• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .••.••.••

5.2 Saran

Sesuai dengan PBI yang diterbitkan oleb Bl, perbankan Indonesia sudah sebarusnya menerapkan GCG dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan mendorong kinerjanya, sehingga perlu disusun code of GCG dan code of conduct serta dilaksanakan oleh semua pegawai dengan baik dan konsekuen. Bagi perusahaan yang nilai rata-rata penerapan GCG masih jauh di bawah 100%, tetap perlu berupaya terns menerus secara konsisten dan konsekuen meningkatkan pelaksanaan GCG. Selain itu, perbankan Indonesia, khususnya bank umum yang terdaftar di BEl, hams lebih terbuka dalam hal pengungkapan GCG yang sesuai dengan PBI dan SE BI. Oleb karena itu BI selaku regulator barns lebib waspada akan tingkat GCG disclosure perbankan sebingga dapat menilai efektivitas dari penerbitan PBI tentang pelaksanaan GCG pada bank umum.

Selain itu, basil penelitian ini memberikan implikasi bahwa perusahaan belum

sepenuhnya menerapkan GCG dan mengungkapkan basil penerapan GCG tersebut

kepada publik. Dari 9 (sembilan) komponen yang ada, perlu ditingkatkan GCG

disc:losure untuk semua komponen yang tertera pada SE Bl. Akan tetapi, ada kemungkinan dari 202 pemyataan dari setiap komponen GCG sudah dilaksanakan secara keseluruhan, misalnya bank dalam Kategori 3 yang merupakan Bank umum yang mempelopori penerapan GCG pada perbankan Indonesia, mereka sudah menerapkan GCG lebih dulu dibandingkan dengan bank-bank pada Kategori 1, hanya saja kemungkinan hal tersebut tidak diungkapkan pada laporan tahunan.

Oleh karena itu, akan lebih baik jika pihak manajemen mengungkapkan setiap pelaksanaan GCG kepada para stakeholders sehingga memberikan keyakinan kepada mereka atas kinerja bank yang sudah sehat dan efisien.

Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih memiliki keterbatasan- keterbatasan yang harus diperhatikan. Keterbatasan yang pertama adalah bahwa data yang digunakan berdasarkan laporan tahunan bank-bank dalam sampel penelitian untuk tahun 2005 dan tahun 2006, sehingga diasumsikan keterbukaan informasi yang dilakukan perbankan hanya sekedar informasi dalam laporan tahunan. Selain itu, dalam hal pemilihan populasi dan juga pemilihan tahun yang seharusnya memasukkan tahun 2004 dan tahun 2007 untuk melihat trend penerpan GCG dan juga perbedaan GCG disclosure sebelum dan sesudah PBI No.

8/4/PBI/2006 dan PBI No. 8/14/PBI/2006 secara lebih efektif diterapkan oleh bank

umum. Sehingga, penulis menyarankan agar penelitian ini dapat dikembangkan

lebih lanjut, yaitu meneliti penerapan GCG dan pengungkapannya dengan meneliti

laporan tahunan bank tahun 2007 karena PBI sudah secara efektif wajib

diimplementasikan oleh bank umum. Keterbatasan yang kedua adalah san 1 pel yang

digunakan hanya bank-bank yang sudah go public. Oleh karena itu, penelitian ini

dapat dikembangkan pada bank umum yang belum go public, seperti BPR dan

BPD, apakah penerapan GCG mereka lebih baik, sama saja atau sangat kurang

dalam hal penerapan dan pengungkapan pelaksanaan GCG kepada para

stakeholders. Keterbatasan yang ketiga adalah dari segi metode penelitian yang

digunakan. Dalam penelitian ini penulis hanya membandingkan penerapan GCG

sebelum dan sesudah PBI diterbitkan. Oleh karena itu, untuk penelitian berikutnya

dapat dikembangkan lagi metode penelitiannya seperti menggunakan uji beda

sehingga dapat dilihat sejauh mana signifikansi dari perubahan sebelum dan

sesudah GCG diterbitkan.

