• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pendidikan

BAB III METODE PENELITIAN

A. Deskripsi Wilayah

3. Sistem Pendidikan

1) Sekolah / Madrasah Pancasila

Sistem dan tipe pendidikan di Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu bertipe kombinasi Khollaf dan salaf dengan sistem menerapkan kurikulum Nasional Kementerian Agama untuk MTs Pancasil dan MA Pancasila serta Nasional Kementerian Pendidikan untuk SMP. BP pancasila dan SMA pancasila.

a. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pancasila, terakreditasi “B”.

MTs Pancasila menyelenggarakan Pendidikan tingkat menengah dengan memakai kurikulum Nasional Kementerian agama yang dipadukan dengan kurikulum Pondok Pesantren dengan Model Salafiah.

b. Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pesantren (SMP.BP) Pancasila terakreditasi “B”.

SMP.BP Pancasila menyelenggarakan Pendidikan tingkat menengah dengan memakai kurikulum Nasional Kementerian Pendidikan Nasional yang dipadukan dengan kurikulum Pondok Pesantren dengan model Salafiah.

c. Madrasah Aliyah (MA) Pancasila terakreditasi “B”.

MA Pancasila menyelenggarakan Pendidikan tingkat atas dengan memakai kurikulum Nasional Kementerian agama yang dipadukan dengan kurikulum Pondok Pesantren dengan Model Salafiah.

2) Sekolah Menengah Atas (SMA) Pancasila, terakreditasi

SMA Pancasila menyelenggarakan Pendidikan tingkat atas dengan memakai kurikulum Nasional Kementerian Pendidikan Nasional yang dipadukan dengan kurikulum Pondok Pesantren dengan model Salafiah.

Asrama Sistem pendidikan di asrama, baik di asrama putra maupun asrama putri lebih ditekankan kepada pembinaan mental, spiritual karakter para santri agar berakhlakul karimah.Selain penerapan pendidikan Nasional di sekolah/madrasah, para santri diajarkan untuk menghafalkan al-quran dan kitab kuning seperti, nahwu, sorof, Kitab- kitab Hadits, fiqh dan akhlak dengan model salafiah.

Tabel 1. 2

Jumlah Santri Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu NO Tahun

Pelajaran

Jumlah

MTs SMP.BP MA SMA JML

1 2003/2004 162 103 89 94 448

2 2004/2005 147 85 67 124 404

3 2005/2006 105 94 73 114 386

4 2006/2007 109 88 77 115 389

5 2007/2008 105 84 73 89 351

6 2008/2009 121 70 68 83 342

7 2009/2010 121 75 71 81 348

8 2010/2011 137 71 73 95 376

9 2011/2012 157 78 92 106 433

10 2012/2013 85 180 109 129 503

11 2013/2014 99 181 101 131 512

12 2014/2015 96 184 74 126 480

13 2015/2016 147 67 61 121 396

14 2016/2017 136 58 43 123 360

15 2017/2018 124 47 46 125 342

16 2018/2019 126 44 40 13 345

17 2019/2020 144 47 54 116 361

Sumber: Profil Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu Tahun 2020.

4. Perkembangan Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu

Pada awalnya berdiri pondok hanya memiliki satu sekolah (madrasah) dan kelas I sampai IV, belum dikelompokan menjadi dua jejnjang pendidikan. Baru 1977 dibentukla dua jenjang pendidikan yaitu Madarash Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Kemudian pada tahun 1987 didirikan SMP dan SMA pondok pesantren pancasila. Tujuan agar pendidikan yang didirikan lebih terarah dan lebih menguasai bidang keilmuan masin-masing sesuai dengan jenjang pendidikan.77

Sejak berdirinya pondok ini secara perlahan tapi pasti terus berusaha mengembangkan dirirnya, baik fisik maupun non fisik sampai saat ini memiliki santri ± 480 orang santri putra dan puteri, namun demikian kmajuan diikuti di bidang kuantitas ini belum sepenuhnya diikuti oleh perkembangan fisik/bangunan pondok. Seiring dengan kemajuan zaman alhamdulilah saat ini pondok telah dapat membangun sarana dan pra-sarana pendidikan baik baik gedung sekolah/ madrasah semuanya telah bersifat permanen, assrama juga permanen tinggal yang menjadi PR bagi pengelolah pondok adalah perumahan guru dan karyawan yang bersifat semi permanen.

