PERAN PEREMPUAN DALAM MEMBANGUN PEREKONOMIAN KELUARGA PERSPEKTIF AL-QUR`AN
(STUDI KOMPARASI TAFSIR PERTENGAHAN DAN KONTEMPORER)
Skripsi ini Diajukan
Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh gelar Sarjana Agama (S.Ag)
Oleh : Nailul Maram NIM. 15210678
PROGRAM STUDI ILMU AL-QUR`AN DAN TAFSIR FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH
INSTITUT ILMU AL-QUR`AN (IIQ) JAKARTA
1440 H/2019 M
(STUDI KOMPARASI TAFSIR PERTENGAHAN DAN KONTEMPORER)
Skripsi ini Diajukan
Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh gelar Sarjana Agama (S.Ag)
Oleh : Nailul Maram NIM. 15210678 Pembimbing : Ali Mursyid, M.Ag
PROGRAM STUDI ILMU AL-QUR`AN DAN TAFSIR FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH
INSTITUT ILMU AL-QUR`AN (IIQ) JAKARTA
1440 H/2019 M
iv MOTTO
َ ف
َ م
َ ن
ََ ل
َ مَ
َ يَ ذ
َ ق
ََ م
َ رَ
َ لا
َ عَ ل
َ مَ
َ س
َ عا
َ ةَ
َ وَ
َ ت
َ ر
َ ع
ََ ذ
َ لَ
َ لا
َ لَ َ ه
َ ط
َ و
َ لَ
َ ح
َ ي
َ تا
َ ه
“Siapa orang yang tak tahan lelahnya belajar. Maka ia harus tahan menanggung perihnya kebodohan sepanjang hidupnya”
v
Karya ini Penulis persembahkan teruntuk yang tercinta dan tersayang Abi H. Abdul Majid.S.Pd.I Dan Umi Hj. Nurhayati Dua Malaikat Tak
Bersayapku
Terimakasih telah mengajari arti kerja keras, ketekunan dan kesabaran dan terimakasih atas segala cinta dan do’a yang telah diberikan kepadaku
Y’ll My World…
vi
ميحرلاَنحمرلاَللهاَمسب
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji Syukur kepada Allah Swt, Tuhan semesta alam yang telah memberikan nikmat, taufiq dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peran Perempuan dalam membangun Perekonomian Keluarga Perspektif Al-Qur`an (Studi Komparasi Tafsir Kontemporer Dan Kontemporer)”
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang telah membawa penerangan kepada umatnya agar senantiasa selalu menempuh jalan yang lurus. Semoga kita semua mendapatkan syafaatnya kelak. Âmîn ya Rabbal’alamîn.
Dengan penuh rasa syukur penulis tidak henti-hentinya mengucapakan Alhamdulillah yang penulis haturkan kepada sang maha kuasa, sehingga atas kuasanya skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis pun menyadari, bahwa dalam karya yang sederhana ini jauh dari kesempurnaan serta banyak sekali bantuan dan sumbangsih dari orang lain. Untuk itu, dengan segala hormat dan rasa terimakasih yang tak terhingga penulisan sampaikan kepada :
1. Ibu Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo, Lc, MA, selaku rektor Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta.
2. Ibu warek 1 Dr. Hj.. Nadjematul Faizah, SH., M.Hum, bapak warek 2 Dr.
H. M. Dawud Arif Khan, SE., M.Si., Ak., CPA, dan ibu warek 3 Dr. Hj.
Romlah Widayati, M.Ag.
3. Bapak Dr. H. Muhammad Ulinnuha, Lc. MA., selaku Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta.
4. Bapak KH. Haris Hakam, S.H, MA., selaku KAPRODI Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta.
vii
6. Bapak Ali Mursyid,M.Ag, selaku dosen pembimbing skripsi, terimakasih telah membimbing penulis dengan baik dari awal sampai akhir penyusunan skripsi ini, terimakasih untuk segala nasehat dan motivasi dan terimakasih juga karena bapak tidak pernah bosan memberikan arahan dan mengingatkan kepada penulis dalam hal yang berkaitan dengan teknik penulisan dan penyusunan skripsi ini, Terimakasih pak, jazakallah ahsanal jaza.
7. Para penguji Ibu Hj. Istiqomah S.Th.I, M.A sebagai penguji 1 dan Ibu Iffaty Zamimah, S.Th.I, M.Ag yang telah memberikan masukan serta arahan kepada penulis.
8. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Ilmu Al- Qur’an Jakarta yang telah memberikan ilmunya kepada penulis selama dibangku perkuliahan penulis.
9. Staf Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, ibu Dra. Rukoyah Tamimi dan ibu Suci Rahayuningsih yag telah membantu penulis dalam pembuatan skripsi.
10. Ibu Muthmainnah, Ibu Arbiyah, Ibu Istiqomah, selaku instruktur tahfidz penulis yang selalu menjadi penyemangat ketika menghafal Al-Qur`an, terimakasih telah membimbing penulis dari Semester Awal sampai Semester akhir.
11. Untuk Malaikat tak bersayapku, sumber segala semangat penulis, yaitu kedua orang tua yang teramat penulis cintai Abi Abdul Majid, S.Pd,I dan Umi Nurhayati, S.Pd,I, terimakasih Abi Umi telah mendidik serta terus mendukung penulis hingga saat ini, terimakasih untuk cinta yang selalu Abi Umi berikan, Tidak ada kata selain ucapan terimakasih yang penulis
viii
dapat sampaikan, Semoga Allah membalas semua dengan syurga bagi Abi dan Umi, I Love You Both So Much.
12. kakak-kakak penulis Ka Muhammad Farid Ma’arif, Ka Ahmad Fajri Kholil dan Ka Ahmad Faisal Abduh yang selalu mengingatkan dikala salah, dan menasehati penulis di setiap keadaan.
13. Adik-adik penulis Marwah dan Uzair, semangat belajar ya sayang.
14. Kepada yang tersayang teman-teman penulis angkatan 2015, khususnya Ushuluddinkuh, Ushuluddin IAT B, kelompok KKL Benda Baru 2019 terima kasih atas kebersamaanya, mengenal kalian adalah anugrah terindah dalam hidup ini, semoga silaturrahmi ini senantiasa terjalin sampai kapanpun
15. Teh Nurhayati,S.Pd Makasih teh buat semangatnya untuk penulis yang gak disadari emang bikin semangat,,hehe
16. My Gojin yang penulis sendiri tidak bisa mengungkapkan dengan kata- kata, terimakasih banyak untuk segalanya.
17. And Last, untuk kalian sang pemberi humor dan penghibur dikala galau dan lemas, letih, lunglai, Cho Alfida Miftah, Zibon Fauziyah Laily, Neng Mutiara Tsani, terimakasih baby untuk hari-hari penuh cinta selama kita sekamar di perantauan ini. Ah sayang bangat.
Tidak lupa pula Penulis ucapkan permohonan maaf jika dalam penyusunan skripsi ini terdapat sesuatu yang kurang berkenan. Tidak ada yang sempurna, kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Harapan penulis semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat kepada yang membacanya serta menjadi amal shalih yang mendapatkan ridho dari Allah Swt.
