• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene

Dalam dokumen SKRIPSI - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 85-93)

BAB IV GAMBARAN UMUM PENELITIAN

A. Sejarah Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene

Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene didirikan pada tanggal 24 April 2010 dengan berbagai pertimbangan yang melatar belakanginya. Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene didirikan dalam rangka memenuhi kebutuhan nasabah, baik nasabah muslim maupun non muslim yang menginginkan transaksi pembiayaan yang aman, cepat, tanpa riba. Disamping itu melihat perkembangan pertanian dan perikanan yang berkembang pesat yang membutuhkan bantuan dana cepat dan mudah.

Melihat semakin berkembangnya permintaan warga masyarakat dan adanya peluang dalam mengimplementasikan praktik gadai berdasarkan syariah, Perum Pegadaian yang telah bergelut dengan bisnis Pegadaian konvensional selama beratus- ratus tahun, berinisiatif untuk mengadakan kerja sama dengan PT.Bank Muamalat Indonesia (BMI) dalam mengusahakan praktik gadai syariah sebagai diversifikasi usaha gadai yang sudah dilakukannya, maka pada bulan Mei tahun 2002 telah ditanda tangani sebuah kerjasama antara keduanya untuk meluncurkan gadai syariah, dan BMI sebagai penyandang dana.

Pendirian gadai syariah sebenarnya sudah pernah direncanakan sejak awal tahun 1998 ketika beberapa General Manager (GM) Perum Pegadaian melakukan studi banding ke Malaysia, yang selanjutnya diadakan penggodokan rencana pendirian pegadaian syariah. Hanya saja dalam proses selanjutnya, hasil

71

studi banding yang didapatkan hanya ditumpuk dan dibiarkan, karena terhambat oleh permasalahan internal perusahaan.

Dengan hadirnya Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene yang menawarkan solusi pendanaan yang cepat, praktis danaman ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan adanya jasa pembiayaan yang berbasis syariah.

B. Struktur Organisasi, dan Uraian Tugas

Dalam rangka menjadikan perusahaan sebagai suatu organisasi badan usaha yang dinamis, berdaya guna dan berhasil guna untuk menghadapi persaingan usaha yang semakin meningkat telah diberlakukan struktur organisasi berbasis kompetensi. Struktur organisasi untuk pengelolaan usaha syariah terdiri dari struktur organisasi Divisi Usaha Syariah dalam Skala Nasional dan struktur organisasi Kantor Cabang Pegadaian Syariah Pangkajene.

Gambar 2. Bagan Struktur Organisasi Devisi Usaha Syariah

Sumber : Pedoman Operasional Gadai Syariah (POGS) 2010.

Gambar 3. Bagan Struktur Organisasi Kantor Cabang Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene.

Sumber : Pedoman Operasional Gadai Syariah (POGS) 2010.

Uraian tugas dan jabatan adalah sebagai berikut:

a. Manager Cabang

Fungsi: Mengelola operasional cabang, yaitu menyalurkan uang pinjaman secara hukum gadai yang didasarkan pada penerapan prinsip syariah.

Tugas:

1. Menyusun program kerja operasional cabang agar sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

2. Mengkoordinasikan kegiatan penaksiran marhun berdasarkan peraturan yang berlaku.

3. Mengkoordinasikan penyaluran mahunbih.

4. Mengkoordinasikan pengelolaan murabahah dan rahn sesuai ketentuan yang berlaku dalam rangka pengembangan asset secara professional.

b. Penaksir:

Fungsi: Menaksir marhun untuk menentukan mutu dan nilai barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam rangka mewujudkan penerapan taksiran dan uang pinjaman yang wajar serta citra yang baik bagi perusahaan.

Tugas:

1. Memberikan pelayanan kepada rahin dengan cepat, mudah dan aman.

2. Menaksir barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. Memberikan perhitungan kepada pimpinan cabang penggunaan pinjaman gadai oleh rahin.