Selain itu untuk meningkatkan mutu pendidikan di pondok ini telah dilengkapi beberapa laboratrium seperti lab komputer, bahasa, biologi, kimia, dan fisika yang telah dilengkapi dengan alat-alat teknologi sebagai penunjang pendidikan. Dan pada tiap-tiap seekolah/ madrassah elah memilki perpustakan masing-masing disamping perpustakan pondok

77Profil Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu Tahun 2020.

sebagai wadah untuk mengembangkan wawasan santri tidak hanya dalam bidang agama, tapi juga ilmu pengetahuann umum dan teknologi, yang buku-bukunya diperoleh dari bantuan Diknas dan Depak serta wakaf dari masyarakat yang peduli pendidikan.78

Pada tahun 2001-2003 pihak Diknas RI jakarta dengan dan Loan IDB Jeddah, telah memberi bantuan sarana gedung Pada tahun 2001-2003 pihak Diknas RI jakarta dengan dan Loan IDB Jeddah, telah memberi bantuan ssarana gedung dan alat laboratriumn komputer, bahsa, biologi, kimi, fisika dan alat perpustakaan yang moderen yang kesemuanya menambah kemampuan bagi pondok pesantren pancasila untuk mengmbangkan dir dan meningkatkan ilmu.79

Tabel 1. 3

Organisasi kelembagaan yang ada di pondok pesantren pancasila Bengkulu

No Nama Jabatan Status

1 K.H. Ahmad Suhaimi S.Ag Direktur PNS

2 KHALIDI, S.Pd.I Wakil Direktur PNS

3 Ust. Syamsul Komar Lurah Pondok PNS

4 Riki Jon Indri, S.H.I Ka. T.U Pondok PNS

5 Wahyudin, S. Pd.I Ka. Asrama Putra PNS

6 HJ. Nurhamna Ka. Asrama Putri PNS

7 Eki Andriani, A.Md Kabag Keuangan/Bendahara PNS

8 M. Yusub Mustakim Staf Administrasi PNS

Sumber: Profil Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu Tahun 2020.

Tabel 1.4 Jumlah Dewan Guru

No Tahun Pelajaran Jumlah

GTT PNS JML

1 2010/2011 63 orang 22 orang 85

2 2011/2012 64 orang 22 orang 86

3 2012/2013 44 orang 22 orang 66

78Profil Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu Tahun 2020.

79Profil Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu Tahun 2020.

4 2013/2014 45 orang 25 orang 70

5 2014/2015 68 orang 28 orang 96

6 2015/2016 68 orang 28 orang 96

7 2016/2017 68 orang 28 orang 96

8 2017/2018 57 orang 20 orang 77

9 2018/2019 60 orang 25 orang 85

10 2019/2020 58 orang 9 orang 67

Sumber: Profil Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu Tahun 2020.

Pelaksanaan supervisi yang dilakukan kepala sekolah kepada guru Pendidikan Agama Islam dalam bentuk pembinaan yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalitas guru PAI. Dimana bentuk pelaksanaan Remedial Teching itu dilakuk ada pembinaan secara langsung yang meliputi kepala sekolah meperhatikan guru Pendidikan Agama Islam mengajar, melakukan kunjungan kelas dan menggantikan guru Pendidikan Agama Islam yang kurang maksimal dalam mengajar. Pembinaan secara tidak langsung yang meliputi kegiatan keIslamian di sekolah.

