• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyediaan Fasilitas

Dalam dokumen skripsi - Admin Digital Library (Halaman 30-43)

BAB II TINAJUAN PUSTAKA

D. Penyediaan Fasilitas

Banyak kalangan yang menyatakan bahwa fasilitas merupakan sarana yang diberikan produsen kepada konsumen untuk memberikan kemudahan dan kelancaran. fasilitas merupakan suatu faktor yang sangat penting dan sangat menunjang dalam suatu usaha perusahaan memasarkan produk jasa kepada konsumen pengguna jasa.

Menurut Tjiptono (2006:19) dikutip oleh Haslinda (2014:9) fasilitas adalah sumber daya fisik yang harus ada sebelum suatu jasa ditawarkan kepada konsumen. Ditambahkan oleh Moekijat (2001:155) secara sederhana yang dimaksud dengan fasilitas adalah suatu sarana fisik yang dapat memproses suatu masukan (input) menuju keluaran (output) yang diinginkan.

Menurut Buchary (2001:12) dikutip oleh Haslinda (2014:9) fasilitas adalah penyediaan perlengkapan-perlengkapan fisik untuk memberikan kemudahan kepada penggunanya sehingga kebutuhan-kebutuhan dan penggunaan fasilitas tersebut dapat dipenuhi.

Menurut Oka A. Youti (1997:12) dikutip oleh Maman Putra (2010:12) fasilitas adalah segala sesuatu baik benda maupun jasa yang menyertai pelayanan yang diberikan perusahaan baik perusahaan jasa, dagang mapun perusahaan industri,

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa fasilitas sangat berguna dan bermanfaat bagi perusahaan karena dalam suatu pencapaian tujuan perusahaan diperlukan alat atau sarana pendukung yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari diperusahaan tersebut.

1. Jenis-jenis Fasilitas

Menurut H.A.S Moenir (2014:121) sarana yang juga pegang peranan dalam pelaksanaan fungsi pelayanan menghadapi orang-orang, yaitu disebut fasilitas pelayanan, adapun jenis-jenis fasilitas pelayananya yaitu:

a. Fasilitas ruangan, yang terdiri dari ruang-ruang

1) Pelayanan yang cukup aman dan tertib, seperti misalnya meja pelayanan dan loket yang cukup untuk penerimaan surat/berkas permohonan, penjualan karcis, penyetoran dan penerimaan uang, satu dan lain disesuaikan dengan jumlah orang yang harus dilayani rata- rata setiap hari kerja. Kemampuan pelayanan pegawai dapat diketahui produktifitas kerja perorang/hari. Dari penelitian berulang-ulang dapat ditetapkan standar produktivitas kerja. Selanjutnya mudah menentukan luas dan jumlah ruang pelayanan serta jumlah tenaga yang diperlukan.

2) Informasi, dilengkapi dengan bahan-bahan yang penting yang secara umum ingin diketahui oleh orang-orang yang berkepentingan. Untuk menghindari kemungkinan timbulnya salah paham terutama karena kelainan bahasa, lebih baik sebelumnya disiapkan keterangan atau petunjuk tertulis secara singkat tetapi jelas mengenai sesuatu yang

umum duperlukan. Mengenai cara ini dapat dihindari timbulnya tanya-jawab di ruang pelayanan yang dapat mengganggu orang lain.

Jadi ruang informasi ini sengaja disediakan untuk segala macam layanan yang dapat mengganggu orang lain. Jadi ruang informasi ini sengaja disediakan untuk segala macam pertanyaan dan petunjuk mengenai berbagai hal dalam hubungan dengan kegiatan pelayanan.

3) Tunggu, dilengkapi dengan penerangan yang cukup untuk dapat membaca, tempat duduk, meja kecil seperlunya, asbak dan bank sampah. Jika ruangan tunggu cukup luas (misalnya kapasitas di atas 100 orang) sebaliknya disediakan kantin dan toko kecil yang menyediakan keperluan ringan orang-orang yang sedang menunggu supaya tidak jenuh.

4) Ibadah, terutama bagi mereka yang beragama islam (musala), agar sambil menunggu selesainya urusan, mereka dapat melaksanakan kewajiban salat lohor dan ashar. Telah dimaklumi bersama bahwa musala sudah menjadi kebutuhan bagi mereka yang beragama islam.

5) Kamar kecil, dilengkapi dengan sistem pengairan yang baik, agar tidak menimbulkan bau tidak sedap dan terjaga kebersihanya.

