BAB III TINJAUAN KASUS
3.1 Pengkajian
3.1.5 Riwayat Tempat Tinggal
3.1.4.7 Riwayat Penggunaan Obat
Ny. S mengatakan rutin minum obat nifedipine 10mg 2x1
3.1.6 Rekreasi
Ny. S mengatakan memanfaatkan waktu luangnya untuk bermain bersama cucunya
3.1.7 Pola Fungsi Kesehatan 3.1.7.1 Pola tidur / istirahat
Ny. S mengatakan Tidur siang : ±2-3 jam (Bangun ketika nyeri timbul)
Tidur malam : ±7-8 jam (Bangun ketika nyeri timbul) 3.1.7.2 Pola eliminasi
Ny. S mengatakan tidak ada keluhan saat BAB/BAK / tidak ada masalah sampai saat ini
1.) BAB
a) Frekuensi : 1 kali / hari b) Konsistensi : Padat
c) Warna : Kuning kecoklatan d) Bau : Khas
e) Pengalaman memakai pencahar : Tidak 2.) BAK
f) Frekuensi : ± 3-4 kali / hari b.) Warna : Kuning bening
g) Bau : Khas Urine 3.) Pola nutrisi
h) Frekuensi makan : Ny. S mengatakan pola makan 3 kali sehari
i) Nafsu makan : Ny. S mengatakan nafsu makan
baik (makan selalu habis)
j) Jenis makanan : Ny. S mengatakan jenis makanannya yaitu nasi, sayur, dan ikan
k) Makanan pantangan : Ny. S memiliki makanan pantangan seperti makanan yang mengandung asin asin dan berlemak tinggi
l) Kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan Ny. S mengatakan kebiasaan memakan jeroan dan makanan yang mengandung tinggi garam.
4.)Pola kognitif perseptual a.) Penglihatan
Ny. S mengatakan pandangan sedikit kabur saat melihat objek yang jauh, dan saat jalan keluar rumah malam-mlam harus di dampingi anggota keluarganya (Ny. S menggunakan kaca mata)
b.) Pendengaran
Baik / tidak bermasalah c.) Pengecapan
Baik / tidak bermasalah d.) Sensasi / peraba
Baik / tidak bermasalah 5.)Persepsi diri-pola konsep diri
a) Gambaran diri
Ny. S mengatakan bergantung pada orang lain
b) Identitas diri
Ny. S mampu menyebutkan siapa dirinya c) Peran diri
Ny. S menjadi seorang istri sekaligus ibu yang baik d) Ideal diri
Ny. S mampu bertingkah laku sewajarnya e) Harga diri
Ny. S menerapkan sikap yang baik dimanapun berada 6.) Pola toleransi – stress koping
a) Penyebab stress
Nyeri yang dirasakan meningkat b) Penanganan
Istirahat dan minum obat yang telah diresepkan 7.) Pola seksualitas : Klien mengatakan mempunyai 2 orang anak.
8.) Pola hubungan peran
Ny. S mengatakan mempunyai peranan dengan 2 anak.
9.) Pola keyakinan- nilai
a) Keyakinan akan kesehatan
Ny. S mengatakan yakin setiap penyakit pasti ada obatnya
b) Keyakinan spiritual
Ny. S mengatakan beragama islam dan sholat 5 waktu setiap hari
c) Sesuatu yang bernilai dalam hidupnya
Ny. S mengatakan sesuatu yang bernilai dalam hidupnya adalah kesehatan karena itu nikmat yang besar dari Allah swt
d) Persepsi kesehatan dan pola management kesehatan Ny. S menyadari kalau dirinya menderita hipertensi tetapi pengetahuannya kurang
10) Pola hubungan – peran
Ny. S mengatakan berinteraksi dengan baik di lingkungan sekitarnya
3.1.8 Pemeriksaan fisik
3.1.8.1 Keadaan umum / Kesadaran Umum Baik / composmentis
3.1.8.2 TTV :
Suhu : 36,5°C Nadi : 88 x/menit
Takanan Darah : 170/100 mmHg Respirasi : 24 x/menit Tinggi Badan : 153 cm Berat Badan : 50 kg
3.1.8.3 Kepala dan leher
1.) Rambut : Bersih, Lurus, dan beruban
2.) Terdapat nyeri dibagian tengkuknya S(skala nyeri):5 3.) Mata : Simetris, Konjungtiva merah muda, Sclera
putih
4.) Telinga : Simetris (kanan dan kiri), bersih
5.) Hidung : Simetris
6.) Mulut : Bersih, Mukosa bibir lembab
7.) Gigi : Bersih, 2X1 menggosok gigi dan ada gigi yang ompong (2 gigi bagian geraham).
