Sunggulipun disini disebutkan luhak dan rantau, menjatakan dua buali barang jang terpisah antara satu dengan jang lain, akan te
tapi dalam hakikatnja, djika menghadapi dunia luar dari Minangkabau, adalah luhak dan rantau itu terdjadi dari suatu ba
rang jang bersatu padu, tidak mau di-petjah2 dan tidak mau pula di-pisali2. Saduran luhak dan rantau ini merupakan „Alam M inangkabau” atau sekarang disebutkan djuga „-Minangkabau Ra
y a ” . Buktinja, ialah bahwa segala mereka jang berasal dari „pesi- s ir ” pun djika ada diluar Minangkabau, mereka menamakan dirinja, atau dipanggilkan orang ditempa,t mereka tinggal dengan nama
„amak M inangkabau” . Mereka sekali-kali tidak mau dinamakan lain dari pada itu. Luhak dan rantau itu hanja dalam soal kedalam,
m eru pakan satu pei'pisahan itupun perpisahaji ja n g tidak nienga- kibatkan pertjei'aian, tetapi hanja sekedar untuk menentukan mana jang dikatakan tanah darat atau pangkal tanah, dan mana pula jang dinamakan rantau, karena rantau itu tex’letak ditcpi sebelah ke- luar dari territorium luhak.
Segala orang tua2 jan g telah membuat negeri baru dirantau itu, aai’i telah mengetjap hidup rukun dan damai dipangkal tanah, ber- kat susunan adat, barang tentu sekali, ditempat ja n g baru diperbuat itu, tidafe akan meninggalkan adatnja ja n g m urni dengan begitu sadja, melainkan Eftlatnja itu akan dibawanja pula ketem pat ja n g bar 16 itu serta dipupuk dan dipeliharanja baik-, bahkan akan d iper- eratnja dengam beberapa pei’aturan jan g sesuai dengan keadaan ditempat itu, supaja tali ja n g mengikat anggota masjarakat antara satu sama lain m endjadi bertambah teguh djuga.
° Menurut pemeriksaan orang pandai2, Alam M inangkabau adalah sebuah negeri tua jan g telah mempunjai undang2 tata-negara ja n g telah feerumur lebili dari 1000 tahun, ja n g rantingnja m au berobali2 menurut keadaan zaman, sedang batangnja tetap seperti biasa sam- pai kini, jaitu pembagian tugas dan pekerdjaan 'dari anggota m asju- rakat jan g berwudjud inenudju pulau bahagia „bum i senang, pad i mendjadi, anak buali kembang biak” . A da t ketika itu dalam gai’is besarnja' a (Ialah suatu peraturan jan g dibuat ber-sama2, dan ditaati ber-sama2 akan guna kepentingan bersama pula ja n g m engaiidung larangan dan pantangan serta suruli dan tuntutan pula, dan djik a dilanggar lai’angan dan pantangannja, atau tidak dikerdjakan suruh dan tuntutannja, ia akan menimbulkan tuntutan hukum atau p e n je - salan kepada sibersalali, ja n g bisa merugikannja setjara kebendaan, misalnja didenda ataupun setjara kerohanian, ja itu tidak dibaw a sehilir dan semudik.
Apabila suatu larangan dilanggar, maka kuat kuasa tuaitutan h u kum atasnja, datang dari luar diri sibersalali, sedang m e la n g 'g a r pantangazi \idak mengakibatkan tuntutan hukum, melainkan m e- nimbulkan penjesalan olehnja sendiri atas d irin ja, m isa ln ja seseorang jang menderita penjakit gula berpantajig memakain gu la akan tetapi pantangannja itu dilanggarnja 'djuga, maka tidak siapa djuga jan g akan menuntut setjara hukum atasnja, m elainkan dia sendirilah jang menjesali dirinja sepei’ti kata patntun :
A m pat A n gkat perang d jo L in ta u Perang djo anak radja-radja.
Ob at lekat pantang dilampau Mengulang p en jak it lama.
Oleh karena lama berkelamaan, negeri telah berkem bang d ju g a , anak buah pirn telah m endjadi kembang biak, maka pei-kembaaigan masjarakatpun telah menjusul pula dengan sen dirin ja, maka dise- belah adat ja n g dibawa dari pangkal tanah tadi disusun pulalali peraturan2 ja n g hanja teruntuk bagi setempat2 m elihat keadaan ser-
ta keperluan ditempat itu, sebab tidak mungkin manusia ini bisa JiKlup dengan senipurna diluar liukuni masjarakat jang terat.ur.
i eraturan ini namanja undang2.
