• Tidak ada hasil yang ditemukan

peran pesantren nurul huda dalam mengatasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "peran pesantren nurul huda dalam mengatasi"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Menyimpang dari landasan tersebut, pesantren berperan penting dalam segala aspek, seperti Pondok Pesantren Nurul Huda untuk membantu masyarakat mengatasi gangguan jiwa. Berdasarkan pemikiran diatas maka peneliti memilih judul “Peran Pondok Pesantren Nurul Huda Dalam Mengatasi Gangguan Jiwa di Dusun Curah Waru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember Tahun 2017”.

Fokus Penelitian

Bagaimana peran Pondok Pesantren Nurul Huda sebagai lembaga sosial dalam penanggulangan gangguan jiwa di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Bagaimana peran Pondok Pesantren Nurul Huda sebagai lembaga penyiaran keagamaan dalam mengatasi gangguan jiwa di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi Pondok Pesantren Nurul Huda dalam peningkatan dan pengembangan pendidikan khususnya berkaitan dengan peran Pondok Pesantren Nurul Huda dalam mengatasi gangguan jiwa.

Definisi Istilah

Peran yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan sesuatu yang menjadi faktor terpenting dalam menciptakan sarana keberhasilan suatu permasalahan. Gangguan jiwa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gangguan fungsi mental yang disebabkan oleh ketidakmampuan beradaptasi sehingga mengakibatkan terganggunya fungsi mental seseorang.

Sistematika Pembahasan

Peran Pondok Pesantren Nurul Huda Sebagai Lembaga Pendidikan Dalam Mengatasi Gangguan Jiwa Di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Peran Pondok Pesantren Nurul Huda Sebagai Lembaga Pendidikan Dalam Mengatasi Gangguan Jiwa Di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Nia Najiah, 2013 dalam tesisnya yang berjudul “Peran Pondok Islam Al-Ishlah Dalam Pengembangan Dakwah di Desa Kananga Menes Pandeglang Banten”. Suprapti Wulaningsih, 2014 dalam tesisnya yang berjudul “Peran Pondok Pesantren As-Salafiyyah Dalam Membentuk Karakter Santri Di Desa Wisata Religi Mlangi.

Kajian Teori

Peran Asrama Islam Nurul Huda Sebagai Panti Sosial Dalam Mengatasi Gangguan Jiwa Di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Peran Pondok Pesantren Nurul Huda Sebagai Lembaga Penyiaran Keagamaan Dalam Mengatasi Gangguan Jiwa di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. 1 Bagaimana peran Pondok Pesantren Nurul Huda sebagai lembaga pendidikan dalam mengatasi gangguan jiwa di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.

Peran Pondok Pesantren Nurul Huda Sebagai Panti Sosial Dalam Mengatasi Gangguan Jiwa di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Peran Pondok Pesantren Nurul Huda Sebagai Panti Sosial Dalam Mengatasi Gangguan Jiwa di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Peran Pondok Pesantren Nurul Hudas Sebagai Lembaga Dakwah Keagamaan Untuk Mengatasi Gangguan Jiwa di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.

Bagaimana peran Pondok Pesantren Nurul Huda sebagai lembaga pendidikan dalam mengatasi gangguan jiwa di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.

Pendekatan dan Jenis Pendekatan

Lokasi Penelitian

Dalam hal ini peneliti menentukan lokasi Pondok Pesantren Nurul Huda, Dusun Curahwaru, Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Peneliti menemukan sesuatu yang unik untuk diteliti, yaitu pesantren yang pada umumnya menampung santri untuk kajian agama dan umum, namun Pondok Pesantren Nurul Huda menampung bagi penderita gangguan jiwa.

Subyek Penelitian

Masyarakat sekitar kediaman Islam Bpk. Mustofa, Pak. Yasin, Pak. Hakim, Pak. Umar, peneliti mengambil keempat informan ini berdasarkan peran masing-masing informan, Pak. Mustofa selaku ketua RT, Bpk. Yasin selaku ketua RW, Bpk. Hakim sebagai kepala Dusun, dan Bpk. Umar rutin mengikuti kegiatan rutin di Pondok Pesantren Nurul Huda. Pasien yang sembuh, Tn. Ishan selaku peneliti memilihnya sebagai informan karena hanya dialah satu-satunya yang masih tinggal di Pondok Pesantren Nurul Huda.

Teknik Pengumpulan Data

Data sekunder merupakan data tambahan yang tidak diperoleh secara langsung, melainkan dari berbagai literatur yang berkaitan dengan penelitian. Saat mengumpulkan data, peneliti secara terbuka memberitahukan kepada sumber data bahwa ia sedang melakukan penelitian.46. Dengan metode ini peneliti ingin memperoleh informasi yang mendalam tentang uraian sesuai fokus.

