BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Telah terbuktinya metode pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Perubahan soaial, maka kami sarankan hal-hal sebagai berikut:
1. Dalam kegiatan belajar mengajar guru diharapkan menjadikan metodepembelajaran Cooperative Script sebagai suatu alternatif dalam mata pelajaran Perubahan sosial untuk meningatkan hasil belajar siswa.
2. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat khususnya bagi guru dan Siswa maka diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dalam pelajaran sosiologi maupun pelajaran yang lain.
62
A. Pengertian Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial dapat diartikan sebagai suatu proses yang direncanakan atau yang tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak,membimbing,bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. Apabila pengendalian sosial dijalankan secara efektif, maka perilaku individ akan konsisten dengan tipe perilaku yang diharapkan.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hakikat pengendalian sosial, kita dapat memahami definisi pengendalian sosial yang dikemukakan para sosiolog berikut ini.
a.Peter L.Berger
Pengendalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang menyimpang.
b.Bruce J.Cohen
Pengendalian sosial adalah cara-cara atau metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar berperilaku selaras dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas tertentu.
c.Joseph S.Roucek
Pengendalian sosial adalah segenap cara dan proses pengawasan yang direncanakan atau tidak direncanakan yang bertujuan mengajak, mendidik, atau bahkan memaksa warga masyarakat agar memenuhi norma dan nilai yang berlaku.
Berdasarkan pengertian diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa pengendalian sosial meliputi sistem dan proses yang mendidik, mengajak, dan memaksa.
B. Ciri dan Tujuan Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial sangat penting demi kelangsungan hidup suatu masyarakat.
Lalu, apakah yang menjadi ciri dan tujuan pengendalian sosial?
a. Ciri-ciri Pengendalian Sosial
Merujuk pada definisi di atas kita dapat mengidentifikasi ciri-ciri yang terdapat dalam pengendalian sosial, diantaranya adalah sebagai berikut.
1). Suatu cara atau metode tertentu terhadap masyarakat
2). Bertujuan mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan-perubahan yang terus terjadi di dalam suatu masyarakat.
3). Dapat dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya atau oleh suatu kelompok terhadap individu.
4). Dilakukan secara timbal balik meskipun terkadang tidak disadari oleh kedua belah pihak
b. Tujuan Pengendalian Sosial
Secara sederhana, tujuan pengendalian sosial dapat dirumuskan sebagai berikut.
1). Tujuan eksploratif, karena dimotifasikan oleh kepentingan diri, baik secra langsung maupun tidak.
C. Jenis Pengendalian Sosial
Dalam kehidupan bersama di masyarakat, pengendalian sosial berfungsi untuk menciptakan suatu tatanan masyarakat yang teratur dan sesuai dengan norma-norma yang telah di sepakati bersama. Guna mewujudkan maksud tersebut kita mengenal beberapa jenis pengendalian sosial yang didasarkan pada sifat dan tujuannya, resmi dan tidaknya, serta siapa yang melakukan pengendalian.
a. Menurut Sifat dan Tujuan
Dilihat dari sifat dan tujuannya, kita mengenal pengendalian preventif, pengendalian refresif, serta pengendalian gabungan antara pengendalian preventif dan refresif.
1). Preventif merupakan suatu usaha pencegahan terhadap terjadinya gangguan- gangguan pada keserasian antara keserasian dan keadilan.
2). Represif merupakan usaha yang bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang pernah mengalami gangguan.
3). Pengendalian Gabungan merupakan usaha yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan (preventif) sekaligus mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma sosial (refresif).
b. Menurut Resmi dan Tidak
Dilihat dari resmi dan tidaknya, kita mengenal pengendalian resmi dan pengendalian tidak resmi.
1). Pengendalian Resmi adalah pengawasan yang didasarkan atas penugasan oleh badan-badan resmi.
2). Pengendalian tidak resmi adalah pengendalian yang dilakukan sendiri oleh warga masyarakat dan dilaksanakan demi terpeliharanya peraturan-peraturan yang tidak resmi milik masyarakat.
c. Menurut Siapa yang Melakukan Pengendalian
Dilihat dari siapa yang melakukan pengendalian, kita mengenal pengendalian institusional dan pengendalian berpribadi.