Oleh karena tjara terdjadinja negeri2 diluhak dan dirantau ada
lah sama, sudah lenlu adatnja serta undang2nja sama pula, apalagi adat dirantau itu adalah turasan dari adat dan undang-2 dipangkal tanah. Undang2 ja n g terpakai dipangkal tanah itu pula jang dipakai dibagian rantau.
Seperti telah diakui kebenarannja, balnva dalam sedjarah bajigsa iipajDun djuga, kedjadiau negeri terdjadi oleh karena orang2 tua dimasa dahulu berkelana kian kemari, mentjari ranah jang baik untuk penghidupan baru sebab tinggal tetap ditempat jang lama bagi mereka tidak memuaskan lagi karena berbagai sebab keadaan.
Berkelana itu terdjadinja tidak dengan sekali gus, melainkan dengan berkelompok-kelompok dan dengan bergelombang2. Kelompok2 dan gelom bang2 itu sepandjang djalan berpetjah pula ; djika ber- sua tempat jan g baik menurut pendapat kepala rombongan masing2 untuk me.ndirikan negeri baru, maka disana mereka berhenti. Djika sekiranja negeri2 jang baru diperbuat itu letaknja berdekatan jang satu^ dengan jaiig lain, maka terdjadilah pertalian adat antara ne
geri- itu, karena penunggu2nja a'dalah orang jang scketurunan.
Akan tetaju ada djuga kedjadian, negeri2 jang berdekatan letaknja tidak mempunjai penduduk jang sama keturunannja dari pangkal tanah, maka tidaklah terdapat pertalian adat antara negeri2 itu : dalam soal adat melulu mereka tidak tjampur mentjampuri. Akan tetapi tidak tjam pur mentjampuri ini tidaklah berarti, bahwa me
reka tidak tahu menahu sama sekali, tidak, dalam soal sosial jaitu tolong-bertolong tenaga untuk menjempurnakan satu pekerdjaan umum atas dasar perembukan, terdapat djuga kerdja sama jang erat. Beberapa negri jang mempunjai adat kebiasaan jang sama dari pendu'duknja amatlah mudahnja untuk mempersatukan setja- ra pederasi. Prinsip negeri2 di Minangkabau, adalah ia mau mer- deka mengurus diri2ija masing2 terhadap kedalam (tiap negeri berdiri dengan adatnja) akan tetapi sebaliloija dia tidak berkebe- ratan pula, ber-sama2 menghadapi soal terhadap keluar. Negeri2 ja n g berpederasi berhak pula atas permintaan dari negeri bahagian ja n g berkepentingan untuk menolong menjelesaikan soal2 jang ruwet dalam negeri bahagian itu menurut kata adat : kusut sajap diselesaikan oleh paruh, kusut paruh dibersihkan oleh sajap” . Di- ibaratkan pederasi itu dengan seekor burung.
A d a kalanja pula dalam satu pederasi, negeri2 bagian itu mem
pu n ja i pangkat dan tugas masing2 pula sebagai jang terdapat da- - lam pederasi negeri 7 koto Sungai Langsat, ° terletak antara T an dju n g Gedang, penghabisan tanali darat bahagian Sidjundjung dengan Pulau P undjung permulaan rantau Batang Hari. Sungguh- pun nam anja 7 koto, tetapi sekarang hanja tinggal 5 koto lagi, karena 2 koto sudah pupus karena dizaman daliulu habis penduduk- n ja diserang oleh penjakit tjatjar. Jang tinggal lagi ialah :
1. B ukit Sebela-h, bernama djandjang tua jaitu tangga jang per- tama buat tunin dari tanah darat Ice Batang Hari (rantau).
2. Siaur, bernama analc timang-timangan, berbapa mudik beribu hilir, Icetitiran diudjung tundjuk, mcnjesap ketapak tangan.
A rtin ja negeri Siaur itu diperbuat oleli scbagian penduduk ne- geri Sungai langsat, itulali maka dinamai beribu hilir ; daji sebagian oleli penduduk Bulcit Sebela-h, itulah maka dinamai bei- bapa mudik. Oleh karena itu ia mendjadi analc timang2an analc ja n g dikasilii oleh kedua negeri itu, dan dimandjakan seperti Icetitiran diudjung tundjuk dibawa lcesana lcemari dalam sang- karnja, dan menjesap ketapak tangan, ti'dalc perlu mentjari minum sendiri. Oleh karena itu ia tidak perlu mempunjai rimba ulajat sendiri, tjukuplah ia bebas Iceluar masulc kedalam rimba ulajat kedua negeri ibu bapanja.