4. Menetapkan biaya administrasi dan jasa simpan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

c. Kasir

Fungsi : Melakukan tugas penerimaan, penyimpanan dan pembayaran serta pembukuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tugas:

1. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan kerja.

2. Menerima modal kerja harian dari atasan.

3. Menyiapkan uang kecil untuk kelancaran pelaksanaan tugas.

4. Melaksanakan penerimaan pelunasan mahunbih dan mahun.

d. TataUsaha (TU)

Fungsi: Melakukan penerimaan pencatatan dan pengaturan yang berkaitan dengan pembukuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tugas:

1. Menerima dan mencatat pembukuan marhun.

2. Mengatur dan mengolah pembukuan perusahaan.

e. Pemegang Gudang Tugas:

1. Melakukan pemeriksaan, penyimpanan, pemeliharaan dan pengeluaran serta pembukuan marhun.

2. Menerima marhun selain barang kantong untuk disimpan digudang.

3. Secara berkala memeriksa keadaan gudang penyimpanan marhun.

4. Menyusun sesuai urutan nomor Surat Buku Rahn (SBR).

f. Keamanan (security)

Mengamankan harta perusahaan dan rahin dalam lingkungan kantor dan sekitarnya selama 24 jam nonstop.

Adapun produk-produk yang ditawarkan Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene sebagai berikut:

1. Penyaluran pinjaman secara gadai yang didasarkan pada penerapan prinsip syariah Islam dalam transaksi ekonomi secara syariah (gadai emas biasa).

2. Pembiayaan Ar-Rum (Ar-Rahn Untuk Usaha Mikro Kecil), yaitu pembiayaan yang dikhususkan untuk UMKM (Unit Mikro Kecil Menengah) dengan obyek jaminan berupa BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor).

3. Pembiayaan MULIA (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi), yaitu penjualan logam mulia oleh Pegadaian kepada masyarakat secara tunai dan agunan dengan jangka waktu fleksibel.

C. Karakteristik Perum Pegadaian Syariah Cabang Pangkajenne

Sebagai sebuah perusahaan yang berfungsi melayani masyarakat, keberadaan pegadaian memiliki kekhususan yang berdampak pada pola operasionalnya. Kekhususan yang dimiliki oleh perum pegadaian terutama adalah:

a. Tidak memungut bunga dalam berbagai bentuk karena riba.

b. Menetapkan uang sebagai alat tukar bukan sebagai komoditas yang diperdagangkan.

c. Melakukan bisnis untuk memperoleh imbalan atas jasa dan atau bagi hasil.

Pegadaian syariah atau dikenal dengan istilah rahn, dalam pengoperasiannya menggunakan metode Fee Based Income (FBI) atau Mudharobah (bagi hasil). Karena nasabah dalam mempergunakan Mudharobah (bagi hasil). Karena nasabah dalam mempergunakan marhumbih (UP) mempunyai tujuan yang berbeda-beda misalnya untuk konsumsi, membayar uang sekolah atau tambahan modal kerja, penggunaan metode Mudharobah belum tepat pemakaiannya. Oleh karenanya, pegadaian menggunakan metode Fee Based Income (FBI).

d. Sebagai penerima gadai atau disebut Mutahim, penggadaian akan mendapatkan Surat Bukti Rahn (gadai) berikut dengan akad pinjam- meminjam yang disebut Akad Gadai Syariah dan Akad Sewa Tempat (Ijarah). Dalam akad gadai syariah disebutkan bila jangka waktu akad tidak diperpanjang maka penggadai menyetujui agunan (marhun) miliknya dijual oleh murtahin guna melunasi pinjaman. Sedangkan Akad Sewa Tempat (ijarah) merupakan kesepakatan antara penggadai dengan

penerima gadai untuk menyewa tempat untuk penyimpanan dan penerima gadai akan mengenakan jasa simpan.

D. Visi Perusahaan Perum Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene.

Visi kedepan adalah menjadikan pegadaian sebagai “Champion

“dalam pembiayaan mikro dan kecil berbasis gadai dan fiducia bagi masyarakat menengah kebawah.

