BAB III METODE PENELITIAN
H. Teknik Analisis Data
Untuk pengolahan data hasil penelitian, digunakan jenis teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial.
a. Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik dari masing-masing variabel. Untuk keperluan ini digunakan tabel frekuensi, rata- rata dan standar deviasi.
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang tingkat motivasi bekajar, minat belajar, dan tingkat hasil belajar bahasa Indonesia, maka dilakukan pengkategorian, untuk data tentang hasil belajar digunakan kategorisasi standar yang diterapkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Hartono 2006 : 33). Adapun pengkategorian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Tabel Pengkategorian
Interval Kategori
0–34 Sangat Rendah
35–54 Rendah
55 -64 Sedang
65–84 Tinggi
85–100 Sangat Tinggi
Sedangkan untuk skala penelitian motivasi belajar dan minat belajar yang skala likert, maka untuk memperoleh skor yang bersifat interval ditempuh langkah–langkah perubahan dari skala ordinal menjadi skala interval.
Langkah-langkah tersebut, menurut Jasmir (Tiro, 2007), adalah sebagai berikut :
1. Menghitung frekuensi (f) masing – masing kategori dari setiap pernyataan sikap.
2. Menentukan proporsi (p), yaitu dengan membagi setiap frekuensi dengan banyaknya subjek.
3. Menentukan proporsi komulatif (pk), yaitu proporsi suatu kategori ditambah dengan proporsi kategori dikirinya.
4. Menentukan titik tengah proporsi komulatif (pk- komulatif)
5. Nilai Z diperoleh dengan membandingkan tabel Z untuk masing-masing titik tengah proporsi kumulatifnya.
6. Penambahan suatu bilangan sedemikian hingga nilai Z yang negatif menjadi nol.
Kriteria yang digunakan untuk menentukan kategori motivasi belajar dan minat belajar dibuat berdasarkan metode penilaian yang dijumlahkan (Method of summatedling). Titik tengah dari skor masing-masing kategori jawaban (SS, S, R, TS, STS) merupakan batas interval kategori. Penentuan batas-batas kategori diperoleh dengan menbuat patokan, yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Jumlahkan skor untuk tiap-tiap kategori berdasarkan skor dari hasil pembobotan.
2. Tentukan titik tengah dari setiap dua bilangan yang berurutan. Hal tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut :
b. Analisis Statistik Inferensial
Statistika inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Dalam hal ini akan digunakan analisis regresi linear berganda. Sebelum pengujian hipotesis dengan statistik inferensial maka terlebih dahulu dilakukan persyaratan analisis yaitu uji normalitas, uji linearitas, dan uji homogenitas. Pengolahan data untuk setiap analisis dilakukan dengan memakai program SPSS.
Untuk keperluan tersebut digunakan analisis regresi multifel sebagai berikut:
Y =β0+β1X1 +β2X2 +ε Dimana :
Y = Hasil belajar Bahasa Indonesia kelas V
X1 = Motivasi Belajar
X2 = Minat Belajar
β0, β1, β2 = Parameter yang akan diduga
Ε = Kesalahan acak model
Sedangkan fungsi taksirannya adalah:
Ŷ= b0+ b1X1 + b2X2
Keterangan :
b0 = penaksir b2 = penaksirβ2 b1 = penaksir β1
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan diuraikan dua macam hasil analisis statistika, yaitu hasil analisis statistik deskripif dan hasil analisis statistik inferensial yakni dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis deskriptif data setiap variabel penelitian meliputi distribusi frekuensi, mean (rata-rata), variansi, standar deviasi (simpangan baku), nilai minimum dan nilai maksimum. Sedangkan hasil analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel- variabel dalam penelitian ini serta mengetahui signifikansi hubungan antar beberapa variabel yang diprediksi.
A. Hasil Penelitian
Pada bagian ini akan disajikan dua macam analisis statistik, yakni statistik deskriptif dan statistik inferensial.
1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif a. Hasil belajar bahasa Indonesia
Hasil analisis statistik deskriptif yang berkaitan dengan skor variabel hasil belajar disajikan pada tabel 4.1 dan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 4.1 statistik deskriptif skor hasil belajar bahasa Indonesia.
Statistik Nilai statistik Ukuran sampel
Skor Ideal Skor maksimum Skor minimum Skor rata-rata Variansi Standar deviasi
55 25 22 9 15,93
8,88 2,98
54
Pada tabel 4.1 tersebut diperoleh informasi bahwa skor rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia murid SD Inpres Sapiria Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa dari 55 orang yang dijadikan sampel adalah 15,93, variansi 8,88, standar deviasi 2, 98, skor maksimum 22, skor minimum 9 dari skor ideal 25 yang mungkin dicapai untuk keperluan pengkategorian skor responden. Pengkategorian dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi skor tersebut seperti yang tertera pada tabel 4.2 berikut:
Tabel 4.2 Distribusi frekuensi dan persentase skor hasil belajar bahasa Indonesia
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa banyak murid dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi, sedangkan pada tabel 4.1 menunjukkan bahwa skor rata-rata adalah 15,93 dengan kategori sedang. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar bahasa Indonesia murid SD Inpres Sapiria Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa tahun ajaran 2014/2015 dalam kategori sedang.
Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase 0% - 34 %
35% - 54%
55% - 64%
65% - 84%
85 % - 100%
0–8,5 8,6–13,5
13,6–16 16,1–21 21,1–25
Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi
0 10 22 22 1
0%
18,2%
40%
40%
1,8%
Jumlah 55 100
b. Motivasi belajar bahasa Indonesia
Hasil analisis statistik deskriptif yang berkaitan dengan variabel motivasi belajar disajikan pada tabel 4.5 dan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 4.3 Satistik Deskriptif Skor Motivasi Belajar Bahasa Indonesia.
Statistik Nilai statistik Ukuran sampel
Skor Ideal Skor maksimum Skor minimum Skor rata-rata Variansi Standar deviasi
55 100
80 50 63,74 50,34 7,09
Pada tabel 4.3 tersebut diperoleh informasi bahwa skor rata-rata motivasi belajar bahasa Indonesia murid kelas V SD Inpres Sapiria Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa dari 55 orang yang dijadikan sampel adalah 63,74, variansi 50,34, standar deviasi 7,09, skor maksimum 80 dan skor minimum 50 dari skor ideal 100 yang mungkin dicapai untuk keperluan pengkategorian skor responden.
Pengkategorian dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi skor tersebut seperti yang tertera pada tabel 4.4 berikut:
Tabel 4.4 Distribusi frekuensi dan persentase skor motivasi belajar bahasa Indonesia
Skor Kategori Frekuensi Persentase 20–30
31–50 51–70 71 - 90 91–100
Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi
0 1 46
8 0
0 % 1,8%
83,65%
14,55%
0%
Jumlah 55 100
Tabel 4.6 menunjukkan bahwa 83,65% murid memiliki motivasi belajar bahasa Indonesia dalam kategori sedang. Pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa skor rata-rata adalah 63,74 dan termasuk dalam kategori sedang. Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar bahasa Indonesia murid kelas V SD Inpres Sapiria Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa tahun ajaran 2014/2015 dalam kategori sedang.
c. Minat belajar bahasa Indonesia
Hasil analisis statistik deskriptif yang berkaitan dengan skor interval minat belajar disajikan pada tabel 4.3 dan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 4.5 Statistik deskriptif skor minat belajar bahasa Indonesia.
Statistik Nilai statistik Ukuran sampel
Skor ideal Skor maksimum
Skor minimum Skor rata-rata
Variansi Standar deviasi
55 125
99 50 73,94 189,42
13,76
Pada tabel 4.5 tersebut diperoleh informasi bahwa skor rata-rata minat belajar bahasa Indonesia murid kelas V SD Inpres Sapiria Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa dari 55 orang yang dijadikan sampel adalah 73,94, variansi 189,42, standar deviasi 13,76, skor maksimum 99 dan skor minimum 50 dari skor ideal 125 yang mungkin dicapai untuk keperluan pengkategorian skor responden.
Jika skor variabel ini dikelompokkan kedalam lima kategori, maka diperoleh distribusi skor tersebut seperti pada tabel 4.6 berikut:
Tabel 4.6 Distribusi frekuensi dan persentase skor minat belajar bahasa Indonesia:
Skor Kategori Frekuensi Persentase
25–37,5 37,6–62,5 62,6–87,5 87,6–112,5
112,6 - 125
Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi
0 14 32 9 0
0%
25,45%
58,18%
16,37%
0%
Jumlah 55 100
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa 58,18% murid memiliki minat belajar bahasa Indonesia dalam kategori sedang. Pada tabel 4.5 menunjukkan bahwa skor rata- rata adalah 73,94 dan termasuk dalam kategori sedang. Jadi dapat disimpulkan bahwa minat belajar bahasa Indonesia murid kelas V SD Inpres Sapiria Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa tahun ajaran 2014/2015 dalam kategori sedang
2. Hasil Analisis Statistik Inferensial a. Pengujian persyaratan analisis
Sebelum teknik analisis regresi digunakan, maka terlebih dahulu diadakan uji persyaratan analisis. Persyaratan yang dimaksud adalah uji normalitas dan uji linieritas. Uji pernyataan ini dilakukan melalui program komputer.
1) Uji Normalitas
Pengujian kenormalan dilakukan dengan komputer program pengolahan data ”SPSS” dengan metode uji normalitas Kolmogorov-Smirnov.
