BAB II LANDASAN TEORI
B. Masyarakat
3. Prinsip Bank Syariah
Prinsip syariah menurut Pasal 1 ayat 13 Undang-undang No. 10 tahun 1998 tentang perbankan adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank lain untuk penyimpanan dana atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah antara lain pembiayaan bedasarkan bagi hasil (mudharabah), pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musyarakah), prinsip jual beli dengan keuntungan (murabahah), atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah), atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina’)25
Bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan Prinsip- prinsip syariah. Implementasi prinsip syariah inilah yang menjadi pembeda utama dengan bank konvensional.26 Adapun prinsip yang ada di bank syariah yaitu
a. Prinsip Titipan atau Simpanan (Al-Wadiah)
Al-Wadiah dapat diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum, yang harus dijaga dan dikembalikankapan saja si penitip menghendaki. Secara umum terdapat dua jenis al-wadiah, yaitu:
1) Wadiah Yad Al-Amanah (Trustee Depository)
25 Budi Santoso, A. Totok, dkk.Bank&Lembaga Keuangan Lain, (Jakarta: Salemba EmpAT. 2000), .h 39
26 Khaerul Umam, Manajemen Perbankan Syariah, (Bandung: Pustaka Setia, 2013)., h 35
Yaitu akad penitipan barang/uang dimana pihak penerima titipan tidak diperkenankan menggunakan barang/uang yang dititipkan dan tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau kehilangan barang titipan yang bukan diakibatkan perbuatan atau kelalaian penerima titipan.Adapun aplikasinya dalam perbankan syariah berupa produk safe deposit box.
2) Wadiah Yad adh-Dhamanah (Guarantee Depository)
Merupakan akad penitipan barang/uang dimana pihak penerima titipan denganatau tanpa izin pemilik barang/uang dapat memanfaatkan barang/uang titipan dan harus bertanggungjawab terhadap kehilangan atau kerusakanbarang/uang titipan.Semua manfaat dan keuntungan yang diperoleh dalam penggunaan barang/uang titipan menjadi hak penerima titipan.Prinsip ini diaplikasikan dalam produk giro dan tabungan.
b. Prinsip Bagi Hasil (Profit Sharing)
Sistem ini adalah suatu sistem yang meliputi tatacara pembagian hasil usaha antara penyedia dana dengan pengelola dana. Bentuk produk yang berdasarkan prinsip ini adalah:
1) Al-Mudharabah
Al-Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (shahibul maal) menyediakan seluruh (100%) modal, sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola (mudharib).Keuntungan usaha secara mudharabah dibagi menurut
kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak, sedangkan apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat kelalaian si pengelola.Seandainya kerugian ini diakibatkan karena kecurangan atau kelalaian si pengelola, si pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Akad mudharabah secara umum terbagi menjadi dua jenis:
a) Mudharabah Muthlaqah, yaitu bentuk kerjasama antara shahibul maal dan mudharibyang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu, dan daerah bisnis.
b) Mudharabah Muqayyadahm, yaitu bentuk kerjasama antara shahibul maal dan mudharib dimana mudharib memberikan batasan kepada shahibul maal mengenai tempat, cara dan obyek investasi.
2) Al-Musyarakah
Al-musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan. Dua jenis al-musyarakah:
a) Musyarakah pemilikan, tercipta karena warisan, wasiat, atau kondisi lainnya yang mengakibatkan pemilikan satu aset oleh dua orang atau lebih.
b) Musyarakah akad, tercipta dengan cara kesepakatan dimana dua orang atau lebihsetuju bahwa tiap orang dari mereka memberikan modal musyarakah27.
c. Prinsip Jual Beli (Al-Tijarah)
Prinsip ini merupakan suatu sistem yang menerapkan tata cara jual beli, dimana bank akan membeli terlebih dahulu barang yang dibutuhkan atau mengangkat nasabah sebagai agen bank melakukan pembelian barang atas nama bank, kemudian bank menjual barang tersebut kepada nasabah dengan harga sejumlah harga beli ditambah keuntungan (margin).Implikasinya berupa:
1) Al-Murabahah
Murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli.
