BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.2 Sampel
sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada dalam populasi (Sugiyono. 2012) untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif.
Menurut Sugiyono (2012) menyatakan bahwa rumus untuk menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah dengan menggunakan rumus Slovin:
=
Keterangan :
n = ukuran sampel N = Ukuran Populasi
E = persen kelonggaran ketidak adilan karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat di toleransi atau diinginkan misalnya 10%
dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel dari pengguna smartphone yang tinggal dimakassar, pengambilan sampel ini ditentukan
dengan menggunakan “accidental sampling” yaitu suatu tekhnik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel apabila dipandang orang yang ditemui tersebut cocok sebagai sumber data.
Martono (2014) dikarenakan jumlah sampel tidak diketahui secara pasti maka untuk menentukan besarnya sampel yaitu dengan menggunakan rumus Unknown Population (Fredinand dalam Hidayatullah 2013)
=4
Dimana :
n = Jumlah sampel
z = tingkat distribusi nominal taraf signifikan, 5% maka Z= 1,96
µ = Margin Of erorr atau kesalahan maksimal yang bisa di korelasi. Disini ditetapkan 10% atau 0,1
dengan menggunakan rumus diatas maka diperoleh sampel sebagai berikut:
=4
= 1,96 4 0,1
n = 96,4 atau dibulatkan menjadi 96 orang
dari hasil perhitungan diatas maka diketahui besar sampel minimal diperlukan adalah 96 orang. Untuk melengkapi dan menyempurnakan penelitian ini maka peneliti mengambil sampel 100 responden. Jumlah tersebut digunakan untuk mengantisipasi kuisioner yang tidak terisi lengkap
atau jawaban responden yang kurang sesuai dengan pertanyaan yang diajukan dalam kuisioner peneliti.
3.4 Jenis Dan Sumber Data
3.4.1 Jenis Data
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu jenis data dalam bentuk angka, jenis data ini menggunakan alat bantu statistik sehingga memudahkan penulis dalam menafsirkan. Pada
penelitian ini peneliti menggunakan bantuan Google Form agar dapat menjangkau responden lebih luas dan lebih cepat.
3.4.2 Sumber Data
data yang digunakan adalah data primer yaitu sejumlah data yang diperoleh langsung populasi yang ingin diteliti.
3.5 Metode Analisis Data
3.5.1 Analisis Regresi Linier Berganda
persamaan regresi dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pegaruh variabel independen atau bebas yaitu ulasan dan penilaian produk terhadap variabel dependen dan variabel terikat yaitu keputusan pembelian. Metode hubungan nilai pelaggan dengan variabel- variabel tersebut dapat disusun dalam persamaan sebagai berikut :
Y = a + b1 X1 + b2 X2
Keterangan :
Y = Keputusan pembelian a = Konstanta
b1 = koefisien Regresi variabel 1 Harga b2 = koefisisen regresi variabel 2 Citra Merek X1 = Harga
X2 = Citra Merek
3.5.2 Penguji Hipotesis
Pengujian hipotesis dengan menggunakan regresi linear berganda yang dilakukan dengan program SPSS:
a. Uji Signifikasi
pengaruh parsial (uji t) digunakan untuk menguji pengaruh independen secara parsial terhadap variabel independen. Pengujian ini dilakukan dengan uji t pada tingkat keyakinan 95% dengan ketentuan sebagai berikut (Ghozali:2005):
1. jika sifnifikansi > 0,05 maka disimpulkan Ho diterima dan Ha ditolak.
2. jika tingkat signifikansi < 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima.
Hipotesis yang dijukan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1. Ho1 : variabel Harga (X1) tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian(Y).
Ha1 : variabel Harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Y).
2. Ho2 : variabel Citra Merek (X2) tidak berpengaaruh terhadap variabel keputusan pembelian (Y)
Ha2 : variabel Citra Merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
3.6 Uji Validittas Dan Realibilitas 3.6.1 uji validitas
uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuisioner. Suatu kuisioner dinyatakan valid jika pertanyaan pada kuisioner mampu untuk mengungkapkan suatu yang akan diukur oleh kuoisioner tersebut. Uji validitas dihitung dengan membandingkan nila r tabel. Jika r hitung > dari r tabel maka pernyataan tersebut dianggap valid. Cara melihat tabel ialah dnegan melihat baris N-2.
