatan pada Bank Indonesia – amortised cost 6. Pada saat penarikan/pencairan penempatan pada Bank Indonesia

Db. Kas/Rekening…/Giro BI

Kr. Penempatan pada Bank Indonesia - amortised cost F. Pengungkapan

Sama dengan Penempatan pada Bank Lain

Dalam dokumen PDF www.ahmadsubagyo.com (Halaman 48-53)