BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran ada beberapa saran sebagai berikut.
1. Guru atau peneliti hendaknya bersikap tegas pada siswa yang melakukan aktivitas di luar pembelajaran yang dapat menghambat kelancaran proses pembelajaran.
55
56
2. Guru atau peneliti hendaknya mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan proses kegiatan belajar mengajar sebelum melaksanakan proses pembelajaran.
57
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2008. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2012. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Asdam, Muhammad. 2010. Prinsip Membaca. Makassar: Lipa.
Bakri, Muhammad. 2013. Pendekatan Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Makassar: Usaha Rahmat.
Dalman. 2014. Keterampilan Membaca. Jakarta: Rajawali Pers.
Harras. 1998. Membaca. Bandung: Angkasa.
Nurgiyantoro, Burhan. 2011. Penilaian Otentik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Rumini, Mien. 2008. Pengajaran Apresiasi Sastra. Jakarta: Universitas Terbuka.
Rusman. 2013. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Salamadian. 2018. “Pengertian Paragraf”.
https://salamadian.com/pengertian-paragraf-fungsi-ciri-jenis-jenis- paragraf-dan-penjelasannya. Diakses pada tanggal 10 Januari 2019.
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Fajar Interpramata Mandiri.
Sanjaya, Wina. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana Pranada Media Group.
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
Bandung: Alfabeta.
Suyadi. 2015. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Diva Press.
58
Syahputra, Irfan. 2015. “Pengertian dan Contoh Kalimat Utama dan
Kalimat Penjelas”.
https://www.kelasindonesia.com/2015/02/pengertian-contoh- kalimat-utama-dan-kalimat-penjelas-dalam-paragraf-bahasa- indonesia.htmI. Diakses pada tanggal 10 Januari 2019.
Tajuddin, Haidar. 2013. “Cara Cepat Menentukan Kalimat Utama”.
https://www.ketjink.blogspot.com/2013/12/cara-cepat-menentukan- kalimat-utama-htmI. Diakses pada tanggal 10 Januari 2019.
Tampubolon. 1987. Kemampuan Membaca. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 1991. Teknik Keterampilan Berbahasa. Bandung:
Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 2011. Membaca Ekspresif. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 2013. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 2013. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tukan, Paulus. 2006. Mahir Berbahasa Indonesia. Jakarta Timur:
Yudhistira.
59
60
INSTRUMEN PENELITIAN
MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH
Sampah dipandang sebagai barang tidak berguna bisa dijadikan sumber pendapatan apabila dikelola dengan baik. Sampah merupakan sumber daya yang dapat diolah menjadi barang bernilai ekonomi. Apa yang telah dilakukan warga Pasar Ciputat, Tangerang, bisa dijadikan contoh. Warga setempat berhasil mengolah sampah dengan peralatan yang disediakan pihak swasta melalui perjanjian dengan pemerintah daerah.
Contoh lain yaitu kegiatan yang dilakukan warga Kaliabang, Kota Bekasi. Warga serta pengurus RW setempat melakukan pengolahan sampah lingkungan. Sampah dapur atau sampah rumah tangga diubah menjadi kompos dan pupuk cair. Sampah yang diolah adalah sampah basah langsung oleh warga. Langkah yang dilakukan dengan sosialisasi kepada warga agar memisahkan sampah basah dan kering. Hasil kompos yang diperoleh bisa mencukupi kebutuhan warga dan lingkungan sekitarnya. Di samping itu, hasil kompos dijual ke instansi pemerintah dan swasta di lingkungan setempat. Produksi kompos dari sampah lingkungan bisa memberi kegiatan bagi warga dan pemasukan yang positif. Termasuk juga produksi pupuk cair bisa dirasakan untuk menyuburkan tanah warga.
Berdasarkan contoh-contoh tersebut, pengolahan sampah memang tidak lepas dari keterlibatan warga masyarakat. Masyarakat harus diajari memilah sampah organik dan anorganik. Peranan pemerintah diperlukan di dalam masalah sosialisasi dan pembudayaannya. Bagaimana pun masih banyak warga yang belum tahu cara mengumpulkan dan mengolah sampah yang mereka hasilkan.
Dalam mengolah sampah diperlukan suatu teknologi. Biaya penyediaan teknologi pengolahan sampah tersebut tidak sebanding dengan keharusan pemerintah untuk menyiapkan dana ratusan miliar tiap tahunnya untuk perbaikan jalan gara-gara sampah. Apabila pemerintah berhasil menggandeng pihak swasta di dalam penyediaan teknologi pengolahan sampah, biaya dapat lebih ditekan. Peran swasta juga dapat dilibatkan di dalam penyaluran dan pembelian produk-produknya. Usaha tersebut tentunya akan lebih ringan lagi.
