• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Saran

Berdasarkan simpulan, implikasi dan memperhatikan keterbatasan penelitian, maka dapat disampaikan beberapa saran sebagai berikut.

1. Disarankan pada guru dalam proses pembelajaran IPA untuk menggunakan model Problem Based Learning dengan memperhatikan karakter siswa yang ada untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan kemampuan berpikir kritis siswa.

96 Selain karakter siswa, hal tersebut dapat terjadi apabila kondisi dan situasi pembelajaran yang dilaksanakan sama atau hampir sama dengan proses pembelajaran dalam penelitian ini.

2. Disarankan kepada peneliti yang lain agar mengantisipasi suatu hal yang mengganggu kelancaran penelitian seperti menjalin koordinasi yang baik dengan pihak terkait dengan penelitian agar hal-hal yang menjadi kekurangan segera dapat teratasi.

97 DAFTAR PUSTAKA

Abdi, A. (2012). A Study on The Relation of Thinking Styles of Students and Their Critical Thinking Skills. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 47, 1719–1723.

Akdon dan Riduwan (2010). Rumus dan Data Dalam Analisis Statistika.

Cet 2, Alfabeta.

Amir., M. T. (2015). Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning.

Jakarta: Prenadamedia Group.

Anderson, L.W., dan Krathwohl, D.R. (2014). Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen.(Terjemahan Agung Prihantoro). Yogyakarta: Pustaka Belajar.(Buku asli diterbitkan tahun 2001).

Ariyana, Y., dkk. (2018). Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Ariyani, O. W., dan Prasetyo, T. (2021) Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu Research and Learning in Elementary Education. 5 (3): 1149 – 1160.

Bakir, S. (2015). Critical Thinking Disposition of Pre-Service Teacher.

Educational Research and Reviewe, 10 (2): 225-233.

Barrow, L.H. (2012). Helping Students Construct Understanding about Shadows. Canadian Center of Science and Education, 1 (2): 188- 191.

Bundu, P, Patta R, dan Sola, E. 2020. Model Praktikum Keterampilan Proses Sains dan Higher Order Thingking Skills (HOTS). Solok:

ICM Publisher.

Cekin, A. (2015). The Investigation of Critical Thinking Dispositions of Religious Culture and Ethics Teacher Candidates (The Case of Ankara University and Kastamonu University in Turkey). Journal of Education and Learning, 9 (2): 158-164.

97

98 Ciachai, L. dan Haiduc, L. (2009). Is Rommanian Science School Curricula Open Towards The Development of School Students Critical Thinking Skills. Acta Didactica Napocensia.2 (3). 9-18.

Costa, A.L. (1985). Developing minds:A Resource Book for Teaching Thinking.Virginia: Assiciation for Supervision and Curriculum Development.

Chukwuyenum, A. N. (2013).Impact of Critical thinking on Performance in Mathematics among Senior Secondary School Students in Lagos State:IOSR Journal of Research & Method in Education.3(5).18- 25.

Djamarah, S.B dan Zain, A. (2014). Strategi BelajarMengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Djiwandono, S. E. (2008). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Grasindo.

Dianawati, dkk. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap Keterampilan Berpikir Kritis IPA Siswa Kelas V SD No. 1 Ungasan Kecamatan Kuta Selatan Tahun Pelajaran 2016/2017. e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Mimbar PGSD Vol: 5 No: 2 Tahun: 2017.

Dikdasmen. (2017). Implementasi Pengembangan Kecakapan Abad 21 Dalam Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Jakarta:

Kemdikbud.

Duruk, U dan Akgun, A. (2016). The Investigation of Preservice Science Teachers‟ Critical Thinking Dispositions in the Context of Personal and Social Factors. Science Education International. 27 (1). 3-15.

Ejin, S. (2016). Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Pemahaman Konsep dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SDN Jambu Hilir Baluti 2 Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Jurnal Pendidikan, 65-71.

Fahim, M. (2012). Manipulating Critical Thinking Skills in Test Taking.