Jakarta, 16 Agustus 2019
Nailul Maram
ix
SURAT PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i
SURAT PENGESAHAN ... ii
PERNYATAAN PENULIS ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI ... ix
PEDOMAN TRANSLITERASI ... xii
ABSTRAK ... xvi
BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 8
C. Pembatasan masalah ... 9
D. Perumusan masalah ... 9
E. Tujuan penelitian ... 9
F. Manfaat penelitian ... 9
G. Tinjauan pustaka ... 10
H. Metode penulisan ... 16
1. Jenis penelitian ... 16
2. Sumber data ... 16
3. Teknik pengumpulan data ... 16
4. Metode analisis data ... 17
x
I. Teknik dan sistematika penulisan ... 17
BAB II : PERAN PEREMPUAN DALAM ISLAM A. Perempuan dalam Al-Qur`an ... 19
B. Peran Perempuan dalam Masyarakat ... 30
C. Peran Perempuan dalam perekonomian Keluarga ... 37
BAB III : TINJAUAN UMUM TAFSIR AL-QURTHÛBÎ, TAFSIR ASY- SYA’RÂWÎ DAN TAFSIR AL-MISBAH A. Tafsir al-Qurthûbî ... 43
1. Riwayat Hidup Penulis ... 43
2. Pendidikan dan perjalanan Intelektual al-Qurthûbî ... 44
3. Guru-guru dan Murid-murid ... 45
4. Karya-karya al-Qurthûbî ... 46
5. Deskripsi Umum Tafsir al-Jâmi’ li Ahkâm Al-Qur`ân ... 47
B. Tafsir asy-Sya’râwî ... 49
1. Riwayat Hidup Syeikh Mutawalli asy-Sya’râwî ... 49
2. Pendidikan dan perjalanan intelektual ... 50
3. Guru-guru dan Murid-murid ... 52
4. Karya-karya Syeikh Mutawalli asy-Sya’râwî ... 52
5. Deskripsi Umum Tafsir asy-Sya’râwî ... 53
C. Tafsir al-Misbah ... 58
1. Riwayat Hidup Muhammad Quraish Shihab ... 58
2. Pendidikan dan perjalanan intelektual ... 60
3. Karya-karya Muhammad Quraish Shihab ... 63
4. Deskripsi Umum Tafsir al-Misbah ... 65
BAB IV : PERAN PEREMPUAN DALAM PEREKONOMIAN KELUARGA PERSPEKTIF MUFASSIR PERTENGAHAN DAN KONTEMPORER A. Identifikasi Ayat ... 69
xi
D. Penafsiran Muhammad Quraish Shihab ... 88 E. Analisis penulis terhadap penafsiran al-Qurthûbî, asy-Sya’râwî dan
Muhammad Quraish Shihab ... 97 F. Tabel persamaan dan perbedaan penafsiran ... 99 BAB V : PENUTUP
A. Kesimpulan ... 103 B. Saran-saran ... 104 DAFTAR PUSTAKA ... 105
xii
PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN
Transliterasi adalah penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Dalam penulisan skripsi di IIQ, transliterasi Arab-Latin mengacu pada berikut ini :
1. Konsonan
أ
: aط
: thب
: bظ
: zhت
: tع
: ‘ث
: tsغ
: ghج
: jف
: fح
: hق
: qخ
: khك
: kد
: dل
: lذ
: dzم
: mر
: rن
: nز
: zو
: wس
: sه
: hش
: syء
: `ص
: shي
: yض
: dhxiii
tunggal panjang rangkap
Fathah a
آ
Âْ ي...
AiKasrah i
ي
Îْ و...
AuDhammah u
و
Û3. Kata sandang
a. Kata sandang yang diikuti alif lam (
لا
) qamariyahKata sandang yang diikuti oleh alif lam (
لا
) qamariyah ditransliterasikan sesuai dengan bunyinya. Contohnya :ةرقبلا
: al- Baqarahةنيدملا
: al-Madînah b. Kata sandang yang diikuti oleh alif lam (لا
) syamsiyahKata sandang yang diikuti oleh alif lam (
لا
) syamsiyah ditransliterasikan sesuai dengan aturan yang digariskan di depan dan sesuai dengan bunyinya. Contoh :لجرلا
: ar-rajulةديسلا
: as-Sayyidahشمشلا
: asy-syamsيمرادلا
: ad-Dârimî c. Syaddah (Tasydîd)Syaddah (Tasydîd) dalam sistem aksara Arab digunakan lambang (
ﹽ
), sedangkan untuk alih aksara ini dilambangkan dengan huruf, yaitu dengan cara menggandakan huruf yang bertanda tasydîd.Aturan ini berlaku secara umum, baik tasydîd yang berada di tengah
xiv
kata, di akhir kata ataupun yang terletak setelah kata sandang yang diikuti oleh huruf-huruf syamsiyah. Contoh :
َِّْللّاِبْاَّنَمَأ
: Âmannâ billâhiْ ءاَهَفُّسلاْ َنَمَآ
: Âmana as-Sufahâ`uَْنيِذَّلاْ َّنِإ
: inna al-ladzînaِْعَّكُّرلاَْو
: wa ar-rukka`i d. Ta Marbûthah (ة
)Ta Marbûthah (
ة
) apabila berdiri sendiri, waqaf atau diikuti oleh kata sifat (na’at), maka huruf tersebut dialihaksarakan menjadi huruf “h”. Contoh :ِْةَدِئ فَلأا
: al-Af`idahْ ةَّيِمَلا سِلإاْ ةَعِماَجلا
: al-Jâmi’ah al-Islâmiyyah.Sedangkan Ta Marbûthah (
ة
) yang diikuti atau disambungkan (di- washal) dengan kata benda (ism), maka dialih aksarakan menjadi huruf “t”. Contoh :ٌْةَبِصاِنٌْةَلِماَع
: ‘Âmilatun Nâshibah.ىَر ب كلاَْةَيَلأا
: al-Âyat al-Kubrâ e. Huruf KapitalSistem penulisan huruf Arab tidak mengenal huruf kapital, akan tetapi apabila telah dialih aksrakan maka berlaku ketentuan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), seperti penulisan awal kalimat, huruf awal nama tempat, nama bulan, nama diri dan lain-lain. Ketentuan yang berlaku pada PUEBI berlaku pula dalam alih aksara ini, seperti vetak miring (italic) atau cetak tebal (bold) dan ketentuan lainnya. Adapun untuk nama diri yang diawali dengan kata sandang, maka huruf yang ditulis kapital adalah awal
xv
al-‘Asqallânî, al-Farmawî dan seterusnya. Khusus untuk penulisan kata Al-Qur`an dan nama-nama surahnya menggunkan huruf kapital. Contoh : Al-Qur`an, Al-Baqarah, Al-Fâtihah dan seterusnya.
xvi
‘’ABSTRAK
Nailul Maram (15210678) “Peran Perempuan Dalam Membangun Perekonomian Keluarga Perspektif Al-Qur`an (Studi Komparasi Tafsir pertengahan Dan Kontemporer)”
Status perempuan dalam ekonomi rumah tangga di Indonesia tergolong cukup tinggi. Perempuan memiliki suatu tanggung jawab untuk memberikan kontribusi dalam ekonomi keluarganya. Tanggung jawab perempuan itu tercermin dalam satu istilah yang berkembang pada masyarakat terkait sumbangan pendapatan suami dan istri dalam rumah tangga. Seorang perempuan dapat mengekspresikan dirinya bukan hanya dari sifat keibuan yang merupakan peran terpenting yang dimiliki dan dilakukan oleh perempuan, namun juga dari peran kemanusiaan dalam kehidupannya. Dalam aktivitasnya ia adalah manusia yang memiliki akal, keinginan dan perasaan serta mempunyai potensi dinamis dalam kehidupan. Islam membuka untuk perempuan melalui ketidakharusannya bekerja di dalam rumah. Pernyataan ketidakharusan disini yaitu guna memenuhi kebutuhan hidup di luar rumah atau keikutsertaannya dalam melaksanakan tanggung jawab amar ma’ruf nahi munkar. Secara nyata meluaskan tugasnya sebagai ibu dan sebagai pengatur rumah serta partisipasinya dalam memenuhi nafkah keluarga. Namun ada beberapa kalangan yang tidak setuju karena mereka sangat menjunjung tinggi kemuliaan dan keutamaan. Lalu bagaimana dalam Al-Qur`an sendiri?
Penelitian ini terkait satu tema, yaitu tentang Peran Perempuan dalam ekonomi keluarga. Karena itu pendekatan penelitian ini adalah pendekatan tafsir tematik. Yang langkah awalnya adalah mencari kata-kata kunci dalam Al-Qur`an yang terkait dengan Peran Perempuan dalam keluarga. Lalu kemudian dicari ayat-ayat yang terkait dengan kata kunci tersebut. Dalam hal ini tentang penafsirannya, peneliti tidak menafsirkan sendiri secara bebas, melainkan merujuk pada tiga kitab tafsir, yaitu tafsir al-jâmi’ li ahkâm al- Qur’an karya al-Qurthubi untuk tafsir pertengahan, tafsir al-Sya’rawî karya Mutawalli Sya’rawi dan tafsir al-Misbâh karya Muhammad Quraish Shihab untuk kitab tafsir Kontemporer. Baru kemudian, tulis bahwa penelitian ini juga, terutama di dalam menganalisa maupun menuliskan nya, menggunakan metode deskriptif, analitis dan komparatif.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, penafsiran ayat-ayat Al- Qur`an terkait peran perempuan dalam membangun perekonomian keluarga menurut tafsir al-jâmi’ li ahkâm al-Qur’an karya Al-Qurthubi, kitab tafsir al- Sya’rawî karya Mutawalli Sya’rawi dan tafsir al-Misbâh karya Muhammad Quraish Shihab meliputi, hak bagi perempuan untuk bekerja yaitu dengan bolehnya untuk bekerja di luar rumah dan kewajiban mengelola ekonomi rumah tangga yaitu untuk senantiasa bersyukur dan tidak bersikap konsumtif.