Dengan menggunakan teknik wawancara ini, peneliti mempertanyakan sumber data primer yaitu perawat, guru agama, masyarakat, dan pasien dalam masa pemulihan dengan menggunakan pedoman wawancara yang dibuat oleh peneliti.

Analisis Data

Analisis data adalah proses pencarian dan pengumpulan data secara sistematis yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori-kategori, menguraikannya ke dalam satuan-satuan, mensintesiskannya, menyusunnya menjadi pola-pola, memilih apa yang penting dan apa yang akan dipelajari, dan menarik kesimpulan agar mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain.48. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa analisis data adalah proses menganalisis data untuk menjawab pertanyaan yang dirumuskan dan menarik kesimpulan yang benar. Peneliti di lapangan menggunakan analisis model Miles dan Huberman. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam jangka waktu tertentu.

Miles dan Huberman menyatakan bahwa kegiatan dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus hingga selesai, sehingga data menjadi jenuh. Peneliti melakukan fase ini. Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif, menurut Miles dan Huberman, adalah menarik kesimpulan dan memverifikasinya.

Keabsahan Data

Cara penyajian data yang paling umum digunakan dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif. Oleh karena itu, kesimpulan dalam penelitian kualitatif bisa saja menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal, namun mungkin juga tidak, karena seperti yang telah dikatakan, permasalahan dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian tersebut berada di lapangan. Triangulasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan data dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang ada.50.

Triangulasi sumber adalah membandingkan dan memeriksa kembali derajat kredibilitas informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda, artinya membandingkan dan memeriksa kembali derajat kredibilitas seorang informan yang diperoleh dari informasi yang berasal dari sumber lain. 51 Triangulasi metode, menurut Patton, mempunyai dua strategi, yaitu: Keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi sumber dengan cara membandingkan dan mengecek kembali derajat kredibilitas informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda, artinya membandingkan dan mengecek kembali derajat kredibilitas seorang informan yang diperoleh dari informasi yang berasal dari sumber lain.

Tahap-Tahap Penelitian

Pada tahap ini peneliti terlebih dahulu membuat rencana penelitian yang dimulai dengan penyerahan judul, penyusunan matriks dan seminar pascasarjana. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Pondok Pesantren Nurul Huda Dusun Curah Waru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Setelah mendapat izin, peneliti mulai meneliti dan mengamati keadaan di lapangan sebagai tempat penelitian guna mengetahui lebih jauh latar belakang subjek penelitian, lingkungan sosial, adat istiadat, kebiasaan, agama dan pendidikan.

Pada tahap ini peneliti mulai melakukan pemilihan informan untuk memperoleh informasi, Informan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah guru pesantren, ustadz, warga masyarakat dan santri yang sudah sembuh. Pada fase ini peneliti terjun langsung ke lapangan untuk memperoleh data-data yang berkaitan dengan fokus masalah yang dijadikan bahan penelitian dalam penelitian.

PENYAJIYAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Obyek Penelitian

  • Sejarah Singkat Pesantren Nurul Huda
  • Letak Geografis Pesantren Nurul Huda
  • Profil Pesantren Nurul Huda
  • Sarana dan Prasarana Pesantren Nurul Huda
  • Data Pasien Gangguan Kejiwaan

Pondok Pesantren Nurul Huda terletak di sebelah selatan Desa Gambirono, di tengah persawahan, sekitar 5 km dari jalan raya, tepatnya di Dusun Curahwaru. Pondok Pesantren Nurul Huda didirikan oleh Kyai Kholily sekitar tahun 1931 setelah Kyai Kholili meninggal. Istrinya menikah dengan Kyai Jufri Panggang. Jika pesantren lain didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan dakwah, pendidikan dan menyebarkan agama Islam, maka Pondok Pesantren Nurul Huda awalnya didirikan untuk Riyadhoh dan pengobatan gangguan jiwa.

Saat ini Pondok Pesantren Nurul Huda belum memiliki santri untuk bersekolah sepeninggal Kyai Mustajab Kholil, namun Kyai Fatah tetap melanjutkan perjuangan mertuanya dalam merawat pasien gangguan jiwa. 57 Sumber data: Dokumen dengan data pasien yang diperoleh dari penyedia layanan kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Huda Abdul Fatah, 28 Oktober 2017.

