• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PEMBENTUKAN KESADARAN BEROPINI PEMBACA TERHADAP KOMIK SATIR SERATOES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS PEMBENTUKAN KESADARAN BEROPINI PEMBACA TERHADAP KOMIK SATIR SERATOES "

Copied!
72
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar belakang masalah

Perumusan Masalah

Batasan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Literatur review

Tinjauan literatur pada bagian ini mencakup review jurnal-jurnal terdahulu yang memuat penelitian dengan topik yang hampir sama sebagai tolak ukur penelitian yang akan dilakukan mengenai pendapat pembaca media hiburan satir. Berdasarkan tinjauan literatur menggunakan website resmi pemasok jurnal, ditemukan beberapa jurnal yang memuat topik-topik yang dapat dijadikan referensi penelitian yang akan dilakukan. Dengan menggunakan penelitian-penelitian terdahulu sebagai tolak ukur dapat membantu dalam dasar analisis dan rumusan penelitian, yang nantinya akan mengembangkan topik yang akan diteliti yaitu “Analisis Pembentukan Kesadaran Sikap Pembaca Terhadap Kartun Sindiran berjudul Seratoes Ploes Aspirasi di komunitas seniman manga Indonesia".

Tinjauan literatur dengan menggunakan bahan jurnal yang Anda cari di website resmi penyedia jurnal online dan membaca kesimpulan dari setiap jurnal yang ditemukan dapat menginformasikan penelitian Anda, seperti terlihat pada ringkasan dan kesimpulan penelitian sebelumnya. Terdapat tiga jurnal yang dijadikan referensi dan salah satunya menggunakan topik penelitian dari sumber yang sama namun edisinya berbeda.

Definisi variabel penelitian

  • KOMIK
  • KESADARAN BEROPINI
  • AUDIENCE
  • PSIKOLOGI SOSIAL
  • DAMPAK KOMUNIKASI

Dalam komik biasanya terdiri dari tiga sampai empat kotak yang disebut panel, satu kotak berisi gambar dan beberapa balon berdialog, namun ada juga yang tidak menggunakan dialog dalam panel komik dan menggunakan hiperbola pada gambar untuk menyampaikan pesan. Komik jenis ini kebanyakan tamat atau ceritanya berantakan, namun ada juga yang berseri namun tidak langsung nyambung satu sama lain. Komik-komiknya sebagian besar bersifat humor dan kritis, mengkritisi persoalan-persoalan sosial, politik, bahkan agama yang paling ekstrem dengan sentuhan sindiran dan sarkasme.

Komik adalah komik yang diterbitkan secara mandiri atau percetakan besar, dalam sekali penerbitan komik tersebut berjumlah puluhan halaman dan mempunyai cerita berseri seperti buku yang berisi cerita fiktif. Kebanyakan komik tidak memuat sindiran eksplisit untuk mencegah sensor cetak, meskipun kini komik dapat diterbitkan oleh penulisnya sendiri. Komik juga merupakan genre yang lebih luas karena dapat dibandingkan dengan karya sastra seperti novel, namun hanya berupa gambar dan memiliki pesan tersirat.

Karena komik merupakan media visual yang memuat rangkaian gambar yang mempunyai pesan dan merupakan bagian dari karya sastra. 23 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan salah satu bentuk komedi hikmah dan kebodohan yang disajikan dalam bentuk humor. Dengan menggabungkan pengertian komik dan sindiran, maka dapat disimpulkan bahwa komik satir adalah kumpulan gambar berdialog yang mengandung pesan sindiran tentang suatu fenomena individu, kelompok, sosial, dan politik.

Opini adalah kata kerja yang terdiri dari opini. Menurut Sunarjo, pendapat sendiri adalah suatu tanggapan terbuka terhadap suatu permasalahan atau persoalan yang jawabannya diminta secara lisan, tertulis, atau sebagai tanggapan terhadap suatu rangsangan, umumnya mengajukan pertanyaan mengenai suatu situasi atau kondisi. Ketika seseorang menikmati media komunikasi massa, maka akan ada penontonnya. Masyarakat adalah penerima pesan media massa. Namun jika orang-orang tersebut berkumpul dan kemudian dihadapkan pada permasalahan yang sama, maka akan terjadi fenomena psikologis sosial yang disebut opini mayoritas.

Pengaruh dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah pengaruh atau akibat dari sesuatu, baik pengaruh positif maupun negatif dari sesuatu, peristiwa, seseorang yang membentuk sifat, keyakinan atau tindakan.

