• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERHITUNGAN PEMBAKUAN 1. Data Penimbangan I

Dalam dokumen Kimia Farmasi II (Analisis Obat) (Halaman 110-123)

Penetapan Kalsium Laktat dengan Metode Kompeksometri

C. PERHITUNGAN PEMBAKUAN 1. Data Penimbangan I

Berat kalsium karbonat = ... mg Volume larutan titer (EDTA) = ... ml MEDTA =

M1 =

= ...

2. Data Penimbangan II

Berat kalsium karbonat = ... mg Volume larutan titer (EDTA) = ... ml MEDTA =

Judul Praktikum :

Hari/Tgl praktek : Sampel Uji : No. Batch : Metode :

Tim Kerja :

9. Nama : ...

NIM : ...

10. Nama : ...

NIM : ...

PELAPORAN

HASIL

PRAKTIKUM

M2 =

= ...

3. Data Penimbangan III

Berat kalsium karbonat = ... mg Volume larutan titer (EDTA) = ... ml MEDTA =

M3 =

= ...

Molaritas rata-rata=

=

= ...

D. PERHITUNGAN KADAR

Berat 10 tablet = ... g Berat rata-rata/tab =

= = ... g

1. Data Penimbangan I:

Berat sampel uji = ... mg Volume larutan titer (EDTA) = ... ml Mgrek kalsium laktat = V EDTA x N EDTA

Kalsium laktat dlm sampel = V EDTA x N EDTA x BM kalsium laktat

= ... x ... X 308

= ... mg mg kalsium laktat pertab

= x hasil perhitungan (mg) = x ... (mg)

= ... mg/tab

% kadar kalsium laktat terhadap label

= x 100%

= x 100%

= ... %

2. Data penimbangan II

Berat sampel uji = ... mg Volume larutan titer (EDTA) = ... ml Mgrek kalsium laktat = V EDTA x N EDTA

Kalsium laktat dlm sampel = V EDTA x N EDTA x BM kalsium laktat

= ... x ... X 308

=... mg mg kalsium laktat pertab

= x hasil perhitungan (mg) = x ... (mg)

= ... mg/tab

% kadar kalsium laktat terhadap label

= x 100%

= x 100%

= ... % 3. Data Penimbangan III

Berat sampel uji = ... mg Volume larutan titer (EDTA) = ... ml Mgrek kalsium laktat = V EDTA x N EDTA

Kalsium laktat dlm sampel = V EDTA x N EDTA x BM kalsium laktat = ... x ... X 308

=... mg

mg kalsium laktat pertab

= x hasil perhitungan (mg) = x ... (mg)

= ... mg/tab

% kadar kalsium laktat terhadap label

= x 100%

= x 100%

= ... % mg kalsium laktat rata-rata/tab =

= = ... mg/tab

% kadar terhadap label rata-rata :

=

= = ... %

E. KESIMPULAN

1. Molaritas larutan titer EDTA : ... M

2. Kadar Ca Laktat pertablet : ... mg/tab

Kadar kemurnian berdasarkan kadar yang tertera pada label : ... % Jadi ... syarat Farmakope Indonesia edisi III/IV

..., ... 20...

Pengawas/Pembimbing Praktikan

(...) (...)

Latihan 3

1) Pada pembakuan larutan dinatrium EDTA ditimbang saksama 0,1094 g kalsium karbonat, dilarutkan dengan beberapa tetes asam klorida 1 N. Ditambahkan 25 ml air suling, 15 ml dapar amonium klorida pH 10. Ditambahkan indikator biru hidroksinaftol.

Dititrasi dengan larutan dinatrium EDTA hingga titik akhir tercapai. Volume larutan titer dinatrium EDTA yang dibutuhkan = 20.8 ml. Hitung molaritas larutan dinatrium EDTA tersebut.

2) Pada penetapan kadar kalsium laktat, ditimbang serbuk tablet sebanyak 0,4231 g, dimasukkan ke dalam erlenmeyer 250 ml. Dilarutkan dengan 30 ml air suling, 15 ml larutan dapar amonium klorida pH 10. Ditambahkan indikator biru hidroksi naftol, kemudian dititrasi dengan larutan titer kalium permanganat yang telah dibakukan di atas. Diketahui berat 10 tablet sampel uji kalsium laktat = 6,5024 g, volume larutan titer dinatrium EDTA = 21,1 ml. Hitung berapa mg kalsium laktat pertablet.

Kunci Jawaban Tes

Latihan 1

1) Soal ini diselesaikan dengan rumus : Normalitas (N) =

Massa (g) = N x BE x Volume(liter)

Kesetaraan BE terhadap BM lihat kembali ½ reaksi redoksnya (perhatikan jumlah elektron yang dilepas/ditambahkan).

2) a) Indikator amilum/kanji, titik akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya warna biru b) Pipet volum/buret

Soal ini diselesaikan dengan rumus :

NIod = x 25/100

Kesetaraan BE terhadap BM lihat kembali ½ reaksi redoksnya dari As2O3 (lihat jumlah elektron dalam reaksi tersebut).

