BAB V PENUTUP
B. Saran 87
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis peroleh, maka penulis mengemukakan sara-saran sebagai berikut:
1. Bagi peneliti lain,
a. perlu adanya pertimbangan faktor-faktor lain yang memungkinkan dapat mempengaruhi disposisi matematis siswa, seperti lingkungan sosial dan kemampuan matematika yang dimiliki siswa.
b. Gaya belajar kolb dapat dijadikan alternatif untuk mengetahui disposisi matematis siswa.
2. Bagi guru, perlu adanya perhatian yang khusus bagi siswa yg mempunyai gaya belajar kolb tipe diverger dan acomodator untuk meningkatkan disposisi matematis siswa agar lebih tertarik dan bersikap positif terhadap pelajaran matematika.
DAFTAR PUSTAKA
Ari Mastuti, Rima. (2016). “Identifikasi Disposisi Matematika Siswa dalam Pembelajaran Socrates Kontekstual pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel pada Siswa Kelas VIII SMP.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika.
Iftian Hakima, Nanda. (2020). “Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Ditinjau dari Gaya Belajar Tipe Kolb pada Materi Bilangan Bulat.”
Delta.
Widyasari, Nurbaiti, Jarnawi Afgani Dahlan, Stanley Dewanto. (2016).
“Meningkatkan Kemmapuan Disposisi Matematis Siswa SMP Melalui Pendekatan Metaphorical Thinking.” Fibonacci.
Melinda, Gita, Asih Widi Wisudawati. (2018). “Identifikasi Gaya Belajar Model Kolb Terhadap Peserta Didik MAN II Yogyakarta,” Jurnal Pendidikan Sains.
Sunendar, A. (2016). “Mengembangkan disposisi matematik melalui model pembelajaran kontekstual.” Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics).
Lien, et.al, (2011), A Study of Kolb Learning. Style on Experiential.Learning.Industrial.Education and Technology.
Siti Nur Aliah, dkk. (2020). “Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dan Disposisi Matematika Siswa pada Materi SPLDV.”
Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif.
Depdiknas. (2008). “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.” Jakarta : Dikmenum. Depdiknas
Wardani, S. (2008). “Pembelajaran Inkuiri Model Silver untuk Mengembangkan Kreativitas dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Sekolah Menengah Atas.” Bandung: Disertasi UPI Bandung.
DePorter, B. & Hernacki, M. (2015). Quantum Learning. Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.
Adnan dkk. (2017). “Identifikasi Keterampilan Belajar (Study Skills) dan Gaya Belajar (Learning Style) Mahasiswa Jurusan Biologi.” Simposium Nasional MIPA Universitas Negeri Makassar.
Annizar, A. M. R. (2015). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Soal PISA Menggunakan Model Ideal pada Siswa Usia 15 Tahun di SMA Nuris Jember.
Kolb, A.Y, Kolb, D.A. (2005). Learning styles and learning spaces: Enhancing experiential learning in higher education. The Academy of Management Learning and Education.
Nugroho, Putri Utami dkk. (2016). Aplikasi Test Personality dan Learning Style Inventory Berbasis Web Untuk Mahasiswa Universitas Klabat: Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia.
Indah, Wahyuni. (2023). Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Berdasarkan Gaya Belajar pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.
Given, Lisa M (2008). The Sage Encyclopedia of Qualitative Research Methods, Los Angeles, Sage Publication.
Martono, Nanang. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif: Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Yusuf, A. Muri. (2014). Metode Penelitian: Kuantitatif dan Penelitian Gabungan, .Jakarta: Kencana.
Raco, J.R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya.. Jakarta: Grasindo.
Herdiansyah, Haris. (2019). Metodelogi Pendidikan Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Eka Lestari, Karunia dan Mokhamad Ridwan Yudhanegara. (2017). Penelitian Pendidikan Matematika, Bandung: Refika Aditama.
Mardapi. (2008). Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes. Yogyakarta:
Mitra Cendikia.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian dan Pengembangan. Bandung: Alfabeta.
Miles,M.B, Huberman,A.M, dan Saldana,J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press.
