BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Daya Tarik Obyek Wisata Air Terjun Lacolla
3. Promosi
itu di media cetak maupun media sosial (internet).
14. Promosi atau informasi yang kurang baik adalah tidak tersedianya atau kurangnya informasi mengenai kawasan wisata Air Terjun Lacolla baik itu di media cetak maupun media sosial (internet).
15. Adanya pengaruh terhadap daya tarik wisata adalah salah satu variabel yang penting dalam meningkatkan jumlah wisatawan untuk
berkunjung di kawasan wisata Air Terjun Lacolla dimana keunikan, keindahan dan masih alamiahnya kawasan Air Terjun Lacolla sebagai daya tarik itu sendiri.
16. Adanya pengaruh terhadap sarana wisata adalah salah satu variabel yang penting dalam meningkatkan jumlah wisatawan untuk berkunjung di kawasan wisata Air Terjun Lacolla dimana bantalan renang merupakan fasilitas penunjang di kawasan Air Terjun Lacolla.
17. Adanya pengaruh terhadap sarana wisata adalah salah satu variabel yang penting dalam meningkatkan jumlah wisatawan untuk berkunjung di kawasan wisata Air Terjun Lacolla dimana area parkir, rumah makan, gazebo, toilet, kamar mandi dan tempat sampah merupakan fasilitas penunjang di kawasan Air Terjun Lacolla.
18. Tidak adanya pengaruh terhadap prasarana wisata adalah bukan merupakan suatu hal dalam meningkatkan jumlah wisatawan untuk berkunjung di kawasan wisata Air Terjun Lacolla.
19. Adanya pengaruh terhadap promosi wisata adalah salah satu variabel yang penting dalam meningkatkan jumlah wisatawan untuk berkunjung di kawasan wisata Air Terjun Lacolla dimana media sosial yakni pemanfaatan media internet untuk menyebarkan
informasi merupakan fasilitas penunjang di kawasan Air Terjun Lacolla.
20. Adanya pengaruh terhadap aksesibilitas adalah salah satu variabel yang penting dalam meningkatkan jumlah wisatawan untuk berkunjung di kawasan wisata Air Terjun Lacolla dimana tersedianya akses atau jaringan jalan merupakan fasilitas penunjang untuk mencapai kawasan wisata Air Terjun Lacolla.
21. Jaringan jalan adalah suatu fasilitas yang sangat dibutuhkan untuk mencapai lokasi tujuan wisata.
22. Kondisi akses jalan yang baik adalah tersedia atau terpenuhinya akses atau jaringan jalan menuju lokasi wisata Air Terjun Lacolla dengan kondisi jalan beraspal dan lainnya.
23. Kondisi akses jalan yang kurang baik adalah tidak tersedia atau kurang terpenuhinya akses atau jaringan jalan menuju lokasi wisata Air Terjun Lacolla dengan kondisi jalan beraspal dan lainnya.