E. Misi perusahaan Perum Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene.

Adapun misi dari pegadaian syariah adalah:

1. Membantu program pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya golongan menengah kebawah.

2. Memberikan kredit permodalan berskala mikro, kecil dan menengah atas dasar hukum gadai dan fidusia.

Untuk mencapai visi dan misi perusahaan tersebut, maka Pegadaian Syariah Cabang Pangkep akan mengelola usaha dengan prinsip : “Memberikan Solusi Pendanaan Yang Cepat, Praktis Dan Menentramkan”.

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. System Operational Procedure (SOP) proses Pembiayaan logam MULIA (Menggunakan Akad Murabahah dan Rahn) pada Perum Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene:

Proses pembiayaan Logam Mulia pada perum pegadaian cabang Pangkajene memiliki Sistem Operasional Procedure (SOP) yaitu Nasabah yang datang kepegadaian syariah untuk membeli Logam MULIA langsung menemui petugas MULIA. Nasabah menanyakan petugas MULIA berapa harga Logam MULIA hari ini, karena harga Logam MULIA yang dijual di ANTAM (AnekaTambang) berubah setiap harinya. Setelah memberitahukan harga Logam MULIA hari ini, petugas akan melakukan simulasi perhitungan harga Logam MULIA yang akan dibeli oleh nasabah.

Setelah harga dari simulasi tersebut disetujui, maka petugas MULIA meminta nasabah untuk mengisi Form Pengajuan MULIA (MULIA-1). Setelah nasabah mengisi MULIA-1, petugas MULIA akan mengetikan data nasabah yang telah diisikan nasabah di MULIA-1. MULIA-1 yang telah diisi oleh nasabah segera diberikan oleh petugas MULIA kepada manajer untuk diverifikasi, setelah manajer setuju maka MULIA-1 tersebut diserahkan kembali petugas MULIA untuk meminta nasabah menandatangi MULIA-1 yang telah diisikan data diri nasabah dan spesifikasi Logam MULIA yang telah disetujui untuk dibeli oleh nasabah.

79

Setelah itu, nasabah membawa MULIA-1 ke kasir untuk melakukan pembayaran uang muka, atau pembayaran pembelian Logam MULIA secara tunai, jika dibeli secara tunai. Jika nasabah membayarkan pembelian Logam MULIA secara cicil, maka nasabah akan kembali lagi untuk membayarkan cicilan Logam MULIA yang dibayarkan setiap bulannya selama waktu yang telah ditentukan oleh nasabah tersebut.

Setelah nasabah melakukan pembayaran, baik uang muka maupun lunas, kasir akan membuat Surat Persetujuan Pembiayaan MULIA (MULIA-2) dan Bukti Pembayaran Uang Muka/Pelunasan MULIA(MULIA-3) dan kemudian dicetak. MULIA-2 dan MULIA-3 tersebut kemudian diserahkan kepada manajer untuk ditandatangani.

Setelah ditandatangani oleh manajer, MULIA-2 dan MULIA-3 juga ditandatangani oleh nasabah sebanyak 2 lembar. Lembar ke-1 MULIA-1 dan lembar ke-1 MULIA-2 diserahkan oleh kasir kepada nasabah untuk disimpan dan dibawa kembali ke kasir pada saat melakukan cicilan dan pengambilan Logam MULIA. Sedangkan lembar ke-2 MULIA-1 dan lembar ke-2 MULIA-2 diberikan kasir kepada petugas MULIA untuk ditindak lanjuti pada tahap pemesanan Logam MULIA. MULIA yang telah memiliki lembar ke-2 MULIA-1 dan lembar ke-2 MULIA-2 segera melakukan pemesanan Logam MULIA melalui fax ke KCDM (Kantor Cabang Penyalur MULIA). KCDM yang telah menerima lembar ke-2 MULIA-1 dan lembar ke-2 MULIA-2 segera melakukan pemesanan Logam MULIA langsung ke ANTAM, dan ANTAM akan segera mengirimkan Logam MULIA ke KCDM jika Logam MULIA pesanan sudah tersedia. KCDM

membuatkan Form Status Pemesanan Emas (MULIA-4) berdasarkan data yang telah didapat dari ANTAM.

