• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Umum Corak Produksi Masyarakat

Ada 4 (empat) corak produksi yang pernah ada dalam sejarah perkembangan masyarakat di dunia.

Yaitu (1) zaman komunal primitif, (2) zaman perbudakan, (2) zaman feodal, dan (4) zaman kapitalisme- imperialisme.

Manusia Hidup

Makan, minum, pakaian, tempat tinggal

Diproduksi

Manusia bekerja/berproduksi

Tenaga kerja Alat kerja

(Cangkul, mesin, dsb)

Sasaran kerja (bahan mentah, tanah, dsb) Alat produksi

Tenaga produktif

Hubungan produksi

Kerja sama Kerja penindasan

Sistem Ekonomi Corak produksi

Kolektif Penghisapan

Perlu

Harus

Memerlukan

Mengharuskan

Dan

dan Merupakan

Mengadakan

Terdapat dua watak dan sifat

Merupakan

Merupakan

Membentuk

Basis kehidupan masyarakat

Menentukan

47

Zaman komunal primitif adalah ketika manusia masih hidup berkelompok, berpindah-pindah, serta memenuhi kebutuhan hidup dengan cara berburu dan meramu serta bergantung sepenuhnya pada alam. Dikatakan komunal primitif karena pemenuhan kebutuhan hidup dilakukan dan dinikmati bersama-sama oleh anggota komune, dengan alat produksi yang sangat primitif seperti batu dan tulang. Pekerjaan berburu dilakukan oleh laki-laki dan perempuan, namun karena memiliki masa hamil-melahirkan, perempuan membantu komunenya dengan meramu makanan. Kaum perempuan inilah yang pertama kali menemukan cara bercocok tanam dan mengembangkan sistem pertanian.

Awalnya sistem bercocok tanam hanya untuk menutupi kekurangan buruan saja. Seiring sistem bercocok tanam yang terus berkembang dan mulai mencukupi pemenuhan kebutuhan hidup, maka sistem berburu mulai ditinggalkan. Kaum laki-laki mulai mengambil alih sistem pertanian dan mendominasi dalam hubungan produksi. Kaum perempuan lalu hanya ditempatkan pada pekerjaan rumah tangga saja. Inilah asal-usul budaya patriarki dalam masyarakat.

Selain bertani, ada juga komune yang bersandar pada hasil laut dan kerang. Lahirlah hubungan barter/pertukaran barang antar satu komune dengan yang lain, melalui perwakilan komune yang biasanya dipilih. Dalam perkembangannya, si perwakilan ini malah tak terlibat dalam kerja produksi dan melahirkan praktek penumpukan barang, lalu mengangkat pengikut-pengikutnya menjadi pengawal praktik akumulasi ini, sehingga merubah perwakilan ini menjadi pemimpin komune (yang dikenal sebagai kepala suku).

Kebutuhan produksi yang meningkat, melahirkan persaingan antar komune yang menyebabkan perang perebutan wilayah. Komune/suku yang kalah perang lalu ditawan dan dipaksa bekerja sebagai budak, sementara kepala suku yang menang menjadi tuan budak. Daerah suku yang kalah pun dikuasai oleh suku yang menang. Corak produksi komune primitif pun hancur dan digantikan oleh corak produksi baru yang berbasis hubungan penindasan suatu klas pada klas yang lain, yang disebut dengan masa kepemilikan budak.

Pada masa kepemilikan budak, terjadi perkembangan budaya yang pesat, karena tuan budak bisa meluangkan waktu lebih untuk menuangkan ide-idenya, sementara kerja produksi dilakukan budak.

Borobudur, Piramida, Colleseum, dsb., adalah hasil kebudayaan yang lahir di zaman ini. Tuan budak juga membangun struktur politik dengan algojo-algojonya. Penindasan luar biasa ini membuat kaum budak melakukan pemberontakkan. Di Romawi misal, terjadi pemberontakan budak Spartacus.

Meledaknya pemberontakan dimana-mana, membuat tuan budak membebaskan budak secara relatif.

Budak-budak yang telah dilepaskan harus bergantung pada sistem bagi hasil yang didapatkan dari menggarap tanah yang dikuasai oleh si tuan budak. Dengan demikian, terjadi perubahan hubungan produksi baru dalam masyarakat, yaitu hubungan produksi antara tuan tanah (yang awalnya tuan budak) dengan tani hamba (yang awalnya budak). Inilah yang menandai lahirnya corak produksi feodalisme.

Feodalisme adalah corak produksi yang berdasarkan hubungan produksi penindasan dan penghisapan antara tuan tanah atas tani hamba. Tuan tanah memonopoli penuh tanah garapan, dan kaum tani memiliki kewajiban kerja serta menyerahkan hasil produksi kepada tuan tanah. Jika tidak, maka kaum tani akan dihukum secara fisik atau lewat beban kerja dan pajak lebih banyak. Untuk mempertahankan kedudukan kelasnya, kaum bangsawan feudal saat itu memanfaatkan institusi agama. Melawan raja dianggap sama saja dengan melawan Tuhan. Inilah yang dikenal sebagai zaman kegelapan (dark age), karena ilmu pengetahuan dilarang berkembang, dan dogma-dogma raja sajalah yang dipertahankan.

