• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Perempuan dalam Masyarakat

BAB II PERAN PEREMPUAN DALAM ISLAM

B. Peran Perempuan dalam Masyarakat

Posisi dan kedudukan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sudah sangat jelas, yakni sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga negara yang memiliki sejumlah hak dan kewajiban. 23

Dalam tugas sosial kemasyarakatan kaum perempuan dan laki- laki harus saling membantu, saling melengkapi dan saling ber-ta’awun (tolong menolong), serta bersinergi antara satu dengan yang lainnya.

Bersinergi dan ber-ta’awun dalam membangung masyarakat yang

22 M. Quraish Shihab, “Lentera Al-Qur`an, Kisah dan Hikmah kehidupan”, h. 212

23 Siti Musdah Mulia, “Muslimah Sejati (menempuh Jalan Islami meraih Ridho Ilahi), (Bandung : penerbit Marja, 2011), h. 141

31 sejahtera atas dasar nila-nilai ajaran Islam, dalam berbagai bidang kehidupan seperti ekonomi, pendidikan, budaya dan lain sebagainya.24

Keikut sertaan perempuan dalam kehidupan sosial dan pertemuannya dengan kaum laki-laki membuka peluang baginya untuk menggeluti segala bidang-bidang kebaikan, membuatnya mempunyai rasa kepedulian yang tinggi, serta memberinya berbagai macam pengalaman. Hal itu akan terlihat secara jelas jika kita menelaah motivasi-motivasi lain dari keikutsertaan perempuan, seperti mencari ilmu pengetahuan atau menciptakan suatu kebaikan.25

Kiprah perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat bisa jadi akan membantu perempuan dalam pematangan dan agar mampu melaksanakan bebagai kegiatan yang membutuhkan perannya. Baik yang menyangkut keperluan keluarga maupun masyarakat. 26

Beberapa hak dan kewajiban perempuan yang berhubungan dengan peranannya dalam masyarakat :

1. Amar ma’ruf Nahi Munkar27

Dakwah dalam arti amar ma’ruf Nahi munkar adalah syarat mutlak bagi kesempurnaan dan keselamatan hidup masyarakat. Ini adalah kewajiban sebagai pembawaan fitrah manusia selaku mahluk sosial. Kewajiban amar ma’ruf nahi munkar sangat jelas bisa dilihat dari ayat berikut :

24 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an, “Tafsir Al-Qur`an Tematik”,(Jakarta:

Kamil Pustaka, 2014), jilid 3, h. 45

25Abdul Halim Abu Syuqqah, “kebebasan wanita”,(Jakarta: Gema Insani Press, 1997), h. 24

26Abdul Halim Abu Syuqqah, “kebebasan wanita”,h. 1-2

27Nafiah Indaniyyah,”peran perempuan dalam menciptakan perdamaian perspektif Al-Qur`an kajian surah An-Naml ayat 29-35”,skripsi , Institut Ilmu Al-Qur`an Jakarta, 2011, h. 34-35

نُك ۡ لۡ و

َ

َ لِِإَ نوُعۡد يَٞةَم ُ

أَۡمُكنِ م

َِۡي ۡ لۡٱ

َِبَ نوُرُم ۡ َ أ ي و

َِفوُرۡع م ۡ لٱ

َ

َ ِن عَ نۡو هۡن ي و

َِٖۚر كنُمۡلٱ

َُمُهَ كِئَٰٓ ل وُأ و َ

َ نوُحِلۡفُم ۡ لٱ

َ ١٠٤

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang- orang yang beruntung (QS. Ali Imran:104)

