BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
1. Bagi siswi
Remaja putri sebaiknya mempertahankan pengetahuan dan sikap yang sudah baik serta dianjurkan mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan zat besi seperti daging, hati, sayuran hijau dan vitamin C (jeruk, nanas, tomat, dan lain-lain) untuk mencegah terjadinya anemia. Sebaiknya remaja putri mengonsumsi suplemen zat besi atau tablet tambah darah secara rutin.
2. Bagi Sekolah
Sebaiknya pihak sekolah memberikan pelayanan penyuluhan untuk mencegah anemia pada remaja putri dan melakukan pemantauan, apakah tablet penambah darah yang diberikan oleh puskesmas kepada remaja diminum rutin atau tidak.
3. Bagi Peneliti selanjutnya
Sebaiknya untuk penelitian selanjutnya menambahkan variabel lain yang diteliti seperti faktor-faktor yang mempengaruhi asupan zat besi.
Program Studi Gizi Universitas Binawan
DAFTAR PUSTAKA
Abu-Baker, N.N., Eyadat, A.M. and Khamaiseh, A.M., 2021. The impact of nutrition education on knowledge, attitude, and practice regarding iron deficiency anemia among female adolescent students in Jordan. Heliyon, 7(2), p.e06348.
Agustina, A., 2019. Analisis Pengetahuan Dengan Kepatuhan Remaja Putri Dalam Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Untuk Pencegahan Dan Penanggulangan Anemia Gizi Besi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat: Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 11(4), Pp.269-276.
Agustina, R., Wirawan, F., Sadariskar, A.A., Setianingsing, A.A., Nadiya, K., Prafiantini, E., Asri, E.K., Purwanti, T.S., Kusyuniati, S., Karyadi, E. and Raut, M.K., 2021. Associations of knowledge, attitude, and practices toward anemia with anemia prevalence and height-for-Age Z-Score among indonesian adolescent girls. Food and Nutrition Bulletin, 42(1_suppl), pp.S92-S108.
Ahmadi. Penyuluhan Gizi dan Pemberian Tablet Besi Terdapat Pengetahuan dan Kadar Hemoglobin Siswi Sekolah Menengah Atas Negeri di Mamuju. Kesehat Manarang. 2016 ;2
Ahmady, dkk. 2016. Penyuluhan Gizi Dan Pemberian Tablet Besi Terhadap Pengetahuan Dan Kadar Hemoglobin Siswi Sekolah Menengah Atas Negeri Di Mamuju. Jurnal Kesehatan Manarang.
Almatsier, S. 2012. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Amirin, T. 2011. Populasi Dan Sampel Penelitian 4: Ukuran Sampel Rumus Slovin. Erlangga. Jakarta.
Program Studi Gizi Universitas Binawan
Angka Kecukupan Gizi .2019. Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019.
Assa, S. S., Kapantow, N. H. & Ratag, B. T. 2016. Hubungan antara asupan zat besi dan protein dengan kejadian anemia pada siswi di SMPN 5 Kota Manado. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(3), 191-197
Aulia, D.L.N., 2018. Hubungan Pengetahuan Dengan Prilaku Remaja Putri Dalam Mengkonsumsi Tablet Besi (Fe) Selama MenstruasI. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati), 3(3).
Azwar S. 2015. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Ke 2 Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Barasi, ME. 2015. At a Glance Ilmu Gizi. Erlangga: Jakarta
Basith A, Agustina R, Diani N 2017. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Dunia Keperawatan. 5(1) 1-10
Briawan, D. and Hardinsyah, H., 2015. Non-food risk factors of anemia among child-bearing age women (15-45 years) in Indonesia (faktor risiko non-makanan terhadap kejadian anemia pada perempuan usia subur [15-45 tahun] di Indonesia). Nutrition and Food Research, 33(2), p.223496.
Briawan, D., 2015. Anemia: masalah gizi pada remaja wanita. EGC.
Caturiyantiningtiyas, T., 2016. Hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku dengan kejadian anemia remaja putri kelas X dan XI SMA Negeri 1 Polokarto (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Darmawati, D., Nizwan-Siregar, T., Kamil, H. and Tahlil, T., 2020. Exploring Indonesian mothers’ perspectives on anemia during pregnancy: a qualitative approach. Enfermería Clínica.
