PRAKTIK PERADILAN PERDATA
C. Proses Pemeriksaan Perkara Perdata
Pada dasarnya Perkara perdata ada 2 macam yaitu:
1. Perkara gugatan (contentiosa). Gugatan dibagi lagi 2 yaitu gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH atau onrechtmatigdaad) dan gugatan Wanprestas. Contohnya perkara PMH adalah gugatan sengketa tanah, sengketa waris, harta bersama (gono gini) dab lain-lain. Contoh wanprestasi adalah perjanjian-perjanjian seperti perjanjian pinjam uang, perjanjian bisnis atau usaha, dan lain-lain;
2. Perkara permohonan (voluntair) contohnya permohonan polygami, adopsi anak, hadhanah (mengasuh anak).
Dalam hal proses pemeriksaan perkara gugatan timbul karena adanya gugatan yang diajukan oleh pihak ke pengadilan, karena pengadilan pada asas bersifat pasif.
Adapun secara singkat proses pemeriksaan perkara GUGATAN dalam praktek biasanya sebagai berikut :
1. Diawali karena adanya gugatan masuk ke pengadilan.
Gugatan tersebut diproses dahulu di bagian panitera perdata yaitu mulai dengan mendaftarkan surat kuasa
khusus (bagi yang menggunakan kuasa hukum), kemudian membayar panjar biaya perkara ke Bank yang ditunjuk, penetapan nomor register perkara, disampaikan ke Ketua Pengadilan, Ketua Pengadilan menetapkan Majelis Hakim, selanjutnya Majelis Hakim menetapkan hari sidang dan memerintahkan melalui panitera agar pihak penggugat dan tergugat dipanggil sesuai dengan hari sidang yang telah ditentukan.
2. Pada persidangan pertama jika Penggugat atau wakilnya tidak pernah hadir setelah dipanggil secara patut dan sah selama 3 kali berturut-turut maka majelis hakim akan memberikan putusan gugatan gugur. Sebaliknya jika Tergugat tidak hadir setelah dipanggil secara patut dan sah selama 3 kali berturut-turut maka majelis hakim akan memberikan putusan Verstek. Namun demikian, jika Penggugat dan Tergugat hadir, maka majelis hakim akan menanyakan dahulu apakah gugatannya ada perubahan, jika ada diberikan kesempatan untuk merubah dan dicatat panitera pengganti. Jika tidak ada perubahan majelis Hakim akan melakukan mediasi untuk berdamai paling lama 30 hari (Peraturan Mahkamag Agung No. 1 Tahun 2016) dan dapat diperpanjang 30 hari lagi.
3. Jika selama mediasi tersebut mediasi atau damai tidak tercapai (mediasi gagal), maka persidangan selanjutnya adalah pembacaan gugatan oleh Penggugat. Dalam prakteknya pembacaan gugatan selalu tidak dilakukan yang terjadi adalah gugatan dianggap dibacakan sepanjang antara Penggugat dan Tergugat sepakat. Hal ini untuk menghemat waktu. karena pada dasarnya gugatan tersebut sudah dibaca oleh Tergugat ketika gugatan disampaikan pengadilan (juru sita) minimal 3 hari sebelum persidangan pertama dimulai.
4. Setelah pembacaan gugatan selesai atau dianggap dibacakan, Majelis Hakim menanyakan kepada Tergugat apakah ada tanggapan baik lisan maupun tertulis.
Apabila lisan majelis hakim pada persidangan tersebut akan mencatat dan apabila tertulis biasanya diberi kesempatan 1 minggu atau lebih untuk menanggapinya yang disebut dengan JAWABAN Tergugat atas Gugatan Penggugat. Dalam jawaban tergugat ini tergugat dapat membantah, mengakui dan tidak membantah dan tidak mengakui (referte) serta mengajukan eksepsi (formil dan materil) dan rekonvensi (gugatan balik). Dalam perkara cerai misalnya rekovensi nafkah, hak asuh anak atau harta bersama (gono gini).
