• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perhitungan Dimensi Saluran

Dalam dokumen Laporan Drainase dan Sewerage (Halaman 132-146)

1 0

A19-

A21 19 420 554 41592 0,0

58 0,046 0,037 0,02

3 0,012 0,04 2

0,0

77 2 0,1 0 1

1 A21-

A23 21 811 803 80313 0,1

12 0,089 0,071 0,06

4 0,024 0,08 0

0,1

69 2 0,1 7 1

2 A23- A25 23

116

6 848 11546

9

0,1

60 0,128 0,103 0,09

8 0,035 0,11 5

0,2

48 2 0,2 2 1

3 A25- A27 25

113 8

111 4

11269 6

0,1

57 0,125 0,100 0,12

6 0,034 0,11 3

0,2

72 2 0,2 2 1

4 A27-

A28 27 883 107

8 87443 0,1

21 0,097 0,078 0,09

4 0,026 0,08 7

0,2

08 2 0,1 8

Tabel 5. 7 Pehitungan Debit Saluran Sekunder

SALURAN SEKUNDER SEWERAGE

NO

Saluran Blok

Luas Wilayah

(Ha)

Panjang Saluran

(m)

Jumlah Penduduk

(2032)

Jumlah Penduduk

Per Blok(Jiwa)

Q Pemakaian

Air (l/org/hari)

Q Air Bersih (mαΆΎ/s)

Q Limbah Domestik

(mαΆΎ/s)

Q Limbah

Non Domestik

(mαΆΎ/s)

1 A2-A3 2 4420 3433,334

1619035

191376

120

0,27 0,21 0,17

2 A4-A5 4 2700 2992,828 116904 0,16 0,13 0,10

3 A6-A7 6 1361 1669,741 58928 0,08 0,07 0,05

4 A8-A9 8 1376 1319,348 59578 0,08 0,07 0,05

5 A10-

A11 10 1698 2272,695 73520 0,10 0,08 0,07

6 A12-

A13 12 3054 3125,971 132232 0,18 0,15 0,12

7 A14-

A15 14 1956 1509,831 84691 0,12 0,09 0,08

8 A16-

A17 16 3946 3308,589 170853 0,24 0,19 0,15

9 A18-

A19 18 1685 2147,99 72957 0,10 0,08 0,06

10 A20-

A21 20 1990 2479,714 86163 0,12 0,10 0,08

11 A22-

A23 22 7925 1791,804 343135 0,48 0,38 0,31

12 A24-

A25 24 2985 2626,797 129244 0,18 0,14 0,11

13 A26-

A27 26 2297 1861,43 99455 0,14 0,11 0,09

memenuhi kriteria desain maka slope saluran harus diubah sampai kecepatan memenuhi kriteria desain. Range kecepatan sewerage yaitu berkisar 0,3-3 m/detik.

Setelah slope salurannya diketahui maka dapat menentukan dimensi saluran, kecepatan, dan juga elevasinya.

Kemiringan Saluran (Slope)

Slope adalah kemiringan ssuatu permukaan yang dihitung dengan cara membagi selisih tinggi suatu permukaan dengan Panjang permukaannya. Sehingga untuk menentukan slope atau kemiringan saluran di Kota Madiun, persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut:

𝑆𝑑 = βˆ†πΈπ‘‡ 𝐿𝑑 Dimana:

Sd = Kemiringan permukaan tanah saluran

βˆ†ET = Elevasi tanah awal – elevasi tanah akhir Ld = Panjang saluran (m)

Adapun contoh perhitungannya pada slope saluran primer A1-A3 adalah sebagai berikut:

οƒ˜ Muka Tanah Awal = 250

οƒ˜ Muka Tanah Akhir = 237,5

οƒ˜ Ld = 442 meter

Sd = βˆ†πΈπ‘‡

𝐿𝑑

= 250 βˆ’ 237,5 442

= 0.02825

Sehingga hasil perhitungan slope atau kemiringan yang didapat adalah sebagai berikut:

Tabel 5. 8 Slope Saluran Primer Sewerage

SLOPE SALURAN PRIMER

Blok

Saluran

Primer Panjang Saluran

Ld (meter)

