NILAI-NILAI HARMONI YANG DIHARAPKAN
3. Peran Narasi Apologi dalam Pembentukan Persepsi
3. Peran Narasi Apologi dalam Pembentukan
Tokoh antagonis dalam TLT diwakili oleh Ayman al Zawahiri sebagai sosok yang kejam dengan tindakannya melakukan serangkaian pengeboman dengan “tangan sendiri”. Namun demikian, tokoh antagonis Ayman al Zawahiri “dibela” oleh pengarang sebagai seorang korban ketidakadilan AS terhadap dunia Timur Tengah. Apologi ditunjukkan melalui tindakan terorisme yang bukan semata-mata disebabkan oleh individu atau sekelompok orang, melainkan diakibatkan oleh sebuah “monster besar”
yang mengancam serta berpotensi melahirkan radikalisme, yaitu rangkaian sebab akibat yang rumit dari kebijakan politik Amerika Serikat, situasi dalam negeri di negara-negara kawasan Timur Tengah serta berbagai kepentingan yang menyebabkan “ketidakadilan” bagi dunia Timur Tengah.
Tokoh bawahan dalam TLT diwakili oleh Sayyid Qutb, yang sebenarnya merupakan tokoh penting setelah Osama bin Laden. Sayyid Qutb merupakan tokoh inspirator gerakan Islamis di Mesir yang ajaran- ajarannya menjadi pedoman bagi Al Qaeda.
Apologi dalam TLT terlihat jelas dari cara Wright menunjukkan bagaimana Amerika dan Mesir telah melakukan penghinaan (humiliation) terhadap tokoh-tokoh fundamentalis seperti Sayyid Qutb dan Ayman al Zawahiri. Mereka diperlakukan tidak manusiawi dalam tahanan penguasa Mesir serta Amerika Serikat. Tokoh-tokoh Al Qaeda dan peristiwa-peristiwa dalam TLT diasosiasikan dengan berbagai peristiwa maupun mitos yang berlaku di dunia Barat, seperti the Martyr, Paradise Lost, dan Revelation.
Pengarang menampilkan perspektifnya yang membela tokoh-tokoh yang dihina ini dengan menggunakan jargon-jargon dan sudut pandang Barat.
TLT sebagai narasi apologi juga dibangun oleh strategi retorika terencana yang mengandung ajakan untuk memahami sisi manusiawi para tokoh yang selalu diasumsikan oleh AS sebagai kaum radikal, dan adanya advokasi yang secara tidak langsung memberikan pemahaman bagaimana terjadinya radikalisme.
TLT juga dapat dikatakan sebagai sebuah narasi apologi, disampaikan dengan teknik jurnalisme sastrawi dengan menampilkan tokoh-tokoh yang nyata, melalui berbagai peristiwa, tindakan, dan didukung oleh latar, alur, serta penggunaan majas yang menunjukkan bahwa narasi ini merupakan sebuah karya sastra. Penulisan dengan teknik jurnalisme sastrawi
memungkinkan sisi batin tokoh lebih tergali dan lebih dipahami, sehingga lebih mendekatkan “jarak” pembaca dengan teks. Di sisi lain, “kedekatan”
pembaca dengan teks juga dibangun melalui penggunaan kalimat-kalimat berbentuk dialog.
Pada saat yang sama, penulisan TLT dengan teknik jurnalisme sastrawi memunculkan bias ideologi dan kontradiksi pandangan pengarang yang tergambar pada penokohan dalam cerita. Di satu pihak, tokoh-tokoh tersebut ditampilkan sisi manusiawinya dan dibangun upaya memahami tindakan kemarahan mereka, di lain pihak, tokoh-tokoh juga mengukuhkan citra Islam yang negatif melalui tindakan kekerasan yang dilakukan. Al Qaeda direpresentasikan sebagai kelompok yang menggunakan identitas Islam, memiliki cita-cita mendirikan negara Islam dan kekhalifahan di dunia. Tokoh-tokoh sentral Osama bin Laden, Sayyid Qutb, dan Ayman Zawahiri ditampilkan sebagai tokoh Islamis, yang menggunakan “payung”
Islam untuk mencapai tujuan-tujuan politis.