5. Pada persidangan selanjutnya adalah menyerahkan Jawaban Tergugat. Dalam prakteknya jawaban tergugat tidak dibacakan tetapi diberi kesempatan kepada Penggugat secara tertulis untuk menanggapi Jawaban Tergugat yang disebut dengan REPLIK Penggugat (Tanggapan terhadap Jawaban Tergugat). Replik Penggugat isinya mempertahankan dalil-dalil isi gugatan adalah benar sedangkan dalil-dalil dalam jawaban tergugat adalah salah. Replik juga bisa lisan tentunya jika lisan jawaban harus dibacakan agar Penggugat tahu yang mana yang akan ditanggapinya.
6. Pada persidangan berikutnya adalah menyerahkan Replik Penggugat. Dalam prakteknya Replik Penggugat juga tidak dibacakan tetapi langsung diberi kesempatan kepada Tergugat untuk menanggapinya secara tertulis atau lisan yang disebut dengan DUPLIK Tergugat (Tanggapan terhadap Replik Penggugat). Duplik Tergugat isinya mempertahankan dalil-dalil jawaban Tergugat adalah benar sedangkan dalil-dalil dalam Replik Penggugat adalah salah. Duplik juga bisa lisan
tentunya jika lisan Replik harus dibacakan agar Tergugat tahu yang mana yang akan ditanggapinya.
7. Pada persidangan berikutnya, adalah menyerahkan Duplik Tergugat yaitu tanggapan terhadap Replik Penggugat.
8. Setelah Duplik, majelis hakim akan melanjutkannya dengan agenda pembuktian. Dalam hal ini didahului dengan penyerahan alat-alat bukti tertulis dari Penggugat. Kemudian setelah itu giliran Tergugat diminta juga menyerahkan alat-alat bukti tertulis kepada majelis hakim.
9. Setelah penyerahan alat bukti tertulis selesai, jika penggugat merasa perlu menghadirkan saksi-saksi dan ahli untuk mendukung alat bukti tertulisnya, maka majelis hakim memberikan kesempatan dan dilakukan pemeriksaan saksi dan ahli untuk diminta keterangannya sesuai perkara. Setelah itu baru diberi kesempatan juga pada Tergugat untuk menghadirkan saksi dan ahli untuk dimintai keterangannya.
10. Setelah pemeriksaan alat bukti selesai, jika diperlukan dalam hal perkara tanah dilanjutkan dengan Pemeriksaan Setempat (PS) yaitu Majelis Hakim akan datang ke lokasi objek sengketa (tanah) untuk melihat fakta apakah antara isi gugatan dengan fakta dilapangan mempunyai kesesuaian. Jika tidak ada kesesuaian karena objeknya kabur (obcuur libel) bisa menjadi alasan hakim memutuskan gugatan tidak dapat diterima.
11. Apabila Pemeriksaan Setempat selesai, dilanjutnya dengan kesimpulan oleh penggugat maupun tergugat.
12. Terakhir adalah putusan hakim (vonnis). Jika eksepsi diterima putusannya adalah gugatan tidak dapat diterima (NO), jika gugatan dapat dibuktikan oleh
penggugat putusan hakim adalah mengabulkan baik seluruh maupun sebagian serta jika gugatan tidak dapat dibuktikan oleh Penggugat, putusan hakim adalah menolak gugatan. (Catatan : Sebelum Vonnis Hakim Dijatuhkan, Perdamaian Masih Dapat Dilakukan, Bahkan Perdamaian Tersebut Harus Selalu Ditawarkan Hakim Pada Setiap Tahap Persidangan).
13. Terhadap putusan hakim, jika para pihak merasa keberatan dapat melakukan upaya hukum verzet terhadap verstek, Banding ke Pengadilan Tinggi.
Pernyataan banding tersebut dapat dilakukan pada saat putusan dijatuhkan atau pikir-pikir setelah 14 hari sejak putusan dijatuhkan.
