MERDEKA (MB-KM)
1.2. Penjaminan Mutu Pada Pelaksanaan MB-KM
menggunakan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran program MB-KM.
Peningkatan pelaksanaan program MB-KM dilakukan dengan menggunakan hasil rekomendasi dari Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) atau Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang kemudian dilanjutkan dengan tahapan penetapan kembali pelaksanaan program MB-KM.
Pelaksanaan penjaminan mutu program MB-KM secara khusus dilakukan terhadap penetapan mutu yang meliputi: mutu kompetensi peserta, mutu pelaksanaan, mutu proses pembimbingan internal dan eksternal, mutu sarana dan prasarana pelaksanaan, mutu pelaporan dan presentasi hasil, serta mutu penilaian.
Mutu pelaksanaan program MB-KM ditentukan dari terlaksananya seluruh program MB-KM yang telah dijadwalkan. Penyampaian mata kuliah dalam pertukaran mahasiswa dapat dilaksanakan secara daring dan atau tatap muka. Pada pembelajaran dalam bentuk magang/praktek kerja, pengabdian kepada masyarakat di desa, penelitian, kegiatan kewirausahaan, studi/proyek inependen, dan proyek kemanusiaan, akan diawali dengan kegiatan pembekalan kepada mahasiswa yang diisi dengan materi kuliah terkait dengan program MB-KM.
Mutu kompetensi peserta program MB-KM terimplementasi pada persyaratan mahasiswa yang mengikuti program MB-KM. Masing-masing program MB-KM memiliki persyaratan yang berbeda. Program pertukaran mahasiswa dapat diikuti oleh mahasiswa pada semua semestar. Pengambilan mata kuliah pertukaran mahasiswa pada prodi yang berbeda adalah hanya mata kuliah yang telah disepakati bersama diantara Program Studi. Pertukaran mahasiswa pada Prodi yang sama pada Perguruan Tinggi berbeda bebas dalam mengambil mata kuliah, mengingat sebagan besar terdapat unsur kesamaan Capaian Pembelajaran dan bahan kajian pada setiap mata kuliah yang ditawarkan. Peserta program magang/praktek kerja, pengabdian kepada masyarakat di desa, penelitian, kegiatan kewirausahaan, studi/proyek independen, dan proyek kemanusiaan hanya boleh diikuti oleh mahasiswa pada semester tertentu sesuai yang diatur dalam Buku Pedoman Akademik.
Pemberlakuan persyaratan mahasiswa yang dapat mengikuti program MB-KM didasarkan pada pertimbangan tentang kesiapan mata kuliah yang akan diperlukan dalam pelaksanaan program MB-KM, sehingga mahasiswa sudah memiliki bekal pengetahuan tentang materi kuliah yang akan diaplikasin pada program MB-KM tersebut.
Mutu proses pembimbingan internal dan eksternal program MB-KM dilakukan dalam bentuk pelibatan Dosen selaku pembimbing/pendamping, pembimbing praktisi dari instansi maupun institusi terkait, maupun pelibatan Mitra yang diperlukan untuk mendukung proses pembimbingan mahasiswa dalam pelaksanaan program MB-KM. Pelibatan pembimbing praktisi akan dapat membantu mahasiswa dalam memahami ruang lingkup kinerja institusi serta pengamatan/pengalaman langsung dalam memberikan pelayanan dan penanganan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Dosen pendamping/pembimbing bertugas memfasilitasi mahasiswa dengan pembimbing praktisi, mendampingi mahasiswa pada saat penyerahan dan perpisahan di institusi, serta membimbing mahasiswa terkait dengan penyusunan Laporan akhir pelaksanaan kegiatan MB-KM.
Mutu sarana dan prasarana pelaksanaan program MB-KM diukur dari terpenuhinya ketersediaaan sarana prasarana yang diperlukan oleh mahasiswa untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program MB-KM.
