BAB III PERENCANAAN
3.10. PENERIMAAN PASIEN BARU
d. Merencanakan jadwal pelaksanaan discharge planning pada pasien baru datang, selama perawatan dan akan pulang.
e. Melaksanakan penyuluhan kesehatan pada pasien baru datang, selama perawatan dan akan pulang.
f. Melaksanakan pendokumentasian discharge planning
dengan benar.
g. Evaluasi s istem p elaksanaan discharge planning yang telah dilakukan.
Kriteriaevaluasi
a. Evaluasi struktur
1) Persiapan pasien, peralatan, status, kartu dan lingkungan.
2) Penyusunan struktur pelaksanaan Discharge Planning Evaluasi proses
1) Discharge Planning dilaksanakan pada semua pasien pulang.
2) Materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan klien.
Evaluasi hasil
1) Terdokumentasinya pelaksanaan pasien pulang.
2) Pasien dan keluarga dapat mengetahui perawatan di rumah tentang : aturan diet, obat yang harus diminum di rumah, aktivitas, yang harus di bawa pulang, rencana kontrol, yang perlu di bawa saat kontrol, prosedur kontrol, jadwal pesan khusus.
1) Mengetahui rencana perawatan yang akan di terimanya.
2) Pasien dapat mengetahui rencana tindakan medik (dokter yang menangani dan jadwal visite).
3) Pasien dan keluarga mengetahui tentang tata tertib ruangan.
4) Pasien mengetahui tentang hak-hak dan kewajiban pasien Tahapan Penerimaan Pasien Baru
a. Tahap pra penerimaan pasien baru
1) Menyiapkan kelengkapan administrasi.
2) Menyiapkan kelengkapan kamar sesuai pesanan.
3) Menyiapkan format penerimaan pasien baru.
4) Menyiapkan format pengkajian.
5) Menyiapkan nursing kit.
6) Menyiapkan informed consent sentralisasi obat.
7) Menyiapkan lembar serah terima obat.
8) Menyiapkan lembar tata tertib pasien dan pengunjung ruangan.
9) Menjelaskan hak-hak pasien.
10) Alat-alat dan sarana penujang seperti Oksigen, standart infus b. Tahap pelaksanaan penerimaan pasien baru
1) Pasien baru datang diruangan diterima oleh kepala ruangan. Kepala ruangan memperkenalkan diri, termasuk perawat primer dan perawat assoasited.
2) Perawat primer menunjukan kamar / tempat tidur klien dan mengantar ketempat yang telah di tetapkan.
3) Perawat associated bersama dengan karyawan lain memindahkan pasien ketempat tidur (apabila ada pasien datang dengan branchard/kursi roda) dan diberikan posisi yang nyaman.
4) Perawat Primer yang diberi delegasi oleh KARU memberikan informasi tentang segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan pasien mulai dari tempat pengambilan obat, kamar mandi, Nurse Station, dll.
5) Perawat Primer memperkenalkan pasien baru dengan pasien yang sekamar bila ada.
6) Barang-barang untuk pasien di inventarisasi, yang diperlukan diletakan di lemari
pasien, yang tidak diperlukan dapat dibawa pulang oleh keluarganya.
7) Setelah pasien tenang dan situasi sudah memungkinkan perawat memberikan informasi kepada klien dan keluarga tentang :
a. Dokter, kepala ruangan, dan perawat yang bertanggung jawab/akan merawat klien.
b. Letak kamar perawat, ruang konsultasi dokter, dan kamar mandi/WC.
c. Jam berkunjung
Persyaratan menunggu apabila diperlukan : penunggu adalah keluarga terdekat dan masing – masing pasien hanya boleh satu penunggu.