Setelah itu, KCDM akan mengirimkan melalui fax. MULIA-4, lembar ke-2 MULIA-1dan lembar ke-2 MULIA-2 ke petugas MULIA untuk disimpan di arsip. Jika Logam MULIA pesanan sudah dikirim oleh ANTAM ke KCDM, KCDM akan mengirimkannya kepada petugas MULIA, lama maksimal ketersediaan Logam MULIA adalah 30 hari (1bulan) dalam hitungan kalender.

Nasabah yang telah melunasi pembayaran Logam MULIA dapat segera mengambil Logam MULIA pesanannya ke petugas MULIA, namun bagi yang belum lunas, harus melunasi cicilannya terlebih dahulu dan setelah lunas baru dapat menerima Logam MULIA pesanan nasabah tersebut.

Gambar 3. Analisis Sistem Berjalan

Sumber : Pedoman Opersional Gadai Syariah (POGS) 2010.

NASABAH

Petugas MULIA

Petugas MULIA dan NASABAH

PETUGAS MULAI DAN NASABAH

NASABAH

Petugas MULIA dan NASABAH petugas MULIA

dan Manager MANAGER

MANAGER DAN PETUGAS MULIA

Petugas MULIA dan NASABAH

NASABAH NASABAH

DAN KASIR

KASIR

KASIR DAN MANAGER

MANAGER

KASIR dan MANAGER KASIR

NASABAH

KASIR Dan Petugas MULIA Petugas MULIA

ANTAM

KCDM

KCDM

KCCM

KCDM

PETUGAS MULIA

NASABAH DAN PETUGAS MULIA

Nasabah

NASABAH

Menanyakan Simulasi Mulia Harga Simulasi disepakati Menyerahkan MULIA-1

Mengisi MULIA-1

Menyerahkan MULIA-1 Menyerahkan MULIA-1

Verifikasi MULIA-1 Menyerahkan hasilVerifikasi

Menyerahkan MULIA-1

Menandatangani MULIA-1

Memberikan MULIA-1 dan

Melakukan pembayaran Membuat MULIA-2

Dan MULIA-3

Menyerahkan MULIA-2 dan MULIA-3

Menandatangani MULIA-2 dan MULIA-3

Menyerahkan MULIA-2 dan MULIA-3 Menyerahkan Lembar 1 dari

MULIA-1 dan MULIA-2 Pembayaran Cicilan Perbulan

Penginputan Data Menyerahkan Lembar 2 Dari

MULIA-1 dan MULIA 2 Mengirim Lembar 2

MULIA-1 dan MULIA Menerima Lembar 2

MULIA-1 dan MULIA-2 Memesan Logam MULIA Mengirim Logam MULIA

Membuat MULIA-4

Mengirim Logam MULIA

Mengirim MULIA-4

Menerima MULIA-4

Menerima logam MULIA

Memberikan logam MULIA

Menyimpan lembar 2 MULIA-1 dan MULIA-2, MULIA-4

B. Pelaksanaan dan Prosedur Penerapan Akad Murabahah dan rahn (MULIA) pada Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene

1. Pelaksanaan Pembiayaan dengan Akad Murabahah dan Rahn (MULIA) di Pegadaian Syariah Cabang Pangkep Menurut Hukum Islam.

Seperti halnya pegadaian konvensional, pelaksanaan pegadaian syariah juga menyalurkan uang pinjaman dengan jaminan barang bergerak. Prosedur untuk memperoleh kredit gadai syariah sangat sederhana, masyarakat hanya menunjukkan bukti identitas diri dan barang bergerak sebagai jaminan, uang pinjaman dapat diperoleh dalam waktu yang tidak relatif lama (kurang lebih 15 menit saja). Begitupun untuk melunasi pinjaman, nasabah cukup dengan menyerahkan sejumlah uang dan surat bukti rahn saja dengan waktu proses yang juga singkat.

