• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Penerapan Akuntansi PT Pegadaian

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

2. Perbandingan Penerapan Akuntansi PT Pegadaian

4. Uang kelebihan lewat waktu disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasi sebagai pendapatan lain –lain dan diungkap dalam catatan atas laporan keuangan menyatakan bahwa kelebihan lewat waktu berasal dari usaha gadai yang diperhitungkan sebagai pendapatan perusahaan untuk periode terkait.

2. Perbandingan Penerapan Akuntansi PT Pegadaian Syariah Cabang

penyerahan uang pinjaman ke nasabah

3

PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral menyatakan bahwa tidak ada pembiayaan yang dilaporkan ke nasabah terkait biaya biaya pemeliharaan atau perbaikan

Pengakuan biaya

pemeliharaan atau perbaikan diakui pada saat terjadinya akad

Tidak sesuai

PSAK 107

karena PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral tidak melakukan pembiayaan,pe meliharaan atau perbaikan emas yang digadai

4

Penyajian dan pengungkapan PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral mengakui pendapatan dan beban yang terkait pada saat penyerahan marhun bih

Penyajian pendapatan disajikan secara netto setelah dikurangi beban yang terkait dan diakui pada saat penyerahan marhun bih

Sudah sesuai dengan PSAK 107

5

PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral memiliki laporan

keuangan, yang pengelolanya dilakukan oleh PT Pegadaian Kanwil VI Makassar secara tersentralisasi

Pemilik mengungkapkan dalam laporan keuangan terkait ijarah.

Sudah sesuai PSAK 107

Sumber : Data Olahan

Tabel 4.7

Perbandingan Jurnal Transaksi Rahn Pada Pegadian Syariah Cabang Sentral Dengan PSAK 107

No Jenis Transaksi Jurnal PT Pegadaian

Syariah Cabang Sentral Berdasarkan PSAK 107 1 Pada saat menerima

gadai

Tidak ada jurnal Tidak ada jurnal

2

Pada saat menyerahkan uang pinjaman

Dr. Piutang Kr. Kas

Dr. Piutang Kr. Kas

3

Pada saat menerima uang pemeliharaan dan penyimpanan

Dr. Kas

Kr. Pendapatan ijarah

Dr. Kas

Kr. Pendapatan

4 Pada saat pelunasan uang pinjaman

Dr. Kas

Kr. Piutang

Dr. Kas

Kr. Piutang Sumber : Data Olahan

Dari hasil penelitian diperoleh infomasi bahwa penerapan perlakuan akuntansi yang dilakukan oleh PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral yang meliputi standar pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan adalah sebagai berikut :

a. Pengakuan dan Pengukuran

Setelah rahin mendapatkan uang pinjaman pihak PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral mengakui sebagai piutang, oleh sebab itu timbul biaya – biaya yang dibebankan kepada rahin yaitu biaya sewa atas jasa yang telah menyimpan (ujroh) marhun milik rahin yang telah ditetapkan menurut taksiran barang gadai dengan tarif yang telah ditentukan untuk jangka waktu tertentu.

1. PT pegadaian syariah cabang sentral mengakui sebagai piutang pada saat menyerahkan pinjaman kepada nasabah setelah melakukan akad antara kedua belah pihak, pinjaman diberikan sesuai jumlah yang telah di tetapkan.

2. PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral mengakui pendapatan sewa (ijarah) sebesar nilai taksiran emas biaya sewa yang telah dibayar terhadap tempat yang telah disediakan ketika pemilik telah melakukan transaksi rahn.

Adapun pengakuan atas beban biaya oleh PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral diakui pada saat pelunasan atau pembayaran biaya sewa oleh rahin (nasabah)

3. Pengakuan atas biaya perbaikan objek rahn yang mana dijelaskan bahwa jika penyewa melakukan perbaikan objek rahn dengan persetujuan pemilik, maka biaya tersebut dibebankan kepada pemilik dan diakui sebagai beban saat terjadinya. Namun dari hasil penelitian di PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral menunjukkan bahwa tidak ada pembiayaan yang dilaporkan kepada nasabah terkait pengeluaran biaya pemeliharaan atau perbaikan emas. Biaya ijarah yang dibayarkan oleh nasabah dianggap sebagai biaya sewa atas jasa PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral telah menyimpan, menjaga, dan memelihara marhun bih milik rahin.