1 A. Latar Belakang Masalah
Berdasarkan Badan pusat statistik Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk sekitar 261,89 juta jiwa pada tahun 2017.
Jumlah tersebut terdiri dari 130,31 juta jiwa laki-laki dan 131,58 juta jiwa perempuan.1 Indonesia merupakan salah satu negara yang memberikan peluang yang sama bagi perempuan untuk sama-sama bekerja di luar rumah seperti laki-laki. Sebuah Survei yang dilakukan oleh Grant Thornton menunjukkan bertambahnya posisi senior pada perusahaan di dunia yang diisi oleh perempuan. Secara global, Eropa Timur menjadi kawasan yang memberikan kesempatan kepada perempuan memimpin dalam sebuah perusahaan, yaitu 35 persen.
Kawasan Asia Tenggara menempati posisi kedua di dunia yang memberikan posisi tinggi dalam sebuah perusahaan kepada perempuan, yaitu 34 persen. Berdasarkan hitungan negara, Rusia menjadi negara dengan persentase tertinggi yang memberikan posisi tinggi di perusahaan kepada perempuan, yaitu 45 persen. Berikutnya disusul oleh Filipina dan Lithuania dengan 39 persen, Estonia dan Thailand dengan 37 persen. Untuk Indonesia sendiri, 36 persen posisi senior di perusahaan dipegang oleh perempuan.2
Status perempuan dalam ekonomi rumah tangga di Indonesia tergolong cukup tinggi. Perempuan memiliki suatu tanggung jawab untuk memberikan kontribusi dalam ekonomi keluarganya. Tanggung
1Subdirektorat rumah tangga, perempuan dan lak i-lak i di Indonesia 2017, (Badan Pusat statistic rumah Tangga, 2018) h. 7
2https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160308121332-277-116053/wanita- karier-indonesia-terbanyak-keenam-di-dunia, diakses pada 5 Januari 2019 pukul 22.00
2
jawab perempuan itu tercermin dalam satu istilah yang berkembang pada masyarakat terkait sumbangan pendapatan suami dan istri dalam rumah tangga masyarakat Jawa yang disebut dengan istilah duwit lanang lan duwit wedok. Status yang demikian menjadikan peran perempuan sebagai anggota keluarga menjadi penting, terutama dalam ekonomi keluarga.3
Tidak seperti zaman dahulu pada periode-periode sebelumnya dalam sejarah, perempuan tersembunyi dari publik dan terpingit dalam rumah. Dimana realitas pengaruh jahiliyah cukup kuat sehingga menjadikan pandangan yang negatif terhadap perempuan. Satu elemen dalam masyarakat Muslim yang telah dilupakan dan yang sebetulnya dapat menceritakan kepada kita sesuatu yang konkret tentang peran perempuan dalam sejarah adalah partisipasi mereka dalam aspek ekonomi dan komersial masyarakatnya.4
Seorang perempuan dapat mengekspresikan dirinya bukan hanya dari sifat keibuan yang merupakan peran terpenting yang dimiliki dan dilakukan oleh perempuan, namun juga dari peran kemanusiaan dalam kehidupannya. Dalam aktivitasnya ia adalah manusia yang memiliki akal, keinginan dan perasaan serta mempunyai potensi dinamis dalam kehidupan. 5
Islam membuka untuk perempuan melalui ketidakharusannya bekerja di dalam rumah. Pernyataan ketidakharusan disini yaitu guna memenuhi kebutuhan hidup di luar rumah atau keikutsertaannya dalam
3Frida nur Rizkia, Peran Perempuan dalam Meningk atk an Perek onomian Keluarga melalui program p2wkss, di sumber gamol, Balecatur, gamping, Sleman”, skripsi, Universitas Negri Yogyakarta, 2017, h. 13
4Mai Yamani, Feminisme dan Islam: Perspek tif Huk um dan Sastra, terj. Purwanto, (Bandung: penerbit Nuansa, 2000), h. 53
5 Sayid Muhammad Husain Fadhlullah, Dunia Wanita dalam Islam, terj. Dunya al- mar’ah,(Jakarta:pt. Lentera Basritama, 2000),h. 40
melaksanakan tanggung jawab amar ma’ruf nahi munkar. Secara nyata meluaskan tugasnya sebagai ibu dan sebagai pengatur rumah serta partisipasinya dalam memenuhi nafkah keluarga.
Sesungguhnya Islam dengan meringankan beban perempuan mengakui akan peran perempuan dalam membangun kehidupan dan memberikan kesempatan kepadanya turut serta secara praktis dalam proses pembangunan itu.6 Bahwa Islam mengakui karya dan peran perempuan serta memberikan ganjaran dengan porsi yang sama dengan kaum pria, tetapi Islam lebih melihat kepada hasil kerja seseorang terlepas apakah ia pria tau wanita.7Karena perempuan juga memiliki hak bekerja di segala bidang pekerjaan yang legal. Perempuan berhak menikmati usahanya sebagaimana pria juga berhak menikmati usahanya. Dan tidak seorang pun memiliki kekuasaan atas apa yang dimiliki oleh perempuan atas usahanya. Di dalam surah an-Nisa ayat 32 di nyatakan :
ا َ لَو ا ا َل َّضَفااَماْاۡوَّنَمَتَت اه َّللّٱ
ِهِب ا ا ٞبي ِصَناِلاَجِ رلِ لاٖۚ ضۡعَباَٰ َعَلاۡمهكَضۡعَب ۦا
ااَّمِ م ا ْاوهب َسَتۡكٱ ااَّمِ ما ٞبي ِصَناِءٓا َسِ نلِلَو ا
انَ ۡبَسَتۡكٱ ا
ا ۡسَو اْاوهل اَ َّللّٱ ا انِم
ِهِل ۡضَف انٓۦا ا َّنِإ اَ َّللّٱ ااٗميِلَعاٍءۡ َشَاِ لهكِباَنَكَ ا ٣٢
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”
6 Sayid Muhammad Husain Fadhlullah, dunia wanita dalam Islam, terj. Dunya al- mar’ah, h. 43
7Aprion Efendi, ek sistensi wanita dalam perspek tif Islam, dalam jurnal Muwazah, vol. 5, no 2, Desember 2013
4
Perempuan dalam membantu untuk mencukupi ekonomi dirinya maupun keluarga sangat memegang peranan penting, karena dalam hal ini antara perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk memenuhi kebutuhan ekonominya melalui bekerja sehingga tak jarang posisi perempuan menjadi polemik di tengah masyarakat, yang mana perempuan mengalami hal yang dilematis dimana mereka harus mempertahankan dapur supaya tetap mengepul atau turut terjun kelapangan pekerjaan.
Pro dan kontra dalam hal ini banyak terjadi, seperti syaikh Muhammad Mutawalli Sya’rawi berkata,”perempuan ketika bekerja tidak akan mengurangi penderitaan laki-laki bahkan dia sendiri bertambah menderita, karena laki-laki tidak bisa mengambil setengah pekerjaannya di luar. Kemudian dia beralasan untuk menambah pendapatannya, bahwa hal itu salah, karena manusia tidak dibatasi harus hidup dalam tingkatan tertentu kemudian dia harus menanggung pemasukan untuknya”
Pendapat yang lain yang mengemukakan tidak setujunya bahwa perempuan di Timur sangat menjunjung kemuliaan dan keutamaan.