Kholil, Mohammad. (2022). Matematika Dasar. Bantul: Lembaga Ladang Kata.
Nurfitriyanti, Maya. (2017). Peningkatan Kemampuan Disposisi Matematika melalui Pembelajaran Berbasis Aktivitas Siswa. Jurnal SAP.
Yulianti, Siska. (2019). Kontribusi Kemampuan Number Sense, Komunikasi Matematis dan Disposisi Matematis terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Gatak. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Lampiran 1. Matriks Penelitian
MATRIKS PENELITIAN
Profil Disposisi Matematis Siswa Berdasarkan Gaya Belajar Kolb Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Judul Rumusan Masalah Variabel Indikator Sumber Data Metode Penelitian
Profil Disposisi Matematis Siswa Berdasarkan Gaya Belajar Kolb Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Bagaimana disposisi
matematis siswa berdasarkan gaya belajar kolb dalam
menyelesaikan masalah matematika?
1. Disposisi matematis 2. Gaya belajar
tipe kolb 3. Menyelesaik
an masalah
Indikator kemampuan disposisi
1. Peraya Diri 2. Keingintahuan 3. Ketekunan 4. Fleksibel 5. Keingintahuan
1. Informasi dari guru dan siswa
2. Buku yang relevan 3. Penelitian
yang relevan 4. Hasil
observasi 5. Hasil tes 6. Hasil
wawancara
1. Jenis penelitian : Deskriptif dengan pedekatan kualitatif 2. Subjek penelitan :
Siswa MTs Unggulan Nuris Kelas VIII 3. Teknik pengumpulan
data : Observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi
4. Teknik analisis data : Miles, Huberman dan Saldana (kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) 5. Keabsahan data :
triangulasi sumber dan triangulsi teknik
Lampiran 2. Jurnal Penelitian
JURNAL PENELITIAN
Hari/Tanggal Kegiatan Paraf
Senin, 13 Februari 2023
Memberikan Surat Izin Penelitian
(Dr. Hasantul Khalidiyah, M.Pd.I.) Selasa, 14
Februari 2023
Memberikan angket KLSI kepada siswa
kelas VIII E (Rachmad Ramadani, S.Pd.) Jumat, 17
Februari 2023
Memberikan tes berupa soal sekaligus
observasi bersama
guru matematika (Rachmad Ramadani, S.Pd.) Selasa, 21
Februari 2023
Wawancara kepada siswa yang telah
ditentukan (Rachmad Ramadani, S.Pd.) Rabu, 01 Maret
2023
Meminta surat keterangan selesa
penelitin di lembaga (Dr. Hasantul Khalidiyah, M.Pd.I.)
Lampiran 3. Surat Izin Penelitian
Lampiran 4. Surat Keterangan Selesai Penelitian
Lampiran 5. Lembar Observasi Siswa
Lembar Observasi Siswa Nama Siswa :
Kelas : Pelajaran :
Berilah tanda Cheklist pada kolom “YA” atau “TIDAK” yang sesuai dengan pendapat anda.
NO ASPEK INDIKATOR YA TIDAK
1 Percaya Diri
Percaya terhadap kemampuannya
Berani mengerjakan di depan kelas
2 Keingintahuan
Sering mengajukan pertanyaan
Banyak membaca/mencari sumber lain
3 Ketekunan
Memperhatikan
Bersungguh-sungguh
4 Fleksibilitas
Berkerjasama dan berbagi pengetahuan
Berusaha mencari solusi/strategi yang lain
5 Reflektif
Bertindak dan berhubungan dengan matematika
Memliki rasa senang terhadap matematika
Lampiran 6. Lembar Observer 1(Guru) 1. Subjek A14
2. Subjek A21
3. Subjek A7
4. Subjek A6
Lampiran 7. Angket KLSI(kolb learning style inventory) Instrumen Penelitian
Angket KLSI (Kolb Learning Style Inventory) Nama :
Kelas :
Sekolah :
Angket Persepsional Gaya Belajar
Petunjuk : Bubuhkan tanda centang (v) pada pilihan “Ya” jika sesuai dengan karakter anda dan pada pilihan “Tidak” jika tidak sesuai dengan karakter anda. Pilihan anda tidak mempengaruhi nilai sekolah, dimohon untuk menjawab dengan jujur.
