• Tidak ada hasil yang ditemukan

Remaja Korban Perceraian Orang Tua

Dalam dokumen Jumita Patusniari NIM - etheses UIN Mataram (Halaman 48-57)

35

dikekang oleh ibunya. Karena itu dia menjadi keras tidak mau mengalah .68

Perceraian yang dialami orang tuanya, membuat subjek merasa kurang diperhatikan dan kurang kasih sayang dari orang tuanya. Ia tinggal bersama ibunya namun subjek lebih merasa dikekang oleh ibunya dengan aturan yang dibuat tanpa diskusi dengannya. Hal tersebut menyebabkan dia menjadi anak yang keras dan egois.

Dari hasil observasi yang peneliti lakukan, peneliti melihat dari tingkah laku subjek dalam kehidupan sehari-hari bahwa subjek tersebut memiliki sikap yang keras, suka membantah orang tuanya dan cuek kepada tetangganya.69

Berdasarkan beberapa paparan hasil wawancara dan observasi di atas, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa perceraian orang tua berdampak pada remaja di Desa Batuyang Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur.

36

dorongan dari teman-teman yang selalu memberikan semangat kepada saya. Saya juga inigin membuktikan kepada kedua orang tua saya bahwa saya bisa .70

Perceraian yang terjadi pada orang tua subjek membuat subjek menjadi pribadi yang baik dengan tidak mudah menyerah dan tidak patah semangat dalam belajar. Subjek mengungkapkan bahwa meskipun orang tuanya telah bercerai namun dorongan serta motivasi dari teman-teman membuatnya semangat dalam belajar.

Hal tersebut membuat subjek ingin membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa dia bisa meraih prestasinya.

Selain itu peneliti melakukan wawancara dengan ayah subjek yang mengungkapkan bahwa:

Meskipun dia menjadi anak yang pendiam dan sering murung di kamar namun dia rajin dalam belajar, dia

.71

Perceraian yang dialami orang tuanya bukan menjadi hambatan bagi subjek dalam belajar, justru membuat subjek tambah rajin dalam belajar dilihat dari prestasi subjek yang selalu mendapat peringkat di sekolahnya.

Kemudian peneliti juga melakukan wawancara kepada teman subjek yang mengatakan bahwa:

anak yang baik juga rajin, dia tidak pernah males dalam membuat tugas sekolah, dan juga dia selalu mendapat rangking di kelas. Karena dia ingin membanggakan kedua orang tuanya meskipun dia tidak tinggal serumah dengan mereka .72

70 SA, Wawancara, tanggal 30 November 2022.

71 Wawancara dengan Ayah SA, tanggal 31 November 2022.

72 Wawancara dengan Teman SA, tanggal 31 November 2022.

37

Perceraian yang dialami orang tuanya, dijadikan sebagai motivasi untuk lebih giat serta rajin belajar dalam meraih impiannya serta sebagai pembuktian dan membuat bangga kedua orang tuanya.

Dari hasil observasi yang peneliti lakukan, melihat dari aktivitas subjek ia anak yang rajin belajar, dia juga anak yang baik pada keluarga, teman dan tetangganya melihat dari tutur bahasanya yang sopan dan santun.73

b. Subjek Kedua

Seperti yang dituturkan oleh saudara WS:

Saya menjadi pribadi yang bebas seperti sering pindah sekolah, putus sekolah, tidak betah di rumah dan suka merokok dan minum-minuman keras karena tidak ada

.74

Pada masa remaja hubungan antar kedua orang tua dan teman sebaya merupakan salah satu hal terpenting bagi remaja untuk mencapai proses perkembangan belajar yang maksimal. Namun hubungan anak dan keluarga yang tidak utuh atau perceraian orang tua dapat membawa dampak negatif bagi proses belajar. Begitupun dengan lingkungan sosial antara teman sebaya pada remaja juga sangat berpengaruh pada proses perkembangan remaja, khususnya pada proses belajar di sekolah. Hal tersebut yang dirasakan oleh subjek yang menyebabkannya menjadi bebas melakukan apapun yang membuatnya senang, tanpa ada rasa takut.

Selain wawancara dengan subjek, peneliti juga melakukan wawancara dengan ibu subjek yang mengatakan bahwa:

Selang berapa hari baru dia memberitahukan bahwa dia sudah berhenti sekolah. Dia juga tidak betah berada di rumah .75

73 Observasi, tanggal 31 November 2022.

74 WS, Wawancara, tanggal 2 Desember 2022.

75 Wawancara dengan Ibu WS, tanggal 7 Desember 2022.

38

Perceraian yang dialami orang tuanya menyebakan subjek jarang berada di rumah, bahkan subjek putus sekolah tanpa sepengetahuan orang rumah. Hal tersebut dia lakukan karena kurangnya perhatian dari orang tuanya.