3. Sungai Langsat sendiri bernama pusat djala pumpunan ikon, jaitu ibu kota pederasi tadi, dimana terlaksana segala lcerapatan ja n g mengenai pederasi itu.
4. Lubulc Terantamg bernama kaki bimgkal, jaitu timah bungkal djala jan g bertugas menghimpunlcan anggota pederasi djika per
lu diadakan lcerapatan, dan untuk memanggil rekan2 kekanan dan kelciri, djika terdjadi perhelatan negeri menurut sepandjang adat.
5. Muara Takung bernama djendjang bungsu, jaitu analc djendjang ja n g penghabisan turun dari darat keramtau atau djendjang jan g pertama untulc nailc dari rantau ketanah darat.
Pun ada pula pederasi jang tidak mempunjai pangkat dalam ne
geri bagiannja hanja mempunjai perbilangan seperti jang terdapat diwilajah Lembang D jaja sekarang, jaitu dilcabupaten Sololc : Tanah sirah, sungainja djernih = Kampung Tanah Sirali dan kam- pung Sungai Djernih mendjadikan negeri Koto Anau. Batu Banjak kotanja luas = Banjak negeri2 jang menjusu kepada negeri Batu Banjak seperti : le. Koto Lawas, 2e. Silajo Tw ang, 3e. Kam
pung Batu Dalam, dan 4e. Tandjung nan Empat. Liman Lunggo berdjendjang batu — Negeri Batu Berdjendjang adalah anak dan negeri Limau Lu,nggo. Banjak lagi tjontoh jang lain jang didapat dalam sebutan pederasi ditanah darat ataupun dirantau.
Fusi tidak terdapat di Minanglcabau, djuga dalam waktu seka
rang ini tidak akan terdapat, karena dengan fusi itu perlu negerr ja n g lcetjil dilebur lebih dahulu dan diatas pum g negeri- mi didirikan sebuah negeri baru jang besar serta kuat.
Peleburan berarti membatalkan lcemerdekaain kampung sendiri - untuk mengurus dirin ja masing2, apalagi pepatah mengatalcan : Tcgalc bersulcu memagar sulcu, tegak bernegeri memagar negeri.
Maka dari itu setcngah orang berpendapat, bahwa membentuk wilaiah sekarang dengan fusi adalah satu pekerdjaan buatan jang t i S J a d ja r n ja dan oleh karena ita tidak atom tekal p da hidop-
D jika peleburan atau pemusian itu terdjadi 'dari negeri" ,iau£
setali adat, maka kesulitan tidak akan terasa amat, akan tetapi kalau alasan pemusian itu hanja didasarkan pada pandangan politis, eeo- nomis atau geograpis, dan tidak m engatjuhkan hubungan genealogis, maka ia akan menjulitkan djalannja pemerintahan.
T jara2 membuat negeri dirantau adalah sama dengan tjara membuat negeri ditanah darat, dan begitu pula dirantau terd ja d in ja pederasi2 negei'i jang setali adat dan seketurunan, dengan membawa adat kgbiasaan seperti jan g terdapat dipangkal tanah. B egitulah sebabnja, tidak dflpat ditarik garis jan g tadjam tentang adat dan peraturan susunan negeri antara tanah darat dan rantau, ja n g da- pa? hanja tentang territoriumnja.