8.) Leher : Normal, tidak ada pembesaran kelenjar thyroid
9.) Wajah : Simetris, wajah klien tampak meringis dan gelisah.
3.1.8.4 Integumen : Bersih CRT < 2 detik
Warna : Kuning langsat Kelembaban : Kering dan keriput
3.1.8.5 Dada dan Thorax : Simetris (kanan dan kiri) Whezzing : Tidak ada
Ronchi : Tidak ada
Suara jantung tambahan : Tidak ada
Irama jantung regular, bunyi jantung S1 S2 tunggal Tidak ada pembesaran Tekanan vena jugularis atau Jugular venous pressure (JVP).
3.1.8.6 Abdomen : Simetris
Nyeri tekan : tidak ada nyeri tekan Suara : Tympani / normal Peristaltik 20x/mnt
3.1.8.7 Persyarafan :
Normal tidak ada kelainan / saraf kejepit Ku : Composmentis
GCS 4-5-6, ada nyeri di kepala (nyeri cekot-cekot pada tengkuk seperti tertusuk-tusuk dan hilang timbul dengan skala nyeri 5 terjadi secara mendadak).
3.1.8.8 Ekstremitas : Bentuk simetris
Kekuatan otot ekstremitasatas (5,5), ekstremitas bawah (5,5). Tidak ada fraktur, tidak ada dislokasi.
3.1.8.9 Genetalia :
Mengalami menopause karena umur Ny.S 65 tahun yang menyebabkan hormon reproduksi menurun
3.1.9 Pengkajian Status Fungsional Kognitif, Afektif, Psikologis dan Sosial
3.1.9.1 Pengkajian status fungsional Tabel 3.2 Index Katz
No Aktivitas Mandiri Tergantung
1 Mandi Mandiri:
Bantuan hanya pada satu bagian mandi ( seperti punggung atau ekstremitas yang tidak mampu ) atau mandi sendiri sepenuhnya
Tergantung :
Bantuan mandi lebih dari satu bagian tubuh, bantuan masuk dan keluar dari bak mandi, serta tidak mandi sendiri 2 Berpakaian Mandiri :
Mengambil baju dari lemari, memakai pakaian, melepaskan pakaian, mengancingi/mengikat pakaian.
Tergantung :
Tidak dapat memakai baju sendiri atau hanya Sebagian 3 Ke Kamar Kecil Mandiri :
Masuk dan keluar dari kamar kecil kemudian membersihkan genetalia sendiri
Tergantung :
Menerima bantuan untuk masuk ke kamar kecil dan menggunakan pispot
4 Berpindah Mandiri :
Berpindah ke dan dari tempat tidur untuk duduk, bangkit dari kursi sendiri
Bergantung :
Bantuan dalam naik atau turun dari tempat tidur atau kursi, tidak melakukan satu, atau lebih perpindahan
5 Kontinen Mandiri :
BAK dan BAB seluruhnya dikontrol sendiri Tergantung :
Inkontinensia parsial atau total; penggunaan kateter, pispot, enema dan pembalut (pampers)
6 Makan Mandiri :
Mengambil makanan dari piring dan menyuapinya sendiri Bergantung :
Bantuan dalam hal mengambil makanan dari piring dan menyuapinya, tidak makan sama sekali, dan makan parenteral (NGT)
Keterangan :
Beri tanda (√) pada point yang sesuai kondisi klien
Analisis Hasil :
Nilai A : Kemandirian dalam hal makan, kontinen ( BAK/BAB ), berpindah, kekamar kecil, mandi dan berpakaian.