2) Salam
Salam adalah akad jual beli barang pesanan dengan penangguhan pengiriman oleh penjual dan pelunasannya dilakukan segera oleh pembeli sebelum barang pesanan tersebut diterima sesuai syarat-syarat tertentu. Bank dapat bertindak sebagai pembeli atau penjual dalam suatu transaksi salam. Jika bank bertindak sebagai penjual kemudian memesan kepada pihak lain untuk
27 Alfi Mulikhah Lestari , ’’Pengaruh Religiutas, Produk Bank, Kepercayaan, Pengetahuan, dan Pelayanan Terhadap Preferensi Menabung Pada Bank Syariah, (Malang: Universita Brawijaya Malang)
menyediakan barang pesanan dengan cara salam maka hal ini disebut salam paralel.
3) Istishna’
Istishna’ adalah akad jual beli antara pembeli dan produsen yang juga bertindak sebagai penjual.Cara pembayarannya dapat berupa pembayaran dimuka, cicilan, atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu. Barang pesanan harus diketahui karakteristiknya secara umum yang meliputi: jenis, spesifikasi teknis, kualitas, dan kuantitasnya. Bank dapat bertindak sebagai pembeli atau penjual. Jika bank bertindak sebagai penjual kemudian memesan kepada pihak lain untuk menyediakan barang pesanan dengan caraistishna maka hal ini disebut istishna paralel.
d. Prinsip Sewa (Al-Ijarah)
Al-ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa, melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan hak kepemilikan atas barang itu sendiri.Al-ijarah terbagi kepada dua jenis: (1) Ijarah, sewa murni. (2) Ijarah al muntahiya bit tamlik merupakan penggabungan sewa dan beli, dimana si penyewa mempunyai hak untuk memiliki barang pada sewaan tersebut.
e. Prinsip Jasa (Fee-Based Service)
Prinsip ini meliputi seluruh layanan non-pembiayaan yang diberikan bank. Bentuk produk yang berdasarkan prinsip ini yaitu:
1) Al-Wakalah
Nasabah memberi kuasa kepada bank untuk mewakili dirinya melakukan pekerjaan jasa tertentu, seperti transfer.
2) Al-Kafalah
Jaminan yang diberikan oleh penanggung kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung.
3) Al-Hawalah
Adalah pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya. Kontrak hawalah dalam perbankan biasanya diterapkan pada Factoring (anjak piutang), Post-dated check, dimana bank bertindak sebagai juru tagih tanpa membayarkan dulu piutang tersebut.
4) Ar-Rahn
Adalah menahan salah satu harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya.Barang yang ditahan tersebut memiliki nilai ekonomis.Dengan demikian, pihak yang menahan memperoleh jaminan untuk dapat mengambil kembali seluruh atau sebagian piutangnya.Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa rahn adalah semacam jaminan utang atau gadai.
5) Al-Qardh
Al-qardh adalah pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali atau dengan kata lain
meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan. Produk ini digunakan untuk membantu usaha kecil dan keperluan sosial.
Dana ini diperoleh dari dana zakat, infaq dan shadaqah.28
4. Manfaat dan Fungsi Bank syariah a. Manfaat Bank Syariah
1) Terhindar Dari Riba
Segala bentuk transaksi riba jelas sangat diharamkan oleh Allah. Dalam bank konvensional bungan termasuk perbuatan riba, dan orang yang melaksanakan riba termasuk perbuatan dosa. Oleh karena itu menabung di bank syariah bisa menghindari dari dosa.
2) Sistem Bagi Hasil
Salah satu keuntungan dan manfaat di bank syariah adalah nasabah akan diberikan keuntungan dari bagi hasil antara bank dan nasabah.
3) Mendapat Pengalaman Baru
Produk yang ditawarkan pada bank syariah berbeda dengan produk bank konvensional, dan ini mejadi pengalaman bagi nasabah.
28 ibid
b. Fungsi Bank Syariah
1) Penghimpun Dana Masyarakat
Bank syariah berfungsi sebagai penghimpun dana dari masyarakt yang kelebihan dana. Bank syariah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk titipan dan investasi.
2) Penyaluran Dana Kepada Masyarakat
Bank syariah berfungsi menyalurkan dan kepada masyarakat yang membutuhkan. Masyarakat dapat memperoleh pembiayaan dari bank syariah asalkan dapat memenuhi semua ketentuan dan persyaratan yang berlaku.
