sebelumnya, menaya kabar dan setelah itu lansung memulai pembelajaran.90
5. Jumlah Murid Banyak.
Di Kelas VII MTs Al-madaniyah memiliki jumlah murid yang paling banyak di antara kelas-kelas yang lain, dimana di Kelas VII jumlah muridnya 30 orang sedangkan di kelas lain jumlah murid hanya berkisar dari 20-24 murid, karena jumlah peserta didiknya yang lebih banyak, maka guru kesusahan dalam melaksanakan pembelajaran yan efektif.91
Setelah peneliti melakukan observasi lanjutan, peneliti melihat, bahwa memang jumlah siswa di Kelas VII MTs Al-Madaniyah Jempong Barat berjumlah 30 orang. Perbedaan jumlah murid yang lebih banyak (30 orang) dengan murid yang idealnya (20-24 orang) adalah murid yang berjumlah 30 orang susah untuk di atur daripada jumlah murid yang lebih sedikit, karena murid yang sedikit lebih fokus untuk menerima pelajaran.
D. Solusi yang ditempuh oleh Guru dalam Mengatasi Problem ketika
guru untuk memecahkan masalah yang di hadapi, kedisiplinan yang dilakukan oleh guru akan membuat siswa-siswi lebih terangsang dalam melaksanakan tugas nya sebagai peserta didik, yaitu belajar dengan sungguh- sungguh sehingga tujuan pendidikan akan tercapai.
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didiknya, sebagai pemimpin kelas ia harus mengetahui dan memahami semua hal yang berkaitan dengan keadaan kelas yang di kelolahnya, guna untuk menciptakan keadaan kelas yang nyaman sehingga aturan-aturan tata tertib kelas akan mudah di terapkan oleh peserta didik dalam interaksi sesama peserta didik maupun dengan gurunya.
Menurut keterangan dari Ibu Elli Sumiati selaku guru mata pelajaran aqidah akhlak di Kelas VII MTs Al-Madaniyah Jempong Barat, Sulosi yang di tempuh dalam meningkatkan kedisiplinan, yaitu :
1. Memahami keadaan individual peserta didik
Mengenal peserta didik merupakan keharusan bagi guru, dalam melaksanakan tugas kependidikan. Dengan mengenal siswa dengan baik akan membantu guru mengantarkan siswa dalam meraih cita-citanya, dan ketika guru melakukan proses pembelajaran maka dia tidak akan kesusahan dalam memberikan pelajaran, karena guru sudah mengenal keadaan siswanya.92
Setelah peneliti melakukan observasi lanjutan, peneliti melihat, bahwa memang Ibu Elli Sumiati selaku guru Aqidah Akhlak di Kelas VII di MTs
92Elli Sumiati, Guru Akidah Akhlak Kelas VII MTs Al-Madaniyah Jempong Barat, Wawancara, 18 April 2017
Al-Madaniyah, bahwa memang ibu Elli Sumiati tidak sepenuhnya mengenal siswanya secara baik, karena masih ada kesalahn penyebutan nama siswanya ketika ibu Elih meminta siswanya untuk mengejerkan tugas di depan dan selaku guru mata pelajaran beliau tahu mana siswa yang memliki kelebihan dan mana siswa yang kurang dalam tingkat pemahaman dalam pembelajaran tersebut.93
2. Memahami perbedaan karakter peserta didik
Mengenal dah memahami karakter siswa sangant perlu dilakukan oleh seorang guru, terlebih lagi adalah seorang guru mata pelajaran, karena karakter setiap masing-masing siswa tidak sama, dan siswa memiliki kebiasaan yang berbeda, karenanya jika seorang guru tidak bisa memahami karakter peserta didik, maka proses pembelajaran pun tidak akan maksimal. Mengenal dan memahami karakter siswa dapat dilakukan dengan cara memperhatikan dan menganalisa tutur kata ( cara bicara ), sikap, atau perilaku atau perbuatan anan didik. 94
Setelah peneliti melakukan observasi lanjutan, peneliti melihat, bahwa memang Ibu Elli Sumiati selaku guru Aqidah Akhlak di KelasVII di MTs Al-Madaniyah, memang ibu Elli Sumiati tidak sepenuhnya mengenal karakter siswanya secara baik, tetapi ibu Elli berusaha mealkukan pendakatan-pendakatan pada peseta didiknya, misalnya ketika pembelajran sudah berakhir ibu elli menyepatkan diri untuk menanyakan
93Observasi, 27 April 2017
94Elli Sumiati, Guru Akidah Akhlak Kelas VII MTs Al-Madaniyah Jempong Barat, Wawancara, 27 April 2017.