Muka Tanah Awal

Muka Tanah Akhir

Sd Persentase Sd (%) Dari Ke

1 A1-A3 442 250,0 237,5 0,02825 2,83%

3 A3-A5 1124 237,5 200,0 0,03336 3,34%

5 A5-A7 1090 187,5 162,5 0,02293 2,29%

7 A7-A9 855 162,5 137,5 0,02923 2,92%

9 A9-A11 605 137,5 125,0 0,02067 2,07%

12 A11-A13 1311 112,5 100,0 0,00954 0,95%

15 A13-A15 1548 87,5 62,5 0,01615 1,61%

17 A15-A17 853 62,5 37,5 0,02931 2,93%

19 A17-A19 1600 37,5 18,8 0,01172 1,17%

21 A19-A21 554 18,8 17,0 0,00316 0,32%

23 A21-A23 803 17 12,5 0,005605 0,56%

25 A23-A25 848 12 11 0,001474 0,15%

27 A25-A27 1114 11 6,25 0,004265 0,43%

28 A27-A28 1078 6,25 5 0,00116 0,12%

Tabel 5. 9 Slope Saluran Sekunder

SLOPE SALURAN SEKUNDER

Blok

Saluran Sekunder Panjang Saluran

Ld (meter)

Muka Tanah Awal

Muka Tanah Akhir

Sd Persentase Sd (%) Notasi

2 A2-A3 3433,334 287,5 237,50 0,01456 1,46%

4 A4-A5 2992,828 250 200,00 0,01671 1,67%

6 A6-A7 1669,741 162,5 150,00 0,00749 0,75%

8 A8-A9 1319,348 150 137,50 0,00947 0,95%

10 A10-A11 2272,695 112,5 111,75 0,00033 0,03%

11 A12-A13 3125,971 125 87,50 0,01200 1,20%

13 A14-A15 1509,831 68,7 50,00 0,01239 1,24%

14 A16-A17 3308,589 62,5 37,50 0,00756 0,76%

16 A18-A19 2147,99 68,75 18,75 0,02328 2,33%

18 A20-A21 2479,714 18,75 18,00 0,00030 0,03%

20 A22-A23 1791,804 12,5 6,25 0,00349 0,35%

22 A24-A25 2626,797 6,25 6,00 0,00010 0,01%

23 A26-A27 1861,43 6,25 6,00 0,00013 0,01%

Dimensi Saluran

Saluran sewerage atau saluran air limbah yang akan direncanakan yaitu berbentuk lingkaran. Bahan pipa yang digunakan yaitu pipa dengan bahan yang kuat dan tahan akan tekanan dari beban tanah disekitarnya, hal ini dikarenakan pipa saluran sewerage akan di tanam dibawah tanah. Maka dari itu, pipa yang digunakan adalah pipa dengan bahan HDPE (High Density Polyethylene). Bahan ini dipilih tidak hanya karena kuat dan tahan retakan, namun pipa dengan bahan ini juga elastis, tahan bocor serta memiliki kemungkinan yang kecil terhadap risiko yang besar.

Untuk penggunaan pipa saluran sewerage menggunakan pipa dengan berbagai ukuran. Hal ini dikarenakan ukuran pipa yang digunakan disesuaikan dengan debit limbah yang dihasilkan per sub layanan. Pada perencanaan system saluran sewerage diharapkan agar air limbah dapat mengalir dengan lancar serta ekonomis dalam tahap pembangunannya.

Hal yang paling penting yang harus dalam melakukan perencanaan sewerage adalah memperhitungkan dimensi saluran dan melakukan pengecekan terhadap kemiringan saluran. Dimana debit full adalah debit yang digunakan sebagai acuan untuk merencanakan pipa yang akan digunakan. Diasumsikan debit rencana yang didapat tidak boleh samppai memenuhi pipa. Sehingga, data debit rencana limbah dan nilai debit full dicari dengan menggunakan grafik elemen hidrolis.

