BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2 Saran
34 BAB V PENUTUP
35
DAFTAR PUSTAKA
Aini, N., Rahayu, T. 2015. Media Alternatif untuk Pertumbuhan Jamur Menggunakan Sumber Karbohidrat yang Berbeda. Seminar Nasional XII Pendidikan Biologi FKIP UNS 2015. Surakarta
Amir, Nur Indah Sari. 2018. Tepung Talas sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Candida albicans dan Asperfillus sp. Skripsi. Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang
Brooks, G. F. dkk. 2010. Mikrobiologi Kedokteran Edisi 25. Jakarta: EGC
Farizal, J dan Abdul Rahman Serbasa Dewa, E. 2017. Identifikasi Candida albicans pada Saliva Wanita Penderitas Diabetes Melitus. Jurnal Teknologi Laboratorium (Volume 6, Nomor 2)
Firmansyah, Ahmad. 2017. Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi dalam Menghambat Pertumbuhan Candida albicans. KTI. Jombang: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika
Gladisca, Nova. 2014. Membandingkan Efektivitas Infusa Jintan Hitam dengan Ketokonazole terhadap Pertumbuhan Candida albicans. Sumatera Barat:
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perintis
Gunawan, Adi, Eriawati, dan Zuraidah. 2015. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Sirih (Piper sp.) terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans. Prosiding Seminar Nasional Biotik
Indrayati, Sri dan Reszki Intan Sari. 2018. Gambaran Candida albicans pada Bak Penampung Air di Toilet SDN 17 Batu Banyak Kabupaten Solok. Jurnal Kesehatan Perintis (Volume 5 Nomor 2)
Jawetz, Melnick dan Adelberg. 2010. Medical Microbiology Edisi 25. USA:
McGraw-Hill
Jiwintarum, Yunan dkk. 2017. Media Alami untuk Pertumbuhan Jamur Candida albicans Penyebab Kandidiasis dari Tepung Biji Kluwih (Artocarpus Communis). Jurnal Kesehatan Prima (Volume 11 Nomor 2, Agustus 2017) Junesti, Lucya Resya. 2013. Uji Aktivitas Anti Jamur Infusa Daun Pegagan (Centella asiatica) terhadap Candida albicans. Padang: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perintis Sumbar.
Maharani, Setiawati. 2012. Pengaruh Pemberian Larutan Ekstrak Siwak (Salvadora persica) pada Berbagai Konsentrasi Terhadap Pertumbuhan Candida albicans. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
36
Mayasari, Rani. 2015. Kajian Karakteristik yang Dipengaruhi Perbandingan Tepung Ubi Jalar (Ipomea batatas L.) dan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.). Skripsi. Bandung: Fakultas Teknik Universitas Pasundan
Mustiawati dan Keumala V. 2016. Pemeriksaan Mikrobiologi pada Candida albicans. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala (Volume 16 Nomor 1)
Muwarni, S. 2015. Dasar-dasar Mikrobiologi Veteriner Edisi 1. Malang:
Universitas Brawijaya Press
Naim, Nurlia. 2016. Pemanfaatan Bekatul Sebagai Media Alternatif untuk Pertumbuhan Aspergillus sp. Media Analis Kesehatan (Volume 7, Nomor 2)
Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta
Nursalam. 2017. Metodelogi Ilmu Keperawatan Pendekatan Praktis Edisi 5.
Jakarta: Salemba Medika
Rahayu, Puji. 2013. Konsentrasi Hambat Minimunm (KHM) Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans.
Makassar: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin
Simatupang, Olivia C., Jemmy Abidjulu dan Krista V. Siagian. 2017. Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap Pertumbuhan Candida albicans Secara In Vitro. Jurnal e-GiGi (eG) (Volume 5 Nomor 1, Januari-Juni 2017)
Sunarjono, Hendro. 2012. Kacang Sayur. Jakarta: Niaga Swadaya
Tamam, Badrud. 2019. Potensi Kacang Kedelai Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Jamur Candida Albicans. KTI. Jombang: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika
Uswatun, Aisiyah. 2011. Kandungan Gizi dan Serat pada Pembuatan Es Krim Kacang Merah. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta
Yuniarty, Tuty dan Anita Rosanty. 2018. Pemanfaatan Sari Pati Buah Sukun (Artocarpus altilis) sebagai Alternatif Media Pertumbuhan Aspergillus niger. Jurnal Ilmiah Biologi (Volume 5 Nomor 2, Desember 2017).