Desmita. (2006). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Program Studi Gizi Universitas Binawan
Dhuha Hearttalini, A., Setiyaningrum, Z., Gz, S. and Gizi, M., 2020. Hubungan Asupan Zat Besi Dan Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kadar Haemoglobin Pada Remaja Putri Di SMAN 1 Nguter Sukoharjo (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Dinda, R.R., 2021. Hubungan Tingkat Pengetahuan, Konsumsi Zat Besi, Dan Pola Makan Dengan Anemia Pada Remaja Putri Di Sman 3 Kendari (Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes Kendari).
Febriana, N.F.N., Nurdiana, M.K., Hastuti, N.A.R., ST, S. and Keb, M., 2021. Literature Review: Pengaruh Pemberian Zat Besi (Fe) Terhadap Kadar Malondialdehyde (MDA) Pada Anemia Defisiensi Besi (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).
Febrina, W.A., 2015. Hubungan Pengetahuan tentang Gizi Seimbang dengan Perilaku Mencegah Anemia pada Remaja Putri Kelas XI di SMAN 2 Wates Tahun 2015 (Doctoral dissertation, STIKES'Aisyiyah Yogyakarta).
Fikawati S, Syafiq A, Veratamala A. Gizi Anak dan Remaja. Depok: Rajawali Pers; 2017.
Fitriani, K. 2014. Hubungan asupan makanan dengan kejadian anemia dan nilai praktik pada siswi kelas xi boga SMKN 1 Buduran Sidoarjo. E- journal boga, 3(1), 46-53.
Freda M, Afifah D., Fitria N., Anggi Putri Aria. Hubungan pengetahuan dan pemilihan jemis makanan dengan kejadian anemia pada mahasiswi Univesitas Muhammadiyah Surakarta. Jurnal kesehatan masyarakat.
(3)4 13-20.
Hartoko, Y., 2019. Pengaruh Pendidikan, Pelatihan, Jenis Kelamin, Umur, Status Perkawinan, dan Daerah Tempat Tinggal Terhadap Lama Mencari Kerja Tenaga Kerja Terdidik di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Ekonomi, 8(3), pp.201-207.
Program Studi Gizi Universitas Binawan
Indartanti, D. and Kartini, A., 2017. Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Journal of nutrition college, 3(2), pp.310- 316.
Kaur, K., 2014. Anaemia ‘a silent killer’among women in India: Present scenario. European Journal of Zoological Research, 3(1), pp.32-36.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2018 Riset Kesehatan Dasar.
Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia . 2016 Buku Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS). Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Surat Edaran Nomor HK:
03.03.V/0595/2016. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2018 (Report of Indonesian Basic Health Survey).
Khotimah, H., Ginting, M., & Jaladri, I. 2019. The Effect of Nutrition Education through Facebook on Knowledge of Anemia and Consumption of Protein, Iron, and Vitamin C in Young Girls. Pontianak Nutrition Journal (PNJ), 2(1), 1–5.
Kim, S., Lee, C., Klenosky, B., 2003. The influence of push and pull factors at Korean national parks. Tourism Management 24 (2), 169–180 Laksmita, S., & Yenie, H. 2018. Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang
Anemia dengan Kejadian Anemia di Kabupaten Tanggamis. Jurnal Ilmiah Keperawatan,14(1), 104–107.
Lestari, I.P., Lipoeto, N.I. and Almurdi, A., 2017. Hubungan konsumsi zat besi dengan kejadian anemia pada murid SMP Negeri 27 Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3), pp.507-511.
Program Studi Gizi Universitas Binawan
Listiana, A., 2016. Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia gizi besi pada remaja putri di SMKN 1 Terbanggi Besar Lampung Tengah. Jurnal Kesehatan, 7(3), pp.455-469.
Mairita, A., S., & Fadilah, NA (2018). Hubungan status gizi dan pola haid dengan kejadian anemia pada remaja. Berkala Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1(1), pp.1-5.