Nilai B : Kemandirian dalam semua hal kecuali satu dari fungsi tersebut
Nilai C : Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi dan satu fungsi tambahan Nilai D : Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, dan satu fungsi tambahan Nilai E : Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian,
ke kamar kecil, dan satu fungsi tambahan.
Nilai F : Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, berpindah dan satu fungsi tambahan Nilai G : Ketergantungan pada keenam fungsi tersebut
Lain – lain : ketergantungan sedikitnya dua fungsi tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai C, D, E, F, G
Nilai akhirnya : NILAI A
3.1.9.2 Pengkajian status kognitif dan afektif
Tabel 3.3 Shorth Portable Mental Status Quesioner (SPMSQ)
No Item Pertanyaan Benar Salah
1 Jam berapa sekarang ? Jawab: Jam 09.00 2 Tahun berapa sekarang ?
Jawab: 2021
3 Kapan Bapak/Ibu lahir?
Jawab: tidak tahu saya lupa 4 Berapa umur Bapak/Ibu sekarang ?
Jawab : sekitar 65 mungkin
5 Dimana alamat Bapak/Ibu sekarang ? Jawab : desa suko.
6 Berapa jumlah anggota keluarga yang tinggal bersama Bapak/Ibu?
Jawab : 2 orang, saya dan suami
7 Siapa nama anggota keluarga yang tinggal bersama Bapak/Ibu ?
Jawab : Tn. S
8 Tahun berapa Hari Kemerdekaan Indonesia ? Jawab : 1945
9 Siapa nama Presiden Republik Indonesia sekarang ? Jawab : Bapak Jokowi
10 Coba hitung terbalik dari angka 20 ke 1 ?
JUMLAH 8 2
Analisis Hasil :
Skore Salah : 0-2 : Fungsi intelektual utuh Skore Salah : 3-4 : Kerusakan intelektual ringan Skore Salah : 5-7 : Kerusakan intelektual sedang Skore Salah : 8-10 : Kerusakan intelektual berat
JADI FUNGSI INTELEKTUAL NY. S UTUH
3.1.9.3 Pengkajian status psikologi
Tabel 3.4Geriatric depression scale( skala depresi )
*) Setiap jawaban yangsesuaimempunyai skor “1 “ ( satu ) : skor 5-9: kemungkinan depresi
Skor 10 atau lebih: depresi
NILAINYA 4, JADI NY. S TIDAK MENGALAMI DEPRESI
No Pertanyaan Tidak Ya
1 Apakah anda sebenarnya puas dengan kehidupan
Anda? 0
2 Apakah anda telah meninggalkan banyak
Kegiatan dan minat/kesenangan anda 1
3 Apakah anda merasa kehidupan anda kosong? 0
4 Apakah anda sering merasa bosan? 1
5 Apakah anada mempunyai semangat yang baik
Setiap saat? 1
6 Apakah anda merasa takut sesuatu yang buruk
Akan terjadi pada anda? 0
7 Apakah anda merasa bahagia untuk Sebagian
Besar hidup anda? 0
8 Apakah anda merasa sering tidak berdaya? 0
9 Apakah anda lebih sering dirumah daripada pergi
Keluar dan mengerjakan sesuatu hal yangbaru? 0 10 Apakah anda merasa mempunyai banyak masalah
Dengan daya ingat anda dibandingkan
kebanyakan orang ? 0
11 Apakah anda pikir bahwa kehidupan anda
Sekarang menyenangkan? 0
12 Apakah anda merasa tidak berharga seperti
Perasaan anda saat ini? 0
13 Apakah anda merasa penuh semangat? 1
14 Apakah anda merasa bahwa keadaan anda tidak
Ada harapan? 0
15 Apakah anda pikir bahwa orang lain, lebih baik
Keadaannya daripada anda? 0
3.1.9.4 Pengkajian status sosial
Tabel 3.5 APGAR KELUARGA
NO Items penilaian Selalu
( 2 ) Kadang- kadang
( 1 )
Tidak pernah
( 0 ) 1 A : Adaptasi
Saya puas bahwa saya dapat kembali pada keluarga (teman-teman) saya untuk membantu pada waktu sesuatu menyusahkan saya
2 P : Partnership
Saya puas dengan cara keluarga (teman- teman) saya membicarakan sesuatu dengan saya dan mengungkapkan masalah saya.