a. Letak Geografis dan Administratif
Secara astronomis, Kabupaten Maros terletak antara 40°45’”- 50°07’” Lintang Selatan dan 109°205’- 129°12’ Bujur Timur. Secara geografis Kabupaten Maros berbatasan dengan:
• Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Pangkep
• Sebelah selatan berbatasan dengan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa
• Sebelah barat berbatasan dengan Selat Makassar
• Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bone
Secara administratif Kabupaten Maros memiliki luas wilayah 1.619,12 km2 terdiri atas 14 kecamatan dan 103 desa/kelurahan dengan luas yang berbeda-beda yakni Kecamatan Mandai (49,11 km2), Kecamatan Moncongloe (46,87 km2), Kecamatan Maros Baru ( 53,76 km2), Kecamatan Marusu (53,73 km2), Kecamatan Turikale (29,93 km2), Kecamatan Lau (73,83 km2), Kecamatan Bontoa (93,52 km2), Kecamatan Bantimurung (173,70 km2), Kecamatan Simbang (105,31 km2), Kecamatan Tanralili (89,45 km2), Kecamatan Tompobulu
(287,66 km2), Kecamatan Camba (145,36 km2), Kecamatan Cenrana (180,97 km2), Kecamatan Mallawa (235,92 km2). Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1 Luas Kecamatan dan Persentase Terhadap Luas Kabupaten Maros Tahun 2019
No. Kecamatan Luas Area (km2)
Persentase Terhadap Luas Kab.Maros (%)
1 Mandai 49,11 3,03
2 Moncongloe 46,87 2,89
3 Maros Baru 53,76 3,32
4 Marusu 53,73 3,32
5 Turikale 29,93 1,85
6 Lau 73,83 4,56
7 Bontoa 93,52 5,78
8 Bantimurung 173,70 10,73
9 Simbang 105,31 6,50
10 Tanralili 89,45 5,52
11 Tompobulu 287,66 17,77
12 Camba 145,36 8,98
13 Cenrana 180,97 11,18
14 Mallawa 235,92 14,57
Kabupaten Maros 1.619,12
Sumber: Kabupaten Maros dalam Angka 2020
Berdasarkan tabel diatas, Kecamatan Tompobulu adalah kecamatan yang paling luas di Kabupaten Maros. Luas wilayahnya ± 287,66 km2 atau sama dengan 14,57% dari total luas Kabupaten Maros. Sedangkan kecamatan yang paling kecil adalah Kecamatan Turikale dengan luas wilayah 29,93 km2 atau sama dengan 1,84% dari total luas Kabupaten Maros.
Gambar 4.1 Peta Administrasi Kabupaten Maros
b. Topografi
Keadaan topografi wilayah Kabupaten Maros sangat bervariasi mulai dari wilayah datar sampai bergunung-gunung.
Hamper semua wilayah di Kabupaten Maros terdapat daerah daratan dengan kemiringan lereng 0 – 2% merupakan daerah yang dominan dengan luas wilayah sekitar 70.882 Ha atau sebesar 43,8% dari total luas wilayah Kabupaten Maros, sedangkan daerah yang memiliko kemiringan 2 – 5% dengan luas wilayah 9.165 Ha atau sebesar 6% dari luas total wilayah Kabupaten Maros dan sisanya sebesar 26,2% merupakan wilayah pantai.
Tabel 4.2 Tinggi Wilayah dan Jarak ke Ibu Kota Kabupaten Maros Tahun 2019
No. Kecamatan Tinggi Wilayah (mdpl)
Jarak ke Ibu Kota Kab.Maros (km)
1 Mandai 5 – 6 4
2 Moncongloe 10 – 122 22
3 Maros Baru 0 – 10 2
4 Marusu 5 – 35 8
5 Turikale 0 – 20 1
6 Lau 5 – 38 4
7 Bontoa 15 – 187 6
8 Bantimurung 50 – 700 7
9 Simbang 15 – 350 10
10 Tanralili 20 – 450 10
11 Tompobulu 50 – 340 18
12 Camba 75 – 881 47
13 Cenrana 65 – 639 32
14 Mallawa 100 – 800 60
Sumber: Kabupaten Maros dalam Angka 2020
Berdasarkan tabel diatas, Kecamatan Turikale merupakan wilayah yang memiliki jarak paling dekat ke Ibu Kota Kabupaten Maros. Hal ini disebabkan letak Ibu Kota Kabupaten Maros yang berada di wilayah Kecamatan Turikale. Sedangkan Kecamatan Camba merupakan wilayah yang memiliki jarak paling jauh dari Ibu Kota Kabupaten Maros yakni 47 km.