Administrasi ruangan yang perlu diketahui :
Sentralisasi obat
Tata cara pembayaran jasa RS.
d. Dokter, nama kepala ruangan, perawat penanggung jawab pasien dan tenaga non perawat yang akan berhubungan dengan pasien.
e. Fasilitas dari yang dapat digunakan oleh klien (tempat tidur, almari, lampu, dan kamar mandi)
8) Perawat menanyakan kembali tentang kejelasan informasi yang telah disampaikan, misalnya : mengenai tata tertib pengunjung.
9) Apabila pasien dan keluarga telah memahami apa telah yang dijelaskan oleh perawat, pasien dimintai menandatangani lembar penerimaan pasien baru dan persetujuan sentralisasi obat.
10) Perawat mempersilahkan keluarga lain untuk keluar.
11) Perawat Primer melaksanakan pemeriksaan tanda-tanda vital.
Hal – Hal Yang Perlu Diperhatikan a. Pelaksanan secara efektif dan efsien.
b. Dilakukan oleh kepala ruangan atau Perawat Primer atau Perawat Assosiated yang telah diberi wewenang.
c. Saat pelaksanan tetap menjaga privasi klien.
d. Ajak pasien komunikasi yang baik dan beri sentuhan terapeutik Peran Perawat Dalam Penerimaan Pasien Baru
a. Kepala ruangan
1) Menerima pasien baru
2) Menyetujui dan menandatangani lembar pasien baru masuk rumah sakit.
b. Perawat Primer
1) Menyiapkan kelengkapan dalam penerimaan pasien baru masuk rumah sakit, seperti : format penerimaan pasien baru, format pengkajian, format persetujuan sentralisasi obat.
2) Menandatangani lembar penerimaan pasien baru 3) Melakukan pengkajian pada pasien baru
4) Memberi penjelasan tentang perawat dan dokter yang bertanggung jawab 5) Mengorientasikan klien pada ruangan.
6) Memberi penjelasan tentang hak pasien dan tata tertib ruangan 7) Memberi penjelasan alur administrasi
8) Mendokumentasikan penerimaan pasien baru.
c. Perawat Associated
Membantu PP dalam pelaksanan peneriman pasien baru.
1. Penerapan penerimaan pasien baru a. Penanggung jawab :
b. Tujuan :
c. Waktu :
d. Rencana strategi :
• Menyusun teknis penerimaan pasien baru bersama sama dengan perawat ruangan.
• Menunjuk perawat untuk menerima pasien baru dan mengorientasi pasien baru beserta keluarga.
• Melaksanakan penerimaan pasien baru
• Melengkapi dokumen penerimaan pasien baru e. Kriteria Evaluasi :
1) Struktur :
• Sarana dan prasarana yang menunjang antara lain lembar penerimaan pasien baru,inform consent sentralisasi obat,format pengkajian,nursing
kit,status,lembar kuisioner tingkat kepuasan pasien dan lembar tata tertib pasien dan pengunjun.
• Penerimaan pasien baru pada shif pagi dilakukan oleh karu,pp dan pa sedangkan pada shif sore di lakukan oleh pp dan pa.
2) Proses :
• IGD menelfon keruangan untuk memberitahukan identitas dan diagnosa pasien baru yang akan di kirim ke ruangan
• Karu memberikan tugas kepada PP dan memberitahukan bahwa akan ada pengiriman pasien baru oleh igd.
• PP menyiapkan dokumen tambahan pada lembar RM dari igd
• Pasien baru dikirim ke ruangan
• PP melakukan anamnesa dan pemeriksaan fsik dengan di bantu oleh pa
• Pasien baru di berikan penjelasan tentang orientasi ruangan, perawatan, medis serta tata tertib ruangan.
• Perawat melakukan komunikasi teraopeutik dengan klien dan perawat.
3) Hasil :
a) Hasil penerimaan pasien baru di dokumentasikan dengan benar
b) Pasien mengetahui tentang fasilitas ruangan, perawatan, medis, serta tata tertib ruangan
c) Pasien sudah menandatangani persetujuan penerimaan pasien baru.