Di zaman ini, uang mulai berkembang sebagai alat tukar (transaksi) atas barang. Sehingga berkembanglah ekonomi perdagangan atau fase merkantilisme. Perdagangan berkembang begitu pesat dan melahirkan klas baru yaitu kaum pedagang. Ketika terjadi persaingan memperebutkan pasar atau jalur perdagangan, dimulailah fase penjelajahan. Di Eropa ketika itu jalur perdagangan yang terkenal adalah Jalur Sutra, dengan pusat perdagangan di Konstantinopel. Pasca jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki, kerajaan-kerajaan Eropa seperti Inggris, Portugis dan Spanyol mulai

48

melakukan proses penjelajahan samudra. Eropa mulai menduduki benua Amerika Utara, Amerika Selatan, Tanjung Harapan Afrika Selatan, hingga ke India. Ini berlangsung dari abad 15-17 Masehi.

Di Eropa sendiri, kaum pedagang telah membangun gilda-gilda (industri rumah tangga) produksi kerajinan tangan. Tuan-tuan gilda mempekerjakan sebagian besar kaum tani hamba. Di akhir abad 16 terjadi Revolusi Industri yang diawali di Inggris, yaitu penemuan-penemuan mesin uap, kereta api dan sebagainya. Gilda-gilde mulai hancur digantikan dengan pabrik-pabrik yang mempekerjakan klas baru yaitu buruh. Tuan-tuan gilde beranjak menjadi si kapitalis. Revolusi Industri ini menandai perubahan mendasar atas alat produksi, mendorong kemajuan tenaga produktif, dan perubahan hubungan produksi dalam masyarakat feudal.

Saat itu, kaum tani sendiri semakin jengah dengan tindasan kaum bangsawan feudal, dan mulai melakukan pemberontakan bersama dengan kaum pemilik modal (borjuasi) yang juga ditindas dengan pajak tinggi dan pengekangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di Inggris, kaum diggers (tani) menuntut tanah bersama dengan kaum la vellers (cikal bakal borjuasi) yang menuntut persamaan hak dengan kaum aristokrat. Revolusi ini mengakibatkan raja Inggris Charles I digantung. Negara Inggris pun berubah bentuk dari Monarki Absolut ke Monarki Konstitusional. Di Prancis pada 1789, terjadi revolusi yang dipimpin borjuasi dengan melibatkan kaum tani dan klas buruh yang mulai tumbuh, untuk menumbangkan kekuasaan absolut Louis XVI. Revolusi ini melahirkan negera modern (republik) berdasarkan Trias Politica. Bersamaan dengan tumbangnya kekuasaan feodal, hancur pula dogma- dogma legitimasi kaum bangsawan. Zaman ini dikenal dengan abad pencerahan atau Rennesaince dan Aufklarung.

Feodalisme di Eropa runtuh dan melahirkan sistem baru yaitu kapitalisme. Hubungan produksi dalam masyarakat kapitalisme adalah hubungan penindasan antara kapitalis (pemilik modal) terhadap klas buruh, yaitu klas yang tidak memiliki apa-apa selain tenaga kerja. Sementara kapitalis yang memiliki modal, tidak berpartisipasi dalam produksi dan mengambil untung besar dari keringat dan tenaga klas buruh. Penghisapan dan penindasan kapitalis pada klas buruh terletak pada perampasan nilai lebih yang diambil dari jam kerja berlebihan yang dilakukan kelas buruh.

Imperialisme adalah tahap perkembangan tertinggi kapitalisme di dunia. Kapitalisme berkembang ke tahapan kapitalisme monopoli/imperialisme, melalui tiga tahapan: Puncak dari persaingan bebas di negara kapitalis pada saat revolusi industri yang dimulai dari Inggris pada 1860-1870; periode transisi di mana banyak perusahaan dan kapitalis kecil yang mulai runtuh dan merger atau diakuisisi oleh perusahaan yang lebih besar pada 1873-1890; dan krisis yang semakin membuat kapitalis kecil runtuh dan dimulainya monopoli pada 1900-1903.

Imperialisme telah menjadi sistem yang mendominasi dunia saat ini. Imperialisme akan selalu mengalami krisis akibat over produksi, sehingga imperialisme selalu berupaya melakukan perebutan sumber-sumber material, pasar, tenaga kerja dan ekspor kapital demi mendatangkan keuntungan super di balik itu semua. Nafsu serakah imperialisme telah mendatangkan bencana kemanusiaan terbesar yaitu perang (PD I dan II), penjajahan dan hancurnya penghidupan masyarakat di berbagai negeri. Saat ini, Imperialisme terbesar adalah Amerika Serikat.

Dalam 4 corak produksi tersebut, hanya zaman komunal primitif-lah yang memiliki corak produksi yang tidak menghisap, atau menjalanankan corak produksi kolektif. Setelah itu, mulai dari perbudakan hingga kapitalisme-imperialisme saat ini, corak produksi yang berjalan adalah penghisapan. Hukum umum perkembangan masyarakat inilah yang akan menjadi landasan teori kita untuk mengupas seperti apa sejarah perkembangan masyarakat di Indonesia.

49

Bagan II. Perkembangan Corak Produksi Umum Masyarakat