Penyajian Data dan Analisis

Perkembangan Pondok Pesantren Nurul Huda tidak lepas dari peran serta atau dukungan masyarakat setempat. Peran Pondok Pesantren Nurul Hud sebagai lembaga sosial merupakan hal yang harus dilakukan oleh kyai. Peran Pondok Pesantren Nurul Hud sebagai lembaga penyiaran keagamaan di sini, seperti mushola atau masjid di pondok pesantren, tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat di lingkungan pondok pesantren saja.

2 Bagaimana peran Pondok Pesantren Nurul Huda sebagai lembaga sosial dalam penanggulangan gangguan jiwa di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. 2 Bagaimana Peran Pondok Pesantren Nurul Huda Sebagai Lembaga Penyiaran Keagamaan Dalam Mengatasi Gangguan Jiwa di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.

Pembahasan Temuan

Temuan yang ditemukan peneliti pada peran Pondok Pesantren Nurul Huda sebagai lembaga pendidikan untuk mengatasi gangguan jiwa di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember adalah Pondok Pesantren Nurul Huda tidak memberikan pendidikan formal tidak menyediakan pendidikan, namun ada pendidikan nonformal yang khusus mengajarkan agama, khususnya kepada pasien, sebagai institusi. Peran Pondok Pesantren Nurul Huda sebagai lembaga penyiaran keagamaan untuk mengatasi gangguan jiwa adalah dengan menjadikan masjid sebagai pusat penyiaran keagamaan, mengadakan pengajian secara berkala, mengundang pasien dan membimbing pasien untuk sholat. Peran Panti Asuhan Nurul Huda sebagai lembaga pendidikan dalam menangani gangguan jiwa di Dusun Curahwaru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember adalah Panti Asuhan memberikan pendidikan nonformal khusus agama kepada pasien dalam masa pemulihan, ataupun kepada masyarakat sekitar yang mengalami gangguan jiwa. ingin belajar di pesantren.

Peran Pondok Pesantren Nurul Huda sebagai lembaga dakwah untuk mengatasi gangguan jiwa adalah pemanfaatan fasilitas pondok pesantren seperti mushola atau masjid sebagai sarana ibadah bagi masyarakat umum atau santri, menjadikan masjid sebagai pusat dakwah. , mengadakan pengajian secara berkala, bimbingan kepada pasien dan pasien yang sudah sembuh. Peran Pondok Pesantren Nurul Huda Dalam Mengatasi Gangguan Jiwa di Dusun Curah Waru Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Jember.

PENUTUP

Kesimpulan

Merawat pasien, membaca dzikir, mengajak pasien berdoa dan menasihati pasien dalam beribadah khususnya bab doa. Peran Pondok Pesantren Nurul Huda sebagai lembaga sosial untuk mengatasi gangguan jiwa adalah dengan menerima pasien dari daerah manapun tanpa memandang status sosial atau keadaan ekonomi Menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar sehingga jika ada permasalahan khususnya bagi pasien gangguan jiwa , masyarakat dapat membantu.

Saran

Memelihara masjid dengan membuat pusat penyiaran keagamaan dengan tetap konsisten dalam kegiatan keagamaan dan petunjuk sabar. Pasien yang sedang istirahat dan pasien gangguan jiwa berat ditutup.

Referensi

Dokumen terkait

Tesis yang berjudul ‚ Peran Alumni dalam Pengembangan Unit Usaha Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Nurul Jadid) ‛ ini merupakan hasil penelitian yang

Tesis berjudul ”PEMBELAJARAN FIQIH DI MADRASAH TSANAWIYAH PONDOK PESANTREN NURUL HUDA SUKARAJA OKU TIMUR ” yang ditulis oleh:.. Nama :

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda telah menyusun laporan keuangan namun belum sesuai dengan Pedoman Akuntansi

1. Strategi yang digunakan Pondok Pesantren Nurul Huda dalam membentuk entrepreneurship santri dengan Membangun Mental Entrepreneurship, Mengenalkan Unit Usaha Kepada Para

b) Dampak era globalisasi di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Mansyuriyyah sangat terasa karena eksistensi pesantren di tengah keterbatasan dan dominasi negara

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1 Perencanaan pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Malang Pesantren Salafiyah Syafi‟iyah Nurul Huda Mergosono dan Pesantren

Dalam manajemen perencanaan ekonomi pondok pesantren Nurul Huda program santripeneur terfasilitasi dengan hal-hal yang berkitan dengan kewiraushaan yang sesuai dan mumpuni untuk

PERAN MAKROMINERAL DALAM MENGATASI GANGGUAN REPRODUKSI RUMINANSIA ARTICLE REVIEW Adriani1, Nurul Humaidah2, Dedi Suryanto2 1Program S1 Peternakan, 2Dosen Fakultas Peternakan