keadaan atau perasaan siswanya setalah mengikuti pelajaran dan kegiatan seperti ini dilakukan disetiap akhir mata pelajran.95
3. Membina Komunikasi yan baik
Komunikasi yang baik, adalah jembatan yang baik yang harus dilalui oleh seorang guru dalam membangun hubungan yang baik dengan siswa.
Lemahnya komunikasi dalam kelas membuat pengajar kesusahan dalam memberikan pembelajaran.96 Setelah peneliti melakukan observasi lanjutan, peneliti melihat, bahwa memang Ibu Elli Sumiati selaku guru Aqidah Akhlak di KelasVII di MTs Al-Madaniyah, memang ibu Elli Sumiati sudah berupaya untuk membangun komunikasih yang baik dengan siswanya, hanya saja Ibu Elli menemukan kesusahan, karena tidak semua siswa kelas VII mengerti bahasa Indonesia dengan baik dan perbedaan karakter siswa juga berpengaruh dalam hal ini.97
4. Membagi kelompok belajar/kerja
Jumlah murid yang banyak adalah salah faktor yang menjadi kendala sulitnya kedisiplinan di terapkan di kelas VII MTs Al-Madaniyah, oleh karena itu, ibu Elli selaku guru Akidah akhlak membagi peserta didiknya kedalam berberapa kelompok, karena hal ini bisa membantu siswa dalam proses pembelajaran.98
95Observasi, 18 April 2017.
96Elli Sumiati, Guru Akidah Akhlak Kelas VII MTs Al-Madaniyah Jempong Barat, Wawancara, 18 April 2017.
97Observasi, 27 April 2017.
98Elli Sumiati, Guru Akidah Akhlak Kelas VII MTs Al-Madaniyah Jempong Barat, Wawancara, 18 April 2017.
Setelah peneliti melakukan observasi lanjutan, peneliti melihat, bahwa memang Ibu Elli Sumiati selaku guru Aqidah Akhlak di KelasVII di MTs Al-Madaniyah, memang sudah membagi siswanya kedalam beberapa kelompok kecil, satu kelompok terdiri dari 5-6 siswa, hal ini terlihat ketika peneliti melakukan pengatan lanjutan dan ibu Elli meminta siswanya untuk duduk berdasarkan teman kelompoknya ketiak diberikan tugas.99
5. Menciptakan proses pembelajaran yang menarik
Pembelajaran adalah suatu proses yang penukaran ilmu yang hampir setiap hari dilakukan di dalam kelas, pembelajaran yang menarik memiliki pengaruh tersendiri pada setiap siswa, apalagi siswa yang masih cenderung bersifat anak-anak, hal ini akan berpengaruh juga pada tingkat kepedulian siswa pada proses pembelajaran yang sedang dan yang akan di laksanakan.100
Setelah peneliti melakukan observasi lanjutan, peneliti melihat, bahwa memang Ibu Elli Sumiati selaku guru akidah akhlak di Kelas VII di MTs Al-Madaniyah Sudah berupaya untuk menciptakan proses pembelajaran yang menarik, hal ini peneliti amati ketika melakukan observasi lanjutan, dan melihat bahwa ibu Elli di kelas ketika proses pembelajaran, dia meminta seorang siswanya untuk menyanyikan sholawat, jika tidak ada yang ingin maju kedepan maka Ibu Elli menggantinya dengan melakukan tepuk pramuka bersama-sama.101
99 Observasi, 27 April 2017
100 Sumiati, Guru Akidah Akhlak Kelas VII MTs Al-Madaniyah Jempong Barat, Wawancara, 27 April 2017
101 Observasi, 27 April 2017
BAB III