• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Desain Penelitian

Penelitian ini mengambil dua kelas paralel secara acak yang representatif dari populasi dengan menerapkan pembelajaran yang berbeda. Kelas yang pertama (eksperimen 1) diberi perlakuan dengan menerapkan metode pembelajaran Ekspositori dan kelas yang kedua (eksperimen 2) diberikan metode pembelajaran Discovery Learning.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif dan representasi antara siswa yang memperoleh metode pembelajaran Ekspositori di kelas eksperimen 1 dengan siswa yang memperoleh metode pembelajaran Discovery Learning di kelas eksperimen.

Tabel 3.3. Desain Penelitian

Kelompok Perlakuan Pretest Perlakuan Postest

Ekspositori (eksperimen 1) O1 X1 O2

Discovery Learning (Eksperimen 2) O1 X2 O2

Keterangan:

O1 : Tes awal pada penguasaan materi Himpinan O2 : Tes akhir pada penguasaan materi Himpinan X1 : Perlakuan metode pembelajaran Ekspositori

X2 : Perlakuan metode pembelajaran Discovery Learning

Pada desain kelas eksperimen 1 diberi perlakuan metode pembelajaran Ekspositori kelas eksperimen 2 diberi metode pembelajaran Discovery Learning yang diberi pretest dan postest. Adapun tujuan diberikan soal pretest untuk melihat kesetaraan antara subjek penelitian. Sedangkan postest untuk melihat perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan representasi siswa.

1. Variabel Penelitian

a. Variabel Independent (Bebas)

Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, antecedent. Dalam Bahasa Indonesia sering disebut variabel bebas. Pengertian variabel independen (bebas) menurut Sugiyono (2016:39) “Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat)”. Dalam penelitian ini variabel independen yang digunakan yaitu metode pembelajaran Ekspositori dan metode pembelajaran Discovery Learning.

b. Variabel Dependent (Terikat)

Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen.

Dalam Bahasa Indonesia sering disebut variabel terikat. Pengertian variabel dependen (terikat) menurut Sugiyono (2016:39) “Variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas”. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kreatif dan representasi matematis siswa setelah diberi perlakuan (metode pembelajaran Ekspositori dan metode pembelajaran Discovery Learning). Kemampuan berpikir kreatif dan representasi matematis siswa ini diukur dengan menggunakan tes pada materi himpunan.

2. Instrumen Penelitian

Penelitian ini menggunakan dua jenis instrumen, yaitu jenis tes. Instrumen jenis tes adalah instrumen untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif dan representasi matematis pada materi himpunan.

a. Tes Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa

Instrument tes kemampuan berpikir kreatif pada penelitian ini terdiri dari 5 soal berbentuk uraian. Dipilih tes berbentuk uraian karena dengan tes ini dapat diketahui pola jawaban siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Selanjutnya, untuk menjamin validasi isi (content validity) dilakukan dengan menyusun kisi- kisi soal tes kemampuan berpikir kreatif representasi matematis siswa yang dapat diukur dari soal-soal yang diberikan meliputi indikator fluency, fleksibilitas, elaborasi dan originality. Adapun kisi-kisi tes kemampuan berpikir kreatif matematika siswa adalah sebagai berikut.

Tabel 3.4 Kisi-kisi Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa

Materi Aspek Indikator Yang Diukur Nomor Soal

Himpunan

Fluency (Kelancaran)

- Menuliskan banyak cara dalam menjawab soal - Menjawab soal lebih dari

satu jawaban

1a, 2a, 3a, 4a, 5a

Fleksibilitas (Keluwesan)

- Menjawab soal secara beragam/bervariasi

1b, 2b, 3b, 4b, 5a Elaborasi

(Kejelasan)

- Mengembangkan atau memperkaya gagasan jawaban suatu soal

1c, 2c, 3c, 4c, 5c

Originality (Keaslian)

- Memberikan cara penyelesaian lain dari yang sudah biasa

1d, 2d, 3d, 4d, 5d

b. Tes Kemampuan Representasi Matematika Siswa

Instrument tes kemampuan representasi matematis pada penelitian ini terdiri dari 5 soal berbentuk uraian. Adapun kisi-kisi tes kemampuan representasi matematis adalah sebagai berikut.

Tabel 3.5. Kisi-kisi Kemampuan Representasi Matematika No Indikator Materi Indikator Kemampuan

Representasi Matematika

Butir Tes 1.