DAFT AR PUST AKA

Alijoyo, Antonius dan Zaini, Subarto (2004), Komisaris Independen Penggerak Praktik GCG di Perusahaan, PT. Indeks Kelompok Gramedia.

Arsitektur Perbankan Indonesia, direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Bank Indonesia (2004 ).

Arsitektur Perbankan Indonesia, direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Bank Indonesia (2006).

Bolton, Brian John, (2006), Corporate Governance and Firm Performance, Leeds School of Business.

Brown, Lawrence D., Robinson, J. M., Caylor. Marcus L., (2004), Corporate Governance and Firm Performance.

Daniri, Mas Achman (2005), Good Corporate Governance Konsep dan Penerapannya dalam Konteks Indonesia.

Darmawati, Deni; Khomsiyah, dan Rahayu, Rika Gelar, (2005), Hubungan Corporate Governance dan Kinerja Perusahaan, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 8, No. 1, Januari 2005, hal65-81.

Febrianto, Danu (2002), Good Corporate Governance: Kebijakan dan lmpimentasi di Indonesia, Majalah Pengembangan Perbankan, Edisi No. 96, Juli- Agustus.

Forum for Corporate Governance in Indonesia, (2002), Tata Kelola Perusahaan

(Corporate Governance), Yayasan Pendidikan Pasar Modal Indonesia

(YPPMI) & Sinergy Communication (SC).

Gani, Abdul, (2002), Good Corporate Governance Penting Tetapi Sering Diabaikan, Maja/ah Pengembangan Perbanakan, Edisi No. 96, Juli- Agustus.

Hartono (2002), Evaluasi Penerapan Praktek-Praktek Good Corporate Governance (GCG) di Bank Rakyat Indonesia, SPB 3303, SESPIBANK, Jakarta.

Herwanto dan Mara, Mirza Yuniar I., (2002), Good Corporate Governance: Pilar Bagi Penerapan Sistem Perbankan Indonesia Yang Sehat, Majalah Pengembangan Perbankan, Edisi No. 96, Juli-Agustus.

Klapper, Leora F., and Love, Inessa, (2002), Corporate Governance, Investor Protection and Performance in Emerging Market, World Bank.

Kusumawati, Dwi Novi dan LS., Bambang Riyanto, (2006), Transparency and Corporate Governance: Analysis of Factors Affecting Transparency and Its Effect on Market Value of The Firm, Jurnal Rise! Akuntnasi Indonesia, Vol.

9, No. 2, Mei 2006, Hal115-135

Kusumawati, Dwi Novi, (2007), Profitability and Corporate Governance Disclosure: an Indonesian Study, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 10 , No.2, Mei 2007, Hal. 131-146

Laporan Pengawasan Perbankan 2005, Bank Indonesia, www. bi.go. id.

Laporan Pengawasan Perbankan 2006, Bank Indonesia, www. bi.go. id .

Meher, Maria and Andersson, Thomas, (1999), Corporate Governance: Effects on Firm Performance and Economic Growth, OECD.

Niode, Max (2002), Good Corporate Governance: Kebijakan dan Implementasi di Bank BNI, SPB2905, SESPIBANK, Jakarta.

Analisis Penerapan Good Corporate Governance..., Sri Wahyuni Siregar, Ma.-IBS, 2008

Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/14/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 tentang Perubahan atas PBI Nomor 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum, www.bi.go.id

Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum, www. bi.go. id.

Prayitno, Susilo (200 1 ), Menuju Penerapan Good Corporate di Bank BNI, SPB2604, SESPffiANK, Jakarta.

Saniarti (200 1 ), Good Corporate Governance: Sebuah Konsep yang Ditawarkan Untuk Meningkatkan Kinerja Bank, SPB2701, SESPIBANK, Jakarta.