Yang harus ditenntukan pada nomogram adalah menentukan rasio d/D, dimana rasio d/D adalah perbandingan diameter Q rencana dengan diameter Q full. Nilai rasio d/D berkisar antara 0,6 – 0,8, dan pada perencanaan kali ini nilai d/D yang digunakan adalah sebesar 0,8. Sehingga untuk mempermudah melakukan perhitungan dapat

dilakukan dengan menggunakan bantuan grafik elemen hidrolis untuk saluran sirkular. Adapun grafik elemen hidrolis yang didapat adalah sebagai berikut:

Gambar 5. 4 Grafik Elemen Hidrolis

Grafik elemen hidrolis terdiri dari tiga bagian yaitu, rasio d/D, nilai elemen hidrolis dan garis yang menunjukkan hubungan antara keduanya. Pada perencanaan sewerage kali ini, hal yang terlebih dahulu diketahui adalah debit puncak dan angka kekerasan manning untuk jenis pipa tertentu yang digunakan. Adapun dua data yang diasumsikan adalah tinggi renang (d/D) dan slope. Sehingga contoh perhitungan yang dilakukan adalah pada saluran primer A1-A3 sebagai berikut:

Q peak = 0,26 π‘š3/π‘‘π‘’π‘‘π‘–π‘˜ Asumsi d/D = 0.8

Qp/Qfull = 0.63 π‘š3/π‘‘π‘’π‘‘π‘–π‘˜ Koef Manning = 0.015

Slope = 0.02825

ο‚· 𝑄𝑓𝑒𝑙𝑙 =𝑄𝑝

𝑄𝑝= 0.267 π‘š3/π‘‘π‘’π‘‘π‘–π‘˜

ο‚· 𝑑 = π‘„π‘“π‘’π‘™π‘™βˆ—π‘›

0.3118βˆ—(𝑆0.5)38

0.381 π‘š = 381 π‘šπ‘š

Adapun hasil perhitungan dimensi saluran yang didapat pada saluran primer dan saluran sekunder adalah sebagai berikut:

Tabel 5. 10 Dimensi Salruan Primer Sewerage

DIMENSI SALURAN PRIMER N

o.

Salura n

Q peak (m3/det

ik) d/

D

Qp/Qf ull

Q

full n Slope D (m)

D (mm)

D Use

(m m)

D Use (m) 1 A1-A3 0,26 0,

8 0,975 0,26 7

0,01 5

0,028 25

0,38

1 381 450 0,45 2 A3-A5 0,78 0,

8 0,975 0,80 0

0,01 5

0,033 36

0,55

8 558 451 0,45 1 3 A5-A7 1,15 0,

8 0,975 1,18 0

0,01 5

0,022 93

0,69

2 692 452 0,45 2 4 A7-A9 1,50 0,

8 0,975 1,54 2

0,01 5

0,029 23

0,73

1 731 453 0,45 3 5 A9-

A11 1,80 0,

8 0,975 1,84 1

0,01 5

0,020 67

0,83

4 834 454 0,45 4 6 A11-

A13 2,20 0,

8 0,975 2,25 9

0,01 5

0,009 54

1,04

1 1041 455 0,45 5 7 A13-

A15 2,89 0,

8 0,975 2,96 4

0,01 5

0,016 15

1,04

4 1044 456 0,45 6 8 A15-

A17 3,27 0,

8 0,975 3,35 8

0,01 5

0,029 31

0,97

8 978 457 0,45 7 9 A17-

A19 3,90 0,

8 0,975 4,00 2

0,01 5

0,011 72

1,24

1 1241 458 0,45 8 10 A19-

A21 4,16 0,

8 0,975 4,26 2

0,01 5

0,003 16

1,62

5 1625 459 0,45 9 11

A21-

A23 4,50 0,

8 0,975 4,61 4

0,01 5

0,005 61

1,50

3 1503 460 0,46 12

A23-

A25 5,26 0,

8 0,975 5,39 1

0,01 5

0,001 47

2,04

7 2047 461 0,46 1 13

A25-

A27 5,72 0,

8 0,975 5,86 6

0,01 5

0,004 26

1,73

1 1731 462 0,46 2 14

A27-

A28 6,10 0,

8 0,975 6,25 3

0,01 5

0,001 16

2,26

4 2264 463 0,46 3

Tabel 5. 11 Dimensi Saluran Sekunder Sewerage

DIMENSI SALURAN SEKUNDER N

o.