Masthalina, H., 2015. Pola Konsumsi (faktor inhibitor dan enhancer fe) terhadap Status Anemia Remaja Putri. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), pp.80-86.
Mengistu G, Azage M, Gutema H. Iron Deficiency Anemia among In-School Adolescent Girls in Rural Area of Bahir Dar City Administration, North West Ethiopia. Gorakshakar AC, editor. Anemia [Internet].
2019
Mosiño, A., Villagómez-Estrada, K.P. and Prieto-Patrón, A., 2020. Association between school performance and anemia in adolescents in Mexico. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(5), p.1466.
Mursiti, T., 2017. Perilaku Makan Remaja Putri Anemia dan Tidak Anemia di SMA Negeri Kota Kendal. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 11(1), pp.1-13.
N Abu., Anwar M., Abdulllah M. 2021. The impact of nutrition education on knowledge, attitude, and practice regarding iron deficiency anemia among female adolescent students in Jordan Journal of nutrising.
7(1) 3-6
Nabilla, F.S., Muniroh, L. and Rifqi, M.A., 2022. Hubungan Pola Konsumsi Sumber Zat Besi, Inhibitor Dan Enhancer Zat Besi Dengan Kejadian Anemia Pada Santriwati Pondok Pesantren Al-Mizan Muhammadiyah Lamongan Correlation Between Consumption Patterns Of Iron Sources, Iron Inhibitor, And Iron Enhancer, With The Occurence Of Anemia Among Female Students In Islamic
Program Studi Gizi Universitas Binawan
Boarding School Al-Mizan Muhammadiyah Lamongan. Media Gizi Indonesia, 17(1), Pp.56-61.
Notoatmodjo, S. 2015. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S.2015. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S.2015. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta:
Rineka Cipta.
Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian dan Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Olsen, S.O., 2003. Understanding the relationship between age and seafood consumption: the mediating role of attitude, health involvement and convenience. Food Quality and Preference 14, 199–209.
Pala, K. and Dundar, N., 2008. Prevalence & risk factors of anaemia among women of reproductive age in Bursa, Turkey. Indian Journal of Medical Research, 128(3), p.282.
Pertama S1), Endo., Dian A.,2016 .Anemia Gizi Besi Pada Remaja Putri di Wilayah Kabupaten Banyumas. Jurnal kesehatan masyarakat.(8)1 16-31
Petry, N., Olofin, I., Hurrell, R.F., Boy, E., Wirth, J.P., Moursi, M., Donahue Angel, M. and Rohner, F., 2016. The proportion of anemia associated with iron deficiency in low, medium, and high human development index countries: a systematic analysis of national surveys. Nutrients, 8(11), p.693.
Putri, F. and Nasution, R.I., 2019. Efektivitas Minuman Kacang Hijau terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Remaja Putri di Panti Asuhan di Kota Pekanbaru. Jurnal Ilmu Kedokteran (Journal of Medical Science), 12(2), pp.95-100.
Putri, H. P., Andara, F., & Sufyan, D. L. 2021. Pengaruh Edukasi Gizi Berbasis Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Di Jakarta Timur. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 4(2), 334–342
Program Studi Gizi Universitas Binawan
Putri, K. M. 2018. Hubungan pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di wilayah kerja puskesmas Paal Merah I Kota Jambi tahun 2018. Scientia Journal Universitas Adiwangsa Jambi, 7(1), 132–141 Putri, R. D., Simanjuntak, B. Y., & Kusdalinah, K. (2017). Pengetahuan Gizi,
Pola Makan, dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Rahmati, S., Azami, M., Badfar, G., Parizad, N. and Sayehmiri, K., 2020. The
relationship between maternal anemia during pregnancy with preterm birth: a systematic review and meta-analysis. The Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine, 33(15), pp.2679-2689.
Riya, R. and Dari, R.U., 2021. Hubungan Pengetahan dan Sikap Remaja Putri Tentang Anemia di SMK Kesehatan Keluarga Bunda Jambi. Midwifery Health Journal, 7(1).