َۡمُتنُك

َ

َ نوُرُم ۡ

أ تَ ِساَنلِلَ ۡت جِرۡخ ُ أَ ةَم ُ

أَ ۡي خ

ََِب

َِفوُرۡع م ۡ لٱ

َ

َ نۡو هۡن ت و

َ

َ ِن ع

َِر كنُمۡلٱ

َِبَ نوُنِمۡؤُت و َ

َُِۗ َللّٱ

َ

َ ُلۡه أَ ن ما ءَ ۡو ل و

َِبَٰ تِك ۡلٱ

َ

َ ن كَ ل

َُمُهۡنِ مَٖۚمُه َلَاٗ ۡي خ

َ نوُنِمۡؤُم ۡ لٱ

َ

َُمُهُ ثۡك أ و

َ نوُقِسَٰ فۡلٱ

َ ١١٠

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang- orang yang fasik (QS. Ali Imran: 110)

2. Menuntut ilmu

Sebagai manusia yang Allah berikan keistimewaan karena merupakan makhluk yang dianugerahi pengetahuan, inisiatif, dan keterampilan.28 Kemuliaan seseorang di sisi Allah Swt juga di mata manusia bisa diperoleh dari keilmuan.

28Zaitunah Subhan, “Al-Qur`an dan Perempuan, menuju keseteraan gender dalam Penafsiran”, (Jakarta: prenadamedia group, 2015), h. 45

33 Menuntut ilmu merupakan hak semua orang laki-laki ataupun perempuan.29

Di dalam Al-Qur`an dan Hadis banyak sekali berbicara tentang kewajiban belajar ditujukan kepada laki-laki dan perempuan. Kalimat pertama yang diturunkan dalam Al-Qur`an kalimat perintah untuk membaca (iqra), kemudian disusul sumpah pertama tuhan dalam Al-Qur`an, yaitu nun demi qalam dan apa yang dituliskannya. Hal ini menjadi bukti betapa pentingnya ilmu pengetahuan dalam Islam. 30

Perempuan berperan sangat besar dalam pembentukan watak, dituntut untuk banyak tahu tentang peranannya ini.

Kedangkalan pengetahuannya akan melahirkan anak-anak yang berwatak buruk.

Sebagai warga negara, perempuan berperan besar menentukan kemajuan dan kegemilangan yang diraih oleh negaranya. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa betapa pentingnya sebuah pendidikan, pengajaran dan ilmu pengetahuan yang dapat mengembangkan diri perempuan dan diharapkan oleh Islam bisa membawa kemajuan masyarakat bangsa dan negara.31

Contoh Perempuan zaman dahulu yang memiliki keilmuan yang sangat banyak yaitu Aisyah r.a istri Nabi Muhammad Saw. Dari kecil Aisyah sudah mulai menghafal Al-

29Zaitunah Subhan, “Al-Qur`an dan Perempuan, menuju keseteraan gender dalam Penafsiran”,, h. 48

30Nafiah Indaniyyah,”peran perempuan dalam menciptakan perdamaian perspektif Al-Qur`an kajian surah An-Naml ayat 29-35”,skripsi , Institut Ilmu Al-Qur`an Jakarta, 2011, h. 39

31Nafiah Indaniyyah,”peran perempuan dalam menciptakan perdamaian perspektif Al-Qur`an kajian surah An-Naml ayat 29-35”,skripsi , Institut Ilmu Al-Qur`an Jakarta, 2011, h. 34

Qur`an dan memahimnya. Aisyah juga termasuk sahabat yang banyak meriwayatkan hadis yang berada di urutan ke 4 dan satu-satunya perempuan yang meriwayatkan hadis terbanyak.32

Bukan hanya itu Aisyah juga menguasai ilmu fikih, qiyas, tauhid, aqidah. Dalam bidang pendidikan Aisyah juga menjadikan bilik yang menempel di Masjid Nabawi sebagai Madrasah. Siapa saja bisa datang dan belajar langsung dengan Aisyah. Jika tidak ada hubungan mahram, Aisyah berada di bilik tabir dalam mengajar dan menjawab pertanyaan.33

Selain Aisyah, ada banyak perempuan-perempuan terdahulu yang terkenal dengan keilmuannya, di antaranya :