International Journal of Education Macrothink Institute. 4 (1) .153- 160.

Fiteriani, I, dan Baharudin. (2017). Analisis Perbedaan Hasil Belajar Kognitif Menggunakan Metode Pembelajaran Kooperatif Yang Berkombinasipada Materi IPA di MIN Bandar Lampung. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar. 4 (2): p-ISSN 2355-1925.

99 Feldman, Daniel A. (2010). Berpikir Kritis: Strategi untuk Pengambilan

Keputusan. Penerjemah: Ati Cahayani. Jakarta: PT. Indeks.

Fravitasari, dkk. (2018). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Proses Dan Hasil Belajar Muatan IPA Tema 8 Sub Tema 1 Kelas 4. Journal for Lesson and Learning Studies, 1 (3).

Gedik, H. (2013). Social studies teacher candidates criticalthinking skills.

Procedia-Social and behavioral sciences. 93,1020-1024.

Handayani, R. H., & Muhammadi (2020). Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di Kelas V SD. E-Jurnal Inovasi Pembelajaran SD. 8 (5): 78 – 88.

Haryanti, D, W. (2017). Model Problem Based Learning Membangun Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 3 No.2 Edisi Juli 2017.

Hidayah, R., dan Pratiwi Pujiastuti. (2016). Pengaruh PBL Terhadap Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Kognitif IPA Pada Siswa SD. Jurnal Prima Edukasia, 186 - 197.

Hosnan, M. (2016). Pendekatan Saintifik danKontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21, Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. Bogor: Ghalia Indonesia.

Ibda, F. (2015). PERKEMBANGAN KOGNITIF: TEORI JEAN PIAGET Perkembangan Kognitif: Teori Jean Piaget. NTELEKTUALITA, 27- 38.

Izzaty, R.E., dkk. (2008). Perkembangan Siswa. Yogyakarta: UNY Press.

Judge, B., Jones, P., dan McCreery, E. (2009). Critical Thinking Skills for Education Students. London: Learning Matters Ltd.

Kartimi, Liliasari dan Permanasari, A. (2012). Pengembangan Alat Ukur Berpikir Kritis Pada Konsep Senyawa Hidrokarbon Untuk Siswa SMA Di Kabupaten Kuningan. Jurnal Pendidikan MIPA ,13 (1), 18- 25.

Komalasari, K. (2015). Pembelajaran Kontekstual. Bandung: PT Refika Aditama.

Krathwohl, R. David. 2002. A Revision of Bloom's Taxonomy: An Overview. Theory Into Practice, 4 (4) 212-218.

100 Lastriningsih, L. (2017). Peningkatan Berpikir Kritis dan Prestasi Belajar Melalui Metode Inquiry pada Siswa Kelas IV SD. Jurnal Prima Edukasia. 5(1). 68-78.

Leicester, M dan Taylor, D (2010) Critical Thinking Across the Curriculum.

NewYork: Mc.Graw Hill.

Majid, A. (2013). Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Moore, K.D (2015). Effective Instructional Strategies: From Theory to Practice. London.SAGE Publication Inc.

Nofziarni, A., dkk. (2019). Pengaruh Penggunaan Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar.

Jurnal Basicedu Research and Learning in Elementary Education.

3 (4): 2016 – 2024.

Peter, E. E. (2012). Critical thinking: Essence for teaching mathematics and mathematics problem solving skills. African Journal of Mathematics and Computer Science Research. 5(3), 39-43.

Rahayuni, G. (2016). Hubungan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Literasi Sains Pada Pembelajaran IPA Terpadu Dengan Model PBM dan STM. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA, 131-146.

Rusmono. (2014). Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning itu Perlu untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru.

Bogor: Galia Indonesia.

Samatowa, Usman. (2011). Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta:

PT.Indeks.

Savery, J. R. (2006). Overview of Problem-based Learning:Definitions and Distinctions. The Interdisciplinary Journal, 9-20.