c. Hidrologi
Hidrologi di wilayah Kabupaten Maros dibedakan menurut jenisya yaitu air permukaan (sungai, rawa dan sebagainya) dan air di bawah permukaan (air tanah). Air dibawah permukaan adalah air tanah merupakan sumber air bersih untuk kehidupan sehari-hari masyarakat, sumur dangkal dapat diperoleh dengan tingkat kedalaman rata-rata 10 sampai 15 meter, sedangkan sumur dalam yang diperoleh melalui pengeboran dengan kedalaman antara 75 – 100 meter.
d. Klimatologi
Kabupaten maros termasuk daerah yang beriklim tropis karena letaknya yang berada pada daerah khatulistiwa dengan kelembapan berkisar antara 60 – 90%. Curah hujan tahunan rata-rata-rata 285 mm3/bulan dengan rata-rata hujan sekitar 15 hari. Temperatur udara rata-rata 27°C. kecepatan angin rata-rata 3-4 knot/jam. Daerah Kabupaten Maros memiliki dua musim
berdasarkan curah hujan yakni musim hujan pada periode bulan Oktober sampai juni dan Musim kemarau pada bulan juli sampai September. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada tabel berikut.
Tabel 4.3 Jumlah Curah Hujan dan Hari Hujan Menurut Bulan di Kabupaten Maros Tahun 2018
Bulan Curah Hujan (mm3) Hari Hujan
Januari 523 25
Februari 667 19
Maret 594 25
April 213 18
Mei 109 15
Juni 150 15
Juli 51 5
Agustus 1 2
September 8 4
Oktober 116 9
November 184 20
Desember 798 28
Sumber; Kabupaten Maros dalam Angka 2019
Berdasarkan tabel curah hujan dan hari hujan menurut bulan diatas, curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember sebesar 798mm2 dengan hari hujan sebanyak 28 hari dan curah hujan terendah terjadi pada bulan Agustus sebesar 1mm2 dengan hari hujan sebanyak 2 hari.
Tabel 4.4 Rata-rata Tekanan Suhu dan Kelembaban Udara Menurut Bulan di Kabupaten Maros Tahun 2019
Bulan
Suhu Udara (°C) Kelembaban Udara(%) Maks Min Rata-
rata Maks Min Rata- rata
Januari 31,5 22,4 26,7 97 76 86
Februari 32,2 23,2 26,9 94 79 85
Maret 32,0 22,4 27,0 92 80 85
April 33,8 23,7 27,9 90 73 82
Mei 34,4 23,1 28,0 87 65 78
Juni 33,2 19,9 26,9 95 72 81
Juli 33,8 18,4 26,7 89 55 71
Agustus 34,8 20,5 27,2 78 44 64
September 35,6 19,5 28,0 75 44 62
Oktober 38,3 21,2 28,9 77 50 64
November 35,2 22,8 28,6 83 67 74
Desember 33,3 24,0 27,9 90 76 83
Sumber: Kabupaten Maros dalam Angka 2020
e. Geologi
Aspek geologi merupakan aspek yang mempunyai kaitan yang erat hubungannya dengan potensi sumberdaya tanah.
Struktur geologi tertentu berasosiasi dengan ketersedian air tanah, minyak bumi dan lain-lain. Selain itu struktur geologi selalu dijadikan dasar pertimbangan dalam pengembangan suatu wilayah misal pengembangan daerah dengan pembangunan jalan, permukiman, bendungan, selalu
menghindari daerah yang berstruktur sesar, kekar, struktur yang miring dengan lapisan yang kedap air dan tidak kedap air. Di Kabupaten Maros terdapat beberapa jenis batuan seperti batu pasir, batu bara, lava, breksi, batu gamping dan batu sedimen.
Keadaan geologi secara umum menggambarkan jenis, kedudukan, sebaran, proses dan waktu pembentukan batuan induk, serta kemampuan morfologi tanah seperti sesar tebing kaldera dan lain-lain.