No. Pernyataan
Pilihan Ya Tidak 1
Saya memecahkan masalah matematika yang diberikan oleh guru.
2
Saya tertarik mempelajari matematika dengan mengerjakan soal matematika.
3 Saya bertanya pada guru mengenai materi-materi yang sulit.
4 Saya kurang dapat bersosialisasi dengan teman.
5
Dalam berdiskusi, saya tidak pernah memihak ke salah satu pendapat teman.
6 Saya tidak mudah dalam mengambil kesimpulan.
7
Ketika berdiskusi, saya lebih suka mendengarkan pendapat orang lain daripada harus berpendapat.
8
Saya lebih suka memiliki banyak sumber informasi (seperti buku dan LKS) untuk mencari materi matematika.
9
Saya lebih suka mempertimbangkan sesuatu sebelum mengerjakannya.
10 Saya merasa ingin tahu mengenai sesuatu yang dipikirkan teman.
11 Ketika berdiskusi, saya suka membahas langsung pada inti permasalahan
12 Saat mendengarkan ide teman, saya suka langsung menerapkan.
13 Saya memiliki ide praktis dalam menyelesaikan masalah.
14 Saya menulis materi matematika dengan singkat dan jelas.
15 Saya tidak suka jika teman mengajukan pernyataan yang menyimpang saat diskusi.
16 Saya suka mengerjakan PR matematika yang diberikan guru.
17 Saya suka menjawab pertanyaan dari guru.
18 Saya lebih suka merespon secara spontan.
19 Ketika ada teman yang kesusahan maka saya akan bergegas membantu.
20 Ketika berdiskusi, saya aktif dalam berbicara.
Lampiran 8. Angket Subjek Siswa 1. Subjek A14
2. Subjek A21
3. Subjek A7
4. Subjek A6
Lampiran 9. Data Siswa dan Pengelompokan Tipe Gaya Belajar Kolb
No Kode Nama
Tipe Gaya Belajar 1 A1
ADITYA PRATAMA HARDIYANTO Diverger
2 A2
AGUNG MAULANA IBRAHIM Assimilator
3 A3
AHMAD HUMAIDI Converger
4 A4
AHMAD RAMADHANI Assimilator
5 A5
AHMAD THUFAIL Assimilator
6 A6
ALIF FAIQ AZIZI KURNIAWAN Accomodator
7 A7
ANDARU I`AM RAMADAN Assimilator
8 A8
AZZAMU ROCHMAN SIQI Assimilator
9 A9
DZAKY AL MUSYAFFA SUGIANTO Assimilator
10 A10
FAZA AHMAD ARRIFANI Diverger
11 A11
HADSIQ HUMAIDY Diverger
12 A12
HELMAN ARIF Converger
13 A13
M. FADILLAH BAGUS ANGGARETA Assimilator 14 A14
M. NUR REYZALDI Converger
15 A15 MOH. ABDUL MAJID SYAMSI Diverger
16 A16
MOH. ALDI FIRMANSYAH Converger
17 A17
MUHAMMAD AGIL FATHONI Diverger
18 A18
MUHAMMAD ALDI FIRMANSYAH Assimilator
19 A19
MUHAMMAD ALDIAN FAIZUN IRSYAD Converger
20 A20
MUHAMMAD ALTHAF HAIDAR ALIF Converger
21 A21
MUHAMMAD FATHUR ROHMAN Diverger
22 A22
MUHAMMAD JEFRY GIOVANI Assimilator
23 A23
MUHAMMAD KAFIN AZKA ALGHIFARI Accomodator 24 A24
RAIHANUN NAFIS Assimilator
25 A25
ROBITH ISLAM KAFABI Accomodator
26 A26
ROIHAN ROBBANI FARHAN Assimilator
27 A27
SAYYID HUSEIN AHMADINEJAD Assimilator
28 A28
SULTHAN ZAHID IBNU KHOMEINI Converger
29 A29
SULTON HAQIQI Diverger
30 A30
SYAFIQ ABDUL HAKIM Accomodator
Lampiran 10. Hasil Skor Angket dan Pengelompokan Tipe Gaya Beljar Kolb
Hasil Skor Angket dan Pengelompokan Tipe Gaya Beljar Kolb No Kode
CE RO AC AE Diver
ger
Conve rger
Assim ilator
Accomodat
or Tipe Gaya Belajar 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1
0 1 1
1 2
1 3
1 4
1 5
1 6
1 7
1 8
1 9
2 0
CE+
RO
AC+
AE
RO+
AC AE+CE
