• Tidak ada hasil yang ditemukan

Respon afektif pembaca saat pertama kali membaca komik satir dan

4.2. Analisis data subjek penelitian dan subjek wawancara

4.2.1. Respon afektif pembaca saat pertama kali membaca komik satir dan

Pemahaman pembaca biasanya dipengaruhi oleh lingkungan, sosial, budaya, wilayah, dan pendidikan. Dalam komik satir isu yang diangkat adalah isu yang paling dekat dengan persoalan tersebut bagi pembacanya. Karena itulah pembaca akan lebih cepat mengerti isu yang disampaikan jika isu yang disampaikan relevan dengan faktor tersebut.

Dari hasil wawancara semua sampel narasumber mengerti apa yang disampaikan komik yang diberikan pada mereka.

Respon pembaca untuk pertanyaan ini termasuk dalam dampak komunikasi secara afektif dan pembaca mengerti apa yang disampaikan pemberi pesan yaitu komikus melalui komik satirnya maka itu sudah memberi kesadaran untuk berpikir dan mengarah pada apakah pembaca sadar dan bertanya pada diri sendiri apakah isu yang disampaikan itu benar atau tidak.

Dalam hasil wawancara bisa dilihat bagaimana pembaca merespon komik yang mereka baca dan apakah mereka memahami komik tersebut secara keseluruhan sesuai dengan gambar dan percakapan dalam komik.

43 A. Wawancara dari kubu pembaca yang pernah membuat komik

disebuah platform komik respon afektif dan pemahaman.

Dalam bagian ini akan memberikan data wawancara yang berasal dari kubu pembaca komik yang pernah membuat komik secara rutin atau pernah membuat sekali beberapa kali disebuat platform komik.

Gambar 6. dokumentasi wawancara via discord messenger tris-ghost untuk respon afektif dan pemahaman

Tris-ghost mengungkapkan pemahamannya seperti ini

“iya, saya tau isu yang dibicarakan. komik pertama [kiri] soal dimana banyak orang dengan ilmu tinggi sarjana bahkan nggak diberikan tempat maupun hidup yang sejahtera di negara sendiri walaupun mereka dah berusaha memberi sesuatu pada negara.

Sementara komik kedua perihal orang kita sendiri yang seperti kata komiknya lebih suka karya dan budaya bangsa luar.” [tris-ghost, Hasil wawancara, 12 juli 2021, discord]

Dia membaca komik dengan sub judul yang ‘primitif’ dan

‘penjajah’ dengan deskripsi yang jelas dan memahami apa yang disampaikan komik berjudul ‘primitif dan penjajah’.

Gambar 7.dokumentasi wawancara via discord messenger irex untuk respon afektif dan pemahaman

44 Irex berkomentar setelah membaca komik dengan sub judul

‘metromini lagi’ dan ‘cheat’. Penjelasannya menggunakan bahasa gaul dengan respon tambahan dia memberikan emoticon tertawa sebagai ungkapan prihatin. Komentarnya sendiri mengatakan.

“paham sih, yang metromini bahas tukang angkot yang doyan ngebut ga ngotak ampe bahaya buat penumpang ama dirinya ndiri yang cheat well itu bahas kalo di beberapa kasus di dunia pendidikan ada cheat juga kaya d game,yang sebenernya uang pelicin buat ngeprioritasin diri secara ilegal dan sadly diterima ugha ama orang yang bertugas.” [irex,hasil wawancara,10 juli 2021, discord]

irex mengatakan bahwa isu yang disampaikan banyak terjadi juga didunia nyata dan dia memberikan reaksi rasa prihatin terutama dikomik kedua yang berjudul ‘cheat’ sebagai respon afektifnya

Gambar 8. dokumentasi wawancara via discord messenger angga untuk respon afektif dan pemahaman

“I’m in this picture and I don’t like it.”[angga, hasil wawancara, 07 juli 2021, discord]

45 Respon dari angga lebih singkat dimana dia merespon bahwa dia merasa disituasi yang sama dengan apa yang digambarkan dalam komik dengan sub judul ‘mainstream’. Dia merasa kalau dirinya memiliki masalah yang sama dengan apa yang disampaikan komik berjudul ‘mainstream’ dan dia tak merasa senang karena dia memposisikan dirinya sama dengan tokoh yang ada dalam komik.

