• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

6.2 Saran

Adapun saran yang dapat penulis berikan sesuai hasil penelitian adalah sebagai berikut :

1. Pemerintah Kabupaten Bantaeng perlu segera menetapkan peraturan Daerah (Ranperda) mengenai jaminan terhadap harga dasar pembelian kentang, untuk menjamin tingkat pendapatan para pelaku pemasaran, khususnya petani.

2. Koordinasi diantara Satua Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait dengan pengembangan komoditas Kentang perlu di tingkatkan dalam rangka melaksanakan berbagai program sebagai tindak-lanjut dari strategi, tindakan prioritas, arah dan program pengembangan kentang di Kabupaten Bantaeng.

67 3. Petani perlu menetapkan teknik budidaya yang tepat agar dapat meningkatkan

produksi dan produktivitas usahataninya dengan tetap memperhatikan konservasi lahan, serta meningkatkan kualitas kentang hasil produksinya dengan menerapkan teknik budidaya dan pascapanen sesuai anjuran.

4. Diakui bahwa penelitian ini belum mampu mengungkap keseluruhan aspek yang berkaitan dengan strategi pengembangan kentang di Kabupaten Bantaeng, oleh karna itu kelanjutan dan kesempurnaan pembahasannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut dengan pembahasan yang tentunya lebih komprehensif.

68

DAFTAR PUSTAKA

Barmin. 2010. Budidaya Sayuran Umbi. Penerbit Cv Ricardo. Jakarta.

Bambang Cahyono. 2004. Budidaya dan Analisis Usaha tani Tomat. Penerbit KANISIUS. Yokyakata

Hotden Leonardo Nainggolan, dan Johndikson, 2012. Pengembangan Sistem Agribisnis Dalam Rangka Pembangunan Pertanian Berkelanjutan. (on- line)https://www.google.co.id/search. Diakses pada tanggal 06 April 2015. Makassar.

Muh. Taufik. 2012. Strategi Pengembangan Agribisnis Sayuran Di Sulawesi Selatan. Jurnal Litbang Pertanian, 31 (2), 2012. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan. Makassar.

Muliadi. 2001 Balanced Score Card : Alat Mengenai Konteporer Untuk Melipatgandakan Kenerja Keungan Perusahaan. PT. Salemba Emban Patria, Jakarta.

Nurul Idawati. 2012. Pedoman Lengkap Bertanam kentang. Penerbit Pustaka Baru Press. Yokyakarta.

LPEM FE – UI. 2007. Metodologi Penelitian : analisa SWOT. Lampiran I Studi Penyusunan RPJP Kabupaten Aceh Tambang 2007-2027 (Http://Bappedatamiang.go.id/uploadfiles/RPJP2007/Lampiran

1_Metodolgi_Penelitian_Analisa_SWOT.pdf , Di akses Pada Tanggal 06 April 2015).

Pandi Tjiptono. 2000. Strategi Bisnis. Penerbit Andi. Yokyakarta.

Rangkuti, 2000. Analisis SWOT: Teknik Membaca Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama,Jakarta.

69 Setijo Pitojo, 2013. Penangaran Benih Bawang Merah. Penerbit KANISIUS.

Yokyakarta.

Start, D.dan Ingie Hovland, 2002. Analisis SWOT(kekuatan, kelemahan,kesempatan,

ancaman)http://www.smeru.or.id/report/training/menjembatani

penelitian dan kebijakan/untuk cso/file/82.pdf. Di akses pada tanggal 04 April 2015. Makassar.

Senja Nilasari, 2014. Manajemen Strategi Itu Gampang. Penerbit Dunia Cerdas.

Jakarta Timur.

Wibisoso, Agus, 2010. Analisis Swot. (Http://Agus Wibisono.com/2010/Analisis- SWOT-Strength-Weakness-Opportunity-Threat/,= Di Akses pada Tanggal 06 April 2015).

