• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen PR S PROPOSAL SKRIPSI 2014 (Halaman 79-98)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Telah terbuktinya metode pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Perubahan soaial, maka kami sarankan hal-hal sebagai berikut:

1. Dalam kegiatan belajar mengajar guru diharapkan menjadikan metodepembelajaran Cooperative Script sebagai suatu alternatif dalam mata pelajaran Perubahan sosial untuk meningatkan hasil belajar siswa.

2. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat khususnya bagi guru dan Siswa maka diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dalam pelajaran sosiologi maupun pelajaran yang lain.

62

A. Pengertian Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial dapat diartikan sebagai suatu proses yang direncanakan atau yang tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak,membimbing,bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. Apabila pengendalian sosial dijalankan secara efektif, maka perilaku individ akan konsisten dengan tipe perilaku yang diharapkan.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hakikat pengendalian sosial, kita dapat memahami definisi pengendalian sosial yang dikemukakan para sosiolog berikut ini.

a.Peter L.Berger

Pengendalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang menyimpang.

b.Bruce J.Cohen

Pengendalian sosial adalah cara-cara atau metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar berperilaku selaras dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas tertentu.

c.Joseph S.Roucek

Pengendalian sosial adalah segenap cara dan proses pengawasan yang direncanakan atau tidak direncanakan yang bertujuan mengajak, mendidik, atau bahkan memaksa warga masyarakat agar memenuhi norma dan nilai yang berlaku.

Berdasarkan pengertian diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa pengendalian sosial meliputi sistem dan proses yang mendidik, mengajak, dan memaksa.

B. Ciri dan Tujuan Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial sangat penting demi kelangsungan hidup suatu masyarakat.

Lalu, apakah yang menjadi ciri dan tujuan pengendalian sosial?

a. Ciri-ciri Pengendalian Sosial

Merujuk pada definisi di atas kita dapat mengidentifikasi ciri-ciri yang terdapat dalam pengendalian sosial, diantaranya adalah sebagai berikut.

1). Suatu cara atau metode tertentu terhadap masyarakat

2). Bertujuan mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan-perubahan yang terus terjadi di dalam suatu masyarakat.

3). Dapat dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya atau oleh suatu kelompok terhadap individu.

4). Dilakukan secara timbal balik meskipun terkadang tidak disadari oleh kedua belah pihak

b. Tujuan Pengendalian Sosial

Secara sederhana, tujuan pengendalian sosial dapat dirumuskan sebagai berikut.

1). Tujuan eksploratif, karena dimotifasikan oleh kepentingan diri, baik secra langsung maupun tidak.

C. Jenis Pengendalian Sosial

Dalam kehidupan bersama di masyarakat, pengendalian sosial berfungsi untuk menciptakan suatu tatanan masyarakat yang teratur dan sesuai dengan norma-norma yang telah di sepakati bersama. Guna mewujudkan maksud tersebut kita mengenal beberapa jenis pengendalian sosial yang didasarkan pada sifat dan tujuannya, resmi dan tidaknya, serta siapa yang melakukan pengendalian.

a. Menurut Sifat dan Tujuan

Dilihat dari sifat dan tujuannya, kita mengenal pengendalian preventif, pengendalian refresif, serta pengendalian gabungan antara pengendalian preventif dan refresif.

1). Preventif merupakan suatu usaha pencegahan terhadap terjadinya gangguan- gangguan pada keserasian antara keserasian dan keadilan.

2). Represif merupakan usaha yang bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang pernah mengalami gangguan.

3). Pengendalian Gabungan merupakan usaha yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan (preventif) sekaligus mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma sosial (refresif).

b. Menurut Resmi dan Tidak

Dilihat dari resmi dan tidaknya, kita mengenal pengendalian resmi dan pengendalian tidak resmi.

1). Pengendalian Resmi adalah pengawasan yang didasarkan atas penugasan oleh badan-badan resmi.

2). Pengendalian tidak resmi adalah pengendalian yang dilakukan sendiri oleh warga masyarakat dan dilaksanakan demi terpeliharanya peraturan-peraturan yang tidak resmi milik masyarakat.

c. Menurut Siapa yang Melakukan Pengendalian

Dilihat dari siapa yang melakukan pengendalian, kita mengenal pengendalian institusional dan pengendalian berpribadi.