Fatimah binti abbas al-Baghdadiyyah, disebut juga dengan nama Fatimah bint ‘Ayyas. Ia menjadi Syeikah pada bidang fiqh dan ushul fiqh. Dalam sebuah Ribath atau lembaga pendidikan yang diambil dari namanya, yaitu “Ribath al- baghdadiyah” yang didirikan oleh putri Sultan al-Zahir Baybars, didirikan menjelang akhir abad 13 dikhususkan untuk kaum perempuan pada pengajaran fiqh dan ushul fiqh.34

Nafisah, seorang keturunan Ali, ia dikenal sebagai otoritas dalam bidang hadis, sehingga Imam Syafi’i pernah belajar di halaqahnya di Fustat, Mesir. 35

Syeikhah Syuhda, w. 574/1178, lebih dikenal dengan nama fakhr al-Nisa, dia sering mengadakan ceramah umum di

32Ainul Millah, Potret Wanita yang diabadikan dalam Al-Qur`an, (Solo: Tinta Medina, 2015), h. 199

33 Ainul Millah, Potret Wanita yang diabadikan dalam Al-Qur`an, h. 202

34Ahmad Fudhaili, perempuan dilembaran suci kritik dan hadis-hadis shahih, (Jakarta : kementrian agama Republik Indonesia, 2012), h. 277

35 Ahmad Fudhaili, perempuan dilembaran suci kritik dan hadis-hadis shahih, h.

277

35 Masjid Jami’ al-Baghdad dihadapan banyak jamaah baik laki- laki maupun perempuan khususnya dalam bidang agama, sastra dan puisi.36

3. Perempuan dalam beribadah

Dalam ibadah Ibadah, laki-laki dengan perempuan memiliki perbedaan-perbedaan. Misalnya, dalam hal aurat dan tata cara berpakaian. Kalau perempuan harus ditutup seluruh anggota badannya, kecuali muka dankedua telapak tangan, sedangkan laki-laki antara pusar sampai dengan lutut. Hal ini juga berlaku dalam pakaian keseharian.

Begitu juga dalam kegiatan sholat berjamaah, maka Rosululloh saw telah mengatur safnya. Saf terdepan adalah laki- laki, di tengah anak-anak, dan saf yang terakhir adalah perempuan.

َ ب ر حَ ُن بَُ ي هُزَا ن ثَد ح

َ ريِر جَا ن ثَد ح

َ ِب أَ ن عَِهيِب أَ ن عَ ل ي هُسَ ن ع

َ لا قَ ة ر ي رُه

َ :

َ مَل س وَِه ي ل عَُللّاَ َلّ صَِللّاَ ُلوُس رَ لا ق

َ :

َ ِفوُف ُصَُ ي خ «

ا هُرِخآَِءا سِ نلاَ ِفوُف ُصَ ُ ي خ وَا هُرِخآَا هُّ شَ وَا هُلَو أَ ِلا جِ رلا

َا هُّ شَ و

ا هُلَو أ

» )ملسم هاور(

37

Sebaik-bai saf (barisan sholat) laki-laki adalah di awal (depan) dan yang paling buruk adalah (saf) paling belakang, dan sebaik-baik saf (barisan sholat) perempuan adalah di akhir (belakang) dan yang paling buruk, adalah (saf) paling depan.

(Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)

36Ahmad Fudhaili, perempuan dilembaran suci kritik dan hadis-hadis shahih,h. 277

37Muslim bin al-Hajâj Abu al-Hasan al-Qusyairî al-Nasaiburî, Shahih Muslim, (Beirut, Dâr ihyâ al-Turats al-Arabiy), juz 1, h. 326, no. hadis 132

Yang menjadi imam adalah laki-laki, karena sesungguhnya ia dijadikan sebagai imam untuk diikuti.