BAB IV
PELAKSANAAN
Pada bab ini akan diuraikan aplikasi Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) yang dilaksanakan dalam praktek manajemen keperawatan di Ruang (...) MAKP ditekankan pada komponen utama yaitu: (1) Penetapan tenaga keperawatan,(2) Sarana prasarana (3) Sistem MAKP, (4) Penerimaan Pasien Baru, (5) Sentralisasi obat, (6) Timbang Terima, (7) Discharge Planning, (8) Supervisi, (9) Ronde Keperawatan dan (10) Dokumentasi Keperawatan.
4.1 Penataan Ketenagaan Keperawatan
1. Persiapan
Pada tahap persiapan yang dilakukan kelompok adalah sebagai berikut:
a. Menyiapkan buku pencatatan jumlah penderita setiap hari serta tingkat ketergantungannya.
b. Menyiapkan konsep perhitungan kebutuhan tenaga perawat berdasarkan tingkat ketergantungan klien.
2. Pelaksanaan
a. Mengumpulkan data mengenai jumlah klien serta tingkat ketergantungannya pada pagi, siang, malam mulai minggu kedua sampai minggu ketiga.
b. Melakukan tabulasi data dan melaksanakan perhitungan jumlah kebutuhan tenaga berdasarkan tingkat ketergantungan klien
c. Melakukan penghitungan jumlah tenaga yang bertugas dalam sehari pada shif pagi, sore dan malam.
Kepala R uangan = o rang
Perawat Primer = orang
Perawat A ssociete = orang
Libur = ora ng
Jumlah = ora ng
3. Hambatan
(...)
4. Dukungan
(...) 4.2 Sarana dan Prasarana
1. Persiapan
Pada tahap persiapan yang dilakukan kelompok adalah sebagai berikut:
2. Pelaksanaan 3. Hambatan
(...)
4. Dukungan
(...)
4.3 Model Pemberian Asuhan Keperawatan
1. Persiapan
Berdasarkan hasil pengkajian, kelompok menerapkan model asuhan keperawatan primer.
Adapun bagan struktur organisasi ruangan kelolaan mahasiswa adalah sebagai berikut :
TEAM MED IS KEPALA RUANGAN SARANA RS
PERAWAT PRIMER
PERAWAT PRIMER
PERAWAT
PERAWAT
KLIEN
KLIEN
Gambar 4.1 Bagan Pengembangan Contoh MAKP : Keperawatan Primer 2. Pelaksanaan
Pelaksanaan tahap pertama minggu (...). Selama jaga dinas mahasiswa
mencoba melaksanakan asuhan keperawatan secara komprehensif sesuai dengan kemampuan yang dimiliki mahasiswa dengan bantuan pembimbing dari perawat ruangan.
Setiap mahasiswa diberi kesempatan untuk melakukan peran dari Kepala Ruangan, Perawat Primer, Perawat Associate dengan pembagian yang cukup adil.
3. Hambatan
(...)
4. Dukungan
(...) 4.4 Penerimaan Pasien baru
1. Persiapan
Penerimaan klien baru sebenarnya bagian dari MAKP (...), penerimaan klien baru ini merupakan kegiatan tambahan. Persiapan penerimaan klien baru meliputi :
a. Menunjuk penanggung jawab kegiatan penerimaan klien baru.
b. Menyusun proposal kegiatan
c. Menyiapkan kelengkapan kamar sesuai pesanan
d. Menyiapkan lembar penerimaan pasien baru, lembar serah terima pasien baru dari ruangan lain (obat, alkes dan data pemeriksaan penunjang yang dibawa), lembar tata tertib pasien dan pengunjung ruangan, lembar pernyataan rawat inap, lembar persetujuan sentralisasi obat dan format pengkajian.