1). Pengendalian Institusional adalah pengaruh yang datang dari suatu pola kebudayaan yang dimiliki lembaga (institusi) tertentu. Pola-pola kelakuan dan kaidah-kaidah lembaga itu tidak saja mengontrol anggota lembaga, tetapi juga warga masyarakat yang berada diluar lembaga itu.

2). Pengendalian berpribadi adalah pengaruh baik atau buruk yang datang dari orang tertentu. Artinya, tokoh yang berpengaruh itu dapat dikenal.

D. Cara Pengendalian Sosial

Proses pengendalian sosial dalam masyarakat agar dapat berjalan dengan lancar, efektif, dan mencapai tujuan yang diinginkan.

a. Pengendalian Tanpa Kekerasan (persuasi)

b. Pengendalian dengan Kekerasan (koersi)

Pengendalian ini dilakukan bagi masyarakat yang kurang tenteram atau apabila cara pengendalian tanpa kekerasan tidak behasil.

Jenis pengendalian dengan kekerasan ini ada dua,yaitu:

1). Kompulsi (compulsion) adalah situasi yang diciptakan sedemikian rupa sehingga seseorang terpaksa taat atau mengubah sifatnya dan menghasilkan kepatuhan yang tidak langsung.

2). Pervasi (pervasion) adalah penanaman norma-norma yang ad secara berulang- ulang dan terus-menerus dengan harapan bahwa hal tersebut dapat meresap kedalam kesadaran seseorang.

c. Pengendalian Formal

Pengendalian secara formal dapat dilakukan melalui hukuman fisik, lembaga pendidikan, dan lembaga keagamaan.

1). Hukuman Fisik

Model pengendalian ini dilakukan oleh lembaga-lembaga resmi yang diakui oleh semua lapisan masyarakat.

2). Lembaga Pendidikan

Pengendalian sosial melalui lembaga pendidikan formal, nonformal, maupun informal mengarahkan perilaku seseorang agar sesuai dengan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat.

3). Lembaga Keagamaan

Setiap agama mengajarkan hal-hal yang baik kepada para penganutnya. Ajaran tersebut terdapat dalam kitab suci masing-masing agama. Pemeluk agam yang taat pada ajaran agamanya akan senantiasa menjadi ajaran itu sebagai pegangan dan pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku, serta berusaha mewujudkannya dalam kehidupan seahri-hari.

d. Pengendalian Informal

Pengendalian sosial secara tidak resmi (informal) dapat dilakukan melauli desas- desus, pengucilan, celaan,dan ejekan.

1). Desas-desus (gosip) adalah berita yang menyebar secara cepat dan tidak berdasaran fakta (kenyataan) atau bukti-bukti yang kuat.

2). Pengucilan adalah suatu tindakan pemutusan hubungan sosial dari sekelompok orang erhadap seorang angggota masyarakat yang telah melakukan pelanggaran terhadap nilai dan norma yang berlaku.

3). Celaan adalah tindakan kritik atau tuduhan terhadap suatu pandangan, sikap, dan perilaku yang tidak sejalan (tidak sesuai) dengan pandangan, sikap, dan perilaku anggota kelompok pada umumnya.

4). Ejekan adalah tindakan membicarakan seseorang dengan menggunakan kata- kata kiasan, perumpamaan, atau kata-kata yang berlebihan serta bermakna negatif.

Nama sekolah : MA MUHAMMADIYAH ERENG-ERENG

Kelas : X

Mata pelajaran : Sosiologi

KERJAKANLAH DENGAN PENUH TANGGUNG JAWAB 1. Jelaskan secara singkat pengertian pengendalian sosial 2. Tuliskan 2 pengertian pengendalian sosial menurut para ahli 3. Jelaskan ciri ciri pengendalian sosial

4. Sebutkan jenis pengendalian sosial Sifat dan Tujuannya 5. Sebutkan 2 cara pengendalian sosial

1. Pengendalian sosial adalah suatu proses yang di rencanakan dengan tujuan mengajak, membimbing, bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai nilai dan kaidah kaidah yang berlaku

10

2 1. Peter L. Berger

Pengendalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertipkan anggotanya yang menyimpang

2. Bruce J. Cohen

Pengendalian sosial adalah cara-cara atau metode yang di gunakan untuk mendorong seseorang agar berperilaku selaras dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas tertentu.