b. Penyajian dan Pengungkapan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, didapati bahwa PT pegaaian syariah cabang sentral memiliki laporan keuangan hanya untuk pihan intern di pegadaian syariah dalam bentuk laporan neraca konsolidasi dan laporan laba rugi konsolidasi yang pengelolanya dilakukan oleh PT Pegadaian Kanwil VI Makassar, dalam artian bahwa PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral tidak dapat mengelola dan menyajikan laporan keuangannya sendiri, melainkan Kanwil VI Makassar saja yang memiliki wewenang untuk menyajikan dan mengungkapkannya. Sehingga tidak terdapat catatan akuntansi khusus di PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral karena penyajian dan pengungkapan dilakukan secara otomatis terupdate by sistem secara terpusat di Kantor Wilayah VI Makassar.

Bagi pihak eksternal seperti kreditor yang membutuhkan informasi dalam laporan keuangan untuk menilai kondisi perusahaan terkait dengan kemampuan perusahaan dalam membayar pinjaman. Serta pihak masyarakat membutuhkan informasi dari laporan keuangan untuk digunakan sebagai bahan analisa, penelitian, atau tujuan tertentu, maka PT Pegadaian membuka akses untuk pihak entitas anak dalam laporan konsolidasi yang dapat diunduh dalam website PT Pegadaian, dimana dalam penyajian tidak dilakukan pelaporan secara terpisah antara Pegadaian Syariah dan Pegadaian Konvensional disebabkan karena pada saat pencatatan atas transaksi langsung dilakukan secara online, sehingga semua data langsung masuk ke kantor pusat PT Pegadaian.

Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan akuntansi dalam hal pengakuan dan pengukuran pada PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral sudah sesuai dengan PSAK 107. Namun dalam hal pengakuan perbaikan objek rahn belum sesuai dengan PSAK 107 karena pihak PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral tidak melakukan perbaikan objek rahn melainkan hanya menyimpan marhun saja.

Adapun dalam penyajian dan pengungkapan laporan keuangan pada PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral telah sesuai dengan PSAK 107 dimana pegadaian syariah memiliki laporan keuangan, tetapi tidak membuatnya karena pengelola keuangan dilakukan secara tersentralisasi oleh kantor pusat, tetapi tidak bersedia mengungkapkannya kepada masyarakat terkait transaksi yang terkait.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Tussalam dan Ardiana (2019) yaitu bahwa pegadaian syariah jombang sudah menggunakan PSAK 107 untuk pembiayaan gadai rahn emas. Namun dalam penelitian yang dilakukan oleh Andi dan Hardianti (2020) belum sepenuhnya

menginplementasikan PSAK No. 107. Penelitian yang dilakukan oleh Sari dan Martadinata (2021) telah sesuai dengan PSAK 107 yang mana dalam hal pengakuan dan pengukuran serta penyajian dan pengungkapan.

Dalam penelitian Isini dan Herman (2017) ialah menggunakan prinsip akuntansi yang berlaku umum seperti Fatwa DSN MUI tentang Rahn dan PSAK No.107 mengenai ijarah untuk transaksi sewa ujroh. Namun dalam penelitian Aini dan Muslimin (2021) yaitu PSAK 107 belum sepenuhnya diterapkan di pegadaian syariah dan pengakuan pembiayaan perbaikan atas objek ijarah tidak diakui sebagai biaya perbaikan.

Penelitian juga dilakukan oleh Arifin et al., (2019) sudah sesuai dengan PSAK 107 dan fatwa dewan syariah nasional majelis ulama indonesia No.26/DSN-MUI/III/2002. Namun dalam penelitian Nuning et al., (2018) tidak menerapkan PSAK 107.

58 BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa penerapan akuntansi dalam hal pengakuan dan pengukuran pada PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral sudah sesuai PSAK 107, namun dalam hal pengakuan perbaikan objek ijarah belum sesuai dengan PSAK 107 karena PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral belum menerapkan perbaikan marhun melainkan hanya menyimpan marhun saja. Dalam hal penyajian dan pengungkapan laporan keuangan pada PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral sudah sesuai dengan PSAK 107, namun pegadaian tidak membuat laporan keuangan karena laporan keuangan dilakukan terpusat secara sentralisasi otomatis terupdate di Kantor Wilayah VI Makassar.

Pada saat nasabah melakukan pelunasan, nasabah harus mengembalikan pinjaman dan biaya – biaya yang telah disepakati yaitu biaya ujroh (sewa) dan biaya administrasi karena telah menggunakan jasanya dan PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral mengakui sebagai pendapatan.