Sedangkan jenis tanah di Kabupaten Maros terdapat lima jenis tanah yang tersebar dibeberapa daerah seperti jenis tanah alluvial, litosol, mediteran dan podsolik. Jenis tanah alluvial biasanya berwarna kelabu, coklat atau hitam. Jenis tanah ini tidak peka terhadap erosi karena terbentuk dari endapan laut, sungai atau danau dan jenis tanah ini terdapat pantai sebelah barat Kabupaten Maros luas penyebarannya 56.053 Ha atau 34%. Jenis litosol terbentuk dari terbentuk dari batu endapan,batuan beku, jenis tanah ini mempunyai sifat beraneka ragam dan sangat peka terhadap erosi serta kurang baik untuk tanah pertanian, luasnya penyebarannya 51.498 Ha atau 31%.
Jenis tanah mediteran terbentuk dari endapan berkapur, batuan baku basis, intermediondan metamorf, jenis tanah ini berwarna merah sampai coklat dan kurang peka terhadap erosi, luas
persebarannya 45.632 Ha atau 28%. Jenis tanah podsolik terbentuk dari batuan endapan dan bekuan berwarna kuning sampai merah mempunyai sifat asam dan peka terhadap erosi.
Jenis tanah ini dapat dijadikan tanah pertanian dan perkebunan. Jenis tanah ini terdapat di daerah berbukit sampai bergunung, luas persebarannya 8.729 Ha atau 5% dan jenis tanah latosol mempunyai dan luas persebaran 17.862 Ha atau 11%. Untuk lebih jelasnya sebagaimana pada tabel berikut.
Tabel 4.5 Persebaran Jenis Tanah di Kabupaten Maros Tahun 2019
No. Jenis Tanah Luas (Ha) Persentase (%)
1 Alluvial 38.191 23,5
2 Mediteran 51.498 32
3 Litosol 45.632 28,1
4 Podsolik 8.729 5,4
5 Latosol 17.862 11
Kabupaten Maros 1.619,12 100
Sumber: Kabupaten Maros dalam Angka 2019
Berdasarkan tabel jenis tanah diatas, Kabupaten Maros memiliki 5 jenis tanah yaitu tanah alluvial dengan luas 38.191 Ha atau 23,5% dari luas Kabupaten Maros, jenis tanah Mediteran dengan luas 51,4 Ha atau 32% dari luas Kabupaten Maros, jenis tanah Litosol dengan luas 45.632 Ha atau 28,1% dari luas
atau 5,4% dari luas Kabupaten Maros dan jenis tanah Latosol dengan luas 17.862 Ha atau 11% dari luas Kabupaten Maros.
Adapun Kabupaten Maros di dominasi dengan jenis tanah Mediteran.
Bantimurung-Bulusaraung, Air Terjun Bonto Somba, Sungai Pute/Rammang-rammang, Pantai Kuri, Air Terjun Lacolla dan sebagainya serta Atraksi Budaya yakni Tamana Prasejarah Leang- leang, Situs Prasejarah Rammang-rammang, Situs Prasejarah Bulu Sipong dan Atraksi Kesenian dan Ritual Masyarakat.
B. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Aspek Fisik Dasar
a. Letak Geografis dan Administratif
Berdasarkan letak geografisnya, Kecamatan Cenrana memiliki batas-batas sebagai berikut:
• Utara : Kecamatan Camba
• Selatan : Desa Laiya da Kabupaten Bone
• Barat : Desa Rompegading, Desa Baji Pa’’mai, Desa Lebbotengngae dan Desa Limapoccoe
• Timur : Kecamatan Camba
Kecamatan Cenrana merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Maros. Luas wilayah Kecamatan Cenrana yaitu 180,97 km2. Secara administratif Kecamatan Cenrana terdiri dari 7 desa yaitu Desa Labuaja, Desa Lebbotengae, Desa Laiya, Desa Cenrana Baru, Desa Limampoccoe, Desa Rompegading dan Desa Baji Pa’mai.
Menurut jaraknya letak masing-masing desa ke ibu kota kecamatan antara 1km sampai dengan 12km.