Contoh Permohonan Cerai Talak diajukanoleh Suami
Makassar, 12 Feberuari 2023 Kepada
Yth. Ketua Pengadilan Agama Makassar Di
Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 14 Makassar Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Yang bertandatangan di bawah ini, kami:
Abd. Rahman bin Sarro, umur 40 tahun, agama Islam, pekerjaan Swasta, pendidikan S-1, tempat kediaman di Jalan Cinta No. 10 RT 5 RW 7, Kelurahan Tetebaru, Kecamatan Labung , Kabupaten Sumber Pucung , sebagai Pemohon;
Dengan ini mengajukan izin cerai talak, berlawanan dengan:
SRIANI binti Pakua, umur 31 tahun, agama Islam, pekerjaan Urusan Rumah Tangga, pendidikan SMA, tempat kediaman di Jalan Harapan Baru No. 7 RT 09 RW 02, Kelurahan Waru, Kecamatan Tiworo, Kabupaten Sumber Pucung, sebagai Termohon;
Adapun alasan/dalil-dalil permohonan Pemohon sebagai berikut :
1. Bahwa pada hari Minggu, tanggal 19 Juni 2017btelah berlangsung pernikahan antara Pemohon dan Termohon, di hadapan penjabat PPN KUA Kecamatan Tiworo Kabupaten Sumber Pucung dengan Nomor Akta Nikah ……… yang dikeluarkan pada tanggal
………;
2. Bahwa Pemohon dan Termohon hidup rukun sebagaimana layaknya suami istri dengan baik, dan bertempat tinggal terakhir bersama di Jalan … No … RT
…… RW ….. Kelurahan … Kecamatan …. Kota/Kabupaten
……. dan belum dikaruniai keturunan/sudah dikaruniai
…. orang anak, masing-masing bernama:
1. …….. bin/binti …….
2. …….. bin/binti …….
3. …… dst
3. Bahwa sejak tanggal …… /bulan …….. tahun …… sampai sekarang, antara Pemohon dan Termohon telah berpisah disebabkan Pemohon/ Termohon pergi meninggalkan tempat kediaman bersama tanpa alasan yang sah (dengan alasan ……..);
4. Bahwa selama berpisah ….. tahun … bulan, antara Pemohon dan Termohon tidak ada yang berusaha untuk kumpul kembali;
5. Bahwa dengan demikian permohonan Pemohon telah sesuai ketentuan Pasal 19 huruf (b) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (b) INPRES Nomor 1 Tahun 1990 (Kompilasi Hukum Islam);
6. Bahwa berdasarkan hal-hal di atas, Pemohon merasa rumah tangga antara Pemohon dan Termohon tidak bisa dipertahankan lagi, dan berkesimpulan lebih baik bercerai dengan Termohon;
7. Bahwa untuk memenuhi ketentuan Pasal 84 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 tahun 1989 yang diubah oleh Undang-undang No.3 tahun 2006 tentang Peradilan Agama serta SEMA No. 28/TUADA-AG/X/2002 tanggal 22 Oktober 2002 memerintahkan Panitera Pengadilan Agama …… untuk mengirimkan salinan putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap kepada kantor Urusan Agama Kecamatan ……… Kab/Kota ……..
tempat perkawinan Pemohon dan Termohon untuk dicatat dalam register yang tersedia untuk itu;
8. Bahwa, terhadap biaya yang timbul akibat perkara ini agar dibebankan menurut peraturan perundang- undangan;
Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, Pemohon mohon kepada Ketua Pengadilan Agama………. /Majelis
Hakim yang memeriksa perkara ini untuk menjatuhkan putusan yang amarnya sebagai berikut:
1. Mengabulkan permohonan Pemohon;
2. Memberi izin kepada Pemohon (….. bin…….) untuk menjatuhkan talak satu Raj’ie terhadap Termohon (…..
binti ……..) di depan persidangan Pengadilan Agama
……….;
3. Membebankan biaya perkara ini kepada Pemohon.
Atau
Apabila majelis hakim berpendapat lain mohon keputusan yang seadil-adilnya (et aquo et bono).