Setiawati, W., dkk. (2018). Buku Penilaian Berorientasi Higher Order Thinking Skills Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi. Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Setyowati, A., dkk. (2011). Implementasi Pendekatan Konflik Kognitif Dalam Pembelajaran Fisika Untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP Kelas VIII. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 89-96.

101 Siswanto, Asriyadin, Yusiran, dan B. Subali. (2017). Inquiry By Design Argumentation Activity: Melatihkan Kemampuan Kognitif Pada Pembelajaran Fisika. Gravity: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika, 51-65.

Sugiyono. (2012). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sumaryati, E dan Sumarmo, U. 2013. Pendekatan Induktif-Deduktif Disertai Strategi Thik-Pair-Square-Share Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Dan Berpikir Kritis Serta Disposisi Matemartis Siswa SMA. Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Bandung, 2 (1), 26-42.

Supratiknya, A. (2012). Penilaian Hasil Belajar dengan Teknik Nontes.

Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma.

Stobaugh, R (2013). Assessing Critical Thinking in Middle and High Schools: Meeting the Common Core. New York. Routledge.

Supiandi, J. M., dan Julung, H. (2016). Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah dan Hasil Belajar Kognitif Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Sains, 4(2), 60-64.

Susanto, A. (2016).Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar.

Jakarta.Prenadamedia Group.

Suyono, dan Hariyanto. (2017). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Syamsuri, A. S. (2017). Bahasa Indonesia Mata kuliah Dasar Umum.

Makassar: Pustaka Lontara.

Wallace, E.D. dan Jefferson, R.N. (2013). Developing Critical Thinking Skills for Information Seeking Success. New Review of Academic Librarianship, 19: 246–255.

Widoyoko, E.P. (2012). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian.

Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Yani, A., dan Mamat Ruhimat. (2018). Teori dan Implementasi Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama.

102

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Sarimuddin, lahir di Gunturu Bulukumba, Sulawesi Selatan Pada tanggal 25 Agustus 1984, anak tunggal dari pasangan Puang Galiri dan Puang Sannibo. Penulis telah menikah dengan Elvira Bahar, S.Pd.,Gr. Penulis telah menempuh pendidikan Sekolah Dasar (1992-1997), Sekolah Menengah Pertama (1997-2000), Sekolah Menengah Atas (2000-2003), pada tahun 2005 pada jurusan D2 PGSDI di STAI Al-Gazali Bulukumba sampai tahun 2007 dan melanjutkan jenjang S1 pada tahun 2013 jurusan PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar sampai tahun 2015. Pada tahun 2017 penulis melanjutkan pendidikan di jenjang S2 dengan memilih Program Studi Pendidikan Dasar (DIKDAS) pada program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar.

Penulis mengabdi di UPT SPF SD Negeri 194 Macinna Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba mulai tahun 2015 sampai sekarang. Untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd.), penulis melakukan penelitian di wilayah Gugus II termasuk sekolah tempat mengadi dengan judul tesis “Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Kognitif dan Keterampilan Berpikir Kritis Materi IPA Siswa Kelas V SD Di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba”.

103

LAMPIRAN - LAMPIRAN

104 Lampiran 1 Perangkat Pembelajaran Kelas Eksperimen (Model Problem Based

Learning) dan Kelas Kontrol (Model Konvensional)

a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN

(PERTEMUAN KE-1) Sekolah : SD Negeri 194 Macinna Kelas/Semester : V (Lima) / 2 (Genap)

Tema : 8 Lingkungan Sahabat Kita Sub tema : 1 Manusia dan Lingkungannya.

Pembelajaran : 1

Alokasi waktu : 4 x 35 menit A. Kompetensi Inti (KI)

KI 1 : Menerima dan menjalankan ajaran Agama yang dianutnya.

KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.

KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah.

KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No Kompetensi dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.8

Menganalisis siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan mahluk hidup

Menjelaskan manfaat air bagi manusia, hewan, dan tanaman

Mengidentifikasi tahapan siklus air yang terjadi di bumi

Memprediksi dampak keberlangsungan siklus air terhadap peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup.

