• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA (Halaman 60-94)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

1. Perlu penelitiaan lebih lanjut tentang isolasi senyawa aktif sebagai antibakteri dari ekstrak isolat kapang endofit, Terutama pada isolat DM1K fraksi metanol 2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai identifikasi kapang endofit

untuk mengetahui spesiesnya.

3. Perlu penelitiaan lebih lanjut terhadap ekstrak isolat kapang daun kayu jawa (Lannea coromandelica) tidak hanya sebagai antibakteri, tetapi antimikroba lainnya.

4. Melakukan optimasi dalam proses fermentasi baik waktu, medium maupun perlakuan fermentasi (statis atau shaker), sehingga dapat menarik senyawa- senyawa yang berfungsi sebagai antibakteri.

DAFTAR PUSTAKA

Atika, Dian. 2007. Uji Aktivitas Antimikroba Hasil Fermentasi Kapang Endofityang Diisolasi dari Akar, Batang, Daun Tanaman Garcinia fruticosa Lauterb dan Garcinia latriflora Blume serta Akar dan Daun Tanaman Garcinia cowa Roxb. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia: Depok

Atlas, R.M., A.E. Brown, K.W. Dobra and L. Miller. 1984. Experimental Microbiology : Fundamentals and Applications. Collier Macmillan Publishers. London

Avinash Kumar Reddy Lannea coromandelica: The Researcher’s Tree Journal of Pharmacy Research 2011 ,4(3),577-579

Avinash Kumar Reddy. 2004. Harmacological investigations on the standardized leaf extractsof Lannea coromandelica (Hout.) Merr. Journal Indian

Choma, I. M dan Grzelak, E. M., 2010. Bioautographic Detection in Thin-Layer Chomatography. Journal of Chromatography A. Poland : Elsavier

Dwidjoseputro.1990. Dasar- Dasar Mikrobiologi. Cetakan XI. Jakarta : Penerbit Djambatan. Hal. 134.

Erwin, prawirodiharjo. 2014. Uji Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Ekstrak Etanol 70% dan Ekstrak Air Kulit Batang Kayu Jawa (Lannea coromandelica). Jurusan farmasi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta.

Jawetz E. 1996. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

Kumala Shirly, Erlita Agustina dan Priyo Wahyudi. 2006. Uji Aktivitas Antimikroba Metabolit Sekunder Kapang Endofit Tanaman Trengguli (Cassia fistula L). Jurnal Farmasi Indonesia. 3(2): 97-102

Kaitu, Sidharta, dan Atmojo. 2013. Aktivitas Antibakteri Fungi Endofit Jahe Merah (Zingeber officinale var.rubrum) Terhadap Escherichia coli dan Streptococcus pyogenes. Skripsi. Fakultas Teknobiologi. Universitas

Atmajaya:Yogyakarta

Kusumaningtyas, E., M. Natasia and Darmono. 2010. Potensi Metabolit Kapang Endofit Rimpang Lengkuas Merah dalam Menghambat Pertumbuhan Eschericia coli dan Staphylococcus aureus dengan Medium Fermentasi Potato Dextrose Broth (PDB) dan Potato Dextrose Yeast (PDY). Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Hal : 821-824

Mariyanti, Ati. 2015. Isolasi dan Karakterisasi Kapang Endofit Dari Ranting Tanaman Parijoto (Mednilla speciosa Reinw.Ex Blume) Dan Uji Aktivitasnya Sebagai Antibakteri. Jurusan farmasi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta

Manik, M.A. Wahid, S.M.A. Islam, A. Pal, K.T. Ahmed. 2013. A Comparative Study of the Antioxidant, Antimicrobial and Thrombolytic Activity of the Bark and Leaves of Lannea coromandelica (Anacardiaceae). International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research. Vol. 4(7): 2609-2614. E- ISSN: 0975-8232; P-ISSN: 2320-5148.