Salura n

Q peak (m3/det

ik) d/

D

Qp/Qf ull

Q

full n Slope D (m)

D (mm)

D Use

(m m)

D Use (m) 1 A2-A3 0,33 0,

8 0,975 0,34 3

0,01 5

0,014 56

0,47

4 474 315 0,31 5 2 A4-A5 0,23 0,

8 0,975 0,23 1

0,01 5

0,016 71

0,39

9 399 316 0,31 6 3 A6-A7 0,13 0,

8 0,975 0,13 4

0,01 5

0,007 49

0,37

7 377 317 0,31 7 4 A8-A9 0,13 0,

8 0,975 0,13 5

0,01 5

0,009 47

0,36

2 362 318 0,31 8 5 A10-

A11 0,16 0,

8 0,975 0,16 0

0,01 5

0,000 33

0,72

4 724 319 0,31 9 6

A12-

A13 0,25 0,

8 0,975 0,25 5

0,01 5

0,012 00

0,44

0 440 320 0,32 7 A14-

A15 0,17 0,

8 0,975 0,17 9

0,01 5

0,012 39

0,38

3 383 321 0,32 1 8

A16-

A17 0,31 0,

8 0,975 0,31 3

0,01 5

0,007 56

0,51

8 518 322 0,32 2 9 A18-

A19 0,15 0,

8 0,975 0,15 9

0,01 5

0,023 28

0,32

5 325 323 0,32 3 10

A20-

A21 0,18 0,

8 0,975 0,18 1

0,01 5

0,000 30

0,77

2 772 324 0,32 4 11 A22-

A23 0,53 0,

8 0,975 0,54 7

0,01 5

0,003 49

0,73

9 739 325 0,32 5 12

A24-

A25 0,24 0,

8 0,975 0,25 1

0,01 5

0,000 10

1,08

3 1083 326 0,32 6 13 A26-

A27 0,20 0,

8 0,975 0,20 3

0,01 5

0,000 13

0,93

8 938 327 0,32 7

Perhitungan Kecepatan Kontrol Saluran

Dalam perencanaan system saluran sewerage, terdapat kriteria control kecepatan aliran air limbah, dimana kecepatan aliran air limbah untuk saluran sewerage adalah berkisar antara 0,6 m/s – 3 m/s.

Adapun contoh perhitungan kecepatan control saluran pada saluran primer A1-A3 adalah sebagai berikut:

D digunakan = 0.45 π‘š3/π‘‘π‘’π‘‘π‘–π‘˜ Qfull (digunakan) = 0.315

Qp/Qfull (digunakan) = 0.63 π‘š3/π‘‘π‘’π‘‘π‘–π‘˜

d/D = 0.8

Vpeak/Vfull = 1,13

ο‚· 𝑉𝑓𝑒𝑙𝑙 = 𝑄𝑓𝑒𝑙𝑙

0.25βˆ—3.14βˆ—π·2 = 2.6 π‘š/𝑠

ο‚· π‘‰π‘π‘’π‘Žπ‘˜ =π‘‰π‘π‘’π‘Žπ‘˜

𝑉𝑓𝑒𝑙𝑙 = 3 π‘š/𝑠

Sehingga hasil perhitungan kecepatan control saluran yang didapat pada saluran primer dan sekunder adalah sebagai berikut:

Tabel 5. 12 Hasil Kecepatan Kontrol Saluran Primer Sewerage KECEPATAN SALURAN PRIMER SEWERAGE

No.

Saluran Q peak

(m3/det) n Slope D Use (m)

Q full

(m3/det) Qp/Qfull d/D Vp/Vf V full (m/s)

V peak (m/s) Dari Ke

1 A1-A3 0,260 0,015 0,02825 0,4 0,303 0,86 0,72 1,15 2,4 2,8

2 A3-A5 0,185 0,015 0,03336 0,355 0,240 0,77 0,65 1,13 2,4 2,7 3 A5-A7 0,145 0,015 0,02293 0,355 0,199 0,73 0,65 1,13 2,0 2,3