B. Hasil Penelitian

Pengajaran ilmu-ilmu keislaman di pesantren, pada umumnya dilaksanakan melalui pengajian kitab-kitab Islam klasik. Namun pada sebagian pesantren, khususnya pesantren shalafiyyah, pengajaran ilmu-ilmu keislaman meskipun ada yang menggunakan kitab-kitab berbahasa Arab namun tidak tergolong ke dalam kitab-kitab klasik. Kitab-kitab Islam klasik yang lebih populer dengan sebutan kitab kuning, ditulis oleh para ulama Islam zaman pertengahan. Kepintaran dan kemahiran seorang santri diukur dari kemampuannya membaca dan mensyarahkan (menjelaskan) isi kandungan kitab-kitab tersebut. Agar bisa membaca dan memahami sebuah kitab, seorang

santri dituntut terlebih dahulu memahami dan menguasai ilmu-ilmu alat/bantu seperti: nahwu, sharaf, balaghah, ma’ani, dan bayan.

Berdasarkan hasil penelitian penulis melalui observasi, wawancara, yang dilakukan peneliti kepada Ketua Yayasan, Pimpinan Pondok, dan Santri serta dokumentasi sebagai pelengkap penyajian hasil skripsi ini maka dapat diketahui sebagai berikut:

3. Strategi Pendidikan di Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu di Era Revolusi Industri 4.0

Yang pertama peneliti melakukan wawancara berkenaan dengan sistem Pendidikan di Pesantren Pancasila Bengkulu. Dari hasil wawancara peneliti dengan Kepala Tata Usaha Pondok yaitu sebagai berikut:

“Ada dua sistem pendidikan yang digunakan yaitu yang dilakukan di sekolah dan diteruskan di asramah seperti dengan cara muhadarah, pengajian dan mufradat”. 80

Hal yang sama disampaikan Direktur Pondok Pesantren sebagai berikut.

“Di pesantren ini menyelenggarakan dua sistem pendidikan yaitu pendidikan formal dan non formal, dimana pendidikan formal dimulai pada pukul 07.15 WIB selsai pukul 13.30 WIB dan pendidikan non formal dimulai pukul 14.00 WIB sampai pada malam hari”.81

Dan berdasarkan hasil dari pengamatan penulis melalui observasi dan dari wawancara terkait lainya bahwa pondok pesantren pancasila kota Bengkulu melakukan strategi pendidikan yang terbagi menjadi dua yaitu mereka menerapkan pendidikan formal (madrasah/ sekolah) dan pendidikan

80Riki, Kepala Tata Usaha Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, (Wawancara pada tanggal, 27 Juni 2020 di ruang kerja).

81Ahmad Suhaimi, Direktur Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, (Wawancara pada tanggal, 27 Juni 2020 di ruang kerja).

pondok yang diatur langsung dengan yayasan pondok itu sendiri. Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa di pondok pesantren pancasila Kota Bengkulu tahun 2020 menerapkan strategi pendidikan Madrasah/ sekolah umum pada Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sistem pendidikan kepondokan sperti mempelajari kitab- kitab kuning, menghafal ayat-ayat, dan lain sebagainya.82

Peneliti kembali melakukan wawancara berkenaan dengan sistem pendidikan pondok pesantren pancasila Kota Bengkulu masih relevan di Era modern. Dari hasil wawancara peneliti dengan Kepala Tata Usaha Pondok yaitu sebagai berikut:

“Ada dua strategi pendidikan yang digunakan yaitu yang dilakukan di sekolah dan diteruskan di asramah seperti dengan cara muhadarah, pengajian dan mufradat”.83

Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua Bidang Kepegawaian sebagai berikut:

“Bahwa strategi pendidikan yang digunkan di pondok pesantren pancasila bengkulu ini adalah masih sangat relevan sekali ya karena kita menggunakan kurikulum DIKNAS yaitu dilakukan oleh SMP dan SMA dan kurikulum dari kementerian agama yaitu yang dilakukan oleh MTs dan MA yang mana jam belajarnya dimulai dari pukul 07.15-13.30 dan ditambah dengan kurikulum yang disusun sendiri oleh pondok, dimana dilakukan mualai pada pukul 14.00 sampai dengan malam hari yaitu seperti pengajian pada malam juma‟at, Muhadarah pada malam sabtu, dan Mufradhat pada mlam minggu.

