• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perubahan Fisiologi dalam Kehamilan

Dalam dokumen asuhan kebidanan komprehensif pada ny. f (Halaman 38-43)

BAB VI PENUTUP

2.1.4 Perubahan Fisiologi dalam Kehamilan

Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita, khususnya pada alat genitalia eksterna dan interna serta pada payudara (mammae).

Menurut Hutahaean (2013) perubahan fisiologi yang terdapat pada ibu hamil trimester III antara lain, yaitu :

a. Uterus

Pada usia gestasi 30 minggu, fundus uteri dapat dipalpasi dibagian tengah antara umbilicus dan sternum. Pada usia kehamilan 38 minggu, uterus sejajar dengan sternum. Hal ini mengakibatkan berkurangnya tinggi fundus yang disebut dengan lightening (Marmi, 2011).

Tabel 2.2 Tinggi Fundus Uteri Menurut Mc. Donald

No Usia Kehamilan Tinggi Fundus Uteri

1. 22-27 minggu 24-25 cm diatas simfisis

2. 28-29 minggu 26,7 cm diatas simfisis

3. 30-31 minggu 29,5-30 cm diatas simfisis

4. 32-33 minggu 29,5-30 cm diatas simfisis

5. 34-35 minggu 31 cm diatas simfisis

6. 36-37 minggu 32 cm diatas simfisis

7. 38-39 minggu 33 cm diatas simfisis

8. 40-41 minggu 37,7 cm diatas simfisis

Sumber : Sofian, A. 2012.

Tabel 2.3 Tinggi Fundus Uteri Menurut jari

Sumber : Sofian, A. 2012

Gambar 2.4 Pemeriksaan Fundus Uteri untuk Menentukan Umur Kehamilan

Sumber : Wiknjosastro, H. 2013.

Serviks Uteri

Serviks akan mengalami perlunakan atau pematangan secara bertahap akibat bertambahnya aktivitas uterus selama kehamilan, dan akan mengalami dilatasi sampai pada kehamilan trimester III (Putranti, 2018).

Vagina dan Vulva

Terjadi peningkatan rabas vagina. Peningkatan cairan vagina selama kehamilan adalah normal, cairan biasanya jernih (Putranti, 2018).

Payudara

Keluarnya cairan berwarna kekuningan dari payudara ibu yang disebut dengan Colostrum. Hal ini tidak berbahaya dan merupakan pertanda bahwa payudara sedang menyiapkan ASI untuk menyusui bayi nantinya (Putranti, 2018).

1. 28-31 minggu 2-3 jari diatas pusat

2. 32-35 minggu 3 jari diatas pusat sampai dengan Pertengahan pusat – processus xifoideus (px)

3. 36-39 minggu 3 jari dibawah px

4. 40 minggu Pertengahan pusat – px, tetapi melebar kesamping

Kulit

Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap terjadi pada 90% ibu hamil.

Hiperpigmentasi terlihat lebih nyata pada wanita berkulit gelap dan terlihat di area seperti aerola mammae, perineum, dan umbilicus juga di area yang cenderung mengalami gesekan seperti aksila dan paha bagian dalam. Hal ini disebabkan karena peningkatan hormon penstimulasi (melanosit stimulating hormone–MSH), estrogen dan progesteron (Fitriani, 2018).

Sistem Kardiovaskular

Kondisi tubuh dapat memiliki dampak besar pada tekanan darah. Posisi telentang dapat menurunkan curah jantung hingga 25%. Kompresi vena cava inferior oleh uterus yang membesar selama trimester ketiga mengakibatkan menurunnya aliran balik vena. Hal ini diwujudkan dalam peningkatan aliran darah maternal ke dasar plasenta kira–kira 500 ml/menit pada kehamilan cukup bulan.

Peningkatan volume darah terjadi selama kehamilan, mulai pada 10-12 minggu usia kehamilan dan secara progresif sampai dengan usia kehamilan 30-34 minggu (Fitriani, 2018).

c. Sistem Respirasi

Perubahan hormonal pada kehamilan trimester tiga yang memengaruhi aliran darah ke paru–paru mengakibatkan banyak ibu hamil akan merasa susah bernafas. Ini juga didukung oleh adanya tekanan rahim yang membesar yang dapat menekan diafragma, sehingga ibu hamil merasa susah bernafas (Fitriani, 2018).

d. Sistem Pencernaan

Pada kehamilan trimester III, lambung berada pada posisi vertikal dan bukan pada posisi normalnya, yaitu horizontal. Penurunan drastis tonus dan motilitas lambung dan usus ditambah relaksasi sfingter bawah esophagus merupakan faktor predisposisi terjadinya nyeri ulu hati, konstipasi, dan hemoroid (Putranti, 2018).

e. Sistem Perkemihan

Perubahan anatomis yang sangat besar terjadi pada sistem perkemihan saat hamil yaitu ginjal dan ureter. Pada akhir kehamilan, terjadi peningkatan

frekuensi Buang Air Kecil (BAK) karena kepala janin mulai turun sehingga kandung kemih tertekan. (Fitriani, 2018).