Tabel 4.6 Luas Desa di Kecamatan Cenrana Tahun 2018
Desa Luas Wilayah (km2)
Persentase Wilayah Terhadap Kecamatan(%)
Labuaja 21.45 11,89
Lebbotengae 15.67 8,69
Laiya 63.13 35,01
Cenrana Baru 31.13 17,26
Limampoccoe 23.37 12,96
Rompegading 17.97 9,96
Baji Pa’mai 7.55 4,18
Total 180.27 100
Sumber : Kecamatan Cenrana dalam Angka 2019
Berdasarkan tabel diatas Desa Cenrana Baru merupakan desa terluas kedua di Kecamatan Cenrana yaitu 31.13 km2 atau 17,26% dari Kecamatan Cenrana. Adapun Desa Laiya merupakan desa paling luas yaitu 63.13 km2 atau 35,01% dari Kecamatan Cenrana, sedangkan Desa Baji Pa’mai merupakan desa terkecil dengan luas 7.5 Ha atau 4,18% dari Kecamatan Cenrana. Untuk lebih jelas dapat kita lihat pada gambar 4.2 berikut.
Gambar 4.2 Peta Administrasi Kecamatan Cenrana
Untuk lebih rinci mengenai lokasi penelitian berada di Desa Cenrana Baru. Desa Cenrana Baru merupakan desa di Kecamatan Cenrana dengan luas 31,13 km2. Desa Cenrana Baru merupakan daerah bukan pantai. Desa Cenrana Baru masuk ke dalam daerah dataran tinggi dengan ketinggian wilayah 410 – 700 meter diatas permukaan laut.
Kawasan obyek wisata Air Terjun Lacolla berada di Desa Cenrana Baru Kabupaten Maros yang cara geografis memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
• Utara : Kecamatan Camba
• Selatan : Kabupaten Bone
• Timur : Kabupaten Bone
• Barat : Kecamatan Cenrana
Gambar 4.4 Peta Administrasi Dusun
Gambar 4.5 Peta Lokasi Penelitian (Deliniasi Kawasan Obyek Wisata Air Terjun Lacolla)
b. Topografi
Berdasarkan topografinya, Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros berada pada ketinggian sekitar 654 – 639 meter diatas permukaan laut. Adapun wilayah topografi yaitu daerah bukan pantai (lembah atau punggung bukit). Terdapat 7 desa di Kecamatan Cenrana yang dimana semua desa dengan keadaan topografinya merupakan dataran tinggi.
c. Hidrologi
Ditinjau secara teknis proses pengelolaan sumber daya air harus mengikuti siklus pengelolaan pembangunan yang berkesinambungan. Mengingat penyebaran air tanah tidak dibatasi oleh batas-batas administrasi suatu daerah, maka sebaran air tanah berdasarkan aspek teknis mengacu pada cekungan air tanah yaitu suatu wilayah yang ditentukan oleh batasan-batasan hidrogeologi dimana semua event hidrolika (pengisian, pengambilan dan pengaliran) berlangsung. Wilayah Kecamatan Cenrana memiliki dua sumber air bersih yaitu air permukaan dan mata air dengan system perpipaan; dan mata air dengan memanfaatkan aliran sungai bawah tanah. Di wilayah Desa Cenrana Baru sumber air bersih menggunakan mata air dengan memanfaatkan aliran sungai bawah tanah.
d. Klimatologi
Kecamatan Cenrana termasuk daerah yang beriklim tropis karena letaknya yang berada pada daerah khatulistiwa dengan kelembapan berkisar antara 60 – 90%. Curah hujan tahunan rata-rata-rata 2500-3000 mm/th. Daerah Kecamatan Cenrana memiliki dua musim berdasarkan curah hujan yakni musim hujan pada periode bulan Oktober sampai juni dan Musim kemarau pada bulan juli sampai September.
