• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORETIS ........................................................................... 15-47

2. Peranan Guru PAUD

Peranan guru PAUD adalah mendidik, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan peserta didik. Guru harus menjadi teladan baik dalam sikap, perkataan, dan perbuatan.13 Peranan guru PAUD juga mencakup berbagai tugas seperti membimbing, menilai, mengajar, melatih, dan mengevaluasi. Ahmad Susanto mengemukakan bahwa peranan guru PAUD terdiri dari enam peranan, yaitu sebagai pengajar, pembimbing, administrator kelas, pengembang kurikulum, pengembang profesi, dan pembina hubungan dengan masyarakat.14 Sementara itu, Prey Katz menjelaskan guru PAUD memiliki peranan sebagai komunikator yang efektif, sahabat, motivator, sumber inspirasi, dan pemegang nilai-nilai, membimbing peserta didik dalam pengembangan sikap dan tingkah laku yang baik, serta penting dalam membentuk perkembangan peserta didik secara menyeluruh.15 Guru harus menjalankan peranannya dengan baik untuk memberikan pengaruh positif kuat dalam kehidupan peserta didik dan membantunya tumbuh dan berkembang secara holistik.

13Yohana Afliani ludo Buan, Guru dan Pendidikan Karakter (Sinergitas Peran Guru dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter di Era Milenial) (Jawa Barat: CV. Adanu Abimata, 2020), h. 4-5.

14Ahmad Susanto, Pendidikan Anak Usia Dini: Konsep dan Teori, h. 66.

15Siti Maimunawati dan Muhammad Alif, Peran Guru, Orang Tua, Metode dan Media Pembelajaran: Strategi KBM di Masa Pandemi Covid-19 (Serang: Penerbit 3M Media Karya Serang), h. 8.

Muhammad Kristiawan menjelaskan peranan guru PAUD dalam melakukan proses pembelajaran pada peserta didik sangat beragam yaitu:

a. Sebagai pendidik dan pengajar

Sebagai pendidik, tugas guru adalah mengarahkan dan mengembangkan sikap dewasa pada peserta didik. Sebagai pengajar, guru harus mampu menjelaskan dan menguraikan materi yang diajarkan dengan cara yang mudah dipahami oleh peserta didik. Untuk menjadi seorang guru yang baik, diperlukan standar kepribadian yang mencakup tanggung jawab, otoritas, kemandirian, dan kedisiplinan.

1) Tanggung jawab artinya seorang guru harus bertanggung jawab terhadap perkataan dan tindakannya.

2) Otoritas artinya seorang guru harus memiliki otoritas yaitu dihormati dan diakui baik di dalam maupun di luar kelas.

3) Kemandirian artinya guru mampu menyelesaikan masalah di sekolah secara mandiri dan tepat.

4) Disiplin yaitu guru harus memiliki sikap tertib dan patuh terhadap peraturan dan norma yang ada.16 Hal ini memberikan gambaran pentingnya tugas dan standar kepribadian bagi seorang guru untuk memastikan keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran.

b. Guru sebagai mediator, sumber belajar, dan fasilitator

Sebagai mediator atau sumber belajar bagi peserta didiknya guru harus memahami materi yang akan diajarkan. Sebagai fasilitator guru juga harus bisa mengembangkan pembelajaran menjadi lebih aktif. Ada empat komponen utama pembelajaran lebih aktif yang perlu dipahami oleh guru.

16P. Ratu Ile Tokan, Manajemen Penelitian Guru untuk Pendidikan Bermutu (Jakarta:

PT Grasindo, 2016), h. 298.

1) Pengalaman

Belajar adalah proses penciptaan pengetahuan melalui transformasi pengalaman. Pengetahuan adalah hasil pengalaman dan mentransformasinya.

2) Komunikasi

Komunikasi diperoleh dari pengalaman yang ada. Komunikasi dalam pembelajaran meningkatkan pola berpikir, memunculkan ide atau gagasan baru.