1 A1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 8 3 6 5 Diverger 2 A2 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 6 6 8 4 Assimilator 3 A3 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 4 9 7 6 Converger 4 A4 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 5 7 8 4 Assimilator 5 A5 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 7 6 9 4 Assimilator 6 A6 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 6 5 2 9 Accomodator 7 A7 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 6 5 7 5 Assimilator 8 A8 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 6 7 10 3 Assimilator 9 A9 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 5 7 9 3 Assimilator 10 A10 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 8 3 4 7 Diverger 11 A11 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 9 3 7 5 Diverger 12 A12 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 5 8 6 7 Converger 13 A13 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 7 5 8 4 Assimilator 14 A14 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 10 8 7 Converger 15 A15 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 7 3 6 4 Diverger 16 A16 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 3 8 6 5 Converger 17 A17 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 7 1 3 5 Diverger
18 A18 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 7 5 8 4 Assimilator 19 A19 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 2 9 5 6 Converger 20 A20 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3 9 6 6 Converger 21 A21 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 8 3 6 7 Diverger 22 A22 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 5 7 8 4 Assimilator 23 A23 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 5 6 4 7 Accomodator 24 A24 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 7 5 9 3 Assimilator 25 A25 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 4 7 3 8 Accomodator 26 A26 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 5 6 8 3 Assimilator 27 A27 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 6 5 8 3 Assimilator 28 A28 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3 9 6 6 Converger 29 A29 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 10 3 6 7 Diverger 30 A30 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 4 7 3 8 Accomodator
Lampiran 11. Kisi-kisi Instrumen Soal
Kisi-kisi Instrumen Soal
NO KOMPETISI DASAR MATERI INDIKATOR LEVEL
KOGNITIF NO. SOAL
1
2.1 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel yang berhubungan dengan kehidupan sehari- hari
Sistem Persamaan Linier Dua Variabel
Siswa dapat menyelesaikan SPLDV berkaitan dengan masalah beras dan
gula C4 1
Siswa dapat menemukan nilai x dan y dari SPLDV yang disajikan
2
2.2 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel yang berhubungan dengan kehidupan sehari- hari
Sistem Persamaan Linier Dua Variabel
Siswa dapat menyelesaikan SPLDV berkaitan dengan masalah pendapatan
tukang parkir truk tronton dan mobil C4 2 Siswa dapat menemukan nilai x dan y
dari SPLDV yang disajikan
Keterangan: C1 = Mengetahui ; C2 = Memahami ; C3 = Menerapkan ; C4 = Menganalisis ; C5 = Menciptakan ; C6 = Mengevaluasi
Lampiran 12. Lembar Tes Pemecahan Masalah
Lembar Tes Pemecahan Masalah Siswa
Nama :
Kelas :
Materi : Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Alokasi Waktu : 15 Menit
Petunjuk : Jawablah pertanyaan uraian dibawah ini dengan benar beserta caranya
1. Rozi membeli 4 kg beras dan 6 kg gula di toko seharga Rp. 40.000., sedangkan harga 1 kg gula ialah 2 kali harga 1 kg beras. Berapa harga masing-masing 1 kg gula dan 1 kg beras?
2. Dalam sebuah tempat parkir terdapat 30 kendaraan yang terdiri dari truk tronton dan mobil. Jika dihitung roda keseluruhan ada 140 buah. Biaya parkir sebuah truk tronton Rp. 5.000, sedangkan biaya parkir sebuah mobil Rp.
