• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEDIAAN BARANG DAGANG (MERCHANDISE INVENTORY )

Dalam dokumen CARA MUDAH BELAJAR AKUNTANSI TANPA RIBET (Halaman 82-89)

BAB 5 SIKLUS AKUNTANSI

2. SIKLUS AKUNTANSI (ACCOUNTING CYCLE)

2.4 AYAT JURNAL PENYESUAIAN (ADJUSTING JOURNAL)

1.4.6 PERSEDIAAN BARANG DAGANG (MERCHANDISE INVENTORY )

Pada pencatatan persediaan yang menggunakan metode Fisik maka nilai persediaan barang dagang harus dihitung dan disesuaikan pada akhir periode.

Proses penyesuaian untuk persediaan disusun melalui 2 tahap yakni:

a. Tahap 1 menghapus akun persediaan awal dengan membuat jurnal sebagai berikut:

2015 Des.

31 Ikhtisar laba-rugi Ikhtisar laba/rugi

Rp xxx,- -

- Rp xxx,-

b. Tahap 2 mencatat nilai persediaan akhir dengan membuat jurnal penyesuaiansebagai berikut:

2015 Des.

31 Persediaan barang dagang Ikhtisar laba rugi

Rp xxx,- -

- Rp xxx,-

Contoh:

31 desember 2015, terlihat data persediaan barang dagang sebagai berikut:

3. Persediaan awal barang dagangan Rp. 5.000.000

4. Stok opname terhadap persediaan akhir barang dagangan telah dilakukan dan nilai persediaan akhir adalah sebesar Rp. 10.000.000

74 Adjusting journal:

2015 Des.

31 Ikhtisar lab/rugi

Persediaan barang awal (mencatat persediaan awal)

Rp 5.000.000,- -

- Rp 5.000.000,-

31 Persediaan barang akhir Laporan Laba rugi

(mencatat persediaan akhir)

Rp. 10.000.000

Rp. 10.000.000

KESIMPULAN:

Hal-hal yang perlu disesuaikan:

1. Piutang Pendapatan (Accrued Revenue): yaitu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum dicatat.

2. Utang Biaya (Accrued Expenses): yaitu biaya-biaya yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum dicatat.

3. Pendapatan Diterima Di Muka (Unearned Revenue atau deffered revenue): yaitu pendapatan yang sudah diterima tetapi sebenarnya merupakan pendapatan untuk periode yang akan datang.

4. Biaya Dibayar Di Muka (Prepaid Expenses atau deffered expenses): yaitu biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi sebenarnya harus dibebankan pada periode yang akan datang.

5. Kerugian Piutang (Bad Debt) : yaitu taksiran kerugian yang timbul karena adanya piutang yang tidak bisa ditagih.

6. Penyusutan (Depreciation): yaitu penyusutan aset tetap yang harus dibebankan pada suatu periode akuntansi.

7. Biaya Pemakaian Perlengkapan (Supplies Expense): yaitu bagian dari harga beli perlengkapan yang telah dikonsumsi selama periode akuntansi

8. Persediaan Barang Dagang (Merchandise Inventory): yaitu barang dagang yang dipergunakan untuk menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.

75 REVIU

1. Sebutkan dan jelasakan apa itu Siklus Akuntansi?

2. Gambarkan siklus akuntansi secara berurutan.

3. Sebutkan dan jelaskan pengertian Jurnal, Buku Besar, Neraca Saldo, Neraca Lajur, Jurnal Penutup dan Neraca Saldo Setelah Penutupan.

4. Apa yang dimaksud dengan Jurnal Penyesuaian, dan mengapa jurnal penyesuaian harus disusun?

Kasus 1

Buatlah jurnal penyesuaian berdasarkan data-data sebagai berikut:

1. Perlengkapan yang digunakan pada tahun ini adalah sebesar Rp.500.000;

2. Gaji karyawan yang masih harus dibayar oleh perusahaan sebesar Rp.1.000.000;

3. Perusahaan telah menyelesaikan pekerjaan jasa foto copy sebesar Rp.750.000; tetapi belum diterima pembayarannya.

4. Tanggal 2 Januari 2002 perusahaan membayar sewa gedung kantor untuk 2 tahun sebesar Rp 10.000.000. (Asumsi: pencatatan awal menggunkan pendekatan beban).

Kasus 2:

Berikut ini neraca saldo PD “ Sejahtera” pada tanggal 31 Desember 2015 sebagai berikut:

PD Sejahtera Trial Balance 31 December 2015 (In Rp.) Kode

Akun

Akun Debet (Rp.) Kredit (Rp.)