Margino, Sebastian. 2008. Produksi Metabolit Sekunder (Antibiotik) oleh Isolat Jamur Endofit Indonesia. Majalah Farmasi Indonesia. 19(2) : 86-94

Merlin, J.N., Nimal C., P. Praveen K., and P. Agastian. 2013. Optimization Of Growth And Bioactive Metabolite Production: Fusarium solani. Asian Journal Of Pharmaceutical And Clinical Research. 6 (3) : 98-103

Pelczar, Michel J. Jr dan E.C.S. Chan. 1986. Dasar-dasar Mikrobiologi cetakan kesatu. Penerjemah: Ratna Sri H, dkk. Jakarta: UI Press

Pleczar, Michael J and Chan, E.C.S. 1988. Dasar-Dasar Mikrobiologi 2.

Terjemahan: Ratna Siri Hadioetomo,. et al. Jakarta UI Press

Petrini, O., P.J. Fisher, and L.E. Petrini. 1992. Fungal Endophytes of Bracken (Pteridium aquilinum), with Some Reflections on Their Use in Biological Control. Sydowia. 44 : 282-293

Phongpaichit S, Rungjindamai N, Rucachaisiriku V, Sakayaroj J. Antimicrobial Activity in Cultures of Endophytic Fungi Isolated from Garcinia Species.

FEMS Immunol Med Microbiol. 2006. 48; 367-372.

Pokyni et al,. 2010. Prepared Turbidity Standard Mc Farland. USA Pratiwi , Silvya. T. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta : Erlangga

Purwanto. 2011. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Penghambat Polimerisasi HEM dari Fungi Endofit Tanaman Artemisia annuna L. Tesis. Fakultas Farmasi.

Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta

Radji, Maksum. 2005. Peranan Biotekhnologi dan Mikroba Endofit dalam Pengembangan Obat Herbal. Majalah Ilmu Kefarmasian. Vol II no 3:113- 126

Radji, M., Atiek S., Renita R., and Berna E. 2011. Isolation of Fungal Endophytes from Garcinia mangostana and Their Antibacterial Activity. African Journal of Biotechnology. 10 (1) : 103-107

Rahayu, Sunarti , S. Diah, P. Suhardjono. 2006. Pemanfaatan Tumbuhan Obat secara Tradisional oleh Masyarakat Lokal di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara. Jurnal Biodiversitas Vol. 7 (3).

Rachmayani, Renita. 2008. Skrining Kapang Endofit Penghasil Antibakteri dan Antioksidan dari Ranting dan Daun Tanaman Garcinia mangostana.

Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia : Depok

Rahmadani, fitri. 2015 Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Etanol 96% Kulit Batang Kayu Jawa (Lannea Coromandelica) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Helicobacter pylori, Pseudomonas aeruginosa. Jurusan farmasi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta

Rajib Majumder, Md. Safkath Ibne Jami,Md. Efte Kharul Alam and Md. Badrul Alam Antidiarrheal Activity of Lannea coromandelica Linn. Bark Extract American-Eurasian Journal of Scientific Research 8 (3): 128-134, 2013 Strobel G, Microbial Gift from Rain Forest. Can J Plant Pathol. 2002; 24:14-20 Strobel, Gary & Bryn Daisy., Bioprospecting for Microbial Endophytes and Their

Natural

Suciatmih. 2008. Isolasi, Identifikasi Skrining dan Optimasi Kapang Endofit Penghasil Antimikroorganisme dari Dendrobium crumenatum Sw (Anggrek Merpati). Skripsi. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia : Depok

Tan, R.X And W.X. Zou. 2001. Endophyte : A Rich Source Of Fungtional Metabolite. Nat. Prod, Rep. 18 : 448-459

Valgas, C., de Souza, S. M., Smania, E. F., Smania, A. 2007. Screening Methode to Determine Antimicrobial Activity of Natural Product. Brazillian Journal of Microbiology. 34 : 369-380

Wahid Arif. In Vitro Phytochemical and Biological Investigation of Plant Lannea coromandelica(Family: Anacardiaceae). Thesis to Department of Pharmacy, East West University. Bangladesh

Wahyudi, P. Mikroba Endofitik Sebagai Penghasil Materi yang Bermanfaat.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. 1998; 1761/H/98:1- 9.