e. Menyiapkan peralatan medis ( Nurse Kit) yang dibutuhkan
2. Pelaksanaan
Topik : Aplikasi penerimaan pasien baru
Hari/tanggal :
Waktu :
Tempat :
Penanggung Jawab : Kepala Ruangan : Perawat Primer : Perawat Associate :
Perawat I GD :
Pasien :
Pembimbing ruangan :
Pembimbing akademik : Dr. Ririn Probowati, S.Kp., M.Kes Acara dihari oleh :
a. Pembimbing ruangan (...) orang b. Pembimbing akademik (. . .) orang
c. Mahasiswa STIKES PEMKAB JOMBANG sebanyak (...) orang
Penerimaan klien baru dilaksanakan mulai tanggal (...) penerimaan klien baru dilaksanakan pada setiap klien yang masuk kelolaan kelompok, yaitu di ruang ( ), penerimaan semua pasien baru telah didokumentasikan oleh kelompok. Role play penerimaan pasien baru dilaksanakan oleh PP setelah diberi infomasi oleh kepala ruangan dan dilakukan pada (....) kelas (....) bed (....) dengan diagnosa (....) pada hari (...).
Kepala ruangan, PP dan PA kemudian menuju ke kamar klien. Karu memperkenalkan diri, PP, dan PA kepada klien. PP memberikan penjelasan tentang: identitas perawat yang bertanggung jawab, penjelasan tentang penyakit yang diderita, tindakan-tindakan yang akan diberikan, dokter penanggung jawab dan tenaga non keperawatan (ahli gizi), hak dan kewajiban klien, tata tertib di ruangan, orientasi sarana yang ada di ruangan, perkenalkan klien baru dengan klien lain sekamar, penjelasan tentang sentralisasi obat.
Pelaksanaan penerimaan pasien baru di ruang mawar kelas III sudah dilakukan secara optimal, ada penjelasan tentang dokter yang merawat, perkenalan diri perawat serta orientasi ruangan, ada buku penerimaan pasien baru.
3. Hambatan
(...)
4. Dukungan 4.5 Sentralisasi Obat
1. Persiapan
a. KARU memberitahukan kepada PP pada pasien baru akan dilakukan penjelasan tentang sentralisasi obat yang dilakukan di ruang (.)
b. PP Melakukan persiapan sentralisasi obat meliputi informed
consent, format serah terima obat, format persetujuan dilakukan sentralisasi obat dan format pemberian obat.
c. PP Melaksanakan sentralisasi obat berkolaborasi dengan dokter dan bagian farmasi.
d. Mendokumentasikan hasil pelaksanaan pengelolaan sentralisasi obat.
2. Pelaksanaan Hari / tanggal :
Waktu :
Tempat :
Pengorganisasian Penanggung Jawab : Kepala Ruangan : Perawat Primer : Perawat Associate : Petugas farmasi :
Pembimbing pendidikan : Dr. Ririn Probowati, S.Kp., M.Kes Pembimbing Ruangan : -
-
Pelaksanaan sentralisasi obat dilaksanakan pada tanggal (...) dan dilaksanakan sepenuhnya oleh kelompok, mulai dari informed concent, pengelolaan hingga
pemberian obat inhalsi . Kegiatan role play sentralisasi obat dilakukan pada hari (.) Kegiatan dilakukan setelah PP menyampaikan kepada kepala ruangan bahwa akan dilakukan sentralisasi obat pada (...) kelas (...) bed (...) dengan diagnosa (...). PA memanggil penanggungjawab klien kemudian kepala ruangan membuka kegiatan dilanjutkan dengan PP memberikan penjelasan kepada klien tentang pelaksanaan sentralisasi obat termasuk penjelasan tentang dosis sehari yang diterima klien, setelah keluarga klien mengerti dan memahami, keluarga klien menandatangani persetujuan sentralisasi obat.
3. Hambatan
(...)
4. Dukungan ( )
4.6 Timbang Terima Keperawatan 1. Persiapan
Persiapan timbang terima mulai dilaksanakan pada tanggal (...). Persiapan yang dilakukan antara lain :
a. Setelah penanggung jawab timbang terima ditunjuk, disusun proposal kegiatan.
b. Menyusun format timbang terima klien serta petunjuk teknis pengisiannya.
c. Menyiapkan kasus kelolaan yang akan dilakukan timbang terima keperawatan.
d. Menyiapkan p elaksanaan t imbang t erima.
