• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan diatas, penulis ingin memberikan saran-saran yang ditunjukkan kepada:

1. Kyai (Pengasuh Pesantren)

a. Selalu sabar dalam merawat, memberi motivasi kepada pasien.

b. Tetaplah berkoordinasi terhadap seluruh lapisan masayarakat supaya ketika ada problematika masyarakat dapat membantu.

c. Jadikan masjid sebagai sentral penyiaran agama dengan tetap rutin mengadakan kegiatan keagamaan dan selalu memberikan bimbingan tentang keagamaan terhadap pasien

2. Ustadz

a. Jangan pernah bosan dalam membantu kyai mengajarkan agama Islam kepada pasien, merawat, dan memberi motivasi.

b. Bantu kyai berkoordinasi dengan masyarakat dengan baik

c. Menjaga masjid agar tercipta sentral penyiaran agama dengan tetap konsisten dengan kegiatan kegiatan keagaaman dan bimbingan terhadap pasien.

3. Masyarakat

a. Masyarakat sekitar sangat berperan penting karena berdekatan dengan pesantren oleh karena itu masyarakat berilah dukungan kepada pesantren untuk mewujudkan pasien belajar ilmu agama.

b. Selalu menanyakan masalah yang ada didalam pesantren sehingga dapat dipecahkan bersama.

c. Mengikuti seluruh kegiatan yang ada dimasjid.

4. Pasien yang sudah sembuh

a. Membantu kyai dalam merawat dan memberi motivasi

b. Berbaur dengan masyarakat dan jangan minder karena pernah gangguan kejiwaan.

c. Ikut rutinan keagamaan, membantu memberikan bimbingan keagamaan kepada yang belum sembuh.

DAFTAR PUSTAKA

As’ari. 2013. Transparansi Manajemen Pesantren Menuju Profesionalisme.

Jember: STAIN Jember Press

Burhanuddin, Yusak. 1999. Kesehatan Mental. Bandung: CV Pustaka Setia Creswell, John W. 2015. Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar

Depag RI. 1986. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: PT. Intermasa Dhofier, Zamakhsyari. 2011. Tradisi pesantren. Jakarta: LP3ES

IAIN Jember. 2015. Pedoman Penulisan Karya Ilmiyah. Jember: IAIN Jember Press

Kartono, Kartini. 2002. Patologi Sosial 3 Gangguan Gangguan Kejiwaan.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Katona, Cornelius. 2012. At a Glance Psikiatri. Jakarta: Penerbit Erlangga

Kusdiana, Ading. 2014. Sejarah Pesantren Jejak, Penyebaran, dan Jaringannya di Wilayah Priangan (1800-1945). Bandung: HUMANIORA, 2014) Moleong, J. Lexy. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja

Rosdakarya

Mustajab. 2015. Masa Depan Pesantren. Yogyakarta: PT. LKiS Printing Cemerlang

Mutohar, Ahmad. 2013. Manifesto Pendidikan Islam dan Pesantren. Jember:

STAIN Jember Press

Nata, Abudin. 2000. Metodologi Studi Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Satori, Dja’man. Komariah, Aan. 2013. Metologi Penelitian Kualitatif. Bandung:

Alfabeta

Soekanto, Soerjono. 1986. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI-Press

Sudar. 2009. Khazanah Intelektual Pesantren Cipinang Melayu : CV. Maloho Jaya Abadi

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta

Usman, Husaini. 2006. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara

MATRIK PENELITIAN

JUDUL VARIABEL SUB VARIABEL INDIKATOR SUMBER DATA METODE

PENELITIAN FOKUS PENELITIAN

Peran Pesantren Nurul Huda Dalam Mengatasi Gangguan Kejiwaan di Dusun Curah Waru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Jember

1. Peran Pesantren

2. Gangguan Kejiwaan

1. Pesantren sebagai lembaga pendidikan 2. Pesantren

sebagai lembaga sosial 3. pesantren

sebagai lembaga penyiaran agama 1. Gangguan

Kejiwaan

a. Pendidikan formal b. Pendidikan non formal

a. Kyai b. Santri

a. Masjid

a. Gangguan pada fungsi berfikir

b. Gangguan pada fungsi perasaan (gangguan emosional)

1. Informan a. Pengasuh

pesantren b. Ustad c. Masyarakat d. Pasien yang

sudah sembuh 2. Dokumentasi 3. Kepustakaan

literatur yang terkait dengan penelitian, baik buku, jurnal dan lain-lain.