4.8 Membuat karya tentang skema siklus air berdasarkan informasi dari berbagai sumber

Mendesain skema siklus air berdasarkan informasi dan sumber yang tepat

Menyajikan skema siklus air disertai kalimat penjelas.

C. Tujuan Pembelajaran

1. Setelah menerima permasalahan dari guru, siswa mampu menjelaskan manfaat air bagi manusia, hewan, dan tanaman dengan benar.

2. Melalui diskusi terbimbing, siswa mampu mengidentifikasi tahapan siklus air yang terjadi di bumi dengan runtut

3. Melalui diskusi terbimbing, siswa mampu memprediksi 3 dampak keberlangsungan siklus air terhadap peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup dengan cermat.

105 4. Setelah mendengarkan penjelasan guru siswa mampu mendesain skema siklus air

berdasarkan informasi dan sumber yang tepat

5. Setelah mendengarkan arahan dari guru, siswa dapat menyajikan skema siklus air disertai kalimat penjelas dengan benar

D. Materi Pembelajaran :

 Manfaat air bagi manusia, hewan, dan tanaman

 Tahapan Siklus Air

 Dampak keberlangsungan siklus air E. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran

1. Pendekatan : Saintifik

2. Model : Problem Based Learning

3. Metode : Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi, Penugasan F. Media, Alat dan Sumber Belajar

1. Media : Ms. Power Point 2. Alat : Laptop dan LCD

3. Sumber : Buku Guru, Buku Siswa, Pengalaman dan Lingkungan Siswa G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahuluan 1. Memberi salam, berdo‟a menurut agama dan keyakinan masing-

masing .

2. Melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa 3. Mengajak berdinamika dengan tepuk kompak 4. Mengajak semua siswa menyanyikan lagu “Syukur “ 5. Apersepsi:

Guru memberikan beberapa pertanyaan terkait dengan gambar yang ditayangkan

Fakta-fakta apa yang ditunjukkan gambar-gambar tersebut?

Apakah lingkungan berguna bagi manusia? Mengapa?

Keuntungan apa yang diperoleh manusia jika menjaga lingkungan?

Jawaban siswa dihubungkan dengan tema yang akan diajarkan.

6. Menginformasikan Tema dan sub tema yang akan dibelajarkan yaitu tentang.

15 menit

Inti Tahap 1

Mengorientasikan siswa terhadap masalah

1. Guru menyampaikan masalah dalam sebuah tes yang berjudul

“Demi Air Bersih, Warga Waborobo Rela Berjalan Sejauh 15

115 menit

106 Kilometer” pada buku siswa dengan memperlihatkan sebuah

gambar keadaan orang kesulitan air.

2. Siswa dalam kelompoknya mengamati dan memahami masalah yang disampaikan guru (mengamati).

Mengapa manusia/warga rela berjalan sejauh 15 km hanyak untuk mendapatkan air? Apakah pentingnya manfaat/fungsi air pada makluk hidup (manusia, hewan, dan tumbuhan?

Tahukah kalian jumlah air di bumi tetap. Mengapa demikian?

Karena air mengalami proses daur ulang yang terjadi terus menerus (siklus /daur air). Tentu kalian semua sering melihat hujan. Hujan adalah salah satu tahapan siklus air.

Bagaimanakah tahapan dari siklus/daur air yang terjadi di bumi?.

Jika air di bumi mengalami siklus air, mengapa pada musim kemarau biasa terjadi kekeringan? Apakah ada hubungannya dengan kegiatan manusia yang berdampak pada siklus air?

Tahap 2

Mengorganisasi siswa untuk belajar

3. Guru memastikan setiap anggota memahami tugas masing-masing dengan cara mendorong siswa agar bertanya tentang teks dan gambar yang diamati (menanya )

4. Siswa berdiskusi dan membagi tugas untuk mencari data/bahan- bahan/alat yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.