Dari wawancara subjek dan juga dengan ibunya, peneliti juga melakukan wawancara dengan teman subjek yang mengatakan bahwa:

lebih senang di luar dan melampiaskan semuanya dengan merokok dan minum-minuman keras hal itu membuatnya jadi sedikit .76

Subjek merasa berada di luar rumah jauh lebih tenang dari pada harus berada di rumah dengan kondisi keluarga yang kurang utuh.

Selain itu demi membuatnya tenang dari masalah yang dihadapinya ia melampiaskannya dengan merokok bahkan sampai minum- minuman keras.

Dari hasil observasi yang peneliti lakukan, terlihat subjek jarang di rumah, ia sering menghabiskan waktunya di luar rumah main bersama teman sebayanya untuk mencari kesenangan dengan melakukan hal-hal negatif seperti merokok dan minum-minuman keras.77

c. Subjek Ketiga

Seperti yang dituturkan oleh saudari T:

Meskipun saya dari keluarga yang bercerai, saya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan alhamdulillah saya tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak baik. Dan juga saya tidak mudah menyerah dalam mencapai keinginan saya 78

76 Wawancara dengan Teman WS, tanggal 7 Desember 2022.

77 Observasi, tanggal 7 Desember 2022.

78 T, Wawancara, tanggal 3 Desember 2022.

39

Perceraian yang terjadi pada orang tuanya tidak lantas membuat subjek menyerah dan tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, justru kejadian tersebut membuat subjek tumbuh menjadi wanita yang mandiri, pantang menyerah dalam meraih impiannya.

Selain wawancara dengan subjek peneliti juga melakukan wawancara dengan ibu subjek yang mengungkapkan bahwa:

Walaupun dia besar tanpa seorang ayah, sebisa mungkin saya selalu memberikan yang terbaik baginya.

Mesikipun dia menjadi anak manja namun ia mandiri dan semangat dalam meraih impiannya. .79

Meskipun subjek berasal dari keluarga yang tidak utuh dan tumbuh tanpa seorang ayah. Ibunya selalu memberikan yang terbaik bagi dirinya dan walaupun subjek menjadi sedikit manja namun dia juga tumbuh menjadi anak yang mandiri dan penuh semangat.

Kemudian peneliti juga melakukan wawancara dengan salah satu teman subjek yang mengatakan bahwa:

Dia memang berasal dari keluarga yang retak, namun itu tidak membuatnya jadi lemah. Justru itu membuatnya punya semangat yang tinggi .80

Perceraian yang dialami orang tuanya, tidak menjadikan subjek menjadi pribadi yang mudah menyerah justru hal tersebut membuat subjek penuh semangat dalam menjalani kehidupannya.

Dari hasil observasi yang telah peneliti lakukan, terlihat dari aktivitas subjek dia anak yang mandiri dan subjek tidak melakukan hal yang negatif. Subjek seorang anak yang baik dan ramah kepada teman dan juga tetangganya. 81

79 Wawancara dengan Ibu T, tanggal 8 Desember 2022.

80 Wawancara dengan Temen T, tanggal 8 Desember 2022.

81 Observasi, 8 Desember 2022.

40 d. Subjek Keempat

Seperti yang dituturkan oleh saudari P:

dukungan dari orang tua baik itu materi maupun non materi. Hal itu juga menyebabkan saya suka mengambil barang orang lain seperti uang dan pakaian. Selain itu saya juga bekerja di sawah orang .82

Peran orang tua yaitu berusaha melindungi, mengasuh, membimbing dan membina anaknya. Dengan tidak memperhatikan anak, menyebabkan anak patah semangat. Terlebih anak yang menginjak usia remaja akan beresiko mengalami kegagalan akadeimk. Semakin besar dukungan orang tua pada anak maka akan semakin tinggi perilaku positif anak. Namun perceraian yang terjadi pada orang tua subjek merupakan beban tersendiri bagi subjek sehingga menyebabkan subjek putus sekolah dan menyebabkan dia berprilaku buruk yaitu mencuri untuk memenuhi kebutuhannya.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan bibiknya yang mengatakan bahwa:

Dia tidak bersemangat untuk sekolah dan dia memilih untuk berhenti sekolah sebelum dia lulus. Hal itu karena dia merasa kurang dukungan dari orang tuanya, belum lagi ibunya jarang mencarinya juga ayahnya .83

Perceraian yang dialami orang tuanya, menyebabkan subjek hilang semangat untuk sekolah dan lebih memilih untuk putus sekolah. Hal tersebut karena kurangnya dukungan serta motivasi dari orang tuanya.