Secara umum tidak ada seorang pun yang bisa mengangkat tangan kepada perempuan (memukul) di jalan, dan seorang tentara pun tidak berani berbuat jahat kepada perempuan bangsa manapun, walaupun di tengah-tengah kekacauan. Dan di Timur seorang laki-laki melihat istrinya dengan pandangan dan pemeliharaan. Perhatian terhadap ibu menempati derajat ibadah.8
8Syaikh Ali Al-Qadhi, rumah tanggak u k arirk u, wahai wanita k arir tahukah letak k esalahanmu?, terj. Toha Ma’ruf dan Saiful Hadi, (Jakarta: Mustaqim, 2002) h. 166
Di Timur, kita tidak akan menemukan seorang laki-laki yang mengharuskan istrinya bekerja, yatu agar dia mendapat manfaat atas kerjanya.9
Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili memaparkan dalam kitab tafsirnya Al-Munir (Aqidah, Syari’ah, Manhaj) bahwa dalam surah an-Nahl ayat 97
اۡنَم اههَّنَيِيۡحهن َلَفاٞنِمۡؤهماَوههَواٰ َثَنهأاۡوَأاٍرَكَذانِ مااٗحِلٰ َصا َلِمَع ا ۥا
اٗةٰوَيَح
اۡج َ
أاۡمههَّنَيِزۡجَ َلََوا ٗةَبِ يَط اَنوهلَمۡعَياْاوهن َكَااَما ِنَسۡح َ
أِبامههَر ٩٧
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”
Beliau menafsirkan ayat ini bahwa ini merupakan dorongan bagi laki-laki dan perempun untuk bersemangat menunaikan amal- amal ketaatan dan kewajiban-kewajiban agama. Selanjutnya Allah Swt mendorong dan memotivasi orang-orang mukmin untuk mengaktualisasikan setiap hal yang menjadi bagian dari syari’at-syariat Islam. Ibnu Abbas dan sejumlah ulama lain menafsirkan dengan rezeki yang halal lagi baik.10
9Syaikh Ali Al-Qadhi, rumah tanggak u k arirk u, wahai wanita k arir tahuk ah letak k esalahanmu?, terj. Toha Ma’ruf dan Saiful Hadi, (Jakarta: Mustaqim, 2002) h. 167
10Wahbah az-Zuhaili, Tafsir al-Munir (aqidah, syari’ah, manhaj), terj. Abdul Hayyie al-Kattani, Mujiburrahman Subadi, Muhammad Mukhlisin,(Depok, gema insani, 2015), h. 471
6
Dan ada juga yang berpendapat perempuan dapat mengambil pekerjaan di luar rumah selama tanggung jawab dirinya sebagai ibu dan istri terpenuhi kewajibannya. Serta mendapat izin dari suaminya.11
Berangkat dari beberapa pro dan kontra di atas penulis tertarik untuk menjadikan tema ini sebagai penelitian dalam skripsi ini. Dengan mengambil ayat-ayat di dalam Al-Qur`an dan menkomparasikan pandangan mufassir-mufassir pertengahan dan kontemporer. Dengan tujuan menjadikan peran perempuan dalam membangun ekonomi bukan sesuatu asing lagi di dunia dan di Indonesia khususnya.
Pada penelitian skripsi ini penulis akan merujuk kepada kitab- kitab tafsir pertengahan dan kontemporer. Dengan kitab tafsir al-jâmi’
li ahkâm Al-Qur`an karya al-Qurthubi untuk kitab tafsir pertengahan, kitab tafsir al-Sya’rawî karya Mutawalli Sya’rawi dan tafsir al-Misbâh karya Muhammad Quraish Shihab untuk tafsir kontemporer. Tafsir klasik yaitu tafsir yang muncul pada abad 3 Hijriyah sampai 8 hijriyah, kitab-kitab tafsir pada masa ini bersamaan dengan maraknya kodifikasi hadis-hadis nabi sehingga hal ini juga mencerminkan pola tafsir yang menjadikan tafsir sebagai salah satu rujukan primer dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur`an.12 Sumber tafsir pada periode ini adalah Al- Qur`an, Hadis-hadis Nabi, riwayat para sahabat, riwayat para Tabi’in, riwayat para tabi’ tabi’in, ijtihad mufassir dan cerita dari ahli kitab.
Secara garis besar kitab tafsir pada periode ini yaitu al-Ma’tsur.
11 Sayid Muhammad Husain Fadhlullah, dunia wanita dalam Islam, terj. Dunya al-
mar’ah, h. 58
12M. Isa HA Salam dan Rifqi Muhammad Fathi, Pemetaan k ajian Tafsir Al-Qur`an pada Program Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatulloh Jak arta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyak arta, (Jakarta: Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta, 2011), h. 17
Mufassir pada periode ini antara lain al-Thabari dengan tafsirnya Jami’
al-Bayan fi Tafsir Al-Qur`an atau lebih dikenal tafsir al-Thabari.13 Tafsir pertengahan yaitu yang muncul pada abad ke 9 Hijriyah sampai 12 H. periode pada tafsir ini adalah periode penulisan tafsir gelombang kedua dan pemisahannya dari kitab hadis. Periode ini muncul sejak kemunduran Islam (runtuhnya Baghdad) sampai terjadinya perang salib. Sumber rujukan tafsir pada periode ini hampir sama seperti periode klasi, hanya saja pada periode pertengahan ini menggunakan kutipan-kutipan mufassir sebelumnya. Bentuk tafsir pada abad ini mayoritas perpaduan antara tafsir bi al-Ma’tsur dan al- Ra`yi. Mufassir pada periode pertengahan antara lain al-Qurthubi dengan tafsir al-Jami’ li Ahkam Al-Qur`an dan juga ada al-Alusi dengan tafsirnya Ruh al-Ma’ani fi Tafsir Al-Qur`an al-Azim al-Sab’ al- Mathani 14
Tafsir kontemporer yaitu muncul pada abad 17 Hijriyah sampai sekarang. Pada periode ini ditandai dengan adanya kajian-kajian tafsir dengan menggunakan perangkat atau metodologi dari barat. Bentuk penafsiran pada abad ini cenderung menggunakan penalaran ilmiah.
Mufassir abad kontemporer ini antara lain yang berasal dari Indonesia yaitu Muhammad Quraish Shihab dengan tafsir al-Misbah.15
Pengambilan dua periode tafsir pada penelitian ini bertujuan agar mengetahui bagaimana penafsiran dan perkembangan tentang
13M. Isa HA Salam dan Rifqi Muhammad Fathi, Pemetaan k ajian Tafsir Al-Qur`an pada Program Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatulloh Jak arta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyak arta, (Jakarta: Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta, 2011), h. 18-19
14M. Isa HA Salam dan Rifqi Muhammad Fathi, Pemetaan k ajian Tafsir Al-Qur`an pada Program Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatulloh Jak arta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyak arta, (Jakarta: Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta, 2011), h. 19
15M. Isa HA Salam dan Rifqi Muhammad Fathi, Pemetaan k ajian Tafsir Al-Qur`an pada Program Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatulloh Jak arta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyak arta, (Jakarta: Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta, 2011), h. 23-24
8
peranan perempuan dalam perekonomian keluarga dari masa pertengahan dan kontemporer. Pemilihan tafsir al-Qurthubi karena penafsiran dalam kitab tafsir al-Qurthubi sangat luas dalam mengkaji ayat-ayat hukum dan memberikan kupasan bahasa secara detail sehingga mempermudah penulis dalam melakukan penelitian. Dan pengambilan tafsir kontemporer asy-Sya’rawi karena beliau dikategorikan sebagai mufassir bi al-ma’tsur, banyak dijumpai di penafsirannya bahwa beliau kadang berpendapat bahwa di antara beberapa surah ada keterkaitan antara satu dengan yang lainnya dan secara rinci menuturkan makna dan hikmah dari suatu ayat sehingga memudahkan penulis dalam melaksanakan penelitian. Dan pengambilan tafsir al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab karena kitab tafsir ini merupakan salah satu tafsir kontemporer yang berbahasa Indonesia dan juga tafsir yang mengelompokkan ayat sesuai dengan tema-tema tertentu sehingga memudahkan bagi penulis dalam melakukan penelitian.
B. Identifikasi Masalah
Setelah melihat pemaparan di atas, muncul beberapa masalah yang perlu di bahas secara mendalam. Di antaranya yaitu :
1. Pada kenyataannya, banyak perempuan di dunia ini dan dunia Islam, mengambil peran ekonomi, baik untuk dirinya sendiri atau keluarganya.