B. Wawancara dari kubu pembaca yang belum pernah membuat komik dalam respon afektif dan pemahaman.

Bagian ini berisi hasil wawancara pertanyaan pertama dari kubu member komunitas yang tidak pernah membuat komik dimedia manapun secara rutin

Gambar 9. dokumentasi wawancara via discord messenger tree untuk respon afektif dan pemahaman

Tree menjelaskan apa yang dia baca dengan sebenar-benarnya setelah membaca komik dengan sub judul ‘primitif’ pemahamannya diuraikan dalam komentar berikut.

“Ini ngeceritain tentang gimana orang-orang berpendidikan tinggi dan berprestasi tidak dihargai di Indonesia, sehingga mereka lebih milih untuk kerja di luar negeri. Karena makin dikit orang yang pintar, yang sebenarnya diperlukan untuk membangun negeri.

Yang ada malah mereka, yang dianggap orang bodoh yang

46 mengatur negeri, sehingga negeri bukannya maju malah mundur.”

[tree, hasil wawancara, 09 juli 2021, discord]

Gambar 10. dokumentasi wawancara via discord messenger kurara untuk respon afektif dan pemahaman

Dari username eskrimaice atau nama penanya adalah kurara kagene, menjelaskan bahwa komik yang diberikan setengahnya relevan pada dirinya. Yang dia respon adalah komik dengan sub judul ‘harga desain’.

“relate ga relate si . soalnya jaman sekarang ada yang desain banner dimasukin ke service tambahan percetakan tapi orang yang bikin desain grafis mahal juga keknya laku laku aja. tbh yang 'gratis' ama yang premium gitu ya hasilnya 'beda' si rasanya meski sama sama desain grafis.” [kurara, hasil wawancara, 07 juli 2021, discord]

Gambar 11.dokumentasi wawancara via facebook messenger bakpia untuk respon afektif dan pemahaman

“Hmm, komik pertama aku pahamnya isu dimana orang salah fokus ? Kayak seharusnya kita menghentikan sumber masalah, tapi malah membiarkan lalu protes sama hasilnya Yang kedua.. ya isu orang dalam. Isu klasik mau masuk dengan cara mudah, lucunya aku malah ketawa karena faktanya jalan manapun susah juga kalau ga punya kenalan dan sekadar nyogok” [bakpia, hasil wawancara, 14 juli 2021, facebook]

47 komentar dari nama pena bakpia dalam wawancaranya setelah membaca komik dengan sub judul ‘jorok’ dan ‘melamar kerja’

menjelaskan apa yang dia pahami dengan dicampur reaksi tertawa karena satirnya diterima oleh bakpia.

Untuk menghasilkan opini maka komikus harus memenuhi faktor- faktor komunikan terhadap media komunikasi. Jika pembaca tidak paham atau isunya kurang relevan dengan calon pembaca, maka komunikasi akan terhambat dan akhirnya pembaca tidak akan tertarik untuk beropini.

Enam sampel narasumber memberikan pemahaman masing-masing terhadap komik yang mereka baca dan sebagian memahami dengan cara masing-masing baik itu seberapa relevan isunya maupun pemahaman secara general terhadap topiknya.

Pernyataan angga terhadap komik yang dia baca menarik perhatian peneliti karena komik satir berhasil membuat satu kalimat yang sudah menggambarkan kalau dia merasa ada disituasi yang sama dengan yang digambarkan oleh satu lembar komik dengan sub judul ‘mainstream’.

Disini ada indikator relevansi isu kehidupan pembaca bisa memicu reaksi afektif dan kognitif.

48

Dokumen terkait