Operasional pegadaian syariah menggambarkan hubungan di antara nasabah dan pegadaian. Adapun teknis operasional pegadaian syariah adalah sebagai berikut:

1. Nasabah menjaminkan barang kepada pegadaian syariah untuk mendapatkan pembiayaan. Kemudian pegadaian menaksir barang jaminan untuk dijadikan dasar dalam memberikan pembiayaan.

2. Pegadaian syariah dan nasabah menyetujui akad gadai. Akad ini mengenai berbagai hal, seperti kesepakatan biaya gadaian, jatuh tempo gadai dan sebagainya.

3. Pegadaian syariah menerima biaya gadai, seperti biaya penitipan, biaya pemeliharaan, penjagaan dan biaya penaksiran yang dibayar pada awal transaksi oleh nasabah.

4. Nasabah menebus barang yang digadaikan setelah jatuh tempoh.

Penghitungan Tarif Jasa Simpanan.

No. Jenis Simpanan Tarif jasa simpanan.

1. Emas dan Berlian Taksiran/Rp. 10.000 x Rp. 90 x jangka waktu/ 10 hari.

2. Elektronik, mesin jahit, Taksiran/Rp. 10.000 x Rp. 95 x jangka waktu/ 10 hari dan peralatan rumah tangga.

3. Kendaraan bermotor Taksiran/Rp. 10.000 x Rp. 100 x jangka waktu/ 10 hari.

Teknis pelaksanaan kegiatan pegadaian syariah adalah sebagai berikut:

1. Jenis barang yang digadaikan.

a. Perhiasan : emas, perak, intan, mutiara dan sejenisnya.

b. Alat-alat rumah tangga, dapur, makan-minum, kebun, dan sejenisnya.

c. Kendaraan seperti : sepeda ontel, motor, mobil, dan sebagainya.

2. Biaya-biaya.

a. Biaya administrasi pinjaman.

Untuk transaksi pinjaman ditetapkan sebesar Rp. 50,- untuk setiap kelipatan pinjaman Rp. 5000,-. Biaya ini hanya dikenakan 1 kali di awal akad.

b. Jasa simpanan.

Besarnya tarif ditentukan oleh : 1) Nilai taksiran barang.

2) Jangka waktu ditetapkan 90 hari dengan.

3) Perhitungan simpanan setiap kelipatan 5 hari. Berlaku pembulatan ke atas (1-4 hari dianggap 5 hari).

3. Sistem cicilan atau perpanjangan.

Nasabah (rahin) dapat melakukan cicilan dengan jangka waktu 4 bulan.

Jika belum dapat melunasi dalam waktu tersebut, maka rahin dapat mengajukan permohonan serta menyelesaikan biayanya. Lamanya waktu perpanjangan adalah ± 4 bulan. Jika nasabah masih belum dapat mengembalikan pinjamannya, maka marhun tidak dapat diambil.

4. Ketentuan pelunasan pinjaman dan pengambilan barang gadai:

Gol Besarnya Taksiran Nilai Taksiran Biaya Tarif Jasa Kelipatan.

Administrasi Simpanan.

a. Rp. 100.000 - Rp. 500.000 > Rp. 510.000.

b. Rp. 510.000 - Rp 1.000.000 > Rp. 1.050.000.

c. Rp. 1.050.000 - Rp. 5.000.000 > Rp. 5.050.000.

d. Rp. 5.050.000 – Rp. 10.000.000 > Rp10.050.000.

e. Rp. 10.050.000 > Rp. 10.050.000.

Persyaratan:

a. Menyerahkan copy KTP atau identitas resmi lainnya.

b. menyerahkan barang sebagai jaminan (emas, berlian, elektronik, kendaraan bermotor, dan lain-lain).

c. Untuk kendaraan bermotor menyerahkan BPKB dan copy STNK.

d. Mengisi formulir permintaan pinjaman.

e. Menandatangani akad.