2. Ada pro kontra di dalam Islam, tentang apakah perempuan boleh memiliki peran ekonomi atau tidak?
3. Berbagai dampak bagi perempuan dalam segala aspek kehidupan atas kondisi ekonomi.
4. Ada banyak model penafsiran tentang peran perekonomian perempuan
5. Periode tafsir yang berbeda sehingga mempengaruhi penafsiran
C. Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah dalam skripsi ini dibatasi pada penafsiran ayat-ayat Al-Qur`an terkait peran ekonomi perempuan dalam ekonomi keluarga, dalam Tafsir al-Qurthubi, Tafsir asy-Sya’rawi dan Tafsir al- Misbah dan dibatasi pada lima ayat yaitu QS. An-Nahl [16]: 97, QS.
An-Nisa [4]: 32, QS. An-Nisa [4]: 124, QS. Ibrahim [14]: 7, dan QS.
Al-Isra [17]: 27.
D. Perumusan Masalah
Dari masalah yang sudah dibatasi, masalah penelitian ini dirumuskan dengan redaksi pertanyaan berikut: “Bagaimana penafsiran ayat-ayat Al-Qur`an terkait peran perempuan dalam ekonomi keluarga menurut tafsir al-Qurthubi, Tafsir asy-Sya’rawi dan Tafsir al-Misbah?”
E. Tujuan Penelitian
Sesuai rumusan masalah penelitian di atas, tujuan penelitian ini adalah; “Menganalisis penafsiran ayat-ayat Al-Qur`an terkait peran perempuan dalam ekonomi keluarga dalam tafsir al-Qurthubi, tafsir asy-Sya’rawi dan tafsir al-Misbah.
F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian adalah :
1. Secara teoritis, penelitian di harapkan dapat digunakan untuk memperkaya serta menambah khazanah keilmuan dalam studi
10
ilmu Al-Qur`an terutama pada tema tafsir pertengahan, kontemporer
2. Manfaat praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memotivasi perempuan untuk terus berkarya dan membangun perekonomian keluarga dengan baik dan memberikan dampak positif bagi manusia dan perempuan pada khususnya.
G. Tinjauan Pustaka
Penelitian tentang peranan perempuan yang menjadi objek bukanlah sesuatu yang baru dalam dunia akademik. Dalam menyusun skripsi ini Penulis mendapati beberapa penelitian yang membahas judul yang berbeda namun dalam kajian tema yang hampir sama. Di antara beberapa karya tulis yang terkait dengan penelitian Penulis adalah : 1. Skripsi yang ditulis oleh Tantri Setyo Ningrum dengan judul “
Wacana Istri sebagai pencari nafkah pemahaman Husein Muhammad atas penafsiran QS an-Nisa ayat 32 dan at-Thalaq ayat 6-7”. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Agama pada program studi Ilmu Al- Qur`an dan Tafsir, fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta Tahun 2019.
Penelitian pada skripsi ini yaitu membahas mengenai wacana istri sebagai pencari nafkah di Indonesia, yang kajiannya terfokus kepada Husein Muhammad yang menjadi tokoh utama dalam penelitian skripsi ini.
Persamaan skripsi ini dengan skripsi yang akan penulis teliti yaitu membahas perempuan yang bekerja sebagai pencari nafkah guna meningkatkan pemenuhan keluarga dengan bekerja.
Dan adapun perbedaannya, pada skripsi ini Tantri Setyo Ningrum
mengambil tokoh Husein Muhammad sebagai tokoh yang memberikan pandangan dengan cara mendiskusikannya dan mengemukakan persamaan serta perbedaan dengan para penafsir serta pandangan yang lainnya.
Kontribusi skripsi ini dengan penelitian penulis adalah membantu penulis dalam melakukan penelitian lewat informasi dan data yang belum penulis temukan.
2. Skripsi yang ditulis oleh Husnul Alfia Aulia dengan judul
“Pemikiran Prof. Dr. Hj. Huzaimah Tahido Yanggo mengenai peran Perempuan dalam Islam”. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarja Hukum pada program studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta Tahun 2016.
Pada skripsi ini Husnul Alfia Aulia meneliti tentang peran perempuan dalam Islam dalam hal berkarir dengan mendeskripsikan pandangan Prof. Dr. Hj. Huzaimah Tahido Yanggo terhadap perempuan yang berkarir.
Persamaan skripsi ini dengan skripsi yang akan penulis teliti yaitu kedua skripsi ini sama meneliti tentang peran perempuan dalam Islam khususnya pada peran perempuan yang berkerja. Adapun perbedaannya skripsi yang ditulis Husnul Alfia Aulia ini merupakan dari Fakultas Syariah dan Hukum serta menggunakan pandangan Prof. Dr. Hj. Huzaimah Tahido Yanggo, sedangkan skripsi penulis yaitu merupakan dari Fakultas Ushuluddin dan menggunakan pandangan Mufassir Pertengahan dan Kontemporer sebagai rujukan utama penelitian ini.
3. Tesis yang disusun oleh Helfina Ariyanti dengan judul “Peran Perempuan dalam Al-Qur`an (studi epistemologi penafsiran
12
Amina Wadud dan Zaituna Subhan terhadap isu gender). Tesis ini diajukan sebagai salah satu persyaratan memperoleh gelar Magister studi Islam pada program studi agama dan filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2016
Penelitian ini ditulis berangkat dari ketertarikan Helfina bahwa kajian mengenai perempuan dan isu-isu gender dalam konteks penafsiran menjadi penting untuk dilakukan mengingat masih adanya ketidak sesuaian antara realistas dengan nilai normatif Islam.
Dalam penelitiannya ini Helfina memfokuskan pada kajian perbandingan terhadap penafsiran dua tokoh perempuan yakni Amina Wadud dan Zaitunah Subhan. Yang mana keduanya memiliki kualifikasi dalam kajian tentang Al-Qur`an dan perempuan. Selain konsen terhadap kajian tersebut, keduanya juga memiliki dasar pendidikan tinggi dan bergelut dalam kajian Islam16, serta aktiv menyoroti isu-isu ketidakadilan gender terutama terhadap perempuan.
Persamaan tesis ini dengan skripsi yang akan penulis kaji adalah sama-sama memiliki pembahasan tentang peran peran perempuan dalam Al-Qur`an. Sedangkan perbedaannya yaitu dalam skripsi yang akan penulis kaji pembahasannya lebih mengkhususkan kepada peran perempuan dalam perekonomian keluarga.
4. Tesis yang ditulis oleh Nurul Ilmah Na’fiah dengan judul “Peranan Perempuan dalam Rumah Tangga menurut Al-Qur`an surat an-
16Amina Wadud menempuh gelar MA dalam studi ketimuran dan gelar Ph.D dalam bidang studi Islam dan Bhaasa Arab dari University of Michigan. Sementara itu Zaitunah Subhan pernah menempuh S1 di jurusan Perbandingan Agama IAIN Sunan Ampel Surabaya, Tafsir Hadis di Universitas al-Azhar Kairo, dan doktor di bidang studi Agama Islam.
Nisa’ ayat 34 (studi komparasi tafsir asy-sya’rawi karya muhammad mutawalli al-sya’rawi dan tafsir ibn kathir karya ibn kathir). Tesis ini diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Magister dalam Program studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya Tahun 2018.
Dalam penelitiannya ini Nurul Ilmah Nafi’ah meneliti peran perempuan dalam rumah tangga yang fokusnya pada peran perempuan sebagai ibu dan istri. Lalu menggunakan penafsiran Asy-Syarawi dan Ibn Katsir terhadap peranan perempuan dalam Rumah Tangga yang kemudian akan dikomparasikan persamaan dan perbedaannya keduanya.
Persamaan tesis ini dengan skripsi yang penulis teliti yaitu memiliki kesamaan dalam hal peran perempuan menurut Al- Qur`an yang di dalam tesis ini juga menggunakan tafsir asy- Sya’rawi sebagai salah satu rujukan kitab tafsirnya.
Adapun perbedaannya pada thesis ini Nurul Ilmah Na’fiah mengkhususkan pada mengkaji QS an-Nisa ayat 34 dengan mengkomparasikan penafsiran asy-Syarawi dan Ibn Katsir.
Kontribusi dengan penelitian penulis adalah membantu penulis dalam melakukan penelitian dengan infomasi dan data yang ada dalam thesis ini yang belum penulis temukan.
5. Buku yang berjudul Fiqih Perempuan Kontemporer yang ditulis oleh Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo. MA. Yang diterbitkan oleh Al-Mawardi Prima pada Bulan November tahun 2014.