Kerangka berpikir

METODE PENELITIAN

  • pendekatan penelitian
  • jenis penelitian
  • lokasi penelitian
  • teknik pengumpulan data
  • Teknik penyajian data

30 orang yang pernah membuat komik, baik komik biasa terbitan sendiri maupun komik satir di media sosial online. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara pada forum online dan mencari orang-orang yang memenuhi kriteria mengingat sampel orang yang diperoleh cukup mengenal subjek penelitian untuk diwawancarai dan dokumentasi, selain itu menggunakan literatur online dan offline. studi, buku, dan jurnal. Dalam proses ini, hasil wawancara tidak akan berubah dan hanya akan dianalisis secara mendalam.

Dokumentasi akan dilakukan dengan rekaman suara, foto bukti percakapan, dan bila memungkinkan juga akan diperoleh dokumentasi dalam bentuk fisik pendapat yang diungkapkan. Subyek penelitian adalah orang-orang yang akan diwawancarai untuk meminta data berdasarkan apa yang diteliti, daftar subjek penelitiannya adalah sebagai berikut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang disajikan melalui penggunaan diagram lingkaran berdasarkan data yang dikumpulkan dari wawancara peneliti.

Pengumpulan data dari hasil wawancara ini juga akan diuraikan secara singkat sehingga memungkinkan untuk menarik kesimpulan seiring berjalannya penelitian. Informan dibagi menjadi dua kubu, mereka akan memberikan data sesuai bidangnya masing-masing, kemudian data yang diperoleh akan dibuat menjadi diagram lingkaran disertai dengan uraian wawancaranya.

Penjelasan subjek dan objek penelitian

  • gambaran lokasi penelitian
  • Sejarah singkat tempat penelitian
  • Struktur komunitas
  • Data Sampel penelitian
  • Tentang objek penelitian

Dengan 33 disiplin ilmu yang berbeda, anggota komunitas ini memiliki audiens yang luas dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilannya masing-masing. Komunitas ini tidak memiliki struktur organisasi formal dan yang mengelola grup mulai dari keamanan hingga pemfilteran konten adalah administrator dan moderator. 34 Hingga saat ini, grup online yang berisi banyak komikus dan ilustrator ini memiliki anggota hingga lima ribu pengguna Facebook, dengan aktivitas dan konten anggota yang tetap, membuat grup ini mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama, hingga 10 tahun sejak awal berdirinya. pembukaan grup.

Dan yang unik dibandingkan grup sejenis adalah acara tahunan mereka yang bernama Battle Rally dimana terdapat kompetisi komik yang terbuka untuk komikus manapun. Komunitas mangaka Indonesia tidak memiliki struktur organisasi formal dan hanya dikelola oleh pengurus dan moderator yang bertugas mengatur ketertiban komunitas baik dalam kegiatan komunitas maupun postingan grup oleh anggota komunitas. Karena cukup gratis, siapapun bisa berkontribusi pada grup atau bergabung atau keluar dari grup.

Karena banyaknya anggota yang masuk dan masing-masing memiliki keahlian menggambar profesional masing-masing, konten grup menjadi kaya dan beragam. Sampel data yang akan diwawancarai akan dibagi menjadi dua kubu dan diambil dari orang-orang yang masih tergabung dalam komunitas mangaka Indonesia, baik yang pernah membuat komik di platform tersebut maupun belum pernah membuat komik secara resmi. Orang-orang yang berlatar belakang penciptaan komik mempunyai bias tersendiri ketika menerima informasi dalam komik satir, baik dalam memahami maupun menerima informasi yang tersirat dalam komik tersebut.

Menurut Potter & Perry (2005), komunikasi dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari persepsi manusia, nilai-nilai yang dianutnya, latar belakang budaya, pengetahuan dan peran seseorang di tempat terjadinya interaksi komunikasi. Subjek berjumlah enam orang yang dibagi menjadi dua kelompok, dan subjek tidak dikumpulkan untuk melihat ada perbedaan pendapat atau tidak. Dalam penelitian ini diperlukan sebuah trigger untuk mendapatkan hasil penelitian, dimana yang menjadi objek adalah kartun satir, dan yang dipilih adalah komik kompilasi bertema satir berjudul Seratoes Ploes Aspirasi karya komikus Haryadhi terbitan tahun 2013 dan dicetak oleh Gramedia. [Persyaratan & Ketentuan] !].

Karena setiap komunikasi mempunyai dampak dan dampak tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor dari komunikator itu sendiri, seperti pengaruh pendidikan, pengalaman, budaya, sosial dan latar belakang komunikator, serta seberapa dekat isu yang disampaikan komik tersebut. komunikator yang membacanya.