Yuniliani, Dewi, Wildiani Wilson, dan Joko Teguh Isworo. 2018. Pemanfaatan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L) Sebagai Media Alternatif Terhadap Pertumbuhan Trichophyton sp. Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Unimus (Volume 1, 2018).
37 LAMPIRAN 1. Surat Izin Penelitan
38
LAMPIRAN 2. Surat Keterangan Selesai Melakukan Penelitian
39
LAMPIRAN 3. Lembar Hasil Observasi No. Uji/Kegiatan
Pengamatan/Hasil
Keterangan Makroskopis Mikroskopis
1.
Kontrol positif (+) (media SDA yang diinokulasikan dengan jamur Candida albicans)
Putih kekuningan, berbau ragi, permukaan halus licin, tepian rata, koloni sedikit timbul dari
permukaan media, dan koloni
berjumlah banyak.
Bulat, lonjong, berukuran kecil, berdinding tipis, dan sel seperti ragi (blastopora).
Positif (+):
Terdapat jamur Candida albicans.
2.
Kontrol negatif (-) (media kacang merah yang tidak diinokulasikan dengan jamur Candida albicans)
Berwarna merah gelap dan terlihat transparan, tidak ditemukan mikroba
Tidak ditemukan mikroba
Tidak
terkontaminasi oleh mikroba lain
3.
Media Kacang Merah
(ulangan 1)
Putih kekuningan, berbau ragi, permukaan halus licin, tepian rata, koloni sedikit timbul dari
permukaan media, koloni berukuran
Bulat, lonjong, berukuran kecil, berdinding tipis, dan sel seperti ragi (blastopora).
Positif (+):
Terdapat jamur Candida albicans.
40
kecil-sedang, dan koloni berjumlah banyak.
4.
Media Kacang Merah
(ulangan 2)
Putih kekuningan, berbau ragi, permukaan halus licin, tepian rata, koloni sedikit timbul dari
permukaan media, koloni berukuran kecil-sedang, dan koloni berjumlah banyak.
Bulat, lonjong, berukuran kecil, berdinding tipis, dan sel seperti ragi (blastopora).
Positif (+):
Terdapat jamur Candida albicans.
5.
Media Kacang Merah
(ulangan 3)
Putih kekuningan, berbau ragi, permukaan halus licin, tepian rata, koloni sedikit timbul dari
permukaan media, koloni berukuran kecil-sedang, dan koloni berjumlah banyak.
Bulat, lonjong, berukuran kecil, berdinding tipis, dan sel seperti ragi (blastopora).
Positif (+):
Terdapat jamur Candida albicans.
41
LAMPIRAN 4. Dokumentasi Penelitian
Hari pertama (Proses pemurnian jamur Candida albicans)
Keterangan: Proses isolasi jamur Candida albicans
Hari kedua (Pembuatan media kacang merah dan SDA)
(1) (2)
(3) (4)
42
(5) (6)
(7) (8)
Keterangan: (1) Perendaman kacang merah, (2) Perebusan kacang merah, (3) Penyaringan air rebusan kacang merah, (4) Pembuatan media kacang merah, (5) Pengukuran pH media, (6) Sterilisasi media kacang merah, (7) Pemberian antibiotik chlorampenicol, (8) Pemindahan media ke petri dish, (9) Pembuatan media SDA, (10) Menunggu media menjadi padat dan dingin
43
Hari ketiga (Proses identifikasi isolat jamur Candida albicans dan proses inokulasi pada media alternatif kacang merah dan SDA
(1) (2)
(3) (4)
(5) (6)
Keterangan: (1) Pengamatan secara makroskopis, (2) Pembuatan slide, (3) Pengamatan secara mikroskopis, (4) Uji tabung kecambah, (5) Inokulasi koloni jamur Candida albicans pada media alternatif kacang merah dan SDA, (6) Inkubasi media
44
Hari keempat (Identifikasi koloni jamur Candida albicans pada media kacang merah dan SDA secara makroskopis dan mikroskopis)
(1) (2)
(3)
Keterangan: (1) Pengamatan koloni jamur Candida albicans pada media kacang merah secara makroskopis, (2) Pengamatan koloni jamur Candida albicans pada media SDA secara makroskopis, (3) Pengamatan koloni jamur Candida albicans pada media kacang merah dan SDA secara mikroskopis
45
Hasil Pengamatan
Makroskopis Mikroskopis
Kontrol positif (+) (media SDA yang diinokulasikan dengan jamur Candida albicans)
Kontrol negatif (-) (media kacang merah yang tidak diinokulasikan dengan jamur Candida albicans)
Media Kacang Merah (ulangan 1)
46
Media Kacang Merah (ulangan 2)
Media Kacang Merah (ulangan 3)