Romandani, Q.F. and Rahmawati, T., 2020. Hubungan pengetahuan anemia dengan kebiasaan makan pada remaja putri di SMPN 237 Jakarta. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI), 4(3), pp.193-202.
Sandjaja, S., Budiman, B., Harahap, H., Ernawati, F., Soekatri, M., Widodo, Y., Sumedi, E., Rustan, E., Sofia, G., Syarief, S.N. and Khouw, I., 2015.
Food consumption and nutritional and biochemical status of 0· 5–
12-year-old Indonesian children: the SEANUTS study. British Journal of Nutrition, 110(S3), pp.S11-S20.
Sato, Y., Fujimoto, S., Konta, T., Iseki, K., Moriyama, T., Yamagata, K., Tsuruya, K., Narita, I., Kondo, M., Kasahara, M. and Shibagaki, Y., 2018. Anemia as a risk factor for all-cause mortality: obscure synergic effect of chronic kidney disease. Clinical and experimental nephrology, 22(2), pp.388-394.
Sefaya, K.T., Nugraheni, S.A. and Pangestuti, D.R., 2017. Pengaruh Pendidikan Gizi terhadap Pengetahuan Gizi dan Tingkat Kecukupan Gizi Terkait Pencegahan Anemia Remaja (Studi pada Siswa Kelas XI SMA Teuku Umar Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 5(1), pp.272-282.
Program Studi Gizi Universitas Binawan
Septyawati, D.Y., Karya Tulis Ilmiah Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Pada Siswa Putri Smk Ypkk 2 Sleman 2021.
Setyawati, V. A. V., & Setyowati, M. (2015). Karakter gizi remaja putri urban dan rural di provinsi Jawa Tengah. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 43-52.
Sheila D Mardhani & Endang N 2022. Hubungan Pengetahuan Anemia Dengan Asupan Makanan Sumber Fe Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan UMS. Jurnal nutrition, 3(1) 181-186
Sholicha, C.A. and Muniroh, L., 2019. Hubungan Asupan Zat Besi, Protein, Vitamin C dan Pola Menstruasi dengan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di SMAN 1 Manyar Gresik [Correlation Between Intake of Iron, Protein, Vitamin C and Menstruation Pattern with Haemoglobin Concentration among Adolescent Girl in Senior High School 1 Manyar Gresik]. Media Gizi Indonesia, 14(2), pp.147-153.
Sintha Fransiske Simanungkalit dan Oster Suriani Simarmata. Pengetahuan dan Perilaku Konsumsi Remaja Putri yang Berhubungan dengan Status Anemia. Buletin Penelitian Kesehatan, 2019. 47:3. 175-182.
Styaningrum, S. D., Puspitarini, Z., & Sari, S. P. 2020. The integrated education program in boarding-based schools for the prevention of anaemia in the adolescent girl. Ilmu Gizi Indonesia, 3(2), 145
Sufenti, N., Khairani, N. and Sanisahhuri, S., 2021. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Upaya Pencegahan Anemia Gizi Besi Pada Siswi Di Sman 11 Kota Bengkulu. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), pp.440-447.
Suryani, D., Hafiani, R. and Junita, R., 2017. Analisis pola makan dan anemia gizi besi pada remaja putri Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(1), pp.11-18.
Telisa I., & Eliza 2020. Asupan Zat Gizi Makro, Asupan Zat Besi, Kadar Haemoglobin Dan Risiko Kurang Energi Kronis Pada Remaja Putri.
Jurnal nutrition, 5(1) 81-85.
Program Studi Gizi Universitas Binawan
Utami, D.N., 2020. Hubungan Pola Menstruasi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Kokap 1 Kabupaten Kulon Progo Tahun 2020 (Doctoral dissertation, Poltekkkes Kemenkes Yogyakarta).
Valli, C., Traill, B., 2005. Culture and food: a model of yoghurt consumption in the EU. Food Quality and Preference 16, 291–304.
Warda, Y. and Fayasari, A., 2021. Konsumsi pangan dan bioavailabilitas zat besi berhubungan dengan status anemia remaja putri di Jakarta Timur Dietary intake and bioavailability of iron related to anemia status of female. Ilmu Gizi Indones, 4(02), pp.135-146.