3. Joseph S. Roucek

Pengendalian sosial adalah segenap cara dan proses pengawasan yang di rencanakan atau tidak di rencanakan yang bertujuan mengajak, mendidik, atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi norma dan nilai yang berlaku.

5 5 5

20

3 1. Suatu cara atau metode tertentu terhadap masyarakat.

2. Bertujuan mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan-perubahan yang terus terjadi di dalam suatu masyarakat.

3. Dapat dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya atau oleh suatu kelompok terhadap individu.

4. Dilakukan secara timbal balik meskipun terkadang tidak di sadari oleh kedua belah pihak.

5 5 5 5

20

4 1. Preventif merupakan suatu usaha pencegahan terhadap terjadinya gangguan-gangguan pada keserasian antara keserasian dan keadilan.

2. Represif merupakan usaha yang bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang pernah mengalami

10

25

sekaligus mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma sosial (refresif).

5 1. Pengendalian tanpa kekerasan (persuasi) 2. Pengendalian dengan kekerasan (koersi)

10 10

25

Di masyarakat, proses pengendalian sosial umumnya dilakukan dengan pola-pola seperti berikut ini.

a. Pengendalian Kelompok terhadap Kelompok

Pengendalian ini terjadi apabila suatu kelompok mengawsi perilaku kelompok yang lain.

b. Pengendalian Kelompok terhadap Anggotanya (individu)

Pengendalian ini terjadi apabila suatu kelompok menentukan perilaku para anggotanya.

c. Pengendalian Pribadi terhadap Pribadi lainnya.

Pengendalian ini terjadi apabila individu mengadakan pengawasan terhadap individu lainnya.

d. Pengendalian Individu Terhadap kelompok.

Pengendalian sosial jenis ini terjadi misalnya, ketika seorag guru sedang mengawasi para siswa yang sedang mengerjakan ujian.

B. Agen (Media) Pengendalian Sosial

Beberapa pranata sosial yang berperan sebagai agen pengendalian sosial diantaranya adalah kepolisian, pengadilan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, sekolah, keluarga, dan mahasiswa.

a. Kepolisian

Polisi merupakan aparat resmi pemerintah yang bertugas menertibkan keamanan.

b. Pengadilan

Pengendalian merupakan suatu badan yang dibentuk oleh negara untuk menangani, menyelesaikan, dan mengadili setiap perbuatan yang melanggar hukum.

c. Tokoh Adat

Kebiasan-kebiasan yang terbentuk dan berkembang dalam masyarakat, memiliki nilai dan dijunjung tinggi oleh anggotanya, serta bersifat religius mengenai nilai- nilai budaya, norma-norma hukum, dan aturan-aturan yang mengikat disebut adat.

d. Tokoh Agama

Orang yang memiliki pemahaman luas tentang suatu agama dan menjalankan pengaruhnya sesuai dengan pemahaman tersebut dinamakan tokoh agama.

e. Tokoh Masyarakat

Setiap orang yang dianggap berpengaruh dalam kehidupan sosial suatu masyarakat disebut sebagai tokoh masyarakat.

f. Sekolah

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki peranan dan pengendalian sosial.

g. Keluarga

Setiap orang tua pasti mengendalikan perilaku anak-anaknya agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

dan kondisi masyarakat.