"Rantau bukanlah koloni dari tanah darat, melainkan adalah me- ' njerupakan sebuali commonwealth jang berautomi penuh. Tidak
’ pernah rantau mendapat peraturan2 pemerintahan ja n g didiktekan oleh Pcmerintah ditanah Darat, seperti terdapat didalam sebuah koloiy, dari tanah ibu dan tidak pernah pula seorang pem besar dari tanah darat dikirimkan kerantau untuk m endjadi w akil pem crintah pusat Minangkabau kesana, jan g diberi tugas untuk m endjalankan kekuasaan pengusaha (exekutip) atau pengelola (le g c s la tip ), bah- kan putjuk atau pembesar dirantau itu adalah penduduk rantau itu sendiri jang ditundjuk oleh isi rantau dengan hak turu n temu- run untuk mendjadi tepatan radja, atau m enurut kata adat : Tak ada raclja, akan ganti radja. Setelah berdiri keradjaan M inangkabau, jang radjanja bersemajam di Pagar R ujung, maka adat ja n g telah ada dii’antau ditambah lagi dengan satu peraturan : L uhak nan berpenglmlu, rantau nan beradja. A rtin ja diluhak tetap pen gh u lu .jang memegang kekuasaan tampuk pemerintahan, sedang r a d ja h a nja berkuasa kerantau, itupun hanja tentang perbelandjaan astana, jang berupa hak datjin g pengeluaran, ubur2, gantung kem udi, emas manah, tungkup bubungan, uang kepala 3 kupang sebuah dap u r seperti lebih daliulu telah diterangkan. Bea2 tersebut ini tidak di- antarkan oleh pembesar dirantau sebagai upeti (tid a k p e m a h rantau ditaklukan oleh radja sehingga bea itu tidak m erupakan upeti) ke Pagar Rujung, melainkan radja sendiri atau pesu ruh n ja jan g mendjalani batang rantau untuk mengambil perbelandjaa<n itu jan g telah dikumpulkan lebili dahulu oleh pem besar2 diran tau itu.
Ilasil- dirantau jang lain, seperti hasil ulajat ja n g berupa bu n ga kaju, bunga emping, bunga emas, dan pan tju n g alas tin ggal 1 00%
dibatang rantau untuk keperluan rantau itu sendiri.
Adapun sebagian tanah Minangkabau ja n g terletak diantara tanah darat dan rantau jaitu ekor darat kepala rantau, ada jamg m en je- l up akan keradjgan dan ada pula m enjerupakan pederasi n eg eri2 dengan nama perbilangannja. Salah satunja adalah :
Alam Surambi Sungaipagu.
Kalau kita perhatikan namanja, maka djelaslah kepada kita bahasa Alam itu berdiri sendiri dan terletak ditepi M inangkabau, karena
perkataan surambi berarti langkan atau beranda. Alam ini menje- I'upakan sebuah daerah jang- mendjadi batas antara tanah da rat dengan Rantau X I I hota.
M enurut riwajat jan g Jazim terdengar di Minangkabau tentang penciuduknja, maka sama sekali penduduk negeri2 di Minangkabau sekarang berasal dari puntjak gunung Merapi, jang tatkala daliu-
■lunja merupakan sebuah pulau. Karena langit bersentak naik, bumi mengliantam turun air laut mendjadi kering djuga terdjadilah tanah daratan jan g kita ketaliui sekarang dan penduduk gunung M erapipUn mulailah turun ketanah jang kering ila berkelana men- tja'ri tanah jan g lambang jang baik untuk membuat negeri.
rixirunnja mereka itu dari gunung Merapi tidak sekali gus tapi berkelompok-kelompok dan bergelombang-gelombang.
Sjahdan menurut riwajat djuga, sekelompok manusia jang ter:
d m dari 60 orang berkelana pula mentjari tanah, akan tetapi negeri*
jang- clitemjimlnija sudah bertunggu. Mereka terpasah kenegeri Batu Banjak sekarajig jaitu diwilajali Lembang D jaja kabupaten Solok.
D ism ipun negeri sudah bertunggu pula. Dinegeri ini mereka beris- tirahat didalam sebuah ngalau jang biasanja mempunjai air tetes clan atas. B unji tetesan air itu : Pagu-pagu, maka ngalau itu dina- niai bungai Pagu. Oleh karena negeri Batu Banjak ini sudah iei unggu pula, maka nenek jang 60 itu meneruskan perdjalanamija dju ga arah ke Pulau Kasik, jaitu negeri Alahan Pandjang kini. Dek hatta takdir Allah salah seorang dari nenek itu bernama si Padeh memnggal ditcngah djalan, dan dikuburkan pada sebuah bukit di
bagian Batu Banjak djuga, dan sampai sekarang itu bernama bukit si Padeh tinggal. Negeri Pulau Kasik telali bertunggu djuga, maka mereka meneruskan perdjalanan arah keselatan. Disalah satu tempat, salah seorang dari nenek jang kurang esa 60 itu terdjatuh tergelin- tjir, 'dalam bahasa Minangkabau namanja tersiloloh, maka untuk meniperingati kedjadiaai itu, tempat itu dinamai Lolo, sekarang telah mendjadi negeri jang penduduknja berasal dari Alahan Pan
djang. Mereka teruskan djuga perdjalanan mereka arah ke-selatan djuga, tiba dihulu sungai Suliti sekarang. Karena disana jang terdapat lain tidak dari hanja rimba sadja, maka oleh nenek nan kurang esa 60 itu disurili (ditoreh) lah sebatang kaju menandakan rimba sebelah hilir dari sungai Suliti mereka ambil untuk didjadi- kan negeri. Tempat mereka menoreh kaju itu telah meaidjadi negeri pula 'dan djuga penduduknja berasal dari Alahan Pandjang, dan sampai sekarang masih bernama Surian. Negeri Surian inilali peng- habisan tanah darat terhadap Alam Surambi Sungai Pagu.