Tahap 3

Membimbing Penyelidikan individual maupun kelompok

5. Guru memantau keterlibatan siswa dalam pengumpulan data/bahan selama proses penyelidikan dengan dengan memberikan arahan pada siswa yang kesulitan

6. Siswa melakukan penyelidikan (mencari data/referensi/sumber) untuk bahan diskusi kelompok.

7. Siswa mendiskusikan hasil pengamatan, (mengumpulkan informasi)

Tahap 4

Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

8. Guru memantau diskusi dan membimbing pembuatan skema tahapan siklus air sesuai dengan informasi dan sumber yang telah diperoleh sehingga karya setiap kelompok siap untuk dipresentasikan.

9. Kelompok melakukan diskusi untuk menghasilkan solusi pemecahan masalah dan hasilnya dipresentasikan/disajikan (mengasosiasi ).

Tahap 5

Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 10. Guru membimbing presentasi dan mendorong kelompok

107 memberikan penghargaan serta masukan kepada kelompok lain.

Guru bersama siswa menyimpulkan materi serta memberi penguatan tentang pentingnya air bersih bagi kelangsungan hidup manusia dan peristiwa di bumi.

11. Setiap kelompok melakukan presentasi, kelompok yang lain memberikan apresiasi. Kegiatan dilanjutkan dengan merangkum/

membuat kesimpulan sesuai dengan masukan yang diperoleh dari kelompok lain (mengkomunikasikan)

Penutup 1. Guru memberikan umpan balik tentang manfaat air bagi tumbuhan, hewan, dan manusia .

2. Guru memberikan penguatan berupa tugas, memberikan pekerjaan.

3. Guru menyampaikan pesan moral pentingnya air bersih bagi kelangsungan hidup manusia dan peristiwa di bumi dan mensyukuri nikmat tuhan akan air bersih.

10 menit

H. Penilaian

 Pengetahuan

Rubrik Berdiskusi Tentang Manfaat Air Bagi Manusia, Hewan, dan Tanaman.

108

 Keterampilan

Rubrik Mendesain dan Menyajikan Skema Tahapan Siklus Air

 Sikap

Sikap yang di kembangkan: Percaya diri, disiplin, dan bekerja sama

No Nama siswa

Aspek yang dikembangkan

Ket.

Percaya diri Disiplin Kerja sama 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 BT MT T M BT MT T M BT MT T M 1

2 3 4

Keterangan:

(1) BT : Belum Terlihat, (2) MT : Mulai Terlihat,

(3) T : Terlihat, (4) M : Membudaya

Mengetahui Kepala Sekolah,

A.NURHAEDAH, S.Pd NIP. 19620612 198203 2 007

Guru Kelas

SARIMUDDIN, S.Pd

NIP. 19840825 201001 1 019

109 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

KELAS EKSPERIMEN (PERTEMUAN KE-2) Sekolah : SD Negeri 194 Macinna Kelas/Semester : V (Lima) / 2 (Genap)

Tema : 9 Benda-Benda di Sekitar Kita Sub tema : 1 Benda Tunggal dan Campuran Pembelajaran : 1

Alokasi waktu : 4 x 35 menit A. Kompetensi Inti (KI)

KI 1 : Menerima dan menjalankan ajaran Agama yang dianutnya.

KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.

KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah.

KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No Kompetensi dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.9

Mengelompokkan materi dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan komponen penyusunnya (zat tunggal dan campuran).