(Sumber: Buku Bahasa Indonesia Kelas VIII)
61
Soal...!
1. Apa yang kamu ketahui tentang kalimat utama dan kalimat penjelas?
2. Sebutkan ciri-ciri kalimat utama!
3. Bagaimana cara menentukan kalimat utama dalam paragraf?
4. Tentukan kalimat utama dalam setiap paragraf pada artikel di atas!
62
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
A. Kompetensi Inti
KI 1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI 3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 1.1 Menemukan kalimat utama
dalam paragraf
1.1.1 Peserta didik dapat menunjukkan letak kalimat utama pada setiap paragraf dalam artikel.
1.1.2 Peserta didik dapat mengungkapkan pengertian dan ciri-ciri kalimat utama.
1.1.3 Peserta didik dapat menjelaskan cara menentukan kalimat utama.
Sekolah : SMP Negeri 8 Makassar Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : VIII/Genap
Materi Pokok : Kalimat Utama Alokasi Waktu : 2x pertemuan (4 JP) Tahun Pelajaran : 2018/2019
63
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, siswa dapat.
1. Menunjukkan letak kalimat utama pada setiap paragraf dalam artikel.
2. Mengungkapkan pengertian dan ciri-ciri kalimat utama.
3. Menjelaskan cara menentukan kalimat utama.
Fokus nilai-nilai sikap 1. Kesantunan
2. Tanggung jawab D. Materi Pembelajaran
1. Materi Pengetahuan Kalimat utama 2. Materi Pengayaan
Menemukan artikel pada sumber lain baik buku penunjang maupun melalui internet kemudian menentukan kalimat utama dalam setiap paragraf.
3. Materi Remedial
Remedial dilakukan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung dengan melihat indikator pembelajaran yang belum tuntas atau belum mencapai KKM.
E. Metode Pembelajaran Inkuiri
F. Media dan Bahan Pembelajaran 1. Media/alat
Buku siswa
Handphone/Gadget
Laptop
LCD 2. Bahan
Artikel G. Sumber Belajar
1. Buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII edisi revisi tahun 2017 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia halaman 67-73
64
H. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Langkah Tahap Kegiatan Pembelajaran Waktu Pendahuluan
Inti
Persiapan/
orientasi
Stimulasi/pembe rian rangsangan
Guru bersama peserta didik mempersiapkan pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa.
Guru mengecek
kehadiran peserta didik
dan menanyakan
keadaannya.
Guru menyampaikan keterkaitan
pembelajaran sekarang dengan pembelajaran sebelumnya.
Guru mengajukan
pertanyaan dan
menyampaikan manfaat
belajar materi
menentukan kalimat utama dalam kehidupan sehari-hari.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Guru menyampaikan lingkup materi dan teknik penilaian.
Peserta didik membaca artikel “Manajemen Pengelolaan Sampah”
Guru meminta peserta didik memahami makna setiap paragraf pada artikel “Manajemen Pengelolaan Sampah”.
Guru menyatakan pernyataan-pernyataan
yang mendorong
eksplorasi peserta didik terhadap kalimat utama
65
Penutup
Merumuskan masalah
Merumuskan hipotesis
Mengumpulkan data
Menguji hipotesis
Merumuskan kesimpulan
dalam setiap paragraf pada artikel “Manajemen Pengelolaan Sampah”.
Guru menanyakan permasalahan yang dibahas dalam artikel
“Manajemen
Pengelolaan Sampah”.
Peserta didik
merumuskan dugaan sementara kalimat utama pada setiap paragraf dalam artikel
“Manajemen
Pengelolaan Sampah”.
Peserta didik bersama guru membahas cara menentukan kalimat utama.
Peserta didik
menentukan kalimat utama setiap paragraf pada artikel “Manajemen Pengelolaan Sampah”.
Peserta didik
mendeskripsikan hasil kerjanya mengenai kalimat utama setiap paragraf pada artikel
“Manajemen
Pengelolaan Sampah”.
Pendidik dan peserta didik melakukan refleksi
terkait dengan
pembelajaran yang baru berlangsung.
Peserta didik menjawab pertanyaan yang diberikan pendidik untuk mengukur ketercapaian
66
pembelajaran hari ini.
Peserta didik
mendengarkan umpan balik dan penguatan dari pendidik mengenai kalimat utama.
