BAB 2. SEJARAH PENELITIAN
G. Sejarah dan Pendekatan Penelitian Research &
lop ment
Penelitian Research & Develoment atau lebih dikenal dengan penelitian pengembangan (R&D) merupakan salah satu pendekatan
dalam penelitian yang digunakan untuk pengembangan lebih lanjut sebuah hasil penelitian atau produk penelitian. Produk penelitian yang dilahirkan bagi setiap generasi, pada intinya memiliki kekurangan, sehingga perlu terus dikembangkan agar lebih tepat guna dan berdaya guna. Karena itulah penelitian R & D merupakan penelitian yang panjang (multi years).
Penelitian dan pengembangan disingkat Litbang atau bahasa Inggris research and development (R & D) adalah kegiatan penelitian dan pengembangan, dan memiliki kepentingan komersial dalam kaitannya dengan riset ilmiah murni, dan pengembangan aplikatif di bidang teknologi. R&D atau Litbang ini memegang peranan penting, dan menjadi indikator kemajuan dari suatu negara. Untuk tahun 2006 misalnya, tiga negara dengan pengeluaran, dan budget Litbang terbesar adalah Amerika Serikat (US$330 miliar), Tiongkok (US$136 miliar), dan Jepang (US$130 miliar)23.
Aktivitas penelitian dan pengembangan (R & D) untuk per- guruan tinggi biasanya berorientasi pada pengembangan keilmuan atau pendidikan dan pengajaran. Metode yang dipakai dalam kegiatan penelitian dan pengembangan (R & D) di perguruan tinggi pada umumnya menggunakan metode penelitian ilmiah dengan tidak memprediksi kemungkinan hasil yang pasti (pure research) atau mendatangkan nilai ekonomis (komersial) dalam waktu dekat.
Penelitian dan pengembangan (R & D) pada awalnya lebih banyak dikembangkan pada ilmu-ilmu eksakta, namun pada akhirnya juga berkembang pada ilmu-ilmu sosial khususnya pendidikan yang muaranya adalah bagaimana produk pendidikan semakin berkembang dan mempermudah guru mengajar dan peserta didik belajar.
Berikut ini adalah beberapa contoh penelitian R & D pada bi- dang pendidikan yang dapat dikembangkan untuk penelitian lanjutan.
23 http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_dan_pengembangan diakses tanggal 24 Maret 2015.
No Contoh Penelitian Keterangan 1 Pengaruh penggunaan media
adobeflash dalam pengembangan bahan ajar terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 30 Muaro Jambi
Kekuatan
pengembangannya terletak pada penggunaan media adobeflash
2 Pengembangan bahan ajar
microteaching berbasis CD interaktif dalam peningkatan kecakapan pedagogik mahasiswa di SMQ Bangko
Kekuatan
pengembangannya terletak pada pemanfaatan CD interaktif
3 Pengembangan media belajar berbasis e-Learning dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran mahasiswa Jurusan PAI di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Kekuatan
pengembangannya terletak pada e-learning
Penelitian dan pengembangan (R & D) memiliki akar sejarah yang cukup lama. Hasil penelitian eksakta (pure science) yang lebih banyak mengandalkan penelitian untuk penelitian, artinya penelitian dilakukan untuk pengembangan keilmuan semata (en sich), mendorong ilmuan untuk mempertanyakan kemanfaatan hasil penelitian eksakta secara praktis untuk lebih mempermudah pengembangan agar lebih berdaya guna bagi kemaslahatan manusia.
Kesadaran penelitian dengan lebih menekankan atas kemanfaatan hasil penelitian praktis ini telah mendorong lahirnya penelitian research and development (R & D) ini.
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa sejarah penelitian dengan paradigma penelitian (kualitatif, kuantitatif, mixed methods, dan research and development) memiliki sejarah yang sangat panjang, sebagai upaya manusia secara sistematis mencari kebenaran dengan pendekatan ilmiah, tidak lain agar hidup dan kehidupan manusia menjadi lebih mudah.