6) Kantin murah selain untuk keperluan pegawai juga melayani orang- orang yang sedang menunggu, setidaknya di ruang tunggu disediakan minuman air putih.

b. Telepon umum

Fasilitas telepon umum di kota-kota besar sudah menjadi perlengkapan fasilitas umum, dan sangat membantu orang-orang yang sedang dalam keperluan mendesak melakukan komunikasi dengan keluarga atau teman.

Lokasi telepon umum ini hendaknya tidak terlalu jauh dengan ruang tunggu dan masih dalam lingkungan halaman kantor yang bersangkutan.

c. Alat panggil

Untuk ruangan tunggu yang luas dan banyak loket/pintu (gate) sangat perlu fasilitas alat penggil yang mudah didengar atau dibaca oleh orang- orang yang sedang menunggu.

Sarana pelayanan yang lain di luar yang disebutkan di atas masih banyak macam ragamnya seperti Alat-alat kantor, Alat Rumah Tangga, Alat Hiburan, Alat Penerangan, dan lainnya yang tidak dapat disebutkan semuanya, yang berfungsi memperlancar kerja, menyenangkan situasi ruangan, merapikan hsil pekerjaan, membuat orang tidak banyak bertanya mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentinganya dan merasa puas.

2. Indikator fasilitas

Menurut Faisal (2005:22) Dikutip oleh Haslinda (2014:9) indikator fasilitas adalah:

a. Sesuai dengan kebutuhan

b. Mampu mengoptimalkan hasil kerja c. Mudah dalam penggunaan

d. Memperoleh proses kerja e. Penempatan ditata dengan benar

E. Teori Keputusan Nasabah 1. Pengertian Nasabah

Menurut Kamus Perbankan dikutip oleh Saladin (2002:7) dikutip oleh Winda (2009:23) Nasabah adalah orang atau badan yang mempunyai rekening simpanan atau pinjaman pada bank.

Menurut Kamus Perbankan dikutip oleh Komaruddin (1994) dikutip oleh Maman Putra (2010:5) Nasabah adalah seseorang atau suatu perusahaan yang mempunyai rekening koran atau deposito atau tabungna serupa lainya pada suatu bank.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Nasabah adalah seseorang ataupun badan usaha (korporasi) yang mempunyai rekening simpanan dan pinjaman dan melakukan transaksi simpanan dan pinjaman tersebut pada sebuah bank.

2. Keputusan Konsumen

Menurut Buchary Alma (2013:97,102) Keputusan membeli yang dilakukan oleh konsumen, dipengaruhi oleh banyak hal. Demikian pola konsumen-konsumen, terbentuk karena pengaruh lingkungan kebudayaan, kelas sosial, keluarga dan klub-klub.

Dalam diri konsumen ada masukan yang mendorong ia untuk membeli.

Masukan itu ialah:

a. Adanyan uang tunai, atau kemampuan membayar bila akan membeli secara kredit.

b. Adanya pengaruh dari teman sejawat, atau keinginan dari dalam diri sendiri.

c. Adanya pengaruh dari reklame atau alat promosi lainya d. Dan pengaruh dari lingkungan lainya.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Menurut Kotler dan Keller (2009:214), faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah:

a. Faktor Budaya 1) Budaya

Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku paling dasar.

Anak-anak yang sedang bertumbuh mendapatkan seperangkat nilai, presepsi, dan perilaku dari keluarganya.

2) Sub Budaya

Sub-budaya lebih menampakan identifikasi dan sosialisasi khusus bagi para anggotanya. Sub-budaya mencakup kebangsaan, agama, kelompok ras, dan wilayah geografis.

3) Kelas Sosial

Kelas sosial merupakan kelompok masyarakat yang relatif homogen dan permanen, yang tersusun secara hirarkis dan yang para anggotanya menganut nilai, minat, dan perilaku serupa.

b. Faktor Sosial

1) Kelompok Acuan

Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung, kelompok yang memiliki pengaru langsung terhadap seseorang dinamakan kelompok keanggotaan.

Beberapa kelompok keanggotaan merupakan kelompok primer, seperti keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja, yang berinteraksi dengan seseorang secara terus-menerus dan informal. Seseorang juga menjadi anggota kelompok sekunder, seperti kelompok keagamaan, profesi, dan asosiasi perdagangan, yang cenderung lebih formal dan membutuhkan interaksi yang tidak begitu rutin.