1. Jenis penelitian : Penelitian Kualitatif 2. Pendekatan

penelitian:

Pendekatan Grounded Theory 3. Metode

pengumpulan data:

a. Observasi b. Wawancara c. Dokumentasi 4. Keabsahan data:

Triangulasi sumber

1. Bagaimana peran pesantren Nurul Huda sebagai

lembaga pendidikan dalam mengatasi gangguan kejiwaan di Dusun Curah Waru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Jember?

2. Bagaimana peran pesantren Nurul Huda sebagai

lembaga sosial dalam mengatasi gangguan kejiwaan di Dusun Curah Waru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Jember?

3. Bagaimana peran pesantren Nurul Huda sebagai

lembaga penyiaran agama dalam mengatasi gangguan kejiwaan di Dusun Curah Waru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Jember?

SEKRETARIAT

RUMAH PENGASUH

RUMAH PENGASUH

MASJID KOLAM

ASRAMA ASRAMA

ASRAMA

PINTU MASUK PONDOK

U

HA LAMA N PESANTRE N

DENAH PONDOK

PESANTREN NURUL HUDA

Wawancara Dengan Pengasuh Pesantren

1. Bagaimana peran Pesantren Nurul Huda sebagai lembaga pendidikan dalam mengatasi gangguan kejiwaan di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember?

2. Bagaimana peran Pesantren Nurul Huda sebagai lembaga sosial dalam mengatasi gangguan kejiwaan di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember?

3. Bagaimana peran Pesantren Nurul Huda sebagai lembaga penyiaran agama dalam mengatasi gangguan kejiwaan di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember?

4. Apa saja penyebab dari gangguan kejiwaan?

5. Bagaimana kyai memilih atau menerima santri yang mengalami gangguan kejiwaan?

6. Apa kendala kyai selama mengatasi para santri yang mengalami gangguan kejiwaan?

Wawancara Dengan Ustad

1. Bagaimana cara ustadz mengajar orang yang mengalami gangguan kejiwaan?

2. Apa saja yang di ajarkan kepada orang yang mengalami gangguan kejiwaan?

3. Bagaimana cara menanamkan kebiasaan orang sehat akal kepada orang yang mengalami gangguan kejiwaan?

4. Apa saja kegiatan yang dilakukan di pesantren untuk semua santri dalam kesehariannya?

5. Apa ada tolak ukur santri bisa dikatakan sembuh dari gangguan kejiwaannya?

6. Apakah ada kegiatan khusus terhadap orang yang mengalami gangguan kejiwaan?

tanggapan masyarakat sekitarnya ketika sudah sembuh?

Wawancara Dengan Masyarakat Setempat

1. Bagaimana pandangan anda dengan adanya pesantren nurul huda?

2. Apa bentuk partisipasi masyarakat setempat terhadap pesantren?

3. Apa pandangan anda terhadap pasien yang sudah sembuh dari gangguan kejiwaannya?

Wawancara Dengan Pasien Yang Sudah Sembuh

1. Bagaimana tanggapan saudara terhadap pengasuh dalam mengatasi santri yang mengalami gangguan kejiwaan?

2. Bagaimana tanggapan saudara terhadap ustad dalam mengatasi gangguan kejiwaaan?

3. Apa yang anda rasakan ketika anda kembali dalam keadaan seperti biasanya?

4. Apa yang anda peroleh selama anda menjadi santri di pesantren nurul huda?

DOKUMENTASI

Lokasi Pesantren NURUL HUDA dan Masjid Sebagai Pusat sarana pesantren dan sarana beribadah masyarakat.

Kantor sekretariat PP Nurul Huda dan Asrama Nurul Huda.

Kolam untuk tempat mandi orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

Pasien yang sedang beristirahat dan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan berat dalam keadaan di kerangkeng.

Pasien yang sedang bersantai sore hari di depan asrama dan di depan masjid.

Dalam dokumen peran pesantren nurul huda dalam mengatasi (Halaman 83-98)

Dokumen terkait