• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Pembangunan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto

Dalam dokumen DONE FIX SKRIPSI ZAHRAH (Halaman 84-95)

BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN

C. Proses Pembangunan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto

Seperti halnya yang telah diketahui, Provinsi Jawa Timur telah memiliki target dalam melakaukan kegiatan pemanfaatan dan pengembangan wilayahnya yang telah tertera dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Tahun 2011-2031, yang mengarah dan didasari pada Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

RTRW Provinsi diharapkan secara penerapannya dapat berperan sebagai panduan bagi pelaksanaan pembangunan, yang dapat meningkatkan produktivitas seluruh elemen pembangunan wilayah, sekaligus mampu mengurangi tekanan lingkungan dari berbagai macam upaya guna pemenuhan kebutuhan peri kehidupan masyarakat. Berhubungan dengan

hal tersebut, rencana tata ruang juga harus mampu menjadi payung yang memadukan langkah pembangunan di seluruh Jawa Timur yang terus berkembang. Namun pada fakta yang terjadi di lapang, masih banyak pelaksanaan pembangunan belum sesuai dengan tata ruang dan penempatan lokasinya belum seutuhnya searah dengan aturan yang ditetapkan.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meminimalisir permasalahan dalam pengembangan infrastruktur khususnya dalam pembangunan jalan tol, serta menemukan struktur akar dari suatu permasalahannya. Dengan diketahuinya struktur permasalahan pengembangan infrastruktur jalan tol di Provinsi Jawa Timur, diharapkan perumusan strategi penanganan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Dengan direncanakannya pembangunan ruas tol ini maka pembangunan proyek jalan tol Surabaya-Mojokerto yang memiliki panjang rute 37 km yang telah dipersiapkan sejak 1995 baru mulai dilaksanakan dan diestimasikan akan rampung Pada Tahun 2009. Gubernur Jawa Timur, Dirut PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) dan Dirut PT Wijaya Karya Kemarin (26/8) turut mendampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto Surabaya meresmikan pemancangan pertama (Ground Breaking) pembangunan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto.

Pada upacara peresmian yang dapat dikatakan cukup megah dalam pelaksanannya, Menteri PU Djoko Kirmanto menyatakan, pembangunan Tol Surabaya-Mojokerto telah melalui proses yang panjang dan persiapan yang sangat lama. Namun dikarenakan adanya krisis moneter yang terjadi ddi Indonesia pada 1997 lalu, menyebabkan hampir keseluruhan kegiatan investasi dalam berbagai bidang termasuk jalan tol, menjadi tertunda tak terkecuali proyek tol ini. Pembangunan Ruas Tol ini pun akhirnya dapat terlaksana, setelah dilakukan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan

Jalan Tol (PPJT) 6 April 2006 antara pemerintah dan PT. MNA. “hari ini wajar bila kita yang hadir memberikan apresiasi pada PT MNA,” tegasnya.

Menurutnya, dengan terlaksananya proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak pada keterbukaan lapangan kerja baru dan kemajuan dalam pertumbuhan wilayah serta perekonomian di propinsi Jawa Timur.

Pemerintah cukup mengerti bahwa, investasi pembangunan jalan tol teredapat berbagai permasalahan yang meliputi kepastian proses pengadaan tanah dan kontribusi nyata dari bank nasional. Namun, berbagai cara yang telah dilakukan departemen PU yakni melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait telah di lakukan. Dalam mencari jalan keluar dalam permasalahan tanah, pihaknya telah melakukan langkah-langkah perbaikan dalam pasal-pasal yang ada dalam PPJT.

“Melalui cara ini saya berharap investor akan tertarik, lebih bankable dan investor friendly,” ungkapnya.

PT Astra International Tbk (ASII) melakukan pengambilalihann saham terhadap PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM) sebesar 44,5%, pemangku kepentingan konsesi jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) sepanjang 36,3 km melalui anak perusahaannya, PT Astra Tol Nusantara dengan nilai saham sebesar Rp 1,7 triliun.