3) Interaksi

Interaksi antara pendidik dan peserta didik memainkan peranan penting dalam membangun potensi peserta didik dan mengoreksi persepsi atau makna yang keliru.

4) Refleksi

Melalui refleksi atau perenungan peserta didik dapat meningkatkan kesadaran terhadap kekurangan dan kelebihan dirinya.17 Hal ini harus dibiasakan untuk membantu peserta didik semakin mengenal dirinya.

c. Guru sebagai model dan teladan

Guru memiliki peranan sebagai model atau contoh bagi peserta didiknya. Sikap dan perilaku dari guru harus mencerminkan nilai-nilai dan norma yang sesuai dengan Pancasila.18 Guru dituntut menjadi teladan yang baik untuk peserta didik sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad saw.

17Dewi Safitri, Menjadi Guru Profesional (Riau: PT. Indragiri Dot Com, 2019), h. 14-15

18Dewi Safitri, Menjadi Guru Profesional, h. 20.

Firman Allah swt dalam QS al-Ahzab/33: 21 yang berbunyi: 19

ْ دَقَل

َْناَك

ْ مُكَل

ِْلوُسَر ِْف

َِْللّا

ْ ةَو سُأ

ْ ةَنَسَح

ْ نَمِل

َْناَك وُج رَ ي

ََْللّا

َْم وَ ي لاَو

َْرِخ لْا

َْرَكَذَو

ََْللّا

ْاًيرِثَك

Terjemahnya:

Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat, serta banyak mengingat Allah.

Ayat di atas, mengarahkan kepada orang-orang yang beriman untuk meneladani Nabi Muhammad saw Ayat tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah adalah teladan yang baik bagi manusia yang senantiasa mengharap rahmat Allah dan kebahagiaan di hari kiamat. Rasulullah juga merupakan teladan bagi orang yang berzikir dan menyebut nama Allah swt dengan baik dalam situasi sulit maupun senang. Ayat ini juga dapat dianggap sebagai kecaman kepada orang-orang munafik yang mengaku sebagai orang beriman tetapi tidak mencerminkan ajaran Islam. Ayat tersebut menyiratkan bahwa Nabi Muhammad saw adalah teladan yang seharusnya diikuti.20 Guru harus memberikan teladan mengikuti teladan Nabi Muhammad saw sehingga peserta didik mencontoh sifat dan perilaku yang baik sejak dini untuk mendapatkan keberkahan, mendekatkan diri kepada Allah, dan mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

d. Guru sebagai motivator

Guru sebagai motivator harus bisa mendorong dan membangun semangat peserta didik untuk giat belajar. Motivasi yang kuat bisa

19Kementrian Agama RI, al-Qur’an Hafalan Mudah Terjemahan dan Tajwid Warna Al- Hufaz (Bandung: Cordoba Internasional, 2019), h.420.

20M. Quraish Shihab, Tafsir Al Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Q ur’an Volume 11 (Cet. IV; Tangerang: Lentera Hati, 2005), h. 242-246.

meningkatkan prestasi dalam belajar peserta didik.21 Motivasi adalah bentuk guru kepedulian guru pada peserta didiknya. Hal ini dapat membantu peserta didik merasa didukung, termotivasi, dan siap menghadapi tantangan dalam proses belajar.

e. Guru sebagai pembimbing dan evaluator

Guru sebagai pembimbing artinya mampu mendampingi dan memberikan arahan pada peserta didik untuk pertumbuhan dan perkembangan peserta didik meliputi aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor serta pemberian kecakapan hidup baik akademik, vokasional, sosial maupun spiritual.22 Guru sebagai evaluator dituntut untuk menjadi seorang evaluator yang adil dan jujur dalam memberikan penilaian untuk mendapatkan umpan balik (feedback) tentang pelaksanaan interaksi edukasi yang telah dilakukan.23