Metode Penghitungan Gadai Syariah.

Ketentuan :

a. Harga dasar emas : Rp. 380.000/ gram.

b. Karatase emas : 10 karat s.d 24 karat.

c. Biaya pemeliharaan : (dilihat dari besarnya pembiayaan).

1. Rp 20.000 – Rp 150.000 = Rp 45,- 2. Rp 151.000 – Rp. 500.000 = Rp 73,- 3. Rp 501.000 – Rp 1.000.000 = Rp 79,- 4. RP 1.005.000 – Rp 5.000.000 = Rp 79,- 5. Rp 5.010.000 – Rp 10.000.000 = Rp 79,- 6. Rp 10.050.000 – Rp 20.000.000 = Rp 79,- 7. Rp 20.100.000 – Rp 50.000.000 = Rp 62,- 8. Rp 50.100.000 – Rp 200.000.000 = Rp 62,- d. Maksimum pembiayaan: 91% untuk perhiasan.

Biaya-biaya:

a. Administrasi: (dilihat dari besarnya pembiayaan).

1. Rp 20.000 – Rp 150.000 = Rp 1.000.

2. Rp 151.000 – Rp 500.000 = Rp 3.000.

3. Rp 501.000 – Rp 1.000.000 = Rp 8.000.

4. Rp 1.005.000 – Rp 5.000.000 = Rp 15.000.

5. Rp 5.010.000 – Rp 10.000.000 = Rp 25.000.

6. Rp 10.050.000 – Rp 20.000.000 = Rp 40.000.

7. Rp 20.100.000 – Rp 50.000.000 = Rp 60.000.

8. Rp 50.100.000 – Rp 200.000.000 = Rp 100.000 b. Pemeliharaan: .

Pelunasan : Pembiayaan + biaya pemeliharaan.

Diketahui:

 Harga dasar emas : Rp 380.000,-

 Administrasi : Rp 40.000,-

 Maksimum pembiayaan : 91% x harga taksiran

 Biaya pemeliharaan : Rp 79,- Penghitungan:

 Harga taksiran : RP 19.000.000,-

 Maksimum pembiayaan : 91% x Rp 19.000.000 = Rp 17.290.000,-

 Biaya pemeliharaan : Rp 79,-

 Pelunasan : Rp 17.290.000 + Rp 1.801.200 : Rp 19.091.200,-

C. Prosedur Transaksi Sistem Gadai Syariah dengan Menggunakan akad murabahah dan Rahn ( MULIA).

a. Pembelian Batangan Logam Mulia Emas.

Pembelian emas dilakukan oleh PERUM pegadaian yanng diwaliki oleh kantor Cabang Syariah Disrtibutor MULIA (KCDM) kepada pemasok. Ada dua pendekatan dalam hal pembelian emas kepemasok:

1. Pendekatan berdasarkan pemesanan dari KCPM.

KCDM melakukan pembelian emas kepemasok berdasarkan pemesanan dari KCPM dibuktikan dengan adanya fax Mulia-3 (bukti pembayaran uang pembelian emas) atau data dari sysmulia by web.

2. Pendekatan berdasarkan Data Historis Omset Mulia.

KCDM melakukan pembelian ke pemasok berdasarkan Data Historis Omset Mulia dan berdasarkan surat izin dari Jenderal Manajer usaha syariah.

Berikut rincian prosedur pembelian emas :

1. Setiap hari petugas Mulia KCDM harus mengecek pemesanan-pemesanan yang belum dapat direalisasikan dan pemesanan yang telah direalisasikan.

Penerimaan Form Mulia-3 dari KCPM merupakan dasar pembelian emas ke PT. Antam. Setelah penerimaan form Mulia-3, penyimpan KCDM harus melakukan pengiriman form Mulia-4 paling lambat 1 hari setelah form Mulia-3 diterima.