Upaya ASTRA Infra untuk memperkuat portofolio investasi di ruas tol Trans Jawa dalam pengambilalihan tersebut, ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli saham JSM dari PT Moeladi sebesar 24,2% dan PT Wijaya Karya Tbk sebesar 20,3%. Penambahan peran ASTRA Infra dalam pembangunan TOL Trans Jawa menjadi sepanjang 338,6 km atau sekitar 30% dari total panjang tol Trans Jawa, ditandai dengan Akuisisi saham tol Surabaya-Mojokerto ini. kata Group CEO - ASTRA Infra Djap Tet Fa.

Ruas tol Sumo merupakan salah satu jalur tol Trans Jawa yang cukup menguntungkan karena menghubungkan kota Surabaya dengan

wilayah Jawa Timur bagian barat. Kontribusi ASTRA Infra di Tol Trans Jawa ini telah dioperasikan sepenuhnya sejak 19 Desember 2017 diantaranya ialah ruas tol Tangerang-Merak (72,5 km), Cikopo-Palimanan (116,8 km), Semarang-Solo (72,6 km), Jombang-Mojokerto (40,5 km) dan Surabaya- Mojokerto (36,3 km).

Ruas jalan tol Sumo yang tersambung dengan tol Jombang- Mojokerto dan tol Surabaya-Gempol. Dengan meningkatnya peranan ASTRA Infra di ruas tol Trans Jawa ini berkesinambungan dengan cita-cita ASTRA yakni untuk “sejahtera bersama bangsa”. Selain itu, Keberadaan jalan tol ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan di sepanjang jalur Surabaya-Mojokerto, meningkatkan konektivitas serta menjadi jalur utama logistik nasional, sehingga akan meningkatkan potensi ekonomi daerah Mojokerto, Jombang dan daerah lain yang terdapat di sekitarnya pada khususnya, serta Jawa Timur pada umumnya.

Proyek pembangunan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto bertujuan untuk menghubungkan dua kota di Provinsi Jawa Timur, yaitu Kota Surabaya dan Kota Mojokerto sebagai alternatif pemecah kepadatan lalu lintas di Surabaya. Sehingga dapat melancarkan dan mengurangi kepadatan lalu lintas dari Surabaya menuju Mojokerto atau sebaliknya.

Selain itu jalan tol Surabaya-Mojokerto ini juga merupakan salah satu segmen dari proyek tol trans Jawa yang berguna untuk memperlancar transportasi di Pulau Jawa.

Untuk kelancaran proses pembangunan wilayah ini, maka kota Mojokerto yang sedang berkembang membutuhkan akses jalan yang memadai ke kota Surabaya sehingga jalan tol sepanjang 36.27 km tersebut dibangun untuk menghubungkan kota Surabaya dan Mojokerto.68 Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah meresmikan Jalan Tol Surabaya -

68 www.jasamarga.com, diakses pada pukul 16.00 WIB

Mojokerto Seksi IB, II dan III: Sepanjang - Krian (19/12). Bertempat di Gerbang Tol Warugunung , Presiden RI Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri BUMN dan Gubernur Jawa Timur.

Berikut Peta Wilayah pembangunan Tol Surabaya

Sumber: gambar di unduh dari website https://docplayer.info

Pengoperasian penuh jalan tol sejak tahun 2017 dan menjadi akses utama antara Kota Surabaya dengan daerah Provinsi Jawa Timur bagian barat serta Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan tol ini dimulai pada tahun 2007 dan dioperasionalkan secara bertahap. 69