3) Pelayanan Jasa
Pelayanan jasa bank syariah ini diberikan dalam rangka memenuhi kebutuhan asyarakat dalm menjalankan aktivitasnya.
Pelayanan jasa yang dapat diberikan bank syariah anatara lain jasa pengiriman uang (transfer), pemindah bukuan, penagihan surat berharga.29
29 Ismail, Perbankan Syariah, (Jakarta: Prenadamedia Grup, 2011), h. 39
A. Jenis dan Sifat Penelitian 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research).
Peneliatian lapangan adalah penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang, keadaan sekarang dan interaksi lingkungan sesuai unit sosial, individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.30
Penelitian yang peneliti lakukan ini yaitu mempelajari keadaaan sosial dan interaksi lingkungan masyarakat yaitu masyarakat Kampung Pujoketo, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah.
2. Sifat Penelitian
Sifat penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang diungkapkan dalam bentuk kalimat serta uraian- uraian, bahkan dapat cerita pendek.31
Deskriptif kualitatif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan keadaan masyarakat dalam pengetahuan Bank syariah di
30 Cholid Narbuko dan Abu Achamid, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), cet 10, h. 46.
31 M.Burhan Bungin, Metode Penelitian Sosial & Ekonomi, (Jakarta: Kencana, 2013), h.
124
kalangan masyarakat Kampung Pujokerto, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah.
B. Sumber Data
Sumber data adalah salah satu yang paling vital dalam penelitian.
Kesalahan dalam menggunakan atau memahami sumber data, maka data yang di peroleh juga akan meleset dari yang diharapkan.
1. Sumber Data Primer
Sumber data primer adalah sumber pertama dimana sebuah data dihasilakan atau data yang diperoleh peneltian dari sumber asli.32 Data tersebut diperoleh dari keterangan orang- orang yang berhubungan dengan penelitian. Dengan demikian, sumber data primer adalah bagian integral dari proses penelitian ekonomi yang digunakan untuk mengambil keputusan.33
Adapun sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari Masyarakat Kampung Pujokerto Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah.
2. Sumber Data Skunder
Sumber data skunder adalah sumber yang tidak memberikan data langsung kepada pengumpul data, misal lewat orang lain atau lewat dokumen. Sumber data skunder yang diperoleh peneliti berasal dari
32 Ibid., h. 129.
33 Muhamad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013), h.103.
beberapa referensi yang memiliki hubungan dengan sasaran penelitian, baik dari brosur-brosur, internet dan buku-buku.34
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan Metode wawancara atau interview, dan dokumentasi . bagi peneliti, metode ini cocok digunakan dalam penelitian karena penelitian ini merupakan studi kasus.
1. Wawancara atau interview
Wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data dengan jalan komunikasi, yakni melalui kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data (pewawancara) dengan sumber data(responden) baik secara langsung maupun tidak langsung.35 Dalam hal ini , peneliti menggunakan teknik wawancara secara semi terstruktur dimana pelaksana wawancara ini lebih bebas. Tujuan wawancara jenis semi terstruktur, yaitu untuk menentukan permasalahan secara lebih terbuka, di mana pihak yang di wawancarai dimintai pendapat dan ide- idenya.36
Peneliti mengajukan pertanyaan- pertanyaan yang berkaitan dengan faktor- faktor yang mempengaruhi minimnya pengetahuan masyarakat Kampung Pujokerto Kecamatan Trimurjo terhadap Bank syariah kepada ketua RT 06,dan sebagian masyarakat Kampung Pujokerto. Wawancara ini
34 Sugiyono, Metodologi Penelitian Kualitatif Kuantitatif Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2010), h. 225
35 Rianto Adi, Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2004), h. 72
36 Sugiyono, Metodologi Penelitian., h. 138.
bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang faktor- faktor yang mempengaruhi minimnya pengetahuan masyarakat Kampung Pujokerto Kecamatan terhadap Bank Syariah Trimurjo Lampung Tengah .
2. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan cara yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa data- data tertulis yang mengandung keterangan- keterangan dan penjelasan- penjelasan serta pemikiran- pemikiran tentang fenomena yang masih aktual dan sesuai dengan masalah peneliti.37 Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan oleh peneliti dari Desa Pujokerto adalah sejarah, foto, catatan- catatan, internet yang berhubung dengan penelitian.
3. Observasi
Metode observasi adalah pengamatan, pencatatan serta sistematis terhadap fenomena- fenomena yang diselidiki. Melalui metode observasi ini dapat langsung mengamati dan mencatat lebih akurat tentang keadaan objek yang di lapangan.
D. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, menemukan pola, memilah- memilahnya menjadi suatu kesatuan yang
37 Muhamad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kuantitatif, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008), h. 152
dapat dikelola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan orang lain.38
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif dengan menggunakan metode befikir induktif. Berfikir induktif yaitu” suatu cara berfikir yang berangkat dari fakta- fakta yang khusus dan kongrit, kemudian dari fakta atau peristiwa yang khusus konkrit tersebut ditarik secara generalis yang mempunyai sifat umum”.39 “ Proses induktif lebih dapat menemukan kenyataan- kenyataan ganda sebagaimana yang terdapat dalam data”.40 Dalam penerapannya, teknik ini digunakan untuk menganalisa data tentang faktor- faktor yang mempengaruhi pengetahuan masyarakat tarhadap Bank syariah studi kasus Kampung Pujokerto Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah.
38 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Refisi, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009), h. 248
39 Sutrisno Hadi, Metode Research., h. 40
40 Hermawan Warsito, Pengantar Metodologi Penelitian, (Jakarta: Gramedia, 1976), h. 38
A. Gambaran Umum Kampung Pujokerto Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah
1. Sejarah Berdirinya Kampung Pujokerto Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah
Kampung Pujokerto adalah salah satu dari 14 kampung/kelurahan yang berada di wilayah kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah41. Desa pujokerto ditempati mulai tanggal 1 Agustus 1942 atas pemerintah jawatan transmigrasi yang kemudian desa tersebut populer dengan sebutan desa PC Kecamatan Trimurjo.
Apa sebab disebut dengan sebutan PC?, hal ini dikarenakan ada empat desa yang berdampingan dan diberi nama berdasarkan urutan alfabet antara lain PA(Pujo Asri), PB(Pujo Basuki), PC(PujoKerto), PD(Pujo Dadi).
Semuanya masuk kedalam wilayah Kecamatan Trimurjo. Itulah sebabnya mengapa Pujokerto disingkat dengan PC dan bukan PK. Karena menurut ejaan pada masa itu Pujokerto ditulis dengan Pujo Certo.
Memasuki masa orde baru yang merupakan orde pembangunan di segala bidang. Maka, dibentuk/ dibuat kampung yang dikepalai oleh Kepala
41 Tabulasi Data Potensi, Penilaian Kampung Pujokerto Kecamatan Pujokerto., Tahun 2015 Tingkat Provinsi Lampung
Kampung dan di bantu oleh perangkat kampung yang bertugas membantu kepa kampung dalam menjalankan pemerintahan kampung42.
Dari tahun ke tahun hingga sekaran ini sejarahkampung kami peroleh dari data yang kami kumpulkan dari sesepuh yang masih hidupdan dapat dimintai informasi perihal perjalanan Kampung Pujokerto, dan beberapa barang peninggalan berupa stempel kampung pada masa itu, hinggasekarang kami percaya kebenarannya secara apa adanya untuk menyajikan monografi ini.
2. Letak Geografis Kampung Pujokerto Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah
Letak geografis Kampung Pujokerto berbatasan dengan Sebelah Utara : Kampung Totokaton Kecamatan Punggur Sebelah Timur : Kampung Nunggalrejo Kecamatan Punggur Sebelah Selatan : Kampung Untoro Kecamatan Trimurjo Sebelah Barat : Kampung Pujobasuki Kecamatan Trimurjo.
3. Visi Misi Kampung Pujokerto Kecamtan Trimurjo Lampung Tengah Visi kampung
Kebersamaan dalam mewujudkan Kampung Pujokerto yang TOP (Tertata rapi, Optimis maju di segala bidang, Perubahan untuk menuju Kampung yang sehat dan bermartabat).