Saun, Masri (2005), Evaluasi Penerapan GCG (Studi Kasus: Bank Nagari), SESPffiANK, Jakarta.

Siswanto, Edi (2000), Good Corporate Governance pada Perbankan Indonesia, Sekolah Staf & Pimpinan BI (SESPIBI), Jakarta.

Sodiq, Mohamad Nur, (2002), Potret CGC di Indonesia, Yayasan Pendidikan Pasar Modal Indonesia (YPPMI) & Sinergy Communication (SC).

Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/12/DPNP tanggal 30 Januari 2006tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum, www. bi.go. id

Susidarto (2002), Urgensi Membumikan Good Corporate Governance dalam Industri Perbankan, Majalah Pengembangan Perbanakan, Edisi No. 96, Juli-Agustus.

Syakhroza, Akhmad, (2002), Bagaimana Men~u~ur Kinerja Terciptanya Good Corporate Governance, Yayasan PendJdtkan Pasar Modal Indonesia (YPPMI) & Sinergy Communication (SC).

Tunggal, Amin Widjaja (2007), Corporate Governance (Suatu Pengantar).

Harvarindo.

Bank (dalam Ribuan) (dalam Ribuan)

1 BSWD PT. Bank Swadesi Tbk. Rp 925,670,588 Rp

l ANK.B PT. Bank Arta N iaga Kencana Tbk. Rp 1,199,758,000 Rp 1,31 ) '773,000

3 BNBA PT. Bank Bumi Arta Tbk. Rp 1,267,644,496 Rp 1,741 ,750,993

.. BEKS PT. Bank EksekutifTbk. Rp I ,492,008,000 Rp 1,339,267,000 5 BKSW PT. Bank Kesawan Tbk. Rp 1,541 ,558,692 Rp 2,052,127,475 6 BVIC PT. Bank Victoria International Tbk. Rp 2,112,004,691 Rp 2,897,471,380

7 BBNP PT. Bank Nusantara Parahyangan Tbk. Rp 2,839,666,595 Rp 3,351 ,473 ,000 8 SORA PT. Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk. Rp 2,83 9,666,595 Rp 3,351,473,970

9 BABP PT. Bank Bumiputera Indonesia Tbk. Rp 3,008, 760,530 Rp 3,995 ,290,690

10 MAYA PT. Bank Mayapada Tbk. Rp 3, 155,554,158 Rp 3,699,865,378 11 INPC PT. Bank Artha Graha International Rp 10,849,427,615 Rp 11 ,046, 115,933

Tbk.

12 BCIC PT. Bank Century Tbk. Rp 13,274,118,000 Rp 14,547,470,000

13 BBIA PT. Bank Buana Indonesia Tbk. Rp 15,999,505,000 Rp 16,856, 118,000 14 NISP PT. Bank NISP Tbk. Rp 20,105,690,000 Rp 24,205,990,000

15 BBKP PT. Bank Bukopin Tbk. Rp 24,683,890,067 Rp 31 ,556,143, 184 16 MEGA PT. Bank Mega Tbk. Rp 25,109,428,000 Rp 30,097,291,000

17 LPBN PT. Bank Lippo Tbk. Rp 29,116,215,000 Rp 33,357,782,000 18 BNLI PT. Bank Pennata Tbk. Rp 34,782,459,000 Rp 37,841,524,000

19 PNBN PT. Bank Pan Indonesia Tbk. Rp 36,919,444,000 Rp 40,514,765 ,000

20 BNGA PT. Bank Niaga Tbk. Rp 4 1 ,579,861 ,000 Rp 46,452,272,000

21 BNII PT. Bank Intemasional Indonesia Tbk. Rp 47,332,815,000 Rp 48,254,753 ,000

22 BDMN PT. Bank Danamon Tbk. Rp 67,803,454,000 Rp 82,072,687,000

23 BBRI PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Rp 122,775,579,000 Rp 154,725 ,486,000 24 BBNI PT. Bank Negara Indonesia Tbk. Rp 147,812,206,000 Rp 169,415,573,000

25 BBCA PT. Bank Centra] Asia Tbk. Rp 150,180,752,000 Rp 176,798,726,000

26 BMRI PT. Bank Mandiri Tbk. Rp 263,383,348,000 Rp 267,517,192,000

A. Komposisi, Kriteria dan lndependensi Dewan Komisaris

1 Jumlah anggota Dewan Komisaris sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan tidak melampauijumlah anggota Direksi.