4 A7-A9 0,223 0,015 0,02923 0,4 0,309 0,72 0,61 1,1 2,5 2,7

5 A9-A11 0,160 0,015 0,02067 0,355 0,189 0,85 0,7 1,15 1,9 2,2 6 A11-A13 0,252 0,015 0,00954 0,5 0,320 0,79 0,65 1,13 1,6 1,8 7 A13-A15 0,438 0,015 0,01615 0,56 0,563 0,78 0,65 1,13 2,3 2,6 8 A15-A17 0,210 0,015 0,02931 0,355 0,225 0,93 0,31 0,8 2,3 1,8 9 A17-A19 0,323 0,015 0,01172 0,5 0,354 0,91 0,21 0,61 1,8 1,1

10 A19-A21 0,099 0,015 0,00316 0,4 0,102 0,97 0,2 0,58 0,8 0,5

11 A21-A23 0,167 0,015 0,00561 0,45 0,185 0,90 0,21 0,61 1,2 0,7 12 A23-A25 0,223 0,015 0,00147 0,63 0,233 0,96 0,2 0,61 0,7 0,5 13 A25-A27 0,219 0,015 0,00426 0,56 0,289 0,76 0,18 0,52 1,2 0,6 14 A27-A28 0,179 0,015 0,00116 0,63 0,206 0,87 0,7 1,15 0,7 0,8

Tabel 5. 13 Hasil Kecepatan Kontrol Saluran Sekunder Sewerage KECEPATAN SALURAN SEKUNDER SEWERAGE

No. Saluran Q peak

(m3/det) n Slope D Use (m)

Q full

(m3/det) Qp/Qfull d/D Vp/Vf V full (m/s)

V peak (m/s) Dari Ke

1 A2-A3 0,33 0,015 0,01456 0,5 0,395 0,85 0,70 1,13 2,0 2,3

2 A4-A5 0,23 0,015 0,01671 0,4 0,233 0,97 0,20 0,58 1,9 1,1

3 A6-A7 0,13 0,015 0,00749 0,4 0,156 0,83 0,70 1,13 1,2 1,4

4 A8-A9 0,13 0,015 0,00947 0,4 0,176 0,75 0,65 1,13 1,4 1,6

5 A10-A11 0,16 0,015 0,00033 0,8 0,208 0,75 0,65 1,13 0,4 0,5

6 A12-A13 0,25 0,015 0,01200 0,45 0,271 0,92 0,21 0,61 1,7 1,0

7 A14-A15 0,17 0,015 0,01239 0,4 0,201 0,87 0,70 1,13 1,6 1,8

8 A16-A17 0,31 0,015 0,00756 0,56 0,385 0,79 0,68 1,12 1,6 1,8 9 A18-A19 0,15 0,015 0,02328 0,355 0,200 0,31 0,80 1,16 2,0 2,3

10 A20-A21 0,18 0,015 0,00030 0,8 0,199 0,31 0,80 1,16 0,4 0,5

11 A22-A23 0,53 0,015 0,00349 0,8 0,677 0,60 1,09 1,16 1,3 1,6

12 A24-A25 0,24 0,015 0,00010 1,2 0,330 0,74 0,61 1,10 0,3 0,3

13 A26-A27 0,20 0,015 0,00013 1 0,241 0,82 0,42 0,86 0,3 0,3

Penanaman Pipa

Factor lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan perencanaan system saluran sewerage adalah penanaman pipa.

Penanaman pipa atau penempatan pipa sewerage perlu adanya pertimbangan terhadap kondisi atau keadaan dilapangan, keamanan system jaringan dan pengaruh terhadap jaringan pipa distribusi yang ada ataupun yang direncanakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penempatan atau penanaman pipa saluran sewerage adalah sebagai berikut:

a. Pipa service dipasang dibelakang rumah dan pipa-pipa lainya dipasang ditepi jalan, dibawah trotoar mengingat kemungkinan dilakukannya penggalian jika terdapat perbaikan.

b. Kedalaman minimal saluran dimaksudkan untuk melindungi saluran terhadap beban-beban atau tekanan yang ada dari atas.