Dan pada hari libur pun sebenarnya tidak libur massih ada kegiatankegiatan lainya, seperti kebersihan pondok pada pagi hari dan siangnya mereka kembali beraktifitas seperti biasanya mengikuti ekstrakulikuler masing-masing. Dan menuntut supayah lulusan

82Hasil Observasi Rabu, 27 Juni 2020.

83Riki, Kepala Tata Usaha Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, (Wawancara pada tanggal, 27 Juni 2020 di ruang kerja).

pesantren ini ada nilai lebihnya daripada sekolah-sekolah lainnya, kami selaku para pemimpin dan pengurus pondok pesantren pancasila akan selalu berbenah diri dan akan selalu mengupayakan yang terbaik untuk pesantren pancasila ini kedepannya”. 84

Dan berdasarkan hasil dari penulis amati selama penelitian bahwa pondok pesantren pancasila kota Bengkulu melaksanakan dua strategi pendidikan yaitu pendidikan formal dan non formal. Dari beberapa pendapat dari informan di atas dan hasil pengamatan yang dilkukan oleh penulis, maka dapat disimpulkan bahwa sistem pendidikan di pondok pesantren pancasila Kota Bengkulu masih sangat relevan dengan era moderen sekarang ini karena para santri belajar di sekolah/ madrasah dimulai dari pukul 07.15-13.30 dan setelah itu dilanjutkan dengan program kepondokan sampai malam hari seperti belajar kitab-kitab kuning dan pengajian serta mengikuti ekstrakulikuler dan lain sebagainya.85

Peneliti kembali melakukan wawancara kepada Bpk. Sekretaris Yayasan Semarak Bengkulu masih berkenaan dengan apakah teknologi di perlukan di Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, dari hasil wawancara yaitu sebagai berikut:

“Saya sependapat apa yang dikatakan oleh bapak Ketua Yayasan di atas, bahwa Pada era jaman sekarang teknologi itu sudah merambah kedunia umum di dunia pendidikan. Jadi, dengan adanya perubahan dan perkembangan revolusi industri 4.0 sangat dinamis. Sehingga seorang santri yang sejatinya adalah seorang terpelajar, dituntut agar dapat membaca situasi yang sedang terjadi untuk meraih peluang di masa kemajuan zaman. Santri tidak boleh tertinggal dalam arus perkembangan zaman. Walaupun notabenenya tinggal di pesantrean yang identik dengan ilmu agama, namun di zaman milenial saat ini

84Erita Suartini, Wakil Ketua Bidang Kepegawaian Yayasan Semarak Bengkulu, (Wawancara pada tanggal, 28 Juni 2020 di ruang kerja).

85Hasil Observasi Kamis, 28 Juni 2020.

seorang santri harus mengenal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)”.86

Peneliti kembali melakukan wawancara berkenaan dengan apakah teknologi di perlukan di Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu. Dari hasil wawancara peneliti dengan Kepala Tata Usaha Pondok yaitu sebagai berikut:

“Pada era jaman sekarang teknologi itu sudah merambah kedunia umum terutama pesantren. Pesantren harus ada pengembangan karena tanpa adanya teknologi kita akan ketinggalan jadi mungkin alangkah lebih baiknya adalah teknologi di pondok pesantren harus ada pengembangan selain kita menjaga nilai salafiyah kita tapi kita tetapi harus berusaha menyesuaikan dengan jaman modern. Untuk saat ini teknologi diperlukan , karena ini kaitannya dengan basic teknologi seperti microsof office atau internet, tetapi juga harus dibatasi bagi santri seperti facebookan, teknologi pemanfaatanya lebih ke skill, seperti penulisan karena nanti kalau kita lulus kita perlu”. 87

Peneliti kembali melakukan wawancara kepada Direktur Pondok masih berkenaan dengan apakah teknologi di perlukan di Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, dari hasil wawancara peneliti dengan Direktur Pondok yaitu sebagai berikut:

“Saya sependapat apa yang dikatakan oleh bapak Ketua Yayasan di atas, bahwa Pada era jaman sekarang teknologi itu sudah merambah kedunia umum di dunia pendidikan. Jadi, dengan adanya perubahan dan perkembangan revolusi industri 4.0 sangat dinamis. Sehingga seorang santri yang sejatinya adalah seorang terpelajar, dituntut agar dapat membaca situasi yang sedang terjadi untuk meraih peluang di masa kemajuan zaman. Santri tidak boleh tertinggal dalam arus perkembangan zaman. Walaupun notabenenya tinggal di pesantrean yang identik dengan ilmu agama, namun di zaman milenial saat ini seorang santri harus mengua Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)”.88

86Nawawi Kadir, Sekretaris Yayasan Semarak Bengkulu, (Wawancara pada tanggal, 28 Juni 2020 di ruang kerja).

87Riki, Kepala Tata Usaha Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, (Wawancara pada tanggal, 28 Juli 2020 di ruang kerja).

88Ahmad Suhaimi, Direktur Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, (Wawancara pada tanggal, 28 Juni 2020 di ruang kerja).

Setelah melakukan wawancara dengan kedua informan. Maka selanjutnya penulis melakukan observasi dengan mengamati secara langsung memang tidak bisa dipungkiri bahwa pondok Pesantren Pancasila juga mulai mengikuti era digital. Pondok Pesantren Pancasila dalam hal ini melakukan proses adaptasi. Adapatasi (adaptation) Talcott Parsons yang menyatakan bahwa sistem harus mengatasi kebutuhan situasional yang datang dari luar. Pondok Pesantren Pancasila harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dan kebutuhan-kebutuhannya. Pencapaian tujuan (Goal Attainment), untuk mencapai tujuan tersebut Pondok Pesantren Pancasila harus menentukan, mengatur, dan memfasilitasi pencapaian tujuan dan kesepakatan dengan memiliki alat dan sumber daya.89

Peneliti kembali melakukan wawancara kepada Wakil Kepala Bidang Kepegawaian Yayasan Semarak Bengkulu berkenaan dengan cara memadukan teknologi di Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, dari hasil wawancara yaitu sebagai berikut:

“Cara memadukannnya yaitu kita mencari waktu untuk pengembangan teknologi jadi kita mengaji kitab tetap jalan dengan pemanfaatan teknologi, dan terkait teknologi juga masih jalan seperti yang ada di Pondok Pesantren Pancasila apalagi disaat pandemi covid 19 ini. Pondok Pesantren sudah menerapkan pembelajaran sistem online. Meskipun masih terdapat kekurangan. Untuk saat ini, terkait itu pondok pesantren sendiri punya web yaitu menampilkan kegiatan- kegiatan terkait penyebaran informasi pondok. Terkait pengembangan oleh para santri masih belum ada pemanfaatannya karena itu hanya segelintir orang yang memang paham tentang teknologi”.90

89Hasil Observasi Sabtu, 30 Juni 2020.

90Erita Suartini, Wakil Ketua Bidang Kepegawaian Yayasan Semarak Bengkulu, (Wawancara pada tanggal, 30 Juni 2020 di ruang kerja).

Peneliti kembali melakukan wawancara kepada Kepala Tata Usaha Pondok berkenaan dengan cara memadukan teknologi di Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, Dari hasil wawancara peneliti dengan Kepala Tata Usaha Pondok yaitu sebagai berikut:

“Cara memadukannnya yaitu saat ini masih sedang didalami karena pondok pesantren ini jika mau menerapkan sistem teknologi secara utuh itu tidak mungkin karena pondok pesantren ini masih menggunakan kurikulum tradisional, sebagai uji coba lebih kurang satu bulan Pondok Pesantren menerapkan sistem belajar menggunakan aplikasi android.” 91