3 G : Growth
Saya puas bahwa keluarga (teman-teman) saya menerima & mendukung keinginan saya untuk melakukan aktifitas atau arah baru.
4 A : Afek
Saya puas dengan cara keluarga (teman- teman) saya mengekspresikan afek dan berespon terhadap emosi-emosi saya, seperti marah, sedih atau mencintai.
5 R : Resolve
Saya puas dengan cara teman-teman saya dan saya menyediakan waktu bersama- sama mengekspresikan afek dan berespon
JUMLAH 8 1
Penilaian :
Nilai : 0-3 : Disfungsi keluarga sangat tinggi Nilai : 4-6 : Disfungsi keluarga sedang Nilai : 7-10 fungsi keluarga baik
NILAI NYA 8, JADI FUNGSI KELUARGA NY. S BAIK
3.2 ANALISA DATA Tanggal : 03 Maret 2021 Nama Klien : Ny.S Umur : 65 tahun
Tabel 3.6 Analisa Data
No Data Masalah
1. Ds :1. Klien mengatakan sering pusing, masuk angin dan merasa nyeri pada bagian tengkuknya.
2.Klien mengatakan nyeri dirasakan saat terlalu banyak melakukan aktivitas (P)
3.Nyeri terasa seperti mencengkram (Q) 4.Klien mengatakan nyeri di tengkuk (R) 5.Nyeri yang dirasakan hilang timbul (T) Do : KU : Composmentis
GCS :456 Skala nyeri 5 (S)
Pasien tampak meringis dan gelisah TTV :
Tekanan darah : 170/100 mmHg, Suhu : 36,5°C
RR : 24x/menit Nadi : 80x/menit
Nyeri kronis
2. Ds : Klien mengatakan rasa nyeri yang dirasakan nya mengganggu aktivitasnya, dan klien juga mengatakan saat nyeri itu muncul tiba-tiba klien langsung terbangun dari tidur.
Do : K/U : Composmentis Klien tampak lemas TTV :
Tekanan darah : 170/100 mmHg, Suhu : 36,5°C
RR : 24x/menit Nadi : 80x/menit
Intoleransi aktifitas
3.3 DIAGNOSA KEPERAWATAN
Tabel 3.7 Diagnosa Keperawatan
NO TANGGAL MUNCUL DIAGNOSA TANGGAL
TERATASI TT
1. 03 Maret 2021 Nyeri kronis b.d kondisi musculoskeletal kronis d.d pasien mengeluh nyeri pada tengkuknya, muncul pada saat beraktivitas berlebihan, pola tidur berubah, pasien tampak meringis dan gelisah.
05 Maret 2021
2. 03 Maret 2021 Intoleransi aktifitas b.d Imobilitas d.d mengeluh sering lelah, tekanan darah meningkat, dan merasa tidak nyaman setelah melakukan aktivitas berlebihan.
05 Maret 2021
72
NO DIAGNOSA
KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN TTD
1. Nyeri kronis b.d kondisi
musculoskeletal kronis d.d pasien mengeluh nyeri pada tengkuknya, muncul pada saat beraktivitas
berlebihan, pola tidur berubah, pasien tampak
meringis dan
gelisah.