Selain dengan subjek dan juga dengan bibiknya, peneliti juaga melakukan wawancara kepada salah satu teman subjek tersebut yang mengatakan bahwa:

82 P, Wawancara, tanggal 4 Desember 2022.

83 Wawancara dengan Bibik P, tanggal 9 Desember 2022.

41

akhirnya dia berhenti sekolah. Dia sering bekerja di sawah orang. Selain itu dia sering mencuri barang milik orang lain, bahkan dia pernah mengambil sabun dan jilbab saya. Hal itu dia lakukan karena kebutuhannya tidak terpenuhi oleh orang tuanya .84

Perceraian yang terjadi pada orang tuanya menyebabkan subjek patah semangat dan memilih untuk putus sekolah karena subjek merasa kurang mendapatkan dukungan dari orang tuanya, baik dukungan materi ataupun non materi. Untuk memenuhi kebutuhannya subjek bekerja di sawah orang. Selain itu juga dia tidak takut untuk mengambil barang milik orang lain baik itu berupa uang maupun pakaian.

Dari hasil observasi yang telah peneliti lakukan, terlihat subjek sudah tidak sekolah lagi, dan subjek bekerja sebagai buruh harian lepas di sawah orang demi memenuhi kebutuhannya dalam sehari- hari. Selain itu peneliti juga melihat keributan saat turun lapangan kemudian peneliti bertanya kepada salah satu masyarakat disana dan ternyata dia dipergoki oleh orang-orang karena dia telah mencuri barang temannya yaitu berupa Handphone.85

e. Subjek Kelima

Seperti yang diungkapkan oleh NF

perhatian dari kedua orang tua saya. Ibu suka membuat aturan tanpa persetujuan saya, karena hal itu membuat saya sering berbohong. Akibat dari perceraian itu saya menjadi pribadi yang buruk seperti bolos sekolah,

.86

Orang tua yang bercerai tidak dapat berperan dan berfungsi seperti layaknya orang tua lengkap atau utuh. Namun orang tua sering tidak menyadari anak membutuhkan kasih sayang berupa

84 Wawancara dengan Teman P, tanggal 9 Desember 2022.

85 Observasi, tanggal 9 Desember 2022.

86 NF, Wawancara, tanggal 5 Desember 2022

42

perhatian, sentuhan teguran dan arahan dari ayah dan ibunya. Hal itu yang dirasakan subjek sehingga menyebabkannya berperilaku buruk.

Peneliti juga melakukan wawancara dengan Ibu subjek yang mengungkapkan bahwa:

lakukan demi kebaikannya dan tak jarang dia sering membantah apa kata saya. Saya pernah bertengkar gara-gara dia tidak masuk sekolah padahal dia pamit dari rumah untuk berangkat sekolah .87

Perceraian yang dialami orang tuanya menyebabkan subjek menjadi nakal. Seperti yang dikatakan oleh ibunya, subjek menjadi anak yang susah diatur, suka membantah perkataan orang tua. Selain itu subjek menjadi sering membolos, berangkat dari rumah tapi malah pergi ke tempat lain.

Selain itu peneliti juga melakukan wawancara dengan salah satu teman subjek yang mengatakan bahwa:

rokok di luar rumah juga sering pergi ke tempat lain saat jam sekolah. Itu dia lakukan karena dia merasa kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya .88

Perceraian yang terjadi pada orang tuanya menyebabkan subjek merasa kurang mendapatkan perhatian serta kasih sayang dari orang tuanya. Hal tersebut juga menyebabkan subjek suka berbohong, sering merokok di luar rumah dan meninggkalkan sekolah saat jam belajar berjalan.

Dari hasil observasi yang telah peneliti lakukan, melihat dari aktivitas subjek bahwa terlihat subjek sering berkata kasar, merokok ketika di luar rumah tanpa sepengetahuan ibunya.89

87 Wawancara dengan Ibu NF, tanggal 10 Desember 2022.

88 Wawancara dengan Teman NF, tanggal 10 Desember 2022.

89 Observasi, tanggal 10 Desember 2022.

43

Berdasarkan beberapa paparan hasil wawancara di atas, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa dari kelima subjek korban perceraian orang tua di Desa Batuyang bahwa ketiga subjek melakukan perbuatan yang negatif seperti merokok, minum-minuman keras, keluyuran, berbohong, bolos sekolah/putus sekolah, membantah dan mencuri. Kemudian dampak positif dari kedua subjek menjadi pribadi yang mandiri dan tidak mudah menyerah.

44 BAB III

Dalam dokumen Jumita Patusniari NIM - etheses UIN Mataram (Halaman 48-57)

Dokumen terkait