Setelah melakukan wawancara dengan kedua informan. Maka selanjutnya penulis melakukan observasi dengan mengamati secara langsung memang benar adanya selama pandemik covid 19 yang sampai saat ini masih mewaba. Sehingga pimpinan yayasan memberlakukan sistem belajar secara virtual, dengan memberikan tugas kepada para santri untuk mengerjakan tugas mereka lewat aplikasi android.92

Peneliti kembali melakukan wawancara kepada Wakil Ketua Bidang Kepegawaian Pondok berkenaan dengan kurikulum/materi yang diajarkan di Pondok pesantren pancassila kota Bengkulu, dari hasil wawancara peneliti dengan Wakil Ketua Bidang Kepegawaian Yayasan Semarak Bengkulu yaitu sebagai berikut:

“Yaitu sesuai dan sama dengan materi atau isi dari kurikulum dari sekolah-sekolah yang lainya karena tujuan kita tadi adalah untuk menciptakan tamatan yang berakhlakul karimah dan mampu menguasai IPTEK, supaya nantinya mereka bisa bersaing di era moderen sperti sekarang ini, bahkan kita disini harus bisa lebih unggul

91Riki, Kepala Tata Usaha Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, (Wawancara pada tanggal, 30 Juni 2020 di ruang kerja).

92Hasil Observasi Rabu, 1 Juli 2020.

dari sekolah-sekolah lain sebab kita mengadakan program unggulan misalnya seperti plajaran mulok disini diisi dengan mata pelajaran tahfis qur‟an, seni baca al-qur‟an dan lainnya”.93

Senada dengan yang disampaikan Kepala Tata Usaha Pondok:

“Di pesantren pancasila Bengkulu ini bukan hanya mengajarkan pendidikan agamanya saja melainkan sama dengan sekolah-sekolah lainnya yang ada diluar sana disini kita menyeimbangkan antara ilmu agam dengan ilmu umum, karena ilmu umum tanpa di dampingi dengan ilmu agama bagai kapal tanpa layar. Jadi disini santri kita medapatkan materi pelajaran yang bersifat umum dimulai dari pagi hari sampai siang hari yaitu pada sekolah-sekolah formal kita dan setelah selesai mereka melanjutkan kependalaman ilmu keagamaan di asramah. Dengan ilmu umum nantinya santri diharapkan bisa bersaing dalam menentukan masa depannya dan dengan dibakali dengan ilmu keagamaan maka mereka nanti tidak akan menyimpang dari akhidah agama.”94

Berdasarkan hasil dari penulis amati selama penelitian bahwa pondok pesantren pancasila kota Bengkulu memang mengajarkan materi-materi pelajaran yang bersifat umum pada pendidikan formalnya dan setelah selasai para santri melanjutkan pendalaman ilmu keagamaan di asramah pesantren atau masijid dan tempat lainnya. Dari beberapa pendapat diatas dan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dapat penulis simpulkan bahwa pondok Pesantren Pancasila tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan saja melainkan meraka sama dengan sekolah-sekolah lainnya yang ada diluar sana dengan mengajakan plajaran yang bersifat umum pada pendidikan formalnya dan diteruskan mempelajari dan mendalami ilmu keagamaan pada pendidikan non-formalnya.95

93Erita Suartini, Wakil Ketua Bidang Kepegawaian Yayasan Semarak Bengkulu, (Wawancara pada tanggal, 1 Juli 2020 di ruang kerja).

94Riki, Kepala Tata Usaha Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, (Wawancara pada tanggal, 1 Juli 2020 di ruang kerja).

95Hasil Observasi Kamis, 2 Juli 2020.