3.000. berapa pendapatan uang parkir dari kendaraan yang ada tersebut?
Jawaban
Lampiran 13. Lembar Jawaban Siswa dan Pedoman Penskoran
NO JAWABAN INDIKATOR SKOR
1
Diketahui:
harga 1 kg gula adalah 2 kali harga 1 kg beras. Harga 4 kg beras dan 6 kg gula adalah 40.000.
Ditanya:
berapa harga 1 kg gula dan 1 kg beras?
Memahami
masalah 1
Misalkan x adalah harga gula per kg, dan y adalah harga beras per kg.
Dari masalah di atas, kita memiliki persamaan sebagai berikut:
x = 2y
4y + 6x = 40.000
Sehingga dapat ditulis sistem persamaan linier sebagai berikut.
x = 2y;(1)
4y + 6x = 40.000 (2)
Merencanakan
penyelesaian 1
Substitusikan (1) ke (2) sehingga diperoleh 4y + 6x = 40.00
-> 4y + 6(2y) = 40.000 → 4y + 12y = 40.000 → 16y = 40.000
→ y = 2500 Sehingga, x = 2y = 2(2500) = 5000
Penyelesaian sistem persamaan di atas adalah (5000, 2500)
Jadi, harga gula per kg adalah Rp. 5000 dan harga beras per kg adalah Rp. 2500.
Melakukan
penyelesaian 1
Pembuktian 4y + 6x = 40.000
4(2.500) + 6(5.000) = 40.000
Melakukan pengecekan kembali
1
2
Diketahui:
Jumlah seleuruh kendaraan 30 dan terdapat 140 roda. Biaya parkir truk tronton Rp.
5.000 dan mobil Rp 3.000.
Ditanya:
Berapa pendapatan uang parkir dari kendaraan yang ada tersebut?
Memahami
masalah 1
Misal: Banyaknya truk tronton = x Banyaknya mobil = y
Diperoleh persamaan: x + y = 30...(1) 6x + 4y = 140...(2)
Merencanakan
penyelesaian 1
Menghitung banyaknya truk tronton dengan cara subtitusi nilai y = 30 – x ke persamaan 6x + 4y = 140.
6x + 4y = 140 6x + 4(30 - x) = 140 6x + 120 – 4x = 140 2x = 140 – 120 2x = 20
x = 10
menghitung banyaknya mobil (nilai y):
y = 30 – x y = 30 – 10 y = 20
jadi , pendapatan uang parkir dari kendaraan yang ada tersebut adalah
= x . Rp. 5.000 + y . Rp. 3.000 = 10 . Rp. 5.000 + 20 . Rp. 3.000 = Rp. 50.000 + Rp. 60.000 = Rp. 110.000
Jadi, jumlah pendapatan uang parkir dari truk tronton dan mobil ialah sebesar Rp.
110.000
Melakukan
penyelesaian 1
pembuktian : 6x + 4y = 140 6(10) + 4(20) = 140
Melakukan pengecekan kembali
1 Jawaban benar = x
Skor maksimal = 8 Nilai perolehan = x 100
Lampiran 14. Lembar Validasi Tes Pemecahan Masalah 1. Validator Pertama
2. Validator Kedua
Lampiran 15. Lembar Hasil Tes Siswa 1. Subjek A14
2. Subjek A21
3. Subjek A7
4. Subjek A6
Lampiran 16. Lembar Pedoman Wawancara Pedoman Wawancara
Pedoman wawancara dibuat untuk menggali informasi lebih lanjut terkait kemampuan disposisi matematis siswa berdasarkan gaya belajar kolb dalam menyelesaikan masalah matematika yang telah diperoleh melalui tes. Dalam penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur untuk mencari lebih dalam lagi mengenai proses kemampuan berpikir kritis siswa. Wawancara dilaksanakan setelah diketahui hasil tes. Pedoman wawancara yang digunakan dalam penelitian ini hanya berupa garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.