f. Sistem Muskuloskeletal

Postur tubuh wanita secara bertahap mengalami perubahan karena janin membesar dalam abdomen. Untuk mengompensasi penambahan berat badan ini, bahu lebih tertarik ke belakang dan tulang belakang lebih melengkung, sendi tulang belakang lebih lentur (Marmi, 2015). Menurut Saifuddin, dkk, (2013).

g. Kenaikan Berat Badan

Peningkatan berat badan dalam kehamilan terjadi karena adanya respon terhadap pertumbuhan janin dan plasenta yang cepat serta kebutuhan- kebutuhan organ ibu yang semakin meningkat. Normal berat badan meningkat sekitar 6-16 kg, terutama dari pertumbuhan isi konsepsi dan volume berbagai organ atau cairan intrauterine (Sukarni dan Margaret, 2016).

Tabel 2.4 Perhitungan Berat Badan Berdasarkan Indeks Masa Tubuh Ket:

IMT = BB/(TB)2

Sumber : Walyani, E.2015 2.1.5 Kebutuhan Fisik Ibu Hamil

a. Personal Hygiene

. Personal hygiene yang dilakukan seperti merawat gigi, mandi, perawatan rambut, payudara, perawatan vagina dan vulva dan perawatan kuku.

b. Pakaian

Pakaian yang dikenakan ibu hamil harus nyaman, mudah dan menyerap keringat, mudah dicuci, tanpa sabuk yang menekan bagian

Kategori IMT Rekomendasi

Rendah <19,8 12,5-18

Normal 19,8-26 11,5-6

Tinggi 26-29 7-11,5

Obesitas >29 ≥7

Gemelli 16-20,5

perut, pergelangan tangan dan jangan menggunakan pakaian ketat karena dapat menghambat sirkulasi darah

c. Seksual

Pada hamil muda hubungan seksual sedapat mungkin dihindari bila terdapat keguguran atau hal yang mengancam kehamilan dengan tanda infeksi, perdarahan dan mengeluarkan air dari vagina karena sperma mengandung prostaglandin. Pada kehamilan tua dianjurkan untuk berhubungan seksual sekitar 14 hari menjelang persalinan agar bagian terbawah janin dapat membuka jalan lahir

d. Mobilisasi, Body Mekanik

Ibu hamil harus mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri dengan baik. Karena sikap tubuh wanita saat hamil yang kurang baik dapat mengakibatkan sakit pinggang, kram dll

e. Imunisasi

Vaksinasi terhadap tetanus (TT) di Indonesia diberikan 2 kali.

Sebaiknya setelah bulan ketiga dengan jarak sekurang-kurangnya 4 minggu. Vaksinasi kedua sebaiknya diberikan kurang dari 1 bulan sebelum anak lahir. Ibu hamil harus sudah di imunisasi lengkap pada usia kehamilan 8 bulan agar serum antitetanus mencapai kadar optimal.

f.

Senam Hamil

Senam hamil adalah program kebugaran yang dilakukan ibu hamil dengan usia kehamilan 24-28 minggu, dalam rangka mengencangkan sistem tubuh dan otot perut, tungkai serta dasar panggul, membantu agar ibu rileks serta mengatur pola pernafasan yang baik hal ini akan membantu proses persalinan agar nyaman dan lancar minimal dilakukan 2 minggu sekali.

g. Perawatan Payudara

Perawatan payudara (Breast Care) adalah tindakan yang bertujuan untuk memelihara kebersihan payudara, menyiapkan proses laktasi serta memperbanyak atau melancarkan ASI. Perawatan payudara tidak hanya dilakukan setelah bersalin tetapi pada masa hamil. Pada masa

hamil perawatan payudara bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah, mencegah tersumbatnya saluran susu, merangsang puting susu yang tenggelam agar kembali normal, serta melancarkan pengeluaran ASI dengan cara pengurutan dan membersihkan area payudara yang dilakukan. Sedangkan perawatan payudara saat masa nifas bertujuan agar dapat meningkatkan produksi ASI dengan meningkatkan produksi ASI dengan merangsang kelenjar air susu dengan menggunakan pijat oksitosin. Dilakukan sedini mungkin minimal 3 kali dalam seminggu sehabis mandi.

Gambar 2.5 Perawatan payudara

Sumber: Nugroho, dkk 2014

h. Jalan Kaki/ Mobilisasi

Jalan kaki pada pagi hari saat hamil mempunyai manfaat yaitu dapat menguatkan otot dasar panggul, meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat turunnya kepala bayi kedalam posisi optimal. Jalan kaki yang dilakukan 3 kali dalam seminggu dapat menjaga kebugaran tubuh dan sistem pernafasan, kondisi ibu yang bugar akan berbanding lurus dengan kesehatan ibu selama kehamilan hingga persalinan (Nugroho, dkk 2014).

Dalam dokumen asuhan kebidanan komprehensif pada ny. f (Halaman 38-43)