Weliyati, W. and Riyanto, R., 2019. Faktor Terjadinya Anemia Pada Remaja Putri Di Sma Negeri Kota Metro. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai, 5(2), pp.28-36.
WHO, 2015. Worldwide Prevalence of Anemia 1993– 2005: WHO Global Database on Anemia.World Health Organization. The global prevalence of anaemia in 2011. Who. Published online 2011:1-48.
Accessed June 30, 2021.
Wijaningsih, W., Gizi, J., & Kemenkes, P. 2019 Pengaruh Pemberian Edukasi Gizi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Mengenai Anemia Pada Remaja Putri. Jurnal Riset Gizi, 7(2), 75–78.
Yuliana, E., 2017. Analisis Pengetahuan Siswa Tentang Makanan yang Sehat dan Bergizi Terhadap Pemilihan Jajanan di Sekolah (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Purwokerto).
Yuni Astuti, R., 2018. Ridha Yuni Astuti Nim: S. 15.1623 Hubungan pengetahuan dan sikap dengan Kejadian anemia pada remaja puteri Di smas pgri 6 banjarmasin. KTI Akademi Kebidanan Sari Mulia.
Program Studi Gizi Universitas Binawan
LAMPIRAN
Program Studi Gizi Universitas Binawan
Lampiran 1. Lembar Penjelasan Penelitian
LEMBAR PENJELASAN PENELITIAN
Bersama surat ini saya Vini Asri Pratiwi, mahasiswi S1 Gizi Universitas Binawan, selaku peneliti utama dalam penelitian dengan judul: “Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Mengenai Anemia Pada Asupan Zat Besi Remaja Putri Di SMAN 9 Depok” memohon kesediaan saudara/saudari untuk menjadi responden penelitian tersebut dan bersedia mengisi kuisioner yang terlampir.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap mengenai anemia pada asupan zat besi remaja putri di SMAN 9 Depok. Selain itu penelitian ini juga sangat berguna bagi peneliti dalam mendapatkan gelar sarjana. Penelitian ini membutuhkan minimal 67 responden remaja putri di SMAN 9 Depok dengan metode Cross sectional . Penelitian ini sudah mendapatkan izin dari pihak SMAN 9 Depok.
A. Kesukarelaan Untuk Ikut Penelitian
Saudara/saudari bebas memilih keikutsertaan dalam penelitian ini tanpa ada paksaan. Bila Saudara/saudari sudah memutuskan untuk ikut, anda juga bebas untuk mengundurkan diri/ berubah pikiran setiap saat tanpa dikenai denda atau pun sanksi apapun.
A. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian adalah sebagai berikut :
1. Subyek akan diberi penjelasan mengenai penelitian terlebih dahulu secara tertulis. Penelitian ini membutuhkan persetujuan dari pihak sekolah. Pihak sekolah akan diberikan lembar pesetujuan yang menyatakan bahwa Bapak/Ibu mengizinkan siswinya untuk dapat ikut dalam penelitian ini.
Lembar persetujuan kemudian dikembalikan kepada peniliti.
2. Tahap berikutnya, Saudara/saudari akan diberikan lembar kuesioner pengetahuan dan sikap.
Program Studi Gizi Universitas Binawan
3. Parameter yang akan dinilai antara lain :
a. Pengetahuan anemia : Pertanyaan kuesioner yang berisi tentang pengetahuan mengenai anemia
b. Sikap : Pertanyaan kuesioner yang berisi tentang sikap terhadap anemia c. Asupan zat besi : Peneliti akan melakukan pengamatan dengan wawancara menggunakan form recall 2x24 jam pada Siswi akan dibantu oleh 2-3 enumerator.
B. Kewajiban Subjek Penelitian
Sebagai subjek penelitian, Saudara/saudari berkewajiban mengikuti aturan atau petunjuk penelitian seperti yang tertulis di atas. Bila ada yang belum jelas, Saudara/saudari bisa bertanya lebih lanjut kepada peneliti.