2. Pelaksanaan Hari / tanggal :
Pukul :
Pelaksana :
Tempat : Nurse Station, ruang (...) Acara dihadiri oleh:
1. Pembimbing dari pendidikan (. .) orang.
2. Pembimbing dari ruangan (. .) orang.
3. Mahasiswa STIKES Pemkab Jombang sebanyak (....) orang.
2 Pengorganisasian Penanggung jawab : Kepala Ruangan :
PP 1 :
PP 2 :
Pembimbing : Dr. Ririn Prbowati, S.Kp., M.Kes
Supervisor :
Pasien : Pasien Kelolaan (...)
Pelaksanaan secara penuh dilaksanakan pada pada tanggal 11-23 Februari 2020.
Pelaksanaan peran timbang terima dilaksanakan hari (...)
Timbang terima diawali di nurse station dengan berdoa. Timbang terima dilakukan dengan menyampaikan : identitas klien, diagnosis medis, keluhan klien, masalah keperawatan, data subyektif, data obyektif, intervensi yang sudah dan belum dilaksanakan, diit dan pesan khusus. Setelah semua klien ditimbang terimakan, perawat melakukan validasi data dengan mendatangi klien satu persatu. Setelah validasi data selesai perawat kembali ke nurse station dan melakukan klarifkasi. Setelah itu PP, PA dan kepala ruangan menandatangani lembar timbang terima.
Secara umum pelaksanaan timbang terima telah baik dan berjalan dengan sesuai alur.
Klarifkasi sudah dilakukan setelah validasi ke pasien.
Pelaksanaan timbang terima di ruang (...) informasi yang disampaikan meliputi masalah dan masalah keperawatan. Timbang terima dihadiri oleh seluruh perawat yang bertugas baik shif sebelum atau shif selanjutnya. Timbang terima
dilakukan di nurse station, serta dilakukan validasi ke pasien.
3. Hambatan
(...)
4. Dukungan
( )
4.7 Ronde Keperawatan
1. Persiapan yang dilakukan antara lain:
a. Menentukan penanggung jawab ronde keperawatan.
b. Menyusun proposal kegiatan ronde keperawatan dengan menetapkan klien yang akan dirondekan.
c. Menyiapkan informed consent untuk pasien yang dirondekan 2. Pelaksanaan
Topik : Ronde keperawatan Hari/Tanggal :
Waktu :
Tempat :
Pengorganisasian Penanggung Jawab :
Kepala ruangan : Perawat Primer 1 : Perawat Primer 2 : Perawat Primer 3 : Perawat Konselor : Perawat Associate 1 : Perawat Associate 2 : Perawat Associate 3 : Perawat Associate 4 : Perawat Associate 5 :
Perawat Associate 6 : Dokter P PDS :
Ahli G izi :
Apoteker :
Kepala R uang M awar : Pembimbing Ruangan :
Pembimbing akademik : Dr. Ririn Probowati, S.Kp.,M.Kes
Ronde keperawatan dilaksanakan pada hari (...) Ronde keperawatan dilaksanakan pada klien “... ” dengan diagnosa medis (...) Laparatomi dan adanya masalah keperawatan yang belum teratasi sehingga klien mengalami hari rawat yang panjang. Ronde keperawatan menghadirkan dokter, ahli gizi, dan Apoteker.
3. Hambatan
(...)
4. Dukungan ( )
4.8 Supervisi Keperawatan
1. Persiapan
a. Menentukan penanggung jawab supervisi keperawatan
b. Menyusun proposal kegiatan supervisi dengan menetapkan supervisi tindakan keperawatan injeksi intravena.
c. Menyusun instrumen supervisi dan format lainnya.
d. Koordinasi dengan pembimbing klinik dan akademik 2. Pelaksanaan
Topik : S upervisi k eperawatan
Hari/Tanggal :
Waktu :
Tempat :
Pengorganisasian
a. Penanggung Jawab :
b. Kepala ruangan :
c. Perawat P rimer :
d. Perawat Associate : e. Pembimbing Lahan :
f. Pembimbing akademik : Dr. Ririn Probowati, S.Kp., M.Kes
Kegiatan supervisi keperawatan yang dihadiri oleh pembimbing akademik dan ruangan dilaksanakan pada hari (...) Supervisi diawali pada saat PA sedang
melaksanakan kegiatan Pemberian Obat Melalui intravena. Pelaksanaan didelegasikan PP kepada PA, pendokumentasian kegiatan dan penyampaian hasil supervisi oleh kepala ruangan.
Di ruang mawar sudah dilakukan supervisi tetapi pendokumentasiannya belum dilakukan sesuai manajemen keperawatan.
3. Hambatan
(...)
4. Dukungan (...) 4.9 DischargePlanning
1. Persiapan y ang d ilakukan a ntara la in :
b.Ditunjuk penanggung jawab discharge planning
c.Penanggung jawab menyusun proposal dan menyiapkan format discharge planning
yang dibuat mahasiswa
d.Penanggung jawab membuat leaflet sesuai dengan kasus.
e.Menyiapkan pasien kelolaan yang akan dilakukan discharge planning
f.Mengadakan pendekatan dengan klien dan keluarga mengenai discharge planning.
g.Mengadakan pendekatan dengan tim kesehatan lain untuk persiapan discharge planning.
2. Pelaksanaan
Topik : Discharge planning Hari/Tanggal :
Waktu :
Tempat :
Pengorganisasian Penanggung Jawab : Kepala ruangan : Perawat Primer : Perawat Asosiate : Pembimbing Lahan :
Pembimbing akademik : Dr. Ririn Probowati, S.Kp., M.Kes
Pelaksanaan discharge planning pada (...) yang dilakukan oleh PP, antara lain:
a. PP memberikan HE ( Health Education) pada klien mulai klien datang, selama perawatan dan saat akan pulang atau yang direncanakan pulang meliputi : diet, obat, aktivitas, istirahat, tempat dan waktu kontrol, apa saja yang dibawa pulang dan yang dibawa kontrol serta hal-hal yang harus diperhatikan.
b. Saat ada rencana klien pulang, PP memberikan penjelasan, kartu perencanaan pulang
dan leaflet kepada keluarga.
c. Setelah klien mendapatkan discharge planning, maka keluarga klien menandatangani format discharge planning .
d. Kegiatan role play discharge planning yang dihadiri oleh pembimbing klinik dan akademik berlangsung pada hari selasa ... jam...WIB. Discharge planning diberikan kepada keluarga klien ... dengan diagnosis ...
ii. Hambatan
( )
iii. Dukungan (...)
4.10 Dokumentasi Keperawatan
1. Persiapan
Pendokumentasian asuhan keperawatan dilakukan pada tanggal (...). Format asuhan keperawatan yang disediakan terdiri dari lembar penerimaan pasien baru, lembar serah terima pasien baru,tata tertib ruang anak, lembar persetujuan rawat inap, lembar persetujuan sentralisasi obat, format pengkajian, asuhan keperawatan, lembar visite
dokter, catatan perkembangan, lembar observasi cairan, lembar observasi vital sign, lembar pemberian obat injeksi dan oral, lembar persetujuan tindakan, lembar penolakan tindakan, discharge planning , timbang terima, dan resume keperawatan.
2. Pelaksanaan
Topik : Dokumentasi Hari/Tanggal :
Waktu :
Tempat :
Pengorganisasian Penanggung Jawab : Kepala ruangan : Perawat Primer : Perawat Asosiate : Pembimbing Lahan :
Pembimbing akademik : Dr.Ririn Probowati, S.Kp., M.Kes
Proses pelaksanaan pengisian dokumen mulai tahap pengisian format lembar penerimaan pasien baru, lembar serah terima pasien baru, tata tertib ruang anak, lembar persetujuan rawat inap, lembar persetujuan sentralisasi obat, format pengkajian, asuhan
keperawatan, lembar visite dokter, catatan perkembangan, lembar observasi cairan, lembar observasi vital sign, lembar pemberian obat injeksi, lembar pemberian obat oral, lembar persetujuan tindakan, lembar penolakan tindakan, discharge planning , timbang terima, dan resume keperawatan.
PP dalam pengisian dokumen juga dibantu oleh PA terutama jika PP sedang melaksanakan tugas lain atau jika intensitas kesibukan tinggi misalnya jumlah klien baru yang banyak.
3. Hambatan
Hambatan yang dialami dalam pelaksanaan adalah sebagai berikut :
1. Pada awal pelaksanaan MAKP terdapat beberapa perubahan format dan susunan dokumentasi.
2. Kesulitan mengisi format dokumentasi keperawatan karena ada beberapa format yang mengakibatkan duplikasi penulisan
3. Karena kesibukan dan kegiatan role play yang lain dalam proses pendokumentasian kurang maksimal
4. Dukungan
Pembimbing lahan dan pembimbing pendidikan selalu memperhatikan dan memberi masukan pandangan sebelum role play dilakukan.
4.11 Money (M4)
1. Persiapan
(...)
2. Pelaksanaan
(...)
3. Hambatan
(...)
4. Dukungan
(...).
4.12 Marketing (M5) 1. Persiapan
Pengamatan M5 pada ruangan ... dilakukakan pada tanggal ...2021.
Dengan mengamati angka kejadian jatuh, phlebitis, dekubitus oleh pasien selama menjalani perawatan di ruang ...
2. Pelaksanaan
A. Indikator mutu pelayanan a. Angka kejadian jatuh b. Angka Kejadian Phlebitis
Bulan Kejadian
Dekubitus(%) Kejadian Salah
Obat(%) KetidakpatuhanKetidakpatuhan Identifikasi(%)Dalam SBAR(%) Januari
Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
Rata-rata
c. Angka Kejadian Dekubitus
Tabel 4.1 tabel kejadian dekubitus dll PeriodeJanuari-Desember 2020
Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa adanya kejadian dekubitus dan kejadian salah obat sebanyak...
Tabel 4.2 Indikator Mutu Pelayanan Keperawatan Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap ... Selama Bulan...2020
Pasien sa fety Jumlah
Pasien Jatuh Resiko jatuh Resiko Dekubitus Dekubitus
1.
2.
3.
4.
5. D
Perawat selalu menawarkan bantuan walau tidak diperlukan
Perawat segera menangani anda setelah tiba di ruang rawat inap Perawat menjelaskan obat-obatan yang saya gunakan
Perawat membantu anda untuk pelayanan foto laboratorium di RS dll Perawat menyediakan waktu untuk rubah
posisi pasien, melatih mobilisasi ASSURANCE (Jaminan)
1.
2.
Perawat memberi perhatian terhadap keluhan anda Perawat memberikan salam dan senyum
B. Kepuasan P asien
Kepuasan pelanggan hasil yang dirasakan atas penggunaan produk dan jasa sama atau melebihi harapan yang diinginkan (Yamit, 2002). Sedangkan menurut Pohan (2007) menjelaskan bahwa kepuasan pasien adalah tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanana kesehatan yang diperolehnya, setelah pasien membadingkan dengan apa yang diharapkannya.
NO DAFTAR PERTANYAAN JAWABAN KETERANGAN
YA TIDAK
A TANGABLE (Bukti Nyata)
5. Perawat memberikan penjelasan tentang peraturan dan tata tertib
6. Perawat menjaga kerapian dan kebersihan ruangan
7. Perawat selalu menjaga kerapian, ramah, sopan
8. Perawat menjaga kebersihan dan kerapian alat –alat yang digunakan
B REALIBILITY (Keandalan)
1. Perawat mampu memecahkan masalah keperawatan secara professional
2. Perawat memberi penjelasan hal-hal yang harus dipatuhi atau dilarang dalam perawatan anda
3. Perawat segera datang jika anda perlukan 4. Perawat memberikan informasi tentang
fasilitas yang tersedia dan cara penggunaannya
C RESPONSIVNESS (Cepat tanggap)
dalam pelayanan
3.Perawattelitidanterampildalam melaksanakan tindakan
4. Perawat dapat menjawab pertanyaan tentang tindakan yang diberikan
E EMPHATI (Empati)
1. Perawat memberikan penjelasan tentang tindakankeperawatanyangakan
2.
3.
4.
dilaksanakan
Perawat mudah dihubungi dan ditemui jika dibutuhkan
Perawat melakukan observasi/pengukuran tensi, nadi, suhu, pernafasan, dan cairan infus secara teratur Perawat tidak membedakan dalam merawat
pasien
5. Perawat perhatian dan memberi dukungan moril terhadap anda
Tabel 4.3 Tabel kepuasan Pasien Selama Perawatan di Ruang Rawat Inap Bedah Al- Aqsha Lantai V RSU Haji Surabaya Tanggal 09 Maret 2020
NO Penilaian Pelayanan dokter Pelayanan Pelayanan Rata - Rata
perawat administrasi
1 Pasien 1
2 Pasien 2
3 Pasien 3
4 Pasien 4
5 Pasien 5
6 Pasien 6
7 Pasien 7
8 Pasien 8
9 Pasien 9
10 Pasien 1 0
Rata - R a ta 88 % 83% 84% 85%
0-20 : Tidak puas 80-100 : Sangat Puas 20-40 : Cukup puas
40-60 : Baik
NO PENILAIAN FASILITAS
1 Pasien 1
2 Pasien 2
3 Pasien 3
4 Pasien 4
4.12.1 5 Pasien 5 BOR
6 Pasien 6
7 Pasien 7 (Bed
Kriteria :
8 9 10
Pasien 8 Pasien 9 Pasien 1 0
Rata - Rata
9.
10.
11.
12.
September
Oktober November Desember RATA - RATA
Occupany Rate)
BOR yaitu prosentase pemakaian tempat tidur pada satu tahun waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan dari tempat tidur rumah sakit.
Rumus: Jumlahhari perawatan rumah sakit
(
pasien sisa)
Jumlah TT x jumlahharidalamsatu satuanwaktuX 100%
Keterangan: TT = Tempat-tidur Angka BOR yang baik adalah 60- 85%
NO BULAN BOR
1. Januari
2. Februari
3. Maret
4. April
5. Mei
6. Juni
7. Juli
8. Agustus
Hasil BOR pada bulan Januari – Desember 2020 BOR Pasien tanggal...2020
9.
10.
11.
12.
September Oktober November Desember RATA - RATA
No. Nama
R
1 A,B,C,D,E Jumlah
BOR
[
Jumlahpasien
uang Jumlah P asien Jumlah B ed
x 100 %
]
2.5.4 ALOS (Average Length Of Stey)
Yaitu rata-rata lama rawatan seorang pasien, indikator ini di samping memberikan gambaran tingkat efisiensi juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan apabila diterapkan pada diagnosa tertentu yang dijadikan tracer (yang perlu pengamatan lebih lanjut).
Rumus: Jumlahhari perawatan pasienkeluar
Jumlah pasienkeluar
(
hidup+
mati)
X 100%Keterangan: Secara umum ALOS yang baik adalah 2-3 hari.
Hasil ALOS pada bulan Januari – Desember 2020 di ruang ...
NO BULAN ALOS
1. Januari
2. Februari
3. Maret
4. April
5. Mei
6. Juni
7. Juli
8. Agustus
Tanggal 10 Maret 2020 Jumlah Semua
Bed