42 Bapak Purwanto, Carik Kampung Pujokerto Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah,.
Misi Kampung
1. Bersama masyarakat memperkuat kelembagaan kampung yang ada sehinnga dapat optimal dalam melayani masyarakat.
2. Bersama masyarakat dan kelembagaan kampung menyelenggarakan pemerintahan kampung dan melaksanakan pembangunan kampungyang partisipatif.
3. Bersama masyarakat dan kelembagaan masyarakat dalam mewujudkan Kampung Pujokerto yang aman, tentram dan damai.
4. Bersama masyarakat dan kelembagaan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraanmasyarakat.43
B. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Masyarakat Terhadap Bank Syariah (Studi Kasus Desa Pujokerto Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah)
Faktor – faktor yang mempengaruhi pengetahuan masyarakat Terhadap Bank syariah.
a. Pendidikan
adalah usaha untuk mengembangkan kepribadian dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapat informasi, baik dari orang lain maupun dari media masa.44
43 Tabulasi Data Potensi, Penilaian Kampung Pujokerto Kecamatan Pujokerto., Tahun 2015 Tingkat Provinsi Lampung
44 Supartin, Masyarakat Kampung Pujokerto,wawancara, (1 Agustus 2018)
Pengetahuan seseorang tidak dapat di ukur dengan pendidikan formal atau pendidikan yang tinggi, karena belum tentu seseorang yang berpendidikan tinggi lebih mengerti dari pada seseorang yang pendidikannya kurang. Dalam hal ini masyarakat yang pendidikannya kurang justru lebih tahu tentang bank syariah, karena mereka sering meminjam ke bank. Karena sering meminjam atau menabung mereka sudah mengerti bahwa bank syariah tidak ada bunga sedangkan bank konvensional menerapkan bunga.
Tidak semua masyarakat kampung Pujokerto berpendidikan tinggi seperti ibu Supartin, beliau hanya lulusan SD tetapi beliau mengerti mengenai perbankan. Karena beliau sering menabung dan mengambil uang di bank, dengan kebiasaannya bertransaksi di bank maka beliau mengerti antara bank syariah dengan bak konvensional walaupun hanya dasarnya saja yaitu tidak ada bunga.
b. Sosial dan ekonomi
Kebiasaan yang dilakukan melalui penalaran apakah yang dilakukan baik atau buruk. Dengan demikian seseorang akan bertambah pengetahuannya walaupun tidak melakukan. Status ekonomi seseorang juga akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu, sehingga status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi pengetahuan seseorang.
Sedangkan masyarakat yang sosial, budaya dan ekonomi yang kurang baik kebiasaan dan tradisi yang dilakukan tanpa
melakukan penalaran apakah yang akan dilakukan baik atau buruk.Tidak hanya masyarakat menengah ke atas yang meminjam atau menabung di bank. Masyarakat menengah kebawah pun juga tidak jauh – jauh dari dunia perbankan. Bahkan mereka juga sering meminjam uang di bank untuk kebutuhan kehidupan sehari – sehari.
Menurut bapak Erwan merupakan masyarakat kampung Pujokerto sosial dan ekonomi seseorang berpengaruh pada pengetahuan terhadap bank, karena, sosial dan ekonomi yang baik tidak menjamin pengetahuannya terhadap bank sayriah baik. Begitupun sebaliknya sosila dan ekonomi yang kurang baik bahkan bisa jadi mempunyai pengetahuan yang baik terhadap bank syariah45.
c. Lingkungan
Masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengenali bank syariah karena mereka lebih mengerti pada bank konvensional baik pembiayaan dan menabung. Ada juga masyarakat yang hanya ikut – ikut dari omongan orang lain, jadi mereka kurang paham dengan adanya bank syariah.
Berdasarkan penelitian kepada masyarakat kampung Pujokerto yaitu Ibu Ngatimah kurang mengerti antara bank syariah dengan bank konvensional, karena bu Ngatimah hanya sekedar tahu bahwa fungsi bank sama saja yaitu untuk menyimpan uang dan meminjam. Mereka juga berpendapat uang yang pas – pasan tidak
45 Erwanto, Masayarakat Kampung Pujokerto, Wawancara,(23 Oktober 2018)
perlu di simpan di bank, karena mereka tidak mau repot ber urusan dengan bank. Dengan uang yang pas – pasan itu mereka menyimpannya dirumah.
Lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap bank syariah karena dengan lingkungan yang sudah mengerti dengan bank syariah maka akan lebih banyak masyarakat yang akan berhubungan lanhsung dengan bank syariah.
d. Pengalaman
Pengalaman merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran dan pengetahuan. Tidak semua masyarakat pernah berhubungan langsung dengan dunia perbankan, masih ada masyarakat Kampung Pujokerto yang belum pernah sama sekali berhubungan dengan perbankan. Dan sebagian di Kampung Pujokerto masyarakatnya sudah pernah behubungan dengan dunia perbankan.
Berdasarkan penelitian kepada masyarakat Kampung Pujokerto yaitu Ibu Poniyem, beliau belum pernah sama sekali berhubungan langsung dengan dunia perbankan, dengan demikian Ibu Poniyem tidak mengerti tentang perbankan syariah bahkan bank konvensional juga. Karena belum pernah melakukan hal yang berhubungan dengan dunia perbankan Ibu poniyem belum mempunyai pengalaman tentang bank syariah46.
46 Poniyem, Masyarakat Kampung Pujokerto, wawancara,(23 Oktober 2018)
Sedangkan berdasarkan penelitian kepada bapak Edi merupakan masyarakat kampung Pujokerto dan beliau juga sebagai nasabah bank syariah, karena sering meminjam dana kepada bank syariah beliau sudah mengerti tentang bank syariah, dan beliau lebih memilih untuk bertransaksi dengan bank syariah. Karena kebiasaanya meminjam ke bank syariah beliau mempeunyai pengalaman terntang bank syariah, dan sudah mengerti perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional47.
Dengan demikian pengalaman juga sama pentingnya untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat terhadap bank syaria.
e. Informasi
Di era yang sudah modern seperti saat ini informasi sudah sangat mudah di dapatkan contohnya saja handphone, hampir semua manusia mempunyai baik itu anak- anak , remaja bahkan orang tua.
Dengan kecanggihan teknologi saaat ini masyarakat sudah bisa menggunakan dengan baik informasi tersebut dengan cara mencari suatu informasi atau pengetahuan dengan gadget atau handphone48. Berdasarkan penelitian terhadap bu Rumyati salah satu masyarakat kampung Pujokerto, menurutnya di zaman sekarang ini semua serba canggih untuk memperoleh informasi tidak perlu repot – repot sekolah ataupun membaca buku. Dengan gadget saat ini
4747 Edi, Masyarakat Kampung Pujokerto, wawancara, (1 Agustus 2018)
48 Rumyati, Masyarakat Kampung Pujokerto,wawancara,(1 Agustus 2018)
semua bisa di peroleh dengan mencari di google, untuk mengetahui antara bank syariah dengan bank konvensional pun hanya dengan menggunakan handphone untuk mencari tahu informasi tentang perbankan.
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terkait dengan faktor – faktor yang mempengaruhi pengetahuan masyarakat terhadap bank syariah studi kasus Kampung Pujokerto Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa beberapa masyarakat desa Pujokerto ada yang sudah mengerti tentang bank syariah dan ada yang belum mengerti. Masyarakat yang sudah mengerti tentang bank syariah yaitu masyarakat yang sering berhubungan langsung dengan bank syariah, sedang masyarakat yang belum mengerti yaitu masyarakat yang jarang atau tidak pernah berhubungan dengan bank syariah.
Dalam pengetahuan masyarakat Kampu Pujokerto Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah Terhadapa Bank Syariah yang paling berpengaruh terhadap pengetahuan mereka terhadap bank syaraiah yaitu yang pertama adalah pengalaman, pengalaman mengajarkan mereka untuk memilih perbankan mana yang baik tidak hanya di dunia saja melainkan untuk kelanjutan di akhirat nanti, yaitu bank tidak memerepkan sisitem bunga karena bunga tidaklah di perbolehkan dalam agama Islam. Yang kedua yaitu informasi , infirmasi di kalangan masyarakat Kampung Pujokerto sangatlah berpegaruh dengan adanya informasi masyarakat jadi mengerti tentang perbankan syariah, baik dari