2 sekurang-kurangnya 1 (satu) anggota Dewan Komisaris berdomisili di Indonesia.

3 Paling Kurang 50% (lima puluhpersen) dari jumlah anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen.

4 Penggantian dan atau pengangkatan Komisaris telah memperhatikan rekomendasi Komite Nominasi atau Komite Remunerasi dan . Nominasi dan memperoleh persetujuan dari RUPS.

5 Komisaris Independen tidak merangkap jabatan kecuali terhadap hal-hal yang telah ditetapkan dalam PBI tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum, yakni hanya merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris, Direksi atau Pejabat Eksekutif pada 1 (satu ) lembaga/ perusahaan bukan lembaga keuangan atau yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu ) perusahaan anak bukan Bank yang dikendalikan oleh bank dan rangkap jabatan Komi saris Independen sebagai Ketua Komite paling ban yak pada 2 ( dua ) Ketua Komite pada bank yang sama.

6 Mayoritas Komisaris tidak sating memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan sesama Dewan Komisaris dan/ atau Direksi.

B. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris

7 Dewan Komisaris telah memastikan terselenggaranya pelaksanaan prinsip-prinsip GCG dalam setiap kegiatan usaha bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.

8 Dewan Komisaris telah melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi secara berkala maupun

I

sewaktu-waktu, serta memberikan nasihat kepada direksi.

9 Dalam rangka melakukan pengawasan, Komisaris telah mengarahkan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis bank.

1 10 Dewan Komisaris tidak terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional bank, kecuali dalam hal: penyediaan dana kepada

~ihak terkait, dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Bank dan/atau peraturan perundangan yang berlaku dalam

kelangsungan usaha bank.

13 Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara independen.

I

14 Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, serta Komite Remunerasi dan Nominasi.

15 Pengangkatan anggota Komite, telah dilakukan Direksi berdasarkan keputusan rapat Dewan Komisaris.

16 Dewan Komisaris telah memastikan bahwa Komite yang dibentuk telah menjalankan tugasnya secara efektif .

17 Dewan Komisaris telah memiliki pedoman dan tata tertib kerja termasuk pengaturan etika kerja, waktu k~rja dan rapat.

18 Dewan Komisaris telah menyediakan waktu yan_g cukup untuk melaksanakan tu_g_as dan tanggung jawabnya secara optimal.

I

C. Efektivitas Rapat Dewan Komisaris

19 Rapat Dewan Komisaris diselenggarkan secara berkala, paling kurang 4 (empat) kali dalam setahun, dan dihadiri secara fisik atau melalui teknologi konferensi oleh seluruh anggota Dewan Komisaris _I>_aling kurang 2 ( dua) kali setahun.

20 Pengambilan keputusan rapat Dewan Komisaris telah dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat atau suara terbanyak dalam hal tidak terjadi musyawarah mufakat.

21 Hasil rapat Dewan Komisaris telah dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan secara baik, termasuk dissenting opinions

yang terjadi secara jelas.

I

22 Hasil rapat Dewan Komisaris telah dibagikan kepada seluruh anggota Dewan Komisaris dan pihak yang terkait.

I

23 Hasil rapat Dewan Komisaris merupakan rekomendasi dan/atau nasihatyang dapat diimplementasikan oleh RU PS dan/atau Direksi.

!