e. Geologi
Kecamatan Cenrana memiliki tujuh jenis tanah yang tersebar dibeberapa daerah seperti jenis tanah basal, diorit, breksi, lava, pasir, lempung dan batu gamping koral. Batuan basalt merupakan batuan beku yang dibentuk dari solidifikasi magma yang terjadi dipermukaan bumi. Diorite merupakan salah satu jenis batuan beku dalam bertekstur feneris, mineralnya berbutir kasar hingga sedang dan warnanya agak gelap.
f. Penggunaan Lahan
Kecamatan Cenrana memliki luas 180,97 km2, wilayah terluas ketiga di Kabupaten Maros. Dimana penggunaan lahan di kecamatan ini terdiri dari 5 jenis yaitu permukiman, sawah, semak belukar dan tegalan/lading. Desa Cenrana Baru merupakan desa yang terletak di Kecamatan Cenrana yang
memiliki luas 31,13 km2 sebagai desa terluas diurutan kedua di wilayah Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Penggunaan lahan di Desa Cenrana Baru yaitu permukiman, rth, sawah, semak belukar dan tegalan/lading. Penggunaan lahan di Desa Cenrana Baru didominasi oleh penggunaan lahan sebagai semak belukar.
Tabel 4.7 Penggunaan Lahan di Desa Cenrana Baru Tahun 2018
Penggunaan Lahan Luas (Ha)
Permukiman 39,11
Semak belukar 500,94
Sawah 258,41
RTH 39,11
Tegalan/ladang 39,11
a. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Desa Cenrana Baru memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.806 jiwa terbagi dalam 435 rumah tangga. Terdapat 5 dusun/rw, 12 rt dan 7 blok sensus di Desa Cenrana Baru Kecamatan Cenrana Kota Makassar. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada tabel berikut.
Tabel 4.8 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di Desa Cenrana Baru Tahun 2018
Jenis Kelamin
Jumlah (jiwa) Laki-laki Perempuan
883 923 1.806
Sumber: Kecamatan Cenrana dalam Angka 2019
Pada tabel jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin diatas dapat disimpulkan bahwa penduduk dengan jenis perempuan lebih banyak dengan jumlah 923 jiwa dibandingkan dengan penduduk jenis kelamin laki-laki hanya berjumlah 883 jiwa.
b. Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur
Adapun jumlah penduduk di Desa Cenrana Baru berdasarkan kelompok umur dapat kita lihat pada tabel berikut.
Tabel 4.9 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur di Desa Cenrana Baru Kecamatan Cenrana Tahun 2018
Kelompok Umur
Jenis Kelamin Jumlah (jiwa) Laki-laki Perempuan
0 - 4 81 79 160
5 – 9 87 83 170
10 – 14 83 84 165
15 – 19 71 76 147
20 – 24 70 61 131
25 – 29 55 60 115
30 – 34 58 68 126
35 – 39 67 71 138
40 – 44 63 66 129
45 – 49 60 61 121
50 – 54 56 59 155
55 – 59 40 41 81
60 – 64 28 37 65
65 – 69 24 30 54
70 – 74 23 23 46
75+ 17 25 42
Jumlah 883 923 1.806
Sumber: Kecamatan Cenrana dalam Angka 2019
Berdasarkan tabel diatas kelompok umur 10 – 14 tahun paling banyak dengan jumlah 170 jiwa, sedangkan kelompok umur 75 tahun keatas paling sedikit berjumlah 42 jiwa. Jumlah penduduk usia produktif yaitu kelompok umur 15-64 tahun lebih mendominasi sebanyak 1.373 jiwa.
c. Jumlah Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan
Adapun jumlah penduduk di Desa Cenrana Baru berdasarkan tingkat pendidikan dapat kita lihat pada tabel berikut.