2) Soal ini diselesaikan dengan rumus : mgrek vitamin c =mgrek iod

=VIod x NIod

mg Vit c dlm sampel =VIod x NIod x BE vit c

=... mg

mg vit c pertab = x hasil perhitungan (mg) = ... mg

Kunci : 0,0981 N

Kunci : 98,1138 mg Kunci : 9,125 g

gram

Latihan 2

1) Soal ini diselesaikan dengan rumus : Normalitas (N) =

Massa (g) = N x BE x Volume(liter)

Kesetaraan BE terhadap BM KmnO4, lihat kembali ½ reaksi reduksinya (perhatikan jumlah elektron yang ditambahkan).

2) Titik akhir tercapai jika warna KmnO4 tidak hilang (warna pink) Soal ini diselesaikan dengan rumus :

NKMnO4 =

Kesetaraan BE terhadap BM asam oksalat lihat kembali ½ reaksi oksidasinyanya (perhatikan jumlah elektron yang dilepaskan).

3) Soal ini diselesaikan dengan rumus : Mgrek Ferro Sulfat = V KMnO4 x N KMnO4

Ferro Sulfat dlm sampel= VKMnO4 x N KMnO4 x BEFerro sulfat

=... mg

Ferro Sulfat pertablet = x hasil perhitungan (mg) = ... mg

Lihat kembali ½ reaksi oksidasi Ferro untuk menentukan kesetaraan BE dengan BMnya Kunci : 0,79 g gram

Kunci : 0,0987 N

Kunci : 200,36 mg mg

Latihan 3

1) Penyelesaian soal ini gunakan rumus : MEDTA =

2) Penyelesaian soal ini, gunakan rumus berikut : Mgrek kalsium laktat = V EDTA x N EDTA

Kalsium laktat dlm sampel= V EDTA x N EDTA x BM kalsium laktat mg kalsium laktat pertab

= x hasil perhitungan (mg)

Diketahui : BM Kalsium Laktat = 308

Kunci : 500,05 mg Kunci : 0,0526 M

Tes 3

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Reaksi kimia yang terjadi pada metoda permanganometri pada penetapan kadar tablet FeSO4 adalah...

A. Netralisasi

B. Reduksi oksidasi C. Pengendapan

D. Pembentukan senyawa kompleks E. Pembentukan garam diazo

2) Larutan titer yang digunakan pada metode tersebut adalah...

A. H2SO4

B. NaOH C. K2Mn2O7

D. K2MnO4

E. KMnO4

3) Baku primer yang dapat digunakan untuk membakukan/menstandarisasi larutan titer adalah...

A. Natrium klorida B. Natrium karbonat C. Kalsium karbonat D. Kalium biftalat E. Asam oksalat

4) Metoda untuk penetapan kadar vitamin C diatas disebut metoda...

A. Asidimetri

B. Alkalimetri

C. Iodimetri D. Iodometri

E. Permanganometri

5) Zat yang bersifat reduktor adalah...

A. Larutan baku iodium B. Vitamin

C. H2SO4 encer D. indikator kanji E. air suling

6) Berdasarkan reaksi : 2 Na2S2O3 + I2  Na2S4O6 + 2 NaI Maka pernyataan yang benar adalah...

A. Iodium teroksidasi menjadi iodida B. Iodium mengoksidasi natrium tiosulfat

C. Iodium menetralkan sifat basa natrium tiosulfat D. Natrium tiosulfat sebagai oksidator

E. Natrium tiosulfat tereduksi

7) Pernyataan yang tidak tepat dari iodimetri adalah...

A. Tidak perlu indicator

B. Titrasi dalam keadaan netral dan asam lemah C. Dapat digunakan untuk menetapkan kadar antalgin D. Warna Titik Akhir biru tua hasil reaksi I2-Amilum

E. vitamin X sebagai reduktor dan larutan iodium sebagai oksidator

8) Hasil reaksi vitamin C akan teroksidasi menjadi...

A. Asam askorbat B. Asam salisilat

C. Asam dehidroaskorbat D. Asam benzoate

E. Asam folat

9) Bila 1 ml iodium 0,1 N setara dengan 8,806 mg vitamin, berapa mg asam askorbat yang dapat dititrasi dengan 22,4 ml I2 N ?

A. 19,72 mg

B. 197,25 mg

C. 1,97 g D. 19,7 g E. 0.97 g

10) Indikator yang digunakan pada penetapan kadar vitamin C adalah...

A. Phenoftalein B. KMnO4

C. Metil orange D. Tropeolin OO E. Amilum

Kunci Jawaban Tes

Tes 3

1) B 2) E 3) E 4) C 5) B 6) B 7) A 8) C 9) B 10) E

Daftar Pustaka

Depkes RI,1979, Farmakope Indonesia Edisi III, Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.

Depkes RI, 1995, Farmakope Indonesia Edisi IV, Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.

Sudjadi, Abd Rohman, 2012, Analisis Farmasi, PustakaPelajar Yogyakarta

Sudjadi, Abd Rohman, 2007, Analisis Kuantitatif Obat, PustakaPelajar Yogyakarta

Basset, J., Denney, R C., dkk., 1994, Buku Ajar Vogel Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik, Jakarta: EGC.

Dalam dokumen Kimia Farmasi II (Analisis Obat) (Halaman 110-123)

Dokumen terkait