WHO. Overcoming Antimicrobial Resistance. Diakses dari: htttp://www.

who.int/infectious-disease-report/2000/ch1-5.htm;

Yulia, P. R. 2005. Isolasi dan Seleksi Kapang Endofit Penghasil pada Beberapa Tanaman Obat Tradisional Indoneisa. Skripsi. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia : Depok

Yulianti, Titiek. 2012. Menggali Potensi Endofit untuk Meningkatkan Kesehatan Tanaman Tebu Mendukung Peningkatan Produksi Gula. Perspektif. 11 (2) : 111 – 122

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

LAMPIRAN 1

BAGAN TAHAPAN PENELITIAAN

Sampel Tanaman

Sterilisasi Permukaan

Isolasi Kapang Endofit

Pemurniaan dan Peremajaan Kapang endofit

Fermentasi dan Ekstraksi

Uji Aktivitas Antibakteri

LAMPIRAN 2

Surat Hasil Determinasi Tanaman kayu jawa (Lannea coromandelica)

LAMPIRAN 3

Tahapan Isolasi Kapang Endofit

Sampel Tanaman

Cuci Bersih Dengan Air Mengalir selama 10 Menit

Sterilisasi Permukaan

Tanam pada medium PDA, inkubasi selama 21 hari dalam suhu ruang

Pemurniaan Kapang endofit Sampel

Alkohol 70% NaOCl 5,25% Alkohol 70% Akuades steril 1 menit 5 menit 30 detik 5 detik

Potong daun dengan ukuran 1x1 cm

LAMPIRAN 4

Tahapan permunian kapang endofit

Kapang endofit yang

tumbuh pada medium isolasi

Isolat kapang yang telah murni

working culture dan stock culture

LAMPIRAN 5 Karakteristik Kapang

Hifa kapang ditanam

pada medium PDA yang terletak pada

kaca objek

Kaca objek diletakkan dalam petri steril

berisi sedikit air

Inkubasi pada suhu ruang selama 7 hari

Tetesi dengan alkkohol 96%

Tetesi dengan larutan metilen blue

Preparat diamati dengan mikroskop

LAMPIRAN 6

Fermentasi dan Ekstraksi kapang endofit

Kapang yang telah murni Inokulasi kapang kedalam medium PDY

Inkubasi pada suhu ruang selama 21 hari Ekstraksi

pisahkan

Saring dan pisahkan antara biomasa dan medium kapang endofit dengan kertas saring Biomasa kemudiaan

dihaluskan, kemudian ditambahkan metanol lalu

didiamkan dalam tempat gelap selama 48 jam

Kemudiaan saring antara biomasa dengan metanol

dengan menggunakan kertas saring, dan didapatkan maserat

Kemudiaan pekatkan dengan menggunakan vacum Rotary evaporator

Di dapatkan ekstrak kental yang di gunakan sebagai uji

antibakteri fraksi metanol

Filtrat/medium kapang endofit di ekstraksi dengan cara partisi bertingkat dengan corong pisah

Filtrat ditambahkan pelarut n-heksan (1 : 1/2)

Didapatkan ekstrak fraksi n- heksan kemudian pekatkan dengan vacum Rotary evaporator

Filtrat/medium kapang endofit

Filtrat ditambahkan pelarut etil asetat (1 : 1/2)

Didapatkan ekstrak fraksi etil asetat kemudian pekatkan dengan vacum Rotary evaporator