Tabel 4.10 Jumlah Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan di Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana Tahun 2018
Desa TK SD SMP SMA
Cenrana Baru 19 173 50 47
Sumber: Kecamatan Cenrana dalam Angka 2019
Pada tabel jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan di Desa Cenrana Baru dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk pada tingkat pendidikan TK berjumlah 19 jiwa, tingkat SD berjumlah 173 jiwa, pada tingkat SMP berjumlah 50 jiwa dan pada tingkat SMA berjumlah 47 jiwa.
d. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Adapun jumlah penduduk di Desa Cenrana Baru berdasarkan jenis pekerjaan dapat kita lihat pada tabel berikut.
Tabel 4.11 Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Pekerjaan di Kecamatan Cenrana Tahun 2018
Sumber:Kecamatan Cenrana dalam Angka 2019
Pegawai Negeri Sipil Pegawai
Laki-laki Perempuan Jumlah
Kecamatan 20 15 35
BKKBN 4 4 8
Urusan Agama 3 1 4
Pertanian 4 2 6
UPTD Pendidikan 6 1 7
Puskesmas 5 13 18
SPTN TN BABUL 13 4 17
Total 55 40 95
Berdasakan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa penduduk dengan jenis pekerjaan PNS Kecamatan sebanyak 35 orang, penduduk dengan jenis pekerjaan PNS BKKBN sebanyak 8 orang, penduduk dengan jenis pekerjaan PNS Urusan Agama sebanyak 4 orang, penduduk dengan jenis pekerjaan PNS Pertanian sebanyak 6 orang, penduduk dengan jenis pekerjaan PNS UPTD Pendidikan sebanyak 7 orang, penduduk dengan jenis pekerjaan PNS Puskesmas sebanyak 18 orang dan penduduk dengan jenis pekerjaan PNS SPTN TN BABUL sebanyak 17 orang.
C. Daya Tarik Obyek Wisata Air Terjun Lacolla
dalam juga pusaran airnya cukup kuat. Bebatuan besar di sekitar kolam membuat viewnya semakin cantik. Adapun air terjun kedua memiliki bentuk yang berundak (bertingkat-tingkat) ditambah bagian air terjun yang lebar dan airnya mengalir melalui tingkatan tersebut. Pada tingkatan air terjun ini sering dimanfaatkan para wisatawan sebagai tempat terapi air terjun ataupun hanya untuk berteduh dibawahnya. Selain pesona keindahan dari Air Terjun Lacolla sendiri, adapula pesona alam sekitar yakni view pegunungan, hutan dan udaranya yang sejuk serta keindahan dari bebatuan dan tebing- tebing disekitar air terjun.
Gambar 4.7 Air Terjun Utama dan Air Terjun kedua (Survei Lapangan Tahun 2021)
2. Infrastruktur
a. Sarana Dasar Pariwisata
Ketersediaan sarana menjadi bagian dasar untuk menunjang suatu kegiatan pariwisata. Adapun tujuannya adalah untuk memudahkan kegiatan pariwisata sehingga dapat berjalan
dengan lancar. Sarana yang ada di kawasan obyek wisata dinilai bukan hanya dari segi kuantitas saja tetapi juga dari segi kualitasnya.
Pada kawasan obyek wisata Air Terjun Lacolla, ketersediaan sarana yang memadai dikarenakan dari segi kuantitas sudah terpenuhi sarana dasar di kawasan obyek wisata Air Terjun Lacolla.
b. Prasarana Dasar Pariwisata
Selain sarana, ketersediaan prasarana juang merupakan hal yang tidak kalah penting dalam menunjang kegiatan parisiwata. Hal ini tidak terlepas dari hakikatnya bahwa prasarana dasar pariwisata merupakan segala sesuatu yang dipakai sebagai alat penunjang dalam mencapai maksud dan tujuan agar terselenggaranya kegiatan pariwisata.