2) Keluarga

Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan para anggota keluarga menjadi kelompok acuan primer yang paling berpengaruh. Kita dapat membedakan dua keluarga dalam kehidupan pembeli yaitu: Keluarga Orientasi terdiri dari orang tua dan saudara kandung seseorang.

Keluarga Prokreasi yaitu pasangan dan anak seseorang.

3) Peran dan Status

Seseorang berpartisipasi dalam banyak kelompok sepanjang hidupnya, keluarga, klub, organisasi. Kedudukan seseorang di masing-masing kelompok dapat ditentukan berdasarkan peran dan status. Peran

meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang.

Msing-masing peran menghasilkan status.

c. Faktor Pribadi

1) Usia dan tahap Siklus Hidup

Orang membeli barang dan jasa yang berbeda-beda sepanjang hidupnya. Selera orang terhadap pakaian, perabot, dan rekreasi juga berhubungan dengan usia. Konsumsi juga dibentuk oleh siklus hidup keluarga dan jumlah, usia, dan gender orang dalam rumah tangga pada suatu saat.

2) Pekerjaan dan Lingkungan Ekonomi

Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok pekerja yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa mereka.

3) Kepribadian dan Konsep Diri

Masing-masing seseorang memiliki karakteristik kepribadian yang berbeda yang mempengaruhi perilaku pembeliannya. Yang dimaksud kepribadian adalah ciri bawaan psikologi manusia yang khas yang menghasilkan tanggapan yagn relatif konsisten dan bertahan lama terhadap rangsangan lingkunganya. Kepribadian biasanya digambarkan dengan menggunakan ciri bawaan seperti kepercayaan diri, dominasi, otonomi, kehormatan, kemampuan, bersosialisasi, pertahanan diri dan kemampuan beradaptasi.

4) Gaya Hidup dan Nilai

Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan

“keseluruhan dari seseorang” yang berinteraksi dengan lingkunganya.

Keputusan konsumen juga dipengaruhi oleh inti nilai, yaitu sistem kepercayaan yang melandasi sikap dan perilaku konsumen.

d. Faktor Psikologi 1) Motivasi

Beberapa kebutuhan bersifat biogenis, kebutuhan tersebut muncul dari tekanan biologis seperti lapar, haus, ridak nyaman. Kebutuhan yang lain bersifat psikogenis, kebutuhan itu muncul dari tekanan psikologis seperti kebutuhan dan pengakuan, penghargaan, atau rasa keanggotaan kelompok.

2) Presepsi

Presepsi adalah proses yang digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan menginterpretasi masukan informasi guna menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti.

3) Pembelajaran

Pembelajaran meliputi perubahan perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman. Sebagian besar perilaku manusia adalah hasil belajar.

Ahli teori pembelajaran yakin bahwa pembelajaran dihasilkan melalui perpaduan kerja antara pendorong, rangsangan, isyarat bertindak, tanggapan, dan penguatan.

4. Tahap-tahap dalam Pengambilan Keputusan

Menurut Buchari Alma (2013:104), adapun beberapa tahap dalam pengambilan keputusan membeli yaitu:

a. Pengenalan Kebutuhan

Dalam pengenalan kebutuhan, atau pengenalan masalah, maka seseorang merasakan adanya stimuli untuk membeli sesuatu. Stimuli ini bisa datang dari dalam (internal), misalnya seseorang merasa lapar, atau karena dorongan dari luar (eksternal), misalnya ingin mentraktir teman, atau karena faktor iklan makanan tertentu.

b. Pencarian Informasi

Pencarian informasi mengenai mau membeli apa, model bagaimana, dimana, dsb, maka seseorang mencari informasi yang dapat diperoleh dari sumber pribadi seperti famili, teman, tetangga. Dari sumber komersial seperti iklan, tenaga penjual, melihat display. Dari sumber publik seperti media masa, koran, televisi, radio. Dan dari pengalaman masa lalu, pernah menggunakan suatu produk, atau melihat produk tersebut.

c. Evaluasi Alternatif

Evaluasi alternatif, dalam hal ini konsumen sangat berbeda evaluasinya karena tergantung pada pilihan atribut produk, sesuai atau tidak dengan keinginan mereka. Juga konsumen berbeda tingkat pemenuhan kebutuhan mereka, ada yang sangat mendesak, ada yang tidak begitu mendesak, masi bisa ditunda lain kali.