Untuk uji validitas penulis menggunakan bantuan SPSS 3.6.2 Uji reabilitas
Uji realibilitas adalah suatu indeks yang menunjukkan sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Suatu kuisioner dapat dinyatakan reliabel ata handal jika jawaban seorang terhadap
pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Untuk uji realibilitas penulis juga menggunakan aplikasi SPSS.
Dalam penelitian ini, uji realibilitas dilakukan dengan melihat hasil perhitungan nilai Cronbach Alpha (α). Suatu variabel dikatakan relliabel jika memberikan nilai alpha > 0,6 yaitu bila dilakukan penelitian ulang dengan waktu dan dimensi yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang sama. Tetapi sebaliknya bila alpha
<0,6 maka dianggap kurang handal atau variabel-variabel tersebut dilakukan penelitian ulang dengan waktu dan dimensi yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda
3.7 Definisi Operasional
Definisi operasional variable dalam penelitian yang dilakukan meliputi variable bebas dan variable terikat.
1. Variable bebas (independent variable)
Variable bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya, timbulnya variabel dependen sugiyono(2011:39). Dalam penelitian ini, variabel bebasnya (X) diantaranya: Harga (X1) dan Citra Merek (X2).
a. Harga adalah jumlah moneter yang dibebankan oleh suatu unit usaha kepada pembeli atau pelanggan atas barang atau jasa yang dijual atau diserahkan. Menurut Stanton (1998), ada empat indikator yang mencirikan harga yaitu, keterjangkauan harga, kesesuaian harga
dengan kualitas produk, daya saing harga, kesesuaian harga dengan manfaat.
1. Keterjangkauan harga, yaitu aspek penetapan harga yang dilakukan oleh produsen/penjual yang sesuai dengan kemampuan beli konsumen.
2. Daya saing harga, yaitu penawaran harga yang diberikan oleh produsen/penjual berbeda dan bersaing dengan yang diberikan oleh produsen lain, pada satu jenis produk yang sama.
3. Kesesuaian harga dengan kualitas produk, yaitu aspek penetapan harga yang dilakukan oleh produsen/penjual yang sesuai dengan kualitas produk yang dapat diperoleh konsumen.
4. Kesesuaian harga dengan manfaat produk, yaitu aspek penetapan harga yang dilakukan oleh produsen/penjual yang sesuai dengan manfaat yang dapat diperoleh konsumen dari produk yang dibeli.
b. Citra Merek merupakan asosiasi dari semua informasi yang tersedia mengenai produk, jasa dan perusahaan dari merek yang dimaksud.
Menurut A.Aker dan Biel (1993:13), indikator yang digunakan untuk mengukur citramerek adalah sebagai berikut :
1. citra pembuat yaitu sekumpulan asosiasi yang membuat dipresepsikan konsumen terhadap perusahaan yang membuat suatu produk atau jasa.
2. Citra pemakai yaitu sekumpulan asosiai yang dipresepsikan konsumen terhadap pemakai yang menggunakan barang atau jasa
3. Citra produk yaitu sekumpulan asosiasi yang dipresepsikan konsumen terhadap suatu produk.
2. Variabel terikat (dependent variabel)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (sugiyono, 2011:39). Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah Keputusn Pembelian.
a. Keputusan pembelian adalah sebuah proses dimana konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi mengenai produk atau merek tertentu dan mengevaluasi seberapa baik masing-masing alternatif tersebut dapat memecahkan masalahnya, yang kemudian mengarah kepada keputusan pembelian. (Menurut Soewito:2013) indikator keputusan pembelian adalah sebagai berikut:
1. Kebutuhan yang dirasakan 2. Kegiatan sebelum membeli 3. Perilaku waktu memakai 4. Perilaku pasca pembel