Rosululloh saw bersabda :

َ ديِع سَ ُن بَُة ب ي تُق وَ يَ يََ ُن بَ يَ يََا ن ثَد ح

َِر ك بَوُب أ و

َ ي شَ ِب أَ ُن ب

َ ة ب

َ ب ي رُكَوُب أ وَ ب ر حَُن بَُ ي هُز وَُدِقاَلناَو ر م ع و

َ

َ نا ي فُسَ ن عَاًعيِ جَ

َ -

َ ر ك بَوُب أَ لا ق

َ :

َُن بَ ُنا ي فُسَ ا ن ثَد ح

َ

َ ة ن ي يُع

َ -

َِ يِر هُّزلاَ ِن ع

َ

َ لا ق

َ :

َ كِلا مَ ن بَ س ن أَ ُت عِم س

َ

َُلوُق ي

َ :

َُللّاَ َلّ صَ ُّ ِبَلناَ ط ق س

ََل س وَِه ي ل عَ

َ م

َ ر فَ ن ع

َ ِت ضَ ح فَُهُدوُع نَِه ي ل عَا ن ل خ د فَ ُن م ي

لۡاَ ُهُّقِشَ شِحُج فَ س اًدِعا قَا نِبَ َلّ ص فَُة لٗ َصلا

َ اًدوُعُقَُه ءا ر وَا ن يَل ص ف

َ

ََصلاَ ضَ قَاَم ل ف

َ ة لٗ

َ لا ق

َ :

"

َِعُجَا مَنِإ َ

َِهِبَ َم ت ؤُ ِلَْ ُما مِ لۡاَ ل

َِإ ف َ

َ د ج سَا ذوَإَِاوُ ِ بَ ك فَ َبَ ك َا ذ

اوُدُج سا ف

َ

َ لا قَا ذوَإَِاوُع ف را فَ ع ف رَا ذوَإِ

َ :

َُه دِ حََ ن مِلَُللّاَ عِم س

َ . وُق ف

َُل او

َ :

َُد م لْاَ ك ل وَ ا نَب ر اًدِعا قَ َلّ صَ ا ذوَإِ

َ

َ نوُع جَ أَ اًدوُعُقَ اوُّل ص ف (

هاور

)ملسم

38

Sesungguhnya (seseorang) dijadikan sebagai imam (solat) adalah untuk diikuti. Jika dia takbir, maka bertakbirlah kalian, jika ia (imam) rukuk, maka rukuklah kalian, jika imam

38Muslim bin al-Hajâj Abu al-Hasan al-Qusyairî al-Nasaiburî, Shahih Muslim, (Beirut, Dâr ihyâ al-Turats al-Arabiy), juz 1, h. 326, no. hadis 77

37 mengucapkan (lafaz) sami’allahu liman hamidah, maka jawablah oleh kalian: “ Rabbana walak hamdu”. Jika imam solat (dalam kedaan) berdiri maka solatlah kalian berdiri, dan jika imam solat (dalam keadaan) duduk maka duduklah kalian secara berjamaah.

Akan tetapi jika jamaahnya perempuan saja, maka tentu saja yang menjadi imam boleh perempuan, jika jamaahnya laki- laki dan perempuan makan haruslah laki-laki yang menjadi imam.

Ketika dalam pelaksanaan haji, meskipun pada umumnya banyak persamaan tetapi juga terdapat perbedaan yakni dalam hal berpakaian ihram dan melaksanakan tawaf.

Tawaf adalah ibdah yang dilakukan ketika dalam keadaan suci, dan apabila seorang perempuan sedang dalam keadaan haid, maka tidak dibenarkan melaksanakan tawaf.

Tetapi pada ibadah-ibadah lainnya, misalnya dalam berdo’a, mengeluarkan zakat, solat malam dan yang lainnya.

Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.39

Contoh perempuan yang taat dalam beribadah yaitu Sayyidatina Maryam, di dalam Al-Qur`an sebuah surat menggunakan nama Maryam, dan Maryam merupakan tipe wanita Sholihah, ibu dari seorang Nabi. Ia menjaga kesuciannya dirinya dengan mengisi waktunya dengan pengabdian yang tulus kepada tuhan.40

Dokumen terkait