d. Keputusan Membeli

Keputusan membeli, ini adalah tahap yang harus diambil setela melalui tahapan di atas. Bila konsumen mengambil keputusan, maka ia akan mempunyai serangkaian keputusan menyangkut jenis produk, merek, kualitas, model, waktu, harga, cara pembayaran, dsb. Kadang-kadang dalam pengambilan keputusan ini ada saja pihak lain yang memberi pengaruh terakhir, yang harus dipertimbangkan kembali, sehingga dapat merubah seketika keputusan semula.

e. Pasca Pembelian

Perilaku pasca pembelian ini sangat ditentukan oleh pengalaman konsumen dalam mengkonsumsi produk yang ia beli. Apakah ia akan puas atau kecewa, jadi tergantung pada jarak ekspektasi dengan kenyataan yang dihadapi. Jika kenyataanya tidak puas maka ia akan kecewa, jika sesuai atara apa yang diharapkan dengan yang dialami, berarti puas, dan jika kenyataannya lebih bagus dari yang diharapkan maka ia akan sangat gembira.

F. Kerangka Pikir

Berdasarkan latar belakang dan masalah dalam uraian teori yang telah dikemukakan, maka disusun kerangka pikir untuk penelitian ini, sebagai berikut:

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir

G. Hipotesis

Berdasarkan latar belakang masalah, dan kerangka pikir yang telah dikemukakan diatas, maka penulis merumuskan sebuah hipotesis penelitian sebagai berikut:

1. Diduga bahwa kualitas Layanan dan Penyediaan Fasilitas berpengaruh terhadap Keputusan Nasabah dalam memilih Produk Jasa Perbankan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Somba Opu Makassar.

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk

Kualitas Pelayanan (X1)

Tangibles (bukti fisik)

Realiability (kehandalan)

Responsiveness (ketanggapan)

Assurance (jaminan)

Emphaty (perhatian)

Penyediaan Fasilitas (X2)

 Penataan ruang

 Monitor informasi

 Perlengkapan kantor

 Alat panggil

Keputusan Nasabah (Y) Pada PT.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Somba Opu Makassar

2. Diduga bahwa Kualitas Layanan berpengaruh dominan terhadap Keputusan Nasabah dalam memilih Produk Jasa Perbankan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Somba Opu Makassar.

30 A. Lokasi dan Waktu Penelitian

Adapun yang menjadi obyek penelitian ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang lembaga keuangan perbankan, tepatnya pada Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Sumba Opu Makassar yang berlokasi di Jalan Bau Massepe No. 21 Makassar. Dengan waktu penelitian kurang lebih dua bulan.

B. Variabel dan Devini si Operasional

Penelitian ini bertujuan untuk menganilisa hubungan antara satu variabel dengan variabel lainya, secara berurutan yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Dapat diukur dengan standar penelitian dengan mengggunakan skala likert, yaitu:

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Kurang Setuju (KS) 2 = Tidak Setuju (TS) 1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

1. Variabel bebas, yaitu variabel yang nilainya tidak tergantung pada variabel lain. Adapun yang menjadi variabel bebas dari penelitian ini adalah:

a. Variabel Kualitas Layanan (X1) ialah setiap kegiatan atau manfaat yang dapat diberikan pihak perusahaan perbankan kepada nasabah.

b. Variabel Penyediaan Fasilitas (X2), yaitu bentuk perlengkapan fisik yang diberikan perusahaan perbankan kepada nasabah untuk mempermuda proses transaksi.

2. Variabel terikat, adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas.

Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah:

Variabel Keputusan Nasabah (Y), merupakan suatu proses yang dialami oleh konsumen yang berasal dari pengalaman mereka dalam pembelajaran, memilih, menggunakan dan menyingkirkan suatu produk.

