C. Pembantu penghulu
III. R AN TAU
Ran tail adalah bahagian sungai antara dua buah kelok, sehingga telali m endjadi pepatah : segan bergalah, hanjut serantau.
Pun ada pula arti kata rantau ja n g lain, jaitu daerah takluk dari sebuah negeri, atau suatu tempat, dimana anak negeri asal itu ine- ngumpulkan kekajaan untuk dibawa pulang kepangkal tanah.
Sampai kini masih ber&rti pergi merantau itu, mentjari peng- hidupan ditempat lain diluar daerah tempat tiynpah darah.
Orang Minangkabau pada umumnja perantau sehingga telali jnen- d ja d i pantun :
Keratau mcdang kehulu, Berbuah berbunga belum, IZerantau bud jang dahulu Dirumah berguna belum.
Menurut riw ajat jan g lazim dipertjaja di Minangkabau, tatkala belum, berbelum-belum, belum bernegeri nam bagai kini, nenek mo- jan g tinggal dahulunja dipuntjak gunung M erapi sekarang jang ketika itu masih merupakan sebuah pulau.
Dengan takdir Allah, langit bersentak naik, air bersentak turun, menurunlah nenek m ojang itu keranah-ranah ja n g ada sekarang lalu membuat kota dengan negeri.
Orang bertambah kembang djuga, bumi bertambah sempit dju ga, nenek2 m ojang itu terus dju ga berangsur-angsur m entjari tanah ja n g subur untuk didjadikan negeri pula.
A d a ja n g membuat negeri baru berdekatan dengan negeri jan g dekat2, ada pula ja n g membuat negeri ja n g djauh letaknja dari negeri asal, ditepi sungai jan g besar atau ditepi laut.
Karena negeri2 ja n g baru itu djauh letaknja''dari negeri asal, per- ulangan tidak kerap dilakukan karena perhubungan sulit, maka 'dinegeri baru itu dibuatlah pemerintahan sendiri jang pera- turannja menurut peraturan dinegeri asal. Negeri asal ini adalah .
apa ja n g dinamakan dengan jan g sekeliling. gunung M erapi jang seperedaran gunung Pasaman. Ia dinamakan d ju ga pangkal tanah, sedang negeri baru dinamakan : rantau.
Persatuan daerah pangkal tanah dan rantau itulah jan g dinama
kan Minangkabau raja (A lam M inangkabau).
D irantau tjukup d ju g a negeri berpenghulu, berbalai berm esdjid berlebuh bertepian, sedangkan suku adat dalam rantau itu sama sadja dengan suku adat dipangkal tanah. B egitupun gelar2 peng
hulunja : kalau D t Sinaro dipangkal tanah adalah gelar orang suku piliang, dirantaupun gelar D t Sinaro itu gelar kepunjaan orang suku piliang dju ga.
on
Negeri2 dirantau adalah m em punjai autonomi ja n g sepenuh-pe- nulinja. Dengan pangkal tanah hubungannja hanja terbatas pada Daulat Pagar R u ju n g serta hubungan urusan keluar.
Menurut riw ajat :
Sebelum Minangkabau ini m endjadi keradjaan, negeri in i adalah baru kelarasan K oto-Piliang dan kelarasan B udi-T janiago diperinta- lii oleh Datuk Ketemanggungan dan Datuk Perpatih nan Sebatang.
Dimasa itu datangl9.l1 seorang radja dari sebelah laut dengan mak- sud akan mengambil negeri ini .untuk diperintahinja. K adua Datuk jang°m endjadi kepala dalam kelarasan masing2 (mereka seibu, tapi tidak sebapa) berselisih faham tentang mempertahankan negeri ini.
Datuk Perpatih nan Sebatang mau mempertahankan negeri ini de- ligan kekuatan sendjata, tetapi jan g seorang lagi dengan muslihat.
Itulah jang tersebut dalam tambo : Enggang datang dari laut, di- lembak oleh Datuk nan berdua, bedil selaras dua dentamnja.
Kesittipulan kadji, radja tadi diambil untuk d ja d i rang semenda, dikawinkan dengan saudara Datuk kedua itu. R adja itu diberi pula bersuku jaitu suku melaju, suku ja n g tertua, karena amat hina rasanja di Minangkabau, djika orang tidak bersuku.
Untuk mempertahankan negeri ini, supaja radja djangan dapat berkuasa, maka kepada radja (rang semenda baru tadi) diterangkan, bahwa negeri ini sebelum beliau 'datang telah berperintahan djuga.
Orang disini hidup berkeluarga dan bersuku2. K epala suku ber- pangkat penghulu dan bergelar datuk dan ialah ja n g memegang tampuk pemerintahan. Kuasanja sampai kepasir nan semiang, sam
pai ketjendawan nan sekalci, sampai kekaju nan sebatang, sampai kerumput nan sehelai, keatas sampai keembun djantan, kebawah sampai kepasir bulan. Lagi pula adat orang disini mengatakan : E lok kampung oleh rang semenda, hukum tinggal pada mamaknja. Amat.
susah rasanja untuk mengubah tjorak pemerintahan, karena hidup bermamak telah mendjadi darah daging padanja. Baiklah dibiarkan sadja tjara pemerintahan lama itu, asal huinvi s&nang padi mendjadi.