Hasil pengujian normalitas ketiga variabel motivasi, minat dan hasil belajar bahasa Indonesia dapat dilihat pada lampiran. Pengujian kenormalan disajikan
dalam bentuk diagram probabilitas normal dengan mempergunakan taraf signifikan= 0,05
Jika H0= data berasal dari populasi berdistribusi normal H1= data tidak berasal dari populasi
Dengan kriteria yang digunakan yaitu terima H0apabila nilai Sig. lebih dari tingkatanyang ditentukan.
Dari lampiran tersebut didapat nilai Sig. Hasil belajar bahasa Indonesia sebesar 0,104, minat sebesar 0,104 dan motivasi sebesar -0,096 lebih dari tingkatan yang ditentukan maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa data motivasi minat, dan hasil belajar bahasa Indonesia berasal dari populasi berdistribusi normal.
2) Uji kecocokan model ( linieritas )
Pengujian kecocokan model (linieritas) dilakukan dengan komputer program pengolahan data ”Anova” dengan metode uji F.
Dari uji F pada lampiran diperoleh F = 12,324 dengan P = 0,0001 dan α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa secara linear model sudah dapat digunakan untuk memprediksi hasil belajar bahasa Indonesia.
Karena pengujian analisis terpenuhi maka dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan menggunakan regresi linear ganda bahasa Indonesia, dengan kata lain motivasi belajar bahasa Indonesia (X1) dan minat belajar bahasa Indonesia (X2) dapat digunakan sebagai prediksi hasil belajar bahasa Indonesia murid (Y).
b. Pengujian hipotesis
Untuk keperluan pengujian hipotesis digunakan analisis regresi linier ganda dengan taraf signifikan α = 0,05 dengan model regresi yang digunakan adalah :
Ŷ= b0+ b1X1+ b2X2
Hasil analisis regresi dengan menggunakan program komputer, dapat dilihat pada lampiran. Rangkuman analisis tersebut dapat dilihat pada tabel 4.7 dan tabel 4.8 dibawah ini :
Tabel 4.7 Hasil Anova dari regresi linier ganda diantara Y, X1dan X2.
ANOVAa Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 346.546 2 173.273 67.663 .000b
Residual 133.163 52 2.561
Total
479.709 54
Tabel 4.8 Nilai Coefficients
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
Collinearity Statistics B
Std.
Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 1.012 1.983 .510 .612
Motivasi .030 .035 .071 .845 .402 .761 1.314
Minat .176 .018 .813 9.706 .000 .761 1.314
1) Uji hipotesis pertama (Y)
Dari program analisis data ”Anova” diperoleh persamaan regresi linier ganda antara hasil belajar bahasa Indonesia dengan motivasi dan minat belajar bahasa Indonesia sebagai berikut :
Y = 1,012 + 0,030 X1+ 0,176 X2
Kriteria penolakan Ho jika p maka Ho ditolak berarti H1diterima.
Hasil perhitungan pada lampiran diperoleh nilai p = 0,0001 yang lebih kecil dari taraf signfikan = 0,05. Hal ini menunjukkan Ho ditolak menerima H1. Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi dan minat belajar bahasa Indonesia secara bersama-sama berpengaruh terhadap hasil belajar murid kelas V SD Inpres Sapiria Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa.
Konstribusi motivasi belajar dan minat belajar bahasa Indonesia mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap hasil belajar bahasa Indonesia murid kelas V SD Inpres Sapiria Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa tahun ajaran 2014 - 2015 sebesar 0,712 atau 71,2% diperoleh dari nilai koefisien determinasi sebesar 0,722 atau 72,2 %.
2). Uji hipotesis kedua (X1)
Untuk menguji hipotesis ketiga digunakan nilai P dengan variabel bebas motivasi belajar bahasa Indonesia. Kriteria penolakan H0 yaitu P maka H0
ditolak dan H1 diterima. Hasil perhitungan pada lampiran diperoleh nilai P = 0,402 yang lebih besar dari pada tarapf signifikan = 0,05. Ini berarti bahwa H0 diterima atau implikasinya motivasi belajar bahasa Indonesia tidak berpengaruh terhadap terhadap hasil belajar bahasa Indonesia murid kelas V SD Inpres Sapiria Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa tahun ajaran 2014 - 2015 dengan memperhitungkan vaiabel minat.
3). Uji hipotesis ketiga (X2)
Untuk menguji hipotesis kedua digunakan nilai P dengan variabel bebas minat belajar bahasa Indonesia. Kriteria penolakan H0 yaitu P maka H0
ditolak dan H1 diterima. Hasil perhitungan pada lampiran menunjukkan nilai P = 0,0001 yang lebih kecil dari pada taraf signifikan = 0,05, ini berarti bahwa H0 ditolak atau H1 diterima. Karena H1 diterima maka implikasinya minat belajar bahasa Indonesia mempunyai pengaruh positif terhadap hasil belajar bahasa Indonesia murid kelas V SD Inpres Sapiria Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa dengan memperhitungkan variabel motivasi pada taraf signifikan = 0,005.