Setelah dilakukan perawatan 3x kunjungan rumah di harapkan nyeri berkurang
Luaran Utama 1. Tingkat Nyeri
a. Panjangnya episode nyeri dari jangka waktu yang lama (±15 menit) menjadi kurang jadi 15 menit
b. Ekspresi wajah dari grimace menjadi tidak grimmace
c. Pola istirahat dari yang terganggu menjadi tidak terganggu
d. Skala nyeri dari skala 2 diturunkan menjadi
≤ 2 Luaran tambahan 1. Kontrol Gejala
a. Kemampuan memonitor munculnya gejala secara mandiri dari yang tidak bisa menjadi b. Kemampuan memonitor lama bertahannyabisa
gejala dari yang tidak tau menjadi tau 2. Kontrol Nyeri
a. Mengenali kapan nyeri yang terjadi dari tidak pernah tau menjadi tau
b. Menggunakan analgesik yang di
Intervensi Utama
Manajemen Nyeri Tindakan 1. Observasi :
a. Identifikasi lokasi, karakterisik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri
b. Identifikasi skala nyeri
c. Monitor efek samping penggunaan analgetik 2. Teraupetik
a.Berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (mis. TENS, hipnosis, akupresur, terapi musik, biofeedback, terapi pijat,aroma terapi, teknik imajinasi terbimbing, kompres hangat/dingin, terapi bermain)
3. Edukasi
a. Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri b. Jelaskan strategi meredakan nyeri
c. Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri d. Anjurkan menggunakan analgetik secara tepat e. Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi
rasa nyeri 4. Kolaborasi
a. Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu
73 3. TingkatAnsietas
a. Keluhan pusing dari yang sering mengeluh pusing menjadi tidak
b. Tekanan darah yang tinggi menjadi normal 2. Intoleransi aktifitas b.d
Imobilitas d.d
mengeluh sering lelah, tekanan darah
meningkat, dan merasa tidak nyaman setelah melakukan aktivitas berlebihan.
Setelah dilakukan perawatan 3x kunjungan rumah di harapkan kemudahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari meningkat
Luaran utama 1. Toleransi aktivitas
a. Dari yang sulit melakukan aktivitas sehari- hari menjadi bias melakukan aktivitas seperti biasa
Luaran tambahan 1. Ambulasi
a. Dapat menopang berat badannya dan dapat berjalan denga n langkah yang efektif
2. Curah Jantung
a. Tekanan darah dari yang 170/130 menjadi 130/90
3. Konservasi Energi
a. Dapat melakukan aktivitas fisik yang di rekomendasikan
b. Mekanika tubuh yang menurun menjadi meningkat
4. Tingkat Keletihan
a. Kemampuan melakukan aktivitas rutin dari yang jarang menjadi sering (mis, senam lansia)
Intervensi utama : Manajemen energi 1. Tindakan Observasi
a. Monitor kelelahan fisik dan emosional b. Memonitor pola dan jam tidur
c. Monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas
2. Teraupetik
a. Lakukan latihan rentang gerak pasif dan aktif b. Fasilitasi duduk di sisi tempat tidur, jika
tidak dapat berpindah atau berjalan 3. Edukasi
a. Anjurkan tirah baring
b. Ajurkan melakukan aktivitas secara bertahap
74
No. Diagnosa Hari, Tanggal Jam Implementasi TTD
1. Nyeri kronis berhubungan
dengan Kondisi
Musculoskeletal Kronis
Rabu, 03 Maret 2021 06.11
06.15
06.25
06.30 06.33
06.35
06.50
1. Bina Hubungan saling percaya
Respon : Klien bersikap koperatif, memberikan tanggapan, dan respon yang baik terhadap perawat
2. Mengkaji nyeri secara komprehensif.
a. P: nyeri kepala
b. Q:nyeri seperti tertusuk tusuk. R: Di kepala(tengkuk).
c. S: Skala 5
d. T: Saat beraktifitas berat.
3. Melatih relaksasi napas dalam
Respon : Klien mengikuti dan memperhatikan hal yang sedang diajarkan.
4. Anjurkan minum analgetik secara tepat dan teratur (Nifedipine 10mg 2x1)
5. Memonitor efek samping penggunaan analgesik Respon : Klien tidak mengalami tanda-tanda alergi
6. Anjurkan melakukan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (mis. terapi pijat dan kompres hangat/dingin)
Respon : Klien memberikan respon yang baik terhadap perawat
7. Mengukur TTV
a. TD : 170/100mmhg b. N : 83x/menit c. RR : 20x/menit
75 06.25
06.27
06.30
c. R: Di kepala(tengkuk). S: Skala 4 d. T: Hilang timbul
2. Anjurkan minum obat dengan tepat dan teratur (Nifedipine 10mg 2x1)
3. Memonitor efek samping penggunaan analgesik Respon : Klien tidak mengalami tanda-tanda alergi
4. Mengukur TTV
a. TD : 160/100mmhg b. N : 83x/menit c. RR : 20x/menit d. S : 36,5◦C Jumat, 5 Maret 2021 06.30
06.45
06.50
07.00
1. Mengkaji nyeri klien secara komprehensif.
a. P: nyeri kepala
b. Q: nyeri seperti tertusuk tusuk.