Bias pengarang juga terlihat dari caranya memandang Islam berdasarkan perspektif Barat. Penggunaan istilah-istilah yang biasa digunakan pihak Barat dalam mendefi nisikan Islam, di antaranya jihadist, radical Islamist, salafi st, Muslims, Islamic terrorist, fundamentalist, digunakan dengan tidak membedakan istilah dan menempatkan Al Qaeda dalam bingkai tersebut. Penggunaan istilah crusade juga tetap memakai konotasi yang tidak bergeser, sehingga membuat penafsiran adanya konfl ik agama tetap menonjol melalui penyebutan istilah tersebut.
Dari segi tekstual, tampak bahwa TLT memiliki visi alternatif, dan tampil sebagai wacana yang berbeda dengan wacana dikotomis yang mempertarungkan Barat dan Islam seperti tulisan Huntington. Tetapi, seberapa besar karya ini memengaruhi masyarakat Amerika masih perlu diteliti dari aspek resepsi pembaca. Berdasarkan review yang ada, teks ini dianggap mampu memberikan wawasan yang komprehensif dan perspektif baru tentang persoalan Al Qaeda dan terjadinya peristiwa 9/11 dengan segala kompleksitasnya. Teks ini juga dapat dikaji lebih jauh untuk melihat kaitannya dengan kebijakan Presiden Barack Obama dalam menangani radikalisme dengan menghapuskan penyiksaan terhadap tahanan teroris dan menghapus doktrin perang melawan teror yang diberlakukan pada masa G.W. Bush. Obama mengubah paradigma pandangan terhadap Islam
radikal, dan kebijakan menangani teroris yang tidak lagi menggunakan kekerasan. Kajian lebih lanjut yaitu meneliti apakah kebijakan yang dibuat oleh Obama mengenai penanganan tahanan teroris (humiliation) dalam TLT) merupakan dampak dari resepsi publik Amerika terahadap wacana TLT atau dampak lain.Mengingat aspek representasi dipandang sebagai sebuah konstruksi yang dibangun dan mewujudkan kenyataan dalam versi tertentu, kita mendapatkan pengetahuan mengenai sebuah fenomena sosial budaya tanpa harus terlibat dalam kejadian-kejadian nyata. Pembacaan mengenai TLT memberikan masukan berharga bagi individu/kelompok tentang pemahaman terhadap Al Qaeda, keberagaman Islam dan keberagaman
“Barat”, sehingga dapat mengubah pandangan untuk meningkatkan sikap toleransi dalam hubungan antar individu/kelompok.
Terdapat pandangan kritis terhadap wacana benturan peradaban Islam dan Barat yang telah mengkonstruksi hubungan buruk di antara keberagaman bangsa di dunia. Representasi Islam dan Barat itu beragam, dan di dalam identitas tersebut terdapat kompleksitas masalah yang tidak bisa dijelaskan dengan cara pandang biner sehingga tidak mampu memahami pihak lain karena banyak melakukan reduksi.
Al Qaeda dan Islam selayaknya juga dilihat dari perspektif yang berbeda dari wacana-wacana lain, dengan menghadirkan sisi-sisi batin yang tidak tersampaikan oleh strategi narasi yang berupa abstraksi dan opini semata dari pengarangnya. Al Qaeda adalah sebuah identitas kelompok yang terdiri dari individu-individu yang memiliki beragam karakter. Peristiwa 9/11 sebagai benturan peradaban atau gambaran konfl ik Islam dan Kristen, seperti diungkap Huntington tidak sepenuhnya benar.