2.

Terampil dan cermat dalam menerapkan dan membuat model matematika berupa sistem persamaan linear dua varibel berdasarkan situasi nyata. serta mampu menganalisis model sekaligus jawabannya

Terampil dan cermat dalam penggunaan konsep system persamaan linear dua variabel dalam aplikasinya pada kehidupan sehari-hari.

 Menggunakan referensi visual untuk menyelesaikan masalah.

1

 Membuat persamaan atau model matematika

4

 Membuat situasi masalah berdasarkan data atau refresentasi yang diberikan.

2

 Menyelesaikan masalah dengan melibatkan ekspresi matematis

3 5

Sebelum digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian, instrument tes kemampuan berpikir kreatif dan representasi matematis diujicobakan terlebih dahulu dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas.

c. Analisis Instrumen Penelitian

Untuk memperoleh soal tes yang baik maka soal tersebut harus dinilai validitas, dan reliabilitas pada tes yang akan digunakan.

6. Uji Validitas Tes

Sebelum tes digunakan perlu validasi oleh ahli, kemudian uji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Validitas berkenaan dengan ketepatan

alat ukur terhadap penguasaan konsep yang diukur sehingga benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Atau dengan kata lain suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas apabila tes tersebut dapat mengukur objek yang seharusnya diukur dan sesuai dengan kriteria tertentu. Berdasarkan hasil jawaban peserta didik ditentukan tingkat validasi butir tes maupun skala penilaian yang dianalisis menggunakan korelasi product moment, Sugiyono (2015: 356) yaitu:

Keterangan :

rxy : Koefesien antara skor butir dan skor total

: Jumlah hasil perkalian antara skor butir dan skor total : Skor perolehan butir soal

: Skor total

N : Jumlah peserta didik

Untuk menentukan validnya suatu butir tes maka dibandingkan dengan . Sedangkan untuk menentukan dipergunakan Tabel korelasi product moment dengan df = N – 2 dan taraf signifikan 5% dengan interpretasi maka korelasi signifikan. Hasil perhitungan dalam penelitian ini dengan menggunakan excel dan SPSS 20, diketahui bahwa butir tes kemampuan berpikir kreatif dan representasi matematis dapat digunakan atau valid.

Hasil perhitungan rxy dikonsultasikan pada Tabel krisis r product moment dengan signifikansi 5%. Jika rxy > rTabel, maka butir soal tersebut valid (Arikunto, 2012: 89). Untuk menentukan valid atau tidaknya suatu butir tes maka thitung perlu dibandingkan dengan tTabel. Sedangkan untuk menentukan tTabel dipergunakan

Tabel korelasi product moment dengan melihat df = N – 2 dan taraf signifikan 5%

atau 0,05 dengan interpretasi sebagai berikut rhitungrtabel, maka korelasi signifikan.

1. Reliabilitas Tes

Reliabilitas soal dihitung untuk mengetahui ketetapan hasil tes.

Reliabilitas suatu alat ukur dimaksudkan sebagai suatu alat yang memberikan hasil yang tetap sama. Suatu alat ukur dikatakan memiliki reliabilitas yang tinggi bila alat ukur itu memiliki konsistensi yang andal walaupun dikerjakan oleh siapapun (dalam level yang sama). Untuk menghitung koefisien reliabilitas soal uraian digunakan rumus Cronbach Alpha, Supardi (2015: 114) sebagai berikut:

Keterangan:

: koefisien reliabilitas item angket k : jumlah butir soal

: jumlah varians skor setiap item angket : jumlah varians total

Sedangkan untuk menghitung varians tiap-tiap item digunakan rumus (Arikunto, 2012:97):

Keterangan:

: varians tiap item soal : nilai tiap butir item soal

n : banyaknya peserta didik peserta tes

Untuk menginterpretasikan koefisien reliabilitas suatu alat evaluasi memberikan kriteria sebagai berikut:

Tabel 3.6. Interpretasi Reliabilitas

No Interprestasi Reliabilitas tes Kriteria Reliabilitas

1 0,00 < 0,20 Sangat rendah

2 0,20 < 0,40 Rendah

3 0,40 < 0,60 Sedang

4 0,60 < 0,80 Tinggi

5 0,80 < 1,00 Sangat tinggi