Menyebutkan zat penyusun benda

Menjelaskan perbedaan zat tunggal dan campuran

Menentukan contoh zat tunggal dan campuran 4.9 Melaporkan hasil pengamatan sifat-

sifat campuran dan komponen penyusunnya dalam kehidupan sehari- hari

Membuat laporan hasil pengamatan sifat-sifat campuran dan komponen penyusunnya

Menyajikan laporan hasil pengamatan sifat- sifat campuran dan komponen penyusunnya C. Tujuan Pembelajaran

1. Melalui kegiatan mengamati berbagai benda pada tabel, siswa dapat menyebutkan zat penyusun benda dengan benar.

2. Melalui kegiatan membaca teks, siswa dapat menjelaskan perbedaan zat tunggal dan campuran dengan benar.

3. Dengan berdiskusi, siswa dapat menentukan contoh zat tunggal dan campuran dengan teliti.

4. Melalui arahan guru, siswa dapat membuat laporan hasil pengamatan sifat-sifat campuran dan komponen penyusunnya dengan cermat.

5. Melalui kegiatan penugasan, siswa dapat menyajikan laporan hasil pengamatan sifat-sifat campuran dan komponen penyusunnya dengan percaya diri.

110 D. Materi Pembelajaran :

 Zat Penyusun Benda

 Zat Tunggal dan Campuran Serta Contohnya

 Sifat-Sifat Campuran

E. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Saintifik

2. Model : Problem Based Learning

3. Metode : Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi, Penugasan F. Media, Alat dan Sumber Belajar

1. Media : Ms. Power Point

2. Alat : Laptop, LCD, serta Alat dan Bahan Pengamatan

3. Sumber : Buku Guru, Buku Siswa, Pengalaman dan Lingkungan Siswa G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahuluan 1. Memberi salam, berdo‟a menurut agama dan keyakinan masing-

masing .

2. Melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa 3. Mengajak berdinamika dengan tepuk kompak 4. Mengajak semua siswa menyanyikan lagu “Syukur “ 5. Apersepsi:

Coba kalian perhatikan benda-benda di sekitar kalian!

Bahan/zat apa yang menyusun ketiga benda tersebut?

Pada susu, dapatkah kamu membedakan air dan susu kental yang tercampur?

Bagaimana dengan gambar air bercampur Pasir, Dapatkah kamu membedakan mana air dan pasir?

6. Menyampaikan menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat dari pelajaran yang akan dipelajari.

15 menit

Inti Tahap I

Mengorientasikan siswa terhadap masalah

1. Siswa mengamati benda-benda yang ada di sekitar seperti: air, kapur tulis, air garam, gula pasir, kopi, sirup, bubuk pewarna makanan, minyak, dan air tepung, dan pasir.

2. Siswa diberi penjelasan bahwa benda-benda di sekitar kita terdiri dari zat tunggal dan campuran. Untuk dapat membedakannya, kita harus mengidentifikasi zat penyusun (bahan pembuat) dari benda

115 menit

111 tersebut. Pada campuran, terdiri atas campuran homogen dan

campuran heterogen.

3. Siswa diberi stimulus dengan beberapa pertanyaan terkait gambar

“Benda-Benda Yang Ada Di Sekitar”:

Tahukah kamu apa saja zat penyusun dari benda-benda tersebut?

Bagaimanakah zat penyusun suatu benda sehingga dikatakan sebagai zat tunggal dan dikatakan campuran?

Bagaimana kamu dapat membedakan zat tunggal dan campuran?

Campuran yang seperti apa yang dikatakan campuran homogen dan yang dikatakan campuran heterogen? Apa contohnya?

Mengapa campuran tidak semuanya merupakan campuran homogen?

Tahap 2

Mengorganisasi siswa untuk belajar

4. Siswa diorganisir dalam beberapa kelompok yang heterogen untuk berdiskusi menyelesaikan masalah/pertanyaan yang telah diajukan.

5. Siswa diarahkan membagi tugas pada setiap anggota kelompok dan menyiapkan bahan/ alat yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah/pertanyaan.

Tahap 3

Membimbing Penyelidikan individual maupun kelompok

6. Siswa diarahkan oleh guru untuk membaca teks yang ada pada Buku Siswa tentang Zat Tunggal dan Campuran.

7. Siswa dipersilahkan untuk bertanya dan mencari informasi dari sumber belajar lain sebagai proses penyelidikan untuk memperoleh data.