Di dapatkan ekstrak kental yang di gunakan sebagai uji

antibakteri fraksi n-heksan

Uji 2 Di dapatkan ekstrak kental

yang di gunakan sebagai uji antibakteri fraksi etil asetat

Uji 3 Filtrat

digunakan sebagai uji 4, fraksi

air

Uji 4

LAMPIRAN 7

Pembuatan Inokulum Bakteri

Ambil dengan ose

Samakan kekeruhan

Biakan bakteri 10 ml Nacl 0,9% McFarland III 109 CFU/ml

1ml 1ml

9 ml NaCl 0,9% 9 ml NaCl 0,9% 9 ml NaCl 0,9%

108 107 106

1 ml

Bakteri

LAMPIRAN 8 Identifikasi Bakteri Uji

Bersihkan dengan

alkohol 70 %

Dilewatkan di atas api

Ditetesi NaCl steril 0,9 %

Diletakan satu ose bakteri

ditambahankan karbol kristal Bilas

dengan air

Ditambah kan lugol

Dicuci dengan alkohol 96%

Di teteskan safranin

LAMPIRAN 9 Uji Aktivitas Antibakteri

10 ml 1 mL

Agar MHA Suspensi bakteri 106

Ekstrak uji di larutkan dalam pelarutnya masing-masing dengan

konsentrasi 1000 ppm

20 µL larutan uji di serapkan pada kertas cakram steril. Kontrol positif

digunakan cakram kloramfenikol

Inkubasi selama 18-24 jam, pada suhu 350 C

A B C D

E F G H

Suspensi digoyangkan perlahan untuk memperoleh suspensi bakteri yang tersebar merata,

dan biarkan agar membeku

Kemudiaan amati zona hambat yang terbentuk dan diukur dengan jangka sorong

LAMPIRAN 10

Daun Kayu jawa dan Isolasi Daun Kayu Jawa

Isolasi endofit Daun Tua (DT) Dilakukan Triplo

Isolasi endofit Daun Muda (DM) Dilakukan Triplo

Isolasi endofit Daun Pucuk (DA) Dilakukan Triplo

Lampiran 11

Hasil Kultur Kapang Endofit

Kapang Endofit DA2k dari daun pucuk Kapang Endofit DA2k dari daun pucuk

Kapang Endofit DA3k dari daun Pucuk Kapang Endofit DA3k dari daun Pucuk

Kapang Endofit DM1k dari daun Muda Kapang Endofit Dm1k dari daun Muda

Kapang Endofit DM2k dari daun Muda Kapang Endofit DM2k dari daun Muda

LAMPIRAN 12

Fermentasi Isolat kapang Endofit

Fermentasi DA2K 21 hari Fermentasi DA3K 21 hari

Fermentasi DM1K 21 hari Fermentasi DM2K 21 hari

LAMPIRAN 13

Ekstrak Isolat DA2K Kapang Endofit ISOLAT DA2K

FRAKSI GAMBAR KETERANGAN

METANOL

-bobot ekstrak : 440 mg -Warna : Kuning pekat -Bau : tidak berbau -konsistensi : kental

N-HEKSAN

-Bobot ekstrak : 120 mg -warna : kuning

-bau : tidak berbau -konsistensi : kental

ETIL ASETAT

-Bobot ekstrak : 210 mg -warna : kuning kecoklatan -bau : tidak berbau -konsistensi : kental

AIR

-Warna : kuning bening -bau : tidak berbau -konsistensi : cair

LAMPIRAN 14

Ekstrak Isolat DA3K Kapang Endofit ISOLAT DA3KE

FRAKSI GAMBAR KETERANGAN

METANOL

-Bobot ekstrak : 330 mg -warna : hitam

-bau : tidak berbau -konsistensi : kental

N-HEKSAN

-Bobot ekstrak : 60 mg -warna : coklat kehitaman -bau : tidak berbau -konsistensi : kental

ETIL ASETAT

-Bobot ekstrak : 530 mg -warna : hitam

-bau : tidak berbau -konsistensi : kental

AIR

-warna : coklat -bau : tidak berbau -konsistensi : cairan

LAMPIRAN 15

Ekstrak Isolat DM1K Kapang Endofit ISOLAT DM1K

FRAKSI GAMBAR KETERANGAN

METANOL

-Bobot ekstrak : 660 mg -warna : coklat muda -bau : berbau khas -konsistensi : kental

N-HEKSAN

-Bobot ekstrak : 138 mg -warna : coklat kemerahan -bau : tidak berbau -konsistensi : kental

ETIL ASETAT

-Bobot ekstrak : 260 mg -warna : coklat

-bau : berbau khas -konsistensi : kental

AIR

-warna : kuning jernih -bau : tidak berbau -konsistensi : cairan

LAMPIRAN 16

Ekstrak Isolat DM2K Kapang Endofit ISOLAT DM2K

FRAKSI GAMBAR KETERANGAN

METANOL

-Bobot ekstrak : 210 mg -warna : coklat

-bau : tidak berbau -konsistensi : kental

N-HEKSAN

-Bobot ekstrak : 140 mg -warna : kuning

-bau : tidak berbau -konsistensi : kental

ETIL ASETAT

-Bobot ekstrak : 99 mg -warna : coklat kehitaman -bau : tidak berbau -konsistensi : kental