1. Seksi IA sepanjang 2,3 kilometer (Waru-Sepanjang, diresmikan 27 Agustus 2011)

2. Seksi IV sepanjang 18,47 kilometer (Krian-Kota Mojokerto, diresmikan 19 Maret 2016)

69 Sifrafet Jawa Timur, http://www.sifrater.jatimprov.go.id/index.php/tolSumo_user, di akses pada pukul 22.05 WIB

3. Seksi IB 4,3 km (SepanjangWRR); seksi II 5,1 km (WRR-Driyorejo);

dan

4. Seksi III 6,1 km (Driyorejo-Krian) diresmikan 19 Desember 2017.

Jalan Tol Sepanjang – Krian dengan rute sepanjang 15,5 KM yang merupakan salah satu ruas Jalan Tol Surabaya – Mojokerto. Jalan Tol ini di operasikan menyusul dua seksi sebelumnya yang telah beroperasi terlebih dahulu, yang telah diresmikan pada bulan Agustus 2011 yaitu Seksi IA Waru – Sepanjang dengan panjang rute 2,3 KM, serta Yang telah diresmikan pada bulan Maret 2016 yaitu Seksi IV Krian – Mojokerto dengan panjang rute 18,47 KM. Seksi I (Seksi IA Waru – Sepanjang 2,3 KM) dan (Seksi IB Sepanjang – WRR 4,3 KM), Seksi II WRR – Driyorejo memiliki panjang 5,1 KM, Seksi III Driyorejo – Krian dengan panjang 6,1 KM dan Seksi IV Krian – Mojokerto panjang 18,47 KM. Keempat seksi diatas merupakan bagian dari Jalan Tol Surabaya – Mojokerto mempunyai total panjang rute 36,27 KM.

Diharapkan masyarakat yang bermaksud untuk menghindari kemacetan yang kerap terjadi di jalan arteri dan kemacetan akibat padatnya volume laju kendaraan yang terjadi pada musim mudik yang serta meminimalisir waktu tempuh antara Surabaya mojokerto yang selama ini ditempuh dengan waktu 2 jam menjadi 40 menit dengan adanya Jalan Tol ini dapat terbantu dengan kehadiran Tol Surabaya – Mojokerto Seksi IB, II dan III.

Jalan Tol Surabaya –Mojokerto melewati 4 Daerah Tingkat II yaitu Kota Surabaya,Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Mojokerto. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto dibagi dalam dua karakter, yaitu: Jalan tol dalam kota (urban section ) yang dimulai dari km 8+800 sampai dengan km14+200 dan Jalan tol luar kota (rural section ) yang

dimulai dari km 14+200 sampai dengan km42+840 dan mulai dari km 50+00 sampai dengan km 52+470.

Salah satu Kabupaten yang dilewati oleh proyek jalan tol Surabaya-Mojokerto adalah Kabupaten Gresik. Lahan yang akan dilalui jalur tol di wilayah Gresik seluas 1.666.616 meter persegi terdiri dari 2.103 bidang.Lahan tersebut berada di wilayah Kecamatan Wringinanom sebanyak 930 bidang dengan luas 728.261 meter persegi, di Driyorejo sebanyak 1.160 bidang seluas 953.096 meter persegi, dan di Kecamatan Kedamean sebanyak 13 bidang dengan luas 5.259 meter persegi. Selain itu, daerah Kab. Gresik pulalah yang sejak awal pembebasan lahan mengalami masalah karena para pemilik tanah enggan melepas tanah dengan harga yang telah ditetapkan oleh Panitia Pengadaan Tanah (P2T) dan Tim Pengadaan Tanah (TPT).70

Lokasi penelitian diambil di Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Penulis mengambil lokasi penelitian tersebut karena dianggap sesuai dengan apa yang dibahas yaitu “analisis yuridis terhadap kekeliruan dalam ganti kerugian yang berada pada sistem pengadaan tanah pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto Wilayah II”. Salah satu warga yang berdomisili di Desa Sumput tersebut masih belum juga mendapatkan ganti rugi yang layak atas pembebasan lahan yang digunakan sebagai akses jalan tol Mojokerto-Surabaya. Sehingga dalam hal ini sangat relevansi jika penulis memilih lokasi penelitian tersebut agar mengetahui dimana terjadi kesalahan penerapan prosedur hukum yang digunakan untuk pembangunan jalan tol tersebut yang sesuai dengan UU No.2 tahun 2012.

Lahan pertanian yang dibebaskan untuk pembangunan Jalan Tol adalah sebanyak 32,49% lahan pertanian dan 29,45% lahan Tegalan

70 www.kompas.com, 28 April 2011 diakses pada pukul 17.00 WIB

yang mana dalam 1 tahun mampu memproduksi sebanyak 16,835 ton.