Devinisi operasional digunakan agar tidak menimbulkan penafsiran ganda yaitu dengan memberikan batasan-batasan terhadap variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 3.1 Devinsi Operasional

Variabel Sub variabel Indikator – indikator

Kualitas layanan (X1)

Tangible ( bukti fisik ) Letak kantor yang strategis Realiability

(kehandalan)

Kecepatan proses layanan Responsiveness

(ketanggapan)

Penanganan keluhan yang cepat

Assurance (jaminan) Merasa aman bertransaksi di bank Emphaty (perhatian) Perhatian terhadap keinginan

nasabah

Penyediaan Fasilitas (X2)

Penataan ruangan Kerapihan dan kebersihan kantor Monitor informasi Monitor informasi yang berfungsi

dengan baik

Perlengkapan kantor Perlengkapan kantor yang mudah digunakan

Alat panggil Alat panggil yang efektif penggunaanya

Keputusan Nasabah yang Menabung (Y)

Pegenalan Kebutuhan Kebutuhan menabung Pencarian Informasi Pencarian informasi produk

perbankan

Evaluasi Alternative Evaluasi terhadap produk perbankan Keputusan Membeli Memilih produk jasa perbankan

terbaik yang diminati

Pasca Pembelian Kepuasan yang dirasakan nasabah

C. Metode Pengumpulan Data

Untuk pengumpulan data digunakan metode sebagai berikut:

1. Penelitian Pustaka (Library Research), yaitu pengumpulan data dengan cara menelaah berbagai buku literatur dan bahan referensi pustaka lainya, 2. Penelitian Lapangan (Field Research), yaitu pengumpulan data lapangan

dengan cara pengamatan secara langsung terhadap objek yang akan diteliti dengan menempuh cara-cara sebagai berikut:

a. Observasi yaitu cara pengumpulan data dengan pengamatan secara langsung terhadap objek yang akan diteliti

b. Kuesioner dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pihak yang dijadikan responden dalam penelitian ini.

D. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu sebagai berikut:

a. Data kualitatif yaitu data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk informasi baik lisan maupun tulisan.

b. Data kuantitatif yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka-angka.

2. Sumber data

Sumber data dapat diperoleh dari:

a. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari para responden

b. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari dokumen dokumen serta arsip-arsip perusahaan.

E. Populasi dan Sampel

Menurut Sugiyono (2010:117) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terrdiri dari obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya. Populasi dari nasabah pada Bank BRI Unit Ujung Tanah Makassar pada bulan Januari 2015 dengan total 45 nasabah maka dari itu dengan melihat populasi yang rendah maka peneliti menggunakan metode sensus untuk menentukan sampel dari penelitian tersebut. Jadi sampel peneliltian ini adalah 45 responden nasabah pada Bank BRI Unit Ujung Tanah Makassar.

Tabel 3.2

Data nasabah pada bulan januari 2015

No Jenis Produk Jumlah Nasabah

1 Tabungan 10

2 KPR 3

3 KUR 14

4 Kartu Kredit 18

Jumlah 45

F. Metode Analisis Data

Analisis data merupakan proses paling vital dalam sebuah penelitian.

Hal ini berdasarkan argumentasi bahwa dalam analisa inilah data yang diperoleh peneliti bisa diterjemahkan menjadi hasil yang sesuai dengan kaidah ilmiah. Maka dari itu, perlu kerja keras, daya kreatifitas dan kemampuan intelektual yang tinggi agar mendapat hasil yang memuaskan. Analisa data berasal dari hasil pengumpulan data. Sebab data yang telah terkumpul, bila tidak dianalisa hanya menjadi barang yang tidak bermakna, tidak berarti, menjadi data yang mati, data yang tidak berbunyi. Oleh karena itu, analisa data di sini berfungsi untuk memberi arti, makna dan nilai yang terkandung dalam data itu (M. Kasiram, 2006:274) dikutip oleh Afid (2013:1).

1. Analisis Regresi Linear Berganda

Menurut Priyatno (2013:47) Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu variabel bebas (variabel bebas lebih dari satu) terhadap variabel terikat. Rumus regresi linear berganda sebagai berikut:

Y = b0 + b1 X1 + b2 X2 + e Keterangan:

Y = Variabel dependen (keputusan nasabah) B0 = Konstanta

B1 = Koefisien regresi

X1 = Variabel independen (kualitas kayanan) B2 = Koefisisen regresi

X2 = Variabel independen (penyediaan fsilitas) e = Standar Eror

2. Pengujian Hipotesis a. Uji Validitas

Pengujian validitas data digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Valid berarti instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang hendak diukur. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini menggambarkan kesesuaian sebuah data dengan apa yang diukur (Augusty, 2007) dikutip oleh Winda (2009:59).

Pengambilan keputusan berdasarkan nilai p value / nilai signifikansi sama dengan atau lebih dari 0,05 (5%) dinilai tidak valid.

b. Uji Realiabilitas

Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah kuesioner stabil dari wakti ke waktu (Ghozali, 2006) dikutip oleh Winda (2009:59). One shot atau pengukuran sekali saja yaitu disini pengukuranya hanya sekali dan kemudian dibandingkan dengan pertanyaan lain atau korelasi antar jawaban pertanyaan.

SPSS memberikan fasilitas mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alfa (α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,06.

Suatu variabel dikatan reliabel, apabila:

Hasil α > 0,60 = Reliabel

Hasil α < 0,60 = Tidak Reliabel c. Uji F (Simultan)

Uji F atau uji koefisien regresi secara serentak, yaitu untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara serentak terhadap variabel terikat, yaitu apakah variabel X1 dan X2 benar-benar berpengaruh secara bersama-sama terhadap Y.

Tahap pengujian:

1) H0 : b1 = b2 = 0 , artinya kualitas layanan dan penyediaan fasilitas secara serentak tidak berpengaruh terhadap keputusan nasabah

2) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0 , artinya kualitas layanan dan penyediaan fasilitas secara serentak berpengaruh terhadap keputusan nasabah

3) Kriteria pengujian dengan taraf signifikansi sebesar 5% (0,05) 4) Pengambilan Keputusan

 Apabila F hitung > F kritis jadi H0 diterima

 Apabila F hitung < F kritis jadi H0 ditolak d. Uji t (Persial)

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, maka dilakukan pengujian hipotesis yang diajukan pada penelitian ini. Metode pengujian terhadap hipotesis yang dilakukan pengujian secara persial menggunakan uji t. Uji t menunjukan seberapa jauh pengaruhnya suatu variabel independen.

Secara individual dalam menerankan variasi variabel dependen (Ghozali, 2006) dikutip oleh Afid (2013:1).

Untuk menguji apakah masing-masing variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat secra persial dengan menentukan derajat kepercayaan 95 % (α=0,05) dan juga penerimaan atau penolakan hipotesis, maka cara yang dilakukan adalah:

1) H0 : b1 = 0 , artinya variabel X1, dan X2 tidak mempunyai pengaruh yang signifikan secara persial terhadap variabel Y.

2) Ha : b1 ≠ 0 , artinya variabel X1, dan X2 mempunyai pengaruh yang signifikan secara persial terhadap variabel Y.

3) Taraf signifikansi menggunakan 0.05

4) Dengan membandingan t hitung dengan tabel

 Apabila t hitung > t kritis H0 diterima

 Apabila t hitung < t kritis H0 ditolak e. Analisis Koefisien Determinasi (R2)

Analisis koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui seberapa besar prosentase sumbangan pengaruh variabel independen secara serentak terhadap variabel dependen. Priyatno (2013:56)

39 BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Singkat Perusahaan

Awal berdirinya BRI dipelopori oelh seorang Patih Banyumas (Jawa Tengah) yang bernama “Raden Bei Aria Wirjaatmadja” sebagai putra pribumi yang kala itu memiliki kesadaran untuk melakukan kegiatan bidang perbankan. Kegiatan tersebut dirintis mulai tahun 1894 dengan mendirikan

“De Poerwokerto Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden” yang awalnya hanya menampung pembayaran angsuran para peminjam “kas masjid”. Pada tanggal 16 Desember 1895 dengan bantuan Asisten Residen Banyumas bernama E Sieburg pendirian bank tersebut diresmikan, sehingga tanggal tersebut dijadikan sebagai tanggal berdirinya PT. Bank Rakyat Indonesia.

Pada awal beroprasi secara resmi bank tersebut berganti nama menjadi “Hulp en Spaarbank der Inlandsehe Bestuurs Ambtenare” yang kemudian dikenal sebagai Bank Pengkreditan Rakyat, yang dianggap sebagai “embrio” BRI.

Seiring perjalanan waktu dan sejarah yang dilaluinya BRI beberapa kali telah berganti nama yang secara kronologis sebagai berikut:

1. Pada tahun 1897 menjadi “Poerwokerto Hulp Spaarten Landbouw Credit Bank” yang kemudian tahun 1889 lebih dikenal “Volks Bank” atau “Bank Rakyat”

2. Pada tahun 1934 menjadi “Algemeeene Volkscredietbank (AVB)”

3. Syomin Gynko pada tahun 1942

Dalam dokumen skripsi - Admin Digital Library (Halaman 30-43)

Dokumen terkait