Buku ini membahas kiprah perempuan pada zaman modern ini, salah satunya adalah tentang bagaimana perempuan mengelola ekonomi rumah tangga. Yang di dalamnya dijelaskan bagaimana
14
seorang istri harus bersikap dalam mengelola uang pemberian suami, bagaimana harus berlaku hemat.
Pada buku ini juga dijelaskan tentang hukum Islam dalam melindungi perempuan atas akses dan control terhadap sumber ekonomi yang dimilikinya.
Kontribusi buku ini dengan penelitian penulis adalah membantu penulis dalam melaksanakan penelitian sebagai salah satu referensi dan pembahasan yang berkaitan dengan penelitian penulis.
6. Artikel yang ditulis oleh Achmad Syarifudin dengan judul “Peran strategis Kaum Perempuan dalam Mewujudkan Masyarakat Religi”. Yang dikeluarkan oleh jurnal kajian Gender dan Anak, Volume 12, nomor 01, Juni 2017.
Dalam artikel ini memaparkan bagaimana peranan seorang Perempuan sangatlah penting dalam mewujudkan masyarakat religi dengan menjalankan hak dan kewajibannya sebagai seorang khalifah dan hamba. Dan juga kodrat perempuan yang lembut, halus serta emosional sering dijadikan alasan untuk mereduksi berbagai peran perempuan di dalam keluarga dan masyarakat.
Di dalam keluarga perempuan juga dapat berperan sebagai ibu, istri dan anak. Semua peran tersebut menuntut adanya tugas sesuai dengan perannya yang mana peran tersebut juga merupakan keistimewaan bagi perempuan.
7. Artikel yang ditulis oleh Nur Hidayah dengan judul “Reinterpretasi Hak-Hak Ekonomi Perempuan Dalam Islam” yang dikeluarkan oleh jurnal Ahkam: Volume 17 Nomor 1, Januari 2014 Fakultas Syariah dan ekonomi Islam IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten.
Dalam artikel ini memuat tentang bagaimana Islam memberikan kesamaan hak antara laki-laki dan perempuan termasuk dalam bidang ekonomi. Bahwa di dalam Al-Qur`an terdapat landasan dasar hak-hak ekonomi Perempuan, seperti Hak Maskawin, Hak waris, serta Hak bekerja dan memperoleh penghasilan.
Kontribusi dengan penelitian penulis yaitu membantu penulis dalam melakukan penelitian seperti menjadi rujukan tentang hak-hak ekonomi perempuan dalam Islam baik sebelum maupun sesudah adanya Islam.
8. Artikel yang ditulis oleh Rianawati dengan judul “Sejarah keterlibatan Perempuan Islam dalam bidang Ekonomi Islam” yang dikeluarkan oleh Raheema Jurnal studi Gender dan Anak IAIN Pontianak, Desember 2016.
Dalam artikel ini mengemukakan dalam sejarah memiliki bukti banyak perempuan pada masa Rasulullah yang bekerja demi meningkatkan perekonomian keluarga khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Pada artikel ini juga memuat kondisi perempuan pra Islam, hak-hak asasi perempuan pada masa kedatangan Islam, keterlibatan perempuan Islam pada bidang ekonomi, dan pandangan Islam terhadap perempuan yang bekerja.
Kontribusi dengan penelitian penulis adalah artikel ini menjadi rujukan penulis dalam melakukan penelitian dan memudahkan penulis dalam penelitian dengan membantu penulis lewat Informasi dan data pada artikel ini.
16
H. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah Library Research (penelitian pustaka) yakni pengumpulan data dengan cara membaca, menelaah buku dan literatur lainnya yang berhubungan dengan skripsi.
2. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam meneliti proposal ini ada dua, meliputi data primer dan data sekunder,
a. Data primer, bersumber dari kitab tafsir al-jâmi’ li ahkâm Al- Qur`an karya al-Qurthubi untuk kitab tafsir pertengahan, kitab tafsir al-Sya’rawî karya Mutawalli Sya’rawi dan tafsir al- Misbâh karya Muhammad Quraish Shihab untuk kitab tafsir Kontemporer.
b. Data Sekunder, bersumber dari kitab-kitab tafsir yang lain dan buku-buku penunjang yang lain seperti : Kitab Shahih Muslim, Kitab Shahih Bukhori, Sunan Tirmidzi, Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, dan Tafsir Al-Qur`an Tematik Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an, dan sebagainya
3. Teknik Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Library Research, maka teknik pengumpulan data yang dipakai adalah teknik dokumentatif yakni dengan mengumpulkan data, membaca, menelaah buku dan literatur lainnya yang berhubungan dengan judul skripsi.
4. Metode Analisis Data
Penelitian ini terkait satu tema, yaitu tentang Peran Perempuan dalam ekonomi keluarga. Karena itu pendekatan penelitian ini adalah pendekatan tafsir tematik. Yang langkah awalnya adalah mencari kata-kata kunci dalam Al-Qur`an yang terkait dengan Peran Perempuan dalam keluarga. Lalu kemudian dicari ayat-ayat yang terkait dengan kata kunci tersebut. Dalam hal ini tentang penafsirannya, peneliti tidak menafsirkan sendiri secara bebas, melainkan merujuk pada tiga kitab tafsir, yaitu Tafsir al-Qurthubi, Tafsir asy-Sya’rawi dan Tafsir al-Misbah. Baru kemudian, tulis bahwa penelitian ini juga, terutama di dalam menganalisa maupun menuliskan nya, menggunakan metode deskriptif, analitis dan komparatif.
I. Teknik dan Sistematika Penulisan
Teknik penulisan pada penelitian ini merujuk kepada pedoman yang diberlakukan di Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta tahun 2017.
Dan sistematika penulisan bertujuan untuk memberikan arah yang tepat dan tidak memperluas objek penelitian agar memperoleh suatu hasil yang utuh, maka dalam penyusunan ini peneliti menggunakan sistematika perbab yang dibagi menjadi lima bab, dengan gambaran sebagai berikut :
Bab pertama, berisi pendahuluan. Bab ini mencakup latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan penelitian, dan kegunaan penelitian, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, serta teknik dan sistematika penulisan.
Bab kedua, berisi landasan teori hal-hal yang berkaitan tentang Peran Perempuan dalam ekonomi Keluarga
18
Bab ketiga, berisi Tinjauan umum Tafsir Al-Qurthûbi, Tafsir Asy-Sya’râwi dan Tafsir Al-Misbah
Bab kempat, yaitu berisi penafsiran para mufassir terhadap ayat-ayat yang terkait tersebut. Selanjutnya penulis menganalisa penafsiran dari para mufassir.
Bab kelima, merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan dan saran-saran. Pada bab ini merupakan langkah terakhir penulis dalam melakukan penelitian, dimana bab ini penulis berharap mampu memberikan kontribusi yang berarti berupa kesimpulan serta saran- saran yang dapat mendorong inspirasi bagi peneliti berikutnya.
19 BAB II
PERAN PEREMPUAN DALAM ISLAM
A. Perempuan dalam Al-Qur`an
Ada Berbagai macam istilah yang digunakan Al-Qur`an terhadap perempuan misalnya kata al-Nisa, al-Mar`ah, al-Untsa termasuk pula status yang diberikan kepada perempuan seperti istri (al- Zawjah), ibu (al-Umm), saudara perempuan (al-Ukht), muslim perempuan (al-Muslimat), dan perempuan beriman (al-Mukminah)1
Dari berbagai istilah tersebut, ada beberapa istilah yang digunakan dalam Al-Qur`an dapat dipaparkan, sebagai berikut.
1. Kata an-Nisa menurut etimologi bahasa di ambil dari kata
ي س ن
yang artinya ada dua yaitu melupakan sesuatu dan meninggalkan sesuatu. Sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah QS. At- Taubah ayat 67)
َ نوُقِفَٰ نُم ۡ لٱ
َُتَٰ قِفَٰ نُم ۡ لٱ ََ و
َِبَ نوُرُم ۡ َ
أ يَ ٖۚ ضۡع بَ ۢنِ مَمُه ُضۡع ب
َِر كنُمۡلٱ
َ
َ ِن عَ نۡو هۡن ي و
َِفوُرۡع م ۡ لٱ
َ نَۡۚۡمُه يِدۡي أَ نو ُضِبۡق ي و َ
َ او ُس
َ
َ َللّٱ
َ يِس ن ف َ
َۡۚۡمُه
َ َنِإ
َ يِقِفَٰ نُم ۡ لٱ
َ
َُمُه
َ نوُقِسَٰ فۡلٱ
َ ٦٧
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma´ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.