2. Berdasarkan pemesanan-pemesanan petugas Mulia KCDM yang belum direalisasikan yang dilihat dari sysMulia byWeb atau pemesanan yang belum direalisasi by Fax maka petugas Mulia melakukan pemesanan ke pemasok dengan menggunakan form Mulia-5.

3. Form Mulia-5 dilampirkan dengan data-data yang mendukung untuk pembelian emas logan Mulia dan diberikan kepada Manajer Cabang.

4. Menerima fisik emas dari pemasok dan pembukuan pada buku gudang.

5. Membukukan pada buku Gudang penerimaan fisik emas dan Manajer Cabang KCDM menerima form Mulia-5 dan memverifikasi data pendukung untuk pembelian emas ke pemasok.

6. Manajer Cabang KCDM menandatangani form Mulia-5.

7. Manajer Cabang KCDM mendistribusikan form Mulia-5 ke bagian terkait.

8. Kasir menerima form Mulia-5 dan menverifikasi data pendukung untuk pembelian emas.

9. Kasir melakukan pembayaran ke Rekening pemasok. Dan Kasir Mengkonfirmasi kepada pemasok tentang bukti setoran dan Purchase Order bersama penyimpan.

b. Pemesanan Emas Logam Mulia.

Pemesanan emas logam Mulia dilakukan oleh kantor cabang pelaksan Mulia (KCPM) dengan menggunakan sisMULIA byWeb atau menggunakan form pemesanan Mulia (by fax) berdasarkan form aplikasi Mulia yang telah diisi oleh calon nasabah. Proses pemesanan emas logam Mulia ini dilakukan oleh Perum Pegadaian karena karakteristik produk emas logam Mulia berbeda dengan komoditi atau barang dagangan lainnya. Perbedaan yang paling signifikan adalah pada harga. Harga emas sangat fluktuatif, karena emas merupakan muara dari harga-harga komoditi lainnya. Untuk menghindari adanya lost/kerugian karena fluktuasi harga emas maka dibuatkan suatu proses pemesanan emas sehingga stock/persediaan emas di kantor pusat sesuai dengan kebutuhan nasabah Mulia.

Dalam prosedur ini juga Manajer Cabang harus melakukan verifikasi atas data

yang disampaikan oleh calon nasabah. Verifikasi-verifikasi dalam proses ini adalah:

1. Kelengkapan administrasi.

2. Kemampuan membayar uang muka.

3. Membayar angsuran Mulia.

4. Motif tujuan menggunakan Mulia.

Hasil dari verifikasi diatas merupakan penentuan persetujuan Mulia yang ditandai dengan pembuatan from Mulia-2 (persetujuan pembiayaan Mulia).

Dengan adanya persetujuan Murabahah tersebut maka variable-variable yang telah ditentukan oleh nasabah tidak dapat diubah, baik oleh nasabah Pegadaian khususnya jika adanya kenaikan atau penurunan harga emas. Sebelum melangkah ketahapan proses pemesanan, berikut adalah syarat-syarat untuk memproses pembiayaan Mulia:

a. Calon nasabah Mulia adalah perorangan ataupun institusi/perusahaan yang mempunyai indentitas jelas.

1. Calon nasabah perorangan.

- WNI, dibuktikan dengan fotocopy KTP atau identitas lainnya dan menunjukkan asli bukti identitas.

- Memiliki tempat tinggal tetap.

- Foto copy kartu keluarga.

- Foto copy NPWP pribadi jika ada.

2. Calon nasabah perusahaan.

- Adanya surat order pembelian emas Mulia yang ditandatangani oleh manajemen perusahaan yang sah.

- Menyerahkan foto copy KTP/identitas lainnya yang menandatangani surat order pembelian emas Mulia.

- Menyerahkan foto copy AD/ART atau akte pendirian badan usaha.

- Foto copy NPWP jika ada.

b. Nasabah Mulia tidak diperkenankan untuk melakukan spekulasi atas emas yang dibeli ataupun melakukan hal-hal yang dilarang oleh pemerintah Republik Indonesia.

c. Membayar uang muka sesuai ketentuan Pegadaian. Uang muka (Urbun) ini merupakan bagian dari pelunasan piutang Mulia.

d. Mendapatkan persetujuan pembiayaan Mulia dari Manajer Cabang.

e. Mengisi dan menandatangani aplikasi Mulia-01 dan Mulia-02.

f. Menandatangani Akad pembiayaan Mulia.