8. Siswa mengamati dan menyelidiki zat penyusun benda, mengelompokkan benda yang termasuk zat tunggal dan campuran serta mengidentifikasi campuran homogen dan heterogen.

9. Siswa mendiskusikan hasil pengamatan, (mengumpulkan informasi)

Tahap 4.

Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

10. Guru memantau diskusi dan membimbing pembuatan laporan sesuai dengan informasi, sumber yang telah diperoleh dan hasil pengamatan sehingga karya setiap kelompok siap untuk dipresentasikan.

112 11. Kelompok melakukan diskusi untuk menghasilkan solusi

pemecahan masalah dan hasilnya dipresentasikan/disajikan sekreatif mungkin.

(mengasosiasi ) Tahap 5.

Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 12. Setiap kelompok melakukan presentasi, kelompok yang lain

memberikan apresiasi. (mengkomunikasikan)

13. Guru bersama dengan siswa merangkum/ membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran.

Penutup 1. Guru memberikan umpan balik tentang zat tunggal dan campuran.

2. Guru memberikan penguatan berupa tugas, memberikan pekerjaan rumah

3. Guru menyampaikan pesan moral.

10 menit

H. Penilaian

Pengetahuan

Zat penyusun benda serta zat tunggal dan

campuran

113

Keterampilan

114

Sikap

Sikap yang di kembangkan: Percaya diri, disiplin, dan bekerja sama

No Nama siswa

Aspek yang dikembangkan

Ket.

Percaya diri Disiplin Kerja sama 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 BT MT T M BT MT T M BT MT T M 1

2

Keterangan:

(1) BT : Belum Terlihat, (2) MT : Mulai Terlihat,

(3) T : Terlihat, (4) M : Membudaya

Mengetahui Kepala Sekolah,

A.NURHAEDAH, S.Pd NIP. 19620612 198203 2 007

Guru Kelas

SARIMUDDIN, S.Pd

NIP. 19840825 201001 1 019

115 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

KELAS KONTROL (PERTEMUAN KE-1) Sekolah : SD Negeri 194 Macinna Kelas/Semester : V (Lima) / 2 (Genap)

Tema : 8 Lingkungan Sahabat Kita Sub tema : 1 Manusia dan Lingkungannya.

Pembelajaran : 1

Alokasi waktu : 4 x 35 menit A. Kompetensi Inti (KI)

KI 1 : Menerima dan menjalankan ajaran Agama yang dianutnya.

KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.

KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah.

KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No Kompetensi dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.8

Menganalisis siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan mahluk hidup

Menjelaskan manfaat air bagi manusia, hewan, dan tanaman

Mengidentifikasi tahapan siklus air yang terjadi di bumi

Memprediksi dampak keberlangsungan siklus air terhadap peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup.

4.8 Membuat karya tentang skema siklus air berdasarkan informasi dari berbagai sumber

Mendesain skema siklus air berdasarkan informasi dan sumber yang tepat

Menyajikan skema siklus air disertai kalimat penjelas.

C. Tujuan Pembelajaran

1. Setelah menyimak penjelasan guru, siswa mampu menjelaskan manfaat air bagi manusia, hewan, dan tanaman dengan benar.

2. Melalui penjelasan guru dan tanya jawab, siswa mampu mengidentifikasi tahapan siklus air yang terjadi di bumi dengan runtut.

3. Melalui penugasan, siswa mampu memprediksi 3 dampak keberlangsungan siklus air terhadap peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup dengan cermat.

4. Setelah mendengarkan penjelasan guru siswa mampu mendesain skema siklus air berdasarkan informasi dan sumber yang tepat

5. Melalui penugasan, siswa dapat menyajikan skema siklus air disertai kalimat penjelas dengan benar

D. Materi Pembelajaran :

 Manfaat air bagi manusia, hewan, dan tanaman

 Tahapan Siklus Air

 Dampak keberlangsungan siklus air

Dokumen terkait