14. PLASMA RECEIVABLES AND OTHER NON- CURRENT ASSETS (continued)
Piutang Plasma (lanjutan) Plasma Receivables (continued) Berdasarkan penelaahan atas piutang plasma dari
tiap-tiap proyek pada tanggal 31 Desember 2020, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang plasma dapat menutup kerugian yang mungkin timbul akibat piutang plasma yang tak tertagih.
Based on a review of the plasma receivables of each project as of December 31, 2020, management believes that the allowance for impairment of plasma receivables is sufficient to cover losses arising from the uncollectible plasma receivables.
Fasilitas pinjaman petani plasma kepada bank di atas dijamin dengan piutang para petani plasma yang timbul dari penjualan produk, perkebunan plasma terkait dan jaminan perusahaan dari masing- masing Perusahaan Inti sesuai dengan jumlah fasilitas pinjaman yang telah digunakan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:
The loan facilities from the banks are secured by the receivables of the plasma farmers arising from sales of its product, the related plasma plantations, and corporate guarantees from the respective Nucleus Companies in accordance with the utilized amounts of the facilities as at December 31, 2020 are as follows:
i) jaminan dari RAP, CKS dan JS sampai dengan Rp 43.243 (2019: Rp72.741);
ii) jaminan dari LSIP sampai dengan Rp72.016 (2019: Rp75.679);
iii) jaminan dari MSA sampai dengan Rp64.933 (2019: Rp133.178);
iv) jaminan dari MPI sampai dengan Rp87.897 (2019: Rp117.275);
v) jaminan dari SBN sampai dengan Rp57.334 (2019: Rp69.145);
vi) jaminan dari PIP sampai dengan Rp11.275 (2019: Rp12.641);
vii) jaminan dari IBP sampai dengan Rp13.459 (2019: Rp15.089);
i) guarantees from RAP, CKS and JS up to Rp 43,243 (2019: Rp72,741);
ii) guarantees from LSIP up to Rp72,016 (2019: Rp75,679);
iii) guarantees from MSA up to Rp64,933 (2019: Rp133,178);
iv) guarantees from MPI up to Rp87,897 (2019: Rp117,275);
v) guarantees from SBN up to Rp57,334 (2019: Rp69,145);
vi) guarantees from PIP up to Rp11,275 (2019: Rp12,641);
vii) guarantees from IBP up to Rp13,459 (2019: Rp15,089);
viii) jaminan dari GS sebesar nil (2019: Rp1.296);
dan
ix) jaminan dari HPIP sampai dengan Rp83.719 (2019: Rp82.834).
viii) guarantees from GS amounting to nill (2019: Rp1,296); and
ix) guarantees from HPIP up to Rp83,719 (2019: Rp82,834).
Aset Tidak Lancar Lainnya Other Non-Current Assets
2020 2019
Hak atas tanah dalam proses 641.998 633.103 Land rights in process
Beban tangguhan (Catatan 2l) 40.871 53.497 Deferred charges (Note 2l)
Aset keuangan tidak lancar lainnya 38.931 46.029 Other non-current financial assets Aset non-keuangan tidak lancar lainnya 293.017 522.369 Other non-current non-financial assets
Total 1.014.817 1.254.998 Total
Aset Keuangan pada NWPKL Financial Asset at FVOCI
Investasi keuangan ini dicatat sebagai bagian dari aset keuangan tidak lancar dan merupakan investasi LSIP, entitas anak, pada saham tidak terkuotasi dari HTHI, yang didirikan di Amerika Serikat, yang bergerak di bidang usaha teknologi dan solusi produksi untuk industri ganggang.
This financial investment is recorded as part of other non-current assets and represents LSIP’s (a subsidiary) investment in the unquoted shares of HTHI), an entity incorporated in the United States of America, which is engaged in technology and production solutions for algae industry.
14. PIUTANG PLASMA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan)
14. PLASMA RECEIVABLES AND OTHER NON- CURRENT ASSETS (continued)
Aset Keuangan pada NWPKL (lanjutan) Financial Asset at FVOCI (continued) Nilai wajar aset keuangan ini pada tanggal
31 Desember 2020 adalah sebesar Rp15.888 (2019: Rp15.658) yang merupakan nilai wajar Level 3 yang didasarkan kepada data pasar yang tidak dapat diamati (unobservable).