c. R: Di kepala(tengkuk).
d. S: Skala 3 e. T: Hilang timbul
2. Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu rasa nyeri (mis. Makanan yang mengandung tinggi garam)
Respon : Klien mengatakan sekarang sudah faham dengan penyebab, periode, dan pemicu rasa nyeri
3. Berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (Terapi pijat)
Respon : Klien memberikan respon yang baik untuk perawat
4. Mengukur TTV a. TD : 180/100mmhg
76 2. Intoleransi aktivitas
berhubungan dengan imobilitas
Rabu, 3 Maret 2021 06.08
06.15
06.20
06.40
1. Mengukur TTV
a. TD : 170/100mmhg b. N : 83x/menit c. RR : 20x/menit d. S : 36 ◦C
2. Monitor kelelahan fisik dan emosional (mis. Saat selesai bersih-bersih rumah)
Respon : Klien mengatakan setelah beraktivitas berlebihan klien merasa pusing dan lelah
3. Memonitor pola dan jam tidur
Respon : Klien mengatakan tidur siang : 2-3 jam (Bangun ketika nyeri timbul), tidur malam : ±7-8 jam (Bangun ketika nyeri timbul)
4. Monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas
Respon : Klien mengatakan lokasi nyeri nya di daerah tengkuk
Kamis, 4 Maret 2021 06.15
06.20
06.22
06.25
1. Mengukur TTV a. TD : 160/100mmhg b. N : 83x/menit c. RR : 20x/menit d. S : 36,5◦C 2. Anjurkan tirah baring
Respon : Klien mengikuti anjuran perawat untuk tirah baring
3. Ajurkan melakukan aktivitas secara bertahap Respon : Klien mengikuti anjuran perawat untuk beraktivitas secara bertahap
4. Memonitor pola jam tidur
Respon : Klien mengatakan tidur siang : 2-3 jam (Bangun ketika nyeri timbul), tidur malam : ±7-
77 06.20
06.27 06.30
b. N : 83x/menit c. RR : 20x/menit d. S : 36 ◦C
2. Fasilitasi duduk di sisi tempattidur, jika tidak dapat berpindah atau berjalan
Respon : Keluarga merespon dengan baik apa yang di anjurkan oleh perawat
3. Anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap 4. Anjurkan klien untuk melakukan latihan rentang
gerak pasif dan aktif setiap hari
78 Tabel 3.10Catatan perkembangn pada Ny.S dengan diagnosa Hipertensi
No Diagnosa Hari, tanggal Jam Catatan Perkembangan Ttd
1 Nyeri kronis berhubungan dengan kondisi
musculoskeletal kronis
Kamis, 04 Maret 2021 15.10 S: P: klien mengatakan nyeri mulai berkurang dan klien dapat bergerak atau beraktivitas secara bertahap
Q: nyeri terasa mencengkram R: nyeri di tengkuk S: skala 4 T: hilang timbul
O:TD: 160/100 mmHg,
Nadi: 83x/menit, , RR: 20x/menit, S : 36,5°C
A:Masalah nyeri kronis teratasi sebagian P:Lanjutkan Intervensi
1. Mengkaji Nyeri Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu rasa nyeri (mis. Makanan yang mengandung tinggi garam)
2. Berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurang rasa nyeri (Terapi pijat) 2 Intoleransi aktifitas b.d
Imobilitas Kamis, 04 Maret 2021 15.10 S: Klien mengatakan sudah
dapat bergerak secara bertahap ketika nyeri itu -tiba dan klien sudah mulai terbiasa saat nyeri itu muncul
O :TD: 160/100 mmHg, Nadi : 83x/menit, , RR: 20x/menit, S :.36°C, S : 36°C
Klien mampu melakukan gerakan senam relaksasi progresif tetapi masih sering lupa.