1). Pengendalian Institusional adalah pengaruh yang datang dari suatu pola kebudayaan yang dimiliki lembaga (institusi) tertentu. Pola-pola kelakuan dan kaidah-kaidah lembaga itu tidak saja mengontrol anggota lembaga, tetapi juga warga masyarakat yang berada diluar lembaga itu.
2). Pengendalian berpribadi adalah pengaruh baik atau buruk yang datang dari orang tertentu. Artinya, tokoh yang berpengaruh itu dapat dikenal.
D. Cara Pengendalian Sosial
Proses pengendalian sosial dalam masyarakat agar dapat berjalan dengan lancar, efektif, dan mencapai tujuan yang diinginkan.
a. Pengendalian Tanpa Kekerasan (persuasi)
b. Pengendalian dengan Kekerasan (koersi)
Pengendalian ini dilakukan bagi masyarakat yang kurang tenteram atau apabila cara pengendalian tanpa kekerasan tidak behasil.
Jenis pengendalian dengan kekerasan ini ada dua,yaitu:
1). Kompulsi (compulsion) adalah situasi yang diciptakan sedemikian rupa sehingga seseorang terpaksa taat atau mengubah sifatnya dan menghasilkan kepatuhan yang tidak langsung.
2). Pervasi (pervasion) adalah penanaman norma-norma yang ad secara berulang- ulang dan terus-menerus dengan harapan bahwa hal tersebut dapat meresap kedalam kesadaran seseorang.
c. Pengendalian Formal
Pengendalian secara formal dapat dilakukan melalui hukuman fisik, lembaga pendidikan, dan lembaga keagamaan.
1). Hukuman Fisik
Model pengendalian ini dilakukan oleh lembaga-lembaga resmi yang diakui oleh semua lapisan masyarakat.
2). Lembaga Pendidikan
Pengendalian sosial melalui lembaga pendidikan formal, nonformal, maupun informal mengarahkan perilaku seseorang agar sesuai dengan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat.
3). Lembaga Keagamaan
Setiap agama mengajarkan hal-hal yang baik kepada para penganutnya. Ajaran tersebut terdapat dalam kitab suci masing-masing agama. Pemeluk agam yang taat pada ajaran agamanya akan senantiasa menjadi ajaran itu sebagai pegangan dan pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku, serta berusaha mewujudkannya dalam kehidupan seahri-hari.
d. Pengendalian Informal
Pengendalian sosial secara tidak resmi (informal) dapat dilakukan melauli desas- desus, pengucilan, celaan,dan ejekan.
1). Desas-desus (gosip) adalah berita yang menyebar secara cepat dan tidak berdasaran fakta (kenyataan) atau bukti-bukti yang kuat.
2). Pengucilan adalah suatu tindakan pemutusan hubungan sosial dari sekelompok orang erhadap seorang angggota masyarakat yang telah melakukan pelanggaran terhadap nilai dan norma yang berlaku.
3). Celaan adalah tindakan kritik atau tuduhan terhadap suatu pandangan, sikap, dan perilaku yang tidak sejalan (tidak sesuai) dengan pandangan, sikap, dan perilaku anggota kelompok pada umumnya.
4). Ejekan adalah tindakan membicarakan seseorang dengan menggunakan kata- kata kiasan, perumpamaan, atau kata-kata yang berlebihan serta bermakna negatif.
Nama sekolah : MA MUHAMMADIYAH ERENG-ERENG
Kelas : X
Mata pelajaran : Sosiologi
KERJAKANLAH DENGAN PENUH TANGGUNG JAWAB 1. Jelaskan secara singkat pengertian pengendalian sosial 2. Tuliskan 2 pengertian pengendalian sosial menurut para ahli 3. Jelaskan ciri ciri pengendalian sosial
4. Sebutkan jenis pengendalian sosial Sifat dan Tujuannya 5. Sebutkan 2 cara pengendalian sosial
1. Pengendalian sosial adalah suatu proses yang di rencanakan dengan tujuan mengajak, membimbing, bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai nilai dan kaidah kaidah yang berlaku
10
2 1. Peter L. Berger
Pengendalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertipkan anggotanya yang menyimpang
2. Bruce J. Cohen
Pengendalian sosial adalah cara-cara atau metode yang di gunakan untuk mendorong seseorang agar berperilaku selaras dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas tertentu.