C. Fungsi Pengendalian Sosial

Koentjaraningrat mengidentifikasikan fungsi pengendalian sosial sebagai berikut.

a. Mempertebal Keyakinan Masyarakat tentang Kebaikan Norma

Norma diciptakan oleh masyarakat sebagai petunjuk yang hidup bagi anggotanya dalam bersikap dan bertingkah laku, agar tercipta ketertiban dan keteraturan dalam hidup masyarakat. Untuk mempertebal keyakinanini dapat ditempuh melalui pendidikan dilingkungan keluarga, masyarakat, maupun sekolah.

b. Memberikan Imbalan kepada Warga yang Menaati Norma

Pemberian imbalan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat dalam diri orang-orang yang berbuat baik agar mereka melakukan perbuatan yang baik dan menjadi contoh bagi warga lain.

c. Mengembangkan Rasa Malu

Dapat dipastikan bahwa setiap orang mempunyai ‘rasa malu’. Terutama apabila telah melakukan kesalahan dengan melanggar norma sosial. Masyarakat yang secara agresif mencela setiap perbuatan yang menyimpang dari norma-norma dengan melemparkan gosip dan gunjingan akan memengaruhi jiwa seseorang yang melakukan penyimpangan tersebut.

d. Mengembangkan Rasa Takut

Rasa takut mengakibatkan seseorang menghidarkan diri dari suatu perbuatan yang dinilai yang mengandung resiko. Oleh karena itu orang akan berkelakuan baik, taat kepada tata kelakuan atau adat istiadat karena sadar bahwa perbuatan yang menyimpang dari norma-norma akan berakibat tidak baik bagi dirinya maupun orang lain.

e. Menciptakan Sistem Hukum

Setiap negara memiliki sistem hukum yang berisi perintah dan larangan yang dilengkapi dengan sanksi yang tegas. Hukum mengatur semua yang tindakan setiap warga masyarakatnya, agar tercipta ketertiban dan keamanan.

Disini, perwujudan pengendalian sosialnya dengan hukuman pidana, kompensasi, terapi, dan konsolidasi.

a. Hukuman pidana, diperlakukan bagi orang-orang yang melanggar peratiran- peraturan negara, seperti membunuh, mencuri, dan merampok.

b. Kompensasi adalah kewajiban pihak yang melakukan kesalahan untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang dirugikan akibat kesalahan tersebut.

c. Terapi adalah inisiatif untuk memperbaiki diri sendiri dengan bantuan pihak- pihak tertentu.

d. Konsolidasi adalah upaya untuk menyelesaikan dua pihak yang bersengketa, baik secara kompromi maupun dengan mngundang pihak ketiga sebagai penengah (mediator).

Nama sekolah : MA MUHAMMADIYAH ERENG-ERENG

Kelas : X

Mata pelajaran : Sosiologi

KERJAKANLAH DENGAN PENUH TANGGUNG JAWAB 1. Sebutkan Pola Pengendalian sosial..?

2. Sebutkan dan jelaskan 3 Agen atau Media pengendalia Sosial..?

3. Sebutkan Fungsi pengendalian sosial menurut Anda..?

No. Jawaban Skor Bobot 1. a. Pengendalian Kelompok terhadap Kelompok

b. Pengendalian Kelompok terhadap Anggotanya (individu) c. Pengendalian Pribadi terhadap Pribadi lainnya.

d. Pengendalian Individu Terhadap kelompok

5 5 5 5

20

2 a. Kepolisian

Polisi merupakan aparat resmi pemerintah yang bertugas menertibkan keamanan.

b. Pengadilan

Pengendalian merupakan suatu badan yang dibentuk oleh negara untuk menangani, menyelesaikan, dan mengadili setiap perbuatan yang melanggar hukum.

c. Tokoh Adat

Kebiasan-kebiasan yang terbentuk dan berkembang dalam masyarakat, memiliki nilai dan dijunjung tinggi oleh anggotanya, serta bersifat religius mengenai nilai-nilai budaya, norma-norma hukum, dan aturan-aturan yang mengikat disebut adat.

d. Tokoh Agama

Orang yang memiliki pemahaman luas tentang suatu agama dan menjalankan pengaruhnya sesuai dengan pemahaman tersebut dinamakan tokoh agama.

e. Tokoh Masyarakat

Setiap orang yang dianggap berpengaruh dalam kehidupan sosial suatu masyarakat disebut sebagai tokoh masyarakat.

f. Sekolah

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki peranan dan pengendalian sosial.

g. Keluarga

Setiap orang tua pasti mengendalikan perilaku anak- anaknya agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

h. Mahasiswa

Mahasiswa dapat selalu memonitori semua kebijakan pemerintah dan berusaha untuk melakukan counter