Demikianlah permohonan ini diajukan, atas perhatian dan perkenan Ketua Pengadilan Agama ………. kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hormat Pemohon, . …….. bin …….
Contoh Cerai Gugat diajukan oleh Istri
Makassar, ...
Kepada
Yth. Ketua Pengadilan Agama Makassar Di -
Jalan Perintis Kemerdekaan KM 15 Makassar Assalamu’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Yang bertandatangan di bawah ini, kami:
…….. binti ………., umur …. tahun, agama Islam, pekerjaan
…….., pendidikan ……., tempat kediaman di Jalan ….. No ……
RT …… RW …….., Kelurahan ……, Kecamatan ……., Kota/Kabupaten ………, sebagai Penggugat;
Dengan ini mengajukan cerai gugat, berlawanan dengan:
…….. bin ………, umur …. tahun, agama Islam, pekerjaan ….., pendidikan ……., tempat kediaman di Jalan ….. No …… RT …..
RW ……, Kelurahan ……, Kecamatan ……., Kota/Kabupaten
………, sebagai Tergugat;
Adapun alasan/dalil-dalil gugatan Penggugat sebagai berikut :
1. Bahwa pada hari ….., tanggal …… telah berlangsung pernikahan antara Penggugat dan Tergugat, di hadapan penjabat PPN KUA Kecamatan ……….. Kota/Kabupaten
….. dengan Nomor Akta Nikah ………yang dikeluarkan pada tanggal ………..;
2. Bahwa Penggugat dan Tergugat hidup rukun sebagaimana layaknya suami istri dengan baik, dan bertempat tinggal terakhir bersama di Jalan … No … RT …….
RW ……. Kelurahan … Kecamatan …. Kota/Kabupaten …….
dan belum dikaruniai keturunan/sudah dikaruniai …. orang anak, masing-masing bernama:
a. …….. bin / binti …….
b. …….. bin / binti ……
c. …… dst
3. Bahwa sejak tanggal …… /bulan …….. tahun …… sampai sekarang, antara Penggugat dan Tergugat telah berpisah disebabkan Penggugat/Tergugat pergi meninggalkan tempat kediaman bersama tanpa alasan yang sah (dengan alasan ……..);
4. Bahwa selama berpisah ….. tahun …….. bulan, antara Penggugat dan Tergugat tidak ada yang berusaha untuk kumpul kembali;
5. Bahwa dengan demikian gugatan Penggugat telah sesuai ketentuan Pasal 19 huruf (b) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (b) INPRES Nomor 1 Tahun 1990 (Kompilasi Hukum Islam);
6. Bahwa berdasarkan hal-hal di atas, Penggugat merasa Rumah Tangga antara Penggugat dan Tergugat tidak bisa dipertahankan lagi, dan berkesimpulan lebih baik bercerai dengan Tergugat;
7. Bahwa untuk memenuhi ketentuan Pasal 84 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 tahun 1989 yang diubah oleh Undang-undang No.3 tahun 2006 tentang Peradilan Agama serta SEMA No. 28/TUADA-AG/X/2002 tanggal 22 Oktober 2002 memerintahkan Panitera Pengadilan Agama…………. untuk mengirimkan salinan putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap kepada kantor Urusan Agama Kecamatan ………. Kota/Kab………, tempat perkawinan Penggugat dan Tergugat untuk dicatat dalam register yang tersedia untuk itu;
8. Bahwa, terhadap biaya yang timbul akibat perkara ini agar dibebankan menurut peraturan perundang- undangan;
Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, Penggugat mohon kepada Ketua Pengadilan Agama ………/Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini untuk menjatuhkan putusan yang amarnya sebagai berikut:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat;
2. Menjatuhkan talak satu satu ba’in sughra Tergugat (…….
bin …….nama suami.) terhadap Penggugat (……. binti
…….nama istri.);
3. Menetapkan Biaya Perkara ini kepada Penggugat.
Demikianlah permohonan ini diajukan, atas perhatian dan perkenan Ketua Pengadilan Agama ………. kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hormat Penggugat, ……… binti……….