3. Joseph S. Roucek
Pengendalian sosial adalah segenap cara dan proses pengawasan yang di rencanakan atau tidak di rencanakan yang bertujuan mengajak, mendidik, atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi norma dan nilai yang berlaku.
5 5 5
20
3 1. Suatu cara atau metode tertentu terhadap masyarakat.
2. Bertujuan mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan-perubahan yang terus terjadi di dalam suatu masyarakat.
3. Dapat dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya atau oleh suatu kelompok terhadap individu.
4. Dilakukan secara timbal balik meskipun terkadang tidak di sadari oleh kedua belah pihak.
5 5 5 5
20
4 1. Preventif merupakan suatu usaha pencegahan terhadap terjadinya gangguan-gangguan pada keserasian antara keserasian dan keadilan.
2. Represif merupakan usaha yang bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang pernah mengalami
10
25
sekaligus mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma sosial (refresif).
5 1. Pengendalian tanpa kekerasan (persuasi) 2. Pengendalian dengan kekerasan (koersi)
10 10
25
Di masyarakat, proses pengendalian sosial umumnya dilakukan dengan pola-pola seperti berikut ini.
a. Pengendalian Kelompok terhadap Kelompok
Pengendalian ini terjadi apabila suatu kelompok mengawsi perilaku kelompok yang lain.
b. Pengendalian Kelompok terhadap Anggotanya (individu)
Pengendalian ini terjadi apabila suatu kelompok menentukan perilaku para anggotanya.
c. Pengendalian Pribadi terhadap Pribadi lainnya.
Pengendalian ini terjadi apabila individu mengadakan pengawasan terhadap individu lainnya.
d. Pengendalian Individu Terhadap kelompok.
Pengendalian sosial jenis ini terjadi misalnya, ketika seorag guru sedang mengawasi para siswa yang sedang mengerjakan ujian.
B. Agen (Media) Pengendalian Sosial
Beberapa pranata sosial yang berperan sebagai agen pengendalian sosial diantaranya adalah kepolisian, pengadilan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, sekolah, keluarga, dan mahasiswa.
a. Kepolisian
Polisi merupakan aparat resmi pemerintah yang bertugas menertibkan keamanan.
b. Pengadilan
Pengendalian merupakan suatu badan yang dibentuk oleh negara untuk menangani, menyelesaikan, dan mengadili setiap perbuatan yang melanggar hukum.
c. Tokoh Adat
Kebiasan-kebiasan yang terbentuk dan berkembang dalam masyarakat, memiliki nilai dan dijunjung tinggi oleh anggotanya, serta bersifat religius mengenai nilai- nilai budaya, norma-norma hukum, dan aturan-aturan yang mengikat disebut adat.
d. Tokoh Agama
Orang yang memiliki pemahaman luas tentang suatu agama dan menjalankan pengaruhnya sesuai dengan pemahaman tersebut dinamakan tokoh agama.
e. Tokoh Masyarakat
Setiap orang yang dianggap berpengaruh dalam kehidupan sosial suatu masyarakat disebut sebagai tokoh masyarakat.
f. Sekolah
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki peranan dan pengendalian sosial.
g. Keluarga
Setiap orang tua pasti mengendalikan perilaku anak-anaknya agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
dan kondisi masyarakat.