C. Risiko, Efek Samping dan Penanganannya
Pengukuran pengetahuan, sikap dan asupa zat besi yang akan dilakukan tidak akan memberikan efek samping secara kesehatan yang berarti, namun kuesioner yang harus diisi sendiri oleh responden yang dapat menimbulkan kejenuhan dalam proses pengisiannya.
D. Manfaat penelitian
Manfaat yang akan didapat baik subyek maupun pihak sekolah yaitu dapat menjadi tambahan masukan atau saran masukan bagi sekolah agar memperhatikan asupan zat besi dan pengetahuan bagi para siswi.
E. Kerahasiaan
Informasi yang berkaitan dengan identitas subyek dan hasil yang didapat dalam penelitian ini bersifat rahasia dan data hanya akan digunakan untuk tujuan penelitian dan analisis data
F. Pembiayaan
Semua pembiayaan terkait dengan penelitian akan ditanggung oleh peneliti.
Program Studi Gizi Universitas Binawan
G. Informasi Tambahan
Jika ada informasi yang kurang jelas mengenai penelitian ini, Bapak/ Ibu/
Saudara/Saudari dapat menghubungi peneliti yaitu saya sendiri dengan nomor 081287152742.
Hormat saya,
Peneliti
Program Studi Gizi Universitas Binawan
Lampiran 2. Pernyataan Kesediaan Menjadi Responden
PERNYATAAN KESEDIAAN MENAJDI RESPONDEN
“Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Mengenai Anemia Pada Asupan Zat Besi Remaja Putri Di Sman 9 Depok”
Setelah mendapatkan cukup informasi dan mengetahui pentingnya penelitian ini, maka dengan ini saya menyatakan bersedia/tidak bersedia* untuk menjadi responden dalam penelitian tersebut di atas. Saya mengerti bahwa saya dapat menolak untuk ikut dalam penelitian. Saya sadar bahwa saya dapat mengundurkan diri dari penelitian ini kapan saja saya mau.
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Jenis kelamin :
Tempat/Tgl lahir : Umur :
No.Telp/Hp :
Demikian pernyataan ini dibuat, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun dan agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta, . . . 2022
Saksi, Yang Menyetujui,
(. . . ) (. . . )
Program Studi Gizi Universitas Binawan
Lampiran 3. Kuesioner Peneliti
KUESIONER
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI ANEMIA DENGAN ASUPAN ZAT BESI REMAJA PUTRI DI SMAN 9 DEPOK
Tujuan : Kuesioner ini di rancang untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap mengenai anemia dengan asupan zat besi remaja putri di SMAN 9 Depok
Petunjuk pengisian :
1. Bacalah dengan cermat dan teliti pada setiap pertanyaan
2. Pertanyaan dibawah ini harap di isi semua dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
3. Pilihlah jawaban dengan memberikan tanda silang (X) pada kolom jawaban yang disediakan pada bagian II
4. Pilihlah jawaban dengan memberikan tanda silang (X) pada kolom jawaban yang disediakan pada bagian III
5. Silahkan bertanya kepada peneliti apabila ada pertanyaan yang kurang dipahami.
Kode Responden
I. Identitas Responden Nama (Inisial) :
Umur : Tahun Kelas :
No handphone :
Program Studi Gizi Universitas Binawan
II. Pengetahuan Mengenai Anemia pada Remaja Putri
1. Apakah yang dimaksud dengan Anemia ? a. Ketika kadar hemoglobin meningkat
b. Suatu keadaan dengan kadar hemoglobin yang rendah dari nilai normal c. Penyakit kelainan darah
d. Tekanan darah rendah 2. Apa saja gejala dari anemia?