Analisis data subjek penelitian dan subjek wawancara

  • Respon afektif pembaca saat pertama kali membaca komik satir dan
  • Respon kognitif pembaca dalam memproses pesan dalam komik satir yang
  • Respon psikomotorik pembaca komik satir saat mereka menemukan komik
  • menyalurkan opini bagi pembaca

Dan dari sampel yang belum pernah membuat komik sebagian besar pernah membuat komik untuk remaja yang bergenre fiksi, dan dari sampel pembaca komik awam juga mengatakan jarang membaca komik yang bergenre satir dan ketika terpapar satir. komik. , sebagian besar akan menjawab bahwa mereka memahami permasalahan yang disampaikan, namun tidak semuanya relevan dengan kehidupan mereka. Reaksi afektif pembaca ketika pertama kali membaca komik satir dan memahami apa yang disampaikan komik satir tersebut. Dalam komik satir, permasalahan yang diangkat merupakan permasalahan yang paling dekat dengan permasalahan pembaca.

Pernyataan Angga mengenai komik yang dibacanya menarik perhatian peneliti karena komik satir tersebut berhasil menciptakan satu kalimat yang menggambarkan perasaannya dalam situasi yang sama dengan yang tergambar dalam komik strip bersubtitle “mainstream”. Dengan jawaban-jawaban seperti itu, terdapat indikasi bahwa semakin dekat suatu topik yang dibicarakan dalam komik satir dengan pembacanya, maka semakin mudah pula memperoleh umpan balik melalui komunikasi media massa. Komik satir biasanya diterbitkan bersamaan dengan media massa, misalnya buku atau majalah dan surat kabar yang diterbitkan.

Karena khalayaknya adalah masyarakat yang membaca media massa dan media cetak yang jumlahnya belum banyak, maka komik satir mudah ditemukan terutama di era digital. 57 yang ingin membahas permasalahan dalam komik melalui aksi, karena komik satir pada dasarnya dibuat untuk berpikir, namun jika komik tersebut membuat banyak orang mengambil tindakan misalnya, bisa saja terjadi boikot. Dan uraian wawancara berikut berisi jawaban atas pertanyaan apakah seseorang dapat bertindak secara fisik karena media massa seperti komik satir.

Tris-ghost meyakini jika ada kartun satir yang muncul di situs media sosial miliknya, ia tidak akan berkomentar atau membuat postingan yang membahas kartun satir tersebut dan permasalahannya. Dalam wawancara dengan pembaca awam, terdapat beberapa orang yang berkeinginan memberikan pendapat setelah membaca komik satir karena belum mempunyai keterampilan untuk merespon dengan membuat respon komikal terhadap suatu pertanyaan. Mereka cenderung membicarakan kartun itu di kerajaan. Tentang persahabatan mereka, misalnya, seperti yang dikatakan Tree, ia lebih suka membahas isu kartun dalam lingkungan persahabatan yang tertutup. Bagi pembaca, menyalurkan pendapat melalui media lain selain disampaikan langsung dihadapan masyarakat merupakan salah satu cara untuk menghindari konflik, penggunaan komik satir lebih aman dan tentunya disukai karena komik satir bersifat menghibur dan pendapat yang dikemukakan tidak disampaikan secara langsung untuk tujuan itu. Pembaca hendaknya memikirkan pesan satir apa yang ingin disampaikan oleh kartun tersebut.

Tris-ghost mengatakan bahwa menggambar komik satir dianggap memicu konflik dan ia tidak memiliki kemampuan menggambar komik satir. Menurutnya, komik satir merupakan cerminan pandangan penulisnya, dan kalaupun dibuat netral mungkin, komik satir tentu memiliki pandangan yang bias. Pernyataan tersebut menandakan bahwa komik satir merupakan sesuatu yang sulit untuk dibuat oleh seorang komikus dan jarang sekali komikus yang menggunakan genre tersebut dalam membuat komik, padahal pembaca awam sendiri mempunyai keinginan dan rasa senang ketika pendapatnya diubah menjadi komik satir. , karena mereka tidak mempunyai kemampuan membuat komik. Karena komikus lebih berpengalaman dalam dunia penulisan komik, mereka tahu bahwa membuat komik satir sangat beresiko, padahal akan banyak orang yang menyukainya.

KESIMPULAN

SARAN

Peneliti yang akan mengkaji opini dan media massa dalam komik satir sebaiknya mencari subjek dari kelompok yang berbeda dan topik opini yang berbeda untuk penelitian lebih lanjut. Diakses dari https://www.t-sciences.com/news/humans-process-visual-data-better pada 25 Mei 2021 pukul 13.12 WITA.

Referensi

Dokumen terkait

List of abbreviations AG alginate nanogels Au DENPs dendrimer-entrapped gold nanoparticles Au DSNPs dendrimer-stabilized gold nanoparticles Au NP gold nanoparticle CT X-ray

For waters outside municipal juris­ diction, DAF will determine the fish pen or fish cage "belt." No more new concessions, licenses, permits, or leases for fish pens, fish cages, fish