C. Fungsi Pengendalian Sosial
Koentjaraningrat mengidentifikasikan fungsi pengendalian sosial sebagai berikut.
a. Mempertebal Keyakinan Masyarakat tentang Kebaikan Norma
Norma diciptakan oleh masyarakat sebagai petunjuk yang hidup bagi anggotanya dalam bersikap dan bertingkah laku, agar tercipta ketertiban dan keteraturan dalam hidup masyarakat. Untuk mempertebal keyakinanini dapat ditempuh melalui pendidikan dilingkungan keluarga, masyarakat, maupun sekolah.
b. Memberikan Imbalan kepada Warga yang Menaati Norma
Pemberian imbalan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat dalam diri orang-orang yang berbuat baik agar mereka melakukan perbuatan yang baik dan menjadi contoh bagi warga lain.
c. Mengembangkan Rasa Malu
Dapat dipastikan bahwa setiap orang mempunyai ‘rasa malu’. Terutama apabila telah melakukan kesalahan dengan melanggar norma sosial. Masyarakat yang secara agresif mencela setiap perbuatan yang menyimpang dari norma-norma dengan melemparkan gosip dan gunjingan akan memengaruhi jiwa seseorang yang melakukan penyimpangan tersebut.
d. Mengembangkan Rasa Takut
Rasa takut mengakibatkan seseorang menghidarkan diri dari suatu perbuatan yang dinilai yang mengandung resiko. Oleh karena itu orang akan berkelakuan baik, taat kepada tata kelakuan atau adat istiadat karena sadar bahwa perbuatan yang menyimpang dari norma-norma akan berakibat tidak baik bagi dirinya maupun orang lain.
e. Menciptakan Sistem Hukum
Setiap negara memiliki sistem hukum yang berisi perintah dan larangan yang dilengkapi dengan sanksi yang tegas. Hukum mengatur semua yang tindakan setiap warga masyarakatnya, agar tercipta ketertiban dan keamanan.
Disini, perwujudan pengendalian sosialnya dengan hukuman pidana, kompensasi, terapi, dan konsolidasi.
a. Hukuman pidana, diperlakukan bagi orang-orang yang melanggar peratiran- peraturan negara, seperti membunuh, mencuri, dan merampok.
b. Kompensasi adalah kewajiban pihak yang melakukan kesalahan untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang dirugikan akibat kesalahan tersebut.
c. Terapi adalah inisiatif untuk memperbaiki diri sendiri dengan bantuan pihak- pihak tertentu.
d. Konsolidasi adalah upaya untuk menyelesaikan dua pihak yang bersengketa, baik secara kompromi maupun dengan mngundang pihak ketiga sebagai penengah (mediator).
Nama sekolah : MA MUHAMMADIYAH ERENG-ERENG
Kelas : X
Mata pelajaran : Sosiologi
KERJAKANLAH DENGAN PENUH TANGGUNG JAWAB 1. Sebutkan Pola Pengendalian sosial..?
2. Sebutkan dan jelaskan 3 Agen atau Media pengendalia Sosial..?
3. Sebutkan Fungsi pengendalian sosial menurut Anda..?
No. Jawaban Skor Bobot 1. a. Pengendalian Kelompok terhadap Kelompok
b. Pengendalian Kelompok terhadap Anggotanya (individu) c. Pengendalian Pribadi terhadap Pribadi lainnya.
d. Pengendalian Individu Terhadap kelompok
5 5 5 5
20
2 a. Kepolisian
Polisi merupakan aparat resmi pemerintah yang bertugas menertibkan keamanan.
b. Pengadilan
Pengendalian merupakan suatu badan yang dibentuk oleh negara untuk menangani, menyelesaikan, dan mengadili setiap perbuatan yang melanggar hukum.
c. Tokoh Adat
Kebiasan-kebiasan yang terbentuk dan berkembang dalam masyarakat, memiliki nilai dan dijunjung tinggi oleh anggotanya, serta bersifat religius mengenai nilai-nilai budaya, norma-norma hukum, dan aturan-aturan yang mengikat disebut adat.
d. Tokoh Agama
Orang yang memiliki pemahaman luas tentang suatu agama dan menjalankan pengaruhnya sesuai dengan pemahaman tersebut dinamakan tokoh agama.
e. Tokoh Masyarakat
Setiap orang yang dianggap berpengaruh dalam kehidupan sosial suatu masyarakat disebut sebagai tokoh masyarakat.
f. Sekolah
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki peranan dan pengendalian sosial.