Berdasarkan pendapat Muhammad Kristiawan di atas, dapat disimpulkan bahwa guru PAUD memiliki peranan penting sebagai pendidik, pengajar, mediator, sumber belajar, fasilitator, model, teladan, motivator, pembimbing, dan evaluator. Guru perlu memiliki standar kepribadian yang baik dan memahami materi, serta mengembangkan pembelajaran aktif melalui pengalaman, komunikasi, interaksi, dan refleksi. Guru juga harus menjadi teladan yang mencerminkan nilai-nilai dan norma yang baik, serta mendorong motivasi dan pertumbuhan peserta didik.

21Halid Hanafi dkk, Profesionalisme Guru dalam Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran di Sekolah (Yogyakarta: Penerbit Deepublish, 2012), h. 80.

22Dewi Safitri, Menjadi Guru Profesional, h. 23.

23Muhammad Kristiawan dkk, Manajemen Pendidikan (Yogyakarta: CV. Budi Utama, 2012), h. 66-67.

Saifudin mendeskripsikan peranan dan fungsi guru di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai berikut:

1) Guru sebagai sumber belajar

Guru adalah sumber belajar yang ahli dan kompeten dalam materi pelajaran. Guru memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang subjek yang diajarkannya. Guru telah menjalani pendidikan dan pelatihan khusus dalam bidang tersebut, serta memiliki pengalaman praktis dalam menerapkan dan menyampaikan materi tersebut kepada peserta didik.

2) Guru sebagai fasilitator

Dalam pola top-down, hubungan guru dan peserta didik cenderung otoriter, di mana guru memiliki peranan sebagai otoritas yang memberikan instruksi dan peserta didik berperan sebagai penerima informasi. Namun sebagai fasilitator guru mengubah pola ini dengan menciptakan hubungan 3) Guru sebagai pengelola

Guru menciptakan iklim belajar yang nyaman sebagai pengelola pembelajaran. Dengan pengelolaan kelas yang baik, guru dapat menjaga suasana kelas agar tetap kondusif bagi semua peserta didik dalam proses belajar.

4) Guru sebagai demonstrator

Guru sebagai demonstrator menunjukkan kepada peserta didik cara-cara yang dapat membantu untuk memahami dan mengerti pesan yang disampaikan.

5) Guru sebagai pembimbing

Guru sebagai pembimbing menjaga, mengarahkan, dan membimbing peserta didik agar dapat tumbuh dan berkembang sesuai

dengan potensi yang dimilikinya. Memberikan bimbingan pada peserta didik sangat penting karena fungsi bimbingan sebagai berikut:

a. Fungsi pemahaman yaitu usaha bimbingan yang menghasilkan pemahaman pada peserta didik dalam berbagai hal.

b. Fungsi pencegahan yaitu bimbingan yang menghasilkan tercegahnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitan- kesulitan dalam proses perkembangannya.

c. Fungsi perbaikan, yaitu bimbingan yang akan menghasilkan terpecahkannya berbagai permasalahan yang dialami oleh peserta didik.

d. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan guru adalah memberikan bimbingan yang menjaga dan mengembangkan potensi serta kondisi positif peserta didik secara berkelanjutan untuk perkembangan diri yang mantap.24 Dalam menjalankan fungsi-fungsi ini, guru perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mendukung dalam memberikan bimbingan kepada peserta didik.

6) Guru sebagai motivator

Motivasi adalah aspek dinamis yang penting dalam pembelajaran.

Guru harus kreatif dalam membangkitkan motivasi belajar peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang optimal.

7) Guru sebagai evaluator

Guru sebagai evaluator bertugas mengumpulkan data atau informasi mengenai hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Evaluasi tidak

24Yuliani Nurani Sujiono, Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, Edisi Revisi, h.13- 15.

hanya dilakukan terhadap hasil akhir pembelajaran tetapi juga dilakukan terhadap proses, kemampuan peserta didik dalam proses pembelajaran.