AIR

-warna : kuning jernih -bau : tidak berbau -konsistensi : cairan

Lampiran 17. Hasil Uji Diameter Zona Hambat Ekstrak Isolat DA2K daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Bakteri Staphylococus aureus

Ekstrak metanol

Ekstrak n-Heksan

Ekstrak Etil Asetat Kloramfenikol (+)

Lampiran 18. Hasil Uji Diameter Zona Hambat Ekstrak Isolat DA2K daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan

Helicobacter pylori

Ekstrak isolat DA2K tidak menunjukan Zona Hambat pada E.coli

Ekstrak isolt DA2K tidak menunjukan Zona Hambat pada H.pylori

Lampiran 19. Hasil Uji Diameter Zona Hambat Ekstrak Isolat DA2K daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeroginosa

Ekstrak metanol Ekstrak n-Heksan

Ekstrak Etil Asetat Kloramfenikol (+)

Lampiran 20. Hasil Uji Diameter Zona Hambat Ekstrak Isolat DA3K daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

Ekstrak metanol Ekstrak n-Heksan

Ekstrak Etil Asetat Kloramfenikol (+)

Lampiran 21. Hasil Uji Diameter Zona Hambat Ekstrak Isolat DA3K daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Bakteri Escherichia coli, Helicobacter pylori , Pseudomonas aeroginosa

Ekstrak isolat DA3K tidak

menghasilkan zona hambat terhadap Helicobacter pylori

Ekstrak isolat DA3K tidak

menghasilkan zona hambat terhadap Escherichia coli

Ekstrak isolat DA3K tidak menghasilkan zona hambat terhadap Pseudomonas aeroginosa

Lampiran 22. Hasil Uji Diameter Zona Hambat Ekstrak Isolat DM1K daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

Ekstrak metanol Ekstrak n-Heksan

Ekstrak Etil Asetat Kloramfenikol (+)

Lampiran 23. Hasil Uji Diameter Zona Hambat Ekstrak Isolat DM1K daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Bakteri Escherichia coli

Ekstrak metanol

Ekstrak n-Heksan Ekstrak Etil aetat

Kloramfenikol (+)

Metanol

N-Heksan

E.asetat

Lampiran 24. Hasil Uji Diameter Zona Hambat Ekstrak Isolat DM1K daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Bakteri Helicobacter pylori

Ekstrak metanol Ekstrak n-Heksan

Ekstrak Etil Asetat Kloramfenikol (+)

Lampiran 25. Hasil Uji Diameter Zona Hambat Ekstrak Isolat DM1K daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeroginosa

Ekstrak metanol

Kloramfenikol (+)

Ekstrak Etil Asetat

Lampiran 26. Hasil Uji Diameter Zona Hambat Ekstrak Isolat DM2K daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

Ekstrak metanol Ekstrak n-Heksan

Ekstrak Etil Asetat Kloramfenikol (+)

Lampiran 27. Hasil Uji Diameter Zona Hambat Ekstrak Isolat DM2K daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Bakteri Escherichia coli

Ekstrak metanol Ekstrak n-Heksan

Ekstrak Etil Asetat Kloramfenikol (+)

Lampiran 28. Hasil Uji Diameter Zona Hambat Ekstrak Isolat DM2K daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Bakteri Helicobacter pylori

Ekstrak metanol Ekstrak n-Heksan

Ekstrak Etil Asetat Kloramfenikol (+)

Lampiran 29. Hasil Uji Diameter Zona Hambat Ekstrak Isolat DM2K daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeroginosa

Ekstrak metanol

Kloramfenikol (+)

Ekstrak Etil Asetat

Lampiran 30. Hasil Uji Diameter Zona Hambat Fraksi air isolat kapang daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica)

Fase air terhadap Staphylococcus aureus Fase air terhadap Pseudomonas aeroginosa

Fase air terhadap Escherichia coli Fase air terhadap Helicobacter pylori

Dalam dokumen UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA (Halaman 60-94)

Dokumen terkait