A. Media Pembelajaran
1. Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.48 Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association Of Education and Communication Technology/ AECT) membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi. Asosiasi Pendidikan Nasional di Amerika (National Education Association/NEA) seperti dikutip AECT mendefinisikan media dalam lingkup pendidikan sebagai segala benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut. Pengertian di atas sejalan dengan pendapat Santoso dalam Subana, yang mendefinisikan media secara umum adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang sebagai penyebar ide/gagasan sehingga ide/gagasan itu sampai pada penerima.49 Berdasarkan pendapat tersebut dapat dipahami bahwa media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.
Heinich dan Molenda mengemukakan bahwa secara umum media dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang membawa pesan
48 Sadiman., dkk. Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya) (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010), h.6
49 Subana dan Sunarti, Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia (Berbagai Pendekatan, Metode Teknik, dan Media Pengajaran) (Jakarta: CV. Pustaka Setia, 2011), h.287
96 | Teknologi Informasi dan Komunikasi
dari sumber ke penerima.50 Pengertian tersebut menjelaskan bahwa media digunakan sebagai alat komunikasi sekaligus penyalur pesan dan seyogyanya media dapat digunakan untuk menyampaikan pesan kepada orang lain melalui penglihatan dan pendengaran. Pendapat lain dikemukakan oleh Gagne dalam Subana yang mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsang mereka untuk belajar.51 Jika kita melihat pendapat yang dikemukakan oleh Gagne jelas bahwa media memiliki keterkaitan dengan pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah.
Berdasarkan pengertian yang dijelasan beberapa ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa media merupakan bentuk peralatan yang berfungsi merangsang pemikiran, pengantar pesan kepada sasaran dan dapat membangkitkan perasaan. Jika media tersebut tidak dapat berfungsi sebagai penyalur pesan berarti media tersebut tidak mampu mengkomunikasikan isi pesan yang ingin disampaikan sumber ke penerima.
a. Pengertian Media Pembelajaran
Menurut Dimyati dan Mudijono pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.52 Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para peserta didiknya. Kegiatan belajar hanya berhasil jika si pembelajar secara aktif mengalami sendiri
50 Dewi Salma., dkk. Mozaik Teknologi Pendidikan. (Jakarta: Kencana, 2013), h.18.
51 Ibid., h.289
52 Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung; Alfabeta: 2010, h.62
Teknologi Informasi dan Komunikasi | 97 proses belajar. Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha tenaga pendidik untuk membuat belajar para peserta didiknya yang dilaksanakan secara sengaja, dengan tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan, serta yang pelaksanaannya terkendali. Perlu ditegaskan bahwa dalam proses pendidikan sering kali seseorang belajar tanpa disengaja, tanpa tahu tujuannya terlebih dahulu, dan tidak selalu terkendalikan baik dalam artian isi, waktu, proses, maupun hasilnya.
Pekerjaan mengajar tidak selalu harus diartikan sebagai kegiatan menyajikan materi pelajaran. Meskipun penyajian materi pelajaran memang merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran, tetapi bukanlah satu-satunya. Masih banyak cara yang dapat dilakukan tenaga pendidik untuk membuat peserta didik belajar. Peran yang seharusnya dilakukan tenaga pendidik adalah mengusahakan agar setiap peserta didik dapat berinteraksi secara aktif dengan adanya penggunaan berbagai media pembelajaran yang baik. Gagne dalam Yusufhadi Miarso menyatakan bahwa media pembelajaran adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.53 Media pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media pembelajaran dalam hal-hal tertentu mewakili tenaga pendidik menyajiakan informasi belajar kepada peserta didik. Media pembelajaran yang baik harus dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa.
Sementara itu, Briggs berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti:
53 Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2007), h.457
98 | Teknologi Informasi dan Komunikasi
buku, film, video dan sebagainya.54Sedangkan, National Education Associaton mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandangan dan pendengaran.
Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Dalam pembelajaran pesan yang disalurkan melalui media ialah isi pelajaran yang disampaikan kepada siswa. Media sebagai alat penyalur pesan harus dapat memberikan rangsangan bagi peserta didik agar terjadi proses belajar yang efektif. Dalam proses belajar mengajar di kelas, media harus dapat berfungsi untuk menyalurkan pengetahuan dari guru kepada peserta didik. Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali. Tanpa media pembelajaran komunikasi tidak terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak bisa berlangsung secara optimal.
b. Sumber Pembelajaran
Berbicara tentang sumber pembelajaran sering dikaitkan dengan media pembelajaran. Kedua istilah tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan, di antaranya apakah sumber pembelajaran sama dengan
54 Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan, (Semarang: Rasail Media Group, 2008), h.93
Teknologi Informasi dan Komunikasi | 99 media pembelajaran, apakah sumber pembelajaran merupakan bagian dari media pembelajaran atau media pembelajaran merupakan bagian dari sumber pembelajaran, dan adakah keterkaitan antara keduanya.
Sumber pembelajaran pada hakikatnya memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan dengan media pembelajaran. Sumber pembelajaran dapat berupa pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar/lingkungan.
Pengertian sumber pembelajaran menurut Association for Education and Communication Technology (AECT) adalah segala sesuatu yang mendukung terjadinya proses belajar, termasuk sistem pelayanan, bahan pembelajaran dan lingkungan. Sumber pembelajaran tidak hanya terbatas pada bahan dan alat, tetapi juga mencakup tenaga, biaya dan fasilitas, sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau kompetensi yang harus dicapainya. Menurut Yusufhadi Miarso sumber pembelajaran adalah segala sesuatu yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan, baik secara tersendiri maupun terkombinasikan dapat memungkinkan terjadinya belajar.55 Dengan adanya penggunaan sumber pembelajaran maka diharapkan kegiatan mengajar benar-benar membuahkan kegiatan belajar pada diri setiap siswa. Hal ini dapat dilakukan jika guru berusaha menggunakan berbagai sumber pembelajaran secara bervariasi dan memberikan kesempatan sebanyak mungkin kepada siswa untuk berinteraksi dengan sumber- sumber pembelajaran yang ada.
Sumber pembelajaran memiliki pengertian yang sangat luas.
Sumber pembelajaran menurut Ahmad Rohani adalah guru dan bahan- bahan pelajaran berupa buku bacaan atau semacamnya.56 Pengertian
55 Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2007)
56 Ahmad Rohani, Pengelolaan Pembelajaran (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), h.152
100 | Teknologi Informasi dan Komunikasi
selanjutnya dari sumber belajar adalah segala daya yang dapat dipergunakan untuk kepentingan proses pembelajaran baik langsung maupun tidak langsung, di luar diri peserta didik yang melengkapi diri mereka pada saat pembelajaran berlangsung. Fatah Syukur dalam bukunya menjelaskan bahwa sumber pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan atau lainnya adalah suatu sistem yang terdiri dari sekumpulan bahan/situasi yang dikumpulkan secara sengaja dan dibuat agar memungkinkan siswa belajar secara individual.57 Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa sumber belajar merupakan semua potensi yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk mengembangkan kemampuannya atau megembangkan proses belajarnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Sumber pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat mendukung proses belajar sehingga memberikan perubahan yang positif.
Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Arif S Sadiman Ahmad Rohani yang berpendapat bahwa sumber belajar adalah segala macam sumber yang ada di luar yang memungkinkan terjadinya proses belajar.58 Peranan sumber-sumber belajar (seperti: guru, dosen, buku, film, majalah, laboratorium, peristiwa, dan sebagainya) memungkinkan individu berubah dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari tidak terampil menjadi terampil, dan menjadikan individu dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.
Jadi segala apa yang bisa mendatangkan manfaat atau mendukung dan menunjang individu untuk berubah ke arah yang lebih positif, dinamis, atau menuju perkembangan dapat disebut sumber pembelajaran.
57 Fatah Syukur, op.cit., h.93
58 Ahmad Rohani., op.cit., 152
Teknologi Informasi dan Komunikasi | 101 Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa sumber pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan oleh siswa untuk mempelajari suatu hal. Pengertian dari sumber belajar sangat luas. Sumber belajar tidak terbatas hanya buku saja tetapi dapat berupa, orang, alat, bahan, dan lingkungan yang dapat mendukung proses pembelajaran.