Apabila penelitian pengembangan ini dibedakan dari jenis penelitian lainnya, maka akan kelihatan bahwa penelitian pengem-
bangan memiliki 3 karakteristik utama, yaitu: (1) dihasilkannya sebuah produk untuk digunakan; (2) produk digunakan di lapangan (dalam praktek pendidikan); (3) selama penelitian berlangsung produk selalu divalidasi.
Mengingat bahwa penelitian pengembangan (research and development) dilakukan untuk menghasilkan produk (misalnya produk pendidikan dan pembelajaran) menyebabkan penelitian ini tidak berhubungan dengan klarifikasi atau pengujian sebuah teori (misalnya teori pendidikan yang dibangun), karena itu penelitian pengembangan ini tidak akan menghasilkan sebuah teori baru, konsep, prinsip, dalil atau hukum. Dalam penelitian pengembangan proses yang perlu dilalui adalah tahapan survei pendahuluan, pengembangan desain produk, proses pengembangan dilakukan secara terus-menerus dalam beberapa kali siklus dengan melibatkan penggunaan produk tersebut di lapangan sebagai bentuk ujicoba.
Adapun langkah-langkah penelitian pengembangan (research
& development) dapat dijelaskan bahwa terdapat 10 (sepuluh) lang- kah atau prosedur yang harus dilakukan dalam penelitian pengem- bangan (R & D)24, yaitu:
1) Melakukan riset dan pengumpulan informasi yang dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan di dalam kelas yang mungkin membutuhkan produk tersebut, juga tentu dengan melakukan studi literatur.
2) Melakukan perencanaan penelitian pengembangan dengan cara melakukan perumusan tujuan penelitian pengembangan, penetapan sekuen pembelajaran hingga akhirnya melakukan pengujian produk pendidikan dalam skala terbatas.
3) Melakukan pengembangan produk awal.
4) Melakukan ujicoba terhadap produk awal yang telah dikem- bangkan tersebut di lapangan dengan melakukannya secara terbatas. Pengumpulan data ujicoba produk dapat dila ku kan
24 http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/ 2014/04/ penelitian- pengembangan-research-and-development. html diakses tanggal 24 Maret 2015.
melalui metode wawancara, observasi, hingga angket untuk kemudian dilakukan analisis sehingga ditemukanlah kele- mahan-kelemahan produk awal tersebut.
5) Melakukan perbaikan dan revisi produk awal, sehingga diper- oleh penyempurnaan produk pendidikan tersebut.
6) Selanjutnya, kembali melakukan ujicoba di lapangan produk pendidikan yang telah direvisi tadi untuk skala yang lebih besar dari ujicoba awal. Data juga dikumpulkan dengan cara sebagaimana ujicoba lapangan pertama dilakukan.
7) Melakukan revisi produk untuk kedua kalinya berdasarkan data yang baru diperoleh.
8) Melakukan ujicoba untuk ketiga kalinya dalam skala yang lebih luas lagi dibanding ujicoba lapangan yang kedua untuk mengumpulkan data yang lebih banyak dengan menggunakan beragam teknik yang sesuai seperti angket, wawancara, dan observasi lalu kemudian menganalisisnya untuk memperoleh kelemahan-kelemahan yang mungkin masih ada dan dapat diperbaiki pada produk pendidikan yang ingin dihasilkan.
9) Melalukan revisi produk pendidikan tersebut untuk yang ketiga kalinya.
10) Membuat laporan (melakukan pelaporan) dan kemudian mela- kukan desiminasi produk pendidikan dan hasil penelitian pengembangan yang telah dilakukan.ch and development sehingga diharapkan produk pendidikan yang dihasilkan dari proses pengembangan tersebut benar-benar bermanfaat dan dapat mencapai tujuannya.