The fair value of this financial asset as at December 31, 2020 was Rp15,888 (2019:
Rp15,658) which was Level 3 fair value based on unobservable market data.
15. UTANG BANK 15. BANK LOANS
Utang Bank Jangka Pendek Short-term Bank Loans
Jumlah Batas Pinjaman Maksimum/
Total Maximum Credit Limit
Batas Jangka Waktu Fasilitas/
End of Availability Period
Jumlah/
Amount
Kreditor 2020 2019 Creditors
Rupiah Rupiah
Perusahaan Company
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
2.250.000 Maret 2021/
March 2021
1.500.000 1.950.000 PT Bank Mandiri
(Persero)Tbk PT Bank Central
Asia Tbk
1.250.000 Maret 2021/
March 2021
1.242.000 1.242.000 PT Bank Central
Asia Tbk PT Bank Tabungan
Pensiunan Nasional Tbk
1.435.000 Maret 2021/
March 2021
1.022.000 850.000 PT Bank Tabungan
Pensiunan Nasional Tbk PT Bank DBS
Indonesia
600.000 September 2021/
September 2021
478.000 500.000 PT Bank DBS
Indonesia
Entitas Anak Subsidiaries
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk
700.000 Maret 2021/
March 2021
700.000 700.000 PT Bank Tabungan
Pensiunan Nasional Tbk PT Bank Central
Asia Tbk
553.000 Maret dan
September 2021/
March and September 2021
302.000 352.000 PT Bank Central
Asia Tbk
PT Bank DBS Indonesia
700.000 September 2021/
September 2021
700.000 650.000 PT Bank DBS
Indonesia
Total 5.944.000
6.244.000 Total
Tujuan dari pinjaman-pinjaman di atas adalah untuk modal kerja Perusahaan dan entitas anak terkait.
The purpose of the above loans are for working capitals of the Company and subsidiaries.
Suku Bunga Interest Rate
Pinjaman dalam mata uang Rupiah dikenakan suku bunga tahunan yang berkisar antara 5,50% sampai dengan 9,00% (2019: antara 5,75% sampai dengan 9,65%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
The loans denominated in Rupiah bear interest at annual rates ranging from 5.50% to 9.00%
(2019: from 5.75% to 9.65%) for the year ended December 31, 2020.
Jaminan Collateral
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, semua fasilitas pinjaman yang diperoleh oleh Perusahaan adalah tanpa jaminan, sedangkan semua fasilitas pinjaman yang diperoleh oleh entitas-entitas anak dijamin dengan jaminan korporasi dari Perusahaan sebesar proporsi kepemilikannya pada masing- masing entitas anak tersebut.
As of December 31, 2020 and 2019, all credit facilities obtained by the Company are unsecured, while those obtained by the subsidiaries are secured with corporate guarantees from the Company in accordance with its proportion of equity ownership in each of the subsidiary.
15. UTANG BANK (lanjutan) 15. BANK LOANS (continued)
Utang Bank Jangka Pendek (lanjutan) Short-term Bank Loans (continued)
Pembatasan-pembatasan Covenants
Perusahaan Company
Berdasarkan persyaratan-persyaratan dalam perjanjian pinjaman-pinjaman tersebut, Perusahaan diharuskan untuk memperoleh persetujuan tertulis sebelumnya dari bank sehubungan dengan, antara lain, pemberian pinjaman; penjualan aset jika melebihi batasan tertentu; dan melakukan penyertaan saham baru jika melebihi batasan tertentu.
Under the terms of the related loan agreements, the Company is required to obtain prior written consent from the banks in respect of, among others, granting of loans; disposal of assets in excess of certain threshold; and making new investments in excess of certain threshold.
Entitas Anak Subsidiaries
Perjanjian pinjaman-pinjaman entitas anak di atas mensyaratkan beberapa pembatasan bagi entitas anak, antara lain, untuk mengubah anggaran dasar, memberi dan memperoleh pinjaman baru tanpa persetujuan awal, melakukan penggabungan usaha, mengadakan penyertaan saham baru dalam perusahaan lain dan mengikatkan diri sebagai penjamin atau mengagunkan harta kekayaan.