D. Trans aransi, Hubun an Keuan an, Ke en urusan dan Keluar a serta Laran an Dewan Komisaris An ota Dewan Komisaris telah men a:

- Kepemilikan sahamnya yang mencapai 5% (lima perseratus) atau lebih pada Bank yang bersangkutan maupun pada bank dan

rusahaan lain di dalam dan di luar ne eri).

27 Anggota Dewan Komisaris ttidak memanfaatkan Bank untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang merugikan atau mengurangi keuntungan bank.

28 Anggota Dewan Komisaris tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari bank selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS.

E. Informasi Fit and Proper Test

29 Seluruh anggota Dewan Komisaris memilik integritas, kompetensi dan reputasi keuangan yang memadai.

30 Seluruh anggota Dewan Komisaris yang berasal dari man tan anggota Direksi atau Pejabat Eksekutif Bank atau pihak -pihak yang memiliki hubungan dengan bank yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen, dan tidak melakukan fungsi pengawasan serta berasal dari bank sendiri, telah menjalani masa tunggu (cooling off) paling kurang selama 1 (satu) tahun.

31 Seluruh Komisaris Independen tidak ada yang memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan dan hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan bank, yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

32 Seluruh anggota Dewan Komisaristelah lulus F&P Test dan telah memperoleh surat persetujuan dari Bank Indonesia.

II. PELAKSANAAN TUGAS DAN T ANGGUNG JA WAB DIREKSI A. Komposisi, Kriteria dan lndependensi Direksi

33 Jumlah anggota Direksi paling kurang 3 (tiga) orang.

I I

34 Seluruh anggota Direksi telah berdomisili di Indonesia.

I

35 Penggantian dan/atau pengangkatan anggota Direksi telah memperhatikan rekomendasi Komite Nasional atau Komite Remunerasi dan Nominasi.

36 Mayoritas anggota Direksi telah memiliki pengalaman paling kurang 5 (lima) tahun di bidang operasional sebagai pejabat eksekutif

banlc

- - - · · - -

39 40 41

B. Tu as dan Tan

42 Direksi bertan san bank.

43

44 Direksi wa·ib melaksanakan rinsi - rinsi GCG dalam setia ke iatan usaha bank ada seluruh tin atan atau ·en· an or anisasi . 45 Direksi telah membentuk SK.AI, SKMR, dan Komite Mana· em en Risiko serta Satuan Ke ·a Ke atuhan.

46 Direksi telah menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari SK.AI, auditor ekstemal, dan hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau basil n awasan otoritas lain.

47 Direksi telah mem ertan .

awabkan elaksanaan tu asnya ke ada erne an saham melalui RUPS.

48 Direksi telah mengungkapkan kebijakan-kebijakan Bank yang bersifat strategis di bidang kepegawaian kepada pegawai dengan media

I

an mudah diakses e awai.

49 Direksi tidak menggunakan penasehat perorangan dan/atau jasa profesional sebagai konsultan kecuali untuk pr oyek yang bersifat

I

khusus, yang didasari oleh kontrak yang jelas meliputi lingkup kerja, tanggung jawab, jangka waktu pengerj aan, dan biaya~ serta konsultan meru akan Pihak Inde enden an memiliki kualiflkasi untuk men e · akan ro ek an bersifat khusus .

50 Direksi telah men ediakan data dan informasi an len a , akurat, kini dan te at waktu ke ada Komisaris.

51 Direksi memiliki doman dan tata tertib

1

c. Efektivitas Ra~at Direksi

55 Setiap keputusan rapat yang diambil Direksi dapat diimplementasikan dan sesuai dengan kebijakan, pedoman serta tata tertib kerja yang berlaku.

D. Transparansi, Hubungan Keuangan, Kepengurusan dan Keluarga serta Larangan Direksi

I

Seluruh anggota Direksi telah mengungkap:

I I

56 - Kepemilikan sahamnya yang mencapai 5% (lima perseratus) atau lebih pada Bank yang bersangkutan maupun pada bank dan ' perusahaan lain (di dalam dan di luar negeri).