Dalam konteks Indonesia, pengetahuan tentang sisi lain kaum yang selama ini dianggap “musuh” diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi negara bahwa ideologi inteloransi serta kekerasan yang tercipta bukan tanpa sebab. Oleh karena itu, penanganan dan antisipasi yang humanis terhadap konfl ik di negara ini (Indonesia) penting untuk melindungi kebhinekaan budaya. Hanya melalui karya sastra, hal-hal yang dianggap sensitif untuk dipersoalkan, atau tidak tersampaikan dan tidak terjangkau oleh pengalaman yang dihadapi secara nyata, dimungkinkan untuk dibuka dan disampaikan.
Sebagai sumbangan ilmu sastra, secara teoretis, aspek retorika dapat pula dipakai untuk menganalisis wacana radikalisme yang akhir-akhir ini semakin berkembang, dengan munculnya berbagai organisasi Islam radikal, seperti ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Salah satu yang sedang hangat dibicarakan termasuk di Indonesia adalah gerakan ISIS. Sebagai organisasi radikal baru, ISIS menjustifi kasi kekerasan dan sangat mengancam ketenteraman bernegara dan perdamaian dunia. Pendekatan retorika seperti yang digunakan dalam penelitian ini, dapat dipakai untuk mempelajari retorika orang-orang atau anggota kelompok radikal seperti ISIS: bagaimana retorika digunakan untuk menyentuh, meyakinkan, dan merekrut anggota dan simpatisan untuk bergabung, tanpa kita terjebak di dalamnya. Strategi retorika ini penting, karena sebuah persoalan tidak bisa hanya dilihat secara hitam putih, tetapi masih sangat perlu dikembangkan dengan melihat aspek yang memenuhi ketiga unsur dalam retorika, yaitu pathos, logos, dan ethos.
Ketiga aspek tersebut kadang-kadang dilupakan dalam kajian mengenai representasi, kajian sosiologis dan politis seperti yang dilakukan oleh Huntington, Fukuyama, maupun peneliti lain yang membahas masalah representasi. Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan wacana-wacana lain yang “senada” dengan TLT, yang memandang masalah hubungan Islam dan Barat ataupun masalah radikalisme Islam sebagai sebuah entitas yang kompleks.
Selain “membaca” Al Qaeda, sangat terbuka kemungkinan untuk mencermati gerakan Islam lain, mengingat tesis Huntington yang menyatakan bahwa benturan peradaban terjadi bukan lagi perang bangsa melawan bangsa melainkan benturan budaya antara Timur dan Barat, khususnya Islam versus Barat. Gerakan radikal Islam yang “dicurigai”
seperti Boko Haram, Hamas, Taliban dapat diteliti dengan pendekatan retorika pathos, logos, ethos agar pemikiran mereka lebih dipahami sehingga pemerintah yang berkepentingan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi aksi teror dari kelompok-kelompok radikal tersebut.
Di lain pihak, juga terbuka kajian perbandingan antara karya seperti TLT dengan karya penulis Islam atau dari luar Amerika, yang berusaha menampilkan gambaran Amerika dari perspektif Islam, dengan cara non dikotomis dengan strategi retorika tersendiri, seperti karya Sayyid Qutb berjudul America I Have Seen, yang melihat Amerika dari sudut pandang
Timur. Sayyid Qutb berpendapat bahwa kehidupan di Amerika sudah kehilangan keyakinan terhadap agama dan nilai-nilai spiritual. Contoh lain adalah bukunya yang berjudul Social Justice in Islam mengenai kritiknya terhadap dunia Barat/Amerika. Melalui kajian representasi yang dipadukan dengan strategi retoris, termasuk aspek narasi dan penokohan, ilmu sastra dapat memberikan kontribusi penting bagi pemahaman aspek kemanusiaan dengan mengenali sisi-sisi batin yang tidak terungkapkan dalam karya lain sehingga dapat mengubah persepsi terhadap sebuah persoalan.
Abdo, Geneivo. (2006). Mecca and Main Street: Muslim Life in America after 9/11. New York: Oxford University Press.
Ahmad, Atif Ahmad. (2009). Islam, Modernity, Violence, and Everyday Life.