Selain itu, LPI juga diharuskan untuk mempertahankan beberapa rasio keuangan tertentu pada setiap akhir tahun.
Credit agreements covering the loans of subsidiaries mentioned above provide several negative covenants for the subsidiaries, such as, among others, to change the articles of association, granting of and obtain new loans without prior consent, merge with other companies, invest in new shares of other companies and engage as guarantor or pledge their assets.
In addition, LPI is also required to maintain certain financial ratios at each end of year.
Kepatuhan atas Syarat-syarat Pinjaman Compliance with Loan Covenants
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Kelompok Usaha telah memenuhi semua persyaratan pinjaman- pinjaman jangka pendek tersebut di atas seperti disebutkan dalam perjanjian kredit terkait atau memperoleh surat pernyataan pelepasan tuntutan pelunasan (waiver) sesuai ketentuan perjanjian kredit terkait.
As of December 31, 2020 and 2019, the Group has complied with all of the covenants of the above- mentioned short-term loans as stipulated in the respective loan agreements or obtained necessary waivers as required by respective loan agreement.
Utang Bank Jangka Panjang Long-term Bank Loans
Kreditor/
Creditors
Jumlah Batas Pinjaman Maksimum/
Maximum Credit Limit
Jadwal Pelunasan/
Schedule of Repayments
Pembayaran Tahun Berjalan/
Repayments for the Current Year
Jumlah/
Amount
2020 2019
Rupiah/Rupiah
Perusahaan/ Company Pinjaman untuk Modal Kerja/
Loans for Working Capital
PT Bank Permata Tbk 750.000 September 2023/
September 2023
- 750.000 -
15. UTANG BANK (lanjutan) 15. BANK LOANS (continued)
Utang Bank Jangka Panjang (lanjutan) Long-term Bank Loans (continued)
Kreditor/
Creditors
Jumlah Batas Pinjaman Maksimum/
Maximum Credit Limit
Jadwal Pelunasan/
Schedule of Repayments
Pembayaran Tahun Berjalan/
Repayments for the Current Year
Jumlah/
Amount
2020 2019
Entitas Anak/
Subsidiaries
Pinjaman untuk Pembiayaan Kembali, Investasi dan Modal Kerja/
Loans for Refinancing, Investment and Working Capital PT Bank Central Asia Tbk 3.863.125
(2019: 4.419.100)
Setiap kuartal hingga Agustus 2028/
Quarterly until August 2028
551.398 3,863,125 4.366.095
Sub-total/Sub-total 4.613.125 4.366.095
Suku Bunga Interest Rate
Fasilitas pinjaman dalam mata uang Rupiah dikenakan tingkat suku bunga tahunan yang berkisar antara 6,25% sampai dengan 9,00% (2019: antara 9,00% sampai dengan 9,75%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
The credit facilities denominated in Rupiah bear interest at annual rates ranging from 6.25% to 9.00% (2019: from 9.00% to 9.75%) for the year ended December 31, 2020.
Jaminan Collateral
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, fasilitas pinjaman yang diperoleh oleh entitas-entitas anak dijamin dengan jaminan korporasi dari Perusahaan sebesar proporsi kepemilikan pada masing-masing entitas anak tersebut.
As of December 31, 2020 and 2019, the credit facilities obtained by the subsidiaries are secured with corporate guarantee from the Company in accordance with its proportion of equity ownership in each of the subsidiary.
Fasilitas Kredit yang Belum Digunakan Unused Credit Facility Sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, fasilitas
pinjaman Perusahaan yang diperoleh dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Singapura, dengan batas kredit maksimum sebesar US$20.000.000 tidak digunakan namun masih tersedia. Fasilitas pinjaman ini adalah tanpa jaminan dan akan berakhir pada bulan November 2021.
Up to December 31, 2020, credit facility of the Company which was obtained from Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Singapore, with a maximum credit limit of US$20,000,000, was not utilized but is still available. This credit facility is unsecured and will expire in November 2021.