g. Keluarga
Setiap orang tua pasti mengendalikan perilaku anak- anaknya agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
h. Mahasiswa
Mahasiswa dapat selalu memonitori semua kebijakan pemerintah dan berusaha untuk melakukan counter
10 25
3 Pendapat Siswa
50
Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Takalar Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Program : X/Ilmu Sosial
Semester : 2 (dua)
Standar Kompetensi : Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan kepribadian
Kompetensi Dasar
Nilai Budaya Dan Karakter
Bangsa
Kewirausahaan / Ekonomi
Kreatif
Indikator Pencapaian Kompetensi
Materi pokok/
pembelajar an
Kegiatan Pembelaajran
Penilaian
Alokas i Waktu
Sumber/ba han/alat Teknik Bentuk Contoh
Instrumen
2.1.Menjelaskan sosialisasi sebagai proses dalam pembentuka n kepribadian
Toleransi
Demokratis
Rasa Ingin tahu
Semangat kebangsaan
Bersahabat
Cinta Tanah Air
Cinta Damai
Peduli social
Tanggung Jawab
Kepemimpinan
Percaya diri
Berorientasi Tugas dan Hasil
Jujur
Ulet
Mendefenisika n sosialisasi danpembentukan kepribadian
Mendeskripsika n peran nilai dan norma dalam sosialisasi
Menjelaskan tahapan perkembangan diri manusia.
Menjelaskan faktor-faktor yangberpengaruh terhadap pembentukan
Sosialisasi dan
pembentukan kepribadian
Mendengarka n penjelasan tentang hakikat sosialisasi dan pembentukan kepribadian.
Secara individu mengamati proses sosialisasi dalam pembentukan kepribadian di lingkungan terdekat.
Secara individu menceritakan
Penugasa n
Test tertulis
Individu
Individu
Lakukan pengamatan atau refleksi terhadap dirimu sendiri!
Identifikasikanlah sifat dan prilaku Anda yang merupakan hasil dari sosialisasi!Apa peran nilai dan norma orangtua dan masyarakat dalam kepribadian Anda?
1. Apa saja factor- faktor
pembentukan
6 jam Sosiologi untuk SMA dan MA kelas X Kun Maryati dan Juju Surayawati (ESIS) .
Kamus
kepribadian dengan kebudayaan.
Menjelaskan agen-agen yang berperan dalam sosialisasi.
Mendeskripsika n hubungan sosialisasi dengan kepribadian
dalam pembentukan kepribadian.
Mendiskusikan peran nilai dan norma dalam proses sosialisasi.
Secara berkelompok membuat deskripsi faktor-faktor yangmempengaruh iperkembanga n kepribadian.
Mempresentas ikan hasil diskusi tentang factor-faktor yang
mempengaruh iperkembanga n kepribadian.
Secara individu menggali informasi dari berbagai sumber belajar yang berkaitan dengan agen- agen sosialisasi dan tujuan.
Secara berkelompok
Test berbicara dan tertulis
kelompok
Diskusikan kasus
“Korban Smack down Bertambah:
Pingsan dan Muntah Darah”.
Koran, majalah, TV, internet.
kepribadian
2.2.Mendeskripsi kan
terjadinya perilaku menyimpang dan sikap- sikap anti sosial.
Toleransi
Demokratis
Rasa Ingin tahu
Semangat kebangsaan
Bersahabat
Cinta Tanah Air
Cinta Damai
Peduli social
Tanggung Jawab
Kepemimpinan
Percaya diri
Berorientasi Tugas dan Hasil
Jujur
Ulet
Mengidentifkasi kan terjadinya perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna.
Mengklasifikasi jenis-jenis perilaku menyimpang
Mengidentifikasi kan sifat dan macam perilaku menyimpang.
Memberikan opini tentang berbagai perilaku menyimpang dalam masyarakat
Perilaku
Menyimpang Secara individu menggali informasi melalui data- data kepustakaan dan media massa tentang perilaku menyimpang
Secara individu mengamati perilaku menyimpang yang terjadi di dalam masyarakat sekitar
Secara individu mengungkapk an kembali hasil pengamatan yang didapat di masyarakat sekitar.
