BAB I PENDAHULUAN
D. Hipotesis Tindakan
4) Siklus Penelitian
Sesuai dengan jenis penelitian ini, yaitu penelitian tindakan kelas, siklus penelitian tindakan kelas yang dilakukan adalah model siklus yang dikembangkan oleh Kemmis. Menurut Kemmis yang dikutip Wardani (2002:2.2) penelitian tindakan
kelas dipandang sebagai suatu siklus yang mempunyai empat komponen yaitu penyusunan rencana, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Keempat komponen tersebut merupakan unsur untuk membentuk sebuah siklus, yaitu satu putaran kegiatan beruntun yang kembali ke langkah semula. Jadi, bentuk penelitian tindakan kelas tidak pernah merupakan kegiatan tunggal, tetapi selalu harus berupa rangkaian kegiatan yang kembali ke asal, yaitu dalam bentuk siklus (Arikunto, 2006:16).
Dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti merencanakan beberapa siklus.
Siklus pertama diawali dengan refleksi awal karena peneliti telah memiliki seperangkat data yang dapat dijadikan dasar untuk merumuskan tema penelitian yang selanjutnya diikuti perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/observasi, dan refleksi untuk dilanjutkan ke siklus berikutnya. Siklus penelitian yang dilaksanakan dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 3. Siklus PTK Menurut Wardani 1. Perencanaan
Dalam kegiatan perencanaan tindakan termasuk revisi dan perubahan pelaksanaan tambahan yang dilakukan dalam proses pembelajaran yang
Refleksi
Implementasi Tindakan Pengamatan
Perencanaan
sebelumnya tidak diduga, namun kendala-kendala yang dirasakan sebelumnya belum ada. Perencanaan juga disusun dan dipilih atas dasar pertimbangan kemungkinan untuk diberikan atau dilaksanakan secara efektif dan situasional.
Sifat dari perencanaan ini adalah sementara yang dapat di rubah sesuai dengan yang dirasakan. Kegiatan perencanaan meliputi: merancang perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar tugas siswa; memilih buku pegangan siswa; dan merancang instrumen antara lain: membuat format lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi motivasi belajar siswa, dan menetapkan jadwal pelaksanaan. Berikut akan diuraikan kegiatan perencanaan ini:
a. Mengkaji silabus mata pelajaran IPS kelas IX.2 SMP.
Peneliti mengkaji terlebih dahulu silabus mata pelajaran IPS kelas IX.2 sebelum pembelajaran dimulai. Pengkajian dilakukan terhadap materi pembelajaran, alokasi waktu dan indikator yang diharapkan dikuasai siswa serta menyusun Rencana Pelakasanaan Pembelajaran (RPP). Pokok bahasan yang dibahas dalam penelitian ini adalah “Memahami perubahan pemerintahan dan kerjasaman internasional”.
b. Memilih buku pegangan siswa
Buku teks yang dipilih untuk mendukung pembelajaran IPS ini adalah IPS untuk SMP Kelas IX terbitan Erlangga, 2007.
c. Merancang Instrumen
Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah:
1) Lembar observasi motivasi belajar dan aktifitas guru dalam proses pembelajaran
2) Kuis
3) Tes hasil belajar
d. Memberi informasi tentang kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Sebelum memulai penelitian, guru memberi informasi tentang kegiatan pembelajaran kooperatif tipe STAD agar sebelum pelaksanaan proses pembelajaran siswa sudah mengetahui tahapan-tahapan aktivitas pembelajaran yang dilakukan.
Pada tahap pemberian informasi yang disiapkan adalah materi yang akan diajarkan, membentuk kelompok belajar yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dimulai dengan pendahuluan, menjelaskan materi dan latihan terbimbing. Di akhir pertemuan guru dan siswa membuat kesimpulan mengenai materi yang dibahas. Untuk mendapatkan nilai perkembangan individu maka dilakukan kuis yang dikerjakan secara individu.
e. Pembentukan kelompok
Pembentukan kelompok dilakukan sebanyak dua kali, karena penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pembentukan kelompok siklus I berdasarkan skor dasar yang diperoleh melalui ulangan harian sebelum dilakukan proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Sedangkan pembentukan kelompok siklus II berdasarkan skor yang
diperoleh siswa pada ulangan harian I. Pembentukan kelompok dilakukan secara heterogen dengan mengurutkan skor perolehan siswa dari yang paling tinggi ke yang paling rendah. Selanjutnya, siswa dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari 25% kelompok tinggi, 50% kelompok sedang, dan 25% kelompok rendah. Setiap kelompok terdiri dari 1 orang dari siswa kelompok tinggi, 2 orang dari siswa kelompok sedang, dan 1 orang dari siswa kelompok rendah.
2. Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan, guru melaksanakan proses pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Tahapan-tahapan pelaksanan pembelajaran dapat dijabarkan sebagai berikut.
a. Kegiatan Awal
1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2) Guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab bersama siswa tentang materi yang telah lalu
3) Guru memotivasi siswa dengan menghubungkan materi yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari.
b. Kegiatan Inti
1) Guru menyajikan informasi secara garis besar tentang materi yang dipelajari
2) Guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar yang telah ditentukan guru dan menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang digunakan
3) Guru memberikan LKS kepada setiap kelompok dan meminta siswa mengerjakannya dengan saling bekerja sama
4) Guru membimbing siswa dalam menyelesaikan LKS dan memberikan bantuan kepada siswa yang kurang memahami materi pelajaran
5) Setelah setiap kelompok selesai mengerjakan LKS, guru meminta perwakilan dari setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya ke depan kelas dan kelompok lain diminta untuk memberikan tanggapan, guru bertindak sebagai fasilitator
6) Guru memberikan penghargaan berupa tepuk tangan kepada siswa yang telah mempresentasikan hasil diskusinya dan kepada siswa yang telah menanggapi hasil kerja temannya.
c. Kegiatan Akhir
1) Guru membimbing siswa menyimpulkan materi pelajaran
2) Guru mengevaluasi jawaban soal yang diperoleh dari hasil presentasi dan menjelaskan jawaban soal yang masih rancu
3) Guru menutup pelajaran dengan memberikan tugas rumah kepada siswa.
3. Pengamatan
Pengamatan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan oleh observer dengan menggunakan lembar observasi. Pengamatan dilakukan terhadap aktivitas siswa yang merupakan indikator motivasi belajar siswa selama proses
pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi. Observasi dilakukan pada tiap kali pertemuan. Sebelum dilakukan observasi peneliti menjelaskan kepada observer mengenai mekanisme pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan terlebih dahulu melakukan diskusi mengenai apa yang akan diobservasi nantinya.
4. Refleksi
Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dijadikan sebagai bahan kajian pada kegiatan refleksi. Hasil analisis dari refleksi ini disajikan sebagai bahan untuk membuat rencana tindakan yang baru pada siklus berikutnya.