Dikurangi beban tangguhan atas utang bank/Less deferred charges on bank loans 23.628 33.502
Neto/Net 4.589.497 4.332.593
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun/Less current portion 448.706 500.063
Bagian Jangka Panjang/Long-term Portion 4.140.791 3.832.530
15. UTANG BANK (lanjutan) 15. BANK LOANS (continued)
Utang Bank Jangka Panjang (lanjutan) Long-term Bank Loans (continued)
Pembatasan-pembatasan Covenants
Perusahaan Company
Perjanjian-perjanjian pinjaman yang diperoleh Perusahaan di atas mensyaratkan beberapa pembatasan bagi Perusahaan, antara lain, untuk menjaminkan harta kekayaannya kepada pihak lain (kecuali untuk penjaminan yang telah dilakukan pada tanggal perjanjian kredit); meminjamkan uang kepada pihak ketiga; menggabungkan usaha atau konsolidasi dengan pihak lain kecuali Perusahaan menjadi entitas hukum yang bertahan; mengubah aktivitas usaha Perusahaan saat ini; melakukan pengurangan/penurunan modal saham; melakukan penyertaan saham baru dan pembiayaan belanja modal jika melebihi batasan tertentu; serta menjual bagian signifikan dari aset utama dalam menjalankan usaha jika melebihi batasan tertentu.
Perusahaan juga diharuskan mempertahankan beberapa rasio keuangan tertentu.
The above-mentioned credit agreements obtained by the Company provides for several negative covenants for the Company, such as, among others, to pledge its assets to other parties (except for the existing assets already pledged as at the credit agreement date); to lend money to unaffiliated parties; to merge or consolidate with other entity unless the Company will be the surviving legal entity; to change the current course of its businesses; to reduce its share capital; making new investments and capital expenditures in excess of certain threshold; to sell or dispose off significant portion of its assets used in the operations in excess of certain threshold. The Company is also required to maintain certain financial ratios.
Entitas Anak Subsidiaries
Perjanjian-perjanjian pinjaman yang diperoleh entitas anak di atas mensyaratkan beberapa pembatasan bagi entitas anak tersebut, antara lain, untuk mengagunkan harta kekayaannya kepada pihak lain (kecuali untuk penjaminan aset yang telah ada pada tanggal perjanjian kredit); meminjamkan uang kepada pihak ketiga; menggabungkan usaha atau konsolidasi dengan pihak lain kecuali entitas anak akan menjadi entitas hukum yang bertahan;
mengubah aktivitas usaha entitas anak saat ini;
melakukan pengurangan atau penurunan modal saham; melakukan penyertaan saham baru dan pembiayaan belanja modal jika melebihi batasan tertentu; menjual bagian signifikan dari aset utama dalam menjalankan usaha; mengubah status hukum; membayarkan dividen melebihi 50% dari laba entitas anak tahun sebelumnya; melunasi utang kepada para pemegang saham; serta memperoleh fasilitas kredit baru dari pihak lain yang dapat mempengaruhi kemampuan entitas anak untuk membayar pinjaman. Entitas anak juga diharuskan mempertahankan beberapa rasio keuangan tertentu.
The above-mentioned credit agreements obtained by the subsidiaries provides for several negative covenants for those subsidiaries, such as, among others, to pledge their assets to other parties (except for the existing assets already pledged as at the credit agreement date); to lend money to unaffiliated parties; to merge or consolidate with other entity unless the subsidiaries will be the surviving legal entity; to change the current course of their businesses; to reduce their share capital;
making new investments and capital expenditures in excess of certain threshold; to sell or dispose off significant portion of their assets used in the operations; to change their legal status; to pay dividends exceeding 50% of the previous year profit; to pay their shareholders’ loans; as well as to obtain credit facilities from other parties which would affect their ability to perform their obligation under the related credit agreements. The subsidiaries are also required to maintain certain financial ratios.
Kepatuhan atas Syarat-syarat Pinjaman Compliance with Loan Covenants Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019,
Kelompok Usaha telah memenuhi semua persyaratan pinjaman-pinjaman jangka panjang tersebut di atas seperti disebutkan dalam perjanjian kredit atau memperoleh surat pernyataan pelepasan tuntutan pelunasan (waiver) sesuai ketentuan perjanjian kredit terkait.
As of December 31, 2020 and 2019, the Group has either complied with all of the covenants of the above-mentioned long-term loans as stipulated in the respective loan agreements or obtained necessary waivers as required by respective loan agreement.