• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Penerapan kurikulum studi agama Islam dalam meningkatkan kualitas

Wawancara penulis dengan Kepala Sekolah mengenai Implementasi Kurikulum Studi Agama Islam di Sekolah Mahad Misbahuddin adalah:

Sekolah Mahad misbahuddin telah mengadopsi kurikulum studi Islam di semua mata pelajaran, termasuk pelajaran pendidikan agama Islam telah diimplementasikan dengan cukup baik dalam kurikulum studi Islam.

Meskipun guru yang mengajar mata pelajaran agama Islam masih dijumpai hadir di kelas tanpa pengaturan yang lengkap seperti tidak menyusun RPP, Tidak membawa buku daftar hadir ke kelas, Kurangnya penggunaan berbagai bahan pembelajaran hanya menggunakan buku teks untuk mengajar. Namun setelah diingatkan dan dievaluasi para guru setiap bulan ada sedikit peningkatan.1

Menunut Presiden Yayasan Pengembangan Pendidikan Sekolah Mahad Misbahuddin mengenai Implementasi Kurikulum Studi Agama Islam di Sekolah Mahad Misbahuddin adalah sebagai berikut:

Saya menghimbau kepada para guru Sekolah Mahad Misbahuddin menyediakan perangkat pembelajaran untuk belajar mengajar sesuai dengan kurikulum yang digunakan di sekolah ini, yaitu Kurikulum Studi Islam B.E.2546 (Revisi B.E.2555). Dalam proses implementasi kurikulum itu, pertama-tama kita akan fokus pada manual kegiatan belajar mengajar dari pusat, artinya kita sudah mengikuti tujuan kurikulum. Dan yang kedua kami akan memperbarui kurikulum agar sesuai dengan karakteristik siswa dan situasi saat ini.2

1 Wawancara dengan Bapak Haji Niran Tebpalak , Kepala Sekolah, pada tanggal 23 Desember 2022, di Ruang Kepala Sekolah

2 Wawancara dengan Bapak Haji Asst. Prof. Dr. Wuttisak Pitsuwan, Presiden Yayasan Pengembangan Pendidikan Sekolah M, pada tanggal 23 Desember 2022, di Ruang Rapat

Guru adalah jantung dari penyelenggaraan proses pembelajaran dari dulu sampai sekarang. Guru tidak pernah berkurang arti pentingnya meskipun kemajuan teknologi berperan besar namun proses pembelajaran tetap tidak bisa tanpa guru. Hanya guru sebagai fasilitator pembelajaran, harus mengubah perannya dari guru yang memberikan ilmu pengetahuan menjadi guru yang menyelenggarakan proses pembelajaran. Pentingnya guru terletak pada berperan dalam mendidik siswa dan memiliki peran lain dengan berperan sebagai teladan yang baik bagi siswa.

Pelaksanaan pembelajaran dengan kurikulum studi Islam dilaksanakan di Sekolah Mahad Misbahuddin berdasarkan hasil wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam adalah sebagai berikut:

Dalam melakukan pengajaran di kelas, kami menggunakan pendekatan saintifik karena pendekatan ini merupakan proses pembelajaran yang membantu guru menghubungkan materi yang diajarkan dengan keadaan atau situasi nyata siswa dan memungkinkan siswa untuk membuat koneksi dengan pengetahuan yang telah mereka miliki dan mampu menerapkan ilmu tersebut pada diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar. Dengan adanya konsep ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk rajin belajar karena ilmu yang didapat bisa diaplikasikan dalam praktek.3

Data ini di dukung dengan hasil wawancara dengan bapak Aseed yang mengungkapkan bahwa:

3 Wawancara dengan Bapak Afnan Rakniyom, Guru Pendidikan Agama Islam, pada tanggal 23 Desember 2022, di Ruang Guru

Dalam mengajar siswa di kelas, kami menggunakan metode pengajaran yang sesuai dengan kondisi dan keadaan siswa agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan dalam kurikulum studi Islam.4

Namun, hasil wawancara yang peneliti lakukan terhadap peserta didik menunjukkan hasil yang berbeda dengan pernyataan yang telah di sampaikan guru seperti hasil wawancara dengan suatu siswa yang mengungkapkan bahwa:

Pembelajaran di kelas ini sangat membosankan karena guru menggunakan cara yang sama dalam mengajar.5

Dalam proses belajar mengajar di Sekolah Mahad Misbahuddin dapat menyimpulkan bahwa dari hasil wawancara dan observasi diketahui bahwa guru masih kurang mampu dalam melaksanakan manajemen pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan situasi siswa. Karena siswa masih merasa belum ada perubahan gaya mengajar sehingga menyebabkan siswa merasa bosan.

Teknik evaluasi pembelajaran pendidikan agama Islam yang digunakan Sekolah Mhad Misbahuddin adalah dengan menggunakan teknik tes dan non tes yang mencangkup efektif dan kognitif. Sebagaimana hasil wawancara dengan bapak Aseed Pesaleh bahwa:

Untuk menilai pembelajaran, Pendidikan Agama Islam menggunakan tes dan penilaian kognitif. Tes dibagi menjadi 5 model 1) Pretes ini secara acak bertanya kepada siswa tentang materi yang mereka pelajari minggu lalu. Tes ini untuk melihat apakah siswa masih mengingat materi yang telah dipelajarinya 2) Tes selama mengajar ini secara acak bertanya siswa tentang materi yang mereka

4 Wawancara dengan Bapak Aseed Pesaleh, Guru Pendidikan Agama Islam, pada tanggal 23 Desember 2022, di Ruang Guru

5 Wawancara dengan Natthapon Sumali, Siswa kelas X, pada tanggal 23 Desember 2022, di Masjid

pelajari 3) Post-test merupakan tes setelah selesai proses belajar mengajar 4)Pekerjaan rumah ini memberi siswa latihan tentang materi yang telah mereka pelajari 5)Tes ulangan ringkasan semester. Sedangkan untuk penilaian kognitif akan dilihat dari perilaku siswa di dalam kelas.6

Dari keterangan di atas dapat dianalisiskan bahwa pelaksanaan kurikulum Studi Islam di Sekolah Mahad Misbahuddin dengan menggunakan metode saintifik dapat dilakukan dengan cukup baik dan dapat diterapkan dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Namun beberapa kendala muncul, misalnya guru menggunakan media pembelajaran yang tidak konsisten dan metode pengajaran yang membosankan. Menurut wawancara Bapak Haji Niran Tebpalak di awal penelitian. Para guru pendidikan agama Islam telah mengadaptasi kurikulum studi agama Islam B.E.2546 (B.E.2555) dengan menggunakan metode saintifik dan termasuk melakukan hal-hal berikut:

1. Pelaksanaan pembelajaran di kelas metode ceramah tetap penting dan pengaruhnya kecil terhadap kurikulum pembelajaran sehingga pembelajaran tetap berpusat pada guru. Namun dengan metode seperti itu dapat menyebabkan siswa menjadi bosan. Sebelum mata pelajaran berakhir, siswa diberikan tugas dan penilaian terhadap materi yang diajarkan oleh dosen.

2. Penilaian pembelajaran dilakukan dengan menggunakan Tes dan Non-Tes.

Ujiannya adalah: a) Pretes b) Tes selama kegiatan pembelajaran c) Post-tes d)

6 Ibid,

Ulangan harian atau pekerjaan rumah e) Ujian semester. Meskipun Non-Tes, ini adalah pengamatan perilaku siswa di kelas dan ujian praktik.

Dokumen terkait