Petunjuk wawancara :
1. Pertanyaan wawancara yang diajukan disesuaikan dengan kemampuan disposisi matematis subjek penelitian pada hasil tes kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika.
2. Pertanyaan yang diberikan untuk setiap subjek tidak harus sama, tetapi memuat pokok pembahasan yang sama.
3. Apabila subjek penelitian mengalami kesulitan memahami pertanyaan yang diajukan, subjek penelitian akan diberikan pertanyaan yang lebih sederhana dengan inti persoalan yang sama.
Pelaksanaan wawancara :
Subjek penelitian diberi tes untuk mengukur proses menyelesaian masalah matematika. Setelah hasil keluar, subjek penelitian diwawancarai terkait dengan disposisi matematis. Pertanyaan yang dapat diajukan oleh peneliti bersifat dapat berkembang sesuai dengan jawaban subjek dan disesuaikan dengan hasil dari tes setiap subjek yang diwawancarai. Berikut inti persoalan yang akan ditanyakan dalam tahap wawancara :
NO PERTANYAAN ASPEK INDIKATOR
1 Apakah kamu menyukai pelajaran
matematika? Mengapa? Reflektif
Memiliki rasa senang terhadap
matematika 2 Apakah kamu senang ketika
mengerjakan soal matematika? Reflektif
Bertindak dan berhubungan
dengan
Mengapa? matematika 3
Apakah kamu bertanya pada guru ketika ada materi yang kurang dipahami? Mengapa?
Keingintahuan
Sering mengajukan
pertanyaan
4
Apakah kamu memperhatikan ketika guru sedang menjelaskan?
Mengapa?
Ketekunan Memperhatikan
5
Apakah kamu senang bertukar pendapat ketika berdiskusi kelompok? Mengapa?
Fleksibilitas
Bekerjasama dan berbagi pengetahuan
6
Apakah kamu mempelajari terlebih dahulu materi yang akan dipelajari?
Ketekunan Bersungguh- sungguh
7
Apa yang kamu lakukan ketika mendapat soal matematika yang sulit? Mengapa?
Fleksibilitas
Banyak membaca/mencari
sumber lain
8 Apakah kamu berani mengerjakan
soal di depan kelas? Mengapa? Percaya diri
Berani mengerjakan di
depan kelas
9
Apakah kamu percaya diri ketika ditugaskan guru untuk
mengerjakan soal matematia?
Mengapa?
Percaya diri Percaya terhadap kemampuannya
10
Ketika kamu mengarjakan soal matematika, apakah kamu mencari sumber lain untuk
menyelesaikannya? Mengapa?
Keingintahuan
Banyak membaca/mencari
sumber lain
Lampiran 17. Lembar Pedoman Wawancara 1. Validator Pertama
2. Validator Kedua
Lampiran 18. Validasi Instrumen Tes Pemecahan Masalah No. Aspek yang dinilai
Penliaian
Ii Va Validator
1
Valdator 2
1 Validasi Isi
Soal yang dibuat dengan tingkat kelas yang digunakan
2 4 3
3 Soal yang dibuat
sesuai dengan indikator menyelesaikan masalah
3 4 3
Kejelasan isi soal 3 4 3
2 Validasi Bahasa
Kesesuaian bahasa pada soal sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
3 3 3
Kalimat yang digunakan dalam soal tidak
menimbulkan makna ganda atau ambigu
3 4 3
Lampiran 19. Validasi Instrumen Pedoman Wawancara No. Aspek yang dinilai
Penliaian
Ii Va Validator
1
Valdator 2 1 Validasi
Isi
Kesesuaian
pertanyaan dengan tujuan pertanyaan
3 4 3
3 2 Validasi
Bahasa
Kesesuaian bahasa pada soal sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
3 4 3
Kalimat yang digunakan pada pertanyaan tidak menimbulkan makna ganda
3 4 3
Kalimat yang digunakan pada pertanyaan
menggunakan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan komutatif
2 4 3
Lampiran 20. Dokumentasi
Pemberian Angket KLSI dan Tes Pemecahan Masalah
Subjek A6 Mengerjakan Tes Pemecahan Masalah di Depan Kelas