1Zaitunah Subhan, Al-Qur`an dan Perempuan Menuju kesetaraan Gender dalam penafsiran,(Jakarta: Prenadamedia Group, 2015), h. 11
Kata An-Nisa memiliki arti perempuan. Kata An-Nisa dalam berbagai bentuknya terdapat dalam 55 ayat dan terulang sebanyak 59 kali dalam Al-Qur`an.2 Dari kata An-Nisa memiliki kecendrungan pengertian dan maksud, antara lain : a. Kata An-Nisa dalam arti gender perempuan terdapat dalam
AlQur`an Q.S An-Nisa ayat 7
َِلا جِ رلِ ل
َ ك ر تَ اَمِ مَ ٞبي ِص ن َ
َِنا ِلَِٰ و ۡلٱ
ََ و
َ نوُب رۡق ۡ لۡٱ
َِءٓا سِ نلِل و َ
َ
َ ك ر تَاَمِ مَ ٞبي ِص ن
َِنا ِلَِٰ و ۡلٱ
ََ و
َ نوُب رۡق ۡ لۡٱ
َۡۚ ُث كَۡو أَُهۡنِمَ َل قَاَمِم َ
َا ٗضوُرۡفَمَاٗبي ِص ن ٧
Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan
Kata an-Nisa dalam ayat ini menunjukan gender atau jenis kelamin perempuan. Porsi pembagian hak dalam ayat ini tidak semata-mata ditentukan oleh realitas biologis sebagai perempuan atau laki-laki, melainkan berkaitan erat dengan realitas gender yang ditentukan oleh faktor budaya yang bersangkutan.3
b. Kata An-Nisa dalam arti istri-istri, seperti dalam Q.S Al- Baqarah ayat 222 dan ayat 223
2Zaitunah Subhan, Al-Qur`an dan Perempuan Menuju kesetaraan Gender dalam penafsiran,h. 15-16
3Zaitunah Subhan, Al-Qur`an dan Perempuan Menuju kesetaraan Gender dalam penafsiran,h. 17
21
َُؤٓا سِن
َۡمُك
َ اوُمِ د ق وَۡۖۡمُتۡئِشَ َٰ َنَّ أَۡمُك ثۡر حَ اوُتۡأ فَۡمُكَلَ ٞثۡر ح َ
َ وَ ۡۚۡمُكِسُفن ِلۡ
َ اوُقَتٱ
َ
َ َللّٱ
ََ و
َ آوُم لۡعٱ
َِ ِ شّ ب وَ ُُۗهوُقَٰ لُّمَ مُكَن أ َ
َ يِنِمۡؤُم ۡ لٱ
َ ٢٢٣
Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok- tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui- Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.
Kata an-Nisa dalam contoh di atas diartikan dengan istri-istri, sebagaimana halnya kata al-Mar`ah sebagai bentuk mufrod dari kata An-Nisa , yang hampir seluruhnya berarti istri.
Misalnya kata Imra`ah Luth, Imra`ah Fir’aun dan Imra`ah Nuh,4 seperti contoh dalam QS. At-Tahrim ayat 11 :
َ ب ضَ و
َ
َُ َللّٱ
َ
َ اوُن ما ءَ نيِ َلَِّ لَ ٗ لٗ ث م
َ ت أ رۡمٱ
َ
َ نۡو عۡرِف
َ ۡت لا قَۡذِإ َ
َ ِ ب ر
َِنۡبٱ
َ ِفَِاٗتۡي بَ ك دنِعَ ِلِ َ
َِةَن ۡ لۡٱ
َ ع وَ نۡو عۡرِفَنِمَ ِنِِ ن و َ
َِهِل م ۦَ
َ نِمَ ِنِِ ن و
َِمۡو قۡلٱ
َ يِمِلَٰ َظلٱ َ
َ ١١
Dan Allah membuat isteri Fir´aun perumpamaan bagi orang- orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus,
4 Zaitunah Subhan, Al-Qur`an dan Perempuan Menuju kesetaraan Gender dalam
penafsiran,h. 18
dan selamatkanlah aku dari Fir´aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.
Pada ayat ini mengisahkan istri Fir’aun yaitu Asyiah perempuan Shalihah yang patut diteladani sepanjang masa. Asyiah merupakan yang cantik, orang yang paling disayang dan dimanja oleh Fir’aun, meskipun demikian tidak berarti dia patuh kepada suaminya. Walaupun Fir’aun mengakui dirinya adalah tuhan akan tetapi Asyiah tidak pernah mau menyembah Fir’aun, bahkan dia secara sembunyi-sembunyi selalu mengakui adanya tuhan.5
2. Al-Mar`atu/ al-Imra`atu
Kata imra`ah dalam Al-Qur`an terulang sebanyak 26 kali, 4 kali diartikan seorang perempuan dan 22 kali diartikan istri. Kata al- Mar`ah secara khusus terpakai dalam makna istri kecuali dalam dua ayat pada QS. An-Nisa ayat 12 dan QS. An-Naml ayat 23. Dalam hal ini setiap laki-laki dan perempuan memiliki tugas untuk saling memberi ketenangan dan kenyamanan. Dengan kata lain, mereka harus saling memberikan kebahagiaan.6
Rumah tangga yang aman dan damai adalah gabungan di antara tegapnya laki-laki dan halusnya perempuan. Laki-laki mencari nafkah dan perempuan mengurus rumah tangga. Rumah tangga tidak akan harmonis kalau di dalamnya hanya berdasarkan kemauan laki-laki saja. Demikian juga sebaliknya, rumah tangga tidak akan berdiri kalau hanya kehalusan dan lemah lembut perempuan. Kerjasama dan kombinasi dua karakter akan sangat
5Sumiyati, Tipe Wanita Muslimah “kajian atas kisah-kisah Wanita dalam Al- Qur`an”, Skripsi UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta, 2010, h. 29-30
6 Zaitunah Subhan, Al-Qur`an dan Perempuan Menuju kesetaraan Gender dalam
penafsiran,h. 27
23 berpengaruh secara positif terhadap perkembangan keluarga, terutama anak-anak.7
Perempuan sebagai istri memiliki peran yang sangat penting. Istri yang bijaksana menjadikan rumah tangganya sebagai tempat yang paling aman dan menyenangkan bagi suami.
Perempuan sebagai pendamping suami, memiliki tugas memenuhi kewajibannya terhadap suami, mendukung semangat keberhasilan suami dalam berbagai hal dan mendoakan suami.8
selain itu, perempuan sebagai istri ada kewajiban yang harus dilaksanakan terhadap suami, kewajiban pertama, suami wajib ditaati selama tidak bertentangan dengan ajaran agama.
Kedua, menjaga rahasia suami dan kehormatan dirinya saat suami tidak ada di rumah.
ketiga, menjaga harta suami, betapa pentingnya kewajiban ini Rosululloh Saw bersabda :
ا ن ثَد ح
َ وُب أ
َِنا م لْا َ
َ ا ن بَ خ أ
َ
َ ب ي عُش
َ ا ن ثَد ح
َ وُب أ
َِدا نِ زلا َ
َ
َ ن ع
َ
َِج ر ع لۡا
َ
َ ع
َ ن
َ
َ ِب أ
َ
َ ة ر ي رُه
َ
َ ِض ر
َ
َُ َللّا
َ
َُه ن ع
ََن أ
َ
َ لوُس ر
َ
َِ َللّا
َ
َ ص
ََلّ
َ
َُ َللّا
َ
َِه ي ل ع
َ
َ مَل س و
َ
َ لا ق
َ
َ ل
َ
َُّلِ يَ
َ
َِة أ ر م لِل
َ
َ ن أ
َ
َ مو ُص ت
َ ا هُج و ز و
َ
َ دِها ش
َ
َ َ لِإ
َِهِن ذِإِب َ
َ
َ ل و
َ
َ ن ذ أ ت
َِفِ َ
َِهِت ي ب َ
ََِإ
َ َ ل
َ
7Huzaimah Tahido Yanggo, Fiqih perempuan kontemporer,h. 144
8 Achmad Syarifudin, Peran Strategis Kaum perempuan dalam Mewujudkan Masyarakat Religi.h. 29
َِهِن ذِإِب
َ ا م و
َ
َ ت ق ف ن أ
َ
َ نِم
َ ة ق ف ن َ
َ
َ ن ع
َِ ي غ َ
َِهِر م أ َ
َُهَنِإ ف َ
َ ىَد ؤُي
َ
َِه لِْإ
َ
َُهُر ط ش ر (
َهاو
يرابخ
9
)
"Tidak halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sementara sementara suaminya ada di rumah, kecuai dengan seizinnya. Dan tidak boleh mengizinkan seseorang masuk ke dalam rumahnya kecuali dengan seizinnya. Dan sesuatu yang ia infakkan tanpa seizinnya, maka setengahnya harus dikembalikan pada suaminya."