Penanaman pipa atau perhitungan elevasi saluran sewerage dilakukan sebelum membuat poril hidrolis. Adapun data-data yang

dibutuhkan dalam menghitung elevasi saluran sewerage adalah sebagai berikut:

οƒ˜ Panjang saluran (Ld)

οƒ˜ Kemiringan saluran/slope (Sd)

οƒ˜ Diameter

οƒ˜ Elevasi muka tanah awal dan akhir

οƒ˜ Penanaman pipa awal

Adapun contoh perhitungan yang dilakukan pada saluran primer A1- A3 adalah sebagai berikut:

οƒ˜ Panjang saluran (Ld) = 442 m

οƒ˜ Kemiringan saluran/slope (Sd) = 0.0282

οƒ˜ Diameter = 0.45 m

οƒ˜ Elevasi muka tanah awal dan akhir = 250 m

οƒ˜ Penanaman pipa awal = 1 m

οƒ˜ Tinggi Muka Air Limbah = 0.36 m

ο‚· Elevasi Dasar Pipa Awal = Elevasi Muka Air Awal βˆ’ D βˆ’ Galian Awal

= 250 βˆ’ 0.45 βˆ’ 1 = 248,55 π‘š

ο‚· Kedalaman Awal = Elevasi Tanah Awal βˆ’ Elevasi Dasar Pipa Awal

= 250 βˆ’ 248,55 = 1.45 π‘š

ο‚· Elevasi Muka Air Awal = Elevasi Dasar Pipa Awal + Tinggi Muka Air Limbah

= 248,55 + 0.36 = 248,91 π‘š

Dengan persamaan diatas, hasil perhitungan elevasi ketinggian saluran atau perhitungan untuk melakukan penanaman pipa pada saluran primer dan sekunder sewerage adalah sebagai berikut:

Tabel 5. 14 Elevasi Saluran Primer Sewerage

ELEVASI SALURAN PRIMER

No .

Saluran Primer

Panjan g Salura

n (m) Slope

D use (m)

Muka Tanah Galia

n Awal

(m)

Elevasi Dasar Pipa

Kedalaman Pipa

Tingg i muka

air limba h (m)

Elevasi Muka Air Limbah Awa

l (m)

Akhi r (m)

Awal (m)

Akhir (m)

Awa l (m)

Akhi r (m)