10 25

3 Pendapat Siswa

50

Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Takalar Mata Pelajaran : Sosiologi

Kelas/Program : X/Ilmu Sosial

Semester : 2 (dua)

Standar Kompetensi : Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan kepribadian

Kompetensi Dasar

Nilai Budaya Dan Karakter

Bangsa

Kewirausahaan / Ekonomi

Kreatif

Indikator Pencapaian Kompetensi

Materi pokok/

pembelajar an

Kegiatan Pembelaajran

Penilaian

Alokas i Waktu

Sumber/ba han/alat Teknik Bentuk Contoh

Instrumen

2.1.Menjelaskan sosialisasi sebagai proses dalam pembentuka n kepribadian

Toleransi

Demokratis

Rasa Ingin tahu

Semangat kebangsaan

Bersahabat

Cinta Tanah Air

Cinta Damai

Peduli social

Tanggung Jawab

Kepemimpinan

Percaya diri

Berorientasi Tugas dan Hasil

Jujur

Ulet

Mendefenisika n sosialisasi danpembentukan kepribadian

Mendeskripsika n peran nilai dan norma dalam sosialisasi

Menjelaskan tahapan perkembangan diri manusia.

Menjelaskan faktor-faktor yangberpengaruh terhadap pembentukan

Sosialisasi dan

pembentukan kepribadian

Mendengarka n penjelasan tentang hakikat sosialisasi dan pembentukan kepribadian.

Secara individu mengamati proses sosialisasi dalam pembentukan kepribadian di lingkungan terdekat.

Secara individu menceritakan

Penugasa n

Test tertulis

Individu

Individu

Lakukan pengamatan atau refleksi terhadap dirimu sendiri!

Identifikasikanlah sifat dan prilaku Anda yang merupakan hasil dari sosialisasi!Apa peran nilai dan norma orangtua dan masyarakat dalam kepribadian Anda?

1. Apa saja factor- faktor

pembentukan

6 jam Sosiologi untuk SMA dan MA kelas X Kun Maryati dan Juju Surayawati (ESIS) .

Kamus

kepribadian dengan kebudayaan.

Menjelaskan agen-agen yang berperan dalam sosialisasi.

Mendeskripsika n hubungan sosialisasi dengan kepribadian

dalam pembentukan kepribadian.

Mendiskusikan peran nilai dan norma dalam proses sosialisasi.

Secara berkelompok membuat deskripsi faktor-faktor yangmempengaruh iperkembanga n kepribadian.

Mempresentas ikan hasil diskusi tentang factor-faktor yang

mempengaruh iperkembanga n kepribadian.

Secara individu menggali informasi dari berbagai sumber belajar yang berkaitan dengan agen- agen sosialisasi dan tujuan.

Secara berkelompok

Test berbicara dan tertulis

kelompok

Diskusikan kasus

“Korban Smack down Bertambah:

Pingsan dan Muntah Darah”.

Koran, majalah, TV, internet.

kepribadian

2.2.Mendeskripsi kan

terjadinya perilaku menyimpang dan sikap- sikap anti sosial.

Toleransi

Demokratis

Rasa Ingin tahu

Semangat kebangsaan

Bersahabat

Cinta Tanah Air

Cinta Damai

Peduli social

Tanggung Jawab

Kepemimpinan

Percaya diri

Berorientasi Tugas dan Hasil

Jujur

Ulet

Mengidentifkasi kan terjadinya perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna.

Mengklasifikasi jenis-jenis perilaku menyimpang

Mengidentifikasi kan sifat dan macam perilaku menyimpang.

Memberikan opini tentang berbagai perilaku menyimpang dalam masyarakat

Perilaku

Menyimpang Secara individu menggali informasi melalui data- data kepustakaan dan media massa tentang perilaku menyimpang

Secara individu mengamati perilaku menyimpang yang terjadi di dalam masyarakat sekitar

Secara individu mengungkapk an kembali hasil pengamatan yang didapat di masyarakat sekitar.