79 dapat berpindah atau berjalan
2. Anjurkan keluarga untuk memberikan tempat yang nyaman bagi klien
3. Anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
4. Anjurkan klien untuk melakukan latihan rentang gerak pasif dan aktif setiap hari
80
No Diagnosa Hari,
tanggal Jam Evaluasi Ttd
1 Nyeri Kronis b/d Agen pencendera fisiologis : inflamasi pada sendi
Rabu,03
Maret 2021 15.15 S: P: klien mengatakan masih nyeri dan sulit bergerak atau beraktivitas saat nyeri itu muncul Q: nyeri terasa mencengkram
R: nyeri di tengkuk S: skala 4
T: hilang timbul
O: TD: 160/100 mmHg, Nadi : 83x/menit, , RR: 20x/menit, S :.36°C, S : 36°C A:Masalah nyeri kronis belum teratasi P:Lanjutkan Intervensi
1. Mengkaji skala nyeri
2. Anjurkan minum obat secara teratur dan tepat Kamis, 04
Maret 2021 15.10 S: P: klien mengatakan nyeri mulai berkurang dan klien dapat bergerak atau beraktivitas secara bertahap
Q: nyeri terasa mencengkram R: nyeri di tengkuk
S: skala 4 T: hilang timbul
O: TD: 160/100 mmHg, Nadi: 83x/menit, , RR: 20x/menit, S : 36,5°C
A:Masalah nyeri kronis teratasi sebagian P:Lanjutkan Intervensi
1. Berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (Terapi pijat)
81 R: nyeri di tengkuk
S: skala 3 T: hilang timbul
O: TD: 170/100 mmHg, Nadi: 83x/menit, , RR: 20x/menit, S : 36°C
A:Masalah nyeri kronis teratasi sebagian
P:Masalah teratasi sebagian dan Intervensi Hentikan 2 Intoleransi aktifitas b.d
Imobilitas Rabu, 03
Maret 2021 15.15 S: Klien mengatakan sulit bergerak ketika nyeri itu muncul tiba-tiba dan terbangun dari tidur saat nyeri itu muncul
O:TD: 160/100 mmHg, Nadi : 83x/menit, , RR: 20x/menit, S :.36°C, S : 36°C
Klien nampak mempraktikan relaksasi otot progresif sesuai intruksi meskipun ada beberapa gerakan yang kurang tepat.
A: Masalah keperawatan intoleransi aktivitas teratasi sebagian.
P:Lanjutkan Intervensi.
Memonitor pola tidur klien Kamis, 04
Maret 2021 15.10 S: Klien mengatakan sudah dapat bergerak secara bertahap ketika nyeri itu muncul tiba-tiba dan klien sudah mulai terbiasa saat nyeri itu muncul
O:TD: 160/100 mmHg, Nadi : 83x/menit, , RR: 20x/menit, S :.36°C, S : 36°C
Klien mampu melakukan gerakan senam relaksasi progresif tetapi masih sering lupa.
A: Masalah keperawatan intoleransi aktivitas teratasi sebagian
P:Lanjutkan Intervensi
82 3. Anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
4. Anjurkan klien untuk melakukan latihan rentang gerak pasif dan aktif setiap hari
Jum’at, 05
Maret 2021 15.20 S: Klien mengatakan sudah dapat bergerak secara bertahap ketika nyeri itu muncul tiba-tiba dan klien sudah mulai terbiasa saat nyeri itu muncul
O: TD: 170/100 mmHg, Nadi : 83x/menit, , RR: 20x/menit, S :.36°C, S : 36°C
Klien mampu mempraktekkan kembali senam seralksasi otot progresif, meskipun tidak berurutan.
A: Masalah keperawatan insomnia teratasi sebagian P:Masalah teratasi sebagian dn an Intervensi Hentikan
83
Dalam pembahasan ini penulis akan menguraikan tentang kesenjangan yang terjadi antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus dalam asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosa medis Hipertensi di Desa Suko Pohjentrek Pasuruan yang meliputi pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evlauasi.