New York: Palgrave Macmillan.
Ahmad, Hazrat Mirza Tahir. (2001). Murder in The Name of Allah. Amritsar, India: Printwell.
Ahmed, Akbar S. (1997). Living Islam: Tamasya Budaya menyusuri Samarkand hingga Stornoway. Terj. Pangestuningsih & Sari Meutia (ed.). Bandung:
Mizan.
Anonim. (2012). “Ini 10 Mitos tentang Osama bin Laden” Kompas.com, 4 Mei 2011. http://internasional.kompas.com/read/2011/05/04/0417005/
Ini.10. Mi-tos.tentang.Osama.bin.Laden, (14 Mei 2012)
Anonim. (2009). Obama’s Speech in Cairo. The New York Times, 4 Juni http://www.nytime.com/2009/06/04/us/politics/04obama.text.
html?pagewanted=all&_r=0
Al Abbadi, Ghada. (2012) There is a Wound in That Wall: Representation of Islam in Selected Works of Nineteenth-Century British Literature.
Indiana, Pensylvania: Indiana University of Pennsylvania.
(disertasi) http://knowledge.library.iup.edu/cgi/viewcontent.
cgi?article=1229&context=etd (15 Desember 2012)
Aristotle. (2007). On Rhetoric. Terj. George A. Kennedy. Oxford: Oxford University Press.
Baer, Robert. (2004). Sleeping with the Devil: How Washington Sold Our Soul for Saudi Crude. New York: Random House. Inc.
Bagus, Lorens. (1996). Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia.
Barker, Kris. (2000). Cultural Studies: Teori dan Praktik. Terj. Tim Kunci
Cultural Studies Center. Bandung: Mizan Media Utama.
Barret, Paul M. (2008). American Islam: Struggle for The Soul of A Religion. New York: Farrar, Straus and Giroux.
Bergen, Peter L. (2006). The Osama bin Laden I Know: An Oral History of Al Qaeda’s Leader. New York: Free Press.
Berger, Peter L. Samuel P. Huntington. (2002). Many Globalizations: Cultural Diversity in the Contemporary World. New York: Oxford University Press.
Bergmann, Christina & Renata Permadi. (2010). “Pandangan Warga AS terhadap Islam”. Deutsche Welle, 10 September. http://www.dw.de/
pandangan-warga-as-terhadap-islam/a-5994008, (12 September 2012).
Boney, Richard. (2004). Jihād: From Qur’ān to bin Laden. New York: Palgrave Macmillan Ltd.
Burhani, Ahmad Najib, dkk. (2005). “Factors Causing the Emergence of Radical Islam: Preliminary Analysis”. ICIP Journal, Vol. 2, No. 4, Hal.
1-23 https://www.academia.edu/3370341/Factors_Causing_the_
Emergence_of_Radical_Islam_A_Preliminary_Analysis 25 Desember 2012
Burke, Jason. (2003). Al-Qaeda: The True Story of Radical Islam. New York:
Penguin Books.
Burke, Kenneth. (2007). Bob Jones. Romancing the Difference: The Rhetoric of Religious Fundamentalism. Waco: Baylor University Press.
Burke, Kenneth. (1969). A Rhetoric of Motives. Los Angeles: University of California Press.
Burrel, R. M. (1995). Fundamentalisme Islam. Terj. Yudian W. Aswin.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Cayne, Bernard S. (Chief Ed.) (1983). The Encyclopedia Americana. Pasig:
Glolier International, Inc.
Clark, Howard. (2009) How You Can Kill Al Qaeda (in 3 Steps). Chicago: Lights of New Orleans Publishing.
Coll, Steve. (2004). Ghost Wars: The Secret History of The CIA, Afghanistan, and
Bin Laden, from The Soviet Invasion to September 10, 2001. New York:
Penguin Group.
Cooley, John K. (1999). Unholy Wars, Afghanistan, America and International Terrorism. London: Pluto Press.