Awal Akhir

1 A1-A3 442 0,0282

5 0,45 250 237,

5 1 248,55 236,05 1,45 1,45 0,36 248,9 1

236,4 1 2 A3-A5 1124 0,0333

6 0,45

1 237,

5 200 1 236,04

9

198,54 9

1,45 1

1,45 1

0,360 8

236,4 1

198,9 1 3 A5-A7 1090 0,0229

3 0,45

2 187,

5 162,

5 1 186,04

8

161,04 8

1,45 2

1,45 2

0,361 6

186,4 1

161,4 1

4 A7-A9 855 0,0292

3 0,45

3 162,

5 137,

5 1 161,04

7

136,04 7

1,45 3

1,45 3

0,362 4

161,4 1

136,4 1

5 A9-

A11 605 0,0206

7 0,45

4 137,

5 125 1 136,04

6

123,54 6

1,45 4

1,45 4

0,363 2

136,4 1

123,9 1

6 A11-

A13 1311 0,0095 4

0,45 5

112,

5 100 1 111,04

5 98,545 1,45 5

1,45

5 0,364 111,4 1 98,91

7 A13-

A15 1548 0,0161 5

0,45

6 87,5 62,5 1 86,044 61,044 1,45 6

1,45 6

0,364

8 86,41 61,41

8 A15-

A17 853 0,0293

1 0,45

7 62,5 37,5 1 61,043 36,043 1,45 7

1,45 7

0,365

6 61,41 36,41

9 A17-

A19 1600 0,0117 2

0,45

8 37,5 18,7

5 1 36,042 17,292 1,45 8

1,45 8

0,366

4 36,41 17,66 10 A19-

A21 554 0,0031

6 0,45

9 18,7

5 17 1 17,291 15,541 1,45

9 1,45

9 0,367

2 17,66 15,91 11

A21-

A23 803 0,0056

1 0,46 17 12,5 1 15,54 11,04 1,46 1,46 0,368 15,91 11,41 12

A23-

A25 848 0,0014

7 0,46

1 12,2

5 11 1 10,789 9,539 1,46

1 1,46

1 0,368

8 11,16 9,91 13

A25-

A27 1114 0,0042 6

0,46

2 11 6,25 1 9,538 4,788 1,46

2 1,46

2 0,369

6 9,91 5,16 14

A27-

A28 1078 0,0011 6

0,46

3 6,25 5 1 4,787 3,537 1,46

3 1,46

3 0,370

4 5,16 3,91

Tabel 5. 15 Elevasi Saluran Sekunder Sewerage

ELEVASI SALURAN PRIMER

N o.

Saluran Primer Panjan

g Saluran

(m)

Slope D use (m)

Muka Tanah Galia

n Awal

(m)

Elevasi Dasar Pipa

Kedalaman Pipa

Ting gi muka

air limba h (m)

Elevasi Muka Air Limbah Da

ri K e

Aw al (m)

Akhi r (m)

Awal (m)

Akhir (m)

Aw al (m)

Akh ir (m)

Awal Akhi r

1 A2-A3 3433,3 34

0,014 56

0,31 5

287, 5

237,5

0 1 286,1

85 236,1

85 1,31

5 1,31

5 0,252 286,4 4

236,4 4

2 A4-A5 2992,8

28

0,016 71

0,31

6 250 200,0

0 1 248,6

84 198,6

84 1,31

6 1,31

6 0,252

8 248,9

4 198,9

4

3 A6-A7 1669,7

41

0,007 49

0,31 7

162, 5

150,0

0 1 161,1

83 148,6

83 1,31

7 1,31

7 0,253

6 161,4

4 148,9

4

4 A8-A9 1319,3

48

0,009 47

0,31

8 150 137,5

0 1 148,6

82 136,1

82 1,31

8 1,31

8 0,254

4 148,9

4 136,4

4 5 A10-A11 2272,6

95

0,000 33

0,31 9

112, 5

111,7

5 1 111,1

81 110,4

31 1,31

9 1,31

9 0,255

2 111,4

4 110,6

9 6 A12-A13 3125,9

71

0,012

00 0,32 125 87,50 1 123,6

8 86,18 1,32 1,32 0,256 123,9 4 86,44 7 A14-A15 1509,8

31

0,012 39

0,32

1 68,7 50,00 1 67,37

9

48,67 9

1,32 1

1,32 1

0,256

8 67,64 48,94 8 A16-A17 3308,5

89

0,007 56

0,32

2 62,5 37,50 1 61,17

8

36,17 8

1,32 2

1,32 2

0,257

6 61,44 36,44 9 A18-A19 2147,9

9

0,023 28

0,32 3

68,7

5 18,75 1 67,42

7

17,42 7

1,32 3

1,32 3

0,258

4 67,69 17,69 10 A20-A21 2479,7

14

0,000 30

0,32 4

18,7

5 18,00 1 17,42

6

16,67 6

1,32 4

1,32 4

0,259

2 17,69 16,94 11 A22-A23

1791,8 04

0,003 49

0,32

5 12,5 6,25 1 11,17

5 4,925 1,32 5

1,32

5 0,26 11,44 5,19

12 A24-A25 2626,7

97

0,000 10

0,32

6 6,25 6,00 1 4,924 4,674 1,32

6 1,32

6 0,260

8 5,18 4,93 13 A26-A27

1861,4 3

0,000 13

0,32

7 6,25 6,00 1 4,923 4,673 1,32

7 1,32

7 0,261

6 5,18 4,93

Profil Hidrolis

Setelah melakukan perhitungan elevasi, tahapan selanjutnya yang perlu dilakukan adalah membuat profil hidrolis saluran sewerage.