Peneliti kembali melakukan wawancara Kepala Tata Usaha Pondok Pesantren berkenaan dengan materi/kurikulum diajarkan kepada para santri untuk mempersiapkan dalam menghadapi kehidupan modern, Dari hasil wawancara peneliti dengan Kepala Tata Usaha Pondok Pesantren yaitu sebagai berikut:

“Ya kita memasukan kedalam pelajaran tertentu untuk bisa bersaing dalam kehidupan moderen seperti mempersiapkan mereka untuk mencapai dan menduduki posisi sosial-ekonomi tertentu dan, karena itu, pembelajaran harus dapat membekalai peserta didik dengan kualifikasi-kualifikasi pekerjaan dan profesi yang akan membuat mereka mampu memainkan peran sosial-ekonomis dalam masyarakat”.96

Begitu juga yang disampaikan oleh santri Pesantren Pancasila:

“Kami disini dituntut untuk bisa mengabdi kepada masyarakat dan bisa mengikuti perkembangan zaman, seperti kami langsung terjun kemasyarakat kami melaksanakan kegiatan tersebut berlangsung beberapa hari yaitu langsung bersosialisasi dengan masyarakat setempat dan melaksanakan beberapa acara dimasjid”. 97

Berdasarkan penulis amati pada saat penelitian bahwa pondok Pesantren Pancasila telah membekali para santri dengan ilmu sosial- ekonomi yaitu sperti kegiatan yang langsung terjun kemasyarakat dan santri dituntut untuk bisa bersosialisasi kepda masyarakat setempat.98

Peneliti kembali melakukan wawancara Sekretaris Pondok Pesantren berkenaan dengan materi/kurikulum diajarkan kepada para santri untuk mempersiapkan dalam menghadapi kehidupan moderen, Dari hasil wawancara peneliti dengan Sekretaris Pondok Pesantren yaitu sebagai

96Riki, Kepala Tata Usaha Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, (Wawancara pada tanggal, 4 Juli 2020 di ruang kerja).

97Ratna Ningsih, Santri Putri Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu Kelas XII Tingkat SMA, (Wawancara pada tanggal, 4 Juli 2020 di depan Ruang Belajar).

98Hasil Observasi Senin, 6 Juli 2020.

berikut:

“Kalau penggunaan media di sekolah pesantren pancasila untuk sementara ini belum sepenuhnya menggunakan media yang multimedia karena masih keterbatasan jumlah dan digunakan apabila itu dianggap penting saja akan tetapi setiap apa yang disampaikan sudah mengacu kepada kurikulum 2013 misalnya murid disuruh memperhatikan apa yang disekiter mereka setelah itu mereka disuruh menjelaskan apa yang mereka pahami tadi di depan kelas sesuai dengan tuntutkan kurikulum 2013 itu sendiri. Begitu juga dengan metode yang digunakan disisni menyesuaikan apa yang akan disampaikan dan materi apa yang akan diajrkan, tidak hanya menggunakan metode ceramah saja melainkan di iringi dengan metodemetode lainya99

Hal serupa yang diutarakan oleh Wakil Ketua Bidang Kepegawaian Yayasan Semarak Bengkulu, sebgai berikut:

“Dalam penyamapain materi pelajaran berlangsung biasanya guru- guru disini menggunakan media sedehana dan menyesuaikan dengan isi materi yang akan disampaikan karena disini penggunaan multimedia beum sepenuhnya sempurnah sperti penggunaan alat tersebut ada materi penting yang memang harus memakai alat tersebut. Yang penting apa yang disampaikan dapat dipahami dan di amalkan oleh peserta didik kita. Sama halnya dengan metode yang digunkan masih cukup sederhana dan di gunakan menyesuaikan dengan materi apa yang akan disampaikan.”100

Berdasarkan hasil dari penulis amati selama penelitian bahwa penngunaan media nya masih terbilang sederhana karena peneliti melihat penggunaan alat multimedia masih kurang karena keterbatasan di gunakan apabila perlu saja begitu juga dengan penggunaan metode disana menggunakan metode ceramah, berdiskusi, tanya jawab dan lain-lain.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dan hasil pengamatan peneliti sendiri dapt penulis simpulkan bahwa penggunaan media dan metode pelajaran

99Erita suartini, Wakil Ketua Bidang Kepegawaian Yayasan Semarak Bengkulu, (Wawancara pada tanggal, 6 Juli 2020 di ruang kerja).

100NK, Sekretaris Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, (Wawancara pada tanggal, 6 Juli 2020 di ruang kerja).

Dokumen terkait