Nenek nan kurang esa 60 ini lalu membuat negeri disana sampai m endjadi Alam dan untuk meiigenangkan kawanrfja jarng tinggal di Batu Banjak jaitu si Padeh jang mati itu, alam itu dinamakan A lam Surambi Sungai Pagu, jaitu aiama ngalau, dimana mereka penghabisan sekali ada ber-sama2. Karena letaknja alam baru itu ditepi Minangkabau, itulah sebabnja maka dinamakan surambi. Adat istiadat, adat jang sebenar adat adalah sebagai ditanah darat djuga.
Berkat lama berkelamaan negeri sudah m endjadi lebar d ju g a , se
telah terdiri kota dan negeri didalam alam itu dengan sen d irin ja
a n a k buah bei’tambah banjak. K arena orang M i n a n g k a b a u tidak boleh kawin dalam sukunja, maka untuk pem udahkan p e r k a w h i a n ,
maka suku ja n g ada, dipetjah m endjadi d ju ra i dan tiap2 d ju ra i itu m em punjai penghulu pula.
A
Suku m elaju m endjadi m elaju 4 nenek, ja itu : 1. M elaju Jcoto fyetjil
2. M elaju durian 3. * M elaju beriang
4. M elaju Tengah.
o Suku panai m endjadi panai 3 ibu, ja itu : 1. panai tandjung
2. pdnai bendang 3. panai tengah.
S.uku kampai m endjadi kampai 4 dju rai : 1. kampai n jiu r gading
2. kam pai lundang 3. kampai tengah 4. kampai bendang.
Suku 3 laras, m endjadi tiga laras berkepandjangan, ja itu : 1. sikumbang (balaimansiang)
2. tjaniago 3. djambak 4. tandjung
5. kutiranjir 6. koto.
Maka terbitlah dialam Surambi Sungai P a gu 4 orang pem besar ja n g berebut m endjadi pemuka ja n g utama ja itu seorang bergelar D t. R adja M elenggang dari suku sikumbang, seorang berg ela r D t.
Radja Batuah dari suku kampai, seorang bergelar D t. R a d ja B a g in da dari suku panai dan seorang lagi bergelar B aginda S u tan B e s a r dari suku melaju. Karena tidak dapat kata sepakat siapa ja n g p a tut akan m enqjadi pemuka ja n g utama itu, maka sepakatlah isi negeri untuk minta perhukuman kepada D aulat J a n g D ip ertu a n P a gar R u ju n g. Maka oleh Daulat ja n g d i P ertuan ditanggalkanlah mahkota baginda, ja itu mahkota kesaktian ja n g bernam a K u la h - kamar, lalu disuruh angkat berganti2 oleh keem pat pem uka itu , dengan ketentuan barang siapa diantara mereka ja n g bisa m en gan g- katnja, itulah ja n g akan m endjadi pemuka ja n g utam a dida lam A lam Suram bi Sungai Pagu„ maka dengan ta k d ir A lla h
hanja Baginda Sutan Besar sadjalah jang bisa mengangkat ma 1 vo a lcesaktian itu, dan oleh karena itu bcliaululi dianggap mendjadi la- clja di A lain Surambi Sungai Pagu ini dengan digelan l u a n M Racljci Disembah jang berdarah putih. Sebab dikatakan jang bei- darali putih karena beliau adalali lain dari jang lain, dan sega a machluk lain hanja berdarah merah, untuk inemperbedakan jolau dari ja n g lain dikatakan berdarah putih. .
Setelah beliau mendjadi radja, tentu menurut adat jang iasa terpakai di Minangkabau, seharusnja raclja itu makan keraiilau, can tentnlah rantau itu, rantau jang telah diperbuatipula oleh orang ja n g berasal dari alam ini sendiri jaitu dari rantau Pasir jang yc- milang atau pesisir Bandar Sepuhih, seperti nama jang azim sekai-ang.