a. Pusing dan mual
b. Diare dan muntah –muntah
c. Cepat lelah, Pucat pada kulit dan kelopak mata d. Bintik - bintik merah dikulit
3. Menurut anda siapa yang paling berisiko menderita anemia ? a. Remaja Putra
b. Remaja Putri c. Lanjut Usia d. Pria dewasa
4. Menurut anda, apa penyebab remaja putri lebih beresiko terkena anemia ? a. Kurangnya makanan yang manis - manis
b. Kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi c. Sering mengkonsumsi makanan cepat saji
d. Kurang mengkonsumsi makanan berserat
5. Apakah dampak anemia bagi remaja putri?
a. Menstruasi terhambat b. Kurus
c. Menurunya daya konsenstrasi belajar dan kurang bersemangat dalam beraktifitas
d. Susah tidur
Program Studi Gizi Universitas Binawan
6. Bagaimana salah satu cara untuk mengetahui seseorang menderita anemia?
a. Periksa darah untuk mengetahui kadar hemoglobin (HB) b. Melalui pemeriksaan kadar gula darah
c. Melalui pemeriksaan kadar asam urat d. Melalui pemeriksaan kadar kolesterol
7. Berapa kadar hemoglobin pada remaja putri dapat dikatakan anemia?
a. Kadar sel darah merah <12g/dl b. Kadar sel darah merah >12g/dl c. Kadar sel darah merah <13g/dl d. Kadar sel darah merah <14 g/dl
8. Kurang darah pada remaja putri dapat dicegah dengan mengkonsumsi?
a. Makanan yang berlemak sepeti coklat
b. Makanan sumber zat besi seperti Ayam,daging, hati dan telur c. Makanan yang lunak seperti bubur
d. Makanan yang bernatrium tinggi
9. Apa yang dimaksud dengan zat besi (fe) ?
a. Zat gizi penting yang diperlukan dalam pembentukan protein b. Zat gizi penting yang diperlukan dalam pembentukan cairan tubuh c. Zat gizi penting yang diperlukan dalam pembentukan lemak tubuh d. Zat gizi penting yang diperlukan dalam pembentukan sel darah
10. Dibawah ini merupakan makanan sumber zat besi yang berasal dari hewani yaitu?
a. Wortel dan bayam
b. Hati ayam dan daging merah c. Tahu dan tempe
d. Ikan dan nasi
Program Studi Gizi Universitas Binawan
11. Dibawah ini merupakan makanan sumber zat besi atau penambah darah yang berasal dari nabati (tumbuh- tumbuhan) yaitu?
a. Hati ayam dan daging sapi b. Ikan dan nasi
c. Tahu dan tempe
d. Daun singkong dan bayam
12. Buah apa yang paling baik mengandung zat besi (fe) ? a. Pepaya
b. Kelapa c. Jeruk d. Durian
13. Minuman yang menghambat penyerapan zat besi yaitu ? a. Kopi dan teh
b. Jus jeruk c. Air gula d. Madu
14. Vitamin yang dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi yaitu?
a. Vitamin C b. Vitamin A c. Vitamin E d. Vitamin D
15. Prilaku dibawah ini yang dapat menghambat penyerapan zat besi yaitu?
a. Kebiasaan merokok
b. Kebiasaan minum teh atau kopi bersamaan sewaktu makan c. Kebiasaan tidur terlalu larut malam.
d. Kebiasaan meminum alkohol
Program Studi Gizi Universitas Binawan
III. Sikap Mengenai Anemia pada Remaja Putri
KUESIONER SIKAP Petunjuk pengisian
Berilah tanda silang (x) pada bagian yang disediakan dan jawaban yang menurut anda benar.
1. Menurut anda, Seberapa besar kemungkinan anda mengalami kekurangan zat besi atau anemia?
a. Tidak mungkin b. Tidak yakin c. Mungkin
2. Menurut anda seberapa serius kekurangan zat besi atau anemia?
a. Tidak serius b. Tidak yakin c. Serius
3. Menurut anda seberapa penting menyediakan makanan dengan kaya akan zat besi?
a. Tidak baik b. Tidak yakin c. Penting
4. Seberapa sulit anda untuk menyiapkan makanan dengan makanan kaya akan zat besi?
a. Sulit b. Mungkin c. Tidak sulit
5. Seberapa percaya diri anda saat menyiapkan makanan dengan kaya zat besi?
a. Tidak percaya diri b. Mungkin
c. Percaya diri
6. Seberapa besar Anda menyukai rasa makanan yang mengandung kaya akan zat besi?
a. Tidak suka b. Tidak yakin c. Suka