Contoh sengketa tanah
BASRI ONER Law Office
Advocates & Legal Consultant
Jl. Sukaria No. 22 Makassar
Makassar, 3 Januari 2023 Kepada Yth :
Ketua Pengadilan Negeri Makassar di
Makassar
Perihal : GUGATAN Dengan hormat,
Kami yang bertanda tangan dibawah ini :
--- BASRI ONER , S.H. --- --- MUHAMMAD RUSLI, S.H. --- Keduanya dari kantor Advokat BASRI ONER Law Office Advocates & Legal Consultant beralamat Jl. Sukaria No. 22 Makassar, selanjutnya dipilih sebagai domisili hukum pemberi kuasa, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 12 Nopember 2021, dalam hal ini bertindak untuk dan atas :
N a m a : Tempat dan Tgl Lahir (umur) :
Agama :
Pekerjaan :
Kebangsaan :
Alamat :
Untuk selanjutnya disebut Penggugat
Dengan ini ingin mengajukan gugatan terhadap : N a m a :
Tempat dan Tgl Lahir (umur) :
Agama :
Pekerjaan :
Kebangsaan :
Alamat :
Untuk selanjutnya disebut Tergugat .
Adapun dasar-dasar atau alasan-alasan gugatan (posita) sebagai berikut :
1. Bahwa Penggugat memiliki sebidang lahan ladang persawahan yang terletak di ………, Kecamatan
………… Kabupaten ………….. yang berukuran luas……M2 atau panjang …….cm dan lebar……, dengan batas-batas sebagai berikut :
• Utara berbatasan dengan : …………
• Timur berbatasan dengan : …………
• Selatan berbatasan dengan : ………..
• Barat berbatasan dengan : …………
Bahwa tanah tersebut diperoleh oleh Penggugat I dengan cara membeli dari Almarhum………….
sebagaimana tercatum dalam sertipikat hak milik
………atas nama Pengugat.
2. Bahwa setelah membeli tanah tersebut sebagaimana dalam posita 1 di atas Penggugat telah menggarap lahan atau tanah tersebut secara terus menerus selama kurang lebih 17 tahun sampai saat sekarang ini.
Penggugat menggarapnya dengan cara lahan tersebut dipelihara, dirawat ditebas dan dijadikan ladang perkebunan kelapa hingga sekarang ini, telah dipanen per 4 (empat) bulan sekali sejak tahun 2006 sampai bulan Agustus 2023;
3. Bahwa selama tahun 2006 sampai dengan bulan Agustus 2023 lahan milik Penggugat tidak ada yang mengganggu gugat. Namun sekitar bulan Agustus 2023 tanpa
sepengetahuan dan ijin Penggugat Tergugat menguasai lahan perkebunan tersebut dengan cara mengakui lahan Penggugat tersebut adalah milik Tergugat yang berasal dari peninggalan harta warisan orang tuanya almarhum
…….dan telah mengambil hasil panen kelapa sebanyak kurang lebih …….. buah dan dijual kepada Haji ….