57 - Hubungan keuangan dan hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lain, anggota Direk si dan/atau Pemegang Saham

1

Pengendali Bank.

58 - Remunerasi dan fasilitas lain.

pada la_I?oran_Qelaksanaan GCG.

59 Direksi tidak memanfaatkan Bank untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang merugikan atau mengurangi keuntungan Bank.

60 Direksi tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari Bank selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS .

61 Anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama tidak memiliki saham melebihi 25% (dua puluh lima perseratus) dari modal disetor pada suatu perusahaan lain.

E. Informasi Fit and Proper Test

I

62 Seluruh anggota Direksi memilik integtitas, kompetensi dan reputasi keuangan yang memadai.

I

63 Presiden Direktur atau Direktur Utama, berasal dari pihak yang independen terhadap Pemegang Saham Pengendali, yakni tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan hubungan keluarga.

64 ~eluruh anggota Direksi telah lulus F&P Test dan telah memperoleh surat Qersetujuan dari Bank Indonesia.

---- - - - -

Analisis Penerapan Good Corporate Governance..., Sri Wahyuni Siregar, Ma.-IBS, 2008

66 Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen.

67 Paling kurang 51% (lima puluh satu perseratus) anggota Komite Audit adalah Komi saris Independen dan Pihak Independen.

68 Anggota Komite Audit memiliki integptas, akhlak dan moral yang baik.

I

Komite Pemantau Risiko

I

69 Anggota Komite Pemantau Risiko paling kurang terdiri dari seorang Komisaris Independen, seorang pihak Independen dan seorang Pihak Independen yang ahli dibidang manajemen risiko.

70 Komite Pemantauan Risiko diketuai oleh Komisaris Independen.

71 Paling kurang 51 o/o (lima puluh satu perseratus) anggota Komite Pemantau Risiko adalah Komisaris Independen dan Pihak

Independen.

I I I

72 Anggota Komite Pemantau Risiko memiliki integritas, akhlak dan moral yang baik.

Komite Remunerasi dan Nominasi

73 Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi paling kurang terdiri dari seorang Komisaris Independen, seorang Komisaris dan seorang , Pejabat Eksekutifyang membawahi sumber daya manusia atau seorang perwakilan pegawai.

74 Pejabat Eksekutif dan perwakilan pegawai anggota Komite harus memiliki pengetahuan dan mengetahui sistem remunerasi danlatau nominasi serta succession plan Bank.

75 Komite Remunerasi dan Nominasi diketuai oleh Komisaris Independen.

76 Apabila jumlah anggota Komite Remunerasi dan Nominasi ditetapkan lebih dari 3 (tiga) orang, maka anggota Komisaris lndependen paling kurang berjumlah 2 (dua) orang.

Apabila Bank membentuk Komite tersebut, secara terpisah maka:

77 - Pejabat Eksekutif atau perwakilan pegawai anggota Komite Remunerasi harus memiliki pengetahuan mengenai sistem Remunerasi

80 Rangkap jabatan Pihak lndependen pada Bank yang sama, Bank lain dan/atau perusahaan lain telah memperhatikan kompetensi~

kriteria independensi, kerahasiaan, kode etik dan pelaksanaan tugas dan tanggungjawab.

I

Independensi Anggota Komite

I

81 Seluruh Pihak Independen anggota Komite tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau Pemegang ' Saham Pengendali atau hubungan dengan Bank, _yang da_pat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

82 Seluruh Pihak Independen yang berasal dari mantan Anggota Direksi atau Pejabat Eksekutif yang berasal dari Bank yang sama dan

I

tidak melakukan fungsi pengawas atau pihak-pihak lain yang mempunyai hubungan dengan Bank yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk bertindak independen telah menjalani masa tung~ (cooling ojj) selama 6 ( enam) bulan.