70

LAMPIRAN

71 Lampiran 1. Kusioner Penelitian

KUSIONER

I. IDENTITAS RESPONDEN.

1. Nama =

2. Umur = ...tahun 3. Jenis kelamin = L/P

4. Tingkat pendidikan = ...tahun 5. Pengalaman berusahatani :

- Sayuran Dataran Tinggi (kentang) = ...tahun

II. KONDISI USAHATANI SAYURAN DATARAN TINGGI (KENTANG) A. Lahan

1. Luas Lahan = ...Ha

2. Status kepemilikan = Milik/Sakap/Sewa 3. Jarak dari rumah = ...Meter

4. Apa masalah yang di hadapi terkait dengan lahan?

...

...

B. Tenaga Kerja

1. Dalam satu kali tanam apakah Bapak/Ibu membutuhkan tenaga kerja?dan berapa orang?

...

...

72 2. Dalam penggunaan tenaga kerja, apakah Bapak/ibu memberi upah atau

tidak?

...

...

3. Sumber tenaga kerja yang Bapak/Ibu gunakan itu dari mana?

...

...

4. Apa masalah yang terkait dengan tenaga kerja?

...

...

C. Modal Usaha Tani

1. Sumber permodalan yang Bapak/Ibu gunakan dalam satu kali penanaman itu dari mana?

...

...

2. Jumlah modal yang di siapakan dalam sekali penanaman : Rp...

D. Produktivitas

1. Dalam satu kali panen berapa jumlah produksi (kg) yang Bapak/Ibu peroleh?

...

...

2. Apakah hasil produksi yang Bapak/I peroleh langsung di jual atau di simpan?

73 ...

...

3. Apakah ada masalah terkait produksi?

...

...

E. Pemasaran

1. Lokasi pemasaran dari produksi kentang yan Bapak/i peroleh dimana dan kepada siapa?

...

...

2. Apakah ada persyaratan kentang yang Bapak/Ibu ingin jual?

...

...

3. Dalam penjualan dari hasil usahatani kentang milik bapak/Ibu, berapa tingkat harga?

...

...

4. Bagaimana cara transaksi yang bapak gunakan dalam sistem penjualan dari hasil produksi yang bapak usahakan?

...

...

5. Apakah ada masalah yang terkait dengan pemasaran?

74 ...

...

III. SARAN 1.

2.

3.

4.

75 Lampiran 2. Identitas Responden

No Nama Responden Umur (thn) Jenis Kelamin Tingkat pendidikan (thn)

Pengalaman Usahatani kentang (thn)