8) Guru sebagai mediator

Proses belajar mengajar sangat diperlukan adanya guru yang mampu menjadi mediator atau penengah. Guru perlu menjadi penengah yang baik dalam kegiatan belajar untuk mengatasi dialog yang tidak terkendali atau kurang sehat, sehingga interaksi dalam kelas tetap berjalan dengan tertib.25 Dalam menjalankan peranan sebagai penengah, guru perlu memiliki keterampilan komunikasi yang baik, empati, ketegasan, dan keadilan.

Berdasarkan pendapat Saifudin di atas, dapat disimpulkan bahwa peranan dan fungsi guru PAUD yaitu sebagai sumber belajar yang memiliki pengetahuan dan pemahaman mendalam tentang materi pelajaran, menciptakan hubungan yang lebih kolaboratif antara guru dan peserta didik, menciptakan iklim belajar yang nyaman dan mengelola kelas dengan baik, memberikan bimbingan, membangkitkan motivasi belajar peserta didik, mengumpulkan data tentang hasil pembelajaran dan proses pembelajaran, dan menjadi penengah dalam kegiatan belajar untuk menjaga interaksi yang tertib.

Ahmad Susanto memberikan kesimpulan tentang peranan guru PAUD dari pendapat ahli yang beragam agar lebih mudah dipahami sebagai berikut:

1. Pemahaman tentang peserta didik

Peranan guru PAUD sebagai pembimbing di sekolah perlu memahami tentang peserta didiknya dalam membantu memecahkan masalah yang dialami peserta didik.

25Saifuddin, Pengelolaan Pembelajaran Teoretis dan Praktis (Yogyakarta: Deepublish, 2016), h. 31-32.

2. Pemberian informasi

Informasi dari guru sangat penting bagi orang tua dan peserta didik, termasuk perkembangan anak, program-program di TK, dan jadwal kegiatan.

Orang tua perlu mengetahui hal-hal ini untuk mendukung anak di rumah.

Keberhasilan program-program di TK juga tergantung pada dukungan orang tua, sehingga apa yang diajarkan di TK perlu dilanjutkan di rumah.

3. Pemberian nasihat

Pemberian nasihat juga mutlak dilakukan oleh guru karena guru sebagai orang tua bagi peserta didik di sekolah. Nasihat ini diberikan pada peserta didik baik yang mempunyai masalah atau tidak sebagai bentuk bimbingan di sekolah.

4. Penempatan

Penempatan adalah bimbingan dari guru yang bertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan potensi dan bakatnya. Dalam proses penempatan, guru atau pembimbing akan melakukan observasi dan evaluasi terhadap peserta didik. Berdasarkan hasil observasi tersebut, peserta didik dapat ditempatkan dalam aktivitas atau program yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

5. Pemecahan masalah

Pemecahan masalah sebagai bentuk layanan bimbingan yang diberikan guru di sekolah karena setiap peserta didik mempunyai masalah yang berbeda, seperti kesulitan berteman atau bergaul, kesulitan belajar, pemalu, dan tidak ada keberanian untuk berbicara mengemukakan pendapat.

Guru sangat diperlukan dalam menghadapi kendala tersebut.

6. Pembiasaan

Salah satu bentuk bimbingan pada peserta didik adalah pembiasaan terutama dalam mengembangkan kemandirian pada peserta didik. Kegiatan yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan bagi peserta didik.26 Berdasarkan pendapat Ahmad Susanto di atas, dapat disimpulkan peranan guru PAUD adalah memahami peserta didik, memberikan informasi penting kepada orang tua dan peserta didik, memberikan nasihat, menempatkan peserta didik sesuai dengan minat dan bakatnya, memberikan bantuan dalam pemecahan masalah, dan fokus pada pembiasaan kemandirian peserta didik melalui pilihan-pilihan dan hubungan harmonis.

Dokumen terkait