Adapun rincian prosedur pemesanan emas logam Mulia oleh KCPM adalah sebagai berikut:

- Nasabah mengisi form Mulia-1 dan melampirkan persyaratan yang ditentukan.

- Nasabah menandatangani dan menyerahkan form Mulia-1 kepada petugas Mulia untuk diproses.

- Nasabah melakukan pembayaran uang muka kekasir.

- Nasabah menerima dan menandatangani form Mulia-3 dan form Mulia-2.

- Petugas Mulia memverifikasi pengisian form Mulia-1dan memverifikasi kelengkapan persyaratan persyaratan Mulia.

- Jika kelengkapan sudah selesai, maka form Mulia-1 dan kelengkapannya oleh petugas Mulia diajukan ke Manajer Cabang.

- Petugas Mulia menerima form Mulia-2 dan form Mulia-3 yang telah ditandatangani oleh Manajer Cabang.

- Petugas Mulia Mengirim berita pemesanan emas melalui fax atau pun melalui website berdasarkan form Mulia-3 ke KCPM (kantor cabang pusat Mulia).

- Kasir menerima uang muka pembayaran Mulia dari nasabah.

- Kasir mencetak form Mulia-2 dan form Mulia-3 dari siscadu Mulia.

- Kasir mendistribusikan form Mulia-2 dan form Mulia-3 kepada Manajer Cabang.

- Manajer Cabang menerima form Mulia-1 dan memverifikasi kelengkapannya.

- Manajer Cabang melakukan stempel kelayakan Mulia pada form Mulia-1 yang menandakan pembiayaan Mulia layak.

- Manajer Cabang memberikan form Mulia-1 yang sudah distempel layak kenasabah.

- Manajer Cabang menerima dan menandatangani form Mulia-2 dan form Mulia-3.

- Manajer Cabang menyerahkan form Mulia-2 dan form Mulia-3 lembar ke 2 kepetugas Mulia dan lembar 1 ke nasabah.

- KCDM (kantor cabang distribusi Mulia) menerima pemesanan pembelian emas dari KCPM. Penerimaan pemesanan bisa melalui website araupun jika offline menggunakan fax form Mulia-3.

- KCDM (kantor cabang distribusi Mulia) mengirim form Mulia-4 by fax atau by website ke KCPM (kantor cabang pelaksana Mulia) paling lambat 2 hari setelah fax form Mulia-3 diterima.

- Adapun formulir-formulir yang terkait yaitu Mulia-1 mengenai formulir pembiayaan Mulia, Mulia-2 mengenai persetujuan pembiayaan Mulia, Mulia-3 mengenai bukti pembayaran uang muka Mulia, dan Mulia-4 mengenai formulir status pemesanan Mulia.

c. Distribusi Emas Logam Mulia.

1. Distribusi keluar emas logam Mulia

Distribusi keluar emas logam Mulia dari KCDM (kantor cabang distribusi Mulia) ke KCPM (kantor cabang pelaksana Mulia) menggunakan fasilitas dari perusahaan pengiriman yang ditentukan oleh direksi pegadaian. Yang perlu diperhatikan dalam distribusi emas logam Mulia ini adalah:

- Packing/pengemasan emas

Packing dilakukan KCDM (kantor cabang distribusi Mulia) dengan menggunakan item packing yang telah ditentukan oleh perusahaan sebelum diserahkan keperusahaan pengiriman.

- Ongkos pengiriman

Ongkos pengiriman dilakukan oleh KCDM kepada perusahaan pengiriman berdasarkan tarif yang telah disepakati antara pegadaian dengan perusahaan pengiriman.

Dalam dokumen SKRIPSI - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 85-93)

Dokumen terkait