B. Pelaksanaan Togas dan Tanggung Jawab Komite Komite Audit

Untuk memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris:

83

Komite Audit telah melakukan pemantauan dan mengevaluasi perencanaan dan pelaksanaan audit serta mamantau tindak lan j ut basil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan.

I

Komite Audit telah mereview:

84 - pelaksanaan tugas SKAI;

85 - kesesuaian pelaksanaan audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan standar audit yang berlaku;

86 - kesesuaian lapaoran keuangan dengan standar akuntansi yang berlaku; dan

87 - pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas basil temuan SKAI, Akuntan Publik dan basil pengawasan Bl.

88 Komite Audit telah memberikan rekomendasi penunjukan Akuntan Publik dan KAP sesuai sesuai ketentuan yang berlaku kepada RUPS melalui Dewan Komisaris.

-

--- - - - - - - --

Untuk memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris:

Komite Remunerasi telah men_gevaluasi kebijakan remunerasi bagi:

91 -Dewan Komisaris dan Direksi dan telah disampaikan kepada RUPS; dan

I

92 - Pejabat Eksekutif dan pegawai dan telah disam_paikan kepada Direksi.

93 Terkait dengan kebijakan remunerasi, Komite telah mempertimbangkan kinerja keuangan, prestasi kerja individual, kewajaran dengan peer group, sasaran dan strategi jangka panjang Bank.

94 Terkait dengan kebijakan nominasi, Komite telah menyusun sistem, serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada RUPS.

95 Komite Nominasi, telah memberikan rekomendasi calon anggota Dewan Komisaris dan!atau Direksi untuk disampaikan kepada RUPS.

96 Komite Nominasi, telah memberikan rekomendasi calon Pihak Independen yang telah menjadi anggota Komite kepada Dewan

1

Komisaris.

C. Efektivitas Rapat Komite

97 Rapat Komite diadakan sesuai dengan kebutuhan Bank.

98 Rapat Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko paling kurang dihadiri 51% (lima puluh satu perseratus) dari jumlah anggota

I

termasuk Komisaris Independen dan Pihak Independen.

99 Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi, paling kurang dihadiri 51% (lima puluh satu perseratus) dari jumlah anggota tennasuk.

seorang Komisaris lndependen dan Pejabat Eksekutif atau perwakilan pegawai.

100 Keputusan rapat diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat atau suara terbanyak dalam hal tidak tejadi musyawarah mufakat.

101 Hasil risalah rapat wajib dibuat, termasuk pengungkapan perbedaan pendapat (dissenting opinions) secara jelas dan \Vajib

!

didokumentasikan deng'ifl baik.

103 104 105 106

V. PENERAPAN FUNGSI KEPATUHAN, AUDIT INTERN DAN AUDIT EKSTERN A. Pelaksanaan Togas Fungsi Kepatuhan

Direktur Kepatuhan bertugas:

Memastikan keJlatuhan Bank terhadap ketentuan Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan yang berlaku melalui:

107 - menetapkan Ian~_ah-langkah yang diperlukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian.

108 - memantau dan menjaga agar kegiatan usaha Bank tidak menyimpang dari ketentuan.

109 - Memantau dan menjaga kepatuhan Bank terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang dibuat oleh Bank kepada Bank Indonesia

'

dan lembaga otoritas yang berwenang.

110 Mencegah Direksi Bank atau pimpinan Kantor Cabang Asing agar tidak menempuh kebijakan dan/atau menetapkan keputusan yang menyimpang dari ketentuan dan peraturan perundang-undang_an _yang berlaku.

111 Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab secara berkala kepada Direktur Utama dengan tembusan kepada Dewan Komisaris atau pihak-pihak yang berwenang sesuai struktur organisasi Bank.

1

112 Penunjukan Direktur Kepatuhan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Direksi telab:

113 j Men~etujui kebijakan ke£atuhan Bank dalam bentuk dokumen formal tentang fungsi keEatuhan ~ang efektif .

Dokumen terkait