Pembangunan Jalan Tol Surabaya – Mojokerto berdampak relatif buruk terhadap kondisi sosial. Banyak penduduk yang hubungan sosialnya menjadi kurang baik setelah pembebasan lahan. Pembangunan Jalan Tol Surabaya – Mojokerto juga berdampak relatif buruk terhadap kondisi ekonomi.71

Tim dari Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD-RI) yang berjumlah 23 anggota pada 22 februari saat itu telah melakukan peninjauan ke Ruas Tol Surabaya – Mojokerto (Sumo) yang kemudian disambut oleh Direktur Utama dari PT Marga Nujyasumo Agung, yakni Djadjat sudradjat. Dalam penjelasannya kepada Tim Rombongan DPD-RI tersebut, Djadjat juga menjelaskan bahwa penyelesaian ruas tol sepanjang 36,3 km ini terhalang oleh pembebasan lahan. Proyek tersebut juga tidak terlepas dari beberapa kendala. Seperti halnya proyek tol lain masalah lahan selalu saja menjadi permasalahan pada suatu proyek.

Diakui oleh PT Wijaya Karya sebagai pihak Kontraktor, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin agar jalan tol tepatnya pada ruas Surabaya-Mojokerto dapat kunjung dioperasikan. Berhubungan dengan kendala yang terjadi, Direktur utama PT Marga Nujyasumo Agung juga telah menentukan bahwa seluruh pekerjaan konstruksi baru akan berakhir di akhir tahun yakni pada Desember 2012. Pembangunan konstruksi tersebut telah dimulai sejak bulan April 2007. Pekerjaan konstruksi dibagi menjadi lima seksi yaitu (IA, IB, Seksi II (Surabaya- Mojokerto), Seksi III dan Seksi IV). Seksi IV pada ruas Krian-Mojokerto dinilai ruas terpanjang (18,5 km) dibanding 4 seksi lainnya.

71 Triana Dewitasari, Dampak Pembangunan Jalan Tol Surabaya – Mojokerto Terhadap Kondisi Sosial Dan Ekonomi Penduduk Di Daerah Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik

Telah diijelaskan pula bahwa Tol Surabaya-Mojokerto yakni sebagai suatu jalan penghubung antara Kota Surabaya dengan Kota Mojokerto yang dibangun mulai dari Bundaran Waru (Sidoarjo) masuk ke kota Mojokerto melalui jalan akses ke jalan bypass Mojokerto. Ruas jalan tersebut juga melewati 4 Daerah Tingkat II (Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kota Surabaya dan Kabupaten Mojokerto) yang melewati 37 Desa/Kelurahan dengan membutuhkan lahan sebesar 310.55 Ha. Kemudian selain itu, ruas jalan terbagi 5 ruas dengan masing- masing ruas memiliki on dan off, sehingga dapat beroperasi sendiri. Sisi lain Tol Surabaya-Mojokerto juga dilengkapi dengan 6 simpang susun dan 1 Ramp on/off.

Djadjat juga berharap bahwa masalah lahan dapat diselesaikan pada waktu antara pertengahan tahun ini. Dengan demikian pekerjaan fisik juga dapat dilaksanakan secara langsung sehingga target akhir 2012 Tol yang diharapkan segera beroperasi dapat tercapai. Kemudian mengenai penyelesaian ruas ini pun telah diperkirakan anggaran dana nya sekitar Rp3.000.000.000.000 (Tiga Triliun Rupiah). Dana tersebut dapat digunakan untuk konstruksi bangunan, kegiatan pembebasan lahan, supervisi dan lain-lain). Ia pun juga sangat berharap dengan terbentuknya Undang-Undang Pengadaan Lahan, maka akan menjadi solusi terbaik bagi penyelesaian proyek tol dimasa datang.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hediyanto W. Husaini menyatakan bahwa, dari seluruh jumlah total 280,26 ha yang harus dibebaskan untuk pembangunan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto, sejauh ini 87 persen diantaranya telah berhasil dilakukan pembebasan. Lalu Pihaknya menargetkan mengenai pembebasan tanah jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) akan selesai dalam kurun waktu tiga bulan kedepan.