4.1 Pengkajian 4.1.1 Identitas
Jadi klien adalah seorang perempuan bernama Ny.S berusia 65 tahun. Menurut Ardiansyah M.,(2018) orang beresiko hipertensi yaitu jenis kelamin laki-laki berusia 35-50 tahun dan wanita yang telah menopouse beresiko tinggi mengalami hipertensi. Pada pengkajian identitas tidak terdapat kesenjangan antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus dikarenakan usia 35-50 dan wanita yang telah menopouse tergolong lanjut usia. Menurut kementrian RI (2017) lansia yang berusia 60 atau lebih dengan masalah kesehatan merupakan lansia resiko tinggi.
4.1.2 Riwayat kesehatan 4.1.2.1 Keluhan Utama
Jadi pada pasien hipertensi akan mengalami keluhan pegal- pegal, nyeri pada tengkuknya, pusing dan sulit bergerak ketika nyeri muncul. Menurut Kusuma, H (2016) biasanya klien datang ke klinik pengobatan atau dokter praktek dengan kondisi mengeluh sakit kepala, pusing dan kelelahan.
Untuk keluhan utama disini tidak ada kesenjangan di karenakan klien dengan hipertensi mengalami peningkatan pembuluh darah ke otak sehingga mengakibatkan nyeri pada kepala.
4.1.2.2 Riwayat Penyakit Sekarang
Jadi klien merasakan pegal-pegal, nyeri pada tengkuknya, pusing dan sulit bergerak ketika nyeri muncul. Menurut Dermawan (2016), kronologi peristiwa pada saat terjadi nyeri pada kepala disertai dengan kelelahan, dan pundak terasa berat.
Pada pengkajian ini terdapat kesenjangan di karenakan klien tidak merasakan berat pada pundak. Hal ini di karenakan klien tidak banyak melakukan aktivitas yang berat.
4.1.2.3 Riwayat Kesehatan Dahulu
Jadi klien pernah memiliki riwayat penyakit hipertensi.
Menurut Dermawan (2016), penyakit berat yang di alami klien bisa kambuh kembali. Pada pengkajian ini tidak terdapat kesenjangan di karenakan klien juga memiliki riwayat penyakit hipertensi.
4.1.2.4 Riwayat Kesehatan keluarga
Jadi ada anggota keluarga yang menderita penyakit sama dengannya (Ibu kandung). Menurut Dermawan (2016), Kemungkinan dari keluarga pernah mengalami atau menderita penyakit yang sama. Pada pengkajian ini tidak terdapat kesenjangan di karenakan, adanya penyakit genetik pada keluarga
yang memiliki potensi lebih tinggi mengidap penyakit hipertensi menurut Ardiansyah M., (2018).
4.1.2.5 Lingkungan Rumah
Jadi klien tinggal dirumahnya hanya 2 orang yaitu dirinya dan suami. Klien juga mengatakan kondisi rumahnya memiliki penerangan, sirkulasi udara yang cukup dan klien mengatakan selalu membersihkan dan merapikan rumah. Sedangkan, Pada tinjauan pustaka tidak di jabarkan tentang lingkungan rumah dan komunitas.
4.1.2.6 Perilaku Yang Mempengaruhi Kesehatan
Jadi pada klien mempunyai kebiasaan memakan jeroan dan makanan yang me juga dapat mempengaruhi kesehatan seperti, ansietas, depresi,
dan euphoria atau marah kronik. Pada pengkajian ini tidak terdapat kesenjangan dikarenakan, klien memakan jeroan atau makanan yang tinggi lemak hal ini dapat memicu tekanan darah melonjak dan tidak terkontrol.
4.1.2.7 Pemeriksaan Fisik 1.) Aktivitas Istirahat
Jadi frekuensi dan irama jantung (regular) klien normal.
Menurut Dermawan (2016) pada klien dengan hipertensi terjadi peningkatan frekuensi jantung dan perubahan irama jantung. Pada tinjauan kasus frekuensi dan irama jantung (regular) kllien normal. Pada pengkajian ini terdapat