Tujuan dari pembuatan profil hidrolis adalah untuk melihat tampak samping dari elevasi saluran. Adapun profil hidrolis dari saluran sewerage adalah sebagai berikut:

Tabel 5. 16 Profil Hidrolis Saluran Primer Sewerage SALURAN PRIMER

Blok Saluran Panjang Awal Ld

Elevasi muka tanah

Elevasi dasar saluran

Elevasi muka air Awal Akhir Awal Akhir Awal Akhir 1 A2-A3 0 442 250,00 237,5 248,550 236,05 248,91 236,41 2 A4-A5 0 1124 237,50 200 236,049 198,549 236,41 198,91 3 A6-A7 0 1090 187,50 162,5 186,048 161,048 186,41 161,41 4 A8-A9 0 855 162,50 137,5 161,047 136,047 161,41 136,41 5 A10-A11 0 605 137,50 125 136,046 123,546 136,41 123,91 6 A12-A13 0 1311 112,50 100 111,045 98,545 111,41 98,91

7 A14-A15 0 1548 87,50 62,5 86,044 61,044 86,41 61,41

8 A16-A17 0 853 62,50 37,5 61,043 36,043 61,41 36,41

9 A18-A19 0 1600 37,50 18,75 36,042 17,292 36,41 17,66

10 A20-A21 0 554 18,75 17 17,291 15,541 17,66 15,91

11 A22-A23 0 803 17,00 12,5 15,540 11,04 15,91 11,41

12 A24-A25 0 848 12,25 11 10,789 9,539 11,16 9,91

13 A26-A27 0 1114 11,00 6,25 9,538 4,788 9,91 5,16

14 A27-A28 0 1078 6,25 5 4,787 3,537 5,16 3,91

Gambar 5. 5 Grafik Profil Hidrolis Saluran Primer A1-A3

Gambar 5. 6 Grafik Profil Hidrolis Saluran Primer A3-A5 234,00

236,00 238,00 240,00 242,00 244,00 246,00 248,00 250,00 252,00

0 100 200 300 400 500

ELEVASI

PANJANG PIPA (m)

SALURAN A1-A3

MUKA TANAH DASAR SALURAN MUKA AIR

195,00 200,00 205,00 210,00 215,00 220,00 225,00 230,00 235,00 240,00

0 200 400 600 800 1000 1200

ELEVASI

PANJANG PIPA (m)

SALURAN A3-A5

MUKA TANAH DASAR SALURAN MUKA AIR

Tabel 5. 17 Profil Hidrolis Saluran Sekunder Sewerage SALURAN SEKUNDER

Blok Saluran Panjang Saluran Ld

Elevasi muka tanah

Elevasi dasar saluran

Elevasi muka air Awal Akhir Awal Akhir Awal Akhir 1 A2-A3 0 3433,33 287,50 237,50 286,19 236,19 286,44 236,44 2 A4-A5 0 2992,83 250,00 200,00 248,68 198,68 248,94 198,94 3 A6-A7 0 1669,74 162,50 150,00 161,18 148,68 161,44 148,94 4 A8-A9 0 1319,35 150,00 137,50 148,68 136,18 148,94 136,44 5 A10-A11 0 2272,70 112,50 111,75 111,18 110,43 111,44 110,69 6 A12-A13 0 3125,97 125,00 87,50 123,68 86,18 123,94 86,44 7 A14-A15 0 1509,83 68,70 50,00 67,38 48,68 67,64 48,94 8 A16-A17 0 3308,59 62,50 37,50 61,18 36,18 61,44 36,44 9 A18-A19 0 2147,99 68,75 18,75 67,43 17,43 67,69 17,69 10 A20-A21 0 2479,71 18,75 18,00 17,43 16,68 17,69 16,94

11 A22-A23 0 1791,80 12,50 6,25 11,18 4,93 11,44 5,19

12 A24-A25 0 2626,80 6,25 6,00 4,92 4,67 5,18 4,93

13 A26-A27 0 1861,43 6,25 6,00 4,92 4,67 5,18 4,93

Gambar 5. 7 Grafik Profil Hidrolis Saluran Sekunder A2-A3 0,00

50,00 100,00 150,00 200,00 250,00 300,00 350,00

0 1000 2000 3000 4000

ELEVASI

PANJANG PIPA (m)

SALUIARAN A2-A3

MUKA TANAH DASAR SALURAN MUKA AIR

Gambar 5. 8 Grafik Profil Hidrolis Saluran Sekunder A4-A5

Dalam dokumen Laporan Drainase dan Sewerage (Halaman 132-146)

Dokumen terkait