4. Bahwa atas perbuatan Tergugat dalam angka 3 posita diatas, jelas merupakan perbuatan melawan hukum yang merugikan Penggugat. Untuk itu, agar tidak lebih banyak timbul kerugian bagi Penggugat, sangatlah beralasan hukum jika Penggugat mengajukan tuntutan Provisi agar Majelis Hakim pemeriksa perkara ini menjatuhkan putusan sela dengan amar memerintahkan kepada Tergugat atau siapapun yang mendapat hak dari Tergugat untuk menghentikan aktifitas dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan penguasaan dan pemamfaatan obyek sengketa (in casu lahan perkebunan kelapa tersebut), seperti aktifitas mengambil atau memanen hasil perkebunan sebagaimana dimaksud dalam posita angka 3 (tiga) di atas sampai putusan Hakim yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap;
5. Bahwa Penggugat berusaha agar objek sengketa dapat diselesaikan secara musyawarah atau damai karena Tergugat adalah masih keluarga sendiri (keponakan) dengan cara ….. namun Tergugat tidak ada niat sedikitpun menyelesaikan dengan tetap bersikeras objek sengketa adalah milik tergugat sebagai warisan dari orang tuanya almarhum ………….;
6. Bahwa Penggugat meragukan itikad baik dari Tergugat yang dapat saja selama perkara ini berjalan berupaya mengalihkan objek sengketa di atas. Maka sangatlah beralasan hukum Penggugat memohon kepada Majelis
Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk meletakkan Sita Jaminan terhadap objek sengketa sebagaimana diuraikan dalam posita 1 diatas;
7. Bahwa dikhawatirkan Tergugat tidak melaksanakan putusan dalam perkara ini maka sudah selayaknya dan berdasarkan hukum kepada Tergugat untuk dikenakan uang paksa (dwangsoom) sebesar Rp. 350.000,- (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) untuk setiap hari kelalaian melaksanakan putusan perkara ini terhitung sejak perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap;
8. Bahwa gugatan ini diajukan berdasarkan bukti-bukti yang berkekuatan hukum dan dapat dipertanggungjawabkan keberadaannya secara hukum, sehingga putusan ini dapat dilaksanakan secara serta merta (Uitvooerbaar Bij Vooraad) walaupun ada upaya hukum Verzet, Banding atau Kasasi.
Bahwa berdasarkan posita yang diuraikan di atas, sangatlah beralasan hukum seluruh gugatan dan tuntutan Penggugat dikabulkan dan mohon agar Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan atau Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan untuk memutuskan dalam amarnya yang berbunyi sebagai berikut:
DALAM PROVISI :
1. Memerintahkan kepada Tergugat siapapun yang mendapat hak dari Tergugat untuk menghentikan segala aktifitas dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan penguasaan dan pemamfaatan obyek sengketa, seperti aktifitas mengambil atau memanen hasil perkebunan milik Penggugat yang terletak di ………, Kecamatan ………… Kabupaten ………….. yang berukuran luas……MS2 atau panjang …….cm dan lebar……, dengan batas-batas sebagai berikut :
• Utara berbatasan dengan : …………
• Timur berbatasan dengan : …………
• Selatan berbatasan dengan : ………..
• Barat berbatasan dengan : …………
sampai putusan hakim yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.
2. Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsoom) sebesar Rp. 500.000 (dua ratus ribu rupiah) untuk setiap harinya manakala Tergugat lalai memenuhi isi putusan Provisi ini secara tunai.
DALAM POKOK PERKARA : PRIMAIR
1. Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan sah dan berharga alat bukti yang diajukan Penggugat;
3. Menyatakan sebidang lahan ladang persawahan yang terletak di terletak di ………, Kecamatan …………
Kabupaten ………….. yang berukuran luas……M2 atau panjang ±…….cm dan lebar ± cm……, dengan batas-batas sebagai berikut :
• Utara berbatasan dengan : …………
• Timur berbatasan dengan : …………
• Selatan berbatasan dengan : ………..
• Barat berbatasan dengan : …………
Adalah sah menurut hukum milik Penggugat sebagaimana tercatum dalam Sertipikat Hak Milik Nomor….
4. Menghukum Tergugat untuk menghentikan segala aktifitas dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan penguasaan dan pemamfaatan obyek sengketa;
5. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang dimohonkan Penggugat.
6. Menyatakan Putusan ini dapat dilaksanakan secara serta
merta (Uitvooerbaar Bij Vooraad) walaupun ada upaya hukum Verzet, Banding atau Kasasi;
7. Menghukum kepada Tergugat membayar semua biaya yang timbul dalam perkara ini .
SUBSIDAIR :
Atau apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon Putusan yang seadil-adilnya dari suatu peradilan yang baik dan bijaksana (Ex Aequo Et Bono).
Demikian gugatan ini kami sampaikan, atas dikabulkannya gugatan ini kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kuasa Penggugat
1. BASRI ONER, S.H.
2. MUHAMMAD RUSLI, S.H.