Mutu pelaporan dan presentasi hasil pelaksanaan program MB-KM dijadikan dasar penilaian mahasiswa dalam mengikuti program MB-KM. Hasil akhir dari setiap program MB-KM adalah tersedianya laporan akhir kegiatan dari setiap mahasiswa. Laporan akhir disusun oleh mahasiswa dengan mengacu pada Sistematika dan Substansi yang telah diatur dalam Buku Pedoman Akademik.
Mutu penilaian pelaksanaan program MB-KM diukur penilaian dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan. Penilaian pada tahapan persiapan dilakukan pada saat dilaksanakannya pembekalan terkait dengan kehadiran maupun keaktifan mahasiswa selama mengikuti pembekalan.
Penilaian pada tahapan pelaksanaan adalah berdasarkan penilaian yang diberikan oleh Pembimbing Praktisi terkait dengan kehadiran dan keaktifan mahasiswa dalam mengikuti program MB-KM. Penilaian tahapan pelaoran dilakukan terhadap laporan akhir kegiatan MB-KM mahasiswa yang mencakup sistematika, substansi serta kemampuan penguasaan substansi laporan akhir mahasiswa.
Perguruan tinggi juga diwajibkan untuk membuat sistem berupa survey online tentang pengalaman dan penilaian mahasiswa terhadap kualitas program MB-KM yang telah jalani selama satu semester. Hal tersebut dapat dipergunakan untuk mendapatkan umpan balik dari mahasiswa sebagai sarana evaluasi bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan program MB- KM berikutnya.
Program Studi diharapkan secara intensif melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MB-KM diantaranya melalui rapat koordinasi dengan Pimpinan serta Dosen Pendamping terkait pelaksanaan program MB-KM sebagai langkah untuk menemukan solusi setiap persoalan yang ditemukan dalam pelaksanaan program MB-KM. Dalam rangka peningkatan mutu program MB-KM perlu dilakukan perluasan kerjasama dengan Perguruan Tinggi, Institusi terkait serta Mitra, agar terdapat pemahaman yang sama terhadap keberadaan program MB-KM sehingga terwujud sinergitas secara berkelanjutan.
PENUTUP
Kebijakan MB-KM yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi melalui skema Hak Belajar 3 Semester di Luar Program Studi telah memberikan tantangan dan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan. Agar pelaksanaan program MB- KM terlaksana dengan baik maka perlu adanya kesiapan dari Program Studi dalam merancang kurikulum, strategi pelaksanaan, dan penilaian dari pembelajaran program MB-KM. Hubungan kerjasama secara inetnsif perlu dilakukan dengan Institusi, Dunia Industri, Masyarakat dan Mitra sehingga terwujud sinergitas secara berkelanjutan.
Implementasi dari sistem penjaminan mutu pada pelaksanaan program MB-KM dilakukan berdasarkan siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan (PPEPP). Pelaksanaan penjaminan mutu program MB-KM secara khusus dilakukan terhadap: mutu kompetensi peserta, mutu pelaksanaan, mutu proses pembimbingan internal dan eksternal, mutu sarana dan prasarana pelaksanaan, mutu pelaporan dan presentasi hasil, serta mutu penilaian.
DAFTAR PUSTAKA
1. https://iti.ac.id/merdeka-belajar-kampusmerdeka/#:~:
text=Merdeka%20Belajar%20%E2%80%93%20Kampus%
20Merdeka%2C%20merupakan,khasanah%20keilmuan%20yang%20lebi h%20luas, diakses tanggal 7 April 2022.
2. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2020, Buku Panduan Merdeka Belajar- Kampus Merdeka, hal. 2.
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
4. https://kumparan.com/kemkominfobemfisum/poblematika- implementasi-mbkm-merdeka-belajar-kampus-merdeka-di-um- 1x0vx0LAhcT/full diakses tanggal 20 Juli 2022
5. Kurikulum Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Warmadewa Tahun 2021.
6. Kurikulum Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Warmadewa Tahun 2021.
7. Universitas Warmadewa, 2020, Panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Denpasar.
8. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Waramadewa Tahun 2021.