Secara bergantian melaporkan terjadinya perilaku menyimpang sesuai dengan hasil temuan
Test tertulis
Penugasa n
Penugasa n
Ulangan Blok
Individu
Laporan
Laporan hasil diskusi
PG dan Urain
Identifikasikanlah perilaku-perilaku menyimpang dalam masyarakat di daerah Anda?
Amatilah perilaku menyimpang dala masyarakat kemudian buatlah laporan penyebab dan akibatnnya!
Diskusikan kasus narkoba yang ada dalam buku halaman 133-134.
1. Contoh penyimpangan gaya hidup dalam masyarakat adalah….
a. narkotika b. kolusi dan nepotisme c. arogansi dan
eksentrik d. arogansi
dan kolusi
8 jam Sosiologi untuk SMA dan MA kelas X Kun Maryati dan Juju Surayawati dari ESIS
Sosiologi suatu pengantar oleh Soerjono Soekanto.
Artikel dari koran dan internet
Kamus Sosiologi Gambar, foto, CD,
mendiskusika n jenis-jenis perilaku menyimpang.
Secara berkelompok menyimpulkan solusi yang tepat untuk menanggulan gi terjadinya perilaku menyimpang.
Data instansi/lemb aga
2.3.Menerapkan aturan- aturan sosial dalam kehidupan bermasyarak at.
Toleransi
Demokratis
Rasa Ingin tahu
Semangat kebangsaan
Bersahabat
Cinta Tanah Air
Cinta Damai
Peduli social
Tanggung Jawab
Kepemimpinan
Percaya diri
Berorientasi Tugas dan Hasil
Jujur
Ulet
Mengidentifikasi jenis-jenis lembaga sosial
Mendeskripsika n berbagai cara perubahan sosial
Mendeskripsika n akibat tidak berfungsinya lembaga sosial
Mendefinisikan aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat
Aturan- aturan sosial dalam kehidupan bermasyarak at
Secara klasikal menggali informasi melalui kajian yang terjadi di masyarakat tentang perubahan sosial
Secara klasikal mengkomunik asikan secara lisan dan tulisan tentang jenis- jenis lembaga perubahan sosial yang ada di masyarakat.
Secara kelompok menggali informasi melalu wawancara dengan guru BK, Kepala Sekolah,
Penugasa n
Test tertulis dan berbicara
Penugasa n
Tugas Individu
Pengama tan
Laporan hasil wawanca ra
Kelompo k
Amatilah terhadap masyarakat di daerahmu!
Kemudian, identifikasikanlah cara-cara
pengendalian social yang dilakukan masyarakat terhadap berbagai perilaku
menyimpang.
Buatlah tulisan dari hasil wawancara yang kamu lakukan dengan warga sekolah!
Tentukan solusi yang tepat dalam pengendadlian social di sekolah!
8 jam Sosiologi untuk SMA dan MA kelas X Kun Maryati dan Juju Surayawati (ESIS) .
Artikel dari koran dan internet
Gambar, foto, CD, Masyarakat setempat
sekolah
Secara klasikal mendiskusikan peran guru BK, Kepala Sekolah, Pembina Kesiswaan dalam menangani kasus di sekolah.
Bekerja sama antarsiswa untuk menyimpulkan solusi yang paling tepat dalam cara perubahan sosial yang terjadi di sekitar sekolah
Secara individu memberikan opini atau ulasan tentang akibat tidak berfungsinya lembaga sosial
Secara klasikal malalui ulasan tentang tidak berfungsinya lembaga sosial
Secara individu
Ulangan Blok
hasil wawanca ra
PG dan Uraian singkat
Pengancaman termasuk cara pengendalian social yang….
a. persuasive b. membimbing c. mengancam d. memukul e. menghukum Apa yang dimaksud dengan labelling?
dalam kehidupan masyarakat.
Secara klasikal melalui ulasan tentang hasil wawancara kepada RT, RW tentang aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat.
Mengetahui,
Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Takalar
Drs.H.Syarifuddin B,MM NIP. 195604271986021005
HAER Takalar, 18 September 2014 Guru Mata Pelajaran Sosiologi ( Mahasiswa Peneliti )
Saddam Hamzah Nim. 10538 1378 09