Bisnis Digital dan Keberlanjutan (SDGs)
377
Subhi Munir
BAB 22
BISNIS DIGITAL DAN
Bisnis Digital dan Keberlanjutan (SDGs)
379
Subhi Munir
45-49 9.544,2 9.514,7 19.058,9
50-54 8.415 8.450,9 16.865,9
55-59 7.133,3 7.231,3 14.364,6
60-64 5.676,6 5.813,7 11.490,3
65-69 4.183,9 4.344,5 8.528,4
70-74 2.695,1 2.920,6 5.615,8
75+ 2.314,2 2.993,5 5.307,7
Jumlah/Total 140.786,8 137.909,4 278.696,2
Sumber: Badan Pusat Statistik.
Ditambah lagi dengan melihat jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini sangatlah besar mencapai hingga 221.563.479 jiwa (APJII, 2024) dari total populasi 278.696.200 pada tahun 2023 dengan penetrasi internet sebesar 79,5%. Maka di Indonesia sangat mendukung untuk terciptanya bisnis digital. Nilai transaksi di Indonesia juga diprediksi akan mencapai USD 124 miliar (Rp. 1.700 triliun) pada tahun 2025.
Bisnis Digital
Timbulnya industri 4.0, semakin mempercepat perubahan ke arah digital technology, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT), merevolusi keberlanjutan. Ini adalah teknologi yang dapat menghubungkan dunia fisik dengan dunia digital, hal ini akan dapat memungkinkan suatu solusi yang efisien dan memantau sumber daya secara real time.
Artificial Intelligence (AI) dapat meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan dengan mengolah dan menganalisis suatu data. Dalam lingkungan persaingan yang semakin ketat ini, pergeseran menuju digitalisasi yang tidak dapat dihindari disebut sebagai
"keharusan digital". Adapula, tantangan seperti privasi data, keamanan siber, dan akses yang tidak setara terhadap teknologi masih ada (Guandalini, 2022).
Bisnis digital adalah bisnis yang menggunakan teknologi internal dan eksternal. Cara bisnis menjalankan operasi sehari-hari mereka telah diubah secara dramatis oleh teknologi informasi, seperti yang ditunjukkan oleh kemudahan internet untuk semua orang. Dampak revolusi digital ini sangat dirasakan oleh dunia usaha.
Bisnis Digital dan Keberlanjutan (SDGs)
384
Subhi Munirinovatif untuk membantu mengatasi tantangan pembangunan. Inovasi di sektor swasta di seluruh dunia merupakan prasyarat untuk mencapai 169 target ambisius, yang secara kolektif membentuk 17 SDGs.
Penting untuk disadari bahwa sektor swasta sangat beragam dan tidak hanya ditentukan oleh perusahaan multinasional dan raksasa industri. Pelepasan kapasitas transformatif sektor swasta untuk pembangunan tidak mungkin terjadi tanpa usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan usaha sosial. Misalnya, UMKM menciptakan lebih dari 50 persen lapangan kerja formal secara global dan banyak lompatan inovasi terjadi di UMKM serta perusahaan rintisan. Berikut adalah 17 SDGs:
Gambar 22.1: Sustainable Development Goals (SDGs) Sumber: https://images.app.goo.gl/xU8xoCr4L4VS8sfJ8.
SDGs Peluang Bagi Bisnis
SDGs mewakili peluang besar bagi dunia usaha untuk membentuk, mengarahkan, mengomunikasikan, dan melaporkan strategi, tujuan, dan aktivitas mereka, sehingga memungkinkan mereka memanfaatkan berbagai manfaat. Ada sejumlah alasan kuat bagi dunia usaha untuk mengejar dampak sosial dan terlibat dalam SDGs.
Selain kebutuhan untuk mengindahkan seruan masyarakat akan transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar, memadukan tujuan dengan keuntungan dapat menghasilkan keunggulan kompetitif yang
Bisnis Digital dan Keberlanjutan (SDGs)
387
Subhi Munir
dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Konsep bisnis semacam ini tidak hanya menciptakan dampak ekonomi yang positif tetapi juga membantu menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial.
Namun, banyak wirausahawan menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan bisnis mereka, terutama dalam hal akses permodalan dan regulasi yang masih kurang mendukung. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih berpihak kepada pelaku usaha kecil dan menengah, seperti kemudahan akses terhadap pinjaman berbunga rendah, pendampingan bisnis, serta pelatihan kewirausahaan.
Dengan dukungan yang tepat, wirausaha dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, pencapaian SDGs nomor 8 memerlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, serta mendukung inovasi dalam wirausaha, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dapat terwujud, sekaligus memberikan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
****************
Bisnis Digital dan Keberlanjutan (SDGs)
388
Subhi MunirDaftar Pustaka
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (7 Februari 2024).
APJII Jumlah Pengguna Internet Indonesia Tembus 221 Juta Orang.
Diakses pada 11 April 2025, dari https://apjii.or.id/berita/d/apjii- jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang.
Badan Pusat Statistik Indonesia. (11 Juni 2024). Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, 2023. Diakses pada 10 April 2025, dari https://www.bps.go.id/id/statistics- table/3/WVc0MGEyMXBkVFUxY25KeE9HdDZkbTQzWkVkb1p6M DkjMw==/jumlah-penduduk-menurut-kelompok-umur-dan-jenis- kelamin.html?year=2023.
Cheng, Y., Zhou, X., & Li, Y. (2023). The Effect Of Digital Transformation On Intrapreneurship In Real Economy Enterprises: A Labor Input Perspective. Management Decision. https://doi.org/10.1108/MD- 09-2022-1320.
Guandalini, I. (2022). Sustainability Through Digital Transformation: A Systematic Literature Review For Research Guidance. Journal of
Business Research, 148,456–471.
https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2022.05.003.
Gomez-Trujillo, A. M., & Gonzalez-Perez, M. A. (2022). Digital Transformation As A Strategy To Reach Sustainability. Smart and Sustainable Built Environment (Vol. 11, Issue 4, pp. 1137–1162).
Emerald Publishing. https://doi.org/10.1108/SASBE-01-2021- 0011.
Nguyen, T. X. H., & Nguyen, T. T. (2021). A Model for Assessing the Digital Transformation Readiness for Vietnamese SMEs. Journal of Eastern European and Central Asian Research, 8(4), 541–554.
Bisnis Digital dan Keberlanjutan (SDGs)
389
Subhi Munir
PROFIL PENULIS
Subhi Munir, S.E., M.M.
Ketertarikan penulis terhadap ilmu manajemen dimulai pada tahun 2010 silam.
Hal tersebut membuat penulis memilih untuk masuk ke Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Miftahul Huda Subang prodi Manajemen dan berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 2014. Kemudian, penulis menyelesaikan studi S2 di Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya Bandung dan berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 2020. Penulis memiliki kepakaran di bidang manajemen, khususnya manajemen sumber daya manusia. Dan untuk mewujudkan karir sebagai dosen profesional, penulis pun aktif sebagai peneliti di bidang kepakarannya tersebut.
Selain peneliti, penulis juga aktif menulis buku dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara yang sangat tercinta ini. Saat ini penulis aktif sebagai dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Miftahul Huda Subang.
Email Penulis: [email protected].
Regulasi dan Kebijakan Pemerintah