Ketersediaan prasarana di kawasan obyek wisata Air Terjun Lacolla sebagian besar belum terpenuhi. Misalnya jaringan persampahan belum tersedia di lokasi kawasan wisata seperti tempat sampah yang belum tersedia. Adapun prasarana dasar yang tersedia di kawasan obyek wisata Air Terjun Lacolla yakni kamar ganti dan lahan parkir. Dari segi kuantitas kurang baik karena hanya tersedia satu kamar ganti, dari segi kualitasnya juga kurang baik dikarenakan kondisi kamar ganti
yang begitu sempit dan hanya terbuat dari atap seng. Terdapat 2 area parkir yang telah disediakan yang pertama area parkir untuk mobil dan yang kedua area parkir untuk sepeda motor.
Dari segi kuantitas, area parkir di kawasan obyek wisata yang telah disediakan masih kurang dimana area parkir mobil hanya dapat menampung 5 mobil saja. Sedangkan area parkir motor hanya dapat menampung sekitar 20 sepeda motor. Adapun dari segi kualitasnya masih kurang baik dikarenakan karakteristik lahan parkir hanya berupa tanah sehingga pada saat musim hujan area parkir menjadi becek dan begitu banyak debu disaat musim kemarau.
Gambar 4.8 Kamar Ganti dan Area/Lahan Parkir (Survei Lapangan Tahun 2021)
Ketersediaan prasarana lainnya seperti rumah makan, gazebo, toilet dan tempat sampah belum tersedia. Atas dasar ini maka dapat kita simpulkan bahwa ketersediaan prasarana dasar pariwisata di kawasan obyek wisata Air Terjun Lacolla untuk menujang kegiatan wisata masih kurang (belum sepenuhnya tersedia).
3. Promosi
Menurut Gromang dalam (Novalina, 2013) promosi wisata beranjak dari prediksi dan berkaitan dengan upaya memicu kemungkinan penjualan wisata. Promosi wisata ini meliputi seluruh kegiatan yang direncanakan termasuk dalamnya penyebaran informasi, iklan, film, brosur, buku panduan, poster dan lain-lain. Promosi merupakan variable khusus pemasaran untuk menarik perhatian wisatawan potensial ke objek wisata tertentu dan menikmati bermacam- macam kegiatan yang dirancang dan dikelola dalam parawisata.
Dalam konteks bisnis promosi merupakan cara komunikasi untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan wisatawan baik secara langsung maupun tidak langsung tentang suatu produk atau keunggulan objek wisata yang di tawarkan kepada calon wisatawan tentang produk yang ditawarkan untuk memberitahukan atau menginformasikan dimana orang dapat melihat atau melakukan wisata ke objek tersebut dengan waktu dan tempat yang tepat.
Promosi wisata Air Terjun Lacolla sudah tergolong cukup efektif.
Sistem promosi yang dijalankan pada kawasan Air Terjun Lacolla ini hanya terbatas mulut ke mulut juga mulai mengandalkan media telekomunikasi. Media telekomunikasi seperti pemanfaatan website telah dilakukan. Media promosi yang telah dilakukan oleh pengelola obyek wisata melalui situs internet. Informasi yang diberikan melalui situs internet tersebut saat ini masih banyak keterbatasan informasi yang diberikan untuk mempromosikan dan mengenalkan obyek wisata Air Terjun Lacolla kepada masyarakat luas. Terbatasnya akses internet di Desa Cenrana Baru membuat pengelola terhambat dalam proses membagikan informasi untuk para wisatawan secara luas. Ini terlihat dari pemanfaatan teknologi yang masih sebatas media promosi dan belum pada pengembangan obyek wisata berbasis teknologi. Saat ini, wisatawan belum bisa mengakses transportasi, paket wisata, biaya, rute dan jarak, secara online. Pemerintah Desa Cenrana Baru serta Pengelola obyek wisata berharap kedepannya penggunaan teknologi dapat diterapkan sehingga wisata Air Terjun Lacolla dapat diakses melalui online review.