Komoditas

1 H.Baco 49 Laki-laki SD 25 1,2,3,4

2 H. Mahmud 45 Laki-laki SD 25 1,2,3

3 H. Sawwala 42 Laki-laki SMP 20 1,2,3

4 Harin 36 Laki-laki SD 18 1,2,3

5 Baco 50 Laki-laki SD 17 1,2

6 H. Jamadi 55 Laki-laki SD 30 1,2,3

7 Supu 52 Laki-laki SD 33 1,2,3

8 Soha 45 Laki-laki SD 26 1,2,3

9 Mantan 43 Laki-laki SD 24 1,2,3

10 Sahiri 32 Laki-laki SD 10 1,2,3

11 Bohari 42 Laki-laki SD 17 1,2

12 Caning 29 Laki-laki SD 10 1,2

13 Upa 42 Laki-laki SD 16 1,2,3

14 Abba 45 Laki-laki SD 18 1,2

15 Jumani 30 Laki-laki SD 10 1,2

16 Johan 48 Laki-laki SD 19 1,2

17 Hamid 52 Laki-laki SMP 30 1,2

18 H. Hakimi 53 Laki-laki SMP 33 1,2,3

19 Malik 32 Laki-laki SMP 11 1,2

20 H. Sawing 43 Laki-laki SD 25 1,2

21 Naso 32 Laki-laki SMP 12 1,2

22 Umar 33 Laki-laki SMP 10 1,2

23 Isdarianto 35 Laki-laki SMA 7 1,2

24 Abbasa 52 Laki-laki SD 33 1,2

76

25 Ramli 38 Laki-laki SD 13 1,2

26 Cai 33 Laki-laki SD 12 1,2

27 Ansar 40 Laki-laki SMP 20 1,2,3

28 Tiar 30 Laki-laki SMP 10 1,2,3

29 Jamal 27 Laki-laki SMA 10 1,2,3

30 Baso 41 Laki-laki SMP 20 1,2,3

Total 1217 524

Rata-rata 40,56 17,46

77 Lampiran 3. Kondisi Usahatani Kentang

No Luas lahan (ha) Status kepemilikan Jarak dari rumah (m) Masalah lahan

1 1,50 Sendiri 30 Tidak ada masalah

2 1,00 Sendiri 2000 Jauh

3 1,00 Sendiri 500 Tidak ada masalah

4 0,30 Sendiri 50 Tidak ada masalah

5 1,00 Sendiri 1000 Jauh

6 1,30 Sendiri 100 Tidak ada masalah

7 0,40 Sendiri 30 Tidak ada masalah

8 0,50 Sendiri 10 Tidak ada masalah

9 0,30 Sendiri 150 Tidak ada masalah

10 0,50 Sendiri 200 Tidak ada masalah

11 0,40 Sendiri 70 Tidak ada masalah

12 0,50 Sendiri 100 Tidak ada masalah

13 0,30 Sendiri 1000 Jauh

14 0,40 Sendiri 1500 Jauh

15 0,50 Sendiri 500 Lumayan jauh

16 0,60 Sendiri 1000 Jauh

17 0,30 Sendiri 300 Tidak ada masalah

18 1,00 Sendiri 200 Tdak ada masalah

19 1,00 Sendiri 230 Tidak ada masalah

20 1,50 Sendiri 500 Lumayan jauh

21 1,00 Sendiri 30 Tidak ada masalah

22 0,30 Sendiri 10 Tidak ada masalah

23 0,40 Sendiri 10 Tidak ada masalah

24 0,40 Sendiri 20 Tidak ada masalah

25 0,30 Sendiri 15 Tidak ada masaalah

78

26 0,30 Sendiri 30 Tidak ada masalah

27 0,50 Sendiri 20 Tidak ada masalah

28 0,40 Sendiri 1000 Jauh

29 1,00 Sendiri 1500 Jauh

30 0,50 Sendiri 10 Tidak ada masalah

Total 18,8 12115

Rata-rata 0,63 403,83

79 Lampiran 4. MODAL USAHA TANI

NO S.Permodalan S.permodalan Luar Jumlah Modal (Rp)

1 Sendiri - 23.900.000

2 Sendiri - 13.600.000

3 Sendiri - 18.310.000

4 Sendiri - 4.400.000

5 Sendiri - 4.840.000

6 Sendiri - 7.600.000

7 Sendiri - 2.600.000

8 Sendiri - 4.140.000

9 Sendiri - 2.400.000

10 Sendiri - 8.920.000

11 Sendiri - 3.640.000

12 Sendiri - 7.920.000

13 Sendiri - 2.125.000

14 Sendiri - 2.720.000

15 Sendiri - 8.490.000

16 Sendiri - 2.150.000

17 Sendiri - 8.800.000

18 Sendiri - 19.000.000

19 Sendiri - 6.975.000

20 Sendiri - 21.400.000

21 Sendiri - 7.900.000

22 Sendiri - 5.380.000

23 Sendiri - 4.770.000

24 Sendiri - 3.295.000

25 Sendiri - 2.430.000

80

26 Sendiri - 2.054.000

27 Sendiri - 6.020.000

28 Sendiri - 3.750.000

29 Sendiri - 4.600.000

30 Sendiri - 6.105.000

Total - 219.934.000

Rata- rata

- 7.332.000

81 Lampiran 5. Produksi dan pemasaran

No produksi (kg)

Lokasi pemasaran

Harga (Rp) Persyaratan kentang Cara transaksi Masalah produksi

1 9000 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai Harga kentang tidak menentu