I. Penilaian, Pembelajaran Remedial, dan Pengayaan 1. Penilaian Pengetahuan
a. Teknik Penilaian : Tertulis b. Instrumen Penilaian :
MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH
Sampah dipandang sebagai barang yang tidak berguna bisa dijadikan sumber pendapatan apabila dikelola dengan baik. Sampah merupakan sumber daya yang dapat diolah menjadi barang bernilai ekonomi. Apa yang telah dilakukan warga Pasar Ciputat, Tangerang, bisa dijadikan contoh. Warga setempat berhasil mengolah sampah dengan peralatan yang disediakan pihak swasta melalui perjanjian dengan pemerintah daerah.
Contoh lain yaitu kegiatan yang dilakukan warga Kaliabang, Kota Bekasi. Warga serta pengurus RW setempat melakukan pengolahan sampah lingkungan. Sampah dapur atau sampah rumah tangga diubah menjadi kompos dan pupuk cair. Sampah yang diolah adalah sampah basah langsung oleh warga. Langkah yang dilakukan dengan sosialisasi kepada warga agar memisahkan sampah basah dan kering. Hasil kompos yang diperoleh bisa mencukupi kebutuhan warga dan lingkungan sekitarnya. Di samping itu, hasil kompos dijual ke instansi pemerintah dan swasta di lingkungan setempat. Produksi kompos dari sampah lingkungan bisa memberi kegiatan bagi warga dan pemasukan yang positif. Termasuk juga produksi pupuk cair bisa dirasakan untuk menyuburkan tanah warga.
Soal...!
1. Apa yang kamu ketahui tentang kalimat utama dan kalimat penjelas?
2. Sebutkan ciri-ciri kalimat utama!
3. Bagaimana cara menentukan kalimat utama dalam paragraf?
4. Tentukan kalimat utama dalam setiap paragraf pada artikel di atas!
67
Rubrik Penilaian No Aspek
Yang Dinilai
86-100 71-85 56-70 50-55
1. Kalimat utama
Menentukan kalimat utama disertai fakta dengan tepat
Menentukan kalimat utama disertai fakta kurang tepat
Menentukan kalimat utama disertai fakta tidak tepat
Menentukan kalimat utama tidak disertai fakta dan tidak tepat
2. Penilaian Sikap
Penilaian sikap dilakukan dengan cara mengamati peserta didik pada saat proses pembelajaran dan di luar proses pembelajaran.
Jurnal Perkembangan Sikap
Nama Sekolah : SMP Negeri 8 Makassar Kelas/Semester : VIII/II
Tahun Pelajaran : 2018/2019
No. Waktu Nama Peserta Didik
Catatan Perilaku
Butir Sikap
Ket.
1.
2.
Dst.
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik
Nama : ...
Kelas : ...
Semester : ...
Petunjuk: Berilah tanda centang (v) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas 2. Saya solat lima waktu tepat waktu
3. Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai agamanya
4. Saya berani mengakui kesalahan saya
5. Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu
6. Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan
68
7. Saya mengembalikan barang yang saya pinjam 8. Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan 9. Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah
yang ditetapkan
10. Saya datang ke sekolah tepat waktu ... ...
Keterangan
Pernyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan butir-butir sikap yang dinilai.
Format Penilaian Antarteman
Nama teman yang dinilai : ...
Nama penilai : ...
Kelas : ...
Semester : ...
Petunjuk: Berilah tanda centang (v) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan kalian yang sebenarnya.
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Teman saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas
2. Teman saya solat lima waktu tepat waktu
3. Teman saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai agamanya
4. Teman saya tidak mencontek dalam mengerjakan ujian/ulangan
5. Teman saya tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas
6. Teman saya mengemukakan perasaan terhadap sesuatu apa adanya
Jumlah
3. Penilaian Remedial
Kegiatan remedial dilakukan kepada peserta didik yang nilai perolehannya belum tuntas atau mencapai KKM dengan memilih salah satu bentuk berikut.
a. Pembelajaran ulang b. Bimbingan perorangan c. Belajar kelompok
69
d. Pemberian tugas
e. Belajar pada tutor sebaya 4. Penilaian Pengayaan
Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan pengayaan untuk perluasan materi berdasarkan KD.
Makassar, 04 Februari 2019 Mengetahui
Kepala SMPN 8 Makassar
Ruslan, S.Pd., MM.
NIP 19680818 199103 1 007
Peneliti
Ika Astuti Wulandari
70
Hasil Penelitian Siklus I
71
72
73
74
75
Hasil Penelitian Siklus II
76
77
78
79
Dokumentasi
80