Pengaruh H indu masili banjak terdapat didalam Alam Surambi Sungai Pagu. Satu diantaranja dan tidak terdapat ditempat Jain adalah apa jan g dinamakan orang Dimia berendam. Dunia diaiti- kaji disini bukan dunia jan g tampak oleh kita seperti tanah, tetapi dunia dalam arti kata bersuka-sukaan. Misalnja seperti terdapat dalam kalimat untuk pelawan dunia orang, artinja bisa menandmgi kemewahan orang lain. Orang perdunia = orang jang suka ber- habis harta asal dapat memenuhi liawa nafsunja untuk dikatakan oleh orang lain, bahasa dia adalali orang jan g kaja. Orang baik
A d a p u n dunia berendam itu te rd ja d in ja sekali setahun ja itu pada w a k tu sesu d a h m enjabit padi, sebagai pesta terim a kasih kepada ja n g maha kuasa, karena menerima panen baik, dengan harapan pu la agar panen tahun ja n g akan datang se-kurang2n ja sebaik pa - nen ja n g baru diterim a liendaknja. T e rd ja d in ja du n ia berendam ini a d a la h dinegeri ja n g tu a d i A lam Suram bi ini ja itu dinegeri P a s ir Talang. M aka berm ufakatlah isi negeri m em buat perahu ja n g dih ia sf baik2 d e r a i l bu n ga2an. Perahu itu dilajarkan dibatang air S u liti dan ditum pangi oleh ra d ja ja n g berem pat ja itu B agin da S u - taii Besar (T u a n k u D isem bah), D t. R a d ja M alenggang, D t. R a d ja B agin da dan D t. R a d ja Batuah, serta orang baik2 la in n ja sekedar term uat diatas perahu itu. R a d ja2 itu memakai pakaian kebesaran a da tn ja m asing2, begitu d ju g a penghulu2 ja n g serta naik perahu itu m e m a k a i pakaian kebesaran penghulu dan orang baik2 ja n g lain m e m a k a i pakaian seperti pakaian ja n g lazim dipakai pada waktu hari^raja. Perahu itu ditarik liilir m udik oleh anak buah ja n g ber- suka ria, d ju g a memakai b a d ju ja n g bagus2, sedang para w anita tidak ketinggalan m enonton serta membawa djambctr hidangan d e ngan pakaian ja n g bagus2 dju ga. D unia berendam ini dim ulai k ira 2 pu ku l 10 pagi dan disudahi pukul 2 siang ; Setelah selesai u p a tja ra m enarik perahu h ilir — mu'dik didalam batang .air itu, maka berku m - pullah ra d ja 2 serta penghulu2 dan orang berdj,abatan adat la in n ja memakan djam ba (hidangan) ja n g dibawa oleh para w anita 'dalam kampung. Sedang ja n g tua2 bersantap, maka ja n g m uda2 ber-m a- in2 bergurau seaida m em perlihatkan k etjakapannja m asing2, dalam tari pen tjak dan sebagainja.
D u n ia berendam ja n g merupakan menarik perahu keh ilir dan kemudik ja n g berisikan ra d ja 2 tadi membawa pilciran kita kepada mandi su tji sekali setahun ja n g dilakukan bangsa H in d u disungai Gangga di H industan.
B erburu di A lam Suram bi ada du a m atjam nja, ja itu berbu ru babi dan berburu rusa. K arena babi itu ban jak d ju m la h n ja dan banjak mendatangkan kerugian pada anak negeri, maka membasmi babi itu tidak membawa peraturan ja n g istimewa, apalagi babi ada
lah barang ja n g liaram pula.
A kan tetapi berburu rusa lain halnja. B erbu ru itu seben arn ja dalam alam pikiran anak negeri bukan berburu, m elainkan m em inta seekor rusa kepada siem punjanja. Maka diserulah nania ja n g em- pu n ja ja itu :
1. Nenek Dewato mulio ra jo = Dewata m ulia raja.
2. Nenek P italo guru = Batara Guru.
3. Nenek tuan ala taalo = Tuhan A llah Subhanahu wataala.
4. Nenek nabi Suleman.
Nenek nabi Suleman ini hanja dianggap ja n g m enggem balakan sa
d ja sedang ja n g m em punjainja adalah nenek ja n g 3 tadi. M enje^u itu adalah memakai upatjara ja n g tertentu pula, dan h a n ja boleh