B. Saran

Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah diuraikan, maka penulis memberikan saran yaitu:

1. Bagi PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral

Pegadaian syariah diharapkan mempunyai pedoman akuntansi sesuai dengan nilai – nilai syariah dari induk perusahaannya yaitu PT Pegadaian, pihak PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral hendaknya

membuat pencatatan buku besar dan laporan keuangannya sendiri yaitu neraca dan laporan laba rugi.

Pegadaian Syariah Cabang Sentral hendaknya membuat aturan biaya perbaikan dan pemeliharaan objek ijarah guna mengantisipasi kerusakan pada marhun.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Peneliti penyarankan penelitian kedepannya dapat mengembangkan terkait penerapan PSAK 107 di Pegadaian Syariah Dan Bank Syariah dengan mengolah data secara kuantitatif

60

DAFTAR PUSTAKA

Aini, Q., & Muslimin. (2021). Implementasi Psak No 107 Pada Rahn (Gadai Emas) Di Pegadaian Syariah Sampang. 1(1), 457–469.

Al-jazairi, A. (n.d.). Fiqh ’Ala Madzahibul (2nd ed.).

Angrayni, A., Wawo, A., & Anwar, P. H. (2020). Interpretasi Penerapan PSAK No.

107 Pada Pegadaian Syariah Cabang Ujung Bulu. Jurnal Ilmiah Akuntansi Peradaban, 6(2).

Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah dari Teori ke Praktek. Gema Insani Press.

Arifin, R. M. H., Nangoy, Gr. B., & Mawikere, L. M. (2019). Analisis Perlakuan Akuntansi Gadai Emas Syariah Berdasarkan Psak 107 Pada Pt. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 7(3), 3867–3876.

https://doi.org/10.35794/emba.v7i3.24889

As-Sa’di, A. bin N. (2003). Taisir Karim Ar-Rahman Fi Tafsir Kalam Al-Manan.

Jami’iyyah Ihya At-Turats Al-Islami.

Asy-Syaukani, M. (n.d.). Nailu Authar Juz III.

Fatwa DSN-MUI Nomor 25/DSN-MUI/III/2002. (2002). FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL Nomor: 25/DSN-MUI/III/2002 Tentang Rahn. Journal de Jure, 7(1), 160.

Galini, J., Pratama, N. D. P., & Haresma, I. A. (2021). Klausul Akad Rahn. Al- tsaman: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam, 3(02), 1-13.

Hafifah, N., Kurniati, R. R., & Zunaida, D. (2021). Analisis Penerapan Akuntansi Syariah dan Manfaat pada Pembiayaan Rahn Tasjily (Studi Kasus Pada Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Darumafatihil Ulum Jawa Timur). JIAGABI (Jurnal Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis), 10(2), 334- 345.

Imam Jalaluddin Al-Mahali dan Jalaluddin AsSuyuti. (1996). Tafsir Jalalain Juz I, Sinar Baru Algesindo.

Isini, A., & Karamoy, H. (2017). Evaluasi Penerapan Akuntansi Gadai Syariah (Rahn) Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Manado. Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 5(2), 235–244.

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/viewFile/15550/15091 Mahyuddin, M. (2018). Analisis Implementasi Pembiayaan Rahn Tasjily terhadap

Kesesuaiannya dengan Fatwa Dsn-mui Nomor 68/dsn-mui/iii/2008 (Studi Kasus pada Kspps Bmt Mandiri Sejahtera Jawa Timur Cabang Balongpanggang). J-MACC: Journal of Management and Accounting, 1(1), 44-54.

Manahaar, P. (2019). Implementasi Gadai Syariah (Rahn) Untuk Menunjang Perekonomian Masyarakat di Indonesia. Dialogia Iuridica: Jurnal Hukum Bisnis dan Investasi, 10(2), 97-104.

Margono. (2008). Metedologi Penelitian Pendidikan. Rineka Cipta.

Misno, A. (2018). Gadai Dalam Syari’at Islam. Journal Ekonomi Dan Bisnis Islam,

1(1), 26–39.

Mulatsih, S. N., Dharmayanti, N., & Fatkar, B. (2018). Case Analysis Of Ar-Rahn Acceptance And Accounting Treatment According To Sfas 107 Case Study Of West Java Bank Syariah Tangerang Branch. JABI (Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia), 1(2), 246-257.

Nana, S. S. (2006). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. PT. Remaja Rosdakarya.

Nasrun, H. (2000). Fiqh Mu’amalah. Gaya Media Pratama.