Tol Surabaya-Mojokerto yang memiliki panjang 36,27 Km tersebut, pembebasan tanahnya membutuhkan anggaran dana senilai Rp 556.000.000.000 (Lima ratus lima puluh enam miliar rupiah). Direktur jendral Bina Marga juga menyebutkan, apabila aspek pengadaan tanah telah selesai dalam kurun waktu tiga bulan, maka Jalan Tol Surabaya- Mojokerto setelah itu akan dapat berfungsi penuh pada tahun depan.

Pembebasan tanah tol Sumo dilakukan terhadap tiga Kabupaten yaitu Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto serta satu kota yaitu Surabaya.

Didasari dari data Direktorat Jenderal Bina Marga, pada saat itu Seksi II, WRR-Driyorejo (5,1 Km) dan Seksi III, Driyorejo-Krian (6,1 Km), progres pembebasan tanahnya masing-masing sudah mencapai 67,75 persen dan 76,72 persen. Sementara menurut Hediyanto untuk seksi IB, Sepanjang-WRR (4,3 Km), kemajuannya yang paling terlihat.

Pembebasan tanahnya sudah sebesar 94,91 persen serta konstruksi pembangunan yang telah mencapai 62,85 persen. Pemerintah memberikan konsesi atau pemberian hak selama 42 tahun kepada PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) selaku Badan Usaha Jalan (BUJT) Jalan Tol Surabaya-Mojokerto.

Sementara itu Direktur Utama PT Marga Nujyasumo Agung, Mulia Aida menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto akan menghabiskan dana sekitar Rp 2.200.000.000.000 (dua triliun dua miliyar rupiah) dan kemudian pembangunan konstruksinya akan diselesaikan dalam kurun waktu 3 tahun mendatang. Anggaran dana nya 20 persen berasal dari perbankan nasional dengan masa pengembalian selama 20 tahun. Dikatakan, tol Surabaya-Mojokerto

merupakan bagian dari trans Jawa mulai dari Merak (Jabar) sampai Banyuwangi Jawa Timur.72

Berkaitan dengan kegiatan pengadaan tanah yang dilakukan untuk pembangunan jalan tol, dari pemerintah juga telah memberikan suatu dukungan dengan bentuk upaya penyediaan dana talangan yakni berupa dana bergulir (revolving fund) yang dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU). Terkait dengan masalah tersebut, Djoko mengatakan bahwa pihaknya berharap Departemen keuangan sesegera mungkin menerbitkan sebuah peraturan yang mengatur mengenai pengunaan dana BLU. Masalah tanah juga mengacu kepada kejujuran panitia pengadaan tanah yang diemban oleh pejabat Pemerintah provinsi, Pemerintah kabupaten/Pemerintah kota. Ia pun berkata telah memberikan sebuah apresiasi kepada pihak panitia tanah karena telah berhasil dalam hal mengendalikan besaran pembiayaan pengadaan tanah secara wajar serta mampu mengendalikan waktu dalam proses pengadaan sesuai dengan rencana.

Kemudian Djoko menegaskan kembali, pihaknya kemudian akan memberikan sanksi atau hukuman secara tegas terhadap pihaknya yang secara terbukti melakukan pencaloan tanah. Karena, dampak yang diakibatkan dari pencaloan tanah sangat fatal yaitu dapat menyebabkan tertunda atau bahkan tidak jadinya dibangun jalan tol tersebut. Lalu ia menambahkan, di setiap kunjungan ke daerah-daerah, pihaknya juga selalu mengajak para pejabat agar tidak ragu untuk bertindak dalam melakukan pembangunan dengan cara apapun, dengan syarat tidak melanggar hukum atau peraturan yang berlaku. Djoko juga menyatakan

72 PU-net, kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat, https://103.12.84.173/berita/view/3833/menteri-pu-canangkan-pembangunan-tol-surabaya- mojokerto diakses pada pukul 21.03 WIB

bahwa pihaknya akan terus memfasilitasi dan mendukung langkah yang diperlukan demi percepatan pembangunan jalan tol.73

D. Gambaran Umum Seputar Kasus dalam Putusan Pengadilan Negeri

Dalam dokumen DONE FIX SKRIPSI ZAHRAH (Halaman 84-95)

Dokumen terkait