3. Ibu (al-Umm)
Anugrah dan kemuliaan terbesar bagi perempuan yang Allah berikan adalah menjadi seorang ibu. Peran seorang ibu dalam mewujudkan kebahagiaan dan keutuhan keluarga sangatlah besar. Salah satu tugas seorang ibu yang utama yaitu sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Sebagaimana sering kita dengar “ibu adalah guru pertama dan utama bagi anak-anaknya” dan peran suami yaitu mengokohkan apa yang telah dibentuk oleh seorang ibu. Perempuan memang Allah siapkan untuk tugas tersebut, baik secara fisik maupun mental. Allah melatihnya sejak ia mengandung seperti merasakan sakit, mual, lemah, pusing serta lainnya.10
Ibu dengan taruhan jiwa raga telah memperjuangkan kehidupan anaknya, sejak anak masih dalam Rahim, lahir hingga
9Muhammad bin Ismail Abu Abdulloh al-Bukhori al-Ja’fi, “Shahih Bukhori”,(Dâr Thouq an-Najâh, 1422 H),juz. 7, h. 30, no. hadis. 5195
10 Achmad Syarifudin, Peran Strategis Kaum perempuan dalam Mewujudkan Masyarakat Religi. H. 28
25 menjadi dewasa. Itulah alasan mengapa Islam memberikan kedudukan tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan ayah.11
َ ِن بَ ِعا ق ع ق لاَ ِن بَ ة را مُعَ ن عَ ريِر جَا ن ثَد حَ ديِع سَ ُن بَُة ب ي تُقَا ن ثَد ح
َ لا قَُه ن عَُ َللّاَ ِض رَ ة ر ي رُهَ ِب أَ ن عَ ة ع رُزَ ِب أَ ن عَ ة مُ بَُش
َ لِِإَ لُج رَ ءا ج
َ ِساَلناَ ُّق ح أَ ن مَِ َللّاَ لوُس رَا يَ لا ق فَ مَل س وَِه ي ل عَُ َللّاَ َلّ صَِ َللّاَ ِلوُس ر
ََمُثَ لا قَ ن مََمُثَ لا قَ كُّم ُ
أََمُثَ لا قَ ن مََمُثَ لا قَ كُّم ُ
أَ لا قَ ِتِ با ح صَِن سُ ِبِ
ََمُثَ لا قَ ن مََمُثَ لا قَ كُّم ُ أ
َ كوُب أ يرابخَهاور (
12
)
telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Jarir dari 'Umarah bin Al Qa'qa' bin Syubrumah dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dia berkata; "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?"
beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?"
beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "kemudian siapa lagi?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" dia menjawab: "Kemudian ayahmu.
keibuan adalah rasa yang dimiliki oleh setiap wanita, karenanya wanita selalu mendambakan seorang anak untuk menyalurkan rasa keibuan tersebut. Mengabaikan potensi ini, berarti mengabaikan jati diri wanita. Pakar-pakar ilmu jiwa
11Siti Ermawati, Peran Ganda Wanita Karier, (konflik Peran Ganda Wanita Karier ditinjau dalam Prespektif Islam), dalam Jurnal Edutama, vol. 2, no. 2, Januari 2016
12Muhammad bin Ismail Abu Abdulloh al-Bukhori al-Ja’fi, “Shahih Bukhori”,(Dâr Thouq an-Najâh, 1422 H), juz 8, h. 2, no. Hadis 5971
menekankan bahwa anak pada periode pertama kelahirannya sangat membutuhkan kehadiran ibu-bapaknya.
Di sisi lain, Para ilmuwan juga berpendapat bahwa, sebagian besar kompleks kejiwaan yang dialami oleh orang dewasa adalah akibat dampak negatif dari perlakuan yang dialaminya waktu kecil. Oleh karena itu, dalam rumah tangga dibutuhkan seorang penanggung jawab utama terhadap perkembangan jiwa dan mental anak, khususnya saat usia dini (balita). Disini pula agama menoleh kepada ibu, yang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki sang ayah, bahkan tidak dimiliki oleh wanita-wanita selain ibu kandung seorang anak.13
Ibu dengan segala perhatiannya kepada anak serta keteladannya, serta perhatian anak kepadanya, dapat menciptakan pemimpin-pemimpin dan bahkan dapat membina umat.
Sebaliknya, jika yang melahirkan seorang anak tidak berfungsi sebagai umm, maka umat akan hancur dan pemimpin yang wajar untuk diteladani pun tidak akan lahir.14
Pengungkapan Istilah Ibu dalam al-Qur’ân Di dalam al-Qur’ân terdapat 35 kali penyebutan istilah umm. Penyebutan istilah umm yang berarti ibu terdapat 29 kali penyebutan, sedangkan 6 lainnya tidak menunjuk pada arti ibu.15 Istilah umm pada QS. Luqman ayat 14 :
13M. Quraish Shihab, “wawasan Al-Qur`an, Tafsir Tematik atas pelbagai persoalan Umat”, (Bandung: Mizan Media Utama, 2007),h. 413-414
14M. Quraish Shihab, “Lentera Al-Qur`an, Kisah dan Hikmah kehidupan”, (Bandung: Mizan Media Utama, 2008), h. 211
15Zulhamdani dan Mahfudz Masduki, Ibu dalam Al-Qur`an sebuah kajian tematik, (Yogyakarta: Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga, 2015), dalam jurnal Esensia, vol 16, no. 1, April 2015, h. 2
27
ا نۡي َص و و
َ نَٰ سنِ ۡ َ لۡٱ
َ
َ ُ
أَُهۡت ل حََِهۡي ِلَِٰ وِب
َُهُّم
َُهُلَٰ صِف وَ نۡه وََٰ عَلَاًنۡه و ۥَ
َ ِفِ ۥَ
َِن أَِ ۡي م عَ
َۡرُكۡشٱ
َ
ََ لِِإَ كۡي ِلَِٰ وِل وَ ِلِ
َُي ِص م ۡ لٱ
َ ١٤
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
Kisah ibu Mûsâ dan kisah ibu Maryam menggambarkan keteguhan hati ibu dengan anaknya karena dilandasi ketaatan kepada Allah. Al-Qur’ân tidak hanya menggambarkan sisi religius dan situasi seorang ibu ketika bermunajat dengan penciptanya, namun di sisi lain dimunculkan secara alami naluri seorang ibu yang dianugerahi perasaan kasih sayang dan cinta kepada anaknya.16
Pada kisah ibu Nabi Musa dijelaskan kegundahan hatinya setelah menghanyutkan Nabi Musa, hati ibu Nabi Musa merasa hampa dan gundah. Ibu nabi Musa tidak berdiam diri untuk mencari dan berusaha mencari tahu tentang nasib anaknya, lalu ibu Musa memerintahkan saudari perempuan Nabi Musa untuk mengikuti jejak Nabi Musa untuk mencari tau tentang diri nabi Musa dengan hati-hati.17
Tindakan yang dilakukan ibu Mûsâ dengan menyuruh putrinya untuk mengawasi anaknya merupakan naluri kasih sayang ibu yang terpisah dan khawatir akan keselamatan anaknya. Pergulatan hati
16Zulhamdani dan Mahfudz Masduki, Ibu dalam Al-Qur`an sebuah kajian tematik,h.
10
17 Sumiyati, Tipe Wanita Muslimah “kajian atas kisah-kisah Wanita dalam Al- Qur`an”, h. 32-33