Secara bergantian melaporkan terjadinya perilaku menyimpang sesuai dengan hasil temuan

Test tertulis

Penugasa n

Penugasa n

Ulangan Blok

Individu

Laporan

Laporan hasil diskusi

PG dan Urain

Identifikasikanlah perilaku-perilaku menyimpang dalam masyarakat di daerah Anda?

Amatilah perilaku menyimpang dala masyarakat kemudian buatlah laporan penyebab dan akibatnnya!

Diskusikan kasus narkoba yang ada dalam buku halaman 133-134.

1. Contoh penyimpangan gaya hidup dalam masyarakat adalah….

a. narkotika b. kolusi dan nepotisme c. arogansi dan

eksentrik d. arogansi

dan kolusi

8 jam Sosiologi untuk SMA dan MA kelas X Kun Maryati dan Juju Surayawati dari ESIS

Sosiologi suatu pengantar oleh Soerjono Soekanto.

Artikel dari koran dan internet

Kamus Sosiologi Gambar, foto, CD,

mendiskusika n jenis-jenis perilaku menyimpang.

Secara berkelompok menyimpulkan solusi yang tepat untuk menanggulan gi terjadinya perilaku menyimpang.

Data instansi/lemb aga

2.3.Menerapkan aturan- aturan sosial dalam kehidupan bermasyarak at.

Toleransi

Demokratis

Rasa Ingin tahu

Semangat kebangsaan

Bersahabat

Cinta Tanah Air

Cinta Damai

Peduli social

Tanggung Jawab

Kepemimpinan

Percaya diri

Berorientasi Tugas dan Hasil

Jujur

Ulet

Mengidentifikasi jenis-jenis lembaga sosial

Mendeskripsika n berbagai cara perubahan sosial

Mendeskripsika n akibat tidak berfungsinya lembaga sosial

Mendefinisikan aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat

Aturan- aturan sosial dalam kehidupan bermasyarak at

Secara klasikal menggali informasi melalui kajian yang terjadi di masyarakat tentang perubahan sosial

Secara klasikal mengkomunik asikan secara lisan dan tulisan tentang jenis- jenis lembaga perubahan sosial yang ada di masyarakat.

Secara kelompok menggali informasi melalu wawancara dengan guru BK, Kepala Sekolah,

Penugasa n

Test tertulis dan berbicara

Penugasa n

Tugas Individu

Pengama tan

Laporan hasil wawanca ra

Kelompo k

Amatilah terhadap masyarakat di daerahmu!

Kemudian, identifikasikanlah cara-cara

pengendalian social yang dilakukan masyarakat terhadap berbagai perilaku

menyimpang.

Buatlah tulisan dari hasil wawancara yang kamu lakukan dengan warga sekolah!

Tentukan solusi yang tepat dalam pengendadlian social di sekolah!

8 jam Sosiologi untuk SMA dan MA kelas X Kun Maryati dan Juju Surayawati (ESIS) .

Artikel dari koran dan internet

Gambar, foto, CD, Masyarakat setempat

sekolah

Secara klasikal mendiskusikan peran guru BK, Kepala Sekolah, Pembina Kesiswaan dalam menangani kasus di sekolah.

Bekerja sama antarsiswa untuk menyimpulkan solusi yang paling tepat dalam cara perubahan sosial yang terjadi di sekitar sekolah

Secara individu memberikan opini atau ulasan tentang akibat tidak berfungsinya lembaga sosial

Secara klasikal malalui ulasan tentang tidak berfungsinya lembaga sosial

Secara individu

Ulangan Blok

hasil wawanca ra

PG dan Uraian singkat

Pengancaman termasuk cara pengendalian social yang….

a. persuasive b. membimbing c. mengancam d. memukul e. menghukum Apa yang dimaksud dengan labelling?

dalam kehidupan masyarakat.

Secara klasikal melalui ulasan tentang hasil wawancara kepada RT, RW tentang aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat.

Mengetahui,

Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Takalar

Drs.H.Syarifuddin B,MM NIP. 195604271986021005

HAER Takalar, 18 September 2014 Guru Mata Pelajaran Sosiologi ( Mahasiswa Peneliti )

Saddam Hamzah Nim. 10538 1378 09

Dalam dokumen PR S PROPOSAL SKRIPSI 2014 (Halaman 79-98)

Dokumen terkait