101 Kas 11.750.000

102 Piutang dagang 0

103 Beban perlengkapan 1.198.000

104 Asuransi dibayar dimuka 2.400.000

105 Iklan dibayar dimuka 0

121 Bangunan 100.000.000

122 Akumulasi penyusutan bangunan 12.930.000

123 Perlengkapan 16.000.000

124 Akumulas penyusutan perlengkapan 1.900.000

76

201 Hutang dagang 1.275.000

202 Sewa diterima dimuka 0

203 Beban hutan 2.160.000

301 Modal tuan Lucky 109.099.000

401 Pendapat jasa 4.985.000

402 Pendapatan sewa 1.115.000

403 Pendapatan parking 1.493.500

501 Biaya perbaikan 445.000

502 Beban asuransi 0

503 Beban penysusutan gedung 0

504 Beban penyusutan peralatan 0

505 Beban air, telephon, listrik 1.210.000

506 Beban gaji 1.365.000

507 Beban perlengkapan 0

508 Beban iklan 550.000

509 Beban lainnya 39.500

Data keuangan pada akhir periode terlihat sebagai berikut:

1. Persediaan kebutuhan kantor tersisa Rp. 48.000

2. Asuransi dibayar pada tanggal 1 November 2015, asuransi tersebut untuk 3 bulan

3. Iklan yang dibayar untuk 11 kali dan sampai pada tanggal 31 Desember 2015 iklan tersebut telah diterbitkan sebanyak 8 kali.

4. Penyusutan bangunan tetap adalah 10 % dari harga perolehan, dan penyusutan peralatan ditetapkan sebesar 5 % per tahun dari harga perolehan.

5. Upah karyawan harian dan dibayar setiap hari sabtu (untuk senin s.d sabtu dan perhari karyawan dibayar sebesar Rp. 200.000). ternyata tanggal 31 desember 2015 ini jatuh pada hari jumat.

6. Beban listrik dan air yang masih harus dibayar per tanggal 31 Desember 2015 Rp.

200.000

7. Pendapatan sewa lahan parkir untuk sebesar Rp. 750.000 merupakan pendapatan bulan Januari 2016.

8. Masih terdapat pendapatan dari penjualan tiket yang belum dibayar konsumen sebesar Rp. 200.000

77 Diminta:

5. Buatlah ayat jurnal penyesuaian per 31 Desember 2015 6. Susun ulang Neraca saldo setelah penyesuaian

Kasus 3

Tuan Kaya mendirikan Foto Studio "Bercahaya" pada tanggal 1 Januari 2015. Berikut ini adalah data keuangan pada akhir tahun 2015.

Foto Studio "Bercahaya"

Neraca Saldo 31 December 2015

Nama Akun Saldo

Debet Kredit

Kas

Investasi jangka pendek Piutang dagang

Perlengkapan foto kopi Perlengkapan kantor Asuransi dibayar dimuka Peralatan fotokopi Peralatan kantor Gedung

Hutang dagang Modal Tuan Kaya Pendapatan foto Biaya kantor lainnya Beban gaji

Beban iklan Pendapatan bunga pendapatan bunga

Rp 52.350,-

10.000,- 18.200,- 96.150,- 41.300,- 10.000,- 480.000,- 115.000,- 1.000.000,-

20.000,- 22.000,- 4.000,-

Rp 12.000,-

1.363.000,- 457.650,-

350,- 36.000,-

Total Rp 1.869.000,- Rp 1.869.000,-

Selain data diatas masih terdapat data-data berikut ini:

78

1. Masih harus diterima pendapatan bunga dari obligasi yang nilai nominalnya Rp 10.000,-, bunga 6%, pembayaran bunga setiap tanggal 1 April dan 1 Oktober.

3. Masih harus dibayar gaji pegawai bulan Desember Rp 2.000,- 4. Pendapatan sewa yang diterima di muka Rp 6.000,-

5. Asuransi dibayar di muka pada tanggal 31 Desember 2015 adalah Rp 4.000,- 6. Kerugian Piutang ditaksir 2% dari pendapatan foto studio.

7. Depresiasi (penyusutan) aset tetap dilakukan atas dasar tarif sbb:

a) Depresiasi peralatan fotografi ditaksir 20% per tahun dari harga perolehan b) Depresiasi peralatan kantor ditaksir 10% per tahun dari harga perolehan c) Depresiasi gedung ditaksir 5% per tahun dari harga perolehan

8. Perlengkapan yang masih tersisa pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:

a) Perlengkapan fotografi Rp 32.400,- b) Perlengkapan kantor Rp 15.500,- Diminta: Susunlah Jurnal penyesuaian

79 1.5 WORKSHEET (NERACA LAJUR)

Neraca lajur adalah kertas berkolom (worksheet) yang digunakan untuk meringkas seluruh data transaksi keuangan perusahaan yang dibutuhkan untuk memudahkan dalam menyusun laporan keuangan (Khusnaini, 2014). Neraca lajur bermanfaat untuk memahami arus data dari neraca saldo yang belum disesuaikan ke laporan keuangan (Niswonger, 1999:1135). Neraca Lajur disusun dengan memindahkan data-data Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian.

Neraca lajur biasanya terdiri dari 8 sampai dengan 10 kolom. Berikut ini adalah bentuk Neraca Lajur 10 (sepuluh) kolom.

Table 19 Neraca Lajur PD “ ……”

Work Sheet

For the Month ended 31 December 20xx Kode

Akun Nama

Akun Neraca

Saldo Jurnal

Penyesuaian Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Laporan

Laba-Rugi Laporan Posisi Keuangan

D K D K D K D K D K

Sumber data: diolah

80

Dalam dokumen CARA MUDAH BELAJAR AKUNTANSI TANPA RIBET (Halaman 82-89)

Dokumen terkait