Nurhayati, S., & Wasilah. (2009). Akuntansi Syariah di Indonesia. Salemba Empat.

Nurma, D. (2018). Tinjauan hukum Ekonomi Syariah Terhadap Pelaksanaan Penjualan Barang Gadai Syariah di Pegadaian Syariah Kota Metro.

Nuroh, Y., Emilia, D. L., & Anis, A. (2021). Pegadaian Syariah: Penerapan Akad Rahn pada Pegadaian Syariah. An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah, 2(2), 189-199.

Rijali, A. (2019). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81-95.

Roficoh, L. W., & Ghozali, M. (2018). Aplikasi Akad Rahn Pada Pegadaian Syariah.

Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 3(2).

https://doi.org/10.30651/jms.v3i2.1736

Rusandi, & Rusli, M. (2021). Merancang Penelitian Kualitatif Dasar / Deskriptif dan Studi Kasus. Al-Ubudiyah : Jurnal Pendidikan, 1–13.

Sabiq, S. (n.d.). Fiqh As-Sunnah (3rd ed.).

Sari, H., & Martadinata, S. (2021). Analisis Penerapan Psak No. 107 (Revisi 2009) Tentang Akuntansi Ijarah Pada Transaksi Gadai Emas (Studi Kasus Pada Pegadaian Syariah Cabang Sumbawa). Journal of Accounting, Finance, and Auditing, 3(02), 97-118.

Sari, H., & Martadinata, S. (2021). Analisis Penerapan PSAK No.107 (Revisi 2009) tentang Akuntansi Ijarah pada Transaksi Gadai Emas (Studi Kasus pada Pegadaian Syariah Cabang Sumbawa). Journal of Accounting, Finance and Auditing, 3(2), 97–118.

Sidiq, U., & Choiri, M. M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan.

In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9).

http://repository.iainponorogo.ac.id/484/1/METODE PENELITIAN KUALITATIF DI BIDANG PENDIDIKAN.pdf

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Surahman, M., & Adam, P. (2018). Penarapan Prinsip Syariah Pada Akad Rahn Di Lembaga Pegadaian Syariah. Law and Justice, 2(2), 135-146.

Susilo, E. (2017). Shariah Compliance Akad Rahn Lembaga Keuangan Mikro Syariah (Studi Kasus BMT Mitra Muamalah Jepara). IQTISHADIA: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 4(1), 120-136.

Syafe’i, R. (n.d.). Fiqh Muamalah.

Tussalam, R., & Ardiana, M. (2019). Perlakuan Akuntansi Pembiayaan Gadai Emas (Rahn) Berdasarkan PSAK 107 di PT. Pegadaian Syariah (Studi Kasus di PT. Pegadaian Syariah Jombang). JFAS: Journal of Finance and Accounting Studies, 1(3), 203-211.

Zuhaili, W. (n.d.). Fiqh Al-Islam Wa Adilatuhu (3rd ed).

L A M P I R A N

HASIL WAWANCARA

Teknik Pengumpulan Data : Wawancara

Kegiatan : Mencari Informasi Menegnai Rahn Terhadap Penyesuaian Dengan Psak 107

Lokasi : PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral

Peneliti : Zulviati

Informan : Nur Rahmi Jayanti (Penaksir) dan Elwin Agust (Kepala Penjualan)

1. Ada Berapa Macam Gadai Yang Di Terapkan Di PT Pegadaian Syariaah Cabang Sentral? (Penelitian dilakukan tanggal 22/04/2022).

Dijawab Oleh Ibu Nur Rahmi Jayanti :

PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral menerapkan 3 gadai yaitu gadai emas/perhiasan, gadai kendaraan, dan gadai barang elektronik atau barang gudang

2. Bagaimana Prosedur Gadai Yang Diterapkan Di PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral? (Penelitian dilakukan tanggal 22/04/2022).

Dijawab Oleh Ibu Nur Rahmi Jayanti :

Prosedur Gadai Pada PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral jika nasabah ingin melakukan gadai cukup membawa KTP dan Mengisi Formulir APR Serta Menyerahkaan Barang Jaminan. Jika nasbah ingin melakukan pelunasan terhadap pinjaman rahin cukup membawa KTP dan Surat Bukti Rahn (SBR) serta mengembalikan uang pinjaman dan membayar biaya ujroh. Pihak PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral akan mengembalikan barang jaminan.

3. Ada berapa akad yang digunakan di PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral?

(Penelitian dilakukan tanggal 22/04/2022).