Biarlah radja m eneiim a bersih sadja dalam segala urusan. Karena segala kekuasaan ditanah darat terpcgang oleli penghulu, maka un- tuk perbelandjaan radja diambilkanlah hasil2 dari rantau jang berupa hak datjing = bea barang masuk dikuala.
pengeluaran — bea barang dikuala jang 'dikirim keluar negeri.
ubur-ubur = bea dari penangkapan ikan dilaut dan disungai.
, gantung kemudi = sewa pelabuhan ; djika perahu berhenti dikuala,
■ maka pada kemudi perahu tadi digantungkan suatu tanda, bahasa ia w adjib membajar sewa
pelabuhan. K artjis pasar tjara kini.
emas manah = belasting pentjarian.
tungkup bubungan ■= belasting ruma'h tangga.
wang kepala = 3 kupang sebuah dapur.
Karena rantau ini merupakan sumbcr jang menghasilkan bea2 seperti jan g tersebut diatas untuk Daulat Radja Pagar Eujung, maka rantau itu dinamakan rantau daulat.
Sekali setahun rantau itu didjalani oleh Daulat atau wakilnja sebagai kundjungan rutine tjara kini, sambil memungut bea2 seperti ja n g tersebut diatas tadi itu. Dirantau beliau disambut oleh tepatan radja dalam tiap2 negeri, jang beliau tanam, jaitu penghulu jang tcrmulia dalam negeri itu, karena menurut adat : Endah datang, endah mananti, radja datang radja menanti. Tepatan radja, itu di- berbagai rantau berlainan pula panggilan pangkatnja. Disebelah rantau Kampar panggilannja Bcndahara, dirantau Kuantan nama
n ja Orang Gedang, di Batang Ilari namanja Tiang Pandjang, dirantau D judjuhan jaitu batas Muaro Bungo Djambi namania Tan Tuah.
Nama2 raaitau jan g terkenal ialah :
1. Rantau 12 koto jaitu rantau dibatang Sangir.
la . N egeri T jatri jang bertiga = sambungan rantau 12 koto di Ba
tang Sangir, sepandjang Batang Ilari, dan batang Siat sampai kebatas Djambi, jaitu keradjaan :
Siguntur (Sungai Dareh).
Sitiung.
Kota Besar.
2. Rantau nan kurang esa 20, dua puluh dengan Muaro = rantau Kuantan.
3. Rantau Bmidaliaro nan 44, 40 Tapung dengan Kampar, 4 dida
lam Kampar, seorang dibawah Pintu E ajo = rantau Kampar, Kampar Kanan serta Kampar K iri dan batang Tapung jang berbatas dengan Keradjaan Siak.
4. Rantau Djuduhan, K oto Ubi, Koto Hilalang, Tandjung Sirih, Batu Terbakar = rantau dari Jang Dipertuan Maliaradja Bung- so, R adja di Batang Pasimpai, (Lubuk Gedang) anak dari Daulat Pagar Rujung.
5. Bandar Sepuluh = Rantau dari radja2 di Alam Surambi Sungai Pagu.
6. Bajang ham Tudjuh.
7. Tiku Pariaman = Riak nan Berdabur.
8. Singkil Tapalc Tuan.
9. A dapun N egeri Sembilan ditanah Semenandjung dikatakan orang djuga rantau dari Minangkabau, karena disana pemeiin- tahan negeri dj.uga seperti di Minangkabau, berpenghulu, bermanti, berdubalang djuga, sedang pusaka turun kepada ke- menakan. H anja nama suku disana bukan seperti nama suku di Minangkabau, tetapi menurut nama negeri2 disini seperti suku Simalenggang, Mahat, Batu Naning, Mungkal, Batu Belang, dsb.
ja itu nama3 negeri sebelah Pajakumbuh. Menurut setengah kabar Dt. Perpatih nan Sebatang dimasa dahulu pergi merantau ke Negeri Sembilan dan mati disitu. Wallahu a ’lam.
A da p u n ditanali rantau, tiang pan d jan g itu adalali tak ada radja keganti r a d ja ; ia adalah w akil m utlak dari J a n g D ipertu a n Daulat P agar R u ju n g. R a d ja2 itu tidak boleh 'diganggu gugat. T egak dia tidak tersundak, m elenggang dia tidak terpam pas, tidak dikenakan bea serta tjukai. A kan tetapi sebaliknja dia tidak boleh berlaku se- wenangywenang, sebab kata adat : A d il rad ja disem bah, z a lim disamggah.
T jora k pemerintahan ditanah rantau adala'h seperti tjo r a k pe
merintahan dikelarasan K oto P ilia n g ditanah D arat. K alau ditanah D arat ada b erpu tju k bulat berurat tunggang (pangkat pen gh u lu ) maka dirantau nam anja bertiang pandjang bersendi padat. K arena rantau itu berbatasan dengan negeri2 ja n g tidak takluk kepada keradjaan M inangkabau, maka diantara penghulu2 ada ja n g ber- jjaaigkat tjerm in t e r u s ; k e rd ja n ja adalah untuk m eneropong keadaan politik kehilir dan kemudik, serta akan m elaporkannja ke- pada tiang pandjaaig, p a n d ja n g nan sepand-jang pa n d ja n g, sampai ke M inangkabau.
U ntuk perbelandjaan negeri serta pei'belandjaan tiang p a n d ja n g dan penghulu2 ja n g lain diambilltan 'dari 'hasil2 ja n g dipu n gu t dari ula.iat d ju ga seperti ditanah D arat.
Tentang bea- ini aiterangkan p a n d ja n g lebar dalam bab S ckitar hak atas hutan tanah.
IV. SEKITAR HAK ATAS HUTAN DAN TANAH