2 8000 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai -

3 12000 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai -

4 1200 P.pengumpul 7000 Besar dan bersih Tunai -

5 11000 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Kredit -

6 4500 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Kredit -

7 1500 p.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai -

8 3100 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Kredit -

9 1100 P.pengumpul 7000 Besar dan bersih Tunai -

10 7500 P.pengumpul 7000 Besar dan bersih Kredit -

11 2000 P.pengumpul 7000 Besar dan bersih Kredit -

12 6000 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Kredit -

13 1000 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Kredit -

14 900 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai -

15 7000 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai -

16 2700 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai -

17 1000 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai -

18 10500 P.pengumpul 7000 Besar dan bersih Tunai -

19 2700 P.pengumpul 6000 Sedang Tunai -

20 12000 P.pengumpul 6000 Sedang Kredit -

21 3640 P.pengumpul 8000 Besar dan bersih Tunai -

22 1200 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai -

23 1300 p.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai -

82

24 1400 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai -

25 1050 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai --

26 1000 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Kredit -

27 3500 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai -

28 1600 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai -

29 8000 P.pengumpul 6000 Besar dan bersih Tunai -

30 2000 P.pengumpul 7000 Besar dan bersih Tunai -

Total 129.440 186.000

Rata- rata

4.314,67 6200

83 Lampiran 9. Pendapatan

No Nama Produksi (kg) Harga (Rp) Nilai Produksi (Rp) Total Biaya Pendapatan bersih (Rp)

1 H. Baco 9000 6000 54.000.000 23.900.000 30.100.000

2 H. mahmud 8000 6000 48.000.000 13.600.000 34.400.000

3 H. sawwala 12000 6000 72.000.000 18.310.000 53.690.000

4 Harin 1200 7000 8.400.000 4.400.000 4.000.000

5 Baco 11000 6000 66.000.000 4.840.000 61.160.000

6 H.jamadi 4500 6000 27.000.000 7.600.000 19.400.000

7 Supu 1500 6000 9.000.000 2.600.000 6.400.000

8 Soha 3100 6000 18.600.000 4.140.000 14.460.000

9 Mantang 1100 7000 7.700.000 2.400.000 5.300.000

10 Sahiri 7500 7000 52.500.000 8.920.000 43.580.000

11 Bohari 2000 7000 14.000.000 3.640.000 10.360.000

12 caning 6000 6000 36.000.000 7.920.000 28.080.000

13 Upa 1000 6000 6.000.000 2.125.000 3.875.000

14 Abba 900 6000 5.400.000 2.720.000 2.680.000

15 Jumani 7000 6000 42.000.000 8.490.000 33.510.000

16 Johan 2700 6000 16.200.000 8.800.000 7.200.000

17 Hamid 1000 6000 6.000.000 2.150.000 3.850.000

18 H. Hakimi 10500 7000 63.000.000 19.000.000 44.400.000

19 Abdul malik 2700 6000 16.200.000 6.975.000 9.225.000

20 H.Sawing 12000 6000 72.200.000 21.400.000 50.600.000

21 Naso 3640 6000 21.840.000 8.900.000 13.940.000

22 Umar 1200 6000 7.200.000 5.380.000 1.820.000

23 Isdarianto 1300 6000 9.000.000 4.770.000 4.230.000

24 Abbasa 1400 6000 8.400.000 3.295.000 5.105.000

25 Ramli 1050 6000 6.300.000 2.430.000 3.870.000

84

26 Cai 1000 6000 6.000.000 2.540.000 3.460.000

27 Ansar 3500 6000 21.000.000 6.020.000 14.980.000

28 Tiar 1600 6000 9.600.000 3.750.000 5.850.000

29 Jamal 8000 6000 48.000.000 4.600.000 43.400.000

30 Baso 2000 7000 14.000.000 6.105.000 7.895.000

Total 129.440 186.000 791.540.000 221.854.000 627.437.00 0

Rata-rata 4.314.666 6200 26.746.800 7.386.133 19.360.667

85 Lampiran 7 : dokumentasi Kegiatan

Wawancara Dengan Responden

86 Gambar Bibit Kentang Yang Siap d Tanam

Gambar Lahan yang Belum Di Bersihkan

87 Gambar Lahan Yang Sudah Di Bajak dan Dibersihkan

Gambar Pembuatan Alur Tanam

88 Gambar Pemberian Pupuk Kandang

Gambar Peletakan Bibit Dalam Lobang

Dalam dokumen strategi pengembangan agribisnis kentang di (Halaman 81-104)

Dokumen terkait