Dijawab Oleh Bapak Elwin Agust :

Akad kredit yang digunakan pada Pegadaian Syariah Cabang Sentral adalah akad rahn dan mu’nah (ijarah). Akad rahn adalah perjanjian terhadap pinjaman sesuai yang tertera pada Surat Bukti Rahn (SBR), sementara mu’nah adalah biaya pemeliharaan yang ditanggung oleh rahin, pada saat rahn jatuh tempo wajib di bayarkan oleh rahin jika rahin tidak dapat melakukan pelunasan maka pegadaian mmemberikan keringanan hanya membayar biaya ujroh dan biaya administrasi selama 120 hari/ 4 bulan otomatis biaya kreditnya akan di perbaharui 4 bulan kedepannya. Pendapatan sewa di akui pada saat pinjaman telah diserahkan ke penyewa dan biaya ujroh terhitung pada saat terjadinya akad, jasa simpan / ujroh per 10 hari, jadi jika nasabah ingin melunasi pinjaman dan kredit sudah berjalan 25 hari maka biaya ujroh terhitung 30 hari untuk pelunasan

4. Apakah semua biaya – biaya dirinci oleh PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral dan diberitahu ke nasabah? (Penelitian dilakukan tanggal 22/04/2022).

Dijawab Oleh Ibu Nur Rahmi Jayanti :

Kami merincikan biaya - biaya yang harus dibayarkan ke nasabah melalui surat bukti rahn (SBR) tertera taksirannya, pijamannya, akad administrasi dan ujrohnya

5. Bagaimana Perlakuan Akuntansi Rahn Terkait Dengan Pengakuan, Pengukuran, Penyajian Dan Pengungkapan di PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral? (Penelitian dilakukan tanggal 22/04/2022).

Dijawab Oleh Ibu Nur Rahmi Jayanti :

Dalam hal pengakuan dan pengungkapan terkait rahn (gadai syariah), PT pegadaian syariah mengakui sebagai piutang pada saat penyerahan pinjaman, pinjaman yang diberikan kepada nasabah di nilai sebesar jumlah pinjaman yang diberikan pada saat terjadinya akad dan juga mengakui biaya ujroh/ijarah sebagai pendapatan sewa dan mengakui biaya administrasi sebagai pendapatan, biaya – biaya dikeluarkan berdasarkan golongan pinjaman yang telah di tetapkan sesuai standar pegadaian pada pegadaian pusat, seluruh pendapatan ijarah disajikan secara neto setelah dikurangi beban yang terkait, seluruh biaya – biaya yang diakui sebagai pendapatan dilakukan pencatatan saat itu juga. mengenai penyajian dan pengungkapan terhadap gadai syariah (Rahn) bahwa pegadaian syariah tidak membuat laporan keuangan karena laporan keuangan otomatis terupdate by sistem/online secara terpusat dan laporan keuangan dikelola oleh PT.

Pegadaian Kanwil VI Makassar.

6. Bagaimana jika ada sisa penjualan terhadap marhun nasabah yang sudah dilelang? Apakah diberikan ke nasabah? (Penelitian dilakukan tanggal 22/04/2022).

Dijawab Oleh Ibu Nur Rahmi Jayanti :

Hasil penjualan lelang (marhun) akan dikurangi uang pinjaman (marhu bih), pendapatan ujroh, bea lelang pembeli. Bea lelang penjual dan uang kelebihan lelang menjadi hak rahin (nasabah). Jangka waktu pengambilan uang kelebihan selama satu tahun sejak pemberitahuan pengambilan uang kelebihan lelang kepada nasabah, jika lewat jangka waktu pengambilan uang kelebihan lelang maka nasabah menyatakan setuju untuk menyalurkan uang kelebihan tersebut sebagai sedekah yang pelaksanaannya diserahkan oleh murtahin (pegadaian).

7. Apakah ada biaya perbaikan marhun yang dilakukan oleh pihak PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral terkait gadai emas ? (Penelitian dilakukan tanggal 22/04/2022).

Dijawab Oleh Ibu Nur Rahmi Jayanti :

Tidak ada biaya perbaikan marhun pada PT Pegadaian Syariah Cabang Sentral

(Formulir Aplikasi Pegadaian Rahn)

Surat Bukti Rahn (SBR)

(Perjanjian Utang Piutang Dalam SBR)

(Struk Penyerahan Pinjaman)

(Struk Transaksi Pelunasan Rahn)

Dokumen terkait