Crockatt, Richard. (2007). After 9/11: Cultural Dimensions of American Global Power, New York: Routledge.
Currie, Gregory. (2010). Narratives and Narrators: A Philosophy of Stories. New York: Oxford University Press Inc.
Dirlik, Arif. (2005). “Performing the World: Reality and Representation in The making World Histor(ies)”. Journal of World History, Vol. 16, No.
4, Hal. 391-410 http://proquest.umi.com/pqdweb?index=0&did=
989414881&SrchMode1&sid=2&Fmt=3&VInst=PROD&VType=PQ D&RQT=309&VName=PQD & TS=1235438381&clientId=45625 (12 Desember 2012)
Dobbs, Michael. (2001). “Inside the Mind of Osama Bin Laden”. Washington Post, 20 September. http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/
content/article/2006/08/08/AR2006080800769.html (20 Desember 2012)
Doran, Robert. (2008). “Terrorism and Cultural Theory: The Singularity of 9/11”. SubStance Issue 115, Vol. 37, No. 1, Hal. 3-19. http://sub.
uwpress.org/content/37/1/3.full.pdf (12 Desember 2012)
Doyle, Michael W. (2008). Striking First Preemption and Prevention in International Confl ict. New Jersey: Princeton University Press.
Dustin, Berna D. (2008) “A Revolutionary Perspective on Social Movements Fundamentalism in the Islamic World”.
Disertasi. University of New Orleans. http://proquest.umi.
com/pqdweb?did=1594497141&sid=&Fmt =2&clientId=
45625&RQT=309&VName=PQD (20 Desember 2012) Eagleton, Terry. (1991) Ideology: An Introduction. London: Verso
Edwards, Richard, Katherine Nicoll, Nicky Solomon and Robin Usher.
(2004). Rhetoric and Educational Discourse: Persuasive texts?. New York:
Routledge.
Edward, Paul (ed.). (1998) Encyclopedia of Philosophy. Vol. 6. New York: The Macmillan Company.
Ellis, Glynn. (2007) Culture and Confl ict: The Waning of The Clash of Civilizations.
Tallahassee: The Florida State University (disertasi) https://www.
researchgate.net/publication/254671595_Cultures_and_Conflict_
The_Waning_of_the_Clash_of_Civilizations (12 Desember 2012) Eltantawy, Nahed M. (2008) U.S. Newspaper Representation of Muslim and Arab
Woman Post 9/11. Atlanta: Georgia State University (disertasi) http://
scholarworks.gsu.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1017&context=co mmunication_diss (15 Desember 2012)
Eriyanto. (2008). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta:
LKis Pelangi Aksara.
Esposito, John L. (2002). Unholy Wars: Terror in the Name of Islam. New York:
Oxford University Press.
Fairclough, Norman.(1998). Critical Discourse Analysis. London: Longman.
Filkins, Dexter. (2006, Aug 6). “The Plot Against America” The New York Times. Sunday Book Review http://literature.proquest learning.com/
critRef/displayItem.do?QueryType=criticism&ResultsID=11F4AA63 2FA6&ItemNumber=18 (12 Desember 2012)
Foucault, Michel. (1980). Power/Knowledge: Selected Interviews and Other Writings 1972-1977. Colin Gordon (ed.). New York: Pantheon Books.
Fukuyama, Francis. (2006). The End of History and The Last Man. New York:
Free Press.
Gardner, Kathryn Lynn. (2010). Constructing and Deconstructing Islam in the Western State: A Comparative look at The Politicization of Religion in France, Great Britain, and The United States, 1945-2008. Disertasi. The University of Notre Dame. https://curate.nd.edu/downloads/fq977s77j9f (20 Desember 2012)
Garrison, Arthur H. (2011). Supreme Court Jurisprudence in Times of National
Crisis, Terrorism, and War: A Historical Perspective. Plymouth: Lexington Books.
Genette, Gerard. (1980). Narrative Discourse, An Essay in Method. Ithaca, New York: Cornell University Press.
Greenberg, Karen J. (2005). Al Qaeda Now, Understanding Today’s Terrorist.
Cambridge: Cambridge University Press
Hadad, Yvonne Yazbek, Jane I. Smith & Kathleen M. Morore. (2006). Muslim Woman in America: The Challenge of Islamic Identity Today. New York:
Oxford University Press.
Hadi. (2014). Akar Kemunculan Islam Radikal di Indonesia Menurut Prof.
Afi f Muhammad (1). Liputan Islam, 26 April http://liputanislam.
com/kajian-islam/terorisme/akar-kemunculan-islam-radikal-di- indonesia-menurut-prof-afi f-muhammad-1/ (5 Mei 2014)
Hall, Stuart. (1996). “New Ethnicities” dalam David Morley and Kuan-Hsing Chen (ed.). Stuart Hall: Critical Dialogue in Cultural Studies. London:
Routledge.
___________. (1990). “Cultural Identity and Diaspora” dalam Identity, Community, Culture, Difference, London: Lawrence & Wishart.
___________. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications.
___________. (2005). David Morley and Kuan-Hsing Chen (ed.) Critical Dialogues in Cultural Studies, London: Routledge
Halliday, Fred. (1996). Islam and The Myth of Confrontation: Religion and Politics in The Middle East. Hlm. 107-132. London: I.B. Tauris.
Hari, Johann. (2007). “Choosing Sides” dalam Dissent Vol. 54, No. 3, Hal. 79-85 http://literature.proquestlearning.com/quick/displayProquestPdf.
do?PQID=1303099551 (24 Desemeber 2012)
Harsono, Andreas & Budi Setyono (Ed.), (2008). Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memika., Jakarta: Yayasan Pantau.
Hart, William D. (2003). Edward Said and The Religious Effects of Culture. New York: Cambridge University Press.
Hasan, Noorhaidi. (2008) Laskar Jihad: Islam Militannsi, dan Pencarian Identitas di Indonesia Pasca Orde Baru. Jakarta: LP3ES.
Herrick, James.A. (2001). The History and theory of Rhetoric: An Introduction.
Massachusetts: Allyn & Bacon.
Huntington, Samuel P. (1996). The Clash of Civilization and The Remaking of World Order. New York: Simon and Schuster.
____________________. (2004). Who are We? The Challenges to America’s National Identity. New York: Simon and Schuster.
Imadha, Hariyanto. (2013). “Psikologi: Pengertian “Brainwashing” yang Benar dan yang Keliru”. Kompasiana, 18 Mei http://politik.kompasiana.
com/2013/05/18/psikologi-pengertian-brainwashing-yang-benar- dan-yang-keliru-557235.html (25 Mei 2013)
Irwin, Robert. (2001). “Is This the Man behind Bin Laden?” The Guardian, 1 November http://www.eramuslim.com/berita/ dunia/saudi-larang- dua-buku-sayyidqutb (5 November 2001)
Isherwood, Charles. (2007). “An Anguish Eyewitness to World’s Unraveling”.
Theater Review on My Trip to Al Qaeda. The New York Times, 6 Maret.
http://theater2.nytimes.com /2007/03 /06/theater/reviews/06trip.
html (10 Maret 2007)
Jenkins, Philip. (2003). Images of Terror: What We Can and Can’t Know about Terrorism, New York: Walter de Gruyter, Inc.
Jideonwo, Chude. 2014. “Nigerians must continue to fi ght terrorism, not simply move on”. The Guardian, 14 Juli http://www.theguardian.
com/commentisfree/ 2014/jul/07/nigerians-fi ght-terrorism-not- move-on-missing-schoolgirls (20 Juli 2014)
Johnstone, Barbara & Christopher Eisenhart, (ed.). (2008). Rhetoric in Detail: Discourse Analyses of Rhetorical Talk and Text, Amsterdam: John Benjamin Publishing Company.
Juergenmeyer, Mark. (2000). Terror in The Mind of God: The Global Rise of Religious Violence. Oakland, CA: University of California Press.
Kagan, Robert. (2009). The Return of History. New York: Vintage Books.
Khatab, Sayed. (2006). The Political Thought of Sayyid Qutb: The Theory of Jahiliyyah. New York: Routledge.
Kindt, Tom and Hans-Harald Müller (ed.). (2003). What Is Narratology?
Questions and Answers Regarding the Status of a Theory. Berlin: Walter de Gruyter GmbH & Co.
Ko¨vecses, Zolta´n. (2000). Metaphor and Emotion Language, Culture, and Body in Human Feeling. Cambridge: Cambridge University Press.
Krueger, Alan B. (2007). What Makes a Terrorist, Economics and the Roots of Terrorist. New Jersey: Princeton University Press.
Kullberg, Anssi. (2003). “Inside Al Qaeda” By Rohan Gunaratna, The Eurasian Politician. 23 Oktober, Book Review Part I & II. http://users.jyu.
fi /~aphamala/pe/2003/rgunarat.htm (1 November 2003)
Lewis, Bernard. (1993). Islam and The West. New York: Oxford University Press, Inc.
____________ . (1990, September) “The Roots of Muslim Rage”, The Atlantic.
http://www. theatlantic.com/doc/199009/ muslim-rage. (1 Oktober 2012)
Lewis, Jeff. (2005). Language Wars: The Role of Media and Culture in Global Terror and Political Violence. London: Pluto Press.
Little, Douglas. (2008). American Orientalism: The United States and the Middle East since 1945. Chapel Hill, NC: The University of North Carolina Press.
Lockman, Zachary. (2004). Contending Visions of the Middle East: The History and Politics of Orientalism. New York: Cambridge University Press.
Maalouf, Amin. (2004). In The Name of Identity. Terj. Roni Agustinus.
Yogyakarta: Resist Book.
Mahally, Abdul Halim, (2003) Membongkar Ambisi Global Amerika Serikat.
Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Maktabi, Anas. (2001), The Representation of Islam and Muslims in Eighteenth- century British Fiction. Indiana: Indiana University of Pannsylvania (disertasi).
Markham, Ian and Ibrahim M. Abu-Rabi‘. (2002). 11 September: Religious Perspectives on The Causes and Consequences. Oxford: Oneworld Publication.
Mavrodes, George I. (1988) Revelation in Religious Belief. Philadelphia: Temple University Press
Mayer, Jane. (2008). The Dark Side: The Inside Story of How the War on Terror Turned Into a War on American Ideals. New York: Anchor, Random House Inc.
Mazuri, Ali A. (2004). “Islam and The United States: Stream of Convergence, Strand of Divergence”, Third World Quarterly, Vol. 25, No. 5, Hal. 793- 820 http://www.jstor.org/stable/10.2307/3993694 (20 Desember 2012)
Mill, Sara. (1997). Discourse. London: Routledge.
Milton, John. David Loewenstein (Ed.). (2004). Paradise Lost. Cambridge:
Cambridge University Press.
Milton-Edwards, Beverley. (2005). Islamic Fundamentalism since 1945. New York: Routledge.
Miniter, Richard. (2004). Shadow War: The Untold Story of How Americas is Winning The War on Terror. Washington, DC: Regnery Publishing, Inc.
Mishra, Smeeta. (2006) “Islam and Democracy: An Analysis of Representation in the United States Prestige Press from 1985-2005”. Ausstin, Texas:
The University of Texas at Austin (disertasi) http://proquest.umi.com /pqdweb?did= 1362504961&sid=6&Fmt=2&clientId=45625&RQT=30 9&V Name=PQD (20 Desember 2012)
Mohamed, Besheer. (2011). The Implication of Religious Identity for Americans Muslims. Disertasi. The University of Chicago. https://search.
proquest.com/openview/fbf220375ce3b08960d3ffafe4dcdce8/1?pq- origsite=gscholar&cbl=18750&diss=y (2 September 2012)