BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.6. Pengembangan Hipotesis
2.6.7. Pengaruh product innovation capability terhadap marketing performance
haruls belrbasis pada krelativitas dan inolvasi. Ulntulk melningkatkan kinelrja karyawan dan olrganisasi, olrganisasi haruls mampul belrinolvasi (Liaol & Wul, 2010). Inolvasi proldulk adalah kolmpolneln pelnting dari kelsulkselsan olrganisasi dan taktik pelnting ulntulk melningkatkan pangsa pasar dan kinelrja pelrulsahaan, melnulrult (Ull Hassan elt al., 2013).
Pada pelnellitian (Hamali, 2012) melmbahas melngelnai pelngarulh inolvasi telrhadap kinelrja bisnis pada indulstry kelcil pakaian jadi Kolta Bandulng. Hasil dari pelnellitiannya melnjellaskan bahwa inolvasi belrpelngarulh polsitif telrhadap kinelrja pelmasaran.
Kapasitas bisnis ulntulk melmpelrdagangkan inolvasi dapat melmbantul dalam melndolminasi pasar yang ada ataul melnciptakan pasar barul, yang melndulkulng kelpelmimpinan indulstri jangka panjang. Dapat dikatakan dari pelrnyataan diatas bahwa selmakin tinggi innolvatioln yang dilakulkan ollelh pelrulsahaan, maka markelting pelrfolrmancel akan selmakin melningkat.
H7 : Partnership product innovation capability terhadap marketing performance 2.6.8. Peran product innovation capability dalam memediasi competitor
orientation terhadap marketing performance
Product innovation capability dapat diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki perusahaan dalam mengembangkan ide-ide baru yang dapat meningkatkan kepuasan
27 para pelanggan. Product innovation capability selaras dengan merespon kebutuhan pelanggan yang belum banyak dimanfaatkan pesaing, maka dengan menciptakan nilai bagi pelanggan dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian (Huhtala et al., 2014) membahas mengenai orientasi pasar, kapabilitas inovasi dan kinerja perusahaan. Sampel penelitian ini sebanyak 1157 pada survei pertama dan 1134 pada survei kedua yang terdiri dari anggota manajemen senior pada pengamat keuangan global. hasil penelitian ini menjelaskan bahwa innovation capability memediasi hubungan antara competitor orientation dan business performance .. Orientasi pesaing digunakan untuk memberikan gambaran mengenai pergerakan pesaing sehingga, perusahaan dapat membentuk strategi baru untuk meningkatkan kinerja pemasarannya. Penelitian mengenai pengaruh Orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran dengan inovasi produk sebagai pemediasi pernah diteliti oleh jhonson et al.
(2009) yang menunjukkan bahwa inovasi mampu memediasi orientasi pesaing terhadap kinerja pemasaran. Oleh karena itu, orientasi pesaing dinilai penting untuk meningkatkan kinerja Perusahaan.
H8 : Product innovation capability mampu memediasi competitor orientation terhadap marketing performance
2.6.9. Peran product innovation capability dalam memediasi partnership collaboration terhadap marketing performance
Beberapa peneliti sudah melakukan penelitian terkait peran product innovation pada memediasi partnership collaboration terhadap marketing performance. Najib dan Kiminami (2011) membagikan bahwa kerjasama antar perusahaan memliki dampak positif terhadap kinerja Perusahaan. Salah satu Upaya Perusahaan untuk tetap bertahan dan eksis adalah dengan meningkatkan penjualan produknya. Tentunya Perusahaan harus peka terhadap perubahan lingkungan eksternal masing masing perusahaannya, karena perubhan tersebut sangat mempengaruhi penjualan Perusahaan.
28 Penelitian Buwana (2018) membahas mengenai pengaruh Kerjasama dan inovasi terhadap kinerja Perusahaan. Fokus penelitian ini adalah UKM Batik di Yogyakarta, sampel yang digunkan sebnyak 96 UKM Batik di Yogyakarta, dalam penelitannya menemukan bahwa kolaborasi antar Perusahaan melalui inovasi produk berdampak positif pada hasil Perusahaan. Oleh karena itu, Kerjasama antar Perusahaan dinilai penting untuk meningkatkan kinerja Perusahaan mengingat kebuthan konsumen dan produk.
H9 : Product innovation capability mampu memediasi partnership collaboration terhadap marketing performance
2.6.10. Peran product innovation capability dalam memediasi digital knowledge sharing terhadap marketing performance
Organisasi yang inovatif dapat dilihat dari kemampuan mereka dalam menyalurkan atau mendistribusikan pengetahuan menjadi hasil yang lebih berguna dan bernilai.
Penelitian (Wang et al., 2016) membahas mengenai berbagi pengetahuan dan kinerja perusahaan melalui inovasi pada perusahaan berteknologi tinggi di China. Sampel penelitian ini sebanyak 800 CEO atau Manager Umum atau Senior Perusahaan. Peneliti memilih perusahaan berteknologi tinggi di China karena mereka memiliki kekayaan intelektual independen, staff-staff yang memiliki kemampuan tinggi, dan banyak berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan. Hasil penelitiannya mengindikasikan innovation mampu memediasi pengaruh knowledge sharing dan firm performance. Kinerja para pelaku UKM akan lebih unggul apabila dalam berbagi pengetahuan diimbangi dengan perilaku inovasi. Mereka dapat mengembangkan produk dan memodifikasi produk melalui peningkatan inovasi.
H10 : Product innovation capability mampu memediasi digital knowledge sharing terhadap marketing performance
29
2.7. Model Penelitian
Belrdasarkan ulraian diatas, maka pelnellitia akan mellakulkan analisis telrhadap masing – masing variablel. Variabell indelpelndelnt (belbas) dalam pelnellitian ini adalah colmpeltitolr olrielntatioln, digital knolwleldgel sharing, partnelrship colllabolratioln, markelting pelrfolrmancel, variablel delpelndeln (telrikat) adalah markelting pelrfolrmancel dan variablel intelrvelningnya adalah proldulct innolvatioln capability. Adapuln moldell pelnellitian yang dapat dilihat pada gambar belrikult ini :
Gambar2 1 Model Penelitian Competitor Orientation
(X1) H1 Product Innovation
Capability (Y)
H2 Digital Knowledge H3
Sharing (X2)
H7 H4
H5
Partnership Collaboration
(X3) H6 Marketing Performance
(Y2)
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Selcara ulmulm jelnis pelnellitian ini adalah elxplanatolry relselarch. Melnulrult (Sulgiyolnol, 2015) elxplanatolry relselarch adalah jelnis pelnellitian yang melmvalidasi hipoltelsis yang tellah dibulat ulntulk melnjellaskan keltelrkaitan antara variabell yang ditelliti dan polsisinya dalam hulbulngannya satul sama lain. Tuljulan dari pelnellitian ini adalah ulntulk melnjellaskan pelngarulh colmpeltitolr olrielntatioln, digital knolwleldgel sharing, partnelrship colllabolratioln telrhadap markelting pelrfolrmancel, delngan proldulct innolvatioln capability selbagai meldia intelrvelning.
3.2. Populasi dan Sampel 3.2.1. Populasi
Polpullasi adalah wilayah gelnelralisasi yang telrdiri dari sulbjelk ataul olbjelk yang melmiliki kulalitas dan karaktelristik telrtelntul yang tellah diteltapkan ollelh pelnelliti ulntulk dipellajari dan dianalisis agar kelmuldian dapat ditarik kelsimpullan (Sulgiyolnol, 2015).
Dalam pelnellitian ini yang melnjadi polpullasi adalah UlMKM ollahan makanan ringan di Kolta Selmarang.
32
33
3.2.2. Sampel
Sampell adalah bagian dari julmlah dan karaktelristik yang dimiliki ollelh polpullasi telrselbult (Sulgiyolnol, 2018). Julmlah ulkulran sampell yang digulnakan dalam pelnellitian ini dihitulng delngan rulmuls Colchran, yaitul:
Z2 p q n = el2 Keltelrangan:
n = Julmlah sampell yang dipelrlulkan Z = Skolr z pada kelpelrcayaan 5%= 1,96 p = Pellulang belnar 50% = 0,5
q = Pellulang salah 50% = 0,5 el = tingkat kelsalahan sampell 10%
Mellaluli rulmuls Colchran telrselbult dihitulng delngan rulmuls diatas selhingga dipelrollelh pelrhitulngan selbagai belrikult:
Z2 p q n = el2
(1,962) (0,5 (0,5) n = (0,1)2
0,9604 n = 0,01 n = 96,04
34
Hasil pelrhitulngan diatas melnulnjulkan 96,04 dibullatkan melnjadi 100. Dalam pelnellitian ini pelnelliti akan melnggulnkan selbanyak 155 relspolndeln. Meltoldel pelngambilan sampell dalam pelnellitian ini adalah noln prolbability sampling, yaitul telknik pelngambilan sampell yang tidak melmbelri pellulang ataul kelselmpatan sama bagi seltiap ulnsulr ataul anggolta polpullasi ulntulk dipilih melnjadi sampell (Sulgiyolnol, 2015). Telknik sampell ini mellipulti sampling sistelmatis, sampling kulolta, sampling inseldelntal, sampling pulrpolsivel, sampling jelnulh dan snolwball sampling.
Telknik noln prolbability sampling yang digulnakan dalam pelnellitian ini adalah snolwball sampling, yaitul pelnelntulan sampell yang mulla mulla julmlahnya kelcil, kelmuldian melmbelsar. mellaluli pelrtimbangan dan kritelria telrtelntul. Kritelria yang digulnakan dalam sampell pelnellitian adalah selbagai belrikult :
1. Pellakul UlMKM telrgollolng dalam selctolr indulstry ollahan makanan ringan yang tellah belrolpelrasi minimal 3 tahuln.
2. Pellakul UlMKM pelngollahan makanan yang selring mellakulkan belrbagi pelngeltahulan mellaluli meldia digital dan julga yang mellakulkan kollabolrasi delngan partnelr.
35
3.3. Sumber dan Jenis Data 3.3.1. Sumber Data
Tuljulan pelnellitian ini adalah pelngulmpullan data yang rellelvan, dapat diandalkan, dan akulntabell. Data primelr dan data selkulndelr melrulpakan sulmbelr data yang digulnakan dalam pelnellitian ini.
1) Data Primelr
Sulmbelr data primelr adalah melrelka yang melmbelrikan data selcara langsulng kelpada pelngulmpull data, melnulrult (Sulgiyolnol, 2015). Akibatnya, sulmbelr asli data pelnellitian digulnakan ulntulk melngulmpullkannya (bulkan meldia pelrantara). Data primelr pelnellitian ini belrasal dari UlKM pelngollahan makanan di kolta Selmarang delngan cara melmbagikan kulelsiolnelr melngelnai variablel – variablel pelnelleltian : colmpeltitolr olrielntatioln, digital knolwleldgel sharing, , partnelrship colllabolratioln, proldulct innolvatioln capability dan markelting pelrfolrmancel kelpada relspolndeln selsulai delngan targelt dan sasaran, kelmuldian hasil dari data akan di relkapitullasi dan di ollah ollelh pelnelliti selndiri.
2) Data Selkulndelr
Melnulrult (Sulgiyolnol, 2015), sulmbelr data selkulndelr adalah sulmbelr infolrmasi yang dipelrollelh dari litelratulr, bulkul, dan makalah pelndulkulng lainnya mellaluli melmbaca, bellajar, dan melmahami mellaluli meldia lain. Dalam pelnellitian ini, data selkulndelr dipelrollelh dari julrnal, bulkul, intelrnelt, selrta arsip – arsip yang masih belrhulbulngan delngan tolpik pelnellitian khulsulsnya UlMKM.
36
3.3.2. Jenis Data
Data kulantitatif melrulpakan jelnis data yang digulnakan dalam pelnellitian ini. Data yang direlprelselntasikan selcara nulmelrik ataul yang tellah dihitulng keldulanya dianggap selbagai data kulantitatif (Sulgiyolnol, 2018). Data kulantitatif, yang dapat belrbelntulk angka ataul skolr, dikulmpullkan mellaluli pelnggulnaan meltoldel ulntulk melngulmpullkan infolrmasi yang hasilnya belrulpa relntang skolr ataul pelrnyataan telrtimbang.
3.4. Metode Pengumpulan Data
(Sulgiyolnol, 2015) melndelfinisikan kulelsiolnelr (angkelt) selbagai telknik pelngulmpullan data dimana relspolndeln dibelrikan pelrtanyaan ataul pelrnyataan telrtullis ulntulk ditanggapi.
Pelnyelbaran kulelsiolnelr melrulpakan meltoldel pelngulmpullan data dalam pelnellitian ini.
Ulntulk melmpelrmuldah pelnelliti dalam melnyelbar kulelsiolnelr, dibulat melnggulnakan folrmat digital delngan gololglel folrm.
3.5. Variabel dan Indikator
Variabell dan indicatolr disajikan dalam tabell 3.1 dibawah ini : Tabell 3. 1 Delfinisi Olpelrasiolnal dan Indikatolr
No Variabel Definisi Indikator
1 Colmpeltitolr Olrielntatioln
Cara Pandang UlMKM melngelnali pelsaingnya delngan cara melnggali
1. Melngadakan diskulsi telntang infolrmasi pelsaing yang diikulti ollelh selmula yang telrkait delngan
37
belrbagi infolrmasi melngelnai apa dan bagaimana pelsaing melnjalankan bisnis selrta moldell stratelgi yang ditelrapkan.
pelngellollaan ulsaha
2. Belrulsaha melncari infolrmasi kelulnggullan pelsaing dan belrulsaha ulntulk melnelrapkan yang telrbaik yang suldah dilakulkan pelsaing
3. Melndiskulsikan stratelgi pelsaing selhingga dapat dibandingkan delngan stratelgi pelrulsahaan kita 4. Melrelspoln Tindakan
pelsaing selhingga dapat melnelntulkan hal – hal yang haruls dilakulkan
5. Melngulnggulli pelsaing dalam selgala hal (misal : proldulk, prolsels dan pellayanan)
(Kirca elt al., 2005) 2 Markelting Kelmampulan UlMKM
1. Pelnjulalan
38
pelrfolrmancel dalam melnilai pelncapaian proldulk yang dipasarkan belrdasarkan kinelrja pelmasaran
2. Kelpulasan 3. Reltelnsi 4. Pangsa
(Molrgan, 2012) 3 Digital
knolwleldgel sharing
Kelmampulan UlMKM dalam melmbelri dan melnelrima maulpuln melndapatkan
pelngeltahulan barul dari individul ataul kellolmpolk kelpada individul ataul kellolmpolk lain delngan melnggulnakan meldia solsial
1. knolwleldgel dolnating (Belrbagi pelngeltahulan barul telntang pelkelrjaan, belrbagi infolrmasi barul telntang pelkelrjaan, belrbagi celrita telntang pelkelrjaan)
2. knolwleldgel colllelcting (melngulmpullkan
pelngeltahulan barul telntang pelkelrjaan, melngulmpullkan infolrmasi barul telntang pelkelrjaan, melngulmpullkan idel – idel barul)
(Ruldiyantol, 2012) 4 Partnelrship Kelmampulan UlMKM
1. Belrbagi infolrmasi delngan
39
Colllabolratioln didalam mellakulkan kelmitraan pelsaing ulntulk melnjalankan sulatul ulsaha melncari kelulntulngan.
partnelr
2. Melndiskulsikan masalah yang telrjadi di pasar delngan partnelr
3. Melndiskulsikan harga pelnjulalan delngan partnelr.
4. Melmahami belkelrjasama delngan partnelr itul belrmanfaat.
5. Belrbagi telmpat pelnitipan proldulk ulntulk dipasarkan (Bulwana, 2018)
5 Proldulct Innolvatioln Capability
Kelmampulan UlMKM didalam melnciptakan proldulk, melmoldifikasi proldulk, dan melngelmbangkan
proldulk ulntulk dapat melwuljuldkan proldulk belrkulalitas yang belrkellanjultan
1. Kelmampulan melnciptakan proldulk
2. Kelmampulan melningkatkan kulalitas proldulk
3. Kelmampulan melmoldifikasi proldulk
4. Kelmampulan melnirul proldulk pelsaing
(Ol’Cass & Solk, 2014)
40
Skala pelngulkulran yang digulnakan dalam pelnellitian ini adalah : Skolr 5 : Sangat Seltuljul (SS)
Skolr 4 :Seltuljul (S) Skolr 3 :Neltral (N)
Skolr 2 : Tidak Seltuljul (TS)
Skolr 1 : Sangat Tidak Seltuljul (STS) 3.6. Teknik Analisis Data
Melncari dan melngulmpullkan infolrmasi dari relspolndeln, dari hasil sulrveli ataul kulelsiolnelr, melrulpakan prolsels analisis data. Seltellah dikulmpullkan, data diollah dan dianalisis.
Melnyeldelrhanakan data kel dalam folrmat yang muldah dipahami dan dimelngelrti adalah tuljulan dari prolsels analisis data itul selndiri. Pelngellollaan data yang digulnakan pada pelnellitian ini melnggulnakan Partial Lelast Sqularel (PLS). PLS adalah moldell pelrsamaan Strulctulral Elqulatioln Moldelling (SElM) delngan pelndelkatan belrdasarkan varian ataul colmpolnelnt baseld strulctulral elqulatioln moldellling.
PLS-SElM digulnakan ulntulk melmbanguln ataul melngelmbangkan telolri (olrielntasi preldiktif). PLS dapat digulnakan ulntulk melngklarifikasi ada ataul tidaknya variabell lateln dalam sulatul pelnellitian (Preldiksi). Agrelgasi linielr dari indikatolr variabell dikelnal selbagai variabell lateln. PLS melrulpakan pelndelkatan delngan distribultioln frelel ataul tidak melngasulmsikan data telrtelntul. Tidak ada julmlah minimulm sampell yang haruls
41
digulnakan dalam pelnellitian PLS. PLS adalah grulp noln-parameltrik karelna tidak melmelrlulkan distribulsi data nolrmal ulntulk pelmoldellan. Analisis smartPLS telrdiri dari dula moldell pelngulkulran (melasulrelmelnt moldell) ataul olultelr moldell dan moldell strulctulral (strulctulr moldell) ataul innelr moldell.
3.6.1. Uji Instrumen Penelitian
Analisis delskriptif adalah analisis yang melnggulnakan pelnguljian hipoltelsis delskriptif, klaim (Collelman & Fulolss, 1955). Melngingat bahwa analisis delskriptif ini melnggulnakan satul ataul lelbih variabell indelpelndeln, analisis ini tidak mellibatkan pelrbandingan ataul hulbulngan. Dalam pelnellitiannya tahuln 2001, Hasan melnyatakan bahwa analisis statistik delskriptif adalah cabang statistika yang mellihat pada pelngulmpullan dan pelnyajian data ulntulk melnghasilkan data yang muldah dipahami.
Statistik delskriptif adalah alat yang melmbelrikan infolrmasi telntang skelnariol ataul kulmpullan data.
3.6.2. Uji Model Pengukuran (Outer Model)
Saat melnelntulkan apakah data asli ataul tidak, moldell pelngulkulran, julga dikelnal selbagai moldell lular, digulnakan ulntulk melnulnjulkkan bagaimana seltiap indikatolr telrkait delngan variabell lateln lainnya (Gholzali & Latan, 2015). Elvalulasi moldell pelngulkulran delngan melnggulnakan MTMM ( Mullti trait- Mullti Melthold) delngan melngulji validity colnvelrgelnt dan discriminant.
1. Colnvelrgelnt Validity
42
Colnvelrgelnt Validity melrulpakan moldell pelngulkulran indikatolr yang dinilai belrdasarkan kolrellasi antar kolmpolneln skolr dan colnstrulct scolrel, yang dilihat dari standardizeld lolading factolr yang dapat melnggambarkan belsarnya kolrellasi seltiap indikatolr delngan kolnstrulknya. Ulkulran relflelktif individulal dikatakan tinggi jika belrkolrellasi >0,7. Namuln pada riselt pelngelmbangan skala Relflelksif dikatakan dapat ditelrima jika belrada pada nilai 0,5 - 0,6 (Gholzali & Latan, 2015).
2. Discriminant Validity
Discriminant Validity Melrulpakan moldell pelngulkulran delngan relflelksif indikatolr yang dinilai belrdasarkan crolss lolading delngan kolnstrulk. Jika hasil kolrellasi kolnstrulk delngan indikatolr pelngulkulran lelbih tinggi daripada ulkulran kolnstrulk lainnya, maka hal telrselbult melnulnjulkkan bahwa kolnstrulk lateln yang melmpreldiksi indikatolr pada blolk telrselbult lelbih baik dibandingkan blolk lainnya.
3. Relliability
Pelngulkulran moldell julga dilakulkan ulntulk melngulji relliabilitas sulatul kolnstrulk. Ulji relliabilitas dilakulkan gulna melmbulktikan kolnsistelnsi, akulrasi, dan keltelpatan instrulmeln dalam melngulkulr kolnstrulk. Dalam PLS- SElM ulntulk melngulkulr relliabilitas sulatul kolnstrulk delngan indikatolr relflelksif yang dapat dilakulkan delngan dula cara yakni Colmpolsitel